cover
Contact Name
Ferry Lismanto Syaiful
Contact Email
ferrylismanto5@gmail.com
Phone
+6285264108500
Journal Mail Official
ferrylismanto5@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Hilirisasi IPTEKS (JHI) | ISSN: 2621-7198 (Online) Published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas STP Building, Second Floor, Engineering Faculty, Kampus Limau Manis, Padang. West Sumatra - Indonesia. 25163 Phone./Fax.: +62-751-72645 Email: hilirisasiipteks@gmail.com Website: http://hilirisasi.lppm.unand.ac.id/index.php/hilirisasi/home
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Hilirisasi IPTEKS (JHI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26217198     DOI : https://doi.org/10.25077/jhi.v5i2
Jurnal Hilirisasi IPTEKS (JHI) is a scientific publication media that aims to publish articles on downstream research activities in the form of community service. Detailed scopes of articles accepted for submission to JHI are: Product Commercialization Production Innovation Application of research results Research Products Technology Social Engineering Public Policy Prototype Model
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3.b (2019)" : 8 Documents clear
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI SEBAGAI PIONIR PADA KELOMPOK TANI HARAPAN BARU DI KENAGARIAN ALAHAN PANJANG KABUPATEN SOLOK Irfan Sulainsyah; Fitri Ekawati; Doni Hariandi; Obel Obel; Nugraha Ramadhan; Rachmad Hersi Martinsyah
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.536 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.324

Abstract

Kegiatan Pengabdian Ipteks Berbasis Dosen dan Masyarakat (IBDM) telah dilaksanakan bersama mitra Kelompok Tani Harapan Baru yang berlokasi di Kabupaten Solok. Budidaya tanaman hortikultura yang dilaksanakan oleh kelompok tani ini sangat bergantung pada penggunaan pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman nya. Seringkali penggunaan pestisida nya jauh melebihi takaran yang dianjurkan, sehingga produk yang dihasilkannya banyak mengandung residu pestisida. Mereka menyadari bahwa penggunaan pestisida yang berlebihan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan menurunkan kesuburan lahan. Untuk itu, Kelompok tani Harapan Baru menyatakan ingin menjadi kelompok tani yang ramah lingkungan dengan melakukan praktek budidaya pertanian yang ramah lingkungan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani untuk pembuatan pestisida nabati. Kegiatan yang dilaksanakan terdiri atas persiapan dan sosialisasi kegiatan, pengenalan bahan pestisida nabati, praktek pembuatan pestisida nabati untuk pengendalian hama, dan aplikasi pestisida nabati ke lahan milik petani. Secara umum kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Kelompok tani sudah dapat memilih bahan baku dan cara membuat beberapa jenis pestisida nabati. Pada kegiatan ini telah dihasilkan tiga jenis pestisida nabati yang berasal dari ekstrak daun pepaya yang memiliki metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid dan flavonoid, ekstrak kulit jengkol yang mengandung senyawa asam jengkolat, saponin, terpenoid, tanin, steroid dan alkaloid, dan ekstrak daun sirsak yang mengandung senyawa annonain dan resin. Ketiga pestisida nabati yang dihasilkan terbukti efektif mengendalikan hama pada tanaman hortikultura, seperti bawang merah, tomat, kubis, dan cabai.
DISEMINASI TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN UNTUK MENUNJANG PETERNAKAN UNGGAS LOKAL Adrizal Adrizal; Ismet H. Mulyadi; Rita Rahayu
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.265 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.325

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh peternak unggas lokal di Nagari Talang Babungo adalah ketergantungan terhadap pakan komersial. Harga pakan tersebut mahal dan cenderung naik seiring dengan kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah. Hal ini disebabkan sebahagian besar bahan pakan berasal dari impor seperti jagung, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung daging dan tulang, serta mineral. Sebaliknya bahan pakan lokal tersedia secara memadai diantaranya jagung, dedak padi, bungkil kelapa, ikan kering, ampas tahu serta limbah pertanian seperti ubi jalar afkir, wortel afkir, limbah kubis dan sebagainya. Kendala dalam pemanfaatan bahan pakan lokal dan limbah pertanian tersebut adalah tidak adanya pabrik pengolah, sehingga bahan-bahan pakan tersebut tidak termanfaatkan. Berdasarkan kondisi tersebut dipandang perlu untuk membangun pabrik pakan mini untuk mengolah bahan pakan lokal dan limbah pertanian tersebut, sehingga ketergantungan terhadap pakan komersial tersebut dapat teratasi. Kegiatan dimulai dengan membangun pabrik dengan komponen peralatan mesin pengering (rotary dryer), mesin penggiling (hummer mill), mesin pencampur (horizontal mixer) dan penjahit karung. Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan (training) yang meliputi pelatihan operasional pabrik (teknologi produksi dan manajemen) dan pelatihan pemeliharaan ayam kampung dan itik menggunakan ransum berbasis bahan pakan lokal tersebut. Kegiatan pelatihan diringi dengan percontohan dengan menggunakan delapan demplot masing masing empat demplot untuk ayam dan itik. Hasil evaluasi menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam produksi pakan dan teknik budidaya unggas lokal. Produksi pakan dikelola oleh Koperasi Serba Usaha Ekonomi Desa Tabek, sebagai inti, sedangkan usaha budidaya peternakan ayam dikelola oleh peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani Gobah Saiyo dan Kelompok Tani Famili Tabek sebagai plasma.
APLIKASI INSEKTISIDA BERBAHAN AKTIF BUPROFEZIN TERHADAP WERENG BATANG COKLAT (WBC) DI KELTAN RAMBUTAN DAN KELTAN SAKATO KOTA PADANG Nurfitri Sari; My Syahrawati; Arneti Arneti; Zurai Resti; Martinius Martinius; Haliatur Rahma; Eri Sulyanti; Elfitri Syahdia
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.706 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.326

Abstract

Wereng batang coklat atau WBC (Nilaparvata lugens Stal.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi yang dapat menyebabkan kerusakan dalam waktu relatif singkat. Serangan hama ini mulai mengemuka di Sumatera Barat sejak tahun 2009-2017. Insektisida berbahan aktif buprofezin adalah salah satu insektisida yang banyak digunakan untuk mengendalikan populasi WBC. Pelatihan cara menakar dan aplikasi buprofezin ini telah dilaksanakan di Keltan Rambutan Kelurahan Bungus Barat dan Keltan Sakato Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang. Tujuannya adalah untuk memperlihatkan kepada petani kemampuan insektisida berbahan aktif buprofezin selama 1 jam terhadap 10 ekor WBC yang disediakan. Perlakuannya berupa aplikasi buprofezin pada dosis tertentu (½ dosis anjuran, dosis anjuran, 1½ dosis anjuran), masing-masing dalam 5 ulangan. WBC yang digunakan merupakan populasi lapangan dari lahan persawahan Kecamatan Pauh. Hasil pengujian di Keltan Rambutan menunjukkan bahwa insektisida sesuai dosis anjuran mematikan 20% WBC, dan di Keltan Sakato mematikan 24% WBC, dosis anjuran mematikan 26% WBC dalam satu jam. Dosis anjuran Buprofezin memang tidak ditujukan untuk mematikan 100 % wereng uji, namun lebih kepada dampaknya terhadap penghambatan ganti kulit 2-3 hari kemudian.
PENERAPAN MOBILE MARKETING DAN PERBAIKAN PACKAGING PADA UMKM SUMATERA BARAT TEPUNG DAN OLAHAN SALA UNI JAMILA Dessy Kurnia Sari; Venny Darlis; Velia Meidilisa
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.143 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.327

Abstract

Produk UMKM diharapkan bergerak pada level yang lebih baik dari waktu ke waktu termasuk dalam hal pemasaran. Dengan pergerakan permintaan dan perubahan gaya hidup konsumen, produk makanan tradisional pun diharapkan dapat lebih menyesuaikan produk yang dimilikinya. Penelitian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi pada pedagang makanan tradisional Sala Pariaman terkait pentingnya aspek periklanan (advertising) dan pengemasan (packaging) produk mereka agar makin dapat diterima oleh masyarakat luas. Terkait dengan aspek pemasaran dan tampilan kemasan produk, para produsen makanan sala ini masih mempertahankan cara tradisional. Kegiatan ini menitikberatkan pada perbaikkan kemasan (packaging) dan pengenalan fitur fitur pemasaran berbasis online serta pembuatan video yang bisa ditayangkan melalui Youtube, Facebook, Instagram dan website. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan sosialisasi dan pendampingan dalam pembuatan packaging dan mobile marketing pada produsen tepung dan olahan sala Uni Jamila Pariaman, Sumatera Barat. Aktivitas promosi online diharapkan akan menarik minat lebih banyak orang untuk mencoba dan membeli produk Sala Pariaman. Implikasi kegiatan ini dalam hal perbaikan kemasan akan memungkinkan sala Pariaman lebih tahan lama sehingga bisa dibawa sebagai buah tangan bagi konsumen bahkan untuk ke luar kota.
PENGOLAHAN JAGUNG MENJADI SIRUP JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK WANITA TANI DI NAGARI KOTO TANGAH KECAMATAN TILATANG KAMANG KABUPATEN AGAM Risa Meutia Fiana; Cesar Welya Refdi; Alfi Asben; Vioni Derosya; Diana Sylvi
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.163 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.328

Abstract

Jagung merupakan komoditas unggulan kedua setelah padi dalam pembangunan pertanian Sumatera Barat dengan target produksi 1 juta t pada tahun 2015 Pemanfaatan jagung di Nagari Koto Tangah belum optimal.Jagung yang terdapat di Nagari Koto Tangah dimanfaatkan sebagai pakan ternak.Pengembangan jagung menjadi produk yang lebih lanjut dapat menjadi komoditas unggulan agribisnis. Pengolahan hasil tanaman jagung dimaksudkan untuk memperpanjang masa simpan jagung, meningkatkan nilai estetika jagung, meningkatkan keanekaragaman makanan dengan bahan dasar jagung, meningkatkan nilai jual, dan daya saing olahan jagung. Permasalahan jagung dari sisi kelembagaan yang ada pada kelompok tani jagung yaitu masih banyak petani jagung yang belum mampu mengolah jagung menjadi produk turunannya Produk turunan jagung yang mudah dilakukan dengan menerapkan teknologi yang sederhana yaitu dengan menjadikan jagung menjadi sirup jagung. Usaha pengelolaan jagung menjadi sirup jagung ini dilakukan bersama Kelompok Wanita Tani di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Tujuan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menghasilkan produk olahan jagung seperti sirup jagung dan melihat peluang sirup jagung jika di produksi sehingga meningkatkan pendapatan petani jagung di Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Metode analisis yang digunakan yaitu menganalisis aspek teknis dan produksi, kelayakan usaha dengan menghitung nilai BEP, aspek pemasaran, aspek manajemen dan organisasi dan dukungan masyarakat. Berdasarkan aspek yang diamati tersebut produk ini layak untuk dilaksanakan dengan beberapa perbaikan.Kelayakan usaha dilihat berdasarkan nilai BEP. Nilai BEP untuk sirup jagung yaitu 2.268 botol atau Rp. 22.680.000.
PEMANFAATAN AGEN HAYATI UNTUK PENGELOLAAN OPT CABAI PADA KELOMPOK TANI SIMABUR SUKSES MAKMUR DI KECAMATAN PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR Trizelia Trizelia; Nurbailis Nurbailis; Yulmira Yanti; Winarto Winarto; Haliatur Rahma; Martinius Martinius; Yenny Liswarni; Rusdi Rusli; Yunisman Yunisman; Darnetty Darnetty; Eri Sulyanti
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.813 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.331

Abstract

Cabai merah merupakan sumber pendapatan utama bagi petani di daerah Tanah Datar. Masalah utama yang selalu dihadapi oleh petani cabai di daerah ini adalah serangan hama dan penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Hingga saat ini, pengendalian hama dan penyakit sayuran masih mengandalkan pestisida sintetik yang telah menimbulkan dampak negatif. Untuk itu, perlu dicari alternatif pengendalian yang dapat mengurangi dampak negatif pestisida tersebut, yaitu menggunakan agens hayati seperti cendawan Beauveria bassiana dan Trichoderma sp.Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan pengendalian hama dan penyakit menggunakan agens hayati Beauveria bassiana dan Trichoderma sp. Metode kegiatan pengabdian adalah penyuluhan, pelatihan dan praktek lapangan. Minat petani untuk menggunakan agens hayati terutama Beauveria bassiana dan Trichoderma cukup tinggi dan telah memotivasi mereka untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis. Petani juga telah berhasil memperbanyak agens hayati dan membuat kompos limbah pertanian menggunakan Trichoderma.
PENERAPAN SISTEM INTEGRASI TERNAK SAPI DAN TANAMAN PADI Murnita Murnita; Nitta Yessirita; Yonny Arita Taher
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.819 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.373

Abstract

Penerapan Sistem integrasi tanaman padi sawah dengan ternak sapi pada Kelompok Tani Bina Karya, Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung Kabupaten Solok belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilakukan dengan tujuan untuk: (1) meningkatkan motivasi petani membuat pupuk organik dan pakan ternak dari amoniasi jerami padi, (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang pembuatan pupuk organik dan pakan ternak serta (3) meningkatkan penggunaan pupuk organik dari kotoran sapi untuk mengurangi pemakaian pupuk anorganik pada tanaman padi. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa PKM berlangsung dengan baik. Mitra memiliki motivasi yang tinggi untuk melanjutkan pembuatan pupuk organik dan pakan ternak. Terlihat dari kegiatan pembuatan pupuk organik dan pakan ternak yang dilakukan kembali oleh kelompok tani. Kegiatan PKM telah dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan sehingga pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak dan jerami padi serta pakan ternak dari amoniasi jerami padi meningkat. Penggunaan pupuk organik saja menghasilkan produksi padi yang rendah (6,08-6,20 ton/ha) tetapi dengan pemberian pupuk organik dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik. Sedangkan pemberian pupuk anorganik 50% + organik 50% dapat meningkatkan hasil tanaman padi sebesar 25% (8,34 ton/ha) dan dengan penambahan pupuk organik cair lebih meningkatkan produksi padi yaitu sebanyak 27% (8,6 ton/ha) dibandingkan tanpa menambahkan pupuk organik.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PETERNAKAN DI NAGARI KOTO PADANG KABUPATEN DHARMASRAYA Ediset Ediset; Edwin Heriyanto
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.603 KB)

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan utama yang ketersediaannya mesti terjaga secara kontinuitas, hal ini tidak terlepas dari peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi pangan yang mempunyai nilai gizi tinggi dan alami. Kondisi ini akan dapat memberikan peluang bagi penyerapan tenaga kerja di pedesaan yang pada umumnya bekerja di sektor pertanian, terutama tanaman pangan. Tenaga kerja seperti Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ada di pedesaan pada dasarnya memiliki kesempatan untuk membantu perekonomian rumah tangga di saat mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengerjakan suatu usaha sampingan yang bernilai ekonomis. Nagari Koto Padang Kabupaten Dharmasraya memiliki Ibu Rumah Tangga (IRT) yang seyogyanya mampu mendukung perekonomian rumah tangga, namun karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam penguasaan teknologi maka sampai saat ini peluang tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, oleh karena itu perlu dilakukan transfer pengetahuan dan implementasi teknologi bagi IRT di daerah ini agar semua peluang yang bernilai ekonomis dapat diraih. Jenis teknologi yang relevan untuk di implementasi di Nagari Koto Padang adalah teknologi sederhana tentang pembuatan pakan ayam yang berupa ulat dengan menggunakan media fermentasi dan pembuatan telur asin. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan pakan ayam dan demonstrasi pembuatan telur asin. Hasil dari kegiatan adalah peternak sudah dapat membuat pakan alternatif untuk ayam kampung yang berupa ulat yang berasal dari lalat BSF yang dilakukan dengan fermentasi dedak padi, kemudian masyarakat dan peternak sudah pandai membuat telur asin dengan cara yang sederhana, yang pada gilirannya diharapkan dapat terwujudnya Nagari Mandiri Pangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8