cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
chairunnisa.neys@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wartapenelitianperhubungan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Penelitian Perhubungan
ISSN : 08521824     EISSN : 25801082     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Warta Penelitian Perhubungan diterbitkan oleh Sekretariat Badan Litbang Perhubungan yang memuat hasil penelitian dan kajian kebijakan di sektor transportasi. Pada tahun tahun sebelumnya hingga tahun 2016 Warta Penelitian Perhubungan terbit 12 (dua belas) kali dalam satu tahun. Namun, mulai tahun 2017 terbit 2 (dua) kali dalam satu tahun yakni edisi Januari - Juni dan Juli - Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 519 Documents
Kajian Evaluasi Pelayanan Penumpang Kapal Laut di Pelabuhan Tanjung Pinang Siswoyo, Bambang
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 2 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.885 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v23i2.1058

Abstract

Ship is one of the marine transportation of interest many people. Advantages of ships as a means of sea transport are cheap, safe, economical land and capable of carrying passengers or goods in large quantities, making the ship as a means of transport required by the comm uni hj, especially the lower middle income communities. But in reality, the ministry of economy class passenger ships are not as good as any other commercial grade. The study was conducted to observe the operational performance of ships as a means of crossing, which is one of effective tools and efficient transportation in Tanjung Pinang and surrounding areas. Assessment method used is surve1J method with random manner, to distribute questionnaires to passengers ships used as a sample. Sampling is done in non-random sampling, where samples were taken only at the majority of passengers at random. Questionnaire method used is measurement of the attitude of respondents using semantic difference scale. On this scale respondents were asked to evaluate several variables, where each variable there are seven points with the left boundary and right boundary contains an adjective meaning the opposite. While data analysis using Multiattribute Attitude Model (MAM). Multiattribute Attitude In this model, the attitude of the respondents can be seen in the order of importance of each variable. From this study showed that in the operation of ships as a means of crossing with the performance variables of the availability of advanced types of transportation at the port, transport capacity, condition of existing facilities in the ship, less satisfacton;. Variable travel schedule as a means of crossing vessels was satisfactory. For the variables of travel speed, the cost of travel, smooth operation, service personnel, timeliness of departure/ arrival passengers satisfactory, while the variable passenger safehj is very satisfying journey. So generally service ships in the Port of Tanjung Pinang quite satisfying passengers.Keywords : Ships, multiattribute attitude models.
Kinerja Ketepatan Waktu Maskapai Penerbangan Berjadwal di Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali Rizki, Yuke Sri; Samsudin, Rosidin
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 6 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2530.112 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v26i6.908

Abstract

Saat ini masih sering terjadi keterlambatan keberangkatan pesawat udara oleh beberapa maskapai penerbangan yang pada dasarnya sangat merugikan pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat ketepatan waktu/on time performance (OTP) maskapai penerbangan berjadwal di Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali. Analisis yang digunakan pada kajian ini menggunakan metode Fishbone Diagram. Responden adalah penyelenggara Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali dan 5 (lima) maskapai penerbangan terdiri dari PT. Garuda Indonesia, PT. Lion Air, PT. Air Asia, PT. Merpati Nusantara Airlines dan PT. Wings Air yang beroperasi di bandara ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab keterlambatan yang paling dominan adalah 1) faktor lingkungan yaitu cuaca, 2) faktor personel pada pengisian bahan bakar, 3) faktor sarana dan prasarana yaitu gangguan teknis pada pesawat dan 4) faktor manajemen yaitu pengaturan slot time.
Kajian Pemanfaatan Reception Facilities di Pelabuhan Makassar Utama, Tri Kusumaning; Puriningsih, Feronika Sekar
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2671.657 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v25i4.728

Abstract

Dalam Pasal 235 Undang Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran disebutkan bahwa otoritas pelabuhan, unit penyelenggara pelabuhan, badan usaha pelabuhan dan pengelola terminal khusus wajib menanggulangi pencemaran yang diakibatkan oleh pengoperasian pelabuhan dan bertanggung jawab menyediakan fasilitas penampungan limbah. Maksud penelitian ini untuk mengevaluasi seberapa jauh pemanfaatan Reception Facilities di Pelabuhan Makassar dilihat dari aspek legalitas, sarana, prasarana, SDM dan pengawasan kapal. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantatif menggunakan pendekatan Importance Analysis dan Performance Analysis. Dari hasil penelitian dikemukakan bahwa di Pelabuhan Makassar belum tersedia fasilitas penampungan limbah kapal, drum-drum yang berisi limbah kapal berupa oli diambil oleh perusahaan khusus yang mendapat ijin untuk mengambil limbah kapal, atau drum itu dibawa ke pangkalan sendiri untuk diolah maupun digunakan sendiri.
Persepsi Masyarakat Terhadap Keselamatan Transportasi Kereta Api Mutharuddin, Mutharuddin; Kuswati, Atik S. Kuswati S.
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5405.524 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v22i3.1074

Abstract

Transportation safehJ a prominent issue lntely. 17iis research was conducted in order to obtnin adescription of perceptions and behmrior of the co1nnz11nihJ /consumers of the rail transport safety.Transport safety culture can be grown in a Wat} to strengthen the institutional, clarifiJ regulations,tighten supen1ision and strengthen prosecution/ enforcement. It also develops programs on activecommunihJ participation in maintaining the railwm; infrastructure.Tiiis research is using grrp analysis, where tire nnnlysis cnn he used to nzensure the let~l of publicawareness of safety. Tire analyses slzmued lnrgest miemge ml11e ndzieued In; the application of variable5 (seniice attributes), nnmely the instructions/ infomzntion on train schedules are eaSJ} to obtninfor 4.111 and the smallest average mlue on 26 variables (behavioral attributes), throwing objects intothe train fire that is equal to 2.526. While the largest m~age value for the benefit achieved lnj the 11variables (a ttributes of safety faci.lities), the signs warning! ban, amounting to 4.656 and the smallestmierage value on 29 variables (beluwioral attributes of people wlw perform activities in the landawned rai.lwm;s), such as selling the mlue of 2.436.Keywords: safeti;, rail transport, public perception.
Pengaruh Pembatasan Subsidi Bbm Solar Terhadap Tarif Angkutan Perkotaan Herawati, Herawati; Mutharuddin, Mutharuddin
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.908 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v26i8.934

Abstract

Pembatasan subsidi BBM Solar akan berdampak pada kenaikan biaya operasional kendaraan angkutan umum yang pada akhirnya akan menyebabkan kenaikan tarif angkutan umum. Dampak pengurangan subsidi tersebut perlu kajian untuk mengidentifikasi kenaikan tarif angkutan umum disesuaikan dengan wilingness to pay (WTP) dan willingness to accept (WTA) penumpang angkutan umum tersebut. Metode perhitungan tarif angkutan umum didasarkan pada metode perhitungan biaya operasional kendaraan yang telah ditetapkan pada peraturan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Sedangkan metode perhitungan WTA dan WTP menggunakan analisis kuantitatif. Analisis dilakukan dengan menggunakan beberapa skenario kenaikan harga BBM Solar, yaitu kenaikan 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Kenaikan harga BBM sebesar 20% belum memberikan pengaruh terhadap kenaikan tarif angkutan perkotaan yaitu masih dapat menerapkan tarif seperti yang sekarang berlaku Rp 3000. Karena tarif tersebut masih dibawah WTP (Rp 3.915) dan ATP (Rp 4.941). Kenaikan BBM solar sebesar 40% telah memberi pengaruh terhadap kenaikan tarif angkutan umum yaitu sebesar Rp 3.700. Namun kenaikan tarif tersebut belum melebih WTP dan ATP penumpang yaitu  Rp 3.915 dan Rp 4.941. Kenaikan harga BBM sebesar 60%, 80% dan 100% telah memberikan pengaruh terhadap kenaikan tarif sebesar Rp 5.200, Rp 8.175 dan Rp 15.059. Kenaikan tarif tersebut jauh dari nilai WTP (Rp 3.915) dan ATP (Rp 4.941). Untuk menjaga keberlangsungan angkutan perkotaan di DKI Jakarta, diperlukan campur tangan pemerintah dengan pemberian subsidi apabila kebaikan BBM solar yang diberlakukan melebihi atau sama dengan 40%. Subsidi tersebut untuk masing-masing kenaikan BBM solar 40%, 60%, 80% dan 100% adalah Rp 200 per penumpang-km, Rp 3.200 per penumpang, dan Rp 10.000 per penumpang-km. Kata kunci: subsisdi BBM solar, tarif, WTP, WTA
Analisa Kerjasama Pemerintah Swasta di Bidang Perkeretaapian (Studi Deskriptif 6 KPS Perkeretaapian di Indonesia) Siswanto, Adrianus Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2652.959 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v25i6.744

Abstract

Studi tentang Public Private Partnership (PPP) di sektor perkeretaapian merupakan bagian dari studiinfrastruktur. Ada kebutuhan untuk melibatkan sektor swasta dalam penyelenggaraan kereta api. Ini adalahterobosan penting untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan berbagai data yang berasal darikegiatan focus group discussion yang menyajikan informasi ten tang kemajuan dan kegiatan termasuk berbagaikebijakan yang telah dikeluarkan. Pengamatan terhadap proses pembangunan proyek kerjasama denganmemperhatikan perkembangan peraturan dimaksud.Temuan menunjukkan bahwa proyek-proyek public private partnership di sektor perkeretaapian menghasilkankemajuan yang relatif baik. Kendala pembebasan lahan telah menjadi masalah dalam investasi infrastrukturdi Indonesia, khususnya di berbagai daerah, namun ada kecenderungan berkurang. Dukungan pemerintahdaerah, khususnya pemerintah provinsi sangat penting. Meskipun dukungan dari kabupaten juga penting.Dari hasil penelitian mencatat bahwa kendala proyek skala besar, tidak terletak pada pendanaan. Beberapaperusahaan besar, baik secara individu atau konsorsium, tertarik pada proyek-proyek yang operasi keretaapi yang ditandai dengan dana yang cukup besar. Jadi dana itu bukan hambatan untuk masuk bagi investoryang ingin berinvestasi sejak awal.
Kinerja Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Indonesia Agustini, Endang Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.137 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v26i11.944

Abstract

Sistem navigasi keselamatan penerbangan sangat ditentukan oleh kinerja alat bantu navigasi serta validitas prosedur penerbangan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja pelaksanaankalibrasi peralatan navigasi penerbangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kinerja pelaksanaan kalibrasiperalatan navigasi penerbangan telah sesuai ketentuan atau program kalibrasi secara periodik. Sumber daya manusia Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) telah mencukupi kebutuhan terhadap pelayanan kalibrasi sesuai rencana/program kalibrasi sesuai periodik, namun pelaksanaan pelayanan kalibrasi belum 100% dapat terpenuhi dikarenakan terbatasnya anggaran dan ketidaksiapan bandar udara Unit Penyelenggara Bandar Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Perbandingan Gaya Propulsi Terhadap Berat pada Prototipe Kapal Bersayap A2c Tipe B Konfigurasi Lippisch Saat Hydro Planing Syamsuar, Sayuti
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.869 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v27i1.770

Abstract

Permasalahan kelebihan berat menjadi hal yang perlu mendapat perhatian serius saat fabrikasi suatu prototipe Kapal Bersayap di industri material komposit. Untuk prototipe Kapal Bersayap baru A2C kapasitas (1 - 2) orang tipe B dan konfigurasi Lippisch dengan sayap reverse delta dan airfoil Clark-Y untuk mengetahui keseimbangan gaya-gaya padahydro planing pada sumbu Benda. PerbandinganThrust per Berat sekitar (2 : 5) digunakan pada prototipe Kapal Bersayap baru A2C kapasitas (1 – 2) orang. Analisis yang digunakan, prosedur pengambilan data dari gaya-gaya melalui perhitungan teoritikal dan pengukuran menggunakan alat ukur di laboratorium, adalah untuk mengetahui besarnya gaya hambat hidrodinamika yang berpusat pada titik pusatbuoyance, gaya angkat aerodinamika pada titik pusat tekanan sayap, gaya Propulsi dan gaya berat pada titik pusat gravitasi di tata acuan koordinat sumbu Benda. Sehingga diperoleh hasil akhir bahwa prototipe Kapal Bersayap A2C layak terbang hanya dengan 1 Pilot.
Analisa Komparatif Pengaruh Pertambahan Panjang dan Lebar Kapal Terhadap Lightweight Hardjono, Soegeng
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.502 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v29i1.324

Abstract

Penentuan ukuran utama kapal khususnya pada dimensi panjang (Lpp) dan lebar (B) kapal pada tahap preliminary design mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perubahan nilai Lwt, biaya produksi dan harga kapal. Hal ini kerap menjadi bahan diskusi serius antara owner dan designer. Untuk mengetahui seberapa besar perubahan Lwt yang terjadi akibat perubahan panjang dan lebar kapal, maka perlu dilakukan penelitian terhadap berat Lwt akibat perubahan panjang dan lebar kapal untuk kapal dengan panjang lebih kecil 100meter menggunakan sistem konstruksi melintang dan kapal lebih besar 100 meter dengan sistem konstruksi memanjang dengan metode analisa statistik melalui formula regresi polynomial. Hasil analisa menunjukkan bahwa pertambahan Lwt akibat pertambahan dimensi lebar kapal (B) per meter lebih besar bila dibandingkan pertambahan Lwt akibat pertambahan dimensi panjang kapal (Lpp) yaitu 30% berbanding 12% untuk kapal lebih kecil100m dan 21% berbanding 17% untuk kapal lebih besar 100m. Pertambahan Lwt 30% lebih besar dari 12% disebabkan kapal dengan Lpp lebih kecil 100 m menggunakan konstruksi sistem melintang yang mempuyai berat struktur lebih besar untuk panjang kapal yang sama.
Kajian Efektmtas Dan Efisiensi Proses Perizinan Perpotongan Dan Persinggungan Jalur Kereta Api Dengan Bangunan Lain Purwoko, Purwoko; Subaryata, Subaryata
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2305.673 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v23i5.1101

Abstract

Act No. 23 of 2007 on the Railways, in Article 91 paragraph (1) mandates that the intersection between the rail and roads made no plot. Exceptions to the provisions referred to in paragraph (1) can only be done while ensuring safety and smooth running train rides and road traffic. I71e study tries to review the drafting of the concept of the licensing process the intersection and railroad intersection with another building of effective and efficient, and recommendations for improvements of licensing. As a tool used for analysis is a method Analytical Hierarchy Process (AHP), with secondary data collection in related institutions and primary data collection through questionnaires to the experts as respondents in the field of railway infrastructure in some instances. I71e results obtained from the study indicate the priority that need attention include reducing the processing time, one-stop, telecommunications, information communication, shorten theprocess and delegation of authority, determination. To improve the licensing process effective and efficient need to change the five scale.Keywords: Effectiveness, Efficiency, Licensing Process

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 2 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 1 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 2 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 2 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 6 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 5 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 2 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 4 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 3 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 2 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 12 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 10 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 7 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 6 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 4 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 2 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 7 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 5 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 3 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 2 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 1 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 6 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 3 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 2 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 1 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 2 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 1 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 12 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 11 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 9 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 8 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol 22, No 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 6 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 5 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 4 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 2 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 1 (2010): Warta Penelitian Perhubungan More Issue