cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
PERKEMBANGAN EKSPOR DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI DAERAH RIAU Almasdi Syahza
Sosiohumaniora Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i2.5295

Abstract

Riau merupakan propinsi yang memberikan nilai ekspor minyak bumi terbesar pada Indonesia. Bagi Riau, kegiatan ekspor tidak hanya memberikan devisa ne gara, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan menelaah perkembangan ekspor dan peranannya terhadap pertumbuhan ekonomi Daerah Riau. Data sekunder yang dipergunakan, dianalisis dengan model OLS dan TSLS. Analisis menggunakan Model pertama menunjukkan bahwa kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 95,42 persen; sementara dengan model kedua menunjukkan hasil sebesar 94,89 persen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekspor memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Propinsi Riau. Untuk mendukung ekspor dari luar migas, maka orientasi ekonomi daerah Riau diharapkan tertuju pada penambahan faktor-faktor produksi bagi ekonomi golongan bawah, sehingga trickle down effect bisa berjalan seperti yang diharapkan. Kata kunci: Ekspor, pertumbuhan ekonomi
POTRET MINAT LANJUTAN SEKOLAH: ANALISIS DAMPAK RENCANA PENETAPAN WILAYAH GARUT UTARA SEBAGAI KAWASAN INDUSTRI Kurnia Muhamad Ramdhan; Ahmad Buchari
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.681 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.19242

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian terhadap dampak dari rencana ditetapkannya wilayah Garut Utara sebagai kawasan industri. Fenomena cukup maraknya golongan ekonomi lemah di Garut Utara memunculkan kecenderungan kolektif bagi mayoritas lulusan Sekolah Menengah Atas untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Kondisi tersebut kemudian semakin terdorong oleh ketersediaan lapangan kerja di daerahnya. Padahal jika merujuk pada PP Nomor 17 Tahun 2010 dijelaskan bahwa SMA dan MA memfasilitasi kebutuhan pembelajaran serta kompetensi yang diperlukan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi. Hal ini dapat berisiko menimbulkan bias penafsiran di masyarakat tentang perbedaan SMA/ MA dengan SMK/ MAK. Lebih jauh lagi, kualitas Sumber Daya Manusia yang dihasilkan tidak cakap sesuai dengan kapasitas pendidikannya. Penelitian ini menggunakan metode explanatory qualitative research yang berguna untuk membangun causal explanation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semenjak berdirinya beberapa pabrik industri yang ada di kawasan Garut Utara menimbulkan beragam penyebab yang mempengaruhi minat lanjutan sekolah para pelajar SMA dan MA, salah satunya adalah mayoritas dari siswa SMA/ MA di wilayah Garut Utara ini memilih untuk tidak melanjutkan studinya dan cenderung memilih untuk menjadi pegawai di pabrik saja. 
KEKERASAN DALAM EMOTIONAL BRANDING PERUSAHAAN INDONESIA Fitri Adona
Sosiohumaniora Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.964 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i3.11553

Abstract

Emotional branding adalah saluran di mana orang secara tidak sadar berhubungan dengan perusahaan dan dengan produknya dalam metode yang mengagumkan secara emosional. Kekerasan simbolik potensial muncul dari produksi dan reproduksinya, karena konsumen dikondisikan secara tidak sadar menerima pesan dari penggunaan seluruh elemen brand yang mencakup penggunaan warna, bentuk, dan tampilan. Kekerasan simbolik diterima sebagai penghormatan etis meskipun dalam praktiknya perusahaan yang menerapkan emotional branding cenderung tidak etis. Emotional branding dikhawatirkan menghilangkan kepekaan konsumen terhadap kekerasan simbolik.  Penelitian ini menerapkan case study design multicast-multilevel. Objeknya adalah empat pilar yang menjadi strategi emotional branding yang mencakup: hubungan: upaya perusahaan menumbuhkan hubungan yang mendalam dan rasa hormat pada diri konsumen; pengalaman panca indera: upaya perusahaan menyediakan suatu pengalaman pancaindera kepada konsumen dari suatu merk;  dan imajinasi: upaya perusahaan dalam menetapkan desain merk; dan visi: faktor utama kesuksesan merk dalam jangka panjang.  Analisis multi kasus membuktikan bahwa beberapa perusahaan pemilik brand  ada yang memadukan kegiatan pemasaran dengan kegiatan sosial dan melakukan edukasi pasar, sebagian lainnya berupaya memperalat konsumen sebagai jaringan pemasaran. Sebetulnya emotional branding diterapkan agar perusahaan pemilik brand tidak dicap melakukan pemaksaan dan kekerasan. Namun sebagian konsumen merasa dirongrong dan tidak berdaya menolak tawaran, rayuan dan pernyataan faktual dari pemasar dan penjual_apalagi konsumen yang mempunyai “peer pressure” atau status sosial yang harus dikejar.  Kesimpulannya, ”Kekerasan simbolik ditentukan oleh industri periklanan, peristiwa kehidupan dan persaingan industri, kamerawan televisi atau industri periklanan, dan kekuatan pandangan atau konsep tertentu (yang dalam hal ini dipahami sebagai ideologi), serta event organizer dan agency sejenis!” 
KERJASAMA BILATERAL INDONESIA–MALAYSIA: STUDI TENTANG SOSEK MALINDO DALAM PEMBANGUNANPOS PEMERIKSAAN LINTAS BATAS DI JAGOI BABANGKABUPATEN BENGKAYANG – KALIMANTAN BARAT Nurfitri Nugrahaningsih -
Sosiohumaniora Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.187 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i2.7303

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada peran Organisasi Bilateral Indonesia-Malaysia dalam pembangunan perbatasan dengan mengeksplorasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh Tim Teknis Sosek-Malindo (Organisasi Bilateral Indonesia –Malaysia khususnya dalam isu sosial ekonomi).Organisasi ini sudah berdiri sejak tahun 1985, namun belum dapat berperan secara optimal dalam pembukaan Pos Pemeriksaan Lintas Batas Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang.Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi.Untuk menganalisis data, peneliti mengambil beberapa langkah dimulai dari mengorganisir data mentah sampai dengan menginterpretasikan arti dari ide pokok dan keterangannya. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan stategi validitas yang salah satunya adalah triangulasi sumber data yang berbeda. Berdasarkan berbagai sumber data, peneliti menemukan beberapa faktor seperti : (1) Keberadaan Pos Pemeriksaan Lintas Batas Jagoi Babang belum menjadi prioritas bagi Malaysia karena belum menguntungkan secara sosial ekonomi. (2) Diplomasi yang dilakukan belum optimal. (3) Kurangnya komitmen pemerintah terhadap pembangunan PPLB Jagoi Babang (4) Adanya Outstanding Boundary Problem(OBP). Penelitian ini menyimpulkan, khususnya dalam pembangunan Pos Pemeriksaan Lintas Batas Jagoi Babang, pemerintah haruslebih pro aktif dalam menyelesaikan persoalan Outstanding Boundary Problem, berkomitmen dalam mengikuti forum-forum Sosek Malindo, dan pengoptimalkan diplomasi sehingga keberadaan Pos Pemeriksaaan LintasBatas di Jagoi Babang juga dapat menjadi prioritas bagi Malaysia. Penelitian Disertasi ini mengajukan konsep untuk memperkuat kerjasama bilateral dalam Sosek Malindo melalui “ wider participation” yang melibatkanNGO’s dan civil society sebagai aktor-aktor penting selain pemerintah.
INDUSTRI INDIGO DI KABUPATEN CIREBON PADA MASA SISTEM TANAM PAKSA (1830-1870) Awaludin Nugraha; Kunto Sofianto; R.M. Mulyadi
Sosiohumaniora Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i2.5205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekomendasi industri bahan pewarna alam yang dikenal dengan indigo atau tarum di Kabupaten Cirebon pada tahun 1830 sampai 1870, yaitu ketika Sistem Tanam Paksa diberlakukan oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada masa itu, pemerintah Hindia Belanda memaksa penduduk pribumi di kabupaten tersebut untuk menjalankan industri indigo. Fokus penelitian ini diarahkan pada bagaimana beroperasinya industri tersebut di Kabupaten Cirebon dan sampai sejauh mana dampak yang ditimbulkannya. Untuk menjawab permasalahan tersebut dipergunakan metode sejarah, karena peristiwanya sudah terjadi sekitar 1,5 abad yang lalu. Dari penelitian ini bahwa industri indigo di Kabupaten Cirebon pada masa Sistem Tanam Paksa mendatangkan keuntungan yang sangat besar bagi Kerajaan Belanda dan sangat menyengsarakan bagi petani di kabupaten tersebut. Industri ini juga memberi keuntungan bagi para pejabat local pribumi dan sikep-sikep kaya di kabupaten tersebut, sehingga menimbulkan diferensi ekonomi yang semakin tajam antara pejabat local pribumi dan sikep-sikep kaya dengan petani. Dengan demikian, maka Kabupaten Cirebon telah dijadikan sebagai daerah satelit untuk mencari keuntungan ekonomi oleh Kerajaan Belanda yang bertindak sebagai negara metropolis dan pemilik modal, yang dalam hal ini modalnya berupa kekuasaan bukan materi. Kata kunci : Tanam paksa, tarum, dampak, sikep, daerah satelit, metropolis
POLITIK IDENTITAS ETNIK ASLI PAPUA BERKONTESTASI DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KOTA SORONG Ferinandus Leonardo Snanfi; Muhadjir Darwin; - Setiadi; Hakimul Ikhwan
Sosiohumaniora Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i2.15089

Abstract

Tujuan penelitian, (1) Untuk mengetahui bagaimana politik identitas etnik asli Papua berkontestasi merebut kekuasaan dalam pemilihan kepala daerah di Kota Sorong. (2) Untuk mengetahui bagaimana etnik asli Papua berkolaborasi dengan etnik non Papua dalam merebut kekuasaan dalam pemilihan kepala daerah di Kota Sorong. Metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Otonomi khusus melahirkan politik identitas etnik, egoisme kampung, marga, budaya, saudara, untuk merebut kekuasaan dalam pemilihan kepala daerah di Kota Sorong. Kedua etnik asli Papua saling marginalisasi dalam strategi isu kampaye politik identitas, family, marga, kampung, organisasi etnik, gereja, televisi,spanduk, koran, elit DPRD Kota. Kedua etnik tidak bersatu dikarenakan egosime budaya, adat, diantara kedua etnik asli Papua itu sendiri di Kota Sorong. Tujuan politik identitas etnik untuk menguasai sumber daya ekonomi (dana) otsus Kota Sorong. (2) Alasan etnik asli Papua berkolaborasi dengan etnik non Papua dikarena etnik Maybrat mempunyai perjanjian politik yaitu etnik Maybrat walikota dan etnik Makassar wakil walikota dalam pemilihan kepala daerah di Kota Sorong. Serta mengguasai pasar umum, transportasi kendaraan umum. 
MODEL CORAK BERPIKIR ANALITIS PADA MAHASISWA BERDASARKAN KESESUAIAN GAYA BELAJAR MAHASISWA DENGAN GAYA MENGAJAR DOSEN DAN METODE MENGAJAR DOSEN Ratna Jatnika; Hari Setyowibowo; Fitri Ariyanti Abidin; Yanti Rubiyanti
Sosiohumaniora Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i3.5404

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kausal secara cross sectional yang dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi corak berpikir analitis mahasiswa. Corak berpikir analitis adalah strategi kognitif yang aktif dan sistematik untuk memeriksa, menilai dan memahami peristiwa/kejadian, memecahkan masalah, dan membuat keputusan berdasarkan alasan dan bukti yang valid. Secara konseptual, corak berpikir analitis dipengaruhi oleh kesesuaian gaya belajar mahasiswa dengan gaya mengajar dosen, dan dimoderasi oleh metode mengajar dosen. Penelitian dilakukan terhadap 947 mahasiswa di Universitas Padjadjaran dan Institut Teknologi Bandung, yang terdiri dari 367 lakilaki dan 580 perempuan, dengan rentang usia antara 17 sampai 25 tahun. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa corak berpikir analitis dipengaruhi oleh kesesuaian gaya belajar mahasiswa dan gaya mengajar dosen ( inferencedoing= 0.077,  deduction-doing= 0.080,  deduction-thinking= -0.098), dan dimoderasi oleh metode mengajar dosen ( inference-doing*method=-0.307,  inference-feeling*method=0.184,  recognition of assumption-doing*method=- 0.171,  interpretation-watching*method= -0.068). Berdasarkan hasil penelitian ini, dosen tidak harus selalu menyesuaikan gaya mengajarnya dengan gaya belajar mahasiswanya. Dosen juga seyogyanya perlu menerapkan metode mengajar baik yang berpusat pada mahasiswa (student-centered) maupun yang berpusat pada dosen (teacher-centered) secara hati-hati agar dapat membentuk corak berpikir analitis mahasiswa yang optimal. Kata-kata kunci: corak berpikir analitis, gaya belajar mahasiswa, gaya mengajar dosen, metode mengajar dosen.
RESOLUSI KONFLIK PENDEKATAN ILMIAH MODERN DAN MODEL TRADISIONAL BERBASIS PENGETAHUAN LOKAL (Kasus di Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu) M. Munandar Sulaeman
Sosiohumaniora Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.858 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i1.5671

Abstract

Resolusi konflik yang konvensional sering dilakukan dengan resolusi model pemikiran ilmiahmodern yang berasal dari teori Barat. Hal yang unik kalau dalam resolusi konflik pedesaan selain pendekatanilmiah modern, juga dilakukan dengan model tradisional berbasis pengetahuan lokal pendekatan magis, dimanaperempuan mendapat tugas dan berinisiatif untuk berkiprah dalam resolusi konflik tersebut. Tujuan Penelitian iniadalah untuk mengetahui proses konflik dan mekanisme menyelesaikan konflik, baik melalui pendekatan ilmiahmodern maupun model tradisional yang berbasis pengetahuan lokal; serta bagaimana tanggapan masyarakatterhadap model mekanisme resolusi konflik tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan disain studi kasus,melalui pendekatan kualitatif. Informan diambil dari warga masyarakat aktor konflik serta perempuan yang terlibatresolusi konflik (15 orang). Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, yang digunakan untuk mengambildata melalui observasi dan diskusi kelompok terarah (20 orang). Analisis data dilakukan dengan pemahamanmendalam (verstehen) dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas datadengan konsep triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaikan konflik telah dilakukan denganpendekatan ilmiah modern dan mekanisme pola tradisional, berbasis pengetahuan lokal pendekatan magis, dimanaperempuan telah dilibatkan dan bertindak sebagai tameng dengan cara nudis, berani berkorban dengan resikoberupa beban moral dan psikologis demi keselamatan dan kedamaian. Tanggapan masyarakat terhadap peranperempuan positif, baik secara kognitif, afektif maupun tindakan.Kata kunci : Resolusi konflik, tradisional, pengetahuan lokal.
AMANAT RELIGIUS DALAM NOVEL SENJA DI JAKARTA KARYA MOCHTAR LUBIS SEBAGAI SARANA MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN R. Yudi Permadi; Wagiati -; Eni Karlieni
Sosiohumaniora Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i1.5196

Abstract

Penelitian ini membicarakan amanat religius dalam novel Senja di Jakarta. Adapun tujuannya adalah memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap mengenai unsur religius yang berfungsi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktural. Unsur-unsur yang membangun struktur novel tersebut secara fungsional saling berhubungan sehingga membantu dalam mengungkapkan maknanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh-tokoh yang mengalami krisis dalam hidupnya disebabkan oleh kurang didalaminya ajaran agama yang sebetulnya merupakan pedoman hidup. Karena itulah, ajaran agama sangat penting bagi manusia sebab merupakan kebutuhan jiwa yang paling dasar. Kata kunci : Mimesis, kredibilitas, fiksi, religius, legimitasi, Gramofon.
STRATEGI KERJA SAMA ANTAR PUSAT DAN DAERAH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAWASAN TIMUR INDONESIA (KTI) Asep Darmansyah; Wawan Gunawan; Hamidah Hamidah
Sosiohumaniora Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i1.5321

Abstract

Penelitian dilakukan di lima propinsi KTI yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Papua. Tujuan penelitian adalah untuk mensinerjikan kebijakan, strategi, program dan kegiatan departemen/lembaga antar pusat dan daerah, serta mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada agar tercapai efisiensi dan efektivitas dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian berbentuk survai, dengan jenis penelitian deskriptif dan verifikatif. Data terdiri dari data primer dan data sekunder. Sumber data primer adalah responden yang ditentukan secara purposive sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam menggunakan kuisioner. Setiap propinsi diambil responden sebanyak 12 orang dari kalangan individu masyarakat dan 18 orang pimpinan/staf kelembagaan formal dan non formal. Data sekunder diperoleh dari laporan, hasil penelitian dan pustaka lain yang berkaitan dengan program pemberdayaan masyarakat. Analisis data yang dilakukan terdiri dari : (a) Analisis peran, (b) Analisis prosedur manajemen, (c) Analisis sistem, dan (d) Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam rangka pemberdayaan masyarakat KTI, perlu strategi optimalisasi kerja sama pusat dan daerah melalui strategi pengembangan kelembagaan pemberdayaan masyarakat di daerah, strategi tahapan pemberdayaan masyarakat yang benar dan utuh, strategi perencanaan partisipatif program pemberdayaan masyarakat, strategi organisasi dan koordinasi program pemberdayaan masyarakat, strategi pengendalian program secara transparan dan menyeluruh, strategi monitoring dan evaluasi partisipatif. Kata kunci : Kerja sama, pusat dan daerah, pemberdayaan masyarakat, kawasan timur Indonesia

Page 8 of 79 | Total Record : 789


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue