cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2021)" : 43 Documents clear
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGADAAN SAPRAS PENCEGAHAN COVID 19 DI KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG Novita Sari; M. Saputra; Aswin Aswin; Avitha P; Mega C
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.87-94.2021

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit pernapasan akut yang disebabkan oleh virus corona jenis baru. Penyakit ini pertama kali merebak di Wuhan, Cina lalu menyebar hampir ke seluruh dunia dan menyebabkan pandemi global. Penyakit ini menyerang semua golongan, dewasa, lansia, maupun anak-anak. Semua lapisan masyarakat dari mulai dewasa hingga anak-anak perlu mendapatkan edukasi yang mudah dipahami mengenai Covid19 dan cara-cara pencegahannya. Hal ini yang menjadi dasar dilaksanakannya praktek kerja pengabdian masyarakat IIB Darmajaya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk ikut aktif dalam upaya pencegahan virus Covid-19 dengan memberikan sosialisasi tentang Covid-19 dan upaya pencegahannya melalui pembagian APD dan juga pembagian tempat cuci tangan kepada masyarakat Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini dilakukan bermitra dengan masyarakat Kelurahan Pinang Jaya . metode yang dipergunakan adalah dengan cara penyuluhan dan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19, pengadaan sarana prasarana pencegahan Covid 19. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat dapat memahami lebih jauh mengenai virus Covid 19 ini sehingga masyarakat dapat turut serta melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 dimulai dari diri mereka masing-masing. Kata Kunci: Pengabdian, Covid-19, Pandemik, Sosialisasi, Edukasi ABSTRACT Covid-19 is an acute respiratory disease caused by a new type of corona virus. This disease first broke out in Wuhan, China then spread almost throughout the world and caused a global pandemic. This disease attacks all groups, adults, the elderly, and children. All levels of society from adults to children need to get education that is easy to understand about Covid19 and ways to prevent it. This is the basis for implementing IIB Darmajaya community service work practices. The purpose of this activity is to actively participate in efforts to prevent the Covid-19 virus by providing socialization about Covid-19 and prevention efforts through the distribution of PPE and also the distribution of hand washing facilities to the people of Pinang Jaya Village, Kemiling District, Bandar Lampung City. This activity is carried out in partnership with the people of Pinang Jaya Village. The method used is by means of counseling and socialization about the prevention of Covid-19, the provision of infrastructure for preventing Covid-19. of themselves. Keywords: Community Service, Covid-19, Pandemic, Socialization, Education
PENDAMPINGAN INTRODUKSI BAYAM BRAZIL SEBAGAI SAYUR PEKARANGAN DI KOTA BANJARBARU Hikma Ellya; Nurlaila Nurlaila; Nukhak Nufita Sari; Rila Rahma Apriani; Ronny Mulyawan; Febriani Purba; Saida Fithria
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.253-258.2021

Abstract

Banjarbaru merupakan kota pemukiman yang sebagian besar penduduknya tinggal di lahan sempit. Diversifikasi tanaman pekarangan perlu dilakukan di Kota Banjarbaru. Salah satu tanaman pekarangan yang mulai dibudidayakan masyarakat perkotaan pada saat ini dikenal dengan sebutan bayam Brazil (Alternanthera sissoo). Tanaman ini mulai diimpor dan diperkenalkan ke beberapa negara Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan introduksi tanaman Bayam Brazil sebagai tanaman pekarangan di Kota Banjarbaru. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode penyuluhan dan pendampingan. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Aula Gawi Sabarataan Balai Kota Pemerintah Kota Banjarbaru selama satu hari. Peserta kegiatan berjumlah 59 orang yang terdiri dari Ketua Kelompok Wanita Tani, Ketua Dasa Wisma, dan Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru. Pendampingan penanaman bayam Brazil dilakukan di beberapa kelompok wanita tani. Masyarakat Kota Banjarbaru sangat antusias untuk menanam tanaman bayam Brazil di pekarangan. Hal ini karena tanaman bayam Brazil dapat dikonsumsi, mudah diperbanyak, mudah dibudidayakan, dan memiliki bentuk yang estetik. Kata kunci: Bayam Brazil, Lahan Pekarangan,Urban Farming ABSTRACT Banjarbaru is a residential city that mostly lives in narrow land. Diversification of yard plants needs to be done in Banjarbaru. One of the yard plants that began to be cultivated by urban communities today is known as Brazilian spinach (Alternanthera sissoo). This plant began to be imported and introduced to several Southeast Asian countries, such as Malaysia and Indonesia. This community service activity aims to provide assistance in the introduction of Brazilian spinach plants as vegetable backyard in Banjarbaru Town. The method of activity used in community service is the method of counseling and assistance. Counseling activities were held at Gawi Sabarataan Hall of Banjarbaru for one day. The participants of the activity numbered 59 people consisting of the Chairmans of the Farmer Women Groups, the Chairmans of Dasa Wisma, and the PKK (Family Welfare Development) Mobilization Team of Banjarbaru City. Assistance in planting Brazilian spinach was carried out in Farmer Women Groups. Banjarbaru people are very enthusiastic to grow Brazilian spinach plants in the yard. This is because Brazil spinach plants can be consumed, easily reproduced, easy to cultivate, and have an aesthetic shape. Keywords: Brazilian Spinach, Backyard, Urban Farming
PEMBERDAYAAN TIM PENGGERAK PKK MELALUI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI BRIKET DI KELURAHAN DELI TUA TIMUR KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG R. Hamdani Harahap; Yeni Absah; Farid Aulia
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.23-29.2021

Abstract

Program-program pemberdayaan di Indonesia diwujudkan dalam berbagai aspek yang menyentuh pelayanan dasar.Rendahnya kapasitas kelompok ibu-ibu Tim Penggerak PKK di Kelurahan Deli Tua Timur Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang dalam mengatasi permasalahan sampah domestik, khususnya sampah organik. Rendahnya kemampuan dalam mengolah sampah organik ini menjadi briket arang organik,sehingga menjadi peluang usaha yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Metode yang digunakan dalam bentuk pelatihan pengolahan briket, diskusi kelompok, pengorganisasian dan kegiatan aksi dalam pengolahan limbah organik secara berkelanjutan.Pelatihan dilakukan dengan melakukan presentasi terhadap warga komunitas secara interaktif dan partisipatif terkait peningkatan kapasitas (capacity building) dalam pengolahan briket dari sampah domestik yang dilakukan oleh Tim Pelaksana. Setelah itu diberikan bantuan teknologi tepat guna setelah kelompok benar-benar siap untuk memanfaatkan dan mengelolanya dengan baik. Kegiatan pelatihan pengolahan briket menjadi alternatif pengembangan wirausaha sosial dalam peningkatan ekonomi keluarga sekaligus meminimalisasi permasalahan sampah organik. Kata Kunci: Sampah Organik, Potensi Aset Sumberdaya, Pemberdayaan Kelompok Tim Penggerak PKK, Pengolahan Briket ABSTRACT Empowerment programs in Indonesia are manifested in various aspects that touch basic services. The low capacity of the PKK activating team in Deli Tua Timur Village, Deli Tua District, Deli Serdang Regency, in overcoming the problem of domestic waste, especially organic waste. The low ability to process organic waste into organic charcoal briquettes is a business opportunity that can be developed to increase family income. The method used is in the form of briquette processing training, group discussions, organizing and action activities in managing organic waste in a sustainable manner. The training was carried out by making presentations to community members in an interactive and participatory manner related to capacity building in the processing of briquettes from domestic waste carried out by the Implementation Team. After that, appropriate technology assistance is given after the group is really ready to utilize and manage it properly. The briquette processing training activity is an alternative for social entrepreneurship development in improving the family economy while minimizing the problem of organic waste. Keywords: Organic Waste, Potential Resource Assets, Empowerment of PKK Team Groups, Briquette Processing
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN DAN BRAND PUTU PIRING BU KAY Satriadi Satriadi; Sudirman Sudirman; Siti Mardiyah; Hari Purwanto; Aulia Ageng Ichtiarni; Fiqih Fitrianti
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.180-189.2021

Abstract

Kue putu piring Bu Kay merupakan produsen pembuat kue tradisonal khas melayu di Kelurahan Dompak tepatnya ditempat pariwisata Kota Tanjungpinang yakni Tanjung Setumu sejak tahun 2010. Produk-produk yang dijual oleh Bu Kay adalah putu piring, putu mayang, donat melayu (Domel), kue kacang selimut dan roti kirai. Perancangan ini menjawab berbagai permasalahan yang ditemukan dalam kemasan Bu Kay, yang kurang sesuai dengan positioning Bu Kay, yang enak, higienis dan berkualitas. Oleh karena itu, dalam perancangan ini akan dibuat sebuah kemasan yang praktis baik untuk dibawa untuk oleh-oleh dengan ciri khas Kelurahan Dompak.Perancangan ini menggunakan metode penelitan wawancara, dokumentasi,studi kepustakaan dan internet.Metode analisis menggunakan SWOT dan View. Kata kunci: Desain Kemasan, Merek, Kue Putu Piring ABSTRACT Bu Kay's putu plate is a traditional Malay cake maker in Dompak Village, precisely at the Tanjungpinang City tourism place, namely Tanjung Setumu since 2010. The products sold by Bu Kay are putu dishes, putu mayang, Malay donuts (Domel), and peanut cakes.blankets and bread rolls.This design addresses various problems found in Bu Kay's packaging, which is not in line with Bu Kay's positioning, which is delicious, hygienic and of good quality.Therefore, in this design a practical package will be made which is good to carry for souvenirs with the characteristics of Dompak Village.This design uses research methods of interviews, documentation, literature study and the internet.The analysis method uses SWOT and View. Keywords: Packaging Design, Brand, Cake Putu Plate
NEWSLETTER SEBAGAI MEDIA EDUKASI CEGAH COVID 19 DENGAN MASKER KAIN Rahmi Susanti; Aghnia Shabrina; Lisa Ariana Putri; Tahsya Erika; Laila Citra Sandi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.121-126.2021

Abstract

Jumlah kasus terkonfirmasi di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 2.550 kasus, dengan penyumbang kasus terbanyak berasal dari kecamatan Tenggarong yakni dengan total kasus positif sebesar 692 kasus. Salah satu kelurahan dengan kasus terkonfirmasi adalah kelurahan Loa ipuh dengan kondisi belum terdapat media edukasi terkait pencegahan COVID-19 khususnya di RT 45. Berdasarkan hasil survei, diperoleh informasi bahwa 27,3% penduduk belum mematuhi protokol Kesehatan, 15,9% berpendapat bahwa tidak perlu menggunakan masker saat keluar rumah dan 20,5% memiliki opini bahwa masker tidak dapat melindungi diri dari infeksi COVID-19. Jenis masker yang paling banyak dipilih oleh warga adalah masker kain yakni sebanyak 52,2%. Edukasi tentang bagaimana cara menggunakan dan membersihkan masker kain dengan tepat sangat dibutuhkan oleh para pengguna masker kain agar manfaat yang diperoleh lebih efektif dalam pencegahan infeksi COVID-19. Newslettter merupakan salah satu media informasi dengan tujuan untuk menyampaikan informasi singkat dengan sasaran pembaca yang sibuk atau tidak memiliki waktu yang banyak dalam membaca sebuah berita. Dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat untuk menghindari kontak fisik maka diberikan newsletter yang berisi informasi fungsi singkat masker kain dan bagaimana menjaga kebersihan masker kain yang dapat digunakan berulang kali. Newsletter ini dibagikan kepada 47 kepala keluarga di RT 45 kelurahan Loa Ipuh. Masyarakat bersedia menerima dan membaca newsletter yang diberikan. Kata kunci: Newsletter, Masker Kain, COVID-19 ABSTRACT The number of confirmed cases in Kutai Kartanegara Regency is 2,550 cases, with the largest contributor to cases coming from Tenggarong sub-district with a total of 692 positive cases. One of the sub-districts with confirmed cases is Loa ipuh with no educational media related to the prevention of COVID-19, especially in RT 45. Based on the survey results, information was obtained that 27.3% of the population had not complied with the Health protocol, 15.9% thought that they did not need to use a mask when leaving the house and 20.5% have the opinion that masks cannot protect themselves from COVID-19 infection. The type of mask that was mostly chosen by residents was fabric masks, namely as much as 52.2%. Education on how to use and clean cloth masks appropriately is needed by fabric mask users so that the benefits they get are more effective in preventing COVID-19 infection. Newslettter is one of the information media with the aim of conveying brief information to the target audience who are busy or do not have much time to read news. In delivering education to the public to avoid physical contact, a newsletter is provided which contains information on brief functions of fabric masks and how to keep fabric masks clean which can be used repeatedly. This newsletter was distributed to 47 family heads in RT 45 Kelurahan Loa Ipuh. The public is willing to accept and read the newsletter given Keywords: Newsletter, Fabric Mask, COVID-19
INOVASI TELUR ASIN ASAP PEDAS SEBAGAI PRODUK DIVERSIFIKASI PANGAN UNGGULAN DESA SUKANAGALIH KABUPATEN TASIKMALAYA Andri Kusmayadi; Ristina Siti Sundari; Yusuf Sumaryana
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.285-290.2021

Abstract

Telur merupakan salah satu produk pangan asal hewan yang memiliki nilai gizi tinggi dan berharga murah sehingga banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Telur asin merupakan produk olahan telur yang biasa dibuat dari telur itik dengan tujuan untuk meningkatkan masa simpan telur segar dan nafsu makan konsumen. Varian rasa telur asin saat ini cukup banyak, salah satunya yaitu telur asin asap. Telur asin asap rasa pedas merupakan inovasi diversifikasi pangan yang diharapkan dapat disukai konsumen dari berbagai golongan. Berbagai kegiatan pengolahan telur asin asap rasa pedas telah dilakukan di Desa Sukanagalih, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah telur asin asap rasa pedas sebagai salah satu produk unggulan di wilayah tersebut. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pada kelompok mitra. Penyuluhan dilakukan dengan cara sosialisasi pentingnya diversifikasi pada produk pangan hewani. Pelatihan dilakukan dengan cara praktek pembuatan telur asin asap rasa pedas mulai dari telur itik segar sampai terbentuknya produk telur asin asap rasa pedas. Pendampingan dilakukan secara berkala pada kedua kelompok mitra agar semakin terampil dalam mengolah produk sampai pemasaran produk melalui berbagai media social dan e-commerce. Hasil kegiatan ini berupa meningkatnya keterampilan masyarakat dalam mengolah telur asin asap rasa pedas sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis masyarakat. Dengan meningkatnya keterampilan tersebut, pendapatan masyarakat meningkat pula karena adanya margin harga jual telur yang cukup tinggi antara telur itik segar dengan produk telur asin asap rasa pedas. Kata kunci: Digital Marketing, Diversifikasi Pangan, Pengabdian Masyarakat, Telur Asin Asap ABSTRACT Eggs are one of the food products of animal origin that have high nutritional value and are cheap so that they are widely consumed by the public. Salted eggs are processed egg products which are usually made from duck eggs with the aim of increasing the shelf life of fresh eggs and consumer appetite. There are quite a lot of salted egg flavors, one of which is smoked salted egg. Spicy smoked salted egg is a food diversification innovation that is expected to be liked by consumers from various groups. Various activities of processing spicy smoked salted eggs have been carried out in Sukanagalih Village, Rajapolah District, Tasikmalaya Regency. The aim of this community service program is to improve community skills in processing spicy smoked salted eggs as one of the leading products in the region. The method of community service is carried out by means of counseling, training and mentoring to partner groups. Extension is carried out by socializing the importance of diversification in animal food products. The training was conducted by practicing making spicy smoked salted eggs, starting from fresh duck eggs to the formation of spicy smoked salted eggs. Assistance is carried out periodically for the two groups of partners to make them more skilled in processing products to marketing products through various social media and e-commerce. The results of this activity are in the form of increased community skills in processing spicy smoked salted eggs so that they can be used as one of the community's business opportunities. With the improvement in these skills, people's income has also increased due to the fairly high margin of egg selling price between fresh duck eggs and spicy smoked salted egg products. Keywords: Digital Marketing, Food Diversification, Community Service, Smoked Salted Egg
PARTISIPASI KOMUNITAS PEDULI WARGA TERDAMPAK COVID-19 DI NAGARI PULAKEK KOTO BARU KECAMATAN SUNGAI PAGU KABUPATEN SOLOK SELATAN Syamsurizaldi Syamsurizaldi; Oktariza Putri A; Ananda Syafitri; Rihadatul Aisy; Shelina Aulia Nasyrah; Pebriyadi Pebriyadi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.57-66.2021

Abstract

Pademi global Covid-19 telah menyebar ke banyak Negara dan benua, termasuk Indonesia. Salah satu Provinsi yang menerapkan PSBB dalam mengurangi dampak penyebaran Covid-19 adalah Provinsi Sumatera Barat. Dalam penangaanannya tidak hanya bisa dilakukan oleh Pemerintah sendirian dan mesti melibatkan berbagai element masyarakat untuk berpartisipasi di lingkungan masing-masing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui partisipasi komunitas peduli warga terdampak Covid-19 di Nagari Pulakek Koto baru Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi dan pengumpulan serta penyerahan donasi kepada warga terdampak. Hasil kegiatan yaitu terlaksananya persiapan pelaksanaan kegiatan yaitu pertemuan dengan wali nagari, relawan desa dan perwakilan komunitas peduli. Pengumpulan donasi yang berasal dari warga peduli sebanyak Rp. 6.000.000.- dan penyerahan paket sembako kepada warga terdampak sebanyak 60 paket sembako kepada 60 kepala keluarga terdampak yaitu 56 KK dari warga sekitar komplek perumahan bukit pematang permai Jorong Mantirai Indah dan 4 KK berasal dari luar Jorong Mantirai Indah namun sehari-sehari bekerja di keluarga yang tinggal di Perumahan Bukit Pematang Permai. Bantuan diserahkan seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri 1441 H sehingga terasa sangat bermanfaat bagi warga terdampak. Disamping penerahan donasi juga dilakukan edukasi dan sosialisasi kepada warga terdampak tentang pentingnya mematuhi protocol kesehatan. Kata kunci: Partsipasi, Peduli Warga Terdampak, Covid-19 ABSTRACT The Covid-19 global academy has spread to many countries and continents, including Indonesia. One of the provinces that have implemented the PSBB in reducing the impact of the spread of Covid-19 is West Sumatra Province. The handling is not only done by the Government alone and must involve various elements of society to participate in their respective environments. This community service activity aims to empower the community through community participation in caring for residents affected by Covid-19 in Nagari Pulakek Koto baru, Sungai Pagu District, South Solok Regency. Methods of implementing activities include socialization, education and collection and delivery of donations to affected residents. The result of the activity is the implementation of preparations for the implementation of activities, namely meetings with the village guardian, village volunteers and representatives of the caring community. The collection of donations from caring residents is Rp. 6,000,000.- and the handover of 60 basic food packages to the affected residents to 60 affected families, namely 56 families from residents around the Jorong Mantirai Indah Pematang hill housing complex and 4 families from outside Jorong Mantirai Indah but working daily in family who live in Bukit Pematang Permai Housing. The aid was handed over a week before Idul Fitri 1441 H, so it was very beneficial for the affected residents. Apart from distributing donations, education and outreach was also carried out to affected residents about the importance of complying with health protocols. Keywords: Participation, Care for Affected Citizens, Covid-19
PENGELOLAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN PEMBANGUN DETERJEN RAMAH LINGKUNGAN DI DESA KUAMANG KUNING KABUPATEN BUNGO Intan Lestari; Diah Riski Gusti; Nindita Clourisa Amaris Susanto; Edwin Permana; Indra Lasmana Tarigan
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.219-226.2021

Abstract

Provinsi Jambi merupakan salah satu Provinsi penyumbang hasil perkebuan kelapa sawit dengan luas areal lahan mencapai 10 – 15 ton/ha/tahun ha dan mampu memproduksi 0.55% berupa limbang cangkang kelapa sawit dan tempurung kelapa sawit. Abu cangkang kelapa sawit mengandung banyak mineral seperti SiO2 58,02%; Al2O3 8,7%; CaO 12,65%; Fe2O3 2,6%; Na2O 0,41%; MgO 4,32%; K2O 0.72%; H2O 1,97%; serta hilang pijar 8.59%, unsur K 7,5%; Ca 1,5%; Cl 1,3%; CO3 1,9%; Mg 2,8%; Na 1,1%, N 0.05%; PO4 0,9% dan SiO2 61%. Tujuan pengabdian ini memberikan pelatihan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Kuamang Kuning dalam memanfaatkan abu cangkang kelapa sawit menjadi material zeolite 4A sebagai bahan pembangun deterjen ramah lingkungan, yang mampu menurunkan tingkat kesadahan air akibat pencemaran limbah rumah tangga. Kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang potensi limbah abu cangkang kelapa sawit, pengolahnnya sebagai bahan pembangun deterjen berbasis zeolite 4A, dan melakukan pelatihan. Pelatihan ini memberikan peningkatan kompetensi bagi masyarakat, sebanyak 90% masyarakat peserta pelatihan yang hadir merasakan manfaat program ini untuk menambah pengatahuan dan wawasan, 100% merasakan ada pengaruh peningkatan pengetahuan tentang deterjen sintesis dan bahayanya terhadap lingkungan, serta pengetahuan tentang potensi limbah abu cangkang kelapa sawit dan sekitar 80% masyarakat berminat untuk mengelola abu cangkan kelapa sawit sebagai salah satu alternatif peluang usaha, serta 75% berniat untuk meneruskan program ini. Kata kunci: Sawit, Cangkang Kelapa Sawit, Zeolit 4A, Pembangun Deterjen ABSTRACT Jambi Province is one of the contributing provinces to oil palm plantation products with a land area of ​​10-15 tons/ha/years and is capable of producing 0.55% in the form of palm oil shells and oil palm shells. Oil palm shell ash contains many minerals such as SiO2 58.02%; Al2O3 8.7%; CaO 12.65%; Fe2O3 2,6%; Na2O 0.41%; MgO 4.32%; K2O 0.72%; H2O 1.97%; and loss of glow 8.59%, K elements 7.5%; Ca 1.5%; Cl 1.3%; CO3 1.9%; Mg 2.8%; Na 1.1%, N 0.05%; PO4 0.9% and SiO2 61%. This program aims to provide training and skills to the people of Kuamang Kuning Village in utilizing oil palm shell ash into zeolite 4A material as a building block for environmentally friendly detergents, which can reduce water hardness levels due to household waste pollution. The activity was carried out by providing counseling on the potential for oil palm shell ash waste, processing it as a building block for zeolite 4A-based detergents, and conducting training. This training provides increased competence for the community, as many as 90% of the training participants who attended felt the benefits of this program to increase knowledge and insight, 100% felt that there was an effect of increasing knowledge about synthetic detergents and their dangers to the environment, as well as knowledge about the potential waste of oil palm shell ash and about 80% of the community are interested in managing the ash of the oil palm kernel as an alternative business opportunity, and 75% intend to continue this program. Keywords: Palm Oil, Palm Shell, Zeolite 4A, Detergent Builder
PKM USAHA PRODUKSI JAMUR TIRAM DANOLAHANNYA DI NAGARI BISATI SUNGAI SARIAK KECAMATAN VII KOTO KABUPATEN PADANG PARIAMAN Dian Pramana Putra; Rera Aga Salihat; Yulfi Desi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.153-160.2021

Abstract

Nagari Bisati Sungai Sariak merupakan salah satu desa di Kecamatan VII Koto Kabupaten Padang Pariaman yang sebagian besar penduduknya merupakan petani.Salah satu usaha pertanian yang mulai berkembang di Nagari Bisati yaitu usaha budidaya jamur tiram yang tergolong kedalam industri ekonomi produktif. Salah satu usaha budidaya jamur tiram terdapat di Nagari Bisati yang dikelola oleh ibu Delvia.Usaha produksi jamur tiram ini belum mampu memproduksi jamur tiram dengan jumlah yang banyak.Hasil produksi jamur tiram hanya cukup untuk dipasarkan di daerah sekitar dan di beberapa pasar tradisional saja. Hal ini disebabkan beberapa hal seperti, keterbatasan alat dalam penyediaan media baglog jamur tiram; Terbatasanya pengetahuan dalam pengembangan budidaya jamur tiram; Terbatasnya pengetahuan dalam pengolahan hasil panen jamur tiram; Terbatasnya pengetahuan tentang sanitasi proses budidaya jamur tiram; serta Permasalahan permodalan dalam menunjang kegiatan budidaya jamur tiram; Keterbatasan alat sterilisasi baglog dan alat inokulasi bibit jamur. Metode pemecahan masalah yang digunakan berupa pelatihan penggunaan alat sterilisasi baglog dan inokulasi bibit jamur, pengenalan sanitasi pada proses budidaya jamur tiram, pengenalan dan pelatihan pembuatan produk olahan jamur tiram dan pengemasan produk olahan jamur tiram. Dari kegiatan pendampingan dan pembinaan pada mitra diharapkan dapat meningkatkan jiwa kewirausahaan sehingga nantinya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mitra.Dengan adanya usaha pengolahan jamur tiram menjadi produk pangan maka produk-produk olahan tersebut dapat dipasarkan didaerah sekitar dan ke pasar modern. Kata kunci : Jamur Tiram, Budidaya, Produk Olahan, Inovasi Teknologi ABSTRACT Nagari Bisati Sungai Sariak is one of the villages in VII Koto Subdistrict, Padang Pariaman Regency where most of the population are farmers. One of the agricultural businesses that have begun to develop in Nagari Bisati is the cultivation of oyster mushrooms which is classified as a productive economy industry. One of the oyster mushroom cultivation businesses is in Nagari Bisati which is managed by Mrs. Delvia. This oyster mushroom production business has not been able to produce oyster mushrooms in large quantities. The production of oyster mushrooms is only sufficient to be marketed in the surrounding area and in several traditional markets. This is due to several things such as limited tools in the supply of oyster mushroom baglog media; Limited knowledge in the development of oyster mushroom cultivation; Limited knowledge in processing oyster mushroom harvest; Limited knowledge about the sanitation of oyster mushroom cultivation process; as well as capital problems in supporting oyster mushroom cultivation activities; Limited baglog sterilizer and mushroom seed inoculation tools. The problem-solving method used is in the form of training in the use of baglog sterilizers and inoculation of mushroom seeds, introduction to sanitation in the oyster mushroom cultivation process, introduction and training in making oyster mushroom products and packaging of processed oyster mushroom products. From mentoring and coaching activities to partners, it is hoped that it can increase the spirit of entrepreneurship so that later it can increase partner income and welfare. With the business of processing oyster mushrooms into food products, these processed products can be marketed in surrounding areas and to modern markets. Keywords: Oyster Mushrooms, Cultivation, Processed Products, Technological Innovation
EDUKASI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN MEDIA APLIKASI RUMAH BIDANKU Erina Eka Hatini
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.95-101.2021

Abstract

Hasil Survey tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) pada Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012 menunjukkan hasil bahwa sekitar seperempat remaja Putri tidak pernah membicarakan kepada siapapun tentang menstruasi sebelum mereka mendapat haid yang pertama kali, sekitar16% remaja Putri dan 9% persen remaja pria mengetahui masa subur pada seorang Putri yaitu ditengah-tengah antara dua masa haid. Datahasil survey juga menunjukkan hanya sekitar 16% remaja Putri dan 17% remaja pria yang pernah mendiskusikan masalah seksualitas dengan petugas kesehatan. (BPS, BKKBN, Kemenkes dan ICF International, 2013). Metode Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan yaitu memberikan Pendidikan Kesehatan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dengan penggunaan media aplikasi Rumah BidanKu berbasis Web. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan yaitu Edukasi tentang Kesehatan Reproduksi bagi remaja dengan media aplikasi Rumah BidanKu menunjukkan hasil persentase yang meningkat mengenai Remaja yang mengetahui tentang system reproduksi manusia sekitar 100%, sekitar 92% mengetahui tentang kehamilan, sekitar 100% mengetahui tentang HIV/ AIDS, Sebanyak 76% mengetahui tentang Infeksi Menular Seksual, sekitar 92% mengetahui tentang Nafza (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya). Kata Kunci: Pendidikan, RemajaPutri, Kesehatan Reproduksi, Media Aplikasi Berbasis Web, Rumah BidanKu ABSTRACT The results of the Survey on Adolescent Reproductive Health in the Indonesian Demographic Health Survey in 2012 showed that around a quarter of young women never talked to anyone about menstruation before they had their first menstruation, about 16% of young women and 9% of young men knew the fertile period in a daughter is in the middle between two menstrual periods. Survey data also showed that only about 16% of young women and 17% of boys had discussed sexuality issues with health workers. (BPS, BKKBN, Ministry of Health and ICF International, 2013)The Community Service Method implemented is to provide Health Education on Adolescent Reproductive Health by using the Web-based Media Midwife Home application.The implementation of community service, namely Education on Reprodu ctive Health for adolescents using the RumahBidanKu application media showed an increasing percentage of adolescents who knew about the human reproductive system were about 100%, about 92% knew about pregnancy, about 100% knew about HIV / AIDS , 76% know about sexually transmitted infections, about 92% know about Napza (Narcotics, Alcohol, Psychotropics and other addictive substances). Keywords: Education, Young Women, Reproductive Health, Web Based Media Application, My Midwife Home