cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
KETERLIBATAN SELEBRITI DALAM PEMILU INDONESIA PASCA ORDE BARU Ikhsan Darmawan
Sosiohumaniora Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.523 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i3.8341

Abstract

Politik Indonesia pasca Orde Baru ditandai oleh banyak perubahan. Salah satunya adalah makin pentingnya peran calon di dalam pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan kunci: (1) Bagaimana keterlibatan selebriti dalam Pemilu Legislatif Indonesia pasca Orde Baru? (2) Mengapa ada kecenderungan makin banyak selebriti yang terlibat dalam pemilu legislatif nasional di Indonesia? (3) Apa saja dampak dari keterlibatan selebriti dalam pemilu legislatif nasional Indonesia? Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama bulan April-Mei 2014. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur berupa pengumpulan referensi dan data-data sekunder. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif yaitu dengan menggunakan langkah-langkah yaitu analisis reduksi dan analisis penyajian data. Penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, terdapat perubahan model keterlibatan selebriti dalam Pemilu Legislatif pasca Orde Baru. Kedua, keterlibatan selebriti dalam pemilu disebabkan oleh perubahan dalam sistem pemilu, perubahan dalam perilaku memilih pemilih di Indonesia, dan makin pragmatisnya kebanyakan partai politik. Ketiga, dampak dari keterlibatan selebriti di pemilu Indonesia
PAMARENTAHAN BADUY DI DESA KANEKES: PERSPEKTIF KEKERABATAN Ade Makmur k; Adi Purwanto
Sosiohumaniora Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v4i2.5259

Abstract

Masyarakat Baduy cenderung bertahan dari sistem pertanian berladang berpindah. Untuk bertahan mereka diikat oleh sistem pemerintahan yang mengatur kehidupan sosio-politik dan keagamaan. Pengaturan kehidupan keseharian warga masyarakat sepenuhnya di bawah kendali sistem pemerintahan yang bersandar pada pikukuh karuhun yang dikenal sebagai pamarentahan Baduy dengan ketiga puun sebagai pucuk rujukan mereka yang berkedudukan di tiga daerah tangtu, yaitu Cibeo, Cikartawana dan Cikeusik. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mendeskripsi dan menerangkan bagaimana pranata kepemimpinan yang disimpulkan melalui pamarentahan Baduy berperan mengendalikan warga masyarakatnya bertahan dari pelbagai pengaruh. Pendekatan kekerabatan digunakan untuk menggambarkan penelitian ini yang dilakukan melalui pengumpulan data etnografi. Praktek kepemimpinan ketiga puun masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda sesuai dengan kedudukan dan perannya dalam hirarki kekerabatan. Puun Cibeo yang dihubungkan oleh garis keturunan yang paling muda bertindak sebagai pemimpin politik yang berperan mengatur warga masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup duniawi dan Puun Cikeusik yang ditentukan oleh garis keturunan yang paling tua berperan memimpin agama dalam rangka mewujudkan dan mempertahankan identitas budaya, sedangkan Puun Cikartawana kedudukannya di antara kepemimpinan agama dan politik. kata kunci: Pamarentahan Baduy, Kekerabatan
PERANAN MUSYAWARAH MUFAKAT (BUBALAH) DALAM MEMBENTUK IKLIM AKADEMIK POSITIF DI PRODI PPKN FKIP UNILA Yesi Eka Pratiwi; Sunarso Sunarso
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.092 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.16254

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mendeskripsikan peranan budaya musyawarah mufakat (Bubalah) dalam membentuk iklim akademik positif pada civitas akademika di Program Studi PPkn FKIP Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. (Bubalah) merupakan salah satu tradisi adat Lampung yang diadopsi oleh Program Studi PPkn FKIP Universitas Lampung sebagai budaya akademik. (Bubalah) atau musyawarah mufakat memiliki makna yang sama yakni berkumpul bersama untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Dalam pelaksanaannya, budaya musyawarah mufakat (Bubalah) di agendakan tiga kali dalam satu semester, yaitu di awal, di tengah, dan di akhir semester. Budaya musyawarah mufakat (Bubalah) memiliki peranan sebagai jembatan untuk mempersatukan civitas akademika di program studi PPKn FKIP Universitas Lampung menjadi satu kesatuan yang utuh dalam membentuk iklim akademik yang positif, melalui hubungan kekeluargaan yang harmonis diantara civitas akademika. Selain itu budaya musyawarah mufakat (Bubalah) juga berfungsi sebagai wadah dalam menampung aspirasi seluruh civitas akademika agar dapat tersalurkan dengan baik. Pengembangan budaya musyawarah mufakat (Bubalah) merupakan sebuah langkah yang diambil Ketua Program Studi PPkn FKIP Universitas Lampung untuk mempertahankan kebudayaan lokal agar tetap terjaga kelestariannya. Proses pengambilan keputusan dalam musyawarah mufakat (Bubalah) merupakan konsensus bangsa Indonesia dan dinilai sebagai cara yang lebih efisien dalam mencapai keputusan bersama (win-win solution). Pada praktik nyata di lapangan menunjukan bahwa mahasiswa mulai enggan untuk melestarikan budaya musyawarah mufakat (Bubalah) karena dalam pelaksanaannya memakan waktu yang relatif lama, sehingga mahasiswa lebih memilih sistem voting yang lebih praktis di bandingkan musyawarah mufakat (Bubalah). 
UNSUR FUNGSIONAL KLAUSA DALAM BAHASA SUNDA Yayat Sudaryat
Sosiohumaniora Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.438 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v11i2.5418

Abstract

Artikel ini menggambarkan fungsi sintaksis dari elemen klausa atau fungsional klausa dalam bahasa Sunda. Ada tiga elemen klausa: predikasi, subjek dan komplementasi. Tiga elemen klausa ini, masing-masing dilihat dari bentuk, kategori, distribusi dan peran sintaksis.
PENDIDIKAN SEJARAH DAN KARAKTER BANGSA BELAJAR KETELADANAN HIDUP DARI KETOKOHAN NATSIR DAN BUYA HAMKA Abd. Rahman
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.712 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5759

Abstract

Runtuhnya rezim Orde Baru di tangan mahasiswa pada tahun 1998 telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju era reformasi. Digulirkannya era reformasi oleh mahasiswa hanya memiliki satu tujuan, yaitu terbangunnya bangsa Indonesia yang lebih baik. Kenapa bisa demikian, karena dua rezim sebelumnya, baik rezim Orde Lama, maupun rezim Orde Baru sama-sama gagal dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Atas dasar itu, rakyat sangat berharap, bahwa era reformasi adalah era yang paling tepat untuk melihat Indonesia dalam keadaan yang lebih baik. Namun sayang, harapan itu masih jauh, karena Indonesia tidak memiliki tokoh yang layak dalam memimpin bangsa ini, sehingga bangsa ini masih berkutat dengan berbagai permasalahannya. Dalam konteks ini, menarik kiranya penulis menampilkan dua tokoh pergerakan Islam, yaitu Muhammad Natsir dan Buya Hamka. Dengan menggunakan metodologi sejarah, kajian ini diharapkan mampu menampilkan fakta-fakta keteladanan hidup dari kedua tokoh ini, sehingga dapat dijadikan pijakan moral bagi bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan.
PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM DESA MANDIRI PANGAN DI KABUPATEN BANDUNG Encang Saepudin
Sosiohumaniora Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.868 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i1.9895

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Partisipasi Masyarakat Pada Program Desa Mandiri Pangan di Kabupaten Bandung. Dengan menggunakan metode deskriptif  dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket, wawancara, Focus Group Discussion, observasi, dan studi pustaka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  tingkat partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi. Penelitian ini bermanfaat sebagai sebuah bentuk evaluasi program terutama terhadap implementasi kebijakan pemerintah. Selain itu, sebagai masukan bagi pemerintah Kabupaten Bandung terutama Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) dalam mengiplementasikan program desa mandiri pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat  baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan  evaluasi dapat dikategorikan positif artinya partisipasi masyarakat dinilai cukup aktif. Hal ini didasarkan pada hasil perhitungan statistik  yang menggambarkan  bahwa nilai median lebih kecil dari nilai skor dan nilai skor lebih kecil dari nilai kuartil III. Berdasarkan hasil pengolahan data, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat pada program desa mandiri pangan dii kabupaten bandung adalah positif.
TRADISI FENOMENOLOGI PADA PENELITIAN KOMUNIKASI KUALITATIF Sebuah Pedoman Penelitian dari Pengalaman Penelitian Engkus Kuswarno
Sosiohumaniora Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i2.5384

Abstract

Seperti lazimnya penelitian komunikasi perspektif kuantitatif, penelitian komunikasi kualitatif tradisi fenomenologi dibagi ke dalam tiga tahap penting, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Pada tahap persiapan, peneliti perlu memperoleh cukup pengetahuan dasar filosofisnya, meliputi aspek ontologis, epistemologis maupun aksiologisnya. Pada tahap pelaksanaan, peneliti tidak hanya dituntut mengetahui bagaimana sebaiknya melakukan penelitian, tetapi juga bagaimana mendapatkan pengetahuan dari penelitian orang lain melalui penelusuran literatur. Pada tahap pelaporan, seringkali peneliti harus mengembangkan format laporan penelitian mengikuti tradisi yang dikembangkannya. Tulisan ini mengacu pada pengalaman penulis pada pelaksanaan penelitian tentang Komunikasi Pengemis, dengan beberapa penyederhanaan. Kata kunci : komunikasi, kualitatif, tradisi, fenomenologi
ANEKA RAGAM PENGETAHUAN LOKAL DAN KREATIFITAS PETANI YANG MENDUKUNG AGROECOPRENEUER RAMAH LINGKUNGAN DI SULAWESI SELATAN Pawennari Hijjang; Munsi Lampe; Muhammad Basir
Sosiohumaniora Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.394 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i2.5726

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, tapi ironisnya hampir semua kebutuhan makanan pokokdiimpor. Ini perlu diteliti lebih jauh mengapa fenomena ini terjadi. Isu kerusakan lingkungan dan semakintergerusnya sumber-sumber ekonomi masyarakat seperti biaya produksi dan resiko ber-usahatani semakin tinggiserta ketergantungan petani terhadap penggunaan eksternal input, membuat hasil produksi tidak seimbang denganpengorbanan yang diberikan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengetahuan lokalpetani, kreatifitas petani yang dapat membentuk karakter petani yang memiliki pola pikir entrepreneurial. Metodeyang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi,dan fokus group diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lokal diaplikasikan dalam setiapkegiatan pertanian mulai dari penentuan musim dan pemilihan bibit hingga pasca panen dan hasil produksi, untukmembangun petani yang berjiwa agroecopreneur dan arif lingkungan diperlukan akumulasi pengetahuan lokal dankreatifitas petani, baik yang bersumber dari tradisi lokal maupun yang dari luar secara selektif dalam situasi dankondisi yang kondusif melibatkan secara aktif semua unsur stakeholder.Kata Kunci: Pengetahuan Lokal, Kreativitas Petani, Pengembangan, Entrepreneur, Arif Lingkungan
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGUATAN KELEMBAGAAN PROGRAM SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT (SLBM) DI KABUPATEN BANYUMAS Denok Kurniasih
Sosiohumaniora Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.753 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i1.7888

Abstract

Implementasi Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) di Kabupaten Banyumasbelum mampu mencapai tujuan kebijakan. Indikasinya adalah aksesibilitas masyarakat terhadap program yangbelum merata serta tata kelola kelembagaan yang belum efektif. Hal tersebut disebabkan sistem kelembagaanprogram belum mampu mengelola interaksi sosial diantara berbagai pihak yang terlibat. Akibatnya mulai dariperencanaan sampai dengan pengelolaan program belum dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Oleh sebabitu dibutuhkan sistem kelembagaan yang mampu mengelola interaksi sosial diantara berbagai pihak. Model yangtepat bagi penguatan kelembagaan program SLBM adalah model sistem kelembagaan yang mampu membangunadministrative network yang sinergis dan luas antarberbagai stakeholders. Berdasarkan kondisi tersebut. penelitianini menghasilkan model bagi penguatan kelembagaan melalui pendekatan collaborative governance.
PENGARUH INDEKS BURSA GLOBAL TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) PADA BURSA EFEK JAKARTA (BEJ) PERIODE TAHUN 2000-2002 Moh. Mansur
Sosiohumaniora Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i3.5352

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan mengetahui perkembangan index harga saham bursa global dalam hubungannya dengan besarnya index harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek Jakarta (BEJ) serta untuk mengetahui besarnya pengaruh indeks harga saham bursa global secara simultan maupun parsial yang diwakili oleh tujuh buah bursa saham global terhadap IHSG BEJ. Adapun ke tujuh bursa saham global tersebut adalah KOSPI yang mewakili bursa saham Korea, Hang Seng (HSI) yang mewakili bursa saham Hong Kong, Nikkei 225 yang mewakili bursa saham Jepang, TAIEX yang mewakili bursa saham Taiwan, Dow Jones yang mewakili bursa saham New York Amerika Serikat, FTSE yang mewakili bursa saham London Inggris, ASX yang mewakili bursa saham Australia. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan populasi sejak bursa efek Jakarta dibuka dengan memberi kesempatan kepada investor asing menanamkan modalnya diatas 50 prosen saham emiten. Metode sample sederhana yang dipakai dengan mengumpulkan data selama 36 bulan dari tahun 2000 sampai tahun 2002. Penelitian dilakukan menggunakan Path Analysis sebagai satu model analisis. Model analisis tersebut menganalisis besarnya pengaruh ketujuh indeks bursa saham global baik secara simultan maupun secara individual terhadap IHSG BEJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh ketujuh indeks bursa saham global secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan tetapi secara individual hanya indeks bursa KOSPI, Nikkei 225, TAIEX, dan ASX saja yang mempengaruhi IHSG BEJ. Kata kunci: Bursa saham global KOSPI, NIKKEI 225, Hang Seng, TAIEX, Dow Jones, FTSE, ASX dan IHSG BEJ

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue