cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
MODEL PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN USAHA MIKRO & KECIL (UMK) PADA UNIT TELKOM CDC PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk. Ida Nurnida Relawan
Sosiohumaniora Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.886 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i2.5728

Abstract

Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) memiliki posisi penting dalam perekonomianIndonesia, antara lain ditunjukkan dengan kontribusinya terhadap jumlah unit usaha (99,91%) dan penyerapantenaga kerja (94,31%). Luasnya wilayah Indonesia, menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi pemerintah dalamupaya pemberdayaan UMK, karena itu, selain pembentukan Kementerian Koperasi & UKM, pemerintah jugamelibatkan partisipasi aktif Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui pelaksanaan Program Kemitraan yangdiatur dalam PER-05/MBU/2007. PT.Telkom adalah salah satu BUMN yang menunjukkan keberhasilan dalampelaksanaan Program Kemitraan. Tujuan penelitian ini adalah merekonstruksikan pemodelan atas pelaksanaanProgram Kemitraan yang dilakukan oleh PT. Telkom, dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa PT. Telkom menjabarkan PER-05/MBU/2007 ke dalam KD.21/2010, dan membentuk unitTelkom CDC untuk pelaksanaannya. Kesimpulan penelitian adalah bahwa pelaksanaan Program Kemitraan olehTelkom CDC sukses dengan kinerja > 100%, karena didukung adanya komitmen manajemen perusahaan dalammerealisasikan Program Kemitraan secara komprehensif dan konsisten, yang dilakukan melalui tata kelola yangbaik (good governance). Namun sebaiknya perusahaan melakukan penyesuaian KD.21/2010 yang mengatur tugaspokok dua hierarkhi, yaitu Telkom CDC (Pusat/kebijakan) dan Telkom CDA (Wilayah/ evaluasi), karena realisasidi lapangan menunjukkan tiga hierarkhi yang memegang peran penting dalam menjalankan tugas pokok ProgramKemitraan, yaitu Telkom CDC, Telkom CDA, dan Telkom CDSA (Daerah/pelaksanaan proses teknis).Kata kunci: Model, Pemberdayaan, Kelembagaan, Usaha Mikro & Kecil (UMK), Perekonomian
STRATEGI PEMASARAN MELALUI MODEL PEMASARAN RELASIONAL UNTUK KOMODITAS WORTEL (Studi Kasus di Klaster Agribisnis Sayuran) Agriani Hermita Sadeli; Hesty Nurul Utami; Endah Djuwendah
Sosiohumaniora Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.324 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i1.9573

Abstract

Kondisi pasar dan persaingan antar pelaku usaha agribisnis sayuran yang semakin ketat menuntut petani untuk melakukan berbagai upaya strategi bisnis untuk memenangkan persaingan diantaranya dari sisi strategi pemasaran melalui pemasaran relasional. Membangun pemasaran relasional dengan stakeholder termasuk konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Klaster Agribisnis Sayur Kelompok Tani Katata yang terletak di Kampung Cinangsi, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan di kelompok tani ini karena berlokasi di sentra sayuran dan mengembangkan komoditas wortel sebagai komoditas utamanya. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan Kelompok Tani Katata dengan semua pemangku kepentingan berdasarkan enam pasar. Model ini akan mengidentifikasi potensi petani wortel dalam hubungan dengan pemangku kepentingan dari domain enam pasar serta pertukaran nilai antar pelaku. Pihak yang mempengaruhi kelompok tani berada pada keenam pasar dan tercipta pertukaran nilai dalam jaringan. Strategi yang diterapkan harus mempertahankan dan meningkatkan kolaborasi dalam pertukaran nilai dalam jaringan.
PEMBINAAN USAHA KECIL DAN MIKRO DALAM MENUNJANG PROGRAM SERTIFIKASI PERTANAHAN SECARA BERKELANJUTAN Heru Nurasa
Sosiohumaniora Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i3.5354

Abstract

Program pemberdayaan usaha kecil-mikro memerlukan suatu skema program yang komprehensif meliputi pembinaan aspek makro dan mikro. Aspek makro dengan menciptakan struktur indutsri dan iklim usaha yang kondusif bagi berkembangnya usaha kecil. Sementara aspek mikro dilakukan melalui penataan kelembagaan dan manajemen bisnis dari usaha kecil-mikro. Pembinaan kelembagaan dilakukan melalui penguatan sentra-sentra usaha, promosi program keterkaitan usaha antara perusahaan kecil-mikro dengan perusahaan besar. Sedangkan pembinaan manajemen usaha terkait dengan program peningkatan mutu produk, pemasaran, dsb. Pemberdayaan usaha kecil-mikro yang terkait dengan bidang pertanahan pun memerlukan pendekatan komprehensif, agar usaha kecil-mikro tersebut dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan pasca pembinaan. Fokus pembinaan dapat diarahkan kepada; (1) Tanah Sebagai Alat Produksi, yaitu menempatkan aspek pertanahan sebagai alat produksi utama sangat, seperti; bisnis property (mis: land banking, real estate, BTN, pertokoan), pertambangan, kehutanan, pertanian, perikanan, perkebunan, dsb. (2) Tanah sebagai Kolateral untuk memperoleh pinjaman dari Bank, dan (3) Tanah Sebagai ASET yang disertakan dalam USAHA KERJASAMA (aliansi stratejik).
UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI YANG MAKSIMAL MELALUI PENGATURAN POLA PEMILIHAN KOMODITAS MODEL SINERGI: Studi Kasus di Kecamatan Cibiru Kota Bandung Roni Kastaman
Sosiohumaniora Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i3.5570

Abstract

Penelitian untuk mengetahui mengetahui seberapa besar pendapatan petani dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan pola tanam komoditas melalui model konfigurasi usaha tani sinergi yang sesuai dengan posisi lahan, kemampuan daya dukung dan daya tampung lahan telah dilaksanakan pada petani anggota Koperasi Mahesa Biru, Kecamatan Cibiru Kota Bandung dari bulan Juli hingga November 2005. Penelitian menggunakan metode survey deskriptif dengan teknik analisis sebab akibat dan analisis manfaat biaya. Analisis dilakukan untuk mendapatkan gambaran akar masalah yang dihadapi petani dan menghitung kelayakan ekonomi komoditas yang potensial untuk dioptimalkan sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa petani masih menghadapi masalah dalam permodalan, harga jual komoditas yang ditanam tidak sesuai dengan biaya pokok produksi dan akses pemasaran yang terbatas sehingga tergantung pada bandar. Sehingga keuntungan atas hasil usaha taninya terbatas. Dengan menggunakan pendekatan pemodelan usaha tani dengan Pola Konfigurasi Spesifik (PKS), pendapatan petani diprediksikan dapat meningkat hingga hampir 6 kali lipat dari kondisi awal. Kata Kunci : usaha tani pola konfigurasi spesifik
KERANGKA EKONOMO MAKRO DAERAH KOTA BITUNG DI KAWASAN PENGEMBANGAN EKONOMI TERPADU Wiliam Agustinus
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.019 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.9223

Abstract

AbstrakKota Bitung yang berada dalam Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu  Manado – Bitung telah menunjukkan banyak keberhasilan pembangunan yang tercermin dari laju pertumbuhan ekonomi yang dicapai serta banyaknya investor yang berinvestasi. Akan tetapi juga juga masih diperhadapkan dengan kepadatan penduduk, transformasi struktur ekonomi, meningkatnya angkatan percari kerja, persaingan antar kekuatan ekonomi. Dari kenyataan empiris dan urgennya permasalahan maka perlu melakukan analisis atas kerangka ekonomi makro Kota Bitung di Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu dalam pengembangan ilmu kebijakan pembangunan daerah sektor ekonomi dan sebagai reverensi bagi pemerintah daerah dalam menetapkan kerangka pembangunan ekonomi daerah.Penelitian ini menggunakan desain  penelitian kualitatif yang menjadikan peneliti sebagai instrumen. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan penggunaan data sekunder serta dianalsisi melalui reduksi data, interpretasi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa kerangka ekonomi makro Kota Bitung di Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu dibagi pada sektor primer terdiri dari pertanian, perambangan dan galian, sektor sekunder yang mencakup sektor industri, lisrik dan air bersih dan bangunan/konstruksi, serta sektor tersier yang mencakup sektor perdagangan, hotel dan restoran, angkuan dan komunikasi, bank dan lembaga keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa lainnya. Perbaikan pada ketiga kelompok sektor diatas perlu dilakukan dengan mengurangi pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja, menurunkan jumlah penduduk miskin, meningkakan produksi pada sektor angkutan, komunikasi, industri pengolahan dan perikanan serta melakukan pembenahan pada berbagai kendala yang menghambat peningkatan produksi dan investasi sehingga dengan bertumbuhnya iklim investasi dari swasta maka perumbuhan ekonomi Kota Bitung akan terus mengalami peningkatan. Kata Kunci : Pertumbuhan, Ekonomi Makro, Kawasan Pengembangan.
PEMAHAMAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENYULUHAN HUKUM UNDANG-UNDANG PERKAWINAN BERDASARKAN STATUS SOSIAL (Studi Kasus di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut) Sudjana -
Sosiohumaniora Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i2.5311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pemahaman dan sikap masyarakat terhadap penyuluhan hukum tentang undang-undang perkawinan berdasarkan status sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman dan sikap masyarakat terhadap penyuluhan hukum tentang undang-undang perkawinan berbeda antara berbagai status sosial. Untuk tingkat pemahamannya, makin tinggi status sosial masyarakat makin tingi pula pemahamannya. Untuk sikap, status sosial rendah dan menengah cenderung sikapnya sedang dan status sosial tinggi cenderung sikapnya tinggi pula terhadap undang-undang perkawinan. Selain itu terbukti bahwa makin tinggi pemahaman terhadap penyuluhan tentang undang-undang perkawinan makin tinggi pula sikap yang dimiliki. Pemahaman warga masyarakat terhadap penyuluhan hukum tentang undang-undang perkawinan mempunyai hubungan dengan tingkat pendidikan dan pekerjaan, namun secara statistik ternyata pemahaman tidak mempunyai hubungan dengan usia, jenis kelamin, dan tingkat kekayaan. Sikap warga masyarakat terhadap undang-undang perkawinan secara statistic mempunyai hubungan dengan pendidikan, namun tidak ada hubungan dengan usia, jenis kelamin, tingkat kekayaan dan pekerjaan. Kata Kunci: Pemahaman dan sikap masyarakat, penyuluhan hukum, undang-undang perkawinan, status sosial.
MODEL TATA KELOLA (GOVERNANCE) DALAM RANGKA AKSELERASI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PADA DAERAH OTONOM BARU DI PROVINSI LAMPUNG Simon Sumanjoyo Hutagalung
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.497 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.10484

Abstract

Perkembangan daerah otonom baru membutuhkan daya dukung tata kelola yang kuat agar dapat berakselerasi dengan daerah lainnya dalam membangun pendidikan. Tata kelola yang sinergis menghasilkan pengelolaan pendidikan yang berkapasitas baik. Penelitian yang dilakukan bertujuan mengidentifikasi kondisi existing, factor yang mendorong kondisi pendidikan dan potensi kelembagaan dan hubungan antar lembaga yang dapat membangun suatu model. Penelitian kualitatif ini dalam pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan focus group discussion. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan, yaitu; (1). Kondisi existing sumber daya pendidikan masih menghadapi kuantitas sekolah yang belum memenuhi rasio nasional dan distribusi guru belum merata. Anggaran belum optimal dimiliki oleh Dinas Pendidikan, sehingga belum menghasilkan program yang dapat mengakselerasi pendidikan. (2). Faktor yang dominan mempengaruhi kondisi sumber daya pendidikan itu antara lain warisan kebijakan pendidikan yang tidak berhasil menciptakan pemerataan infrastruktur pendidikan serta kondisi daya dukung infrastruktur yang belum maksimal bagi terciptanya akselerasi pendidikan di wilayah tersebut. (3). Potensi kelembagaan dan hubungan antar lembaga terletak pada peran Dinas Pendidikan, Instansi pemerintah lainnya pada Kabupaten Pesisir Barat, pihak swasta/yayasan atau lembaga masyarakat serta instansi pendidikan yang ada di luar wilayah Pesisir Barat. Keseluruhan lembaga tersebut memiliki format keterlibatannya yang terjalin dalam suatu kerangka kerja yang diarahkan oleh Pemkab Pesisir Barat. Hubungan inilah yang membangun model tata kelola yang mengakselerasi penyelenggaraan pendidikan. 
HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DENGAN MOTIF BERPRESTASI PADA SISWA SMU NEGERI 22 KOTA BANDUNG DAN SMU NEGERI I SOREANG DI KABUPATEN BANDUNG Iin Suminah r; Maryani -
Sosiohumaniora Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v11i1.5578

Abstract

Kemandirian saat ini sangat diperlukan terutama pada saat remaja masih mengembangkan diri untuk berprestasi. Fenomena ini merupakan hal yang menarik untuk melihat masalah perbedaan dan hubungan kemandirian dengan motif berprestasi antara siswa SMU Negeri 22 Kota Bandung dengan Siswa SMU Negeri 1 Soreang Kabupaten Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan hubungan kemandirian dengan motif berprestasi antara SMU Negeri 22 Kota Bandung dengan SMU Negeri I Soreang Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data yang diambil adalah dengan menggunakan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, studi kepustakaan, dan wawancara. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan motif berprestasi pada siswa SMU Negeri. Untuk melihat hubungannya digunakan analisis korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil dan pembahasan, baik pada SMU Negeri 22 Kota Bandung maupun SMU Negeri 1 Soreang Kabupaten Bandung mempunyai hubungan yang rendah antara kemandirian dengan motif, dan perbedaan ditunjukkan oleh nilai korelasi, yaitu 0,320 untuk siswa SMU Negeri 22 kota Bandung, sedangkan pada Siswa SMU Negeri 1 Soreang Kabupaten Bandung sebesar 0,337. Uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan motif berprestasi baik pada siswa SMU Negeri 22 kota Bandung maupun SMU Negeri 1 Soreang Kabupaten Bandung. Kata kunci: Indepencency, high achiever motivation, pelajar sekolah lanjutan atas.
PAPPASENG: KEARIFAN LOKAL MANUSIA BUGIS YANG TERLUPAKAN Irwan Abbas
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.763 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5752

Abstract

Studi ini didasari oleh keprihatinan peneliti terhadap perilaku generasi muda Bugis yangsemakin jauh dan telah tercerabut dari nilai-nilai kulturalnya seperti yang terdapat dalam lontaraqpappaseng. Permasalahan pada studi ini adalah keunggulan apa yang terdapat dalam lontaraq pappaseng,sehingga baik untuk dijadikan sebagai kajian etnopedagogi dalam pembelajaran IPS. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi & hermeneutik. Pengumpulan datamenggunakan cara: studi pustaka/naskah, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis datayang digunakan, yakni analisis isi dan analisis domain.Penelitian ini menyimpulkan nilai-nilai luhur yangterkandung pada naskah lontaraq pappaseng dapat diintegrasikan ke dalam muatan lokal pembelajaranIPS. Lontaraq pappaseng memiliki keunggulan karena berisi nasihat-nasihat tentang etika berinteraksidengan sesama manusia, berhubungan dengan orang tua, dan berhubungan dengan alam sekitar, sertamenjadi resep dan penuntun dalam kehidupan, sarat dengan nilai-nilai ajaran Islam. Implikasi daripenelitian ini diharapkan agar temuan dari penelitian ini dapat diajarkan melalui local content padapembelajaran IPS di sekolah, baik itu di tingkat dasar maupun tingkat lanjutan.
MATERIAL PROCESS IN TRANSITIVITY OF BESEMAH LANGUAGE CLAUSES: A Functional Grammar Approach Sutiono Mahdi
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.884 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.8692

Abstract

The title of this study is Material Process in Besemah Language Clause: A Functional Grammar Approach. It aimed to find out material processes in Besemah language and to analyze the elements of material processes found in the language. This research discusses three main points: (1) the verbs that can be categorized into material process; (2) the participants involved in the material process; and (3) the clause elements of material process. The approach applied in this study was Functional Grammar Approach (FGA) using descriptive method, employing data source from the book Bahasa Besemah 2, which were then analyzed by using tables to show the elements of material processes. The findings of the study showed that (1) the verbs ngelipat, belajagh, ngandas, ngadum, diagai, ngaduk, beghusiq, etc belong to the verbs of material process, (2) the participants involved in the material process can be actor, goal, recipient, client, range, and instrument, and (3) the circumstance can be place, time, manner, and purpose. The verb clause of material processes may be categorized into be intransitive, monotransitive, and ditransitive verb clause. 

Page 11 of 79 | Total Record : 789


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue