cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
PROSESI PERALIHAN KEKUASAAN DARI HABIBIE KE ABDURAHMAN WAHID : SEBUAH PENELITIAN AWAL Reiza D. Dienaputra; Agusmanon Yuniadi; Dwi Agusta
Sosiohumaniora Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i3.5203

Abstract

Penelitian tentang Prosesi Peralihan Kekuasaan dari Habibie ke Abdurahman Wahid bermaksud mengungkap jalannya proses peralihan kekuasaan dari Habibie ke Abdurahman Wahid. Untuk memperoleh penjelasan genetis tentang jalannya proses peralihan kekuasaan tersebut, penelitian ono menggunakan metode sejarah. Berdasarkan hasil pengamatan awal ini, proses peralihan kekuasaan dari Habibie ke Abdurahman Wahid berlangsung secara demokratis dan konstitusional. Setidaknya ada dua peristiwa penting yang menandai jalannyaproses peralihan kekuasaan. Pertama, pemilihan umum pada tanggal 7 Juni 1999. Kedua, proses pemungutan suara dalam pemilihan presiden pada tanggal 20 Oktober 1999. Kedua peristiwa penting dalam proses peralihan kekuasaan dari Habibie ke Abdurahman Wahid membuat peralihan kekuasaan dari Habibie ke Abdurahman Wahid menjadi peralihan kekuasaan pertama yang kesemua prosesnya berlangsung secara demokratis di dalam gedung MPR/DPR. Di sampling itu, peralihan kekuasaan ini membuat Abdurahman Wahid menjadi presiden pertama Republik Indonesia yang dipilih melalui proses pemungutan suara. Tegasnya, peralihan kekuasaan dari Habibie ke Abdurahman Wahid merupakan peralihan kekuasaan yang paling demokratis dan konstitusional di Indonesia sepanjang era kemerdekaan. Kata kunci : Prosesi, peralihan kekuasaan, demokratis, pemungutan suara, konstitusional.
PARTISIPASI MASYARAKAT PESISIR DALAM PELESTARIAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE (Studi Kasus di Kabupaten Indramayu Jawa Barat) Iwang Gumilar
Sosiohumaniora Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.88 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i2.14707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian ekosistem hutan mangrove di wilayah pesisir Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Variabel yang diteliti meliputi persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian ekosistem hutan mangrove. Pengukuran derajat persepsi dan partisipasi diukur menggunakan metode skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki persepsi bahwa kerusakan ekosistem mangrove selain karena faktor alam juga karena perilaku manusia; mangrove memiliki manfaat penting bagi lingkungan pesisir; pengelolan hutan mangrove tanggung jawab bersama; perusahaan lokal harus berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan, dan pemerintah daerah berkewajiban menjamin pelestarian lingkungan dengan baik melalui penegakan hukum lingkungan dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan masih rendah. Indeks partisipasi masyarakat dalam program rehabilitasi hutan mangrove berada pada tahap tokenisme yaitu suatu tingkat partisipasi dimana masyarakat didengar dan diperkenankan berpendapat, tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan jaminan bahwa pandangan mereka akan dipertimbangkan oleh pemegang keputusan. Hal ini akan menjadi ancaman keberlanjutan ekosistem hutan mangrove karena akan berimplikasi pada sense of belonging and sense of responsibility dari masyarakat terhadap pengelolaan hutan mangrove.
ANALISIS PEMASARAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA NILAM (Pogostemon cablin benth) DI KABUPATEN GARUT Endah Djuwendah; Erna Rachmawati
Sosiohumaniora Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i3.5402

Abstract

Nilam merupakan komoditas perkebunan yang memberikan devisa terbesar dari ekspor minyak atsiri Indonesia. Oleh karena itu, eksistensi dan peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya melalui pengelolaan agribisnis dan pemasaran hasil secara profesional dan berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui:(1) struktur pasar, perilaku pasar, dan kinerja pemasaran nilam, (2) kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pengembangan usaha nilam, serta (3) strategi pengembangan usaha guna meningkatkan potensi dan peluang usaha nilam. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Garut dengan menggunakan metode survei deskriptif. Responden petani diambil secara sengaja, sedangkan responden penyuling dan pedagang diambil berdasarkan teknik bola salju (snowball sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar daun dan minyak nilam di Kabupaten Garut adalah oligopsoni. Perilaku pasar waktu transaksi dan harga jual cenderung ditentukan oleh pembeli. Petani dan penyuling pada pemasaran daun dan minyak nilam cenderung sebagai penerima harga. Kinerja pasar berdasarkan analisis margin, farmer’s share pada pemasaran daun nilam belum efisien, namun pada pemasaran minyak nilam efisien. Kekuatan bagi pengembangan agribisnis nilam di Kabupaten Garut adalah ketersediaan sumberdaya lahan yang luas, agroklimat yang sesuai dengan persyaratan pertumbuhan tanaman nilam, dan ketersediaan tenaga kerja. Kelemahan berupa: (a) kecilnya skala usahatani nilam, (b) permodalan para petani dan penyuling terbatas, (c) bahan baku daun nilam terbatas dan tidak tersedia secara berkesinambungan serta (d) tingkat penerapan teknologi budidaya dan penyulingan masih rendah. Pangsa pasar dalam dan luar negeri yang luas, kerjasama antara penyuling dan pedagang dalam permodalan dan usaha penyulingan minyak nilam, serta sistem kemitraan petani dengan perum Perhutani (PHBM) dalam pemanfaatan lahan kehutanan untuk usahani nilam merupakan peluang yang baik. Ancaman adalah ketersediaaan bahan baku daun nilam terbatas dan tidak berkelanjutan, serta kinerja pasar nilam yang kurang baik dicirikan oleh rendahnya harga dan terbatasnya informasi pasar di tingkat petani dan penyuling. Strategi pengembangan agribisnis nilam adalah pertumbuhan yang agresif (growth strategy) dengan empat alternatif strategi pengembangan yaitu strategi S-O, W-O, S-T dan W-T. Kata kunci : Struktur perilaku dan kinerja pasar, strategi pengembangan usaha
PEMETAAN MASYARAKAT SEBAGAI TARGET GROUP PROGRAM CSR PT. PKT BONTANG Irwan Gani; Muliati -; Siti Amalia
Sosiohumaniora Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.654 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i1.5669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pentingnya pemetaan masyarakat sebagai langkah awaldalam mengimplementasi programCorporate Social ResponsibilityPT. Pupuk Kalimantan Timur (CSR PKT).Subyek penelitian yang diamati adalah masyarakat Kelurahan Loktuan dan Guntung, yang sangat berdekatandengan lokasi PT. PKT Bontang. Proses pengamatan dilakukan dengan memahami bahasa dan penafsiranmasyarakat tentang karakteristik mereka dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan fsikologis.Data primer dansekunderyang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi diterjemahkan oleh peneliti melaluiprosestriangulasi.Hasil penelitian menunjukkan, program CSR PKT masih belum digagas secara serasi dengan sasarandan pendekatan program, karena pemetaan masyarakat masih belum dilakukan. Hasil pemetaan menunjukkanbahwa,masyarakat dapat dikluster menjadi tiga tipe, yaitu; Masyarakat Tipe I yang dominan ditemukan pada;karyawan dan PNS, berdomisili di perumahan karyawan dan perumahan umum, dan mayoritas masyarakatpendatang. Masyarakat Tipe II dominan ditemukan pada; pedagang dan pengusaha, berdomisili di tempat usahadan pusat keramaian. Masyarakat Tipe III dominan ditemukan pada; nelayan, petani dan buruh, berdomisili dipesisir dan mengelompok berdasarkan etnis, dan mayoritas masyarakat lokal.Masyarakat Tipe III merupakansasaran CSR PT. PKT yang mendesak untuk segera ditangani,mengingat karakteristik masyarakatnya yang sangatrendah tingkat kemandiriannya.Keywords: pemetaan, corporate social responsibility, sosial ekonomi masyarakat, tipe masyarakat, masyarakat miskin
STUDI TENTANG FAKTOR DETERMINAN PEMBENTUK KEPRIBADIAN MANUSIA INDONESIA YANG MENCERMINKAN PERILAKU SEHAT MENTAL DALAM TATANAN BUDAYA KOLEKTIF Elmira Sumintarja; Rismiati -; Tutty Sodjakusumah; Marisa Moeliono; Efi Fitriana
Sosiohumaniora Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i1.5194

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara kesatauan terdiri dari berbagai suku bangsa. Setiap etnik memiliki ciri khas dari kebiasaan dan perilakunya. Sampai saat ini kajian psikologi tentang perbedaan perilaku etnik ini masih amat terbatas dan belum komprehensif serta terintegrasi. Studi lintas budaya yang dilakukan dalam penelitian Hibah Bersaing untuk periode tahun 1999 sampai dengan tahun 2004 ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang perbedaan perilaku etnik yang beragam tersebut, sehingga pada sasaran akhir hasil studi ini dapat memberik jawaban tentang ada tidaknya perilaku manusia Indonesia yang terbentuk secara khas/spesifik dan unik dari sifat-sifat etnik tersebut secara khusus maupun universal. Untuk mencapai sasaran akhir dari penelitian ini dirancang suatu studi berjangka waktu lima tahun. Laporan ini merupakan hasil studi pada tahap pertama dari rencana lima tahap tersebut, yang merupakan suatu rangkaian studi yang tidak terpisahkan pada masing-masing tahapnya. Metode penelitian pada tahap pertama adalah dengan menggunakan desain survey/eksplorasi di lima propinsi yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Lokasi penelitian di Padang, DKI Jakarta, Bandung, DI Yogyakarta dan Bali. Jumlah sampel yang diperoleh dari kelima lokasi tersebut adalah 699 responden. Namun yang dianalisis adalah 590 responden. Variable penelitian ini adalah world view, images of self dan lifestyles yang dijaring melalui kuesioner SE-Q2; LC-Q3; PS-Q4; Q-NH; FM-Q6; SCT-Q7; WB-Q8 dan TR-Q9 yang telah diujicobakan dan dilakukan pada tahap prastudi. Analisis hasil dilakukan melalui anova, analisis diskriminan, chi-square dan distibusi frekwensi sebagai analisis kualitatifnya. Hasil prastudi menunjukkan bahwa pada umumnya kuesioner tersebut di atas dapat digunakan sebagai alat ukur yang baku dalam menjaring variable penelitian, kecuali untuk kuesioner FM-Q6, Q-NH dan WB-Q8 diperlukan bebrapa revisi item untuk mengubah alat ukur tersebut menjadi lebih valid dan reliable. Hasil studi eksploratif tahap pertama telah menghasilkan suatu model hipotetik faktor determinan pembentuk perilaku sehat mental pada lima etnik yang diteliti, namun model tersebut masih perlu diujicobakan pada tahap kedua. Secara hipotetik diperoleh gambaran bahwa terbentuknya kepribadian sehat mental ditentukan oleh aspek konsep keagamaan (nilai religiusitas), peran geder (yang androgini), derajat kepuasan dalam mencapai tujuan hidup dan kekuatan derajat harga diri. Namun demikian kontribusi yang terbesar adalah dari faktor cara pengendalian diri yang dilakukan yang berpusat pada keyakinan atas kekuatan potensi pribadi individu. Derajat kepuasan yang menjadi indikator kondisi sehat mental ini hanya berada pada taraf sedang (moderat) dihampir semua aspek, yang dapat diartikan sebagai taraf kepuasan yang belum optimal dicapai. Diperoleh model hipotetik pembentuk kepribadian yang sehat mental pada 5 etnik tersebut, yang masih perlu diuji coba pada studi tahap kedua yang akan berlangsung tahun 2000-2001. Kata kunci : Perilaku sehat mental
DESENTRALISASI DALAM ADMINISTRASI NEGARA Erlis Karnesih
Sosiohumaniora Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i3.5529

Abstract

Krisis kepercayaan terhadap pemerintahan di Indonesia begitu meluas dan mengakar. Pemerintah dianggap sudah tidak mampu menyelesaikan program-program peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. Kinerja buruk tersebut, diindikasikan dengan munculnya berbagai persoalan seperti timbulnya kerusuhan di mana-mana, merebaknya penggunaan narkoba, meningkatnya jumlah rumah tangga yang tinggal dalam rumah tidak layak huni, memburuknya fasilitas pendidikan, dan merajalelanya korupsi di berbagai sektor penyelenggara negara. Kinerja buruk instansi pemerintah yang mendapat sorotan itu mendorong keinginan yang kuat dari pemerintah dan masyarakat untuk menghidupkan kembali gagasan desentralisasi dalam arti yang luas. Melalui desentralisasi, Daerah Otonom berhak dan berkewajiban untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Dalam konteks ini, implementasi dari desentralisasi yang dibangun di atas prinsip good governance serta didukung oleh administrasi negara yang handal akan menciptakan instansi pemerintahan yang mampu menghasilkan dan melaksanakan kebijakan publik yang baik, sehingga kualitas pelayanan dan kesejahteraan yang lebih baik pun akan terwujud. Kata Kunci : Desentralisasi, Administrasi Negara
MOTIVASI, PENGETAHUAN, DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT KOMODITAS APEL LOKAL DAN APEL IMPOR: STUDI KASUS PADA KONSUMEN BUAH APEL LOKAL DAN APEL IMPOR DI WILAYAH KOTA BANDUNG Agriani Hermita Sadeli; Hesty Nurul Utami
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.421 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5485

Abstract

Buah apel sebagai salah satu jenis buah favorit masyarakat, sehingga pasar domestik banyak dibanjiri oleh apel impor. Kondisi fisik buah apel sebagai bagian dari atribut produk dan perilaku psikologis diantaranya motivasi, pengetahuan, dan sikap konsumen diduga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh skor dan kajian tentang motivasi, pengetahuan, dan sikap konsumen terhadap buah apel lokal dan impor di wilayah Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskripstif dengan responden konsumen buah apel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama konsumen untuk membeli buah apel lokal dan impor adalah (1) faktor kebutuhan gizi, yang berarti faktor fisiologis merupakan faktor yang paling besar memotivasi konsumen untuk membeli apel; (2) pengetahuan konsumen tentang atribut produk yang paling tinggi baik untuk buah apel lokal maupun apel impor adalah faktor kesegaran buah yang artinya konsumen memiliki pengetahuan yang cukup tinggi mengenai kondisi kesegaran yang dimiliki buah apel; sementara itu, (3) sikap konsumen yang paling tinggi dalam keputusan pembelian buah apel impor adalah warna buah apel impor yang menarik, sedangkan untuk buah apel lokal adalah faktor kesegarannya yang dianggap baik.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP DAGING DOMBA DI JAWA BARAT Dadi Suryadi,; Sri Rahayu; Cecep Firmansyah; Sondi Kuswaryan
Sosiohumaniora Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.063 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i1.9353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap daging domba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Lokasi penelitian di wilayah jalur wisata Bogor-Cianjur, dan Kota Bandung yang ditentukan secara purposive. Sampel yang digunakan sebanyak 109 responden, dengan model analisisUji Chochran Q Test, dan Multi Atribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (a) Terdapat empat dari 18 atribut daging domba yang valid disepakati konsumen daging domba yaitu: keempukan daging, hargadaging, bagian potongan karkas, dan aroma, (b) konsumen lebih menyukai: daging domba empuk yang ditandai konsistensi kenyal jika ditekan dengan jari; harga daging yang layak sesuai dengan kualitas; bagian potongan karkas paha belakang dan depan; daging memiliki aroma khas dan tidak berbau busuk, (c) prioritas atribut yang dipertimbangkan dalam membeli daging domba dari tingkatan penting sampai sangat penting, yaitu : keempukan daging, harga daging, bagian potongan karkas, dan aroma daging, (d) Sikap konsumen daging domba sebagian besar ada pada kategori positif sampai sangat positif, dan sebagian kecil responden bersikap netral, tetapi responden tetap melakukan pembelian daging domba.
PERUBAHAN PENGELOLAAN HUTAN OLEH MASYARAKAT DAYAK AKIBAT KEGIATAN HPH/HPHH DI KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR Johan Iskandar; Azhar Ginanjar
Sosiohumaniora Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v4i3.5268

Abstract

Secara tradisional, masyarakat Dayak yang bermukim di tiga desa: Desa Dempar, Jontai, dan Sembuan, Kutai Barat, Kalimantan Timur telah berhasil mengelola hutan secara berkelanjutan, terutama untuk berladang, bertanam rotan, bertanam buah-buahan, dan mengumpulkan berbagai hasil ikutan hutan. Namun, dewasa ini pengelolaan hutan secara tradisional oleh masyarakat Dayak tersebut telah menglami perubahan secara drastis. Hal ini disebabkan karena daerahdaerah hutan mereka telah dimanfaatkan untuk kepentingan HPH/HPHH. Pada tulisan ini penulis membahas tentang berbagai isu mendasar tentang berbagai perubahan lokal pengelolaan hutan oleh masyarakat Dayak yang tinggal di tiga desa yang diakibatkan oleh adanya aktivitas HPH(Hak Pengusahaan Hutan)/ HPHH (Hak Pengusahaan Hasil Hutan atau HPH skala kecil). Penulis berpendapat bahwa keberhasilan pengelolaan hutan oleh masyarakat lokal di 3 desa itu telah terganggu dengan berat oleh HPH/HPHH. Konsekuensinya, keterlanjutan ekosistem hutan untuk masa mendatang cenderung sulit dipertahankan oleh masyarakat Dayak tersebut. Kata Kunci: pengelolaan hutan, aktivitas HPH/HPHH, perubahan, sistem keterlanjutan
IDENTIFIKASI RISIKO USAHATANI MANGGA DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA DI KABUPATEN CIREBON Nur Syamsiyah; Lies Sulistyowati; Kuswarini Kusno; Sulistyodewi Nur Wiyono
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.264 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.11062

Abstract

Masalah utama dalam pengembangan sektor pertanian adalah ketisakpastian. Ketidakpastian menjadikan banyak masyarakat yang yang tidak memilik sektor pertanian sebagai pengembangan bisnis, utamanya ditingkat usahatani. Risiko ketidakpastian ini memperngwaruhi petani dalam menjalankan usahataninya. Petani mangga di Kabupaten Cirebon juga tidak terlepas dari risiko ketidakpastian dalam usahatani mangga yang dilakukannya. Beberapa petani mangga memilih untuk membiarkan pohon mangganya tanpa proses pemeliharaan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko usahatani mangga dalam pengembangan agrowisata di Kabupaten Cirebon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, wawancara, focus group discussion dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Mix method yaitu menggunakan analisis deskriptif dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil identifikasi risiko adalah risiko dalam usahatani mangga digolongkan dalam 4 kategori yaitu risiko suplai, risiko operasional, risiko keuangan dan risiko lingkungan. Dalam kegiatan usahatani yang dilakukan petani mangga risiko yang memiliki nilai RPN dan RSV yang paling tinggi adalah risiko alam/lingkungan. 

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue