cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
UJI KANDUNGAN ENERGI GAS HIDROGEN MELALUI PROSES ELEKTROLISIS AIR SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF -, M.Tang; -, Al-Gazali
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber energi merupakan komponen utama masyarakat saat ini adalah gas dan bahan bakar dari bahan fosil yang merupakan bahan bakar yang tak dapat diperbaharui (nonrenewable). Dan cadangannya semakin hari semakin berkurang, termasuk di Indonesia. Disisi lain penduduk semakin bertambah yang tentunya berbanding lurus dengan kebutuhan energi. Oleh sebab itu, usaha untuk mencari bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui (renewable), ekonomis dan ramah terhadap lingkungan semakin dibutuhkan. Gas hidrogen bisa menjadi bahan bakar alternatif untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan minyak bumi. Variable yang akan diamati rasio optimal antara volume air dengan katalis soda api (NaOH) 7,27 %, 5 % dan 3,81 %, penentuan variasi tegangan (6 V, 12 V, 24 V) dan waktu (1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit dan 5 menit ). Dari hasil penelitian ini di peroleh bahwa volume gas hidrogen mengalami kenaikan pada saat konsentrasi NaOH 7,27 % dan waktu 5 menit sebesar 0,373 liter atau 373 mL. Sedangkan volume gas hidrogen mengalami penurunan pada saat konsentrasi 3,81 % dan waktu 5 menit sebesar 0,23 liter atau 230 mL. Berdasarkan hukum Faraday bahwa makin besar konsentrasi larutan makin banyak gas hidrogen dihasilkan seiring lamanya proses elektrolisis air. Besarnya Tegangan akan mempercepat munculnya gelembung-gelembung pada permukaan elektroda. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa/SMA dan masyarakat umum
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN POLA KONSUMSI PANGAN RUMAHTANGGA PETANI: (Studi Rumahtangga Petani Pada Tipe Agroekosistem Persawahan) Rosada, Ida; -, Nurliani; A.Gobel, Fatma
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan merupakan hal penting yang harus dipenuhi oleh setiap manusia untuk keberlangsungan hidupnya. Tercukupinya asupan gizi yang terkandung dalam pangan dan diserap oleh tubuh dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan dan hal tersebut dituangkan dalam Undang-undang No.7 tahun 1996 tentang pangan.Tujuan penelitian adalah: 1) Mengidetifikasi katakteristik sosial ekonomi rumahtangga petani pada agroekosistem persawahan; 2) Menganalisis pola konsumsi pangan berdasarkan standar mutu konsumsi pangan yang dianjurkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif , teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi pada rumahtangga petani pada agroekosistem persawahan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif.Hasil penelitian menemukan: 1) responden dominan memiliki tingkat pendidikan rendah (SD-SMP) sebanyak 60 %; pengetahuan tentang gizi dan pangan rendah (72 %), pengalaman berusahatani kurang dari 17 thn (58 %); jumlah anggota rumahtangga lebih besar atau sama dengan rumah tangga petani pada agroekosistem persawahan masih belum memenuhi standar mutu konsumsi yang dianjurkan.
ALISIS SELEKSI KARYAWAN DAN PENEMPATAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk. CABANG MASAMBA -, Nurmaeda
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (Explanatory Research)yang akan membuktikan hubungan kasual antara variabel bebas (Independent Variable). Yaitu variabel Seleksi, penepatan dan variabel terikat (dependent variable) yaitu kinerja pegawai. Serta penelitian korelasional, yaitu penelitian yang berusaha untuk melihat apakah antara dua variabel atau lebih memiliki hubungan yang sigfinakan.Populasi dalam penelitian ini menrut jenisnya merupakan populasi yang terbatas dan merut sifatnya merupakan populasi yang homogen. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yaitu pegawai kantor PT. Banak Rakyat Indonesia Cabang Masamba yang berjumlah 22 Orang dan langsung menjadi sampel penelitian dengan menggunakan metode sensus.Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel seleksi pegawai (X1) berpengaruh secara positif dan Signifikan dan variabel penempatan pegawai (X2) berpengaruh positifdan signifikan terhadap kinerja pegawai Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk Cabang Masamba.
PEMANFAATAN SISTEM IRIGASI TETES (SIT) ORGANIK PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L.) DI KELURAHAN DEMBE I, KECAMATAN DEMBE, PROVINSI GORONTALO Jafar, Muh. Iqbal; Tamrin, Moh. Muhrim; Zulfiana, Indah Sari
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pemanfaatan Sistem Irigasi Tetes (SIT) organik di bidang pertanian dalam usaha mengatasi kondisi kekeringan sekaligus memenuhi kebutuhan hara bagi komoditi pertanian yang diberdayakan oleh petani. Cekaman kekeringan, tingginya serangan hama dan penyakit serta rendahnya kesuburan tanah disebabkan oleh penggunan pupuk anorganik berdampak pada produktivitas panen cabai rawit yang berujung pada kesejahteraan petani, untuk itu tim Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Universitas Ichsan Gorontalo melakukan upaya pemecahan masalah dengan merancang dan membuat sistem irigasi tetes, membuat screen house untuk mengatasi serangan hama dan penyakit pada tahap pembibitan dan memberikan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) urin sapi serta menkombinasikan pemggunaan SIT dengan penggunaan POC guna mendorong peningkatan produksi serta melakukan introduksi, edukasi, dan pendampingan penggunaan SIT organik. Kegiatan ini memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dan produktivitas panen cabai rawit , mendorong peningkatan kualitas kesuburan tanah serta menekan efek negatif limbah hasil pertanian. Petani mitra di Kecamatan Dembe, Kelurahan Dembe I umumnya bercocok tanam cabai rawit namun kondisi kekeringan menyebabkan kebutuhan air untuk lahan pertanian tidak mencukupi sehingga menjadi beban bagi petani dalam mencapai produksi cabai rawit yang optimum bahkan ancaman kegagalan panen sering melanda, untuk itu dibutuhkan adopsi teknologi baru dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh petani. Melalui program PKM ini mampu mendorong peningkatan produksi dan produktivitas cabai rawit melalui pemanfaatan SIT sehingga kebutuhan air tetap terpenuhi, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan petani dalam mengelola tanaman cabai rawit dengan menggunakan POC urin sapi, serta memberikan edukasi tata cara pengoperasian dan perawatan SIT organik. Kedua mitra dalam kegiatan program ini berdomisili di Kelurahan Dembe I Kota Gorontalo, dengan metode yang digunakan dalam mengatasi kekeringan dan peningkatan kesuburan tanah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan petani.
ANALISIS FUNGSI PELAYANAN WATAMPONE, DAN BALANGNIPA TERHADAP PALATTAE. KABUPATEN BONE Ilyas, Tenri Mulana; Nasution, Arif
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fungsi pelayanan Watampone terhadap Palattae dan Balangnipa terhadap Palattae dan juga menganalisis pola interaksi wilayah Palattae dalam memanfaatkan fungsi pelayanan Watampone dan Balangnipa. fenomena fungsi pelayanan Watampone dan Balangnipa terhadap Palattae dengan menggunakan pendekatan geografi, fenomena interaksi keruangan antara wilayah inti dan hinterlandnya yang terjadi pada ketiga wilayah tersebut tidak terlepas dari tiga faktor utama yaitu faktor wilayah saling melengkapi, kesempatan untuk berintervensi, dan juga kemudahan aksesibilitas. Ke tiga faktor diatas berkaitan dengan pendekatan teori carother yang menyebutkan “Kekuatan hubungan ekonomis antara dua tempat, berbanding lurus dengan besarnya (banyaknya) penduduk dan berbanding terbalik dengan jarak antaranya”.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dianalisis menggunakan skala Guttman dan analisis gravitasi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu, Palattae selaku PKLp menerima fungsi pelayanan dari Watampone sebagai PKW pada sektor fisik, social dan ekonomi, dilain sisi keberadaan Balangnipa sebagai PKL mampu mengintervensi interaksi keruangan Watampone dan Palattae karena faktor jarak sehingga fungsi pelayanan yang diterima Palattae dari Balangnipa lebih besar. Intervensi Balangnipa terhadap interaksi antara Watampone dan Palattae sekaligus menyiratkan bahwa tingkat ketergantungan Palattae sebagai PKLp terhadap Watampone sebagai PKW sangat kecil dan terbatas pada sektor tertentu saja sehingga sangat dimungkinkan untuk pengembangan wilayah dalam konteks pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).
STRATEGI PEMBANGUNAN PRASARANA DAN SARANA PERKOTAAN KAWASAN ANDALAN KOTA PALOPO PROVINSI SULAWESI SELATAN -, Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The results of the analysis of macro urban development strategies focused on the development of the Tanjung Ringgit port as an inter-island port supported by plans to develop a national cross-city road network system in Makassar and Palopo, the development of a transportation terminal waste management in synergy with the management of residential waste, the development of a road network system hierarchical which is supported by an increase in sea transportation services and relocation of landfills supported by increased public awareness and provision of waste transportation facilities throughout all parts of the urban area. The micro development strategy of the urban area is focused on the development of industrial and tourism areas which are followed by land price control to support the development of the Tanjung Ringgit port, the arrangement of the city area which is followed by controlling the development of slum areas, improvement of the drainage network system, followed by the development of the road network to the area and providing infrastructure and facilities for drinking water services that are followed by control of environmental pollution in urban areas.
KOMPOSTER SAMPAH INDIVIDUAL RUMAH TANGGA UNTUK PENGELOLAAN SAMPAH PERMUKIMAN DI KELURAHAN WAJO BARU KECAMATAN BONTOALA KOTA MAKASSAR Hamdy, Muhammad Awaluddin; Asnur, Syam Fitriani
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solid waste management problems become very serious in urban areas due to the complexity of the problems faced and high population density, so that solid waste management is often prioritized for handling in urban areas.The current condition of Makassar City is experiencing very rapid development, the construction of facilities, infrastructure and facilities as well as the city's infrastructure that makes Makassar City the gateway to eastern Indonesia. Seeing this development, Makassar City needs the same priority in waste services as other cities. Wajo Baru Village is one of the areas in the Bontoala District of Makassar City consisting of 10 (ten) RWs and 42 RTs. The parts of the Bontoala Subdistrict region which include the Wajo Baru Village are stipulated in the Makassar City Regional Spatial Plan in part of the downtown area, residential area, and trade area. Solid waste conditions in Wajo Baru village indicate that the condition of the availability of garbage (container) infrastructure is not yet available so that people throw garbage in any place. The methodology for implementing this program is community based. This community-based planning program is in accordance with the phenomenology paradigm, which is planning by prioritizing empirical conditions as a basis for planning. The results of waste development in Wajo Baru Village are directed by the concept of integrated waste management, which is sorting organic and inorganic waste that can be of productive value. Organic waste is processed through household composter technology and manual composter processing systems. To support this, each building is equipped with two landfills to separate organic and inorganic waste and the provision of trash facilities. Organic waste is processed in a garbage chopper machine and then processed in a garbage composter so that it can be used for fertilizer, while inorganic waste is collected in a trash can then transported to a waste treatment plant for sorting. Waste that is of productive value is placed in a garbage bank that can be sold or recycled into handicrafts while waste that is not of productive value is carried out with a garbage composter system.
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN CINEMA XXI DI KOTA MAKASSAR Perwira, Iwan
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Cinema XXI di Makassar dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap semangat kerja karyawan yang menjadi responden. Metode pengumpulan data dilakukan cara menyebarkan observasi, kuisioner, wawancara dan dokumentasi dengan mengambil responden sebanyak 30 orang sebagai bagian penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompensasi berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan. sementara, indikator kompensasi finansial berpengaruh lebih dominan daripada kompensasi non finansial terhadap semangat kerja karyawan. hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pemberian kompensasi finansial, berdampak akan semakin tinggi pula semangat kerja karyawan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGGUNAAN DESAIN GRAFIS CorelDraw DIKELURAHAN WAJO BARU MAKASSAR Idris, Syahril; Amalia, Lisa
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini globalisasi mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan kemajuan teknologi sehingga manusia dapat berinteraksi satu sama lainnya tampa dibatasi jarak dan waktu. Hal ini terjadi karena adanya teknologi yang memberikan kemudahan kepada manusia yang dapat membantu manusia mencakup berbagai aspek kehidupan. Salah satu kemajuan teknologi yang membuat perubahan pada manusia adalah komputer. Dengan menggunakan komputer banyak hal-hal yang dapat dikerjakan menjadi lebih mudah, lebih cepat dan lebih baik hasilnya. Salah satu perkerjaan yang dapat dikerjakan dengan mudah dengan menggunakan komputer adalah desain grafis Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak. Perkembangan teknologi yang sangat pesat juga sangat mendorong masyarakat untuk mempersiapkan diri mempunyai keterampilan sesuai dengan perkembangan jaman agar menjadi modal dalam berusaha atau mencari pekerjaan.
PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DAN IMPLIKASINYA DALAM PENGENDALIAN RUANG KAWASAN PERKOTAAN SUNGGUMINASA Taking, Muhammad Idris
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Perkotaan Sungguminasa sebagai ibukota Kabupaten Gowa adalah salah satu kawasan perkotaan yang masuk dalam kawasan strategis nasional Mamminasata (Perpres No. 55 Tahun 2011) dan sebagai kawasan perkotaan yang memiliki karakteristik sama dalam konsep Extended Metropolitan Regions (EMR) yang dikemukakan oleh McGee (1991), di mana Kawasan koridor adalah suatu jalur yang menghubungkan dua kota besar, oleh karena itu pada perkembangan selanjutnya di sepanjang koridor tersebut mengalami transformasi spasial, ekonomi, sosial, dan kultural, sehingga mengakibatkan transformasi wilayah yang sangat signifikan dari sifat kedesaan menjadi bersifat kekotaan. Penelitian dilakukan untuk menemukenali faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan Sungguminasa, dengan melaksanakan penilaian terhadap implementasi pemanfaatan ruang yang terkait dalam proses pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan Sungguminasa, sehingga penelitian ini dapat merumuskan implikasi yang membutuhkan perhatian di masa mendatang agar produk perencanaan pemanfaatan ruang dan proses pengendalian pemanfaatan ruang dapat berjalan dengan lebih efektif. Hasil metode analisis deskriptif yang digunakan bertujuan untuk menggambarkan wilayah studi terkait perubahan pemanfaatan lahan sesuai dengan data yang diperoleh selanjutnya di klasifikasikan ke dalam bentuk tabel dan peta, sedangkan untuk menilai proses pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan dengan kegiatan wawancara terstruktur dalam menilai implementasi pemanfaaatan ruang terkait proses pengendalian pemanfaatan ruang. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor penyebab perubahan pemanfaatan lahan masih dipengaruhi oleh faktor ekonomi (harga lahan), faktor sosial (karakteristik pemilik lahan), faktor fisik (aksesibilitas dan hidrologi), dan faktor kebijakan (perizinan), sehingga berimplikasi pada proses pengendalian pemanfaatan ruang

Page 7 of 56 | Total Record : 560


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue