cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
STUDI POTENSI BRAIN GAIN SEBAGAI INOVASI REGENERASI PELAKU AGRIBISNIS DI DATARAN TINGGI CIANJUR Iwan Setiawan
Sosiohumaniora Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.337 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i1.9356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses brain gain, karakteristik pelaku brain gain, faktor penarik dan pendorong brain gain, serta kemandirian pelaku brain gain. Untuk itu digunakan desain kualitatif dengan metode studi kasus. Tujuh orang pelaku muda agribisnis terdidik dan berkeahlian ditempatkan sebagai informandan dipilih secara purposive. Observasi, wawancara mendalam dan diskusi terfokus dilakukan di dataran tinggi Kabupaten Cianjur mulai bulan Oktober-Desember 2013. Data dianalisis secara deskriptif dengan model interaktif. Hasil penelitian mengungkap bahwa: (1) berdasarkan prosesnya, brain gain terbagi dalam kategori primer dan sekunder yang terbangun secara swakarsa sebagai bentuk adaptasi, dengan motif dan tujuan yang relatif berbeda; (2) karakteristik pelaku brain gain primer berbeda dengan pelaku brain gain sekunder; (3) Pelaku brain gain memiliki pengetahuan yang luas, bersikap positif dan berketerampilan tinggi, terutama dalam agribisnis sayuran untuk pelaku primer, agribisnis non sayuran untuk pelaku sekunder; (4) kedua pelaku relatif mandiri, namun pelaku brain gain sekunder lebih mandiri; (5) tindakan brain gain pelaku primer cenderung dipengaruhi faktor pendorong eksternal dan faktor penarik struktural, sedangkan pelaku sekunder cenderung dipengaruhi faktor pendorong internal dan faktor penarik kultural-natural; dan (6) model brain gain terintegrasi potensial bagi inovasi regenerasi pelaku agribisnis. Perlu diteliti lebih lanjut kesiapan beragribisnis dari kedua pelaku.
TIPOLOGI STRUKTUR FRASE PREPOSISIONAL BAHASA RUSIA,INGGRIS, DAN INDONESIA (Suatu Kajian Kontrastif) Susi Machdalena; Ypsi Soeriasoemantri; Wagiati -
Sosiohumaniora Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v4i3.5271

Abstract

Penelitian ini berjudul “Tipologi Frase Preposisional Bahasa Rusia,Inggris,dan Indonesia (Suatu Kajian Kontrasif).” Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara tipologis frase dari ketiga bahasa tersebut. Frase preposisional bahasa Rusia dikontrastifkan dengan frase preposisional bahasa Inggris dan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Data-data diperoleh dari buku-buku pelajaran bahasa Rusia. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa secara eksplisit dalam bahasa Rusia tidak digunakan istilah frase preposisional. Dalam bahasa Rusia hanya dikenal frase verba yang merupakan gabungan verba dengan nomina berpreposisi, sedangkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia istilah tersebut disebut preposisional. Frase verba bahasa Rusia (gabungan verba dan nomina berpreposisi) memiliki pemarkah preposisi dan sufiks yang melekat pada nominanya. Adanya preposisi dalam frase tersebut menentukan kasus yang akan digunakan nomina, sedangkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia nomina tidak berubah walaupun terdapat preposisi. Kata kunci : Tipologi, frase, kontrastif
THE ROLE OF WEAVERS WOMAN IN STRENGTHENING NATIONALISM Case Study in Sajingan Besar Frontier, Indonesia Elyta Elyta; A Razak
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.022 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.19285

Abstract

Woven crafts made by women at the Sajingan Besar frontier, besides that it also has economic value, historical value, cultural values that show the identity of the population at the national boundary. The aims of the study were to describe the role of weavers’ women in strengthening nationalism, woven is a culture that is typical of the society in Sajingan Besar frontier, Sambas District. There are two data used in this paper, i.e primary data is field studies, and secondary data is literature studies. The result of research shown that there is an important role from weavers’ women in Sajingan Besar, namely: (1) Utilization of Natural Resources is to strengthen nationalism by utilizing the availability of natural resources in managing them into woven crafts which are a form of expansion of nationalism because woven crafts are a cultural heritage and has local characteristics of Sajingan Besar, (2) The Role of weavers’ women in Sajingan Besar is able to realize a harmonious life with the Malaysian community to strengthen nationalism has become a role model on the frontier whose territory is inhabited by a variety of different tribes, religions and cultures but unity is maintained. 
PENGARUH KINERJA BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP LOYALITAS NASABAH PENABUNG : SUATU SURVAI DI BANK CENTRAL ASIA CABANG SOEKARNO − HATTA BANDUNG Bob Foster
Sosiohumaniora Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.218 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i2.5445

Abstract

PENGARUH KINERJA BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP LOYALITAS NASABAH PENABUNG : SUATU SURVAI DI BANK CENTRAL ASIA CABANG SOEKARNO − HATTA BANDUNG
KUALITAS PELAYANAN PERIJINAN PENANAMAN MODAL DI PROVINSI JAWA BARAT Siti Nurhuda; Asep Kartiwa; Amin Ibrahim; Nina Karlina
Sosiohumaniora Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.744 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i3.5771

Abstract

Pemaknaan (verstehen) kualitas pelayanan perijinan penanaman modal seringkali di interpretasikansecara berbeda oleh kalangan investor sebagai penerima layanan dan aparatur pemerintah sebagai petugas yangmemberikan layanan. Hal inilah yang terjadi dalam konteks penelitian ini, bahwa kualitas pelayanan perijinanpenanaman modal menurut 5 (lima) aspek kualitas pelayanan sebagaimana dikembangkan Zeithaml et.al. yaknitangible (ketampakan fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan) danemphaty belum menggambarkan seluruh orientasi dan dimensi pelayanan dalam konteks penanaman modal.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif untuk memahami bagaimana prosespelayanan perijinan dilakukan dan mengungkapkan makna dari setiap fenomena menurut masyarakat danpemerintah. Peneliti mencari fakta bagaimana proses perijinan dilaksanakan pada Badan Pelayanan PerijinanTerpadu (BPPT) dan Badan Koordinasi dan Promosi Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Provinsi Jawa Barat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan perijinan penanaman modal yang diukur menurut5 (lima) aspek cenderung berdimensi tunggal yang “mengutamakan persepsi pelanggan”. Padahal melalui hasilpengamatan, wawancara mendalam maupun analisis dokumen terdapat kebutuhan pengembangan orientasi dariyang berdimensi tunggal menuju kualitas pelayanan yang memiliki empat orientasiyakni : orientasi kepadakepentingan warga, orientasi kepada kelestarian lingkungan, orientasi kepada persaingan usaha yang sehat danorientasi kepada peraturan perundang-undangan.
WUJUD REVITALISASI WISATA SPIRITUAL SEBAGAI EKSPANSI KAPITALISME PARIWISATA Nyoman Sri Subawa; Ni Wayan Widhiasthini
Sosiohumaniora Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.106 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i1.5235

Abstract

Era postmodern yang sangat terkait dengan globalisasi telah membawa dampak terhadap pergeseran kehidupan masyarakat. Terutama sangat tampak pada perubahan pola tindakan, dan gaya hidup yang cenderung praktis, dan serba “instant”. Hal ini tidak terlepas dari semakin ketatnya persaingan yang terjadi pada berbagai bidang, sehingga diperlukan kecerdasan tersendiri dalam pemanfaatan ruang dan waktu. Termasuk dalam melakukan aktivitas berwisata sebagai bentuk tindakan untuk melepaskan diri dari berbagai kesibukan dan rutinitas, serta kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan kerohanian yang lebih dikenal dengan spiritualitas. Dengan demikian keseimbangan hidup dapat dicapai, sehingga produktivitas dan profesionalisme pada bidang masing-masing dapat semakin meningkat. Kebutuhan masyarakat untuk memenuhi kedua hal tersebut mendapat perhatian dari pihak pengusaha yang bergerak di bidang kepariwisataan, khususnya biro perjalanan wisata dengan menawarkan paket wisata spiritual. Merupakan terobosan baru dengan menggabungkan konsep berwisata, dan kegiatan spiritual yang sebelumnya dilakukan secara terpisah. Penawaran ini mendapat sambutan dari masyarakat, terbukti dengan banyaknya masyarakat yang mengikuti program tersebut, baik yang tergabung dalam organisasi maupun pribadi. Hal ini sangat menarik untuk dicermati dari aspek sosial ekonomi, mengingat keterlibatan dari pengusaha pada bidang ini sesungguhnya tidak terpisah dari ekspansi kapitalisme, yang telah merambah bidang pariwisata.
MODEL EDUKASI BERDASARKAN SEGMENTASI KONSUMEN UNTUK MEMBANGUN MINAT MASYARAKAT PADA PERBANKAN SYARIAH Bambang Waluyo; Sylvia Rozza; Sujarwo Sujarwo
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.102 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.14561

Abstract

Pemahaman masyarakat yang rendah terhadap perbankan syariah menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Tujuan penelitian mengetahui variasi pelaku segmentasi konsumen dengan memperhatikan aspek-aspek kognitif, sosial, emosional, fisik, estetika dan spiritual. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Penelitian terdahulu menemukan lima segmen konsumen yaitu syariah loyalis, obligatory, follower, functional benefit, dan essentially conventional. Ranking pemahaman terhadap perbankan syariah berdasarkan urutan dari yang paling paham hingga yang paling tidak paham adalah syariah loyalis, obligatory, follower, functional benefit dan essentially conventional. Dasar yang dapat digunakan dalam edukasi perbankan syariah adalah : (1). edukasi perbankan syariah masih sangat diperlukan, (2). Edukasi perbankan syariah perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah, (3). Informasi tentang bank syariah dapat disampaikan melalui iklan pada berbagai media, dan (4). Segmen essentially conventional perlu diberi edukasi baik tentang produk maupun tentang perbankan syariah itu sendiri. Kerjasama diantara para stakeholders sangat diperlukan dalam edukasi perbankan syariah. Evaluasi keberhasilan edukasi dapat dilihat dari meningkatnya awareness segmen essentially conventional pada perbankan syariah. 
KARAKTERISTIK KEDEKATAN EMOSIONAL ORANGTUA SEBAGAI MODEL DAN MENTOR KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA Livia Yuliawati
Sosiohumaniora Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i2.5396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik terkait kedekatan emosional yang diperlukan oleh orang tua sebagai model dan mentor kecerdasan emosional bagi anak remajanya. Subjek penelitian ini adalah 82 orang remaja sebuah SMP dan SMU di Surabaya yang berusia 13-18 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kecerdasan emosional dan angket terbuka tentang kedekatan emosional subjek dengan orang tua mereka. Berdasarkan penelitian tersebut, terdapat dua karakteristik terkait kedekatan emosional yang diperlukan orang tua untuk menjadi model dan mentor kecerdasan emosional. Pertama, memiliki waktu kebersamaan yang lebih lama dengan remaja. Kedua, memiliki kualitas pribadi berikut ini, yaitu dapat dipercaya, memberikan kenyamanan emosional, serta dapat memahami dengan style komunikasi remaja. Kata kunci: Model, mentor, kecerdasan emosional, kedekatan emosional.
DAMPAK PELATIHAN PETANI TERHADAP KINERJA USAHATANI KEDELAI DI JAWA TIMUR Apri Kuntariningsih; Joko Mariyono
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.742 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i2.5739

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja usahatani kedelai di Jawa Timur, dengan penekananpada dampak pelatihan petani. Dampak dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerjausahatani kedelai, yang diukur dengan peningkatan produksi dan keuntungan. Fungsi produksi dan fungsikeuntungan yang sederhana digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan wawancarapribadi, yang dipandu dengan kuesioner semiterstruktur. Tiga kabupaten: Jember, Nganjuk dan NgawiJawa Timur terpilih sebagai lokasi penelitian. Lokasi ini adalah daerah produksi kedelai di Jawa Timur.Usahatani yang dijalankan selama 2010 terpilih sebagai objek kajian ini. Pendekatan regresi-bergandadigunakan untuk memperkirakan fungsi produksi dan keuntungan yang dibangun. Hasil menunjukkanbahwa pelatihan telah berdampak positif terhadap produksi dan keuntungan dari usaha tani kedelai,demikian juga tingkat pendidikan dan pengalaman. Petani yang menjalankan usahataniinya di lahansewa menunjukkan tingkat produksi dan keuntungan yang lebih rendah. Pada akhirnya, kenaikanpendapatan petani setelah mengikuti pelatihan diharapkan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.
HUBUNGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN SOSIAL DENGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN SENEMBAH TANJUNG MUDA HULU KABUPATEN DELI SERDANG Dearlina Sinaga
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.933 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.8851

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan dari sumber daya manusia dan social budaya terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Senembah Tanjung Muda Hulu Kabupaten Deli Serdang. Melalui desain  kuantitif  dengan pendekatan korelasional dan dengan teknik cluster sampling maka ditetapkan 273 orang sebagai sampel.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (angket), observasi  dan telaah dokumen. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dengan menggunakan Chi-kuadrat untuk menghitung normalitas data,uji homogenitas dengan uji Bartlett, menghitung linearitas dan keberartian, dan uji interdepedensi dengan korelasi product moment, sedangkan pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji Fdan uji t dengan program SPSS. Hasil penelitian menjelaskan bahwa secara parsial terdapat hubungan yang posistif dan signifikan antara Sumber Daya  Manusia (X1) dengan  Tingkat Kesejahteraan Masyarakat (Y) sebesar 15,9%, demikian juga terdapat hubungan Sosial Budaya (X2) dengan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat(Y)  sebesar 21.7%.  Namun secara simultan terdapat hubungan  yang posistif  dan signifikan  Sumber Daya Manusia (X1) dan Sosial Budaya (X2) secara bersama-sama dengan Tingkat  Kesejahteraan Masyarakat  (Y)  yang besarnya 37,9 %. 

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue