Articles
789 Documents
STUDI PERBANDINGAN SISTEM KREDIT TERNAK DOMBA DAN KERBAU DI KABUPATEN SUMEDANG DAN TASIKMALAYA
Maman Paturochman
Sosiohumaniora Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v8i3.5561
Penelitian mengenai Studi Perbandingan Sistem Kredit Ternak Domba Dan Kerbau Dari Pemerintah telah dilaksanakan di Kabupaten Sumedang dan Tasikmalaya. Obyek yang diteliti terdiri dari 150 orang peternak domba dan 8 orang peternak kerbau yang menerima ternak gaduhan dari pemerintah propinsi Jawa Barat yang bersumber dari dana APBN dan APBD. Metode penelitian yang digunakan untuk menghimpun data empirik di lapangan adalah studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan merumuskan alternatif sistim kredit gaduhan yang diinginkan peternak dilihat dari jumlah ternak dan waktu pengembalian. Kesimpulan yang dapat dirumuskan dari hasil analisis dan pembahasan adalah:1.Ternak kerbau milik pemerintah yang disebarkan melalui program bantuan yang bersumber dari dana APBN dan APBD, menunjukkan perkembangan populasi yang jelek, sedangkan ternak domba cukup baik. 2. Alternatif kredit gaduhan ternak domba dan kerbau yang sesuai dengan keinginan peternak adalah sebagai berikut: (a). Secara natura, paket kredit domba diberikan sebanyak 11 ekor dengan kontrak waktu selama 5 tahun dan ternak kerbau 3 ekor selama 6 tahun. (b). Berdasarkan perhitungan biaya yang diinvestasikan, keuntungan yang diperoleh dibagi ke dalam empat bagian, yaitu peternak 60 %; pemerintah 30 %; dana kematian 5 % dan dana operasional 5 %. Kata kunci: Studi Perbandingan, Sistem Kredit, Domba dan Kerbau, Tasikmalaya dan Sumedang
KEMAMPUAN BACA MAHASISWA PADA BUKU TEKS
Prijana - -;
Asep Saeful Rohman
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.253 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.10324
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan kemampuan baca mahasiswa setelah diberi perlakuan membaca dengan metode baca good reading. Metode penelitian: eksperimen, yakni unit eksperimen satu (N1=189), unit eksperimen dua (N2=68), unit eksperimen 3 (N3=129), unit eksperimen 4 (N4=57), unit eksperimen 5 (N5=61). Hasil penelitian: strata IPK mahasiswa memiliki hubungan non-signifikan dengan metode baca good reading. Strata IPK memiliki hubungan non-signifikan dengan waktu baca. Faktor keterampilan baca dan keterlatihan diduga memiliki keterkaitan dengan waktu baca. Semakin terampil dan terlatih untuk membaca, semakin singkat waktu bacanya. Kesimpulan: Mereka yang memiliki IPK tinggi lebih terampil baca dibandingkan dengan mereka yang memiliki IPK lebih rendah.Keywords: Kemampuan baca, good reading, Buku Teks, Ilmu Pengetahuan, Keterampilan
DAMPAK POLA KEMITRAAN PERUNGGASAN TERHADAP POSISI TAWAR PETERNAK DI KABUPATEN BANDUNG
Marina Sulistyati;
Munandar Sulaeman;
Siti Homzah
Sosiohumaniora Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i2.5309
Penelitian ini bertujuan untuk: a) menganalisis pola kemitraan perunggasan peternak ayam ras yang sedang berjalan di Kabupaten Bandung. b) menganalisis dampak pola kemitraan perunggasan terhadap posisi tawar peternak ayam ras di Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi pola kemitraan yang ada dan mengkaji kategori-kategori dari data kualitatif. Tujuannya untuk mengungkap secara obyektif tindakan dan makna tindakan. Pendekatan ini berorientasi pada proses dan pencarian tentang makna kasusnya dengan harapan akan memperoleh suatu generalisasi tentang apa yang menjadi dasar terjadinya kasus (Munandar, 2004). Penelitian dilakukan di Kabupaten Bandung yang ditentukan secara purposive dengan alasan Kabupaten Bandung merupakan basis kegiatan PIR perunggasan. Analisis dilakukan dengan cara interpretatif, yaitu memahami secara mendalam (verstehen) tentang simbol makna yang menjadi latar dari kegiatan usahanya. Dari hasil analisis diambil simpulan sebagai berikut: 1. Empat pola kemitraan perunggasan yang berlangsung di Kabupaten Bandung tidak secara langsung antara peternak sebagai plasma dengan industri pabrikan, tetapi dimediasi oleh suatu badan atau perusahaan yang menjembatani antara peternak dengan perusahaan sebagai inti, bahkan badan atau perusahaan tersebut juga merupakan anak perusahaan atau kepanjangan tangan dari perusahaan pabrikan. Akibatnya nilai ekonomi kontrak kerjasama kemitraan menjadi tidak efisien bagi peternak. 2. Pada umumnya pola kemitraan yang dikembangkan oleh para pengusaha pabrik menimbulkan dampak posisi tawar peternak semakin lemah apabila berhadapan dengan para pengusaha pabrik, hal ini disebabkan sistem perjanjian yang dibangunnya adalah berdasarkan kepentingan dan kemampuan daya kontrol pengusaha besar. Kata Kunci: Pola kemitraan, perunggasan, posisi tawar
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PENINGKATAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA DIKALANGAN PELAJAR DI KABUPATEN BOGOR
Ike Atikah Ratnamulyani;
Beddy Iriawan Maksudi
Sosiohumaniora Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.975 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i2.13965
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi berbasis internet, maka semakin penting peran media sosial online sebagai salah satu faktor yang dapat memberikan efek positif dalam peningkatan partisipasi politik dikalangan pelajar sebagai pemilih pemula di dalam pemilihan umum. Namun, realitasnya para politisi atau partai politik yang berkompetisi di pemilihan anggota legislatif di Kabupaten Bogor pada tahun 2014 belum optimal dalam memanfaatkan media sosial berbasis internet tersebut. Dampaknya tingkat partisipasi politik pemilih pemula dikalangan pelajar rendah. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan (1) untuk mendeskripsikan pengguna media sosial dikalangan pelajar sebagai pemilih pemula; (2) untuk mendeskripsikan pengguna media sosial berbasis internet dikalangan politisi/partai politik (3) untuk mengetahui konten pesan kampanye politik para politisi di media sosial. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analisis, ialah untuk menggambarkan, menganalisis dan menginterpretasikan data. Tehnik pengambilan data dengan cara: observasi, wawancara, kuesioner dan FGD (Focus Group Discations). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengguna media sosial semakin masif di kalangan pelajar sebagai pemilih pemula di kabupaten Bogor untuk mengakses informasi tentang pemilu, yaitu sebagai pengguna Twiteer 35%, Facebook 28%, dan Instagram 28%. Sedangkan dikalangan para politisi/partai politik dalam kampanye politik masih rendah dalam penggunaan akun media sosial (82,7%). Kemudian konten kampanye politik para politisi dalam media sosial kurang menarik (94,2%). Adapun saran untuk para politisi antara lain: (1) Pemanfaatkan media sosial dalam kampanye pemilu secara optimal (2). Konten pesan politik sebaiknya disesuaikan dengan ciri khas pemilih pemula, seperti: sederhana, praktis, menarik dan mudah dipahami oleh mereka.
KATA TANYA DALAM KONSTRUKSI INTEROGATIF BAHASA INDONESIA: KAJIAN SINTAKTIS DAN SEMANTIS
Wini Tarmini
Sosiohumaniora Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v11i1.5580
Penelitian ini mengkaji perilaku sintaktis dan semantis kata tanya yang terdapat pada setiap tipe interogatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori campuran (eklektik) yang bersumber dari para pakar linguistik asing dan pakar linguistik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan teknik ganti, teknik balik, dan teknik acuan (referensi). Hasil penelitian ini menunjukkan simpulan sebagai berikut. Kata tanya sebagai alat pembentuk kalimat interogatif dapat menandai perbedaan tipe konstruksi interogatif. Dalam tipe interogatif terbuka, kata tanya dapat menjadi konstituen kata dan konstituen frasa. Kata tanya dapat bergabung dengan kategori sintaktis berupa kata, frasa, dan klausa. Kata tanya dapat mengisi salah satu fungsi sintaksis. Dalam tipe interogatif tertutup, kata tanya cenderung menjadi konstituen kata. Kata tanya cenderung bergabung dengan kategori sintaktis berupa klausa. Kata tanya dalam konstruksi interogatif tertutup tidak mengisi fungsi sintaksis. Dalam tipe interogatif retorik, kata tanya ada yang menjadi konstituen kata dan ada yang menjadi konstituen frasa yang masingmasing dapat bergabung dengan kategori sintaktis berupa kata, frasa, dan klausa. Kata tanya sebagai konstituen kata dan sebagai konstituen frasa selalu menjadi bagian dari kalimat dan hubungannya sangat erat dengan konstituen lainnya. Kata kunci: Kata tanya, interogatif terbuka, interogatif tertutup, intergatif retorik.
MODEL PEMBIAYAAN PRA PANEN PADA RANTAI PASOK AGRIBISNIS BERDASARKAN SISTEM PRODUKSI KOMODITAS CABAI MERAH DENGAN ORIENTASI PASAR TERSTR UKTUR
Eddy Renaldi;
Tuti Karyani;
Agriani Hermita Sadeli;
Hesty Nurul Utami
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (525.228 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5750
Fluktuasi harga cabai merah yang cukup tinggi saat ini ini disebabkan oleh pasokancabai merah dari sentra produksi ke pasar yang tidak berkesinambungan dan tidak terstruktur sebagaiakibat petani yang tidak mengembangkan basis produksi. Salah satu komponen pengembangan basisproduksi cabai merah di Indonesia adalah komponen keuangan yang dapat dilakukan melalui SupplyChain Financing dimana resiko dan pengembalian dari penyedia keuangan ditanggung bersama olehpelaku dalam rantai pasok. Komponen keuangan berupa modal usaha di sistem produksi menjadi salahsatu kendala pengembangan agribsnis cabai merah, karena sulitnya memperoleh bantuan pembiayaanakibat karakteristik usaha agribisnis dan risiko yang ditimbulkannya. Model pembiayaan pra panenpada rantai pasok agribisnis akan memperkuat pengembangan basis produksi yang selanjutnya dapatdiperluas menjadi klaster agribisnis cabai merah di Jawa Barat, bahkan dapat direplikasi pada tingkatnasional. Melalui pembiayaan rantai pasok diharapkan dapat meningkatkan pengembalian atas investasidan pertumbuhan dan daya saing rantai pasok itu. Riset aksi ini dilakukan melalui metode studi kasusmelalui identifikasi Value Stream Mapping dan pendekatan pemodelan kualitatif yang dilakukan disalah satu sentra produksi cabai merah di Jawa Barat, yakni Kabupaten Garut, Desa Cigedug. Untukmenghasilkan cabai dengan kualitas yang baik dan kontinyu harus didukung dengan ketersediaansarana produksi yang sesuai dengan kebutuhan petani benih cabai dan petani cabai yang diberikanpada tingkat kelompok tani atau koperasi yang memasarkan cabai ke pasar terstruktur. Pembeli daripasar terstruktur melalui kontrak yang memuat jumlah, kualitas dan harga cabai yang disepakati dapatmenjamin kesetabilan pendapatan petani. Dalam hal ini pembeli menjadi penjamin dalam kelancaranpembayaran dari pembiayan yang diberikan kepada petani.
PARTISIPASI APARATUR PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KUNINGAN DALAM KONSERVASI SUMBER DAYA AIR
Suwari Akhmaddhian
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.863 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.11453
Konservasi sumber daya air memerlukan partisipasi dari masyarakat khusunya aparatur pemerintah sehingga terciptanya lingkungan yang asri dan sehat. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaturan partisipasi masyarakat dalam konservasi menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia dan untuk mengetahui kebijakan pemerintah daerah kabupaten kuningan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam konservasi sumber daya air. Metode pendekatan penelitian adalah yuridis empiris dan alat pengumpul data yaitu studi pustaka dan studi lapangan. Hasil penelitian yaitu:Pertama, Pengaturan partisipasi masyarakat menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia, partisipasi masyarakat menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2014 Konservasi Tanah dan Air Pasal 2 huruf a yaitu “asas partisipatif”. Mengenai rincian bentuk partisipasinya diatur dalam Pasal 46 dan Pasal 52 berisi tentang Peran Masyarakat dan Hak Gugat Masyarakat apabila mengalami kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan fungsi tanah dan lahan;Kedua, Kebijakan pemerintah daerah kabupaten kuningan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam konservasi sumber daya air, partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup di kabupaten Kuningan khususnya Aparatur Peduli Lingkungan adalah kegiatan wajib penanaman pohon oleh aparatur pemerintah daerah kabupaten kuningan yang akan diangkat menjadi pns, kenaikan pangkat, promosi. Aparatur Peduli Lingkungan kegiatan berdasarkan kebijakan pemerintah daerah kabupaten kuningan yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 12 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Air dan Instruksi Bupati Kuningan Nomor 02 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Program Aparatur Peduli Lingkungan Kabupaten Kuningan. Kesimpulan adalah kebijakan pemerintah daerah kabupaten kuningan dalam konservasi sumber daya air sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan aparatur pemerintah daerah memberikan contoh kepada masyarakat melalui program aparatur peduli lingkungan.
GOOD GOVERNANCE
Akadun -
Sosiohumaniora Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i1.5375
Good governance memiliki peran dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan otonomi daerah. Karena itu, penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pelaksanaan otonomi daerah menjadi prasyarat bagi efektivitas pelaksanaan otonomi daerah. Di samping itu, efektivitas pelaksanaan otonomi daerah juga ditentukan oleh kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan civil society sebagai pelaku good governance sesuai dengan perannya masingmasing. Setiap pelaku good governance dapat menjalankan perannya masingmasing ditentukan profesionalime agen-agen pelaku good governance. Kata kunci: good governance, otonomi daerah, transparansi, akuntabilitas, partisipasi, keadilan.
PENGARUH KINERJA PROMOSI DAN KERELASIAN MAHASISWA TERHADAP CITRA PERGURUAN TINGGI SERTA KEPUASAN MAHASISWA SETELAH MEMLILIH PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN PADA PERGURUAN TINGGI DI JAWA BARAT DAN BANTEN
Munadjat Wardoyo
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.943 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5683
Tujuan penelitian yang dapat dicapai berupa: Hasil pembahasan mengenai pengaruh kinerja promosiPerguruan Tinggi (PT) dan kerelasian mahasiswa terhadap citra PT. terhadap keputusan mahasiswa Program StudiMagister Manajemen (PS-MM). Metode yang digunakan adalah metode survey deskriptif dan survey eksplanatori.Unit analisis dalam penelitian ini adalah mahasiswa PS-MM di Jawa Barat dan Banten dengan ukuran sampelsebesar 198 responden melalui metode stratified random sampling. Berdasarkan hasil analisis, maka diperoleh,kerelasian mahasiswa yang dibangun oleh perguruan tinggi yang memiliki PS-MM akreditasi A, B dan C di JawaBarat dan Banten, mampu mempererat hubungan antara Program Studi dengan mahasiswa. Kinerja promosidan kerelasian mahasiswa berpengaruh terhadap citra PT. Kinerja promosi dan kerelasian berpengaruh terhadapkeputusan mahasiswa memilih PT. Kinerja promosi, kerelasian mahasiswa, dan citra berpengaruh terhadapkeputusan mahasiswa memilih PT, serta kerelasian mahasiswa dominan mempengaruhi keputusan mahasiswa.Kinerja promosi memiliki hubungan yang erat dengan kerelasian mahasiswa.Kata Kunci: Kinerja Promosi, Kerelasian Mahasiswa, Citra Perguruan Tinggi, Keputusan Mahasiswa
BIROKRASI DAN PELAYANAN PUBLIK
Asep Sumaryana
Sosiohumaniora Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i2.5545
Birokrasi merupakan alat pemerintah yang dapat mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Dengan birokrasi pelayanan dapat dilakukan lebih mudah sekaligus memuaskan masyarakat. Untuk itu birokrasi harus mampu melayani seluruh stakeholder secara proporsional dan profesional. Tidak semua stakeholder mudah dilayani mengingat banyak kepentingan didalamnya sehingga upaya tersebut akan menjadi sulit tatkala birokrasi sudah berpihak kepada kepentingan salah satu stakeholder. Untuk itu birokrasi harus terus memacu kemampuan diri dan tetap bersikap independen. Mengabaikan kemampuan seperti itu akan mendorong birokrasi jatuh kedalam kubangan hujatan masyarakat. Kata kunci : Birokrasi dan independensi dalam pelayanan publik