cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN EKSPOR ROTAN DAN PRODUK ROTAN DI KABUPATEN CIREBON Waluyo Zulfikar
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.281 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan tentang ekspor rotan dan produk rotan di kabupaten Cirebon yang dilatari oleh munculnya kebijakan mengenai ekspor rotan dan produk rotan yang dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan (SK. No. 35/M-DAG/PER/11/2011). Kebijakan ini dirancang untuk mengembangkan kembali industri unggulan mebeul dan kerajinan rotan. Cirebon dipilih sebagai lokasi penelitian ini karena Cirebon merupakan daerah industri hilir rotan utama di Indonesia, selain itu rotan juga memiliki peran kultural tertentu bagi masyarakat Cirebon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa impelementasi kebijakan ekspor rotan dan produk rotan di Kabupaten Cirebon dapat dinilai dari konten dan konteks kebijakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa implementsi kebijakan ekspor rotan dan produk rotan masih kurang memadai karena kebijakan ini masih berlaku parsial.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAPASITAS PENGELOLA SAGU DI MALUKU TENGAH PROVINSI MALUKU Meilvis Meilvis E. Tahitu; Amiruddin Saleh; Djuara P. Lubis; Djoko Susanto
Sosiohumaniora Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.831 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i1.9355

Abstract

Pengembangan sagu di Maluku Tengah Provinsi Maluku bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sagu melalui pengembangan kapasitas pengelola sagu. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing sagu dari Maluku Tengah yang semakin menurun sedangkan permintaan sagu semakin meningkat untuk memunuhi kebutuhan pangan dan non pangan termasuk energi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Peningkatan pemanfaatan dan daya saing sagu membutuhkan pengelola-pengelola sagu dengan kapasitas yang baik, karena itu, pengembangan kapasitas pengelola sagu penting dilakukan dan membutuhkan strategi yang tepat untuk melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi pengembangan kapasitas pengelola sagu di Maluku Tengah. Analisis SWOT digunakan untuk menemukan strategi yang tepat berdasarkan data yang dikumpulkan melalui berbagai diskusi dengan berbagai stakeholders terkait, yaitu akademisi, praktisi sagu, pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat, dan petani sagu. Hasil penelitian menujukkan bahwa ada empat prioritasstrategi untuk peningkatan pemanfaatan sagu, yaitu:(1) Penyiapan pengelola sagu untuk meningkatkan pemanfaatan sagu, (2) Penyiapan penyuluh/tenaga pendamping yang berkompeten di bidang pengelolaan sagu, (3) Penguatan kesadaran dan pengakuan masyarakat terhadap fungsi sosial dan budaya sagu untuk menjamin keberlanjutan usahapemanfaatan sagu sebagai salah satu budaya Maluku, dan (4) Pemantapan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan perencanaan program pengembangan sagu antar lembaga pemerintah dengan pihak-pihak terkait. 
PERISTIWA TERBUNUHNYA MENTERI NEGARA OTO ISKANDAR DI NATA, DESEMBER 1945 Nina Herlina Lubis
Sosiohumaniora Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v4i3.5270

Abstract

Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, bulan Agustus 1945, R. Oto Iskandar di Nata diangkat menjadi Menteri Negara pada Kabinet Pertama RI. Dua bulan kemudian, tanggal 31 Oktober ia diculik oleh sekelompok orang dan kemudian ditemukan terbunuh pada bulan Desember 1945. Peristiwa terbunuhnya R. Oto Iskandar di Nata menarik diteliti karena sejak terbunuhnya Menteri Negara yang dijuluki Si Jalak Harupat ini, pada tahun 1945 hingga sekarang, belum pernah dapat dibuktikan siapa pembunuhnya, bagaimana latar belakang pembunuhan itu, dan bagaimana terjadinya pembunuhan itu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahap, yaitu heuristik, kritik ekstern dan kritik intern, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penculikan dan pembunuhan disebabkan oleh paling sedikit dua faktor. Pertama, R. Oto Iskandar di Nata dianggap kolaborator Jepang yang merugikan perjuangan pada masa revolusi. Kedua, R. Oto Iskandar di Nata mengalami konflik peranan, sebagai Menteri Negara ia wajib menjalankan kebijakan pemerintah pusat, di sisi lain ia ingin membantu para pemuda di Bandung untuk merebut senjata dari Jepang yang bertentangan dengan kebijakan pusat. Ia tak bisa mengatasi masalah ini sehingga akhirnya menjadi korban penculikan dan pembunuhan politis. Kata kunci : Revolusi, konflik, rivalitas, pembunuhan politik
REPRESENTASI PERUBAHAN SOSIAL DALAM DESAIN KAUS OBLONG BANYUMASAN Sulyana Dadan
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.754 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.14602

Abstract

Kaus oblong Banyumasan sering menampilkan situasi dan isu aktual dalam setiap desainnya, seperti persoalan pendidikan, politik, budaya dan dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi di Banyumas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana representasi perubahan sosial yang dapat terbaca dalam desain kaus oblong Banyumasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan semiotik dari Rolland Barthes. Data penelitian berupa desain kaus oblong Banyumasan merk Dablongan Clothing. Data tersebut dianalisis melalui dua tahap penafsiran, dimana penafsiran makna tataran pertama selanjutnya dijadikan pijakan dalam menafsirkan makna tataran kedua. Hasil penelitian menunjukan, bahwa sebagian besar desain kaus oblong Banyumasan merupakan representasi sekaligus kritik terhadap perubahan sosial di Banyumas. Perubahan sosial yang dimaksud antara lain tentang penataan kota yang tidak humanis; perubahan masyarakat agrarais menjadi kota industri; dan gaya hidup masyarakat Banyumas yang adaptif terhadap modernitas dalam hal konsumsi makanan-makanan bergaya barat. 
PENGARUH KOMPETENSI ANGGOTA DPRD DAN APARATUR PEMERINTAH DAERAH, PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, PENGANGGARAN SERTA KUALITAS INFORMASI KEUANGAN TERHADAP PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA PEMERINTAH DAERAH YANG BAIK: SURVEY PADA KABUPATEN/KOTA DI JAWA BA Nunuy Nur Afiah
Sosiohumaniora Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.379 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i1.5436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Kompetensi Anggota DPRD, Kompetensi Aparatur Pemda, Pelaksanaan Sistem Informasi Akuntansi, Penganggaran, dan Kualitas Informasi Akuntansi Terhadap Prinsip-Prinsip Tata Kelola Pemda yang Baik. Metode penelitian yang digunakan adalah descriptive dan explanatory survey terhadap 25 kabupaten/kota di Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey menggunakan instrument kuesioner. Dilengkapi dengan teknik observasi. Dilaksanakan sejak bulan September 2003 sampai dengan bulan Agustus 2004. Metode analisis menggunakan Path Analysis. Kesimpulan penelitian ini adalah Kompetensi Anggota DPRD, Kompetensi Aparatur Pemda, Pelaksanaan Sistem Informasi Akuntansi, Penganggaran, dan Kualitas Informasi Akuntansi berpengaruh terhadap Prinsip-Prinsip Tata Kelola Pemda yang Baik.
PENGANGKATAN SEKRETARIS DESA MENJADI PNS DALAM MENDUKUNG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN CIREBON Nina Karlina
Sosiohumaniora Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.576 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i3.5770

Abstract

Pemerintahan Desa sebagai lembaga perpanjangan pemerintah pusat memiliki peran yang strategisyang memerlukan peraturan yang berkaitan dengan pemerintahan desa yang mengatur tentang pemerintahandesa, sehingga roda pemerintahan berjalan dengan optimal. Untuk mewujudkan sistem pelayanan yang nyatamaka perubahan sistem pemerintah desa mutlak diperlukan. Salah satu kebijakan Pemerintah Pusat adalah yangtertuang dalam Pasal 202 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004, yang menjelaskan paling mendasardalam perubahan sistem Pemerintahan Desa adalah adanya pengangkatan Sekretaris Desa dari Pegawai NegeriSipil. Pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di lingkungan Kabupaten Cirebon memberikan dampak bagipenyelenggaraan pemerintahan desa. Mereka diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yanglebih baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dengan memahami bahwa masyarakat adalah pelangganutama yang harus dilayani, maka sekdes diharapkan dapat mengetahui dan memahami apa yang dibutuhkandan diinginkan masyarakat, sehingga dapat memuaskan masyarakat dengan pelayanan prima. Namun dalampengangkatan sekdes menjadi PNS masih terdapat permasalahan yang bermunculan yaitu kecemburuan sosial didalam kantor desa akibat tuntutan perangkat desa selain sekretaris desa untuk diangkat menjadi PNS. Hal inilahyang memberikan iklim tidak baik di dalam kantor desa.
BUDAYA ORGANISASI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG LAMPUNG - Kausar
Sosiohumaniora Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.371 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i1.5236

Abstract

Setiap organisasi pemerintah memiliki budaya yang digunakan untuk mencapai tujuan. Dalam praktiknya, budaya organisasi tesebut tidak senantiasa merefleksikan budaya dimana organisasi tersebut berada. Dalam riset yang dilakukan di pemerintahan daerah Tulang Bawang ditemukan bahwa budaya organisasi merupakan perpaduan budaya jaringan, budaya upahan, budaya fragmen dan budaya Komunal. Kesemuanya berpadu secara harmonis atau ada pertalian antara satu dengan yang lainnya. Saling memahami satu dengan yang lainnya dalam kehidupan para pegawainya tampak terlihat dalam keseharian karena budaya ditafsirkan sebagai nilai dan kepercayaan. Dengan espaused dan enacted melekat pada kehidupan birokrasi yang mengadopsi kultur lokal piil pasenggiri sehingga kinerja birokrasi dan interaksi menjadi lebih baik diantara para pegawai.
ANALISIS USAHA PEMBIAKAN SAPI POTONG PADA POLA KEMITRAAN ANTARA KORPORASI DENGAN PETERNAK RAKYAT Rochadi Tawaf
Sosiohumaniora Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.48 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i1.16141

Abstract

AbstrakKebijakan Permentan No.2/2017 tentang rasio importasi sapi bakalan dan indukan, mengharuskan perusahaan penggemukan melakukan usaha pembiakan serta bermitra dengan peternakan rakyat. Sejauhmana kebijakan ini dapat direalisasikan mengingat usaha pembiakan dan penggemukan merupakan dua usaha yang sangat berbeda. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah usaha pembiakan sapi potong dengan pola kemitraan antara korporasi dengan peternakn rakyat dapat  dilaksanakan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survey pada tiga korporasi penggemukan sapi potong yang bermitra dengan peternak rakyat di provinsi Kalimantan Tengah, Banten dan Provinsi Lampung. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan finansial. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Usaha pembiakan sapi potong tidak dapat dilakukan secara intensif yang ditunjukan oleh tingkat keuntungan yang negative. (2) Agar usaha pembiakan dapat berjalan dengan baik pada pola usaha intensif, maka diperlukan kontribusi  perusahaan feedlot terhadap biaya pakan sebesar Rp 400,00/kg. Selain itu, pemerintah harus mampu berkontribusi dengan fasilitas bunga bank 5% per tahun dengan tenggang waktu pembayaran hutang 18 bulan. (3) Dari tiga model kemitraan pembiakan yang dianalisis, maka model kemitraan tahap pertama dan ketiga yang dapat direkomendasi untuk direalisasikan dengan skala usaha per kelompok 100 ekor.
DERAJAT DEPRESI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA ORANG TUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOMUNITAS PERCIK INSANI BANDUNG Iwan Arijanto
Sosiohumaniora Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i2.5395

Abstract

Salah satu gangguan psikiatrik pada anak yang dikenal dengan istilah anak berkebutuhan khusus, yaitu anak yang secara bermakna mengalami gangguan (fisik, mental-intelektual, sosial, dan emosional), adalah bahwa dalam proses pertumbuhan/perkembangannya, dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya, memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Reaksi setiap keluarga dalam menerima anak-anak tersebut biasanya beragam. Tak jarang muncul pula emosi-emosi negatif seperti menyalahkan diri sendiri atau tidak dapat menerima keadaan, marah, dan menyesal. Dalam situasi ini, sering terjadi depresi pada anggota keluarga yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui derajat depresi pada orang tua anak berkebutuhan khusus dan menemukan faktorfaktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian ini berjumlah 40 orang, yaitu orang tua dari anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam Komunitas Percik Insani. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner dan Beck Depression Inventory (BDI). Dari hasil penelitian didapatkan, bahwa persentase orang tua yang memiliki gejala depresi sebesar 63%. Faktor-faktor yang cukup berpengaruh terhadap derajat depresi orang tua tersebut adalah tingkat pendidikan (χ2 = 5,980; p = 0,014), masalah keuangan dalam keluarga (χ 2 = 4,972; p = 0,026), adanya konflik dalam keluarga (χ 2 = 6,222; p = 0,013). Berdasarkan penelitian tersebut didapatkan, bahwa derajat depresi yang ditemukan pada orang tua dari anak berkebutuhan khusus dalam Komunitas Percik Insani cukup bermakna, oleh karena itu sebaiknya dilakukan kerja sama dengan psikiater untuk dapat menentukan penatalaksanaan yang tepat bagi masalah sosial tersebut. Kata kunci: Depresi, orang tua anak berkebutuhan khusus.
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERTAMBANGAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENANGANAN KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP PADA DINAS PEKERJAAN UMUM, ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL KOTA PALU Ahmad Averus; Andi Pitono
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.861 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i2.5738

Abstract

Adanya kegiatan pertambangan batu berdampak pada kualitas lingkungan hidup.Karena itu, Pemerintah Daerah Kota Palu mengeluarkan kebijakan yang mengatur kegiatanpertambangan batu. Namun dalam implementasi kebijakan belum optimal. Penelitian inimengacu pada model implementasi kebijakan menurut Smith yang memiliki empat komponenyaitu idealised policy, target groups, implementing organization, dan environmental factor.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yakni pengambilan data melalui kuesioner,observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang dianalisis adalah data yang diperoleh darikuesioner penelitian kemudian dianalisis secara statistik structural equation modeling (SEM).Pada pembahasan hasil penelitian berdasarkan atas data kuesioner sekaligus data pendukungkuesioner yaitu dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun unit analisis dalampenelitian ini adalah pegawai Dinas Pekerjaan Umum, Energi Dan Sumber Daya Mineral KotaPalu. Sedangkan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pertambangan secara signifikanberpengaruh terhadap efektivitas penanganan kualitas lingkungan hidup. Hal ini dapat diartikanbahwa pada prinsipnya implementasi kebijakan pertambangan memiliki peran yang sangatpenting untuk mencapai efektivitas penanganan kualitas lingkungan hidup di Kota Palu ProvinsiSulawesi Tengah.

Page 9 of 79 | Total Record : 789


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue