cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 786 Documents
PRINSIP-PRINSIP PERLINDUNGAN DATA PRIBADI NASABAH KARTU KREDIT MENURUT KETENTUAN NASIONAL DAN IMPLEMENTASINYA Sinta Dewi Rosadi
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.391 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.11380

Abstract

Praktik pemasaran kartu kredit dewasa ini di Indonesia telah disalahgunakan dimana data pribadi nasabah dancalon nasabah dalam industri kartu kredit telah diperjualbelikan tanpa persetujuan pemilik data pribadi. Praktik ini tentunya tidak mempertimbangkan perlindungan privasi atas data pribadi. Pemerintah telah mengatur hal ini melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Peraturan Bank Indonesia No7/6/PBI/2005. Permasalahan hukum adalah; (1) apakah regulasi yang ada telah menerapkan prinsip-prinsip perlindungan data pribadi khususnya dalam industri kartu kredit; (2) Bagaimana implementasi regulasi yang ada dalam memberikan perlindungan privasi atas data pribadi terhadap nasabah kartu kredit di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative dengan Metode penelitian yang digunakanadalah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang (statute approach). Hasil Penelitian, regulasi yang ada telah memberikan dasar hukum bagi perlindungan data pribadi khususnya nasabah kartu kredit akan tetapi pengaturannyamasih sangat minimal dan belum dapat memberikan perlindungan yang maksima
PENGARUH KAPASITAS INTELEGENSI, KEMAMPUAN MENYIMAK, DAN KEMAMPUAN MEMBACA SEBAGAI KOMUNIKASI RESEPTIF SECARA BERSAMAAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR (Suatu Studi pada Siswa SMAN di Kota Bandung) Pien Supinah Adiwiria
Sosiohumaniora Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i2.5381

Abstract

Kapasitas intelegensi merupakan salah satu faktor dalam memprediksi prestasi belajar. Namun selain kapasitas intelegensi, prestasi belajar juga ditentukan oleh beberapa faktor lainnya di antaranya oleh proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar merupakan trasnformasi pengetahuan dari guru kepada murid dalam institusi sekolah melalui kemampuan menyimak dan kemampuan membaca. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapasitas intelegensi, kemampuan menyimak dan membaca secara bersamaan terhadap prestasi belajar. Desain penelitiannya menggunakan studi explanatory survey Teknik pengambilan sampelnya menggunakan multi-stage cluster sampling pada siswa SMAN di kota Bandung berjumlah 112 responden. Instrumen penelitian, yang digunakan berupa tes. Uji statistiknya menggunakan Path Analysis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh tentang kapasitas intelegensi terhadap prestasi belajar, pengaruh kemampuan menyimak terhadap prestasi belajar, dan pengaruh kemampuan membaca terhadap prestasi belajar. Melihat hasil pengaruh dari ketiga faktor tersebut terhadap perstasi belajar, kemampuan membaca paling besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar dibandingkan dengan kemampuan menyimak dan kapasitas intelegensi. Secara bersamaan, pengaruh antara kapasitas intelegensi, kemampuan menyimak dan kemampuan membaca sebagai komunikasi reseptif terhadap prestasi belajar menunjukkan hasil yang signifikan. Besar kontribusi kapasitas intelegensi, kemampuan menyimak dan membaca secara bersamaan terhadap prestasi belajar adalah 69%. Dengan demikian kontribusi kapasitas intelegensi, kemampuan menyimak dan kemampuan membaca secara berasamaan terhadap prestasi belajar adalah besar, sehingga kemampuan menyimak dan kemampuan membaca para siswa disekolah perlu mendapat perhatian yang maksimal dari berbagai pihak, baik pemerintah, sekolah, guru, maupun orang tua. Kata kunci : kapasitas intelegensi, kemampuan menyimak, kemampuan membaca, dan prestasi belajar.
LURAH DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DI KELURAHAN CABENGE KECAMATAN LILIRILAU KABUPATEN SOPPENG Alyas -
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.615 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat terhadap pembangunan di KelurahanCabenge. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan memilih informan KepalaLingkungan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Kepala Keluarga. Teknik pengumpulan datayang dipergunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data digunakan adalahteknik analisis kualitatif yaitu dengan menggunakan langkah-langkah yaitu analisis reduksi dan analisis penyajiandata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peranan Lurah secara persuasif dalam meningkatkan partisipasimasyarakat terhadap pembangunan dapat dilihat dari aktivitas lurah dengan cara membujuk dan mengajakmasyarakat dan berhasil menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi terhadap pembangunan, (2) PerananLurah secara akomodatif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pembangunan yaitu memberikaninformasi baik pada papan informasi di kelurahan maupun acara formal dan non formal mengenai masalahpembangunan sudah dapat mendorong masyarakat untuk berpartisipasi terhadap pembangunan, dan aktivitas lurahdalam menerima aspirasi masyarakat sudah cukup aktif tapi partisipasi masyarakat dalam mengeluarkan ide ataugagasan menyangkut masalah pembangunan masih cukup rendah dapat dilihat dari kurangnya masyarakat yanghadir dalam acara musrembang dan kurangnya masyarakat yang mengeluarkan ide atau aspirasinya, dan (3) PerananLurah Cabenge secara Dinamis Antisipatif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dapatdilihat dari aktivitas Lurah yang cukup berhasil dalam menggerakkan masyarakat memelihara hasil pembangunan.Kata Kunci: Lurah, partisipasi masyarakat, pembangunan
PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI PERAH DAN DINAMIKA MODA PRODUKSI USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI PANGALENGAN JAWA BARAT Mochamad Ali Mauludin
Sosiohumaniora Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.884 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i1.11392

Abstract

Pangalengan telah menjadi salah satu sentra peternakan sapi perah terkemuka di Jawa Barat selain Lembang Kabupaten Bandung Barat. Hingga saat ini, hal tersebut masih terus berlangsung bahkan Pangalengan ditetapkan sebaga ikon peternakan sapi perah Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan peternakan sapi perah dan dinamika moda produksi usaha peternakan sapi perah di Pangalengan dari masa ke masa mulai dari awal keberadaannya hingga saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan peternakan sapi perah di Pangalengan terklasifikasi menjadi tiga periode yaitu periode penjajahan (sebelum 1945), periode Perintis (tahun 1945 sampai 1975), dan periode Kontemporer (1975 s/d sekarang) sedangkan dinamika moda produksi usaha peternakan sapi perah terbentuk pada periodisasi tersebut antara lain capitalist, semi-petty commodity, petty commodity. Kekuatan produksi di tiap periode adalah ternak sapi perah, lahan dan keterampilan peternak. Sedangkan yang membedakan dari keseluruhan periode tersebut adalah jumlah penguasaan ternak, ketersediaan lahan yang berkurang serta meningkatnya keterampilan peternak yang didukung oleh kemajuan teknologi dan pengetahuan. Dalam hubungan produksi, terjadi transformasi hubungan kerja dan munculnya jenis pekerjaan baru.
REFORMASI BIROKRASI PEMERINTAH PASCA ORDE BARU Dede Mariana
Sosiohumaniora Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v8i3.5557

Abstract

Reformasi birokrasi merupakan konsep yang luas ruang lingkupnya, mencakup pembenahan struktural dan kultural. Secara lebih rinci meliputi reformasi struktural (kelembagaan), prosedural, kultural, dan etika birokrasi. Reformasi birokrasi pemerintahan diartikan sebagai penggunaan wewenang untuk melakukan pembenahan dalam bentuk penerapan peraturan baru terhadap sistem administrasi pemerintahan untuk mengubah tujuan, struktur maupun prosedur yang dimaksudkan untuk mempermudah pencapaian tujuan pembangunan. Di dalam konteks Indonesia, dengan budaya paternalistik yang masih kuat, keberhasilan pembenahan birokrasi akan sangat ditentukan oleh peran pemimpin atau pejabat tinggi birokrasi. Jadi pembenahan tersebut seyogianya dilakukan dari level atas, karena pemimpin birokrasi kerapkali berperan sebagai ’patron’ sehingga akan lebih mudah menjadi contoh bagi para bawahannya. Pembenahan birokrasi mengarah pada penataan ulang aspek internal maupun eksternal birokrasi. Dalam tataran internal, pembenahan birokrasi harus diterapkan baik pada level puncak (top level bureaucrats), level menengah (middle level bureaucrats), maupun level pelaksana (street level bureaucrats). Pembenahan pada top level harus didahulukan karena posisi strategis para birokrat di tingkat puncak adalah sebagai pembuat keputusan strategis. Pada tataran menengah, keputusan strategis yang dibuat oleh pemimpin harus dijabarkan dalam keputusan-keputusan operasional dan selanjutnya ke dalam keputusan-keputusan teknis bagi para pelaksana di lapangan (street level bureaucrats). Kata Kunci: Reformasi birokrasi, paternalistik, struktur, kultur, etika birokrasi
MODEL OF GAWAI DAYAK BASED-SOCIAL CAPITAL IN THE BORDER OF SAJINGAN BESAR OF WEST KALIMANTAN Herlan Herlan; Elyta Elyta
Sosiohumaniora Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3373.299 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i1.26042

Abstract

The ceremony of gawai Dayak has its own uniqueness in each region. Particularly in the region of Sajingan Besar, the Indonesia-Malaysia border, Gawai Dayak forms a unique social capital and locality. Thus the purpose of this study is to design a social capital model based on Gawai Dayak at the border of Sajingan Besar, West Kalimantan. This research uses the action research method approach with the Fast and Participatory Assessment model. Participants came from informants local government, Non-Goverment (NGOs), community leaders in the form of in-depth interviews. The findings of this study are the existence of unique social capital in Gawai Dayak rituals in the people of Sajingan Besar. Based on the results of this study indicate that Gawai Dayak is a unique social capital that is reconstructed in Gawai rituals, namely the ba’aek and ba’komok traditions. The ba’aek and ba’komo” traditions are rituals in the ceremony of Gawai Dayak. Social capital is formed through local institutions such as mutual cooperation and mutual trust between communities, then the Gawai Dayak becomes a bond of friendship, cooperation, togetherness, mutual care between individuals and the community, and it can be converted into political capital that is political participation which then becomes political participation becomes unique local norms and values. Based on the results of the study, it can be concluded that the social capital contained in the Gawai Dayak is seen in the Ba’aek and Ba’komo rituals. In both of these rituals, a unique locality is found and is only found in the Dayak community in Sajingan Besar.
HUBUNGAN ANTARA HARAPAN HASIL DENGAN TINGKAT RISIKO PADA USAHA TERNAK AYAM RAS PEDAGING Sondi Kuswaryan; Maman Paturochman; Cecep Firmansyah
Sosiohumaniora Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i3.5527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola hubungan antara tingkat risiko usaha dan harapan hasil pada usahaternak ayam ras pedaging. Penelitian dilakukan di Poultry Shop Tanjung Mulya, Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan data dari 276 kegiatan pemeliharaan yang dilakukan oleh 50 unit usahaternak ayam ras pedaging, yang dipilih secara acak. Risiko usaha menggunakan ukuran koefisien variasi, dan harapan hasil menggunakan ukuran rata-rata dari gros marjin yang diperoleh usahaternak selama setahun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Risiko usahaternak ayam ras pedaging merupakan pengaruh kumulatif dari kegagalan faktor teknis dan harga. Faktor teknis disebabkan oleh terjadinya kematian ayam atau kegagalan berat ayam mencapai berat yang optimal. Faktor harga disebabkan oleh tingginya harga DOC dan Pakan, serta rendahnya harga ayam hasil panen. Terdapat hubungan yang nyata antara tingkat risiko ( X ) dengan tingkat harapan hasil ( Y ), mengikuti model korelasi sebagai berikut : Y = 734.793,8 – 206.046 X + 17.514,86 X 2 R2 = 0,9137, Pada usahaternak ayam ras pedaging, risiko usaha berjalan selaras dengan besarnya harapan hasil. Makin besar harapan hasil, peternak dihadapkan pada risiko usaha yang makin besar. Kata Kunci : Risiko Usaha, Harapan Hasil, Usahaternak Ayam Ras Pedaging
NILAI MANFAAT HUTAN MANGROVE DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KONVERSI ZONA SABUK HIJAU (GREENBELT) MENJADI TAMBAK DI WILAYAH PESISIR KOTA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Slamet Jumaedi
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.539 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.10104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengkaji kondisi dan potensi ekosistem mangrove di Pesisir Kota Singkawang, (2) Menganalisis apa akar penyebab terjadinya alih fungsi Zona Sabuk Hijau (Greenbelt) Hutan mangrove menjadi tambak di Pesisir Kota Singkawang. (3) Menentukan alternatif pengelolaan kawasan mangrove yang berkelanjutan di Pesisir Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, Focus Group Discussion (FGD) dan teknik wawancara secara mendalam (depth interview). Metode survey digunakan untuk pengambilan data mengenai ekosistem mangrove, data fisik dan kimiawi perairan. Metode Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara digunakan untuk pengambilan data tentang sosial, budaya, ekonomi masyarakat dan pandangan masyarakat terhadap  pengelolaan ekosistem mangrove. Faktor penyebab utama konversi Zona Sabuk Hijau (Greenbelt) ekosistem mangrove menjadi tambak diwilayah pesisir Kota Singkawang adalah (1) Tingginya kebutuhan ekonomi dan kurangnya kesadaran kepentingan ekologis serta kepedulian masyarakat akan dampak lingkungan, (2) Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya  penetapan Zona Sabuk Hijau (Green Belt) mangrove untuk kelestarian lingkungan. Hal ini yang mengakibatkan terjadinya perusakan hutan mangrove  oleh masyarakat pesisir Kota Singkawang yang tentunya akan berdampak pada masa yang akan datang. Kemudian rendahnya kesadaran masyarakat tentang konversi dan fungsi ekosistem mangrove. (3) Berdasarkan Parameter fisik lingkungan mangrove  yang di amati terdiri dari Suhu Air, Kekeruhan/Turbiditas, Kecerahan Perairan Laut, dan Gelombang, untuk variabel kimiawi lingkungan mangrove yang diamati adalah Salinitas, Derajat Keasaman (pH air), Oksigen Terlarut (DO), dan Kandungan Unsur Hara (Nutrient) di wilayah pesisir Kota Singkawang yang mana kondisi fisik kimiawi ekosistem mangrove sangat baik dan sangat dimungkinkan untuk budidaya tambak udang, Reklamasi seperti ini telah memusnakan ekosistem mangrove dan juga mengakibatkan efek – efek yang negatif terhadap perikanan di perairan pantai pesisir Kota Singkawang. Selain itu kehadiran saluran-saluran drainase mengubah sistem hidrologi air tawar di daerah mangrove yang masih utuh yang terletak kearah laut menjadi tidak berfungsi dan hal ini mengakibatkan dampak negatif. Hal ini ditunjang dari pandangan masyarakat terhadap pengelolaan ekosistem mangrove yang hanya sebesar 49.1%, artinya masyarakat masih memandang pengelolaan Ekosistem Mangrove di Pesisir Kota Singkawang selama ini berjalan kurang baik. Alternatif solusi untuk mengatasi pemasalahan dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Pesisir Kota Singkawang adalah dengan memperbaiki dan memperkuat struktur kelembagaan agar lebih efektif sehingga menghasilkan performance yang lebih baik. Hal ini dilakukan dengan cara: (1) Batas (zonasi) Sabuk hijau (Greenbelt) sebagai areal yang dilindungi sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan No. KB 550/264/Kpts/4/1984 dan No. 082/Kpts-II/1984 tanggal 30 April 1984 yang di antaranya menyebutkan bahwa lebar sabuk hijau hutan mangrove adalah 200 m. Surat Keputusan Bersama ini selanjutnya dijabarkan oleh Departemen Kehutanan dengan mengeluarkan Surat Edaran No. 507/IV-BPHH/1990 yang di antaranya berisi penentuan lebar sabuk hijau pada hutan mangrove, yaitu selebar 200 m di sepanjang pantai, sehingga tidak ada hak/lahan masyarakat yang masuk ke dalam kawasan Zona Sabuk hijau (Greenbelt) hutan lindung mangrove; (2) memberikan akses terbatas kepada masyarakat untuk tetap dapat mengusahakan budidaya tambak udang sistem silvofishery (80% : 20%) dengan aturan dan kewajiban-kewajiban tertentu yang dituangkan dalam kesepakatan konservasi (kontrak sosial) diluar 200 m kawasan Zona Sabuk hijau (Greenbelt) hutan lindung mangrove . Jenis mangrove yang ditanam hendak jenis yang cocok untuk daerah tersebut yaitu Avicennia alba dan Sonneratia alba. 
HOW INDONESIANS CAN CONTRIBUTE TO THE DEVELOPMENT OF COMMUNICATION THEORIES Deddy Mulyana
Sosiohumaniora Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i2.5306

Abstract

This article responds to the concern of some Indonesian communication scholars with the scarcity of “indigenous” communication theories developed by Indonesians themselves. It must be admitted that in our country objective communication theories developed in the West are more dominant than interpretive (phenomenological and critical) ones. This leads to the frequent deductive testing of the existing theories, making our research stagnant. To develop indigenous communication theories, the best solution is to conduct phenomenological (inductive) research on intercultural communication phenomena and critical research on mass communication phenomena (especially television programs) in Indonesia. This will help us to develop Indonesian communication theories as well as to enlighten our society. Keywords: Phenomenological paradigm, objective paradigm (behaviorism and structural functionalism), critical paradigm
PENGEMBANGAN WAKAF TANAH DAN RUMAH SUSUN BERDASARKAN ASAS PEMISAHAN HORIZONTAL Nia Kurniati; Helza Nova Lita
Sosiohumaniora Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.101 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i2.9901

Abstract

Wakaf tanah dipergunakan untuk mendirikan bangunan bagi usaha dalam bidang keagamaan dan sosial.Sejak terbit UU Nomor 41 Tahun 2004, di dalam Pasal 16 ayat (2) huruf d, dinyatakan, harta benda wakaf berupa tanah dan rumah susun difungsikan selain sebagai sarana keagamaan, juga untuk memajukan kesejahteraan umum. Melalui metode yuridis normatif, artikel ini mencoba memberikan landasan pemikiran, mengenai pembaharuan hukum wakaf produktif, dengan menerapkan asas pemisahan horizontal untuk mengembangkan potensi ekonomi harta benda wakaf berupa tanah dan rumah susun melalui kerjasama dengan pihak ketiga, menghasilkan keuntungan tanpa melanggar prinsip syariah dan kewenangan Nazhir sebagai pemegang hak tanah wakaf. 

Page 6 of 79 | Total Record : 786


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue