cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
KIPRAH NEW MEDIA DALAM PERCATURAN POLITIK DI INDONESIA Arif Budi Prasetya
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.362 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5748

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat di era masa kini menjadi sebuah fenomenatersendiri yang menarik untuk dikaji. Salah satu bagian dari teknologi komunikasi yang dikenal olehmasyarakat selain televisi dan media cetak adalah internet, atau yang disebut new media. Internet disebutsebagai new media karena belum bisa didefinisikan sebagai media massa. Dalam impelementasinya,new media (media baru) memiliki fungsi yang sama dengan media massa, yaitu menyampaikaninformasi dan berita. Masyarakat lebih sering menyebutnya dengan Internet. Internet merupakan sebuahteknologi yang berdasarkan pada sebuah jarfingan komputer global. Technologies constituting the evergrowing,ever-changing networks computers (including mobile devices such as internet-enabled mobilephones, netbooks, and other devices) linked together by a single TCP/IP protocol. (Consalvo, 2011 :1). Kemampuan internet dalam menyampaikan berita inilah yang kemudian membuatnya digunakandalam beberapa praktik-praktik sosial di masyarakat, salah satunya adalah aspek politik. Menjelangpemilihan umum 2014, beberapa bentuk media digunakan oleh orang-orang yang memiliki pengaruh dibidang politik untuk berkampanye. Media massa televisi yang sekaligus memiliki situs internet dalambentuk live streaming, melakukan pemberitaan dalam mencitrakan tokoh politik untuk kepentingannyadi pemilihan umum 2014. Walaupun dalam realitanya berita TV memiliki pengaruh lebih kuat, namundalam implementasinya tayangan live streaming juga memiliki pengaruh yang kuat karena memang livestreaming merupakan tayangan yang juga sama dengan tayangan berita di televisi. Dalam tulisan ini,dua new media dari stasiun televisi di Indonesia yang dikaji adalah metrotvnews.com dari Metro TVdan tvonenews.tv dari stasiun TVOne. Merujuk pada dua stasiun televisi tersebut maka akan disajikandua tokoh politik yang berkecimpung di dalamnya yaitu Surya Paloh dan Aburizal Bakrie. Sebagaimanadiketahui, Surya Paloh sebagai pemilik Metro TV menggunakan Partai Nasional Demokrat sebagaikendaraan politiknya, sedangkan Aburizal Bakrie dengan Partai Golongan Karya. Dua tokoh yang siapuntuk ‘bertarung’ di pemilihan umum 2014 ini telah lama menggunakan medianya untuk membentukcitra, tidak hanya melalui televisi, tetapi bahkan new media juga mereka gunakan. Dengan menggunakanmetode analisis wacana Teun Van Dijk, penelitian ini berhasil menemukan bahwa melalui konsepTeks, Kognisi Sosial dan Konteks, new media membentuk citra dari dua tokoh tersebut untuk menujuPemilihan Umum 2014. 
FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI KARET DI DESA KOTO DAMAI KABUPATEN KAMPAR Shorea Khaswarina
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.964 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.9711

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang dominan mempengaruhi perilaku ekonomi rumah tangga petani karet Eks UPP TCSDP di Desa Koto Damai Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar. Teknik pengambilan sampelnya adalah Stratified Random Sampling. Jumlah responden sebanyak 50 rumah tangga petani karet Eks UPP TCSDP. Untuk menjawab ini menggunakan pendekatan ekonometrika menggunakan model Two Stage Least Square. Hasil dalam penelitian ini adalah faktor yang dominan dan responsif dari aspek produksi adalah alokasi waktu kerja didalam usaha tani karet. Dari aspek alokasi waktu kerja, faktor yang dominan adalah pengalaman kerja, jumlah batang karet produktif, angkatan kerja rumah tangga dan pengeluaran komunikasi. Faktor yang responsif mempengaruhi alokasi waktu kerja adalah angkatan kerja rumah tangga. Dari aspek pendapatan, faktor yang dominan adalah pendidikan petani karet dan alokasi waktu kerja diluar usaha tani karet. Tidak ditemukan faktor yang responsif terhadap pendapatan, namun yang paling besar pengaruhnya adalah pendidikan petani karet. Dari aspek pengeluaran, faktor yang dominan adalah jumlah anggota rumah tangga, tabungan, jumlah anak sekolah, konsumsi non pangan dan pendapatan total. Faktor yang responsif mempengaruhi pengeluaran adalah pendapatan total.
PERAN PRAMUWISMA ANAK WANITA DAN SIKAP ORANGTUA TERHADAP PROGRAM WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN (Kasus Desa Putrajawa, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut) Yogi -; Sudrajati Ratnaningtyas
Sosiohumaniora Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i1.5373

Abstract

Kebijakan pertama peningkatan peranan wanita dikembangkan dalam tujuh program, dan program pertama adalah wajib belajar sembilan tahun. Sejak dicanangkannya program tersebut hingga kini hasilnya belum memuaskan yang disebabkan oleh adanya berbagai kendala, baik yang bersifat ekonomi, sosio kultural maupun struktural. Salah satu kasusnya adalah masih banyaknya orangtua di pedesaan yang mempekerjakan anak usia sekolah menjadi pembantu rumah tangga (pramuwisma) di perkotaan. Terdapat hubungan terbalik yang cukup erat antara peran pramuwisma anak wanita dalam ekonomi keluarga dengan sikap orangtua terhadap program wajib belajar sembilan tahun. Hal tersebut ditunjukkan dengan koefisien korelasinya ( s r ) sebesar ─ 0, 651, yang berarti semakin tinggi peran pramuwisma anak wanita dalam ekonomi keluarga maka semakin rendah sikap orang tua terhadap program wajib belajar sembilan tahun. Kata kunci : peranan wanita, pramuwisma anak wanita, wajib belajar sembilan tahun
EXPLORING GENDER ROLES IN THE STORY OF I LA GALIGO Murni Mahmud
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.15 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5681

Abstract

This paper aims at exploring the gender roles in the story of I La Galigo. This story is an epic of the Bugissociety featuring the adventure and the lives of the first humans occupying and living in the Earth. Based on theanalysis, gender roles can be seen in the story, such as the roles of Datu Palinge’ as the wife who can influence thedecision making of the King, Sang Patoto’e. The reflection of gender can also be seen in the expected behaviorsof Bugis men and women for masculinity and femininity. Men are expected to be warani (brave) and women areexpected to be malebbi’ (modest). These expected behaviors can be seen from women characters, We Nyili’ Timoand We Datu Sengngeng, and from men characters, Batara Lattu’ and Sawerigading. Another gender issue can alsobe seen in the pattern of patrilineal society and the tendency to marginalize women’s position.Key words: Bugis society, I La Galigo, Gender roles.
AN INTER-STATE MARITIME TERRITORIAL CONFLICT: A STUDY ON MALAYSIA’S CONFLICT RESOLUTION THROUGH PEACEFUL MEANS Mohammad Zaki Ahmad; Musafir Kelana
Sosiohumaniora Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i2.5542

Abstract

Inter-state maritime territorial disputes have always long been amongst contentious issues among the littoral states in the ASEAN region. Failure to judicially manage such disputes may lead to uncertainty-creating the possibilities of escalating into open inter-state war. Without border settlement, claimant states have to spend substantially for military and security resources to protect their interests in the contested maritime areas, rather than developing the economic resources of the areas. Any armed conflict not only costs human life but also adversely affects maritime enforcement cooperation and diplomatic relations of the claimant states, and the overall economic growth in the region. Thus, Malaysia taking into account on the adverse impact of unresolved maritime disputes, has successfully and peacefully resolved several of its maritime territorial disputes with its neighboring States, albeit some of the ongoing unresolved territorial disputes (e.g. Pedra Branca island and Spratly islands). These resolutions are achieved either through diplomatic channel or by mutual agreement with other claimant State to refer the dispute to the International Court of Justice for adjudication. Therefore, the paper’s general purpose is to review Malaysia’s conflict resolution through its peaceful approach in resolving the country’s various inter-state maritime territorial disputes. Specifically, the paper will analyze the diplomatic, legal and other peaceful approaches utilized by the Malaysian government to resolve these disputes, particularly involving its neighboring states, Singapore, Indonesia and Thailand. Keywords: maritime territorial dispute, Malaysia’s conflict resolution, conflict management, joint development, diplomatic negotiation and adjudication.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TELEVISI TERHADAP PENYIMPANGAN NILAI DAN PERILAKU REMAJA (KEKERASAN, SEKS, DAN KONSUMTIF) DI KOTA YOGYAKARTA Redatin Parwadi
Sosiohumaniora Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i1.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan dan membuktikan apakah ada kontribusi atau pengaruh penggunaan media televisi terhadap penyimpangan nilai dan perilaku serta untuk membuktikan apakah faktor pendidikan, gaya hidup konsumtif, lingkungan keluarga, serta ketaatan beragama ikut menentukan besarnya pengaruh penggunaan media televisi terhadap terjadinya penyimpangan nilai dan perilaku. Pendekatan penelitiaan adalah kuantitatif, responden berjumlah 750 orang remaja. Data diambil dengan angket tipe campuran serta menggunakan teknik analisis regresi linier multiple. Menggunakan SPSS Edisi Sutrisno Hadi dan Yuni Parmadiningsih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara diffuse general hipotesis pertama teruji atau diterima secara empiris yaitu semakin tinggi tingkat penggunaan media televisi semakin besar kecenderungan terjadinya penyimpangan nilai dan perilaku. Demikian pula hipotesis kedua juga teruji secara empiris, bahwa faktor-faktor seperti pendidikan, gaya hidup konsumtif, lingkungan keluarga, dan ketaatan beragama ikut menentukan besarnya pengaruh penggunaan media televisi terhadap terjadinya penyimpangan nilai dan perilaku. Berdasarkan content specific menunjukkan bahwa responden yang sering menonton tayangan kekerasan cenderung ber perilaku agresif. Mereka yang sering menonton tayangan yang berisi adegan seks cenderung berperilaku seks menyimpang serta responden yang sering menonton tayangan iklan cenderung konsumtif. Kata kunci: televisi, pengaruh, nilai, perilaku, penyimpangan
PERAN KEARIFAN LOKAL KUMA DALAM MENDUKUNG EKONOMI KELUARGA PEREMPUAN DAYAK BANYADU Benedhikta Kikky Vuspitasari; Angelus Ewid
Sosiohumaniora Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3123.925 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i1.24078

Abstract

Rendahnya penghasilan ekonomi keluarga menyebabkan perempuan di Dusun Simpang Tiga melakukan kegiatan Kuma dengan upah berupa beras dan uang, keterbatasan lahan yang dimilki serta rendahnya penghasilan suami merupakan faktor utama. Tujuan dari penelitian ini ingin menemukan dan merumuskan bagaimana meningkatkan peran kearifan lokal kuma dalam mendukung ekonomi keluarga bagi perempuan dayak Banyadu, kemudian faktor faktor apa saja yang mendukung dan menghambat peran kearifan lokal kuma dalam mendukung ekonomi keluarga bagi perempuan dayak Banyadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif fenomenologi dengan metode pengumpulan data, melalui observasi dan wawancara mendalam, pemilihan sampel menggunakan metode purposeful sampling sebanyak enam orang. dari hasil penelitian ditemukan bagaimana meningkatkan peran kearifan lokal kuma dalam mendukung ekonomi keluarga bagi perempuan dayak Banyadu yaitu melalui pelatihan berbasis pemberdayaan dimana kegiatan tersebut terdiri dari 7 tahap tahap diantaranya tahap menyadarkan masyarakat yang terdiri dari Koordinasi, analisis situasi dan menggali potensi diri dan potensi desa. Tahap peningkatan kemampuan masyarakat melalui persiapan pelatihan, pelatihan dasar. Tahap penerapan yang terdiri dari, menentukan jenis usaha berdasarkan potensi, memulai usaha serta tahap mendapatkan pelatihan berkesinambungan yang tujuannya untuk memberikan pelatihan berkelanjutan sesuai dengan permasalahan yang mereka alami dilapangan. Dalam melakukan kegiatan pelatihan tersebut diperlukan narasumber yang memiliki keahlian dibidangnya agar materi yang diberikan tepat sasaran dan bermanfaat bagi perempuan di dusun Simpang Tiga. Dukungan dari pemerintah terutama pemerintah desa khususnya desa Untang dusun Simpang Tiga baik pemerintah kabupaten, pemerintah desa dan masyarakat dusun Simpang Tiga, harapannya semakin banyak yang ikut berpartisipasi semakin banyak masyarakat menerima manfaatnya serta merasakan dampaknya dan menerapkannya dalam kehidupannya.
ASPIRASI DPR RI DALAM PERSPEKTIF PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Koko Enang
Sosiohumaniora Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.022 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i2.5512

Abstract

Dalam era reformasi dewasa ini kecenderungan orang/masyarakat bebas untuk berbicara, bebas untuk berekspresi, dan bebas mengkritik pemerintah. Berbicara atau mewacanakan sesuatu, ketika yang menyampaikannya seorang pejabat Negara sudah barang tentu akan menjadi perhatian bagi masyarakat. Salah satunya, ketika anggota DPR RI dari Partai Golongan Karya (Golkar) mewacanakan dana aspirasi untuk tiap anggota dewan sebesar Rp 13 milyar ternyata menuai tanggapan negatif dari masyarakat. Barangkali suatu kewajaran, masyarakat bereaksi negatif terhadap wacana yang digulirkan. Dilihat dari sudut pandang ketatanegaraan, DPR sebagai lembaga legislatif merupakan lembaga pembuat undang-undang dan sebagai pelaksana undang-undangnya adalah pemerintah (eksekutif). Artinya, ketika seorang Dewan melaksanakan anggaran tersebut untuk kepentingan pembangunan yang berada di daerah pemilihannya, jelas akan menyalahi dan bertentangan dengan fungsi dan wewenang sebagaimana tersebut di atas. Dana aspirasi dilihat dalam pembangunan nasional, menurut penulis memiliki kaitan dengan pendapat Bintoro Tjokroamidjojo (1978:189-191) mengenai “Unsur-unsur Perencanaan Pembangunan yang Kontinu”. Yaitu, 1) sifat rencana itu sendiri sebagai dasar pelaksanaannya sudah mengandung ciri-ciri yang berorientasi pada pelaksanaan; 2) perencanaan tetap mengandung unsur kontinuitas dan fleksibilitas; 3) mengusahakan perencanaan dapat seoprasional mungkin; 4) adanya sistem pengendalian pelaksanaan pembangunan yang mengusahakan keserasian antara pelaksanaan dan perencanaan; dan 5) Bagi proses penyesuaian kembali rencana dan pelaksanaannya serta bagi pengendalian pelaksanaan, diperlukan adanya sistem pelaporan dan evaluasi.
EVALUASI KINERJA POSDAYA SEBAGAI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Pudji Muljono
Sosiohumaniora Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.909 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i2.9946

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1)melakukan evaluasi kinerja Posdaya dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan; (2) mengkaji faktor pendukung dan penghambat perkembangan Posdaya.Unit penelitianini adalah Posdaya yang merupakan lembaga pemberdayaan di tingkat komunitas. Data penelitian dikumpulkan dengan angket/kuesioner dan wawancara kelompok terhadap para pengurus dan kader Posdaya. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan analisis SWOT. Hasil evaluasi kinerja terhadap 20 Posdaya di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor menunjukkan bahwakinerja Posdaya tergolong cukup baik. Perlu dilakukanpembinaan lebih lanjut terhadap Posdaya yang masih lemah kinerjanya, baik dalam aspek kesekretariatan, kemitraan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, maupun aspek lingkungan.
ANALISIS PEREMAJAAN ANGKUTAN KOTA Studi Kasus : Angkot Trayek Margahayu Raya – Ledeng Hennie Husniah; Asep K. Supriatna
Sosiohumaniora Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i2.5296

Abstract

Dalam paper ini dibahas suatu model matematika untuk peremajaan angkutan kota. Model yang dibentuk berupa model yang kontinu. Model kemudian diaplikasikan untuk menentukan umur ekonomis angkutan kota trayek Margahayu Raya – Ledeng di Bandung, dalam kaitannya dengan peremajaan angkutan kota yang bersangkutan. Lebih jauh lagi umur ekonomis yang diperoleh ini kemudian dibandingkan dengan berbagai skenario, seperti tingkat suku bunga yang berbeda, tingkat utilitas yang berbeda dan harga bahan bakar minyak yang berbeda. Kata kunci : Umur Ekonomis, Peremajaan Angkutan Kota

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue