cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
TABU NIKAH ANTARA MASYARAKAT PURBALINGGA DENGAN SOKARAJA Sugeng Priyadi
Sosiohumaniora Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i1.5377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tabu nikah pada masyarakat perdesaan Purbalingga dan Sokaraja (Banyumas). Penelitian ini ditempuh melalui metode filologi yang dikombinasikan dengan metode folklor. Metode filologi dan folklor dipakai untuk menyediakan sumber sejarah yang terkandung dalam teks dan folklor. Selanjutnya, kedua metode itu ditempuh untuk menghasilkan karya historiografi berupa sejarah kebudayaan atau sejarah intelektual di tingkat lokal Purbalingga dan Banyumas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tabu nikah yang terdapat pada masyarakat perdesaan Purbalingga dan Sokaraja menggambarkan fenomena pluralitas sosial budaya yang didasarkan atas legitimasi sosial politik. Tabu nikah yang timbul disebabkan oleh konflik-konflik sosial sebagai bentuk dari persaingan pengaruh dan perang legitimasi antarelite Purbalinga dengan Sokaraja. Dalam konflik tersebut, Raden Kaligenteng menjadi troublemaker (biang kerok). Tabu nikah di atas menunjukkan sesuatu yang dapat dimaknai sebagai gejala pergeseran dari cosmos menuju chaos. Namun, situasi chaos lebih dominan karena pergeseran itu belum atau tidak melahirkan cosmos yang baru sehingga selalu dalam posisi liminal atau ambang. Posisi tersebut bisa dijelaskan dalam rangka binary opposition yang bersifat relatif yang menghadirkan pihak ketiga yang menempati posisi liminal. Kata Kunci : tabu nikah, konflik sosial, persaingan sosial, cosmos, chaos, posisi liminal
POLA SOLIDARITAS KELOMPOK PEDAGANG ANGKRINGAN DI KOTA PONOROGO Slamet Santoso; Jusuf Harsono
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.097 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola solidaritas kelompok pedagang Angkringan yangada di Kota Ponorogo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan teknikpengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Berdasarkan kriteria penggolonganpedagang Angkringan, jumlah informan ditetapkan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan untukanalisis data berproses pada bentuk induksi-interpretasi-konseptualisasi dengan menggunakan model analisisinteraktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Jalinan solidaritas yang terjadi pada kelompok pedagangAngkringan di Kota Ponorogo berbentuk: Solidaritas antara ketua kelompok dengan para anggotanya (termasukcalon anggota), Solidaritas antara sesama anggota dalam satu kelompok, dan Solidaritas antara kelompokyang satu dengan kelompok yang lain; b) Solidaritas antara ketua kelompok dengan calon anggota kelompoklebih mengarah pada solidaritas mekanik; c) Solidaritas antara ketua kelompok dengan anggota kelompok lebihdidominasi oleh solidaritas organik namun demikian solidaritas mekanik tetap berjalan walaupun hanya padawaktu tertentu; d) Solidaritas antara sesama anggota dalam satu kelompok lebih lebih didominasi oleh solidaritasorganik dan untuk solidaritas mekanik hanya bersifat isidental; dan e) Solidaritas antara kelompok yang satudengan kelompok yang lain lebih mengarah pada solidaritas mekanik.Kata Kunci: Solidaritas Mekanik, Solidaritas Organik, Pedagang Angkringan
PELAKSANAAN KOORDINASI EKSTERNAL OLEH KEPALA KANTOR BKKBN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PROGRAM TAKESRA/KUKESRA DAERAH NON IDT DI KEC. WARUNG KONDANG KAB. DT. II CIANJUR Entang Adhy Muhtar; Sinta Ningrum; Didin Muhafidin
Sosiohumaniora Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i3.5182

Abstract

Dengan semakin kompleksnya permasalahannya pembangunan khususnya masyarakat pedesaan maka pemerintah dengan berbagai kebijakan telah melakukan segala upaya untuk memberdayakan masyarakat melalui penguatan kelembagaan sosial ekonomi serta pembinaan dan bantuan dalam berbagai aspek kehidupan. Program Takesra/Kukesra merupakan realisasi dari kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk membantu keluarga Pra sejahtera dan sejahtera I agar mereka dapat melepaskan dari keterbelakangan sosial ekonomi untuk dapat hidup lebih layak dan sejahtera.penelitian tentang pelaksanaan Koordinasi Eksternal oleh Kepala Kantor BKKN dalam peningkatan Program Takesra/Kukesra di Kecamatan Warung Kondang Kab. Cianjur ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi wawancara, observasi dan kuesioner. Sampel responden diambil secara purposive terhadap populasi dari berbagai unit kerja/instansi terkait. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan koordinasi Eksternal oleh Kepala Kantor BKKBN dalam program Takesra/Kukesra di Kecamatan Warung Kondang Kabupaten Dati II Cianjur, melalui teknik koordinasi belum dilaksanakan secara optimal. Hal ini terbukti baik dalam proses pengambilan keputusan maupun dalam pelaksanaan program belum di dukung dengan kerjasama, tanggungjawab dan pengaturan wewenang yang terpadu sehingga mempengaruhi terhadap hasil kerja yang dicapai. Adapun implikasi kebijakan yang dapat diarahkan dari hasil penelitian ini yaitu perlu diciptakan kerjasama yang lebih konstruktif dan terpadu dengan di dasarkan pada pengaturan tugas dan wewenang yang tegas, saling pengertian dan saling keterkaitan dengan berbagai lembaga dan masyarakat pada umumnya. Kata kunci : Koordinasi eksternal, peningkatan program Takesra
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERDAYAAN PETERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN BANDUNG Unang Yunasaf; Basita Ginting
Sosiohumaniora Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i3.5569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan peternak sapi perah. Populasi sampling adalah koperasi peternak sapi perah yang ada di Kabupaten Bandung, dan populasi sasaran adalah seluruh peternak sapi perah anggota dari koperasi tersebut. Pengambilan sampel penelitian dilakukan melalui teknik pengambilan sampel gugus bertahap (multistage sampling), sehingga terpilih 4 koperasi dengan peternak sapi perah responden sebanyak 120 orang. Uji pengaruh variabel luar terhadap variabel keberdayaan peternak dilakukan dengan analisis model persamaan stuktural dengan menggunakan program Linear Structural Relationship (LISREL) versi 8.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi koperasi, peranan penyuluh dan keberdayaan kelompok berpengaruh positif dan nyata terhadap keberdayaan peternak sapi perah. Fungsi-fungsi koperasi, peranan penyuluh dan keberdayaan kelompok tergolong rendah sehingga keberdayaan peternak sapi perahpun menjadi rendah. Kata kunci: keberdayaan peternak sapi perah
DISKURSUS PERIZINAN EKSPANSI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT: STUDI KASUS KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Faris Rahmadian
Sosiohumaniora Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4004.077 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i1.21792

Abstract

. Indonesia merupakan salah satu penyuplai utama minyak kelapa sawit dunia, hal tersebut berkonsekuensi pada ekspansi perkebunan kelapa sawit Indonesia yang terus menerus terjadi. Hal tersebut diantaranya ditunjukkan di Kab. Kutai Kartanegara, Prov. Kalimantan Timur, wilayah ini merupakan salah satu wilayah dengan laju perkembangan industri kelapa sawit yang masif di Indonesia. Alih fungsi lahan untuk perkebunan bahkan sudah dilakukan sejak masa transisi dari industri kayu pada Tahun 1990-an. Sehingga, penelitian ini diharapkan mampu untuk: (1) Mengetahui diskursus kemunculan kebijakan ekspansi perkebunan kelapa sawit; (2) Menganalisis dinamika proses perizinan dalam ekspansi perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, dengan sumber data primer dari wawancara mendalam terhadap berbagai informan di tingkat kabupaten sampai dengan desa, observasi serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna perizinan selalu melekat dengan kepentingan ekspansif dan korporasi, yang berasal konsekuensi pembangunan dan “modernisasi” pada era Orde Baru. Hal tersebut juga berdampak pada pemaknaan sumber daya alam sebagai sebatas komoditas, yang ditunjukkan dengan kemunculan retakan “extralegal” dan “ilegal” dalam perizinan perkebunan kelapa sawit. Retakan dalam proses perizinan tersebut tidak hanya memunculkan eksploitasi terhadap celah dalam peraturan perundangan, melainkan juga sebagai ruang yang terus mereproduksi budaya pragmatis dan tendensius dalam perizinan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini pada akhirnya ingin menunjukkan bahwa ekspansi perkebunan kelapa sawit yang terjadi pada saat ini merupakan konsekuensi dari kepentingan politik yang terbangun sejak era sebelumnya, dan menunjukkan bagaimana diskursus pembangunan orde baru masih terpelihara dalam konteks kebijakan ekspansif dalam pemanfaatan sumber daya alam.
POLA INTERAKSI PERS, PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM MEMBENTUK SISTEM PERS PANCASILA:Suatu Analisis Retrospektif Abd. Rasid
Sosiohumaniora Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.218 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i2.5516

Abstract

Pers Indonesia adalah pers Pancasila dalam artian pers yang berorientasi pada sikap dan tingkah laku yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Hakekat pers Pancasila adalah pers yang sehat, yakni pers yang bebas dan bertanggung jawab, dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif, penyalur aspirasi rakyat dan kontrol sosial yang konstruktif. Melalui hakekat dan fungsi itu pers Pancasila mengembangkan suasana saling percaya menuju masyarakat terbuka yang demokratis dan bertanggung jawab. Dalam mengamalkan pers Pancasila mekanisme yang dipakai adalah interaksi positif antara Masyarakat, Pers dan Pemerintah. Hubungan antara pers dan pemerintah terjalin dalam suatu bentuk yang dijiwai oleh semangat persekawanan (partnership) dalam mengusahakan terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Kata Kunci: Interaksi Pers, Pemerintah, Sistem Pers Pancasila
PRINSIP-PRINSIP HUKUM TERKAIT PERLINDUNGAN NAMA ORANG TERKENAL SEBAGAI NAMA DOMAIN DI INDONESIA Muhamad Amirulloh
Sosiohumaniora Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.226 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i2.9950

Abstract

Prinsip-prinsip hukum yang terkait dengan penggunaan nama orang terkenal sebagai nama domain (cybersquatting) perlu dilakukan sebagai acuan dasar penyusunan konsep perlindungan bagi orang terkenal tersebut dalam rezim hukum merek di Indonesia serta Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Nama orang terkenal dalam perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mengalami perubahanpendekatan dalam perlindungannya. Pada awalnya nama orang terkenal adalah hak pribadi telah menjelma menjadi hak kebendaan dalam praktik nama domain. Beberapa prinsip hukum merek juga dikaji relevansinya dengan praktik cybersquatting terhadap nama orang terkenal mengingat keduanya bersumber dari adanya reputasi yang harus dilindungi oleh hukum. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Metode perbandingan hukum dan futuristik juga digunakan dalam penelitianini.Data dianalisis secara yuridis kualitatif guna memperoleh kesimpulan atas permasalahan yang dikaji. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, prinsip nemo plus, droit de suit, itikad baik, prinsip persamaan, dan prinsip penggunaan dalam kegiatan perdagangan atau bisnis dapat digunakan dalam melindungi orang terkenal dari penggunaan namanya sebagai nama domain.Konsep pengaturan merek yang lebih memadai dalam melindungi orang terkenal dari penggunaan namanya sebagai nama domain adalah konsep pengaturan yang mengandung hal-hal sebagai berikut, pertama, penetapkan ruang lingkup hak ekslusif merek adalah juga mencakup pendaftaran dan penggunaan nama orang terkenal sebagai namadomain di internet. Kedua, pelarangan penggunaan nama orang terkenal sebagai nama domain oleh pihak lain secara tanpa hak dan dengan itikad buruk. Ketiga, pemberian hak kepada orang terkenal untuk mengajukan gugatan ganti rugi perdata terhadap cybersquatter.Keempat, pemberian kewenangan kepada pengadilan niaga untuk memeriksa dan mengadili perkara cybersquattingterhadap orang terkenal 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KOMITMEN KANDIDAT PERAWAT PROFESIONAL PEMULA TERHADAP NILAI-NILAI MORAL DALAM PRAKTIK Udin Naziruddin
Sosiohumaniora Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i2.5301

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari hubungan antara motivasi, prestasi hasil belajar, ciri-ciri kepemimpinan dengan komitmen terhadap nilai-nilai moral dalam praktik pada kandidat perawat profesional pemula dan aspek-aspek sosiodemografi yang melatar belakanginya. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dan metode causal comparative, analisis statistik multiple classification analysis dengan bantuan komputer pada program SPSS. Kompetensi calon perawat yang diukur dari prestasi hasil belajar, komitmen mahasiswa terhadap nilai-nilai moral dalam praktik, dan ciri-ciri kepemimpinan efektif, dikaitkan dengan motivasi vokasional, motivasi akademik dan motivasi kebutuhan dasar, serta pengaruh aspek-aspek sosiodemografi, khususnya: jenis kelamin, besarnya jumlah anggota keluarga dan asal daerah tempat tinggal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara motivasi vokasional, motivasi akademik, dan motivasi kebutuhan dasar dengan prestasi hasil belajar, serta ciriciri kepemimpinan efektif calon perawat adalah lemah dan kurang signifikan (p>0.05). Hubungan antara motivasi vokasional, motivasi akademik dan motivasi kebutuhan dasar dengan komitmen mereka terhadap nilai-nilai moral dalam praktik adalah besar dan signifikan (p0.05). Prestasi hasil belajar dan komitmen dipengaruhi oleh perbedaan asal daerah tempat tinggal antara desa dengan kota. Ciri-ciri kepemimpinan dipengaruhi oleh interaksi jenis kelamin, besarnya jumlah anggota keluarga dan asal daerah tempat tinggal. Kata Kunci : motivasi, komitmen, prestasi hasil belajar, kepemiminan, sosiodemografi
SEKOLAH INKLUSI SEBAGAI ARENA KEKERASAN SIMBOLIK Nanang Martono
Sosiohumaniora Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.102 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i2.18557

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan kekerasan simbolik yang terjadi di sekolah favorit. Ketika siswa dari keluarga miskin diberi kesempatan bersekolah di sekolah yang mayoritas siswa berasal dari kelas atas, maka siswa dari kelas bawah akan mengenal banyak habitus kelas atas. Di sinilah awal terjadinya kekerasan simbolik di sekolah. Studi ini menggambarkan bagaimana siswa miskin melakukan interaksi sosial di sekolah meskipun memiliki habitus yang berbeda dengan habitus mayoritas siswa di sekolah. Sekolah yang dipilih sebagai lokasi penelitian adalah sekolah yang didominasi siswa kelas atas di Kota Cilacap. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai beberapa siswa miskin di sekolah tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa beberapa siswa merasa minder ketika harus berinteraksi dengan siswa kaya. Mereka sulit mengikuti habitus temannya yang berasal dari kelas atas, misalnya: nonton film di bioskop, jalan-jalan ke mall, dan lainnya. Siswa lain memiliki bersikap masa bodoh dan tidak dekat dengan temannya yang berbeda kelas sosial. Kesimpulan studi menyatakan bahwa sekolah inklusi yang mengakomodasi siswa dari banyak golongan sosial ekonomi merupakan upaya strategis pemerataan kesempatan belajar. Namun di sisi lain, ketika sebuah sekolah didominasi siswa dari kelas atas, maka kondisi ini sebenarnya kurang menguntungkan bagi siswa miskin di sekolah yang tersebut. 
DAMPAK KELEMBAGAAN BAGI HASIL TERHADAP KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN KUPANG Obed Haba Nono
Sosiohumaniora Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.18 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i1.5460

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keberadaan kelembagaan bagi hasil terhadap kinerja usaha penggemukan sapi potong. Penelitian survai dilaksanakan di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Metode penentuan wilayah/responden yang digunakan multi stage cluster random sampling, diperoleh 2 kecamatan contoh dan 6 desa contoh, dan total responden sebanyak 107 orang, terdiri dari 72 peternak bagi hasil (penggaduh) dan 35 peternak mandiri. Untuk Pemodal dilakukan sensus sehingga diperoleh 23 pemodal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kinerja usaha (penerimaan, pendapatan, keuntungan dan ROI) peternak mandiri lebih baik daripada kinerja usaha penggaduh. Kelembagaan bagi hasil belum meningkatkan produktivitas usaha. Nilai ROI sebesar 16,69 s/d 32,23 persen. Jadi, pemanfaatan aset usaha tani belum optimal. Efsiensi usaha R/C sebesar 1,97 (belum memperhitungkan biaya pakan dan tenaga kerja keluarga). Pertambahan bobot harian ternak penggemukan berkisar antara 378,41 s/d 410,88 gram. Kelembagaan bagi hasil belum meningkatkan produktiivtas usaha. Kata kunci : bagi hasil, penggaduh, penggemukan, sapi potong

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue