cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
FENONEMA PENGHAPUSAN TINDAK KEKERASAAN DALAM RUMAH TANGGA ( HARAPAN DAN KENYATAAN ) Anita Afriana
Sosiohumaniora Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i1.5333

Abstract

Kekerasaan terhadap perempuan merupakan pelanggaran HAM, karenanya korban harus mendapat perlindungan dan perhatian yang serius dari negara dan atau masyarakat. Selama ini, perlindungan terhadap korban KDRT masih sangat kurang, meski setiap hari kita dapat menemui kasus – kasus KDRT. Korban KDRT umumnya berhadapan dengan berbagai persoalan, mulai dari kesulitan pembuktian, struktur hukum yang belum berperspektif gender, pandangan – pandangan agama, hingga budaya hukum yang menganggap bahwa mengungkap KDRT adalah aib. Korban juga umumnya merasa enggan melaporkan kasusnya ke polisi karena khawatir kasusnya tidak akan membawa penyelesaian, hanya membuang waktu saja, memikirkan masalah ekonomi keluarga, atau bahkan ada rasa takut jika pelaku akan dimasukkan ke penjara. Masyarakat sendiri juga selama ini terkesan tidak memberikan perlindungan kepada korban karena menganggap masalah rumah tangga orang lain dan tidak berhak untuk turut campur lebih jauh padahal secara hukum internasional tindak kekerasaan dalam rumah tangga terhadap wanita adalah masalah publik. Sejumlah harapan kini tertuju pada UU No. 23 Tahun 2004 tentang penghapusan KDRT yang disahkan sejak tanggal 14 September lalu. Sebagai payung hukum diharapkan undang – undang ini dapat memberikan perlindungan dan penegakan hak – hak wanita. Tetapi dibalik optimisisme itu, banyak faktor – faktor kendala lainnya yang tampaknya sulit untuk dapat merealisasikan undang – undang ini secara sempurna. Kata Kunci : Undang – Undang, korban, kekerasaan
MODEL PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN KREATIF MELALUI PRAKTEK USAHA DALAM MENUMBUHKAN KREATIFITAS DAN INOVATIF MAHASISWA Nining Harnani; Dodi Tisna Amijaya; Luthfi Setiadiwibawa
Sosiohumaniora Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4017.588 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i1.24510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pembelajaran kewirausahaan kreatif yang didalamnya menggunakan metode learning by doing yaitu melalui praktek usaha dalam menumbuhkan kreatifitas dan inovasi mahasiswa. Dimana diharapkan mahasiswa memiliki kreatifitas dan inovasi dalam berwirausaha kedepannya serta mengetahui bagaimana kreatifitas dan keinovatifan mahasiswa dalam membuat usaha yang dipraktekkan dalam pembelajaran kewirausahaan. Sehingga diharapkan menumbuhkan jiwa kewirausahaan para mahasiswa dan dapat meningkatkan jumlah mahasiswa yang berwirausaha dan dapat mengurangi jumlah pengangguran terdidik di Indonesia yang jumlahnya masih sangat tinggi saat ini. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Winaya Mukti khususnya alumni mahasiswa yang mengikuti mata kuliah kewirausahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dan verifikatif dimana data yang diperoleh akan diangkaan dan diprosentasekan lalu dideskripsikan. Sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu hanya alumni dan mahasiswa manajemen yang mengikuti mata kuliah kewirausahaan 5 tahun terakhir. Dalam Penelitian ini sampel yang dipergunakan adalah sebanyak 75 orang. Alat analisis yang digunakan adalah analisis SEM dengan program Lisrel 8.0. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menggunakan analisis SEM di peroleh nilai t hitung variable kreatifitas mahasiswa sebesar 7,70 dan nilai t hitung variable inovasi mahasiswa sebesar 8,46 lebih besar dari t kritis 1,96 dengan tingkat kekeliruan 5 % diputuskan untuk menolak Ho sehingga Ha diterima. Berdasarkan hasil pengujian dengan tingkat kepercayaan 95% disimpulkan bahwa pembelajaran kewirausahaan kreatif berpengaruh terhadap kreatifitas dan inovasi mahasiswa Universitas Winaya Mukti Bandung. 
KINERJA PROGRAM KESEHATAN DALAM MENJANGKAU MASYARAKAT MISKIN: STUDI TENTANG KAPASITAS MANAJEMEN DALAM PROGRAM JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) UNTUK KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN BANYUMAS Denok Kurniasih
Sosiohumaniora Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.945 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i2.5514

Abstract

Untuk meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan, pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang pemberian jaminan kesehatan yang ditujukan bagi masyarakat miskin (Jamkesmas) di seluruh wilayah di Indonesia. Tugas pemerintah daerah adalah menentukan jumlah kuota yang diusulkan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan Jamkesmas. Namun demikian masalah utama yang masih saja terjadi adalah banyaknya masyarakat miskin yang belum mendapatkan Jamkesmas tersebut, sehingga program tersebut dirasakan belum optimal. Penelitian ini berkenaan dengan masalah rendahnya kinerja program kesehatan, khususnya dalam penyelenggaraan Jamkesmas di Kabupaten Banyumas dalam menjangkau masyarakat miskin. Pengukuran kinerja program Jamkesmas ditujukan pada bagaimana menghasilkan pemenuhan kebutuhan dan kepuasan pasien miskin terhadap tuntutan dan harapan akan pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendahnya kinerja program Jamkesmas ditunjukan oleh rendahnya cakupan pelayanan bagi masyarakat miskin. Masih banyak masyarakat miskin yang belum mendapatkan layanan kesehatan melalui Jamkesmas. Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya kapasitas manajemen pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja program. Kapasitas manajemen tersebut meliputi kapasitas anggaran, kapasitas informasi dan kapasitas sumberdaya manusia. Rendahnya kapasitas manajemen menyebabkan banyak masyarakat miskin tidak mendapatkan haknya untuk mendapatkan Jaminan kesehatan yang sebenarnya sudah disediakan pemeritah pusat. Selain disebabkan faktor kapasitas manajemen, rendahnya kinerja program Jamkesmas juga disebabkan adanya aspek politik yang berkembang di Kabupaten Banyumas. Kata kunci : Aspek politik, Kapasitas Manajemen, Kinerja Pemerintah Daerah, Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin
INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIOSITAS DI MASYARAKAT SUNDA GARUT Tubagus Chaeru Nugraha
Sosiohumaniora Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.236 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i2.9948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dan metode internalisasi nilai-nilai religiositas (INR) di empat masjid besar Kab. Garut. Dari hasil kajian ini dapat dipetakan kemampuan integrasi urangSunda Garut dalam ekspresi sikap berdasarkan kaidah transidental. Dalam kajian selanjutnya diharapkan dapat menjadi salah satu model pembentukan karakter tangguh urang Sunda. Dalam perspektif Systemic FunctionalLingusitics (SFL), karakter diinterpretasikan sebagai realisasi operasional jati diri atau identitas seseorang atau suatu bangsa (Saragih, 2012).Untuk memperoleh hasil analisis yang akurat, penelitian ini dilakukan dengantiga langkah.Pertama, metode penyediaan data secara deskriptif yang dilakukan dengan metode simak, survei, wawancara, dan kuosioner.Kedua, untuk analisis digunakan pendekatan eklektika critical discourse analysis(CDA)-Sistemik, hasilnya diolah secara kualitatif kemudian diinterpretasi untuk memperoleh model INR. Objek kajian dalam penelitian ini adalahekspresi INR di masjid Agung Garut Kota, masjid besar Tarogong Kaler, masjid besar Bayongbong, dan masjid besar Leles. Hasil penelitian berupa kategorisasi ekspresi sikap urang Sunda Garut berdasarkan kaidah hukum alam, kaidah intelektual, kaidah sosial, dan kaidah transidental. Kedua, model hirarki kaidah ekspresi sikap urang Sunda Garut sehingga terbentuklah karakter yang tangguh. Ketiga, ekspresi religiositas urang Sunda Garut meliputi lima dimensi, yaitu; (1) Ekspresi sikap pada keyakinan agama; (2) Ekspresi sikap terhadap ibadat; (3) Ekspresi sikap terhadap pengetahuan agama; (4) Ekspresi tentang pengalaman agama; (5) ekspresi sikap konsekuen pada aktualisasi dari konsep agama yang terinternalisasi dalam jiwanya.
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI OLEH MAHASISWA MELALUI PEMANFAATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Rohanda -
Sosiohumaniora Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i2.5298

Abstract

Inti permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah Perilaku Pencarian Informasi oleh Mahasiswa melalui Pemanfaatan Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi, dengan penekanan pemasalahannya pada aspek aktivitas yang mereka lakukan pada waktu pencarian informasi, optimalisasi pemanfaatan jasa layanan yang diberikan oleh perpustakaan, dan bentuk layanan yang paling dominan mereka manfaatkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan teknik pengumpulan data; kuesioner, wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa perilaku pencarian informasi yang mereka lakukan didasari atas kebutuhan untuk menyelesaikan tugas-tugas dari dosen dan membuat karya ilmiah (skripsi, tesis dan desertasi). Aktivitas dalam pencarian informasi masih memilih sendiri di rak (browsing) tanpa terlebih dahulu menggunakan katalog baik manual maupun elektronik. Dominasi pemanfaatan jasa perpustakaan masih sekitar aspek peminjaman pustaka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku pencarian informasi melalui layanan perpustakaan hanya sebatas tugas dari dosen atau penyusunan skripsi/tesis/desertasi dan lain-lain. Pemanfaatan jasa belum optimal masih sebatas pada meminjam dan mengembalikan. Hal ini terbukti dengan pemanfaatan waktu mereka di perpustakaan hanya berkisar 4 jam per minggu. Oleh karena itu, untuk optimalisasi pemanfaatan jasa tersebut, perlu adanya koordinasi antara rektorat, lembaga perpustakaan dan dekan untuk membuat program Users’ Educations (Pendidikan Pemakai) Kata Kunci : Pencarian Informasi, Pendidikan Pemakai.
ANAK BEKERJA DI INDONESIA: BUKTI EMPIRIS TERHADAP WEALTH PARADOX Disty Putri Ratna Indrasari
Sosiohumaniora Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.804 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i2.12101

Abstract

Banyak penelitian mengungkapkan bahwa keluarga yang semakin miskin akan menyebabkan kejadian anak bekerja lebih banyak (luxury axiom). Akhir-akhir ini, peneliti sudah mulai melihat adanya kondisi dimana keluarga yang mempunyai banyak tanah (keluarga yang lebih kaya), justru membuat fenomena anak bekerjanya lebih banyak (wealth paradox). Kondisi wealth paradox dibayangkan menjadi paradox dari kondisi luxury axiom. Namun demikian, kondisi wealth paradox sebenarnya dapat diintegrasikan ke dalam kondisi luxury axiom. Banyak penelitian tentang anak bekerja di Indonesia yang spesifikasi empirisnya belum dapat menangkap adanya kemungkinan perilaku wealth paradox dan luxury axiom, sehingga penelitian ini mencoba memberikan kontribusi perilaku anak bekerja di Indonesia dengan menggunakan spesifikasi empiris yang dapat menangkap perilaku wealth paradox dan luxury axiom. Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk menguji hipotesis wealth paradox dan luxury axiom terhadap anak bekerja di Indonesia dengan menggunakan data IFLS 5. Model yang digunakan di sini adalah tobit dengan instrumental variable. Penelitian ini berhasil membuktikan secara empiris bahwa perilaku wealth paradox dan luxury axiom juga terjadi dalam konteks anak bekerja pada keluarga pertanian di Indonesia. 
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR HUTAN LINDUNG BUKIT DAUN DI BENGKULU Gunggung Senoaji
Sosiohumaniora Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.514 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i1.5458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan lindung di Bengkulu. Metode penelitiannya adalah metode survey dengan beberapa teknik PRA. Penelitian di lakukan di Desa Air Lanang, Bengkulu. Data yang dikumpulkan dengan pengamatan dan wawancara mendalam kemudian dianalisis dengan analisis dekriptif kualitatif dan kuantitatif. Desa Air lanang memiliki luas 289,25 ha dengan jumlah penduduknya sebanyak 1.460 jiwa (285 KK). Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dengan tingkat pendidikan yang rendah. Rata-rata luas lahan garapannya adalah 2,5 hektar, dimana 1,6 hektar berada di dalam kawasan hutan lindung. Komoditas utamanya adalah kopi, dengan produksi sebesar 500 kg/ha/tahun. Jarak rata-rata dari desa ke kebun di hutan lindung adalah 2,6 km. Pendapatan masyarakat sangat tergantung kepada harga kopi yang fluktuasi harganya cukup tinggi. Jika harga kopi dibawah Rp. 6000, mereka termasuk kedalam katagori masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Saat ini pengelolaan kawasan hutan lindung oleh masyarakat menggunakan konsep hutan kemasyarakatan, yang ternyata belum bisa mengoptimalkan fungsi hutan lindung. Kata kunci : Sosial, ekonomi, masyarakat sekitar hutan, Hutan Lindung
PROGRAM OPERASIONAL PNPM MANDIRI PERKOTAAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG: KAJIAN TENTANG PELEMBAGAAN (FORUM) MUSYAWARAH Noverman Duadji -
Sosiohumaniora Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.95 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i2.7307

Abstract

Rumusan masalah penelitian ini adalah ‘Bagaimana pelembagaan (forum) musyawarah sebagai mediapartisipasi masyarakat dalam permusan dan implementasi program operasional PNPM Mandiri Perkotaan di KotaBandar Lampung?’. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang bentuk pelembagaan (forum)musyawarah dalam perumusan dan implementasi program operasional PNPM Mandiri Perkotaan di Kota BandarLampung, sedangkan metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Berkaitan dengan hasil penelitiandiperoleh kesimpulan bahwa LKM dan KSM merupakan bentuk pelembagaan (forum) musyawarah dalampermusan dan implementasi program operasional PNPM Mandiri Perkotaan di Kota Bandar Lampung. Forumini masih bersifat simbolik. Artinya forum musyawarah masih dikondisikan oleh pemerintah dengan mekanismepembentukan bersifat top down, keanggotaannya cerminan representasi elit (elitis) bukan representasi masyarakatmiskin dan demikian pula dengan keikutsertaan warga masih terkesan sebagai partisipasi semu. Kondisi inilahyang menyebabkan substansi program aksi PNPM MP di Kota Bandar Lampung belum menyentuh akar persoalankemiskinan warga kota. Program aksi baru mampu mengatasi fenomena (gejalah) yang muncul atau ‘symptomaticprogram’ dan belum mengarah kepada ‘strategic program’. Program operasional belum beorientasi atau berpihakpada rakyat miskin sebagai sasaran (pro poor policy), tetapi masih menunjukkan kehendak dan keinginanpemerintah. PNPM Mandiri Perkotaan Kota Bandar Lampung belum menunjukan program aksi (kebijakan) hasildari pelembagaan (forum) musyawarah atau sebagai hasil proses deliberasi, tetapi lebih merupakan ‘in policy’,yaitu kebijakan inkremental, tambal-sulam atas kebijakan sebelumnya dan lebih mencerminkan kepentinganpemerintah. Ada dua saran yang menjadi masukan untuk ditindak-lanjuti oleh pemerintah kota guna meningkatkankualitas kebijakan (program), yaitu: (1) perlu merumuskan rancangan kelembagaan (forum) musyawarah yangbenar-benar mencerminkan hakekat musyawarah yang sesungguhnya dengan dilandasi kerangka legal formal yangmengatur partisipasi publik kedalam bentuk perencanaan partisipatif; dan (2) perlu menumbuh-kembangkan nilainilaidemokrasi perencanaan melalui kerjasama nyata, pembinaan manajerial, dukungan finansial dan penguatanjejaring (networking) kemitraan dengan organisasi akar rumput sebagai wadah masyarakat.
PERANAN KERJASAMA ANTAR PUSAT DOKUMENTASI MEDIA MASSA IBUKOTA (JAKARTA) DALAM MENUNJANG TUGAS PARA WARTAWAN Wina Erwina; Yunus Winoto
Sosiohumaniora Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i2.5208

Abstract

Penelitian ini berjudul, “Peranan Kerjasama antar pusat dokumentasi media massa ibukota (Jakarta) dalam menunjang tugas para wartawan”. Sedangkan tujuan dari penelitian yakni untuk mengetahui pemanfaatan pusat dokumentasi media massa oleh para wartawan; untuk mengetahui kegiatan kerjasama antar pusat dokumentasi dalam pemenuhan kebutuhan informasi para wartawan; serta untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan kerjasama antar pusat dokumentasi media massa. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dan yang menjadi populasinya adalah para pustakawan pusat dokumentasi massa cetak yang berada diibukota yakni pustakawan Surat Kabar Kompas. Surat Kabar Republika. Majalah Gatra dan Majalah Tempo. Teknik penarikan sampelnya menggunakan teknik purposif (purposive sampling) dan teknik pengumpulan datanya adalah melalui angket. Wawancara observasi dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pusat dokumentasi media massa sering dimanfaatkan oleh para wartawan dalam melengkapi bahan penulisan berita; kerjasama antar pusat dokumentasi informasi media massa telah lama dilakukan dalam upaya pemenuhan kebutuhan informasi para wartawan. Sedangkan mengenai hambatan dalam pelaksanaan kerjasama antar pusat dokumentasi ini antara lain belum jelasnya bentuk kerjasama yang selama ini berjalan, hambatan dalam birokrasi serta hambatan yang menyangkut terbatasnya fasilitas komunikasi yang digunakan antar pusat dokumentasi. Kata kunci : Pusat dokumentasi, purposif, observasi, fasilitas komunikasi.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PENGUATAN EKONOMI KERAKYATAN (Studi Kasus pada Usaha Roti Maros di Kabupaten Maros) - Alyas
Sosiohumaniora Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.315 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i2.12249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam penguatan ekonomi kerakyatan pada Usaha Roti Maros di Kabupaten Maros. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.Subjek penelitian yaitu pemilik usaha Roti Maros di Kabupaten Maros. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif dan analisis SWOT. Dimana analisis kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi sedangkan analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis serta merumuskan strategi suatu perusahaan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan usahakecil dalam penguatan ekonomi kerakyatan pada usaha Roti Maros diKabupaten Maros yang dapat digunakan yaitu pengembangan pasar dan produk, serta penetrasi pasar secara intensif  dengan meningkatkan promosi, kualitas, serta inovasi produk Roti Maros. 

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue