cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH MANAJEMEN AGRIBISNIS MELALUI PEMBERIAN HAND OUT PADA MAHASISWA JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS RIAU Almasdi Syahza; Henny Indrawati
Sosiohumaniora Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i3.5572

Abstract

Matakuliah Manajemen Agribisnis bertujuan untuk memperkenalkan gagasan-gagasan dan prinsip dasar manajemen di bidang agribisnis. Penyampaian materi kuliah lebih bersifat monoton, mahasiswa kurang dituntut untuk bersikap aktif di dalam kelas. Akibatnya ketuntasan belajar tidak tercapai. Ketuntasan belajar diukur dengan daya serap rnahasiswa pada setiap akhir proses pembelajaran melalui evaluasi setiap pokok bahasan. Suatu pokok bahasan dikatakan tuntas apabila rata-rata daya serap mahasiswa di atas 75 persen yang ditunjukkan oleh hasil belajar yang diperoleh. Perbaikan pembelajaran dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Instrumen pembelajaran yang digunakan adalah garis besar program pengajaran (GBPP), silabus, handout, buku ajar, satuan acara perkuliahan (SAP), dan kontrak perkuliahan. Sedangkan instrumen pengumpul data adalah berupa tes tertulis bentuk uraian, kertas kerja (makalah) dan jumlah kehadiran. Prosedur pada PTK terdiri dari 5 tahap setiap siklus, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, observasi, dan refleksi. Tingkat penguasaan mahasiswa pada siklus I hanya mencapai sebesar 72,5%, pada siklus II meningkat menjadi kriteria sangat baik yakni mencapai 77,5% dan kriteria baik sebesar 22,5%. Secara statistik terjadi perbedaan yang berarti. Arah perbedaan tersebut bersifat positif, artinya perubahan kepada yang lebih tinggi (lebih baik). Tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi yang disajikan dengan memberikan handout menunjukkan hasil yang lebih baik yakni sebanyak 85% mahasiswa memperoleh kriteria baik dan sangat baik, sedangkan yang memperoleh kriteria cukup hanya 15%. Kata kunci: Perbaikan pembelajaran, manajemen agribisnis, handout
PERAN PEREMPUAN DALAM SISTEM KEBUN TALUN DI DESA KARAMATMULYA, KECAMATAN SOREANG,KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Dede Tresna Wiyanti
Sosiohumaniora Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.528 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i3.8336

Abstract

Ketika figur seorang petani digambarkan, seringkali gambaran yang diperoleh adalah seorang laki-laki dengan pakaian penuh lumpur sedang membajak sawah atau mencangkul. Jarang sekali seorang petani digambarkan sebagai seorang perempuan yang sedang mencangkul lahan pertanian sambil menggendong anak kecil di punggungnya, seorang perempuan yang sedang mencari dan mengumpulkan kayu bakar, atau seorang perempuan muda yang sedang memotong rumput untuk memberi makan ternaknya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun perempuan ikut berperan di dalam sistem pertanian, namun seringkali peran perempuan terabaikan.Selain itu, hubungan/relasi antara perempuan dan laki-laki atau relasi gender biasanya dianggap sebagai sesuatu yang mutlak dan tidak dapat dirubah. Untuk dapat mengetahui bagaimana peran perempuan, kerja yang merekalakukan, dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya dalam kegiatan pertanian di lahan kering dalam hal ini di kebun talun maka dilakukan penelitian tentang permasalahan tersebut di Desa Karamatmulya, KecamatanSoreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dan focuss group discussion dengan kelompok petani perempuan yang melakukan kegiatan pertanian dengan sistem kebun talun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan terlibat di hampir semua kegiatan kebun talun, termasuk pada kegiatan yang termasuk kategori sangat berat dan berat. Ini ditunjukkan dengan tidak ada jenis tanaman yang ditanam di kebun talun yang termasuk kategori tanaman laki-laki (men’s crop). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan memberikan kontribusi yang tidak lebih kecildibanding laki-laki pada kebun talun. Namun, tidak sebanding dengan peran dan kontribusi perempuan terhadap kebun talun, pengambilan keputusan dalam sistem kebun talun masih didominasi laki-laki. Perempuan dapatmemberikan saran, namun keputusan akhir tetap pada pihak laki-laki. Faktor utama yang mempengaruhi relasi (hubungan) antara laki-laki dan perempuan atau relasi gender di lokasi penelitian adalah kondisi ekonomi.
ANTROPOLOGI POLITIK: PENGKAJIAN PENDEKATAN TINGKAH LAKU DAN KEBUDAYAAN MENYOROTI PERGERAKAN AKTOR POLITIK Madiri Thamrin Sianipar
Sosiohumaniora Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v4i1.5254

Abstract

Antropologi politik adalah penggunaan metode pendekatan antrapologi untuk mengkaji masalah politik. Antropologi politik menyoroti pergerakan tingkah laku dan kebudayaan yang berorientasi kepada proses, menuju sintesis baru dengan menggunakan analisa struktur yang telah diperbarui. Manfaat antropologi politik untuk Indonesia ke depan adalah mengkaji pergerakan aktor politik, turut mengambil bagian dalam berbagai konflik vertikal dan konflik horizontal di berbagai daerah terjadinya keberingasan sosial dan benturan atau kerusuhan sosial politik dan sosial ekonomi yang terjadi antara penduduk asli dan warga pendatang di Kalimantan, Maluku dan Irian Jaya serta daerah-daerah lainnya di Indonesia. Antropologi politik secara holistik dan komprehensif dapat menyuguhkan adaptasi kebudayaan dan metode pendekatan tingkah laku dalam mengantisipasi dan memberikan rumusan jalan ke luar terhadap masalahmasalah disintegrasi bangsa dan kesenjangan komunikasi gerakan arus bawah dengan elite politik sebagai alternatif kebijakan negara. Kata Kunci : Antropologi Politik
SIMBOLISME AYAM JAGO DALAM PEMBANGUNAN IDENTITAS KULTURAL KABUPATEN CIANJUR Ani Rachmat
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.29 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.14549

Abstract

Penelitian ini mengkaji latar kultural dan historis pemaknaan ayam jago dalam kebudayaan Indonesia secara umum, dan kebudayaan Sunda secara khusus. Ayam pelung menjadi fokus kajian karena secara simbolik erat kaitannya dengan masyarakat Kabupaten Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Sumber-sumber penelitian ini menggunakan sumber naskah, buku, jurnal, serta sumber lisan berupa wawancara. Ayam jago adalah satwa yang merepresentasikan kekuatan. Dalam kebudayaan Sunda, ayam jago erat kaitannya dengan kisah Ciung Wanara. Kisahnya merepresentasikan kebiasaan masyarakat yang gemar dalam memelihara dan mengadu ayam. Kebiasaan memelihara ayam tergambar pula dalam kebiasaan masyarakat Kabupaten Cianjur terhadap ayam pelung. Ayam pelung yang memiliki suara bagus dimaknai bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi historis dan kultural. Ayam pelung pun kemudian menjadi simbol pembangunan fisik dan psikis Kabupaten Cianjur. Slogan “Cianjur Jago” mengandung harapan akan terciptanya masyarakat yang “jago” secara positif dalam pembangunan kultural masyarakat Kabupaten Cianjur di masa yang akan datang. 
KEPEMILIKAN NUKLIR DAN KEAMANAN NASIONAL IRAN: SUATU STUDI KASUS Obsatar Sinaga
Sosiohumaniora Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.789 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v11i1.5576

Abstract

Peranan negara-bangsa (nation-states) dalam hubungan internasional masih memegang peranan yang penting, terutama dalam memenuhi kepentingan nasionalnya. Salah satu permasalahan penting yang selalu berhubungan dengan negara adalah mengenai keamanan. Tulisan ini memusatkan kajian pada kepemilikan nuklir Iran dalam konteks kerangka kerja analisis keamanan nasional. Dalam hal ini kepemilikan nuklir Iran merupakan salah satu upaya negara untuk bertahan hidup dan mendapatkan posisi tawar yang lebih baik dalam berinteraksi dengan negara-negara lain, khususnya menghadapi dominasi Amerika Serikat.
PENGGUNAAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK UNTUK PENGENALAN POLA: PENERIMAAN DAN PENDAPATAN PETANI TEBU Cungki Kusdarjito; Any Suryantini
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1827.45 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5754

Abstract

Selama ini sebagian besar analisis dalam bidang pertanian, khususnya agribisnisdan sosial ekonomi pertanian menggunakan pendekatan ekonometrika dengan mendasarkanpada asumsi “linieritas”. Pendekatan ini memberikan keunggulan dalam analisis ekonomi,seperti elastistas, return to scales, ataupun analisis fungsi permintaan dan penawaran dapatdiketahui dengan mudah. Meskipun demikian, saat ini disadari bahwa permasalahan dalambidang pertanian tidak sesederhana yang diasumsikan. Fungsi yang dianalisis mungkinmerupakan fungsi polynomial. Beberapa variabel mungkin tidak dapat didefinisikan denganjelas, khususnya variabel sosial. Oleh karena itu, penggunaan soft computing seperti model sarafbuatan (artificial neural network), genetic algorithm, fuzzy logic mulai banyak dipergunakanuntuk memecahkan berbagai persoalan yang bersifat non-linier, hazy dan subyektif. Berkaitandengan hal tersebut, tulisan ini memberikan ilustrasi penggunaan model saraf buatan dalambidang pertanian dengan mengambil kasus pada tanaman tebu. Perhitungan dilakukan denganmenggunakan multilayers networks sebanyak empat lapis dan proses belajar menggunakanalgoritma back propagation. Proses pembelajaran dilakukan sampai terjadi overtraining untukmemetakan pola hubungan faktor penentu penerimaan dan pendapatan petani tebu. Hasil yangdiperoleh menunjukkan bahwa biaya-biaya seperti sewa lahan, bibit, pestisida dan tenaga kerjamemiliki kontribusi yang besar dalam mempengaruhi penerimaan dan pendapatan petani. Biayasewa lahan yang tinggi dengan penggunaan biaya kerja yang rendah akan menekan pendapatanpetani sehingga usaha tani tebu harus diusahakan secara intensif. Selain itu, biaya modal sendiricenderu ng lebih menekan pendapatan dibandingkan dengan modal pinjaman.
ASPEK SOSIOEKOLOGIS USAHATANI KOPI ARABIKADI DATARAN TINGGI KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA Jef Rudiantho Saragih
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.505 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.7896

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh aspek sosioekologis terhadap produksi kopi arabika dengan menggunakan persamaan regresi majemuk dan diduga dengan program SPSS 22.  Sampel berjumlah 58 rumah tangga petani.  Tingkat partisipasi petani mengikuti pelatihan hanya 30%.  Aspek-aspek  yang perlu ditingkatkan adalah penggunaan pohon pelindung legum (26%), jumlah pohon pelindung (67 pohon/ha), pemangkasan tanaman kopi (43%), pengembalian kulit kopi sebagai mulsa (57%), dan menyediakan tempat terpisah untuk menyimpan pestisida (41%).  Sementara aspek ekologis yang sudah baik adalah penggunaan pupuk organik (93%) dan penggunaan masker atau pengaman saat mengaplikasikan pestisida.  Aspek ekologis yang perlu diminimalkan adalah penggunaan herbisida untuk mengendalikan gulma (91%).  Aspek sosial dan ekologi secara bersama berperan penting pada usahatani kopi arabika. Aspek ekologi memiliki multiperan, yaitu peningkatan kuantitas produksi, peningkatan kualitas, dan keberlanjutan lingkungan.  Partisipasi petani dalam pelatihan, jumlah pohon pelindung legum, dan praktik pemangkasan tanaman kopi, berpengaruh positif dan nyata terhadap produksi kopi arabika.  Sementara umur, tingkat pendidikan, jumlah pohon pelindung, penggunaan pupuk organik, dan penggunaan kulit buah kopi sebagai mulsa, berpengaruh positif dan tidak nyata terhadap produksi kopi arabika.
KAPASITAS PERIKANAN TANGKAP DI TELUK TOMINI WILAYAH PERAIRAN SELATAN GORONTALO Abdul Hafidz Olii; Daniel R. Monintja; Ari Purbayanto; Victor Ph. Nikijuluw
Sosiohumaniora Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i2.5379

Abstract

Fishing capacity diartikan sebagai kemampuan input perikanan (unit kapal) yang digunakan dalam memproduksi output (hasil tangkapan), yang diukur dengan unit penangkapan atau produksi alat tangkap lain. Secara sederhana, fishing capacity adalah kemampuan unit kapal perikanan (dengan segala aspeknya) untuk menangkap ikan. Tentu saja kemampuan ini akan bergantung pada volume stok sumberdaya ikan yang ditangkap (baik musiman maupun tahunan) dan kemampuan alat tangkap ikan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis efisiensi teknis dan kapasitas perikanan tangkap antar tahun; antar jenis armada penangkapan dan antar armada pukat cincin. Lokasi penelitian di perairan bagian selatan gorontalo dengan menggunakan metode pendekatan data analysis envelopment (DEA). Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan perikanan tangkap selama 20 tahun sejak tahun 1986 – 2005 di wilayah Perairan Selatan Gorontalo pada tahun 1995, 2003 dan 2005 merupakan tahun yang paling efisien dibandingkan dengan tahun-tahun yang lain sehingga tahun-tahun ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengalokasian jumlah upaya dan hasil tangkapan,untuk alat tangkap yang paling efisien adalah pukat cincin dan pancing sedangkan jaring insang merupakan jenis alat tangkap yang tidak efisien, sekitar 11 kapal yang memiliki tingkat efisiensi sama dengan 1. Untuk mencapai tingkat efisiensi dari masing-masing kapal pukat cincin maka perlu melakukan pengurangan jumlah input berupa mengurangi ukuran GT kapal sebesar 27,97%, mengurangi lama waktu penangkapan ikan sebesar 29,49%, mengurangi jumlah trip/bulan sebesar 26,87% dan mengurangi biaya operasional sebesar 15,67% Kata Kunci : Kapasitas Perikanan, Efisiensi, Kemampuan, Pukat Cincin, Pancing
ANALISIS KETRANSITIFAN DALAM “ROOTS OF THE NORTH MALUKU CONFLICT” DI JAKARTA POST (1999): ANALISIS WACANA KRITIS Sunaidin Ode Mulae; Sutiono Mahdi
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.54 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5687

Abstract

Studi analisis wacana kritis diterapkan untuk menganalisis isu-isu ideologi, dominasi, kekuasaan danstrategi teks berita. Studi ini mengambil objek Analisis Ketransitifan dalam “Roots of the North Maluku Conflict”di Jakarta post (1999), yang dikaji dengan pendekatan analisis kritis. Pendekatan ini memusatkan perhatianuntuk melihat kenyataan di balik sebuah teks berita, kemudian dihubungkan ke tatabahasa fungsional untukmengidentifikasi proses bahasa dan fungsi bahasa. Pendekatan itu untuk memahami dan memandang penggunaanbahasa dalam tuturan dan tulisan sebagai bentuk praktek sosial. Masalah yang diangkat ialah bagaimana prosesmaterial dalam teks berita dan bagaimana bentuk praktek wacana dalam berita. Metode yang digunakan di penelitianini adalah metode analisis isi kualitatif. Metode ini digunakan untuk memahami pesan simbolik dari wacana teks,dalam hal ini teks-teks berita. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah berita konflik Maluku Utara(1999) di Jakarta Post yang terdiri 40 klausa, 13 paragraf, 602 kosakata. Hasil Penelitian menunjukan prosesktransitifan terdapat 6 proses material. Bentuk praktek wacana yang digunakan di dalam teks berita ialah praktekidentifikasi dan kategorisasi. Dua bentuk itu dapat menunjukan posisi konflik di Maluku Utara (1999) sebagaikonflik tapal batas yang bermuara pada konflik agama anatare Kristen dan Islam.Kata Kunci: Proses Material, Analisis Wacana Kritis, Konflik Maluku Utara.
REKRUTMEN, SELEKSI, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIROKRAT PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK (Di Pemerintahan Kota Bandar Lampung) Ida Farida
Sosiohumaniora Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.868 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i1.11271

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada pelayanan publik birokrat perempuan yang memerlukan pengelolaan SDM yang baik melalui pelaksanaan kegiatan operasional MSDM, terutama perekrutan, seleksi, dan pendidikan dan pelatihan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif yang diolah dengan analisis jalur.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh birokrat di Pemerintah Kota Bandar Lampung sebanyak 1.181 orang, dengan sampel sebanyak 290 responden.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel eksogen yang memiliki pengaruh terbesar terhadap Pelayanan Publik adalah variabel Perekrutan, sedangkan yang memiliki pengaruh terkecil adalah variabel Pelatihan

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue