cover
Contact Name
Edwin Yulia Setyawan
Contact Email
edwin.yulia.setyawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsosek.kp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 20888449     EISSN : 25274805     DOI : -
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
ANALISIS MODEL BISNIS PADA KNM FISH FARM DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) Eius Solihah; Aida Vitayala S. Hubeis; Agus Maulana
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 2 (2014): Desember (2014)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.04 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v9i2.1220

Abstract

Usaha di bidang perikanan menghadapi berbagai kendala, sehingga untuk menjaga keberlangsungan usahanya, menuntut KNM Fish Farm yang merupakan usaha keluarga yang bergerak di bidang budidaya perikanan air tawar agar meningkatkan kinerja dengan cara memperbaiki model bisnis yang selama ini digunakan dalam menjalankan bisnisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi model bisnis di KNM Fish Farm menggunakan BMC, (2) Menciptakan model bisnis perbaikan pada KNM Fish Farm. Data dikumpulkan dari Desember 2013 hingga Februari 2014 dan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada KNM Fish Farm. Alat analisis yang digunakan yaitu Business Model Canvas (BMC) dan Analisis SWOT. Penelitian ini difokuskanuntuk membuat model bisnis baru dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) yang melihat perusahaan melalui sembilan elemen, yaitu: (1) Customer segmentations, (2) Value Propositions, (3) Channels, (4) Customer relationship, (5) Revenue streams, (6) Key Resources, (7) Key Activities, (8) Key Partnerships, dan ( 9) Cost Structure. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model bisnis yangselama ini dilakukan oleh KNM Fish Farm ditemukan kelemahan pada ke-9 elemen BMC, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan pada semua elemen.
PERBANDINGAN KEUNTUNGAN DENGAN SISTEM BAGI HASIL PADA USAHA GARAM RAKYAT DI KABUPATEN PAMEKASAN, JAWA TIMUR Campina Illa Prihantini; Yusman Syaukat; Anna Fariyanti
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.059 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v12i1.3628

Abstract

Salah satu indikator ketidakefisienan usaha pertanian yang dijalankan dengan sistem bagi hasiladalah adanya perbedaan keuntungan yang diterima oleh masing-masing pihak yang diterima oleh kedua belah pihak. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis keuntungan yang diterima oleh pihak yang terlibat dalam sistem bagi hasil usaha garam rakat. Pihak-pihak yang terlibat dalam sistem bagi hasil usaha garam rakyat adalah pemilik lahan dan petani penggarap. Lokasi penelitian adalah tiga kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Metode penelitian yang dilakukan adalah analisis keuntungan usaha tani, kemudian membandingkan tingkat keuntungan antara pemilik lahan dan petani penggarap untuk setiap pola bagi hasil. Hasil perbandingan keuntungan yang diterima oleh masing-masing pihak disebut nilai keuntungan relatif (μ). Metode penentuan responden yang digunakan adalah purposive dan snowballing sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keutungan yang diterima oleh pemilik lahan dan petani penggarap. Nilai keuntungan relatif (μ) yang dihasilkan menunjukkan bahwa nilai tersebut masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah bahwamemang terdapat ketidakefiisienan dalam usaha garam rakyat yang dijalankan dengan sistem bagi hasil di Kabupaten Pamekasan.Title: Comparison of Profit at Different Sharecropping System in Traditional Salt Production in Pamekasan Regency, East JavaOne of inefficient indicators in agricultural busineess with sharing system is the difference of profit get by each participant. The main objective of this research is to identify profit accepted by the participants in salt production business. Stakeholders in salt production busineess with profit sharing system are landlord and salt farmer. Research location is in Pamekasan regency.This research usedprofit analysis, then the value of their profit is comparing each other for every type of sharing system in this regency. The value of comparation’s profit is called rellative profit value (μ). Respondents selected by using purposive and snowballing sampling. The result showed that there area signifficant difference of profit accepted by the landlord and the salt farmer. The result of rellative profit value (μ) does not match with this research hypothesis. The final conclusion of this research is salt production business with profit sharing system in Pamekasan regency is inefficient.
ANALISIS KESESUAIAN SOSIAL-EKOLOGIS PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERIKANAN BERDASARKAN PRODUKTIVITAS PRIMER DI KECAMATAN UNA-UNA DAN KABUPATEN TOJO UNA-UNA PROVINSI SULAWESI TENGAH D. Sulistiawati; Luky Adrianto; I. Muchsin; A. Masyahoro
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni (2011)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.964 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v6i1.5749

Abstract

Memahami tingkat pemanfaatan sumberdaya alam sangat penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keseuaian pemanfaatan sumberdaya perikanan di Kecamatan Una-Una (lokal) dan Kabupaten Tojo Una-Una (regional). Metode yang dilakukan desk study dan survey lapang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan  HANPP (Human Appropriation of Net Primary Productivity). Hasil yang diperoleh bahwa HANPP lokal sebesar 7,93 109 kJ dengan rasio HANPP-NPP (Net Primary Productivity) sebesar 55,50, sedangkan tingkat regional sebesar 0,93 1012 kJ dengan rasio HANPP-NPP sebesar 28,17. Hal ini menunjukkan bahwa kolonisasi nelayan regional lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan produktivitas primernya dibanding nelayan lokal. Tittle: Analysis of Socio-Ecological Suitability of Fishery Resources Exploitation Based on Primary Productivity in the Una Una District and Tojo Una Una Regency of Central Sulawesi Province.Understanding level of natured resource is very important in fisheries managemant. The objectives of thist study is to assess marine fisheries exploitation in the Una-Una district (local scale) and Tojo Una-Una regency (regional scale). This research used a desk and field survey. Data obtained  were analyzed using HANPP (Human Appropriation of Net Primary Productivity). Results of the study showed that HANPP at local level 7.93 109 kJ with HANPP-NPP ratio 55.5 while HANPP of regional level was  0.93 1012 kJ with HANPP ratio of 28.17. These results indicated that a colonize regional fishers was more efficient than local fishers in appealling their primary productivity.
STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DI KEPULAUAN BANDA NEIRA, KABUPATEN MALUKU TENGAH Adil M Firdaus; Julham MS. Pelupessy; Jimmi RP. Tampubolon
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni (2016)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.83 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v11i1.3172

Abstract

Pendekatan sosial ekonomi sangat diperlukan dalam menyusun strategi penyelesaian masalahmasyarakat pesisir. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan sosial ekonomi di KepulauanBanda Neira. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, pengamatan, dan studi literatur.Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosial ekonomi dengan analisis deskriptif,SWOT, dan AHP. Hasil kajian menunjukkan ada tiga prioritas masalah masyarakat Banda Neira yaitufasilitas kebersihan, pendapatan masyarakat khususnya nelayan masih rendah, dan ketersediaanair tawar. Strategi penyelesaian masalah dapat dilakukan melalui upaya meningkatkan modal sosialekonomi dengan cara memperkuat kelembagaan (kelompok masyarakat dan nelayan) dan kearifanlokal, kelestarian lingkungan dan budaya, dan pemberdayaan masyarakat.Title: Socio-Economic Problem Solving Strategies of Coastal CommunitySocio-economic approach is indispensable in developing problem-solving strategies of the coastalcommunities. This study aims to assess socio-economic problems in Banda Neira Islands. Data werecollected by interview, observation, and literature studies. Data was analyzed using socio-economicapproach with descriptive analysis, SWOT and AHP. Results showed, there are three priorities BandaNeira communities issues namely sanitary facilities, community income is still low especially the fishers,and availability of fresh water. Strategies for eliminating problems can be done through increasingthe socio-economic capital by strengthening the institutions (community and fishers groups) and localwisdom, environmental and culture sustainability, and community empowerment.
PEMAHAMAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR LAUT ARAFURA KABUPATEN MERAUKE Maria Diana Widiastuti; Novel Ruata; Taslim Arifin
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2625.226 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v13i1.6853

Abstract

ABSTRAKEkosistem Mangrove mengalami tekanan dan penurunan jasa lingkungan diduga karena abrasi dan fenomena alam serta aktivitas masyarakat seperti penggalian pasir di pesisir pantai. Pemerintah telah melakukan upaya konservasi Mangrove dengan cara penanaman kembali, namun belum berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat pesisir tentang Mangrove dan tingkat partisipasinya dalam pengelolaan ekosistem Mangrove dan perencanaan program rehabilitasiekosistem Mangrove. Metode pengumpulan data menggunakan instrument pertanyaan berupa angket, observasi dan wawancara secara bersamaan dengan pola terstruktur baik dalam bentuk pertanyaanterbuka dan tertutup dan dianalisis secara deskriptif tabulatif. Penentuan sampel menggunakan sistem kuota dan pemilihan responden menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menyatakan85 persen masyarakat pesisir paham terhadap pentingnya Mangrove bagi kehidupan mereka. Mereka paham bahwa Mangrove sebagai sumber mata pencaharian masyarakat pesisir dan pelindung pantaidari ombak dan abrasi. Mereka juga mengatakan bahwa Mangrove saat ini dalam keadaan kurang baik (53%). Mereka mengaku terlibat aktif dalam kegiatan program penanaman Mangrove (43%) namun bukan atas inisiatif sendiri. Kegiatan pelestarian Mangrove perlu melibatkan masyarakat setempat dalam bentuk pelatihan, penyuluhan atau pengawasan.Title: Community Understanding and Participation to Mangrove Ecosystem Management in the Coastal Area of Arafura Sea, Merauke DistrictsABSTRACTEcosystem Mangrove had underpressure and decreasing environmental services because of abration as natural phenomena, and unsuistainable community activities such as sand mining. The Government has made the conservation of Mangrove by replanting, but has not succeeded. This study aims to determine community knowledge and participation in management ecosystem Mangrove for rehabilitation. The collecting datamethod use a questionnaire instrument, observations and interviews simultaneously with open and closed questions and analyzed in descriptive tabulative. The sample size using the quota method and the selection of respondents used the simple random sampling. The resultshowed that 85 percent of coastal communities understand the importance of Mangrove for their lives. They understand that Mangrove as a source of livelihood of coastal communities and coastal protectionfrom waves and abrasion. They also said that the Mangrove is currently in a state of poor (53 %). They claimed active involved in Mangrove planting program (43 %), but not on their own initiative. The Mangrove conservation activities should be involvedby local community in such training, counseling or supervision.
STRATEGI PENINGKATAN DAN ALOKASI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK UNTUK PENINGKATAN OPERASIONAL LAYANAN PELABUHAN PERIKANAN Siti Hajar Suryawati; Yayan Hikmayani; Agus Heri Purnomo
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 2 (2010): DESEMBER (2010)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.126 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v5i2.5802

Abstract

Penelitian ini merupakan analisa tentang upaya meningkatkan penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) pelabuhan perikanan yang dilakukan pada bulan Juni – Agustus 2009. Penelitian dilakukan denganpendekatan studi kasus, yang didasarkan pada hasil pengamatan dan analisis pada pelabuhan perikanan sampel yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS). Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) dan Pelabuhan Perikanan pantai (PPP). Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan metode SWOT (at). Hasil penelitian ini menghasilkan identifikasi strategi peningkatan layanan melalui optimal strength, Weakness, Opportunity, There sasi PNBP pelabuhan perikanan. Dari hasil analisis, teridentifikasi beberapa strategi kunci untuk peningkatan PNBP yaitu: (a) memaksimalkan kualitas layanan jasa dengan sarana prasarana yang ada; (b) perbaikan dan penambahan sarana-prasarana pelabuhan; © peningkatan kapasitas sumberdaya manusia; (d) meningkatkan kerjasama dengan institusi terkait; dan (e) peningkatan pengawasan serta perbaikan aturan serta implementasinya. Implikasi dari hasil kajian ini adalah perlunya kebijakan pengalokasian dana PNBP yang memberikan prioritas pada hal-hal yang tercakup dalam daftar strategi kunci tersebut. Tittle: Strategy to Increase and to Optimize Allocation of Non-Tax State Revenues for Better Services of Fishing Ports,This research is analysis on strategy to increase and optimize allocation of non-tax state revenue (PNBP). It uses a case-study approach combining with observation on selected fishing ports according to their classification: Oceanic Fishing Port (PPS), Inter-island Fishing Port (PPN), and Fish Landing Place (PPI). This research collects primary and secondary data while analytical method use a ‘SWOT’. Results show that four strategies to increase and optimize allocation of non-tax state revenue were identified, namely: (a) maximizing the quality of services using the existing facilities and infrastructure; (b) improving and adding the port facilities and infrastructure; (c) improving the capacity of human resources; (d) enhanching collaboration among related institution; and (e) improving surveillance and improving the regulations and their implementation. It then recommends allocation policy of PNBP by prioritizing services.
ANALISIS USAHA PETAMBAK GARAM DAN PERANANNYA DALAM PEREKONOMIAN TAHUN 2012 (Studi Kasus Petambak Garam PUGAR) Akhmad Mun’im
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 2 (2015): Desember (2015)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.207 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v10i2.1261

Abstract

Peningkatan produksi garam menjadi penting seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan tumbuhnya sektor industri pengolahan di Indonesia. Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ditujukan untuk menjaga dan meningkatkan ketersediaan garam di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur biaya usaha petambak garam serta faktor-faktor yang memengaruhi pendapatannya yang akan berdampak pada penciptaan nilai tambah petambak garam. Penelitian dilakukan dengan  enggunakan metode Partial Least Square Path Modelling (PLS-PM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan output petambak garam sebesar satu persen akan meningkatkan nilai tambah petambak garam sebesar 0,911 persen, sedangkan peningkatan input antara (intermediate input) sebesar satu persen akan memberikan dampak secara tidak langsung terhadap nilai tambah petambak garam sebesar 0,775 persen. Selain itu, peranan komoditas garam terhadap perekonomian terus meningkat selama program PUGAR digulirkan. Hal ini ditunjukkan oleh kontribusi dan laju pertumbuhan PDB berbasis garam yang selalu meningkat selama periode tersebut. (Salt Farmers Business Analysis and Its Role in The Economy, 2012 (Case Study: PUGAR Salt Farmers))Increasing production of salt has become important due to the increasing population and the growth of the manufacturing sector in Indonesia. Empowerment of People’s Salt (PUGAR) Program launched by the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (MMAF) is intended to maintain and improve the availability of salt in the community. This research aims at finding cost structure and factors that effect the income of salt farmers by which will lead to impacted to the generating of salt farmers value added. This research uses a Partial Least Square Path Modelling (PLS-PM) as analytical method. Based on the research results, an increase in output of salt farmers by one percent will increase the value added of salt farmers by 0,911 percent. While the increase in intermediate inputs by one percent would provide indirectimpact on the value added of salt farmers by 0,775 percent. In addition, the role of salt commodities on the economy continued to increase throughout the PUGAR program rolled. This phenomenon showed by the contributions and growth rate of based on the continum growth rate of based-salt GDP during the period.
PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN LAYUR (Trichiurus lepturus Linnaeus, 1758) DI PERAIRAN TELUK PALABUHANRATU DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM Angga Airlangga; Mennofatria Boer; Zairion Zairion
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.173 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v13i1.6761

Abstract

ABSTRAKIkan layur memiliki nilai ekonomis penting dan tersebar hampir di seluruh wilayah di perairan Indonesia. Kegiatan pemanfaatan sumber daya layur telah memberikan kontribusi yang besar bagi sektorperikanan di Indonesia. Kebutuhan dan tingginya permintaan pasar terhadap ikan layur menyebabkan intensitas penangkapan ikan ini semakin meningkat. Produksi perikanan layur tersebut salah satunyadidaratkan di perairan Teluk Palabuhanratu. Peningkatan aktivitas tangkapan ikan layur di perairan Teluk Palabuhanratu apabila terjadi terus menerus tanpa adanya pengelolaan yang tepat, akan mengakibatkan terjadinya penurunan stok sumber daya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keberlanjutanspesies layur dengan menggunakan analisa peluang dan tantangan pengelolaan perikanan layur berdasarkan indikator pengelolaan perikanan melalui pendekatan ekosistem/ ecosystem approach tofisheries management (EAFM). Hasil evaluasi kondisi pengelolaan perikanan layur di perairan Teluk Palabuhanratu didapatkan nilai rata rata indikator EAFM sebesar 68.1. Hal ini berarti kondisi perikananlayur di perairan Teluk Palabuhanratu termasuk dalam kategori sedang. Strategi pengelolaan ditentukan untuk indikator sumber daya ikan, habitat dan ekosistem, teknologi penangkapan ikan, ekonomi,sosial dan kelembagaan. Langkah taktis dibuat agar dapat mengimplementasikan strategi yang telah ditetapkan.Ecosystem Approach to Largehead hairtail (Trichiurus Lepturus (Linnaeus, 1758)) Management at Palabuhanratu BayABSTRACTLargehead hairtail has an important economic value and widely spread to almost across Indonesian water. The benefit of largehead hairtail resource highly contributes to fisheries sector inIndonesia. The increasing of market demand for Largehead hairtail leads to the increasing number ofits capture. Palabuhanratu is one of the landing port for Largehead hairtail. The continuous impropermanagement for Largehead hairtail, will cause declining offish stock. This study aims to analyze thesustainability of largehead hairtail species by using indicators of ecosystem approach to fisheries management (EAFM). Evaluation for Largehead hairtail management in Palabuhanratu bay results in EAFM score of 68.1. This score indicates that the condition of Largehead hairtail in Palabuhanratu bay isin medium category. Management strategy for Largehead hairtail in Palabuhanratu bay is determined forfish resources, habitats and ecosystems, fishing technology, economic, social and institutional indicator. Some actions should be carried out to ensure the implemention these management strategies.
EFEK KESEJAHTERAAN DARI KESEPAKATAN KEMITRAAN EKONOMI BILATERAL INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT TERKAIT PERDAGANGAN HASIL PERIKANAN Tajerin Tajerin; Agus Heri Purnomo; Sastrawidjaja Sastrawidjaja
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2010): Juni (2010)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.776 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v5i1.5793

Abstract

Momentum liberalisasi perdagangan akhir-akhir ini semakin menguat, sehingga mendorong Indonesia melakukan kesepakatan kemitraan ekonomi bilateral dengan negara mitra dagangnya seperti Amerika Serikat. Penelitian mengenai aspek kesejahteraan (surplus konsumen, surplus produsen dan surplus agregat) dari kesepakatan kemitraan ekonomi bilateral antara Indonesia dengan Amerika Serikat (Indonesian and United States of American Economic Partnership Agreement / IUSEPA) terkait dengan perdagangan hasil perikanan dilakukan pada tahun 2009. Data yang digunakan bersumber dari basis set data terintegrasi dari tiga database perdagangan dunia yang dimiliki WTO, TRAINS-UNCTAD dan UNSDCOMTRADE melalui penggunaan software WITS yang dikembangkan World Bank. Analisis dilakukan dengan pendekatan “SMART Model” dengan bantuan Software WITS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IUSEPA memberikan efek positif terhadap kesejahtaraan berupa surplus konsumen, surplus produsen dansurplus agregat. Besaran efek surplus produsen baru terlihat efeknya pada pemotongan tarif impor perikanan sebesar 80% dan 100%, masing-masing sebesar US$ 40,437 ribu dan sebesar US$ 704,162 ribu. Demikian pula dengan efek surplus agregat, pada pemotongan tarif impor perikanan tersebut masingmasing memberikan efek total kesejahteraan sebesar US$ 28,033 ribu dan sebesar US$ 234.748 ribu. Dari perspektif sektoral, khususnya terkait dengan perdagangan hasil perikanan dalam kerangka IUSEPA, Indonesia perlu mengusulkan pemotongan tarif impor 80-100% atau pemberlakuan tarif impor 0 – 7%kepada pihak Amerika Serikat. Tittle: Welfare Effect of Indonesia and United States of America Economic Bilateral Partnership Agreement Related with Fishery Trade.The intensified momentum of trade liberalization requires Indonesia to develop bilateral economic partnership agreement with its trading partners such with the United States. This research is an evaluation welfare aspects (consumer surplus, producer surplus and the aggregate surplus) of fishery products from bilateral economic partnership agreement between Indonesia and the United States of America (Indonesian and United States of American Economic Partnership Agreement /IUSEPA) in 2009. This research use integrated set database from three world trade databases (WTO, TRANS-UNCTAD and UNSD COMTRADE) with applying WITS software developed by the World Bank. It applied Smart Model approach using WITS software for analysis. The results of this research showed that IUSEPA has a positive effect on welfare in the form of consumer, producer and the aggregate surplus. Reducing import tariff by 80 and 100 per cent provided significant effect on producer surplus by US$ 40,437 and US$ 704,162 respectively. Similarly, the reduction resulted aggregate surplus and welfare effect by US$ 28,033 and US$ 234.748 respectively. From the sectoral perspective, Indonesia need to negotiate reduction tariff for fishery product up 80-100 per cent or put the import tariff into effect 0-7 per cent for United States under the IUSEPA framework.
DIMENSI RELIGI DALAM PEMBUATAN PINISI Nendah Kurniasari; Christina Yuliaty; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 1 (2013): Juni (2013)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.582 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v8i1.1197

Abstract

Pinisi merupakan salah satu contoh perwujudan pengetahuan masyarakat lokal dalam beradaptasi dengan lingkungannya secara harmonis. Pengetahuan ini, mencakup dimensi unsur religi yang sarat akan sejumlah makna, nilai dan simbol yang menjadi landasan membentuk harmonisasi dirinya dengan alam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dimensi religi dalam pembuatan pinisi serta dinamika yang menyertainya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam sebagai teknik pengambilan data dan deskriptif analitik sebagai metoda analisis. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2011 di Desa Ara dan Tanah Beru Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba Sulawesi Tenggara. Pinisi sebagai bagiandari suatu budaya sarat akan sejumlah makna, simbol, dan nilai yang tertuang dalam setiap prosesi pembuatannya. Perubahan kondisi sumber daya dan intervensi modernitas pada setiap aspek kehidupan menyebabkan perubahan dalam aktivitas unsur religi yang terkandung dalam pembuatan pinisi. Panrita lopisebagai tokoh kunci dalam menjaga tradisi tersebut tidak bisa mengelak dari tuntutan perubahan peradaban, namun melalui berbagai kebijaksanaannya, mereka mencoba mengeliminir perubahan agar tetap berada dalam sendi-sendi keseimbangan antara unsur makrokosmos dan mikrokosmos yang diyakini sebagai syarat agar kehidupan tetap terjaga. Sinergitas program pelestarian sumber daya antar Kementrian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Perindustrian dan Kepolisian dalam melestarikan sumber daya guna mendukung pelestarian pinisi merupakan langkah yang harus segera direalisasikan.

Page 5 of 36 | Total Record : 352