Articles
789 Documents
PENGARUH MOTIVASI KUALITAS, STATUS SOSIAL DAN KARIR TERHADAP MINAT SARJANA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk)
Moh. Mansur
Sosiohumaniora Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v8i2.5366
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kualitas, status sosial dan karir terhadap minat sarjana akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) pada perguruan-perguruan tinggi di Bandung yang menyelenggarakan PPAk. Data yang digunakan diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada sarjana akuntansi peserta PPAk (UNPAD, UTAMA, DAN STIE TRIDARMA) di Bandung. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat sarjana akuntansi untuk mengikuti PPAk dan variabel bebas adalah motivasi kualitas, status sosial dan karir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan tipe penelitian deskriptip analitis. Penarikan sampel dari populasi memakai metode judgmental sampling yaitu menurut ciri-ciri yang esensial yang mewakili strata berdasarkan penilaian dan pertimbangan sebagai audit staf aktif dari KAP. Populasi seluruhnya berjumlah 64 orang sedangkan yang menjadi sampel penelitian adalah berjumlah 36 orang atau 56,25% dari populasi. Analitis data menggunakan regresi berganda dan pada perhitungannya digunakan SPSS ver.12.0. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F-statistik dan uji tstatistik pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kualitas, status sosial, dan karir secara silmultan berpengaruh terhadap minat sarjana akuntansi untuk mengikuti PPAk. Secara parsial motivasi kualitas dan motivasi karir berpengaruh secara signifikan terhadap minat untuk mengikuti PPAk. Sedangkan motivasi status sosial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat sarjana akuntansi untuk mengikuti PPAk. Kata Kunci: Motivasi, Kualitas, Status Sosial, Karir,Minat, dan PPAK.
KAPABILITAS DINAMIS UMKM INDUSTRI KREATIF JAWA BARAT
Popy Rufaidah;
Sutisna -
Sosiohumaniora Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.625 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i1.5674
Studi difokuskan pada kajian kapabilitas dinamis industri kreatif produk fashion para pelaku usaha mikro,kecil dan menengah di Jawa Barat. Tujuan studi menganalisis kemampuan pemilik bisnis industri kreatif produkfashion berbahan tekstil dalam memperbaiki kompetensinya agar mencapai keunggulan bersaing sepanjang waktudalam situasi perubahan lingkungan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana gambaran kapabilitasdinamis para pelaku usaha industri kreatif produk fashion. Studi ini menggunakan metode cross sectionalmethod. Dirancang untuk menjelaskan frekuensi pemilik usaha dalam melakukan aktivitas yang merefleksikandimensi kapabilitas dinamis seperti pengidentifikasian peluang dan ancaman, pembentukan kebiasaan baru untukmenangkap peluang, Pemantapan sistem baru. Populasi dalam penelitian ini adalah para pelaku usaha penghasilproduk industri kreatif berbahan tekstil yang telah menetap selama minimal satu tahun di Jawa Barat. Carapenentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu metode pemilihan nonprobabilitasyang memilih sampel dari elemen populasi yang datanya mudah diperoleh untuk penelitian. Hasil ujivaliditas menunjukkan seluruh indikator memiliki skor korelasi diatas 0.60 yang berarti baiki dan signifikan padatingkat 1%. Hasil uji reliabilitas menunjukan seluruh dimensi memiliki skor Alpha Cronbach diatas 0.80 yangberarti sangat reliabel dan signifikan pada tingkat 1%. Hasil studi berkesimpulan bahwa ada beberapa poin kritisdalam membangun daya saing produk fashion berbahan tekstil melalui beberapa dimensi kapabiltas dinamis yangmemerlukan perhatian.Kata kunci: kapabilitas dinamis, strategi pemerekan.
PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN TERHADAP UPAH PEKERJA
Yani Pujiwati;
Dewi Kania Sugiharti;
Nia Kurniati
Sosiohumaniora Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i2.5343
Upah pekerja di Indonesia belum mencapai taraf yang menggembirakan, Namun demikian, terhadap upah tersebut masih dikenakan Pajak Penghasilan yang memberatkan pekerja, apalagi pada masa krisis ekonomi berkepanjangan seperti sekarang ini. Di dalam penelitian ini dipergunakan metode deskriptif analitis agar diperoleh gambaran yang jelas dan menyeluruh tentang Pajak Penghasilan yang dikenakan terhadap upah pekerja. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengenaan pajak terhadap pekerja. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh kesimpulan bahwa upah pekerja adalah upah minimum yang ditetapkan oleh Gubernur. Upah pekerja dikenakan Pajak Penghasilan, namun penghasilan sampai 1 (satu) juta rupiah ditanggung oleh Pemerintah. Kata Kunci : Pekerja, Upah pekerja
PROBLEMATIKA OTONOMI DAERAH DALAM KAITANNYA DENGAN PENTINGYA HUMAN RELATIONS DAN PUBLIC RELATIONS
Didin Muhafidin
Sosiohumaniora Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i1.5324
Human relations dan public Relations adalah metode komunikasi yang digunakan untuk mengkaji hubungan antar personal dalam suatu organisasi dan hubungan antara organisasi dengan publiknya. Human relation dan public Relations menyoroti aspek kejiwaan yang secara manusiawi memecahkan berbagai masalah yang menyangkut manusia dalam organisasi sambil melakukan motivasi agar bekerja lebih baik, bergairah serta rasa bahagia dan puas hati serta keterampilan membina hubungan antara manusia di dalam dan diluar organisasi seraya mencegah timbulnya masalah. Manfaat Human Relations dan Public Relations di Indonesia ke depan adalah turut mengambil bagian dalam berbagai konflik di dalam negeri yang mengancam utuhnya negara kesatuan Republik Indonesia dan menjaga hubungan yang harmonis dengan negara lain agar memberi dukungan terhadap keutuhan negara Republik Indonesia. Konflik vertikal dan konflik horizontal yang terjadi antara penduduk asli dan warga pendatang di Kalimantan, Maluku, Papua serta daerah-daerah lainnya di Indonesia,merupakan wujud konkrit belum maksimalnya hubungan yang harmonis antara sesama anak bangsa, dan konflik antara Indonesia dengan Australia juga menunjukkan belum optimalnya hubungan yang harmonis antara sesama bangsa. Human Relations dan Public Relations secara komprehensif dapat menyuguhkan metode pendekatan dalam mengantisipasi kesenjangan komunikasi antara warga dengan pemerintah, dan antara Indonesia dengan negara lain, sebagai alternatif dalam penyelesaian masalah kebangsaan. Kata kunci: Hubungan manusiawi, hubungan masyarakat, otonomi daerah
STUDI DESKRIPTIF MENGENAI KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA REMAJA
Asteria Devy Kumalasari;
Kustimah -;
Nurul Wardhani
Sosiohumaniora Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (26.587 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i3.5490
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai keterampilan pengambilan keputusan pada remaja dan faktor-faktor yang berperan dalam penguasaan keterampilan tersebut. Penelitian diikuti oleh 307 partisipan yang terdiri dari 45 siswa perempuan dan 262 siswa laki-laki dari kelas 1, 2 dan 3 SMA Negeri 24 Bandung dengan rentang usia 15 – 19 tahun. Mengunakan metode penelitian deskriptif dan alat ukur keterampilan pengambilan keputusan yang diadaptasi dari alat ukur yang dibuat oleh Mincemoyer dan Perkins (2003), penelitian ini menemukan bahwa keterampilan pengambilan keputusan partisipan penelitian tergolong cukup (median = 84,00). Di antara kelima aspek keterampilan pengambilan keputusan, aspek menguji resiko dan konsekuensi dari pilihan merupakan aspek yang lebih dikuasai oleh partisipan. Penelitian ini juga menggali permasalahan yang sering dihadapi remaja. Ditemukan bahwa masalah relasi dengan teman, masalah emosi yang sensitive, motivasi dan konsentrasi belajar serta pemilihan jurusan seringkali dihadapi oleh remaja. Pengujian terhadap perbedaan keterampilan keputusan di antara perempuan dan laki-laki serta di antara usia yang berbeda menunjukkan bahwa jenis kelamin dan usia memiliki peran yang signifikan terhadap penguasaan keterampilan pengambilan keputusan pada remaja.
SWASEMBADA DAGING SAPI ANALISIS SIMULASI RAMALAN SWASEMBADA DAGING SAPI DI INDONESIA
Sri Handayani;
Anna Fariyanti;
Rita Nurmalina
Sosiohumaniora Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (393.795 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i1.9358
Tujuandaripenelitianiniadalahmenganalisis permintaan dan penawaran daging sapi di Indonesia serta melakukan simulasi peramalan terhadap permintaan dan produksi daging sapi di Indonesia yang terkaitdengan program swasembada daging. Data yang digunakan merupakan data sekunder deret waktu dari 1996–2013. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahap: 1) dengan pendekatan ekonometrika menggunakan metode 2SLS, 2) dengan analisis elastisitas dan 3) dengan analisis simulasi peramalan. Hasilpenelitian menunjukan bahwapermintaan daging sapi responsif terhadap populasi penduduk. Sedangkan pada sisi penawaran yang diwakili oleh produksi menunjukan bahwa harga daging sapi domestik, harga daging impor dan kebijakan swasembada berpengaruh nyata terhadap produksi daging sapi. Hasil peramalan menunjukkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap daging sapi impor akan meningkat, kebutuhan konsumsi dalam negeri akan terus dipasok oleh daging impor.
PROSPEK PEMBANGUNAN INDUSTRI MINYAK GORENG DI DAERAH RIAU
Almasdi Syahza
Sosiohumaniora Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i1.5273
Di Indosnesia produsen terbesar minyak kelapa sawit adalah Sumatera Utara kemudian diikuti oleh Riau. Tahun 2000 di Riau luas lahan kelapa sawit 956.046 Ha, diprediksi akan menghasilkan tandan buah segar (TBS) lebih dari 19 juta ton per tahun dan 4,1 juta ton CPO per tahun. Industri hilir produk ini sangat potensial untuk dikembangkan. Prospek pengembangan industri minyak goreng dianalisis dengan metode SWOT. Dari analisis SWOT, industri minyak goreng memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan. Konsumsi minyak goreng di Riau sebesar 43.627 ton per tahun, atau 3.635,6 ton per bulan. Sebesar 2.908,5 ton dikonsumsi oleh masyarakat menengah kebawah. Pada tahun 2005 diperkirakan konsumsi minyak goreng di Riau sebesar 48.493 ton per tahun. Produksi TBS tidak seimbang dengan PKS yang ada, untuk itu diperlukan tambakan PKS dengan kapasitas 1.792 tor/jam atau 60 unit PKS dengan kapasitas 30 ton/jam. Seiring dengan PKS perlu juga pembangunan industri hilir (pabrik minyak goreng sawit) di Daerah Riau dengan kapasitas 1,5 ton/jam senabyak 7 unit. Kata kunci : Prospek pembangunan, industri, minyak goreng
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DAN IMPLEMENTASI INNOVATION TYPES DAN DAMPANYA PADA KINERJA MANAJER
Muhamad Dahlan
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.862 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.18982
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan atara budaya organisasi dan kinerja manajer, serta implementasi inovasi sebagai variable perantara. Penelitian juga menguji peran BUMD berkontribusi positif dalam upaya peningkatan kepuasan pelayanan publik. Metode yang digunakan adalah time order decision. Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Penyebaran kuesioner menggunakan jasa layanan pos dan menghasilkan 64 kuesioner siap olah. Berdasarkan hasil tes hipotesa menunjukan: budaya organisasi berhubungan positif terhadap kinerja,melalui implementasi inovasi, serta budaya organisasi dan inovasi berhubungan positif terhadap kinerja perusahaan.
EFISIENSI PENGGUNAAN LAHAN DAN PUPUK DALAM USAHATANI PADI DI KOTA BAU-BAU PROPINSI SULAWESI TENGGARA
- Sulhan
Sosiohumaniora Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.831 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i2.5447
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melibatkan 120 Rumah Tangga Petani (RTP) yang ditentukan secara acak sederhana dari 170 RTP. Data yang dikumpulkan adalah tingkat penggunaan lahan dan pupuk urea pada setiap RTP. Alat analisis yang digunakan adalah Fungsi Produksi Cobb-Douglas dengan tujuan untuk mendapatkan tingkat elastisitas penggunaan lahan dan pupuk urea (bi). Selanjutnya untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan lahan dan pupuk urea digunakan alat analisis Efficiency Index (EI). EI adalah rasio antara Marginal Value Product (MVP) dan Marginal Factor Cost (MFC). Jika EI = 1, maka tingkat penggunaan lahan dan pupuk urea efisien; jika EI > 0, tingkat penggunan lahan dan pupuk urea belum efisien; dan jika EI < 0, tingkat penggunaan lahan dan pupuk urea tidak efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan dan pupuk urea dalam usahatani padi di Bau-Bau memiliki EI > 1 yang berarti bahwa tingkat penggunaan kedua faktor produksi tersebut masih kurang karena dari setiap penambahan satu unit faktor produksi tersebut akan memberikan penerimaan yang lebih besar daripada besarnya biaya yang dikeluarkan. Oleh karenanya penggunaan kedua faktor produksi tersebut belum efisien sehingga disarankan untuk ditingkatkan penggunaannya.
MODEL MANAJEMEN PENGETAHUAN SEBAGAI BENTUK DISEMINASI INFORMASI TANAMAN OBAT HERBAL DAN TANAMAN OBAT KELUARGA (Studi Kasus di Desa Cisondari Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung)
Encang Saepudin;
Agus Rusmana;
Agung Budiono
Sosiohumaniora Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.918 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i2.7297
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan pengetahuan mulai dari proses penciptaan,pengumpulan, penyimpanan, sampai dengan pendistribusian pengetahuan tentang tanaman obat keluarga yangdilakukan oleh tim penggerak PKK Desa Cisondari Kabupaten Bandung. Dengan menggunakan metode kualitatifdan pendekatan studi kasus serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka hasilkajian menunjukkan bahwa proses Manajemen Pengetahuan tentang tanaman obat keluarga yang dilakukan olehtim penggerak PKK Desa Cisondari Kabupaten Bandung belum dilakukan dengan baik. Hal ini terlihat dari Prosespengumpulan, penyimpanan, dan pendistribusian pengetahuan belum dilakukan. Proses itu tidak dilakukan karenadikalangan masyarakat budaya lisan lebih kuat bila dibandingkan dengan budaya tulis sehingga beberapa hasilinovasi yang telah tercipta hanya tersipan secara tacit didalam pemikiran setiap orang. Pada prinsipnya, tujuan utamapengelolaan pengetahuan yaitu mendorong keberlanjutan pengetahuan di dalam suatu organisasi atau kelompoksosial tetentu. Diharapkan dengan adanya pengelolaan pengetahuan (knowledge management) pengetahuan seseorangdi suatu lembaga atau kelompok sosial tertentu tidak akan berhenti di orang yang memiliki pengetahuan tersebut,namun melekat di lembaga. Dengan demikian, pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk mendorong terjadinyareplikasi di dalam tubuh organisasi, menciptakan inovasi, dan melahirkan generasi baru.