cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
SIKAP BAHASA DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN BAHASA INGGRIS MAHASISWA: STUDI KASUS DI FIB UNPAD Ida Farida Sachmadi; Lestari Manggong; Lia Maulia Indrayani
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.597 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.14541

Abstract

Telah dilakukan penelitian kepada 144 mahasiswa strata S1 dari Fakultas Ilmu Budaya mengenai sikap bahasa mereka terhadap Bahasa Inggris. Survey ini bertujuan untuk menilai sikap mahasiswa terhadap Bahasa Inggris, model pembelajaran Bahasa Inggris, dan materi serta keterampilan berbahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan adalah teori sikap bahasa yang diambil dari Sarnoff dan Asmah, dan angket yang menggunakan Skala Likert. Penelitian ini juga bermaksud mengukur kemampuan mahasiswa-mahasiswa ini dalam keterampilan memahami bacaan Bahasa Inggris melalui lima komponen keterampilan: (1) kosa-kata yang dimiliki, (2) menginferensi, (3) mengenali kata acuan, (4) menemukan gagasan utama, dan (5) mencari informasi pendukung, berdasarkan uraian dari Kintsch dan Grabe. Pesertanya adalah mahasiswa semester tiga: 39 mahasiswa dari Prodi Sastra Jepang, 52 dari Sastra Sunda, dan 53 dari Ilmu Sejarah. Data diperoleh dari tes kemampuan memahami bacaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang jelas pada level kemampuan membaca mahasiswa dari tiga prodi ini, walau mereka telah mendapatkan pembelajaran Bahasa Inggris yang sama selama satu semester. Mahasiswa-mahasiswa di satu prodi menunjukkan kemampuan yang tinggi dalam memahami bacaan dan siap membaca buku teks dan jurnal dalam Bahasa Inggris; prodi lain dapat mulai diajarkan membaca teks dengan level tinggi, namun satu prodi lainnya terlihat belum mampu menerima teks Bahasa Inggris untuk level universitas. Sementara itu, hasil dari survey angket menunjukkan perbedaan kecil pada mahasiswa-mahasiswa ini dalam memandang pembelajaran Bahasa Inggris; dan hasil ini juga dapat dijadikan dasar untuk menyusun model pembelajaran yang tepat sesuai harapan mahasiswa yang akan mendukung perkuliahan mereka di bidang ilmu masing-masing. 
PERBANDINGAN FUNGSI KEUNTUNGAN ANTARA USAHA TERNAK ITIK PETELUR BERBASIS KAWASAN DAN NON KAWASAN : KASUS DI KABUPATEN CIREBON Linda Herlina
Sosiohumaniora Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.706 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i3.11552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan fungsi keuntungan usaha ternak itik petelur berbasis kawasan dan non kawasan di Kabupaten Cirebon. Untuk mencapai penilaian tingkat keuntungan, efisiensi ekonomi dan ekonomi skala usaha ternak, diperlukan suatu alat analisis berupa sebuah fungsi keuntungan.  Pengamatan dilakukan terhadap peternak yang memiliki: usaha ternak itik petelur dan yang menjadi anggota kelompok tani ternak itik (KTTI) di Kabupaten Cirebon, dengan jumlah keseluruhan 95 peternak.  Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan daerah dengan teknik cluster random sampling, yang terdiri dari KTTI kawasan usaha petelur serta KTTI non kawasan.  Hasil penelitian  untuk usaha petelur yang ada di kawasan menunjukkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dari non kawasan. R-Square usaha itik petelur: 0,808. Menggunakan pendekatan Seemingly Unrelated Regression (SUR) terestriksi semua input tidak tetap pada itik petelur menghasilkan tanda negatif berarti semua input tidak tetap itu berpengaruh terhadap keuntungan yang diperoleh peternak. Koefisien ekonomi skala usaha (return to scale) dari model SUR terestriksi berada pada kondisi increasing return to scale. Koefisien dummy kawasan (D1) pada model SUR Unrestricted pada usaha itik petelur menghasilkan nilai positif sebesar 4,31967.   Demikian pula koefisien  dummy kawasan (D1) dari model SUR restricted menghasilkan nilai positif sebesar 10,15217 untuk usaha petelur.  Hal ini menunjukkan bahwa usaha di daerah kawasan lebih efisien dibandingkan dengan di daerah non kawasan.  
ECOPRENEURSHIP DALAM MENUMBUHKAN USAHA BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA SENTRA INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT SUKAREGANG KABUPATEN GARUT Iwan Sukoco -; Herwan Abdul Muhyi -
Sosiohumaniora Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.431 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i2.7304

Abstract

Sentra Industri Penyamakan Kulit Sukaregang ini terletak tidak jauh dari Kota Garut dan berdampingandengan masyarakat atau pemukiman penduduk. Kondisi ini menimbulkan dua efek besar dalam kehidupanpenduduk sekitar. Pertama: Menurut penduduk sekitar, industri penyamakan kulit di kawasannya merupakanberkah sebagai mata pencaharian utama. Sebagian besar tenaga kerja yang ada terserap menjadi karyawan disentra industri ini. Kedua, Penduduk juga mengeluhkan akan pencemaran yang sangat mengganggu kualitaslingkungan tempat mereka hidup, diantaranya adalah pencemaran udara yang sangat menyengat dan mengganggupernafasan. Selain itu juga pencemaran air sungai sebagai dampak dari limbah yang tidak terkelola dengan baikoleh para pelaku industri penyamakan kulit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informasidiperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, FGD, studi literatur dan analisis data sekunder.Penelitian inimenunjukan kondisi yang unik bagi penduduk Sukaregang, disatu sisi mereka mengandalkan industri sebagaisumber pencaharian, disisi lain menjadi sumber pencemaran udara dan air yang menurunkan kualitas lingkunganhidup mereka.Berbagai penelitian mengenai pertumbuhan usaha lebih menekankan pada aspek pertumbuhanusaha semata tanpa meneliti aspek lingkungan. Sedangkan pada penelitian ini digali bagaimana seorang wirausahaberupaya menumbuhkan usahanya dengan mempertimbangkan aspek lingkungan sebagai faktor penting dalammenjalankan usaha, yang dikenal sebagai ecopreneurship. Pertumbuhan usaha diharapkan dapat berkelanjutanseiring dengan terpeliharanya kualitas lingkungan hidup.Sebagian besar pengusaha Sukaregang belum sepenuhnyamampu untuk menerapkan jiwa wirausaha berwawasan lingkungan (ecopreneurship) dalam menjalankanusahanya. Hal ini dikarenakan dalam pengolahan limbah yang baik dan benar membutuhkan biaya yang besar.Pertumbuhan penjualan yang terjadi di sentra industri kulit Sukaregang kian meningkat dan terus berkembang,yang mengindikasikan adanya pertumbuhan usaha.
APLIKASI BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PERFORMANSI WASERDA KOPERASI UNIT DESA (KUD) Sri Djatnika S. Ariffin; Poppy Rufaida; Hilmiana -
Sosiohumaniora Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i2.5206

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan mengetahui aplikasi/pelaksanaan strategi bauran pemasaran dalam meningkatkan performansi/kinerja waserda Koperasi Unit Desa (KUD) Mitrayasa, Kecamatan Pegerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Disamping itu, faktor-faktor apa yang dapat mendorong maupun menghambat pelaksanaan strategi bauran pemasaran tersebut, serta bagaimana aplikasi yang sebaiknya dilakukan oleh waserda KUD Mitrayasa, Pegerageung, Tasikmalaya untuk meningkatkan performansinya, juga turut dianalisis. Penelitian ini menggunakan metode survey yang kemudian dianalisis secara verifikatif, karena menggambarkan secara struktural, faktual dan akurat, fakta dari variabel yang diteliti. Selanjutnya dianalisis secara statistik untuk menguji hipotesis data yang telah ditetapkan, sehingga kemudian dapat ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan strategii bauran pemasaran yang selama ini dilakukan oleh Waserda Koperasii Unit Desa (KUD) Mitrayasa Pegerageung, Tasikmalaya, sudah cukup baik, sesuai dengan kemampuan swadaya Unit Usaha Waserda KUD Mitrayasa, Pegerageung, Tasikmalaya. Namun karena pada dasarnya KUD pun merupakan “price taker” dan belum terbentuknya hubungan kontraktual antara KUD dengan anggotanya, maka belum semua anggota Koperasi menjadi pelanggan utama dan setia bagi Waserda KUD Mitrayasa. Hal ini mengakibatkan belum optimalnya tingkat penjualan sembako dan kebutuhan sehari-hari lainnya di Waserda. Adapun faktor-faktor yang dirasakan sangat mendorong pelaksanaan bauran pemasaran adalah karena terdapatnya beberapa pesaing lain dalam usaha sejenis yang sangat potensial, sehingga mendorong Waserda KUD Mitrayasa untuk melakukan usaha secara efektif dan efisien. Sedangkan faktor-faktor yang dirasakan masih menghambat pelaksanaan bauran pemasaran Waserda KUD Mitrayasa, adalah karena terbatasnya anggaran untuk melakukan promosi, akibat terkonsetrasinya dana Koperasi untuk lebih memprioritaskan pembangunan pabrik pengemasan susu, setelah dijalinnya kerjasama yang dilakukan antara KUD Mitrayasa Pegerageung, Tasikmalaya dengan Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS). Kata Kunci : Bauran pemasaran, kiprah, penentu harga, hubungan kontrak antara Koperasi dan anggotanya.
NEW VALUE WITHIN OLD STRUCTURE: THE CREATION OF ORGANIZATIONAL CULTURE OF NAGARI IN INDONESIAN DECENTRALIZATION ERA Ismail Nurdin
Sosiohumaniora Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.499 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i2.11398

Abstract

Semenjak pelaksanaan kebijakan desentralisasi pada tahun 2001, struktur dan tata kelola pemerintahan Nagari telah mengalami perubahan yang cukup mendasar. Nagari telah menjadi arena dimana prinsip–prinsip tata kelola organisasi modern mencoba diterapkan pada struktur adat masyarakat Minangkabau, dengan tujuan untuk menciptakan budaya organisasi pemerintahan yang mendukung demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat. Studi ini berupaya menganalisa  proses pembentukan budaya organisasi pemerintahan Nagari, dengan menggarisbawahi pada upaya menerapkan prinsip-prinsip manajemen organisasi modern pada struktur pemerintahan Nagari. Melalui studi kasus di Nagari Koto Tinggi Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, ditemukan bahwa proses pembentukan budaya organisasi pemerintahan telah dilakukan dengan mensinergikan peran lembaga adat, lembaga perwakilan masyarakat dan lembaga eksekutif dalam penyelenggaraan pemerintahan Nagari. Studi ini menemukan bahwa tidak semua tradisi bisa diakomodasi dalam mekanisme pemerintahan dan terinternalisasi dalam budaya organisasi. Dinamika interaksi antara lembaga adat, lembaga perwakilan dan lembaga eksekutif berlangsung sangat dinamis. Dalam proses transformasi yang belum sepenuhnya stabil, upaya untuk membentuk budaya organisasi pemerintahan sangat tergantung kepada kapasitas kepemimpinan lokal yang akomodatif dalam mengelola perubahan. Studi ini merekomendasikan pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan dan peningkatan kapasitas bagi para Wali Nagari. 
KOMUNIKASI SECARA TERBUKA, PENGHARGAAN PIMPINAN DAN PARTISIPASI PEGAWAI: PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM KAITANNYA DENGAN KINERJA PEGAWAI Ida Nurhaida; Cahyono Eko Sugiarto
Sosiohumaniora Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v8i1.5364

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Lampung Selatan mulai Nopember sampai Desember 2002 dengan tujuan untuk mengetahui korelasi kanonik antara : (1) Penerapan human relations terhadap semangat kerja dan kinerja pegawai dan (2) lebih lanjut untuk mengetahui korelasi antara 3 sub variabel dari human relations: (a) komunikasi secara terbuka, (b) penghargaan pimpinan dan (c) partisipasi pegawai dalam kegiatan terhadap 3 subvariabel kinerja pegawai yaitu: (i) disiplin kerja, (ii) sikap kerja sama dan (iii) produktivitas dari pegawai. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisener kepada 43 staf kantor dinas ini. Setiap sub variabel dituangkan kedalam 3 pertanyaan dengan 3 pilihan jawaban yang berskala ordinal. Skoring data dilakukan dengan cara: jawaban yang sangat sesuai dengan harapan diberi skor 3, sesuai dengan harapan 2, dan tidak sesuai dengan harapan diberi skor 1. Analisis korelasi yang digunakan adalah analisis korelasi kanonik (canonical correlation analysis) dengan menggunakan piranti lunak SAS (Statistical Analysis System) Program Version 6.12 dengan menggunakan uji likelihood ratio pada taraf nyata = 0,05 dan 0,10. Kesimpulan yang dapat dibuat dari penelitian ini adalah: (1) ada hubungan nyata antara human relations dengan kinerja pegawai dan lebih lanjut (2) ada hubungan nyata antara sub variabel dari human relations yaitu komunikasi secara terbuka, penghargaan pimpinan dan partisipasi pegawai dalam kegiatan lembaga terhadap disiplin kerja, tetapi tidak nyata terhdap sikap kerjasama pegawai, dan hanya pehgargaan pimpinan yang mempunyai korelasi nyata terhadap produktivitas pegawai. Kata kunci: human relations, komunikasi terbuka, kinerja pegawai.
EVALUASI POLITIK HUKUM PENYELENGGARAAN PILKADA LANGSUNG DI PAPUA Nandang Alamsah Deliarnoor
Sosiohumaniora Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.796 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i1.5672

Abstract

Apabila politik hukum penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah langsung dievaluasi berdasarkansubstansi hukum, struktur hukum dan budaya hukumnya di Provinsi Papua terdapat kelemahan-kelemahandisamping kekuatan-kekuatannya. Dalam substansi hukum terdapat salah interpretasi terhadap makna Pasal dalamkonstitusi selain ditemukan kekosongan substansi hukum yang lainnya. Dalam struktur hukum terdapat fenomenabanyaknya penyelenggara pemilu yang tersangkut perkara hukum. Dalam budaya hukum terjadi kemerosotanmoral yang disebarkan kepada masyarakat (dulu di lembaga perwakilan) dan seolah “politik uang” merupakansesuatu yang biasa dan tidak bisa dihindarkan, padahal merupakan perbuatan yang bertentangan dengan normahukum maupun norma sosial lainnya.Kata Kunci : Politik Hukum, Substansi Hukum, Struktur Hukum, dan Budaya Hukum.
INDONESIAN CHILDREN WATCHING AUSTRALIAN TELEVISIONS: AN ETHNOGRAPHIC STUDY Antar Venus
Sosiohumaniora Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i1.5197

Abstract

This study is concerned with 'the way children watching television' while focusing on the context of viewing activities, not on the program content. The study was conducted in Sydney Australia for six weeks from September to November 1998. For the purpose of the research, two Indonesian children had been chosen as the informants. The ethnographic method employed in this study due to the reasons that the context of children interacting with television cannot be quantified. In addition, data for the research have to be obtained in a natural environment where children do their usual viewing activities. The research findings shows that the observed children watched TV in an active and critical way. They are used to giving reasonable responses to any programs shown on television. Keywords : Ethnography, natural setting, Viewing activities
KALIMAT LESAPAN SUBJEK DALAM BAHASA RUSIA DAN PADANANNYA DALAM BAHASA INDONESIA Davidescu Cristiana
Sosiohumaniora Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i1.5322

Abstract

Dalam bahasa Rusia kalimat lesapan subjek merupkan kalimat susun satu yang memiliki hanya satu unsur inti, yaitu verba persona ketiga jamak (V3Pl),sedangkan subjek tidak tampak secara formal. Tujuan penelitian ini adalah membuat klasifikasi yang lengkap kalimat lesapan subjek berdasarkan unsur yang dimilikinya, merumuskan pola kalimat untuk setiap jenis kalimat, dan mencari padanan yang paling tepat kalimat ini dalam bahasa Indonesia.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif analitis. Hasil yang diperoleh adalah bahwa kalimat lesapan subjek terbagii atas empat grup besar : (a) kalimat lesapan subjek dengan unsur determinan, (b) kalimat lesapan subjek dengan unsur peluas wajib, (3) kalimat lesapan subjek dengan unsur determinan dan unsur peluas wajib, dan (4) kalimat lesapan subjek, baik tanpa unsur determinan maupun tanpa unsur peluas. Padanan kalimat macam ini dalam bahasa Indonesia adalah kalimat konstruksi aktif, kalimat konstruksi aktif dan ungkapan ada+nomina deverbal (ND). Kata kunci : kalimat lesapan subjek, unsur determinan, unsur peluas, konstruksii aktif, konstruksi pasif
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN REKLAME DI KOTA BANDUNG Deden Suhendar
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.28 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5488

Abstract

Penellitian ini bertujuan untuk menemukan konsep baru tentang implementasi kebijakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri atas sumber data primer dan data sekunder yang berkaitan dengan situasi dan kondisi empirisnya. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Kendala-kendala dalam implementasi kebijakan ini adalah: 1) Sebagian aparatur implementor kebijakan kurang memahami tujuan kebijakan pengelolaan reklame; 2) Lemahnya mental sumber daya aparatur implementor kebijakan; 3) SKPD yang menjadi implementor kebijakan belum secara menyeluruh didukung dengan sumber daya teknologi yang memadai; 4) Kurang terjalinnya komunikasi dengan baik antara pihak Pemerintah Kota Bandung dengan para implementor kebijakan, antar SKPD implementor kebijakan, Pemerintah Kota Bandung dengan para pemasang reklame, dan Pemerintah Kota Bandung dengan masyarakat yang berada pada ruas jalan yang bebas reklame; 5) Adanya tekanan politis dari pihak-pihak tertentu terhadap implementor kebijakan; 6) Pemerintah Kota Bandung tidak konsisten dalam mengimplementasikan kebijakan pengelolaan reklame. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan reklame di Kota Bandung secara empirik belum memberikan dampak yang signifikan terhadap penataan estetika kota. Disposisi/sikap pelaksana, karakteristik organisasi pelaksana, kondisi ekonomi, sosial, dan politik; aktivitas komunikasi antar organisasi pelaksana; standar dan tujuan kebijakan; dan sumber daya; belum memberikan kontribusi yang berarti terhadap keberhasilan kebijakan. Hal yang paling dominan dalam implementasi kebijakan ini adalah konsistensi sikap implementor dari tingkat pimpinan puncak sampai pelaksana untuk mengimplementasikan kebijakan sesuai dengan tujuan kebijakan. Dengan adanya konsistensi sikap implementor sejak proses perencanaan sampai dengan proses pengawasan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi kebijakan.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue