cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2022)" : 22 Documents clear
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PENDEKATAN TERAPI KOMPLEMENTER Asmariyah Asmariyah; Novianti Novianti; Suriyati Suriyati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.64-70.2022

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah masalah yang sering ditemui pada bayi dan balita serta dapat mengakibatkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Pencegahan dan penanggulangan stunting dapat dilakukan dengan terapi komplementer dengan pijat bayi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, memberikan efek lapar sehingga frekuensi menyusu lebih sering, penyerapan sari makanan akan lebih baik dan meningkatkan berat badan lebih pesat. Tujuan Kegiatan: Mengetahui pengetahuan terkait pijat bayi, mengenalkan pijat bayi dalam upaya pencegahan stunting. Metode Kegiatan: Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi, studi pendahuluan, persiapan alat dan bahan, serta koordinasi dengan pihak terkait. Tahap pelaksanaan penyuluhan secara langsung dengan menggunakan media PPT, melakukan demonstrasi cara pijat bayi dan redemonstrasi pijat bayi oleh peserta serta memberikan booklet pijat bayi yang sudah mendapatkan HKI. Tahap Evaluasi dilaksanakan dengan mengevaluasi pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pijat bayi. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 20 peserta, hasil pretest tentang pijat bayi peserta adalah cukup (65%) dan nilai posttest setelah pemberian materi dan demonstrasi pijat bayi, adalah baik (90%). Kesimpulan: Edukasi stunting dengan terapi komplementer dapat meningkatkan pengetahuan ibu baik kognitif maupun psikomotor dan terapi komplementer Pijat bayi direkomendasikan untuk menstimulasi pertumbuhan anak. Kata kunci: stunting, pijat bayi ABSTRACT Background: Stunting is a problem that is often encountered in infants and toddlers and can lead to increased morbidity and mortality. Prevention and control of stunting can be done with complementary therapy with baby massage to stimulate growth and development, give the effect of hunger so that the frequency of breastfeeding is more frequent, absorption of food essence will be better and increase body weight more rapidly. Activity Objectives: Knowing knowledge related to baby massage, introducing baby massage in an effort to prevent stunting. Activity Method: The implementation of the activity is carried out in three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The preparation phase includes preliminary studies, preparation of tools and materials, and coordination with related parties. The stage of implementing direct counseling using PPT media, conducting demonstrations on how to baby massage and redemonstrating baby massage by participants and providing baby massage booklets that have obtained IPR. The evaluation phase was carried out by evaluating the knowledge and skills of participants about infant massage. Results: The activity was attended by 20 participants, the pretest result of participants' baby massage was sufficient (65%) and the posttest score after giving the material and demonstration of baby massage was good (90%). Conclusion: Stunting education with complementary therapies can increase mother's knowledge both cognitive and psychomotor and complementary therapy Infant massage is recommended to stimulate child growth. Keywords: stunting, baby massage
EVALUASI PROGRAM BURUAN SAE KOTA BANDUNG DISERTAI PELATIHAN BERTANI SAYURAN MICROGREEN DI KELURAHAN PASIRWANGI Mochamad Arief Soleh; Cucu Suherman; Warid Ali Qasim
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.13-17.2022

Abstract

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung memiliki program andalan bernama Buruan Sae. Program ini telah berjalan selaman hampir dua tahun dengan pencapaian berbagai pencapian yang positif. Upaya yang harus dilakukan untuk mendukung keussksesan program tersebut adalah dengan cara melakukan evaluasi langsung dilapangan terhadap warga yang memiliki pekarangan (buruan) apakah program tersebut telah tersosialisasikan dengan daya dukung yang baik. Untuk melakukan evaluasi program Buruan Sae sekaligus meningkatkan daya dukung pengetahuan cara bertani sayuran maka telah dilakukan program pengabdian kepada masyarakat (PPM) di kelurahan Pasirwangi Kecamatan Ujung Berung Bandung. Dari hasil evaluasi melalui metode survey langsung dihasilkan data positif sebesar 90% responden telah mengetahui program Buruan Sae, dengan jumlah partisipasi aktif menanaman sebesar 75%. Sementara itu kondisi yang harus ditingkatkan adalah daya dukung pemerintah terhadap fasilitas dan sarana bertani karena masih terdapat 41% responden yang tidak merasakan daya dukung ada program tersebut. serta sebanyak 74% responded menghendaki daya dukung dalam bentuk pelatihan bertani untuk mensukseskan program Burusan Sae. Dalam rangka mendukung program Buruan Sae telah dilaksanakan pula penyuluhan teknik bertani diperkotaan (urban Farming) pada warga dengan bertani sayuran microgeen untuk menunjang perbaikan gizi dimasa pandemi Covid 19. Penyuluhan ini telah memberikan inspirasi sekaligus pemahaman cara bercocok tanam sebesar 43% memahami sayuran microgeen untuk tujuan kesehatan. Sedangkan sebelum dilakukan penyuluhan terdapat 84% responden tidak mengetahui teknik danmanfaat bertanam sayuran microgreen. Kata kunci: buruan sae, urban farming, microgreen, pasirwangi ABSTRACT Food and Agricultural Agency of Bandung City has a flagship program called Buruan Sae. This program has been running for almost two years with various positive achievements. Some Efforts that must be made to support the success of the program are by conducting field evaluations of residents who have yards) whether the program has been socialized with good carrying capacity. To evaluate the Buruan Sae program while at the same time increasing the carrying capacity of knowledge on how to farm vegetables, a community service program (PPM) has been carried out in Kelurahan Pasirwangi, Ujung Berung, Bandung. From the results of the evaluation through the direct survey method, positive data was generated by 90% of respondents who knew about the Buruan Sae program, with 75% active participation in planting. Meanwhile, the condition that must be improved is the government's support for farming facilities and facilities because there are still 41% of respondents who do not feel the carrying capacity of the program. and 74% of respondents want support in the form of farming training to make the Burusan Sae program a success. To support the Buruan Sae program, urban farming techniques have also been carried out (urban farming) to residents by farming microgeen vegetables to support nutritional improvements during the Covid 19 pandemic. health. Whereas before the counseling was carried out, 84% of respondents did not know the techniques and benefits of growing microgreen vegetables. Keywords: buruan sae, urban farming, microgreen, pasirwangi
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DI DESA PANDITAN DALAM MEMANFAATKAN KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK BOKASHI Maylina Ilhami Khurniyati; Anis Nurhayati; Pinctada Putri Pamungkas; Abd. Rohim
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.91-95.2022

Abstract

Usaha Peternakan sapi di Kabupaten Pasuruann semakin pesat perkembangannya, salah satunya di desa panditan. Limbah peternakan merupakan produk dari usaha peternakan, yang keberadaannya tidak dikehendaki sehingga harus dibuang. Limbah peternakan terdiri dari banyak jenis sesuai ternak yang menghasilkannya. Usaha budidaya ternak (sapi) menghasilkan limbah berupa kotoran ternak (feces, urine), sisa pakan ternak seperti potongan rumput, jerami, dedaunan, dedak, konsentrat dan sejenisnya. Setiap harinya, seekor sapi menghasilkan kotoran 10-15 kg. Permasalahan dari ketidak efisienan pemanfaatan limbah kotoran sapi dapat dilihat dari banyaknya limbah yang hanya dibuang ke sungai, dibakar, atau di biarkan menggunung. Dari permasalahan tersebut dilakukan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik bokashi. Selain dapat meminimalisir dampak akibat limbah kotoran sapi, pupuk organik bokashi menjadikan nilai tambah karena memiliki nilai ekonomis serta mendukung kegiatan pertanian untuk mengembalikan kesuburan lahan di desa Panditan. Berangkat dari rasa keperdulian dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maka team dosen Program Studi Teknologi Hasil Petanian ITSNU Pasuruan mengadakan program pembinaan dan pelatihan pembuatan pupuk bokashi. Hasil dari program ini adalah dilakukannya pembinaan dan pelatihan pembuatan pupuk bokashi dengan metode ceramah dan praktek pembuatan pupuk bokashi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di desa Panditan. Kata kunci: bokashi, limbah, peternakan, sapi ABSTRACT Cattle farming in Pasuruan Regency is growing rapidly, one of which is in Panditan Village. Livestock waste is a product of livestock business, whose presence is not desired and must be disposed of. Livestock waste consists of many types according to the livestock that produces it. Livestock (cattle) cultivation business produces waste in the form of livestock manure (feces, urine), animal feed residues such as grass clippings, straw, leaves, bran, concentrates and the like. Every day, a cow produces 10-15 kg of manure. The problem of the inefficient use of cow dung waste can be seen from the amount of waste that is only dumped into rivers, burned, or left to build up. From these problems, cow dung was processed into organic bokashi fertilizer. Besides being able to minimize the impact of cow dung waste, organic bokashi fertilizer adds value because it has economic value and supports agricultural activities to restore land fertility in Panditan village. Departing from a sense of concern and providing greater benefits to the community, the lecturer team of the ITSNU Pasuruan Agricultural Products Technology Study Program held a coaching and training program for making bokashi fertilizer. The result of this program is coaching and training in the manufacture of bokashi fertilizer with the lecture method and the practice of making bokashi fertilizer that can be utilized by the community in Panditan village. Keywords: bokashi, waste, farm, cow
PEMANFAATAN PEPAYA MENTAH MENJADI STIK PEPAYA GUNA MENINGKATKAN SUMBER DAYA ALAM, MASYARAKAT DUKUH NGLUMPANG DESA PANGKAL KECAMATAN SAWOO Ivtin Kurniawati; Khusnul Mustahpiroh; Moh. Faizin; Lindri Fransiska Diana; Lutfia Sita Anggraini
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.46-50.2022

Abstract

Pengenalan produk olahan pepaya mentah menjadi stik pepaya merupakan kegiatan pengabdian untuk masyarakat yang memiliki tujuan memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya ibu rumah tangga dalam menghasilkan olahan produk kreatif. Dengan menggali potensi sumber daya alam yang ada dapat bermanfaat dalam meningkatkan usaha sampingan selain bertani maupun pekerjaan lainnya. Maka dari itu, sangat dibutuhkan pengenalan inovasi pengolahan pada produk. Setelah dianalisis dari masalah tersebut, maka model pelaksanaan kegiatan mencangkup sosialisasi yang dilaksanakan dengan mengenalkan produk kepada anak-anak dan ibu-ibu dusun Nglumpang secara langsung. Dilanjutkan dengan tanya jawab terkait cara pembuatan, alat dan bahan serta diskusi lain yang berhubungan dengan proses pembuatan stik pepaya. Hasil yang diharapkan dari dilaksanakannya kegiatan yaitu masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan tentang manfaat pepaya sebagai salah satu pangan lokal yang dapat diolah menjadi beraneka camilan yang bernilai ekonomi tinggi, produk camilan yang menarik dan diminati banyak orang, sehingga layak untuk dipasarkan dan menjadi usaha sampingan. Kata kunci: masyarakat, sosialisasi, olahan, pepaya ABSTRACT The introduction of processed raw papaya products into papaya sticks is a community service activity that aims to provide solutions to the problems faced by the community, especially housewives in producing processed creative products. By exploring the potential of existing natural resources, it can be useful in increasing side businesses besides farming and other jobs. Therefore, it is very necessary to introduce processing innovations in products. After analyzing the problem, the model for implementing activities includes socialization which is carried out by introducing the product to the children and mothers of the Nglumpang hamlet directly. Followed by questions and answers related to how to make, tools and materials as well as other discussions related to the process of making papaya sticks. The expected result from the implementation of the activity is that the community can increase knowledge about the benefits of papaya as a local food that can be processed into various snacks that have high economic value, snack products that are attractive and in demand by many people, so that they are worthy of being marketed and becoming a side business. Keywords: society, socialization, processing, papaya
STRATEGI MEMBANGUN NATION BRANDING DI ERA 4.0 BAGI PELAKU UMKM DI KABUPATEN SERANG Husnah Nur Laela Ermaya; Rahmasari Fahria; Wahyu Ari Andriyanto
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.118-123.2022

Abstract

Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh tim pengabdi, menunjukkan bahwa masih banyak sekali dari para pelaku UMKM yang belum memahami dan mengabaikan pentingnya Branding. Branding yang diabaikan tersebut tentunya berdampak negatif bagi produk-produk UMKM di Kabupaten Serang. Tujuan dilaksanakannya pelatihan dan pendampingan ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan membantu pelaku UMKM dalam membangun Nation Branding di era 4.0. Optimalisasi penggunaan merek seharusnya dilakukan oleh para pelaku UMKM dengan harapan akan meningkatkan minat beli konsumen dan harga jual yang kompetitif. Selain itu, merek yang dibangun dengan baik merupakan sebuah investasi dan diharapkan akan memberikan keuntungan bagi UMKM di masa yang akan datang. Tahapan pelaksanaan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengindentifikasikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada mitra yaitu dengan pendekatan observasi cara wawancara, memberikan pelatihan serta pada akhirnya memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa para pelaku UMKM memiliki pemahaman dan kesadaran akan pentingnya membangun nation branding di era 4.0 agar dapat bersaing secara nasional dengan produk-produk yang dihasilkan dari para pelaku UMKM yang lainnya. Kata kunci : nation branding, 4.0, UMKM, Kabupaten Serang ABSTRACT From the results of observations and interviews conducted by the service team, it shows that there are still a lot of MSME actors who do not understand and the importance of Branding. The neglected branding certainly has a negative impact on MSME products in Serang Regency. The purpose of implementing this training and mentoring is to provide socialization and assist MSME actors in building Nation Branding in the 4.0 era. Optimizing the use of brands must be carried out by MSME actors in the hope that it will increase consumer buying interest and competitive selling prices. In addition, a well-built brand is an investment and is expected to provide benefits for MSMEs in the future. The stages of implementing this community service activity are identifying the problems that occur in partners, namely by using an observation approach by interviewing, providing training and finally providing assistance to MSME actors. The results of this activity show that MSME actors have an understanding and awareness of the importance of building nation branding in the 4.0 era so that they can compete nationally with products produced by other MSME actors. Keywords: Nation Branding 4.0, UMKM, Serang district
PENDIDIKAN KESEHATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TENTANG CUCI TANGAN DAN SIKAT GIGI YANG BENAR DI SD NEGERI 8 RINDU HATI KEC. TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH Linda Yusanti; Yetti Purnama; Kurnia Dewiani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.71-75.2022

Abstract

Usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga berpotensi sebagai agen perubahaan untuk mempromosikan PHBS, baik dilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu: Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan, membuang sampah pada tempatnya. Menjaga kebersihan tangan guna mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh, dan menjaga kebersihan gigi supaya gigi tidak berlubang, hal itu dapat diwujudkan melalui tindakan mencuci tangan dan sikat gigi yang benar. Tujuan pengabdian ini adalah mampu memcuci tangan dan sikat gigi yang benar dan menjadi kebiasaan. Metode yang digunakan adalah diskusi, presentasi, demontrasi cuci tangan dan sikat gigi yang benar. Hasil evaluasi diketahui bahwa adanya peningkatan pengetahuan anak tentang perilaku hidup bersih dan sehat terutama tentang cara cuci tangan dan sikat gigi yang benar, sehingga dengan adanya pendidikan ini anak-anak dapat berperilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: cuci tangan, sikat gigi, PHBS ABSTRACT School age is a golden age to instill the values ​​of clean and healthy living behavior so that it has the potential as an agent of change to promote clean and healthy living behavior, both in the school, family and community environment. The indicators used as a measure to assess clean and healthy living behavior in schools are: Washing hands with running water and using soap, consuming healthy snacks in the school canteen, using clean and healthy latrines, exercising regularly and measurably, eradicating mosquito larvae, not smoking in schools , weighing and measuring height every 6 months, throwing garbage in its place. Maintaining hand hygiene in order to prevent the entry of germs into the body, and maintaining dental hygiene so that teeth do not have cavities, can be realized through proper hand washing and brushing. The purpose of this service is to be able to wash hands and brush teeth properly and become a habit. The methods used are discussion, presentation, demonstration of hand washing and proper toothbrushing. The results of the evaluation showed that there was an increase in children's knowledge about clean and healthy living behavior, especially about how to wash their hands and brush their teeth properly, so that with this education, children can behave in a clean and healthy life. Keywords: hand wash, toothbrush
TEKNOLOGI AKUAPONIK SEBAGAI PERTANIAN SKALA RUMAHAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DI DESA TAMPINGMOJO TEMBELANG JOMBANG Umi Kulsum Nur Qomariah; Mazidatul Faizah; Siti Aminatus Zuhria; Moh. Andrik Robil Alamsyah; Sindi Yulia Anggraini; M. Arsyad Amrullah
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.18-23.2022

Abstract

Pertanian merupakan pondasi penting dalam pemenuhan komoditas pangan. Pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga merupakan landasan penting untuk mencapai ketahanan pangan. Namun tidak semua masyarakat di Desa Tampingmojo Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang memiliki lahan pertanian untuk dapat memenuhi kebutuhan pangannya, terlebih lahan pertanian di Desa Tampingmojo semakin berkurang sejak dibangunnya jalan tol Mojokerto-Kertosono, sehingga suplai komoditas pangan seperti sayuran dan ikan bergantung pada pasokan dari luar Desa Tampingmojo. Akuaponik menjadi solusi ketahanan pangan masyarakat desa Tampingmojo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ini bertujuan untuk memperkenalkan Teknologi Akuaponik kepada masyarakat desa Tampingmojo dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia. Masyarakat sasaran kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu PKK dan pemuda Karang Taruna desa Tampingmojo. Metode yang digunakan yaitu Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengenalan akuaponik menunjukkan respon dan antusiasme yang positif dari peserta pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% pertanyaan post test dapat dijawab peserta dan penyampaian materi teknologi akuaponik sederhana dapat diterima dengan baik serta dapat diterapkan dengan sumberdaya yang tersedia di desa Tampingmojo. Kata kunci: akuaponik, pertanian, ketahanan pangan ABSTRACT Agriculture is an important foundation in the fulfillment of food commodities. Meeting household food needs is an important foundation for achieving food security. However, not all people in Tampingmojo Village, Tembelang District, Jombang Regency have agricultural land to be able to meet their food needs, especially agricultural land in Tampingmojo Village has decreased since the construction of the Mojokerto - Kertosono toll road, so that the supply of food commodities such as vegetables and fish depends on supplies from outside the village. Tampingmojo. Aquaponics is a solution for food security for the Tampingmojo village community. This community service purpose to introduce Aquaponics Technology to the Tampingmojo village community by utilizing available local resources. The targeted community for this activity is a group of PKK women and Karang Taruna youth in the village of Tampingmojo. The method used is Participatory Action Research (PAR) which is carried out in 3 stages, there are preparation, implementation and evaluation. The results of the evaluation showed that 80% of the post-test questions could be answered by participants and the delivery of simple aquaponic technology materials was well received and could be applied with the available resources in Tampingmojo village. Keywords: aquaponics, agriculture, food security
PELATIHAN PEMANFAATAN ASAP CAIR LIMBAH CANGKANG SAWIT UNTUK PENGASAPAN IKAN BAGI MASYARAKAT DI KELURAHAN KALAMPANGAN Karelius Karelius; Noverda Ayuchecaria; Dermawan Saro Halawa; Wingga Agustina Hermawan
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.96-101.2022

Abstract

Kelurahan Kalampangan merupakan salah satu kelurahan terbesar di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Kelurahan Kalampangan mempunyai potensi perikanan tangkap yang cukup besar. Sayangnya, proses menangkap ikan tidak dilakukan setiap hari menyebabkan ikan yang sudah ditangkap jika tidak langsung dikonsumsi atau laku dijual akan dibuang begitu saja. Sampai saat ini masyarakat tidak memiliki keterampilan untuk mengolah ikan hasil tangkapan. Salah satu cara yang dapat digunakan agar ikan hasil tangkapan menjadi lebih lama disimpan adalah dengan pengawetan dengan teknologi pangan sederhana yaitu pengasapan menggunakan asap cair. Sejalan dengan asas kemanfaatan, bahan baku utama yang dapat digunakan untuk memproduksi asap cair adalah limbah cangkang sawit sisa produksi. Kehidupan masyarakat yang bersisian dengan perkebunan sawit akan sangat dimudahkan untuk mencari bahan baku utama asap cair tersebut. Pengabdian kepada maysrakat ini bertujuan untuk melatih masyarakat agar dapat memanfaatkan asap cair limbah cangkang sawit untuk pengasapan ikan. Metode yang digunakan adalah pemebrian materi disertai dengan praktek langsung. Pengabdian dilaksanakan di Aula KantorTarget sasaran kegiatan ini adalah masyarakat dan perangkat desa di wilayah Kelurahan dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Pemateri kegiatan merupakan dosen dan mahasiswa. Setelah pelaksanaan peserta diminta untuk mengisi kuesioner. Hasil kuesioner aspek pengetahuan menunjukan nilai rata-rata 78,2 dengan kategori “Baik”. Kata kunci: asap cair, cangkang sawit, pengasapan ikan, kelurahan kalampangan ABSTRACT Kalampangan is one of the largest villages in Sebangau District, Palangka Raya, Central Kalimantan Province. Kalampangan has a fairly large capture fisheries potential. Unfortunately, the process of catching fish is not carried out every day, causing fish that have been caught if they are not immediately consumed or sold, will be thrown away. The community does not have the skills to process the caught fish. One way that can be used so that the fish caught can be stored longer is by preserving it with simple food technology, namely smoking using liquid smoke. In line with the principle of expediency, the main raw material that can be used to produce liquid smoke is palm kernel shell waste from production. The lives of people who are side by side with oil palm plantations will be greatly facilitated to find the main raw material for the liquid smoke. This community service aims to train the community to use the liquid smoke of palm shell waste for smoking fish. The method used is the provision of material accompanied by direct practice. The target of this activity is the community and village officials in the Kelurahan area with a total of 35 participants. The speakers of the activity are lecturers and students. After the implementation, participants were asked to fill out a questionnaire. The results of the knowledge aspect questionnaire showed an average value of 78.2 with the "Good" category. Keywords: liquid smoke, palm shells, fish smoking, kalampangan village
PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH BIJI DURIAN MENJADI SUSU BIJI DURIAN (SUBIDUR) DI DESA TEWANG TAMPANG Mohammad Jamaludin; Afifah Nurul Humam; Ahmad Maranata; Aulia Ramadhanti Safitri; Ervina Kusuma Ningrum; Hamelia Putri; Ilham Gede Pangestu; Juwita Juwita; Maulya Ulfah; Muhammad Abijar Gifari; Nur Hakikiy
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.51-55.2022

Abstract

Organic waste of durian seeds that are often discharged in the Katingan River, causing pollution and disruption of the water ecosystem. Therefore, the need for the use of durian seeds into UMKM products that are useful and have a high value. In accordance with the purpose of this training is to foster the interest of housewives in processing durian seeds into durian seed milk food products that are useful and can improve the household income. The methods in this training are the observation stage, the material presentation stage, discussion and question and answer, the demonstration stage and the direct mentoring stage. The result of the durian seed milk training is that housewives have a high interest in processing durian seeds as waste, in accordance with the purpose of the training, which is to foster the interest of household in processing durian seeds into durian seed milk food products. Keyword: Durian seeds, housewives, durian seed milk
PENYULUHAN PEMANFAATAN HEWAN AVERTEBRATA AIR MELALUI BUKU AJAR Herna Febrianty Sianipar; Apriani Sijabat; Christa Voni Rouhlina Sinaga; Mardame Pangihutan Sinaga; Tambos Sianturi; Ewin Handoco S
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.76-79.2022

Abstract

Avertebrata air merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang yang dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan dan makanan, agar tidak menjadi limbah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada guru di SMP Negeri 1 Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara tentang pemanfaatan hewan avertebrata air dari buku ajar. Pengabdian ini telah dilakukan di Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun dengan metode sosialisasi dan angket. Hasil pengabdian menunjukan bahwa banyak guru yang masih belum paham tentang pemanfaatan hewan avertebrata air. Dari pengabdian ini terlihat animo guru sangat tinggi, dan menjadi paham 100% dari hasil angket tentang pemanfaatan hewan avertebrata air setelah dilakukan sosialisasi. Kata kunci: pemanfaatan, hewan, buku, ajar ABSTRACT Aquatic invertebrates are animals that do not have a backbone that can be used as handicrafts and food, so as not to become waste. This service aims to provide information to teachers at SMP Negeri 1 Dolok Pardamean, Simalungun Regency, North Sumatra Province about the use of aquatic invertebrates from textbooks. This service has been carried out in Dolok Pardamean, Simalungun Regency with the method of socialization and questionnaires. The results of the service show that many teachers still do not understand the use of aquatic invertebrates. From this service, it can be seen that the teacher's interest is very high, and they understand 100% of the results of the questionnaire on the use of aquatic invertebrates after socialization. Keywords: utilization, animal, book, teach

Page 2 of 3 | Total Record : 22