cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
KAMUS BAHASA DAN SENI BUDAYA SUNDA KUNO ABAD XI SAMPAI DENGAN XX MASEHI Elis Suryani NS
Sosiohumaniora Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i3.19436

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan istilah tujuh aspek budaya Sunda yang diambil dari naskah dan prasasti Sunda yang meliputi sistem religi, teknologi, kemasyarakatan, ekonomi, pendidikan, bahasa, dan kesenian yang kesemuanya terangkum dan disusun dalam sebuah Kamus Bahasa dan Seni Budaya Sunda Buhun Abad 11 sampai dengan 20 Masehi, yang lebih terperinci, lengkap, dan menyeluruh, yang diharapkan dapat dipublikasikan agar dapat dikenali, dibaca, dipahami, dan disebarluaskan kepada masyarakat Sunda, karena kamus semacam ini belum pernah ada yang menggarap dan menyusunnya secara mendetail dan dipublikasikan secara luas kepada masyarakat. Penelitian ini merupakan „produk baru‟, dalam arti berbeda dari kamus sejenis lainnya yang telah digarap lebih dulu dan belum pernah diterbitkan oleh pihak mana pun. Kamus ini bilingual. Bahasa sumbernya bahasa Sunda Kuno. Bahasa sasarannya bahasa Indonesia. Entri dan subentri diambil dari naskah Sunda (kuno) dan prasasti yang dibuat di Tatar Sunda sekitar abad ke XI s.d XX M. pada masa Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh sejak Prasasti Bantarmuncang (abad ke-11 Masehi) melalui Prasasti Kawali (abad ke-14 ) hingga Prasasti Batu Tulis (abad ke- 16 M). Bahan naskah terbuat dari lontar, saeh, nipah, daluang, dan kertas. Sumber data terdiri atas 20 buah naskah dan prasasti yang ditulis dengan aksara Sunda Kaganga, Cacarakan, Pegon, dan Latin. Bahasanya meliputi Sunda Buhun, Cirebon, dan bahasa Sunda masa kini. Metode penelitian bersifat deskriptif. Kamus disusun berdasarkan kata-kata yang diambil dari naskah yang telah ditransliterasi filolog tanpa memperbaiki atau memperhatikan baku atau tidaknya kata-katanya dalam bahasa Sunda Kuno melalui tahapan, heuristik, seleksi, gradasi, dan presentasi. Keunikan kamus ini adalah data diambil dari naskah dan prasasti Sunda abad ke-11 s.d 20 Masehi, yang baik bahasa maupun aksaranya sudah tidak dikenali dan tidak dipahami lagi oleh masyarakat Sunda, hanya para ahli yang masih menguasainya dan tidak banyak karena masih bisa dihitung dengan jari yang lama kelamaan mereka akan semakin uzur seperti layaknya naskah-naskah dan prasasti Sunda yang akan semakin lapuk, hancur, dan akhirnya musnah ditelan zaman apabila kita sebagai generasi muda tidak berusaha melestarikan dan menggarapnya. Hasil penelitian ini sangat berguna bagi kelestarian bahasa, aksara, naskah, prasasti, seni, dan kebudayaan Sunda. 
PENENTUAN WILAYAH-WILAYAH SENTRA PENGEMBANGAN TERNAK KECIL DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Achmad Firman; Obed Haba Nono
Sosiohumaniora Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2735.784 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i1.23250

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur yang bertujuan untuk menentukan wilayah-wilayah yang dapat dijadikan sentra bagi pengembangan ternak kambing, domba, dan babi. Data sekunder digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan wilayah pengembangan ternak kecil tersebut. Analisis kuantitatif menjadi metode yang digunakan pada kajian ini. Hasilnya memperlihatkan bahwa (1) sentra pengembangan ternak kambing adalah di Kabupaten Sumba Timur, Kab. Timur Tengah Utara (TTU), Kab. Alor, Kab. Flores Timur, Kab. Sikka, Kab. Nagekeo, Kab. Manggarai Timur, dan Kab. Sabu Raijua; (2) pengembangan ternak domba terdapat di Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua; dan (3) pengembangan ternak babi terdapat di Kab. Sumba Barat, Kab. Kupang, Kab. Timur Tengah Selatan (TTS), Kab. Ngada, Kab. Sumba Tengah, Kab. Sumba Barat Daya, dan Kota Kupang.
KATA-KATA SERAPAN BAHASA ACEH DARI BAHASA ARAB: Analisis Morfofonemis Winci Firdaus
Sosiohumaniora Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.157 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i2.5518

Abstract

Ada sekitar 700 kata Arab yang diserap oleh bahasa Aceh, Proses penyerapan itu tentu saja berpengaruh pada perubahan fonetik dan makna kata yang dihasilkan dalam bahasa Aceh. Penelitian ini membahas tentang proses perubahan ejaan dan perubahaan makna setelah kosakata Arab diserap ke dalam bahasa Aceh. Metode yang digunakan adalah Metode Agih dan Teknik Pilah Unsur Penentu. Jadi, berdasarkan hasil analisis terjadi perubahan ejaan kata serapan bahasa Aceh, perubahan ejaan itu meliputi beberapa proses, seperti disimilasi, metatesis, diftongisasi, monoftongisasi, anaptiksis protesis, epentesis, paragog, aferesis, sinkop dan apokop. Selain perubahan ejaan terjadi juga perubahan makna yang diserap dari bahasa arab tersebut, yaitu: makna tetap, makna menyempit, dan makna meluas. Namun bahasa Aceh cenderung memiliki makna tetap dalam penyerapannya terhadap bahasa Arab. Kata Kunci: kata serapan, ejaan, makna
MOBIL PAJAK KELILING SEBAGAI SOLUSI SOSIALISASI DAN UPAYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMUNGUTAN PAJAK Prayoga Bestari
Sosiohumaniora Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.184 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i2.9953

Abstract

Setiap negara membutuhkan dana pembangunan yang cukup besar untuk membiayai kebutuhannya. Negara belanja utama adalah biaya rutin seperti biaya karyawan, subsidi, utang, bunga dan cicilan bertemu dari penerimaan dalam negeri dalam bentuk pendapatan sektor minyak (minyak dan gas) dan non-minyak (pajak dan non-pajak). Biro Pusat Statistik pada 2014 Diluncurkan data bahwa penduduk kota di Indonesia telah Mencapai lebihdari 50% dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini adalah Kemungkinan untuk Meningkatkan setiap tahun, sehingga diperkirakan jumlah orang yang tinggal di daerah perkotaan akan mencapai 67% pada 2035 (lihat di http; // dispenda. jabar.go.id/2014/12/08/menumbuhkan-ekosistem- inovasi-e-Unit). Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi yang maju akan mendapatkan dampak bahwa kenaikan tingkat kelahiran dan besar banding urbanisasi dengan kota-kota di Provinsi Jawa Barat. Situasi ini kemudian menciptakan berbagai masalah perkotaan yang khas, seperti penurunankualitas pelayanan publik, mengurangi ketersediaan lahan perumahan, kemacetan lalu lintas di jalan raya, tingkat pembengkakan konsumsi energi, akumulasi sampah, dan meningkatnya tingkat kejahatan . Masalah dipelajari dalam penelitian ini meliputi; jasa pelaksanaan program di sekitar mobil pajak untuk meningkatkan pengumpulan pajak, program layanan penyebaran sekitar mobil pajak untuk meningkatkan pengumpulan pajak, dan solusi layanan mobil pajak untuk meningkatkan pengumpulan pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian di Dinas Pendapatan dari hasil Jawa Barat Province.The Menunjukkan beberapa hal, layanan implementasi pertama sekitar mobil pajak harus memberikan terobosan bahwa program layanan di seluruh pajakmobil dapat berjalan efektif dan efisien. Selain itu, sistem pemungutan pajak harus sederhana untuk Memfasilitasi dan mendorong masyarakat untuk memenuhi Ulasan kewajiban pajak mereka. Kedua, layanan sosialisasi sekitar mobil pajak harus Mampu memberikan target layanan informasi dan komunikasi, yang dapat meningkatkan efektivitas pemungutan pajak. Ketiga, solusi untuk meningkatkan pengumpulan pajak dan penyebaran menggunakan layanan pajak mobil layanan mobil pajak keliling pajak terpadu yang menyediakan jenis layanan seperti pajak kendaraan bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), konsultan pajak , dan memberikan informasi baru tentang program regulasi dan perpajakan yang akan dilaksanakan, sehingga Jawa Barat dapat digunakan sebagai proyek percontohan untuk program pengembangan komunikasi, informasi, media massa, dan penggunaan teknologi informasi modern.
SIKAP MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP AKUNTAN PENDIDIK YANG TIDAK MEMILIKI PENGALAMAN PRAKTEK Azhar Susanto
Sosiohumaniora Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i3.5522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana sikap mahasiswa jurusan akuntansi terhadap akuntan pendidik (akuntan dosen) yang tidak memiliki pengalaman praktek dibandingkan dengan yang memiliki pengalaman praktek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey deskriptif Penelitian. Unit analisis dari penelitian ini adalah mahasiswa jurusan akuntansi semua semester. Data primer di-kumpulkan dengan menggunakan kuesioner dimana setiap item yang diteliti diukur dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntan pendidik yang memiliki pengalaman praktek dan bekerja sebagai dosen jurusan akuntansi memiliki pengetahuan lebih luas dan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengajar dibandingkan dengan akuntan pendidik yang tidak memiliki pengalaman praktek. Mereka juga lebih baik dalam menjelaskan tujuan matakuliah, penguasaan materi, memberikan pengetahuan yang dimilikinya dan dalam menjelaskan teori. Dalam hal memotivasi mahasiswa terhadap penguasaan matakuliah, akuntan pendidik yang memiliki pengalaman praktek dapat memberikan motivasi dan harapan untuk menguasai pelajaran lebih baik dibandingkan dengan dosen (akuntan pendidik) yang tidak memiliki pengalaman praktek dan mahasiswa berharap bahwa semua akuntan pendidik sebaiknya memiliki pengalaman praktek dalam bidang ilmu yang diajarkannya Kata kunci: Sikap mahasiswa akuntansi, akuntan pendidik, pengalaman praktek
RUANG TERBUKA HIJAU DALAM TATA RUANG KOTA BANDUNG AKHIR ABAD XIX HINGGA PERTENGAHAN ABAD XX Miftahul Falah
Sosiohumaniora Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1536.438 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i2.21020

Abstract

Dalam tata ruang kota, ruang terbuka hijau merupakan salah satu komponen pembentuk fisik kota dan keberadaannya menjadi salah satu indikator penilaian terhadap kualitas lanskap kota. Di Kota Bandung, ruang terbuka hijau cukup banyak baik yang dibangun pada masa kolonial maupun masa kemerdekaan, tetapi secara historis, belum banyak yang mengkaji. Bagaimana keletakan ruang terbuka hijau dalam konstelasi tata ruang Kota Bandung pada Abad XX? Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan itu, dalam kajian ini diterapkan metode sejarah yang dalam tataran operasional terdiri atas empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk menganalisisnya, digunakan konsep morfologi kota yakni salah satu pendekatan dalam mengkaji kota dengan menekankan pada aspek perubahan fisik kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Pemerintahan Gemeente Bandung (Pemerintah Kota Bandung), ruang terbuka hijau lebih banyak dibangun di wilayah Bandung Utara; hutan kota yang ada Kota Bandung yang dikenal dengan nama Jubileumpark memiliki area lebih luas dibandingkan dengan kondisi sekarang; taman-taman kota yang telah dibangun oleh Pemerintah Gemeente Bandung sebagian besar masih berfungsi setelah direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Bandung; dan beberapa taman kota mengalami transformasi karena berbagai alasan, antara lain ketidaksesuaian dengan budaya lokal. 
PROBABILITAS TERJADINYA TINDAK KEKERASAN TERHADAP WANITA DALAM RUMAH TANGGA: STUDI PADA MASYARAKAT BERBASIS PERTANIAN DI KABUPATEN BENGKULU UTARA Agus Purwoko; Ketut Sukiyono; Basuki Sigit Priyono
Sosiohumaniora Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.156 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i1.5462

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi probabilitas terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada wanita/istri petani, dalam periode 3 dan 6 bulan terakhir. Metode deskriptif dan probit binary model digunakan untuk menganalisa data yang telah terkumpul melalui wawancara terhadap 200 wanita dari 4 desa di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara yang dipilih secara stratified random sampling berdasarkan basis ekonomi rumah tangga (RT) mereka, yakni RT perkebunan, RT perikanan air tawar, dan RT pertanian tanaman pangan. Jumlah responden untuk masing-masing desa ditentukan secara proporsional berdasarkan sub-populasinya dan pemilihannya juga dilakukan secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probabilitas wanita/istri petani mengalami KDRT dalam 3 dan 6 bulan terakhir adalah 37% dan 48%, dalam bentuk kekerasan fisik, psikologi, sosial-ekonomi, dan seksual. Penelitian ini juga menemukan bahwa perbedaan umur suami-istri, umur pernikahan, status ekonomi istri, dan perbedaan suku (etnik) suami-istri secara signifikan mempengaruhi probabilitas terjadinya KDRT pada wanita/istri petani, baik untuk periode 3 ataupun 6 bulan terakhir. Estimasi efek marjinal dari peubah bebasnya mengindikasikan bahwa persamaan etnik suami-istri dan status ekonomi istri memiliki kontribusi terbesar yang dapat mengurangi probabilitas wanita/istri petani mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangganya. Kata kunci: kekerasan dalam rumah tangga, probalititas, binary probit model
MAKNA “SILAS” MENURUT KEARIFAN BUDAYA SUNDA PERSPEKTIF FILSAFAT NILAI: RELEVANSINYA BAGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN Firdaus Saleh; Soejadi -; Lasiyo -
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.996 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i2.5745

Abstract

Makna silih asih, silih asah, silih asuh (Silas) sebagai kearifan budaya Sunda mengandung nilaikeharmonisan dalam membangun kualitas kemanusiaan, sehingga digunakan sebagai metodepemberdayaan masyarakat miskin. Dalam perspektif filsafat nilai, makna nilai tersebut memiliki relevansibagi pemberdayaan masyarakat miskin, karena secara sistematika filsafat menunjukkan bahwa, silihasih mengandung makna nilai ontologis, silih asah mengandung makna nilai epistemologis, dan silihasuh mengandung nilai aksiologis. Pada hakikatnya, manusia miskin diakibatkan oleh ketidakberdayaanmengoptimalkan fungsi susunan hakikat kodrat berupa jiwa (akal, rasa, karsa) dan raganya melaluikehidupannya, sehingga dibutuhkan transformasi nilai pemberdayaan dalam hakikat kodrat manusiayang menjadi subtansi dasarnya. Esensi makna nilai Silas bersifat universal sesuai dengan nilai-nilaiPancasila yang digunakan sebagai metode pemberdayaan masyarakat miskin dengan memiliki ciri-ciriberfikir kefilsafatan, bersifat konseptual, runtut, dan sistematis. Dalam menginternalisasikan maknatersebut, ternyata lebih kondusif pada masyarakat perdesaan daripada perkotaan, tetapi menghadapikendala mulai tergerusnya nilai tersebut dalam akulturasi dengan budaya luar, sehingga dibutuhkanrefungsionalisasi makna Silas dengan melakukan redefinisi dalam dimensi kekinian dan tidak mengubahkandungan subtansi nilainya yang disosialisasikan kepada masyarakatnya.
KYAI SEBAGAI AGEN PERUBAHAN SOSIAL DAN PERDAMAIAN DALAM MASYARAKAT TRADISIONAL Robby Darwis Nasution
Sosiohumaniora Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.147 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i2.10346

Abstract

Globalisasi ekonomi telah merubah struktur masyarakat di dunia ini menjadi jauh dari kata sosialis atau perduli terhadap sesama. Ketidak perdulian ini merupakan salah sa tu bentuk dari modernisasi masyarakat global dan orientasi hidupnya lebih kepada hukum ekonomi daripada hukum kemanusiaan ataupun agama. Ciri khusus yang dimiliki masyarakat modern adalah lebih rasional terhadap segala hal termasuk dalam menyingkapi perbedaaan agama. Islam sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia juga telah mengklasifikasikan masyarakat dimana banyak peneliti mengatakan bahwa terdapat Islam Modern dan Islam Tradisional. Islam Tradisional masih memegang rasa daripada rasionalitas dan menempatkan tokoh agama seperti Kyai sebagai tokoh sentral yang akan selalu dipatuhi oleh kalangan Islam tradisional. Dengan berpegangan pada konsep Realisme yang diutarakan E.H. Carr mengatakan bahwa selama ada otoritas yang menaungi suatu sistem maka konflik akibat sistem anarkis tidak akan pernah terjadi. Maka dari itu, Kyai sebagai tokoh sentral dan berfungsi sebagai otoritas tertinggi yang selalu dipatuhi dan dipatuhi oleh penganut Islam tradisional merupakan kunci utama terbentuknya perdamaian didalam masyarakat tradisional. Dengan demikian, Kyai juga bisa dikatakan sebagai agen perubahan sosial dan perdamaian di dalam masyarakat tradisional.
KEDUDUKAN WANITA MENAK DALAM STRUKTUR MASYARAKAT SUNDA (STUDI KASUS DI KOTA BANDUNG) Hj. Ietje Marlina
Sosiohumaniora Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v8i2.5370

Abstract

Penelitian ini mengungkap gambaran tentang kedudukan wanita keturunan menak dalam struktur masyarakat Sunda. Masalah yang dikaji berupa aspek-aspek wanita keturunan menak yang berkeluarga terhadap aktivitas kerja di sektor domestik dan di sektor publik, tanggapan suami terhadap istri yang bekerja dan sikap lingkungan sosial Sunda terhadap kedudukan dan aktivitas wanita. Tujuannya ialah untuk melihat upaya wanita Sunda keturunan menak dalam mempertahankan status mereka di lingkungan sosialnya. Teori dalam penelitian ini mengacu pada strukturalisme, transformasi, teori status, teori peran, dan pendekatan gender. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan status kelompok manusia, sebagai sebuah obyek dalam peristiwa yang sedang berlangsung. Pendekatan kualitatif menekankan pada prosedur penelitian dengan menggunakan data kualitatif dengan kajian etnografi. Kajian etnografi untuk memahami kehidupan masyarakat berdasarkan sudut pandang masyarakat bersangkutan. Dengan demikian, penelitian ini bermaksud untuk memahami wanita-wanita Sunda keturunan menak yang diteliti secara personal dan memandang mereka dalam mengungkapkan pandangan dunianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita keturunan menak dan suami mereka memiliki tanggapan positif terhadap aktivitas wanita yang bekerja baik dalam peran domestik maupun peran publik. Pekerjaan mereka ditujukan untuk mencapai kesejajaran suami-istri, saling menghargai di antara sesamanya, mencapai kesejahteraan keluarga, dan mendapat dukungan dari lingkungan sosialnya. Struktur masyarakat Sunda sekarang tidak membedakan kedudukan antara suami dan istri dalam rumah tangga. Kesejajaran ini mendapat dukungan yang berarti, baik dari lingkungan keluarga, lingkungan kerja, maupun lingkungan sosialnya. Artinya, differensiasi peran dan kedudukan dalam keluarga terintegrasi dengan proporsi peran wanita di sektor domestik dan publik sama besarnya. Dimensi interaksi antara istri, suami, dan anak dalam keluarga teratasi sehingga kesejajaran struktur secara fungsional tercapai. Kata kunci: Kedudukan Wanita, Gender, dan Transformasi

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue