cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
DEMOCRACY: IS IT NECESSARY? Mudiyati Rahmatunnisa
Sosiohumaniora Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i3.5526

Abstract

There is a great resistance from several Asian country leaders towards democracy. Basically, they view that the US has “forced” some Asian countries to implement its model of government which is thought to be a good form of government for all countries, particularly in terms of placing democracy as a “yardstick” when some of the countries need International Aids. While actually, they argue that what works for one country does not necessarily appropriate for others. Lee Kuan Yew argue that what people’s real need is a “good government”, whase its implementation might differ for each country and might also differ from “Western” values. Nevertheless, some observers have criticized the concept as well. They argue that it has been implemented on the expense of restricting political space available for he citizens. This essay will elaborate each of the claims and will try to provide a tentative alternative which might need further discussion. Keywords: Democracy; Good government; Western Values
KINERJA PRAKTISI PUBLIC RELATIONS DALAM IMPLEMENTASI KEGIATAN HUMAN RELATIONS (Studi Kasus Praktisi Public Relations Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan non Public Relations pada BUMN Kota Malang) Nilam Wardasari; Darsono Wisadirana; Zulkarnaen Nasution
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.563 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i2.5747

Abstract

Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia menempatkan praktisi Humasnya pada orang yang tidak sesuai, hal ini sesuai dengan yang dikatakan Direktur utama PT SemenGresik dalam dialog “Optimalisasi Publikasi BUMN dan Dukungan Publik” di Surabaya. Begitu jugadengan BUMN di Malang seperti PT PLN dan PT POS (Persero) Area Malang yang mempunyai praktisipublic relations dengan latar belakang pendidikan non public relations. Penelitian ini dilakukan gunamengetahui bagaimana eksistensi praktisi public relations pada PT PLN dan PT POS (Persero) AreaMalang, alasan pihak BUMN menempatkan praktisi public relations dan bagaimana kinerja praktisipublic relations dalam implementasi kegiatan human relations. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan metode studi kasus desain multikasus. Teknik pengumpulan data yang digunakanwawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan berdasarkan teknik purposif.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kasus individu dan analisis data lintas kasus.Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa eksistensi yang dimiliki oleh praktisi public relations padaPT PLN dan PT POS (Persero) Area Malang kuat, hal tersebut terbukti dari peranan dan keaktifanpraktisi public relations pada kegiatan human relations. Setiap BUMN mempunyai pertimbangandalam menempatkan praktisi public relations. Untuk PT PLN (persero) Area Malang mempunyaipertimbangan pengalaman bekerja di PT PLN dan kemampuan yang sudah terlihat. Sedangkan untukPT POS (Persero) Area Malang mempunyai pertimbangan berupa hasil nilai tes ujian dan interviewyang terbaik. Kinerja praktisi public reations dikatakan baik karena dapat memenuhi kepribadian yangbaik, kegitaan human relations yang merata dan hasil evaluasi kegiatan human relations yang baik pula.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH BIDANG PENDIDIKAN, KESEHATAN DAN PEREKONOMIAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Rossy Lambelanova
Sosiohumaniora Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.118 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i2.12137

Abstract

Kabupaten Bandung Barat adalah salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Bandung yaitu dengan lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat menjadi Daerah Otonom di Provinsi Jawa Barat, dalam pelaksanaanya masih terdapat fenomena-fenomena permasalahan di lapangan baik di bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Marilee S. Grindle (1980), yang mengemukakan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan dipengaruhi oleh isi kebijakan dan konteks kebijakan. Penelitian ini menggunakan metoda penelitian kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kebijakan otonomi daerah berdasarkan perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terdiri dari bidang pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat menunjukkan peningkatan indeks dari tahun ke tahun, namun perkembangan IPM ini tidak semata-mata menunjukkan bahwa pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian di Kabupaten Bandung Barat telah berhasil, secara faktual masih banyak kekurangan di lapangan yang masih memerlukan kerja ekstra dari pemerintah daerah dan belum efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tujuan dari implementasi kebijakan otonomi daerah di Kabupaten Bandung Barat  
POLA KEMITRAAN ANTARA PETANI PADI DENGAN PT. E-FARM BISNIS INDONESIA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI PADI Dini Rochdiani; Kenal Junius Suranta
Sosiohumaniora Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i1.5372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme dan pola kemitraan usaha pertanian yang diterapkan antara petani padi dengan PT. EFarm Bisnis Indonesia (PT. EBI), serta pendapatan petani padi sebelum dan sesudah melakukan kemitraan. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei dengan mengambil suatu kasus di Desa Salam Jaya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Petani yang dijadikan sampel adalah 28 orang dengan menggunakan metode penarikan contoh acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan usaha pertanian antara petani padi dengan PT EBI dikategorikan kedalam pola Kemitraan Usaha Bersama (KUB). Mekanisme kemitraan usaha pertanian antara petani padi dengan PT. EBI adalah perusahaan mitra menyediakan sarana produksi padi, bimbingan teknologi produksi serta pengolahan dan pemasaran hasil produksi, sedangkan petani mitra menyediakan lahan dan tenaga dalam proses produksi sampai panen. Kemitraan ini meliputi tahap perencanaan, produksi, panen, penanganan pasca panen, pengolahan, serta pemasaran. Namun, dalam pelaksanaan kemitraan ini belum berjalan secara optimal, keterlibatan petani hanya sampai panen. Belum dilaksanakannya kemitraan ini sesuai dengan mekanisme yang seharusnya, disebabkan oleh kurangnya pemahaman petani mengenai konsep yang dikembangkan perusahaan mitra dan kurangnya kapasitas penyimpanan dan pengolahan yang dimiliki oleh perusahaan. Hasil analisis beda rata-rata pendapatan petani padi sebelum dan sesudah melakukan kemitraan dengan PT. EBI, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan sehingga manfaat ekonomi dari kemitraan ini cenderung belum dapat dirasakan oleh petani. Dipihak lain, manfaat sosial yang diperoleh petani melalui kemitraan ini yaitu rasa aman, keterjaminan pasar, sarana produksi dan difusi teknologi. Kata kunci: Kemitraan , Pendapatan, Petani
PERSEPSI STAKEHOLDTuna revitalization program undertaken by PPN Ternate indicate a change in the management of fish resources and the expansion of seed not only focus on ER USAHA PENANGKAPAN TUNA DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) TERNATE MALUKU UTARA Titien Sofiati; Domu Simbolon; Tri Wiji Nurani; Eko Sri Wiyono
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.133 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5680

Abstract

Tuna revitalization program undertaken by PPN Ternate indicate a change in the management offish resources and the expansion of seed not only focus on skipjack but also on tuna resources. Perceptions ofstakeholders have an important role and is affecting their engagement towards fisheries management system thatwill be applied. The study was conducted during the two months of January and February 2013 with interviewsand surveys. Perception analysis be descriptive of the factors that influence the tuna fishing effort in PPN Ternate,deskriminan multiple testing using the equation to obtain a perceptual map (perceptual map). Public perceptionof tuna landed in PPN Ternate can provide a proof of the success of the tuna revitalization program undertakenby PPN Ternate. Based on the results of research conducted can be concluded that the tuna fishing business isgrowing and should continue to be developed.Keywords: Perception, PPN Ternate, stakeholder, tuna
DESENTRALISASI DAN KEPEMIMPINAN INOVATIF DI INDONESIA Agus Pramusinto
Sosiohumaniora Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.756 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i3.11557

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana desentralisasi membawa perubahan pada sistem kepemimpinan di daerah. Kajian ini menfokuskan pada pengalaman Indonesia yang telah mengadopsi kebijakan desentralisasi sejak lama. Dalam penulisan ini, kajian hanya menfokuskan perubahan desentralisasi sejak Orde Baru. Pada waktu itu, kepemimpinan yang ditentukan dari pusat hanya diorientasikan pada keamanan dan stabilitas politik sehingga kepemimpinan militer dan birokrat senior menjadi pilihan utama. Dengan adanya perubahan kebijakan desentralisasi dengan konteks politik yang berubah, pola kepemimpinan yang muncul menjadi lebih bervariasi. Kepemimpinan dengan gaya militer dan birokrasi tidak lagi mendominasi, sebaliknya, muncul pemimpin-pemimpin daerah dari kalangan pengusaha, politisi, aktivis kemasyarakatan, pendidik, wanita dan birokrat muda.  Berdasarkan dialog langsung dengan pemimpin yang bersangkutan atau wawancara dengan narasumber lain atau   penelusuran data sekunder, kajian ini menyimpulkan bahwa  pola kepemimpinan dengan latar belakang yang bervariasi memiliki tingkat inovasi yang sangat tinggi dibandingkan model kepemimpinan militer.
REVITALISASI PEMBANGUNAN DESA DI KECAMATAN NAGREG DAN CICALENGKA KABUPATEN BANDUNG: Studi Corak Governance Desa dan Antar Desa Diharna -
Sosiohumaniora Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i1.5330

Abstract

Konsep governance mempunyai 3 domain yaitu State, Dunia Usaha dan Civil Society. Di ketiga domain tersebut berlangsung self organizing yang sifatnya heterarkhic. Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsep revitalisasi pembangunan desa, untuk itu dilakukan analisis self organizing yang terjadi di desa penelitian pada masing-masing domain governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi pembangunan desa akan dapat berjalan apabila terjadi reposisi kepemerintahan desa, reposisi kecamatan dan reposisi perumusan kebijakan publik. Reposisi kepemerintahan desa perlu dimulai dengan memberdayakan Badan Perwakilan Desa yang diharapkan akan mempunyai daya ungkit terhadap pemberdayaan Civil Society, kepedulian dunia usaha terhadap urusan publik masyarakat desa dan adaptasi badan eksekutif desa dalam menjalankan perannya. Reposisi kecamatan dilakukan dengan memperkuat kedudukan kecamatan dengan segala konsekuensinya, yaitu ditambahnya personil sesuai kualifikasi yang dibutuhkan dan ditambahnya peralatan serta anggaran keuangan mendekati kebutuhan yang diperlukan. Reposisi perumusan kebijakan publik desa dilakukan dengan keterlibatan semua komponen governance desa yaitu Badan Eksekutif Desa dan Badan Perwakilan Desa (State), Civil Society dan Dunia Usaha (Market) di dalam perumusan kebijakan publik baik pada proses perumusan kebijakan di desa maupun pada forum diskusi di kecamatan yang membahas kepentingan antar desa yang akan menjadi bahan dalam perumusan kebijakan publik di tiap-tiap desa. Kata kunci: kepemerintahan, negara, swasta, masyarakat sipil, pengorganisasiandiri
THE ANALYSIS OF SOCIO-ECONOMIC CHARACTERISTIC IMPACTS ON CHILD EDUCATIONIN RURAL HOUSEHOLDS Herdiyanti Herdiyanti; M. Faisal Akbar
Sosiohumaniora Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2690.411 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i1.24064

Abstract

The study titled Impact Analysis Characteristics of domestic socio-economic and child education in households in South Bangka district, this refers to the prestigious University of Bangka Belitung with the theme empowerment and strengthening Local community modalities, especially on the topic of increasing public participation on education in Bangka Belitung. The main challenge of the labor market in Bangka Belitung is the fulfillment of a more competent workforce, especially in the formal sector. This research is expected to give a real picture of the main condition causing low participation of schools in several villages in South Bangka from the side of the household. This research uses an Ordinary method of Least Square research that explains the influence of the characteristics of socio-economic households towards child education is found that the rate of household income precisely does not affect the long School children. The results showed that the age of the household head and the ratio of household dependencies had a positive influence on child education. This is in connection with work that is usually managed informally on households living in rural areas. The number of dependent households (14 to 64 years) is not going to work when the number of households in the product family is quite a lot.
PERBANDINGAN PENDAPATAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA RUMAH TANGGA PETANI PEDESAAN DAN PERKOTAAN: Suatu Kasus Pada Agro Ekosistem Lahan Basah Berbasis Padi Sawah Di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut Sudrajati Ratnaningtyas; Wawan Purwana
Sosiohumaniora Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.799 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i3.5505

Abstract

Pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak selalu merata hasilnya, baik dari sisi pandang antar sektor maupun antar wilayah. Masih banyak tenaga kerja yang menjadi beban sektor pertanian di pedesaan ataupun di perkotaan. Sektor industri tidak siap menampung surplus tenaga kerja yang berpindah dari sektor pertanian. Surplus tenaga kerja tersebut tidak dipersiapkan untuk memenuhi kriteria yang diperlukan oleh industri atau jasa yang terkonsentrasi di perkotaan. Penelitian ini menggunakan Explanatory Survey Method dan penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Ukuran sampel yang digunakan yaitu 26 rumah tangga untuk perkotaan dan 33 rumah tangga untuk pedesaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah tangga petani di perkotaan lebih banyak ragam pekerjaan dan lebih tinggi pencurahan tenaga kerjanya dibandingkan dengan di pedesaan. Demikian pula dari sisi pendapatannya, namun dari sisi produktivitas tenaga kerja relatif sama. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan pendapatan di kota yang relatif sebanding dengan peningkatan curahan kerjanya, yang berarti tidak terjadinya peningkatan efisiensi penggunaan tenaga kerja. Baik di pedesaan maupun di perkotaan pangsa pendapatan agribisnis relatif sama yaitu di atas 80 %, yang berarti di kedua wilayah tersebut agribisnis masih menjadi sumber pendapatan dominan masyarakat petaninya. Kata kunci : tenaga kerja, pendapatan, produktivitas, rumah tangga
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMANDIRIAN PETANI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK KEBERLANJUTAN USAHATANI (Kasus: Petani di Desa Sukaharja - Kabupaten Bogor) - Malta
Sosiohumaniora Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.656 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i2.9945

Abstract

Kesiapan menghadapi era globalisasi membutuhkan kemandirian petani dalam daya saing, hal ini berkaitan dengan kemampuan petani dalam me-manage usahataninya guna menjamin kualitas produk dan keberlanjutan usahatani. Penumbuhan kemandirian petani, perlu diarahkan agar mereka dengan kekuatan dan kemampuan dirinya bekerjasama untuk mencapai segala yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisisfaktor-faktor yang berhubungan tingkat kemandirian petani dalam pengambilan keputusan untuk keberlanjutan usahatani di Desa Sukaharja Kabupaten Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional, untuk melihat hubungan antara peubah penelitian dan menguji hipotesis. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai Desember 2013 di Desa Sukaharja Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Populasi penelitian adalah semua petani yang memiliki lahan sendiri dalam berusahatani, yaitu sebanyak 67 petani. Sampel penelitian diambil sebanyak 30 petani. Penarikan sampel dilakukan secara acak (random sampling). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang penting diperhatikan untuk meningkatkan kemandirian petani di Desa Sukaharja Kabupaten Bogor dalam pengambilan keputusan untuk keberhasilan usahatani adalah: keaktifan mencari informasi yang berhubungan dengan usahatani dan interaksi dengan penyuluh.

Page 7 of 79 | Total Record : 789


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue