cover
Contact Name
Saskiyanto Manggabarani
Contact Email
lppm@helvetia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
keshatanglobal@helvetia.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Global
ISSN : -     EISSN : 26147866     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Global merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Pascasarjana Program Studi Magister Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal ini memuat artikel penelitian (Research Article) di bidang kesehatan masyarakat yang terkait aspek Kesehatan Lingkungan, Epidemiologi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Biostatistik Kesehatan, Promosi Kesehatan dan Kesehatan Reproduksi yang akan tersedia secara online. Jurnal Kesehatan Global diterbitkan 3 (tiga) kali setahun, seperti pada bulan Januari, Mei dan September. Artikel yang diterima akan diterbitkan secara online.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Pengetahuan dan Sikap Terhadap Praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kalangan Pekerja Tambang Batubara Harahap, Karlina Sofyana; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Jurnal Kesehatan Global Vol 8, No 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v8i1.6359

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah upaya untuk melindungi pekerja dari resiko penyakit dan resiko kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap praktik keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kalangan pekerja tambang batubara PT. TMJU Site BBE, Tenggarong Seberang. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada 60 pekerja yang dipilih secara simple random sampling dari total jumlah populasi 120 orang pekerja di lapangan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan dan pendapat tentang praktik keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kemudian, uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menjelaskan bahwa sebagian besar orang yang menjawab memiliki pengetahuan yang baik (90 persen) dan sikap yang sangat optimis (95 persen). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada korelasi signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,004) dan sikap (p=0,0003) terhadap praktik keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pelatihan rutin sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan sikap positif karyawan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Oleh karena itu, untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif, perusahaan harus meningkatkan budaya keselamatan kerja.
Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Wahau 1 Nursafa, Andi; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Jurnal Kesehatan Global Vol 8, No 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v8i1.6366

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis, yang umumnya menyerang paru-paru. Indonesia merupakan kontributor terbesar kedua pada peningkatan kasus tuberkulosis secara global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik demografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan terakhir) dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Wahau 1, Kalimantan Timur, Indonesia. Metode penelitian ini ialah studi kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study yang di lakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Wahau I. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling yang diperoleh dari data rekam medis TB selama periode Januari-Oktober 2024 dengan jumlah responden 32 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square, analisis data dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama univariat digunakan untuk mendeskripsikan data dengan tabel distribusi frekuensi. Selanjutnya analisis bivariat, dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,884), jenis kelamin (p= 0,807), dan pekerjaan (p= 0,246) dengan kejadian tuberkulosis. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p= 0,029) dan perilaku merokok (p= 0,041) dengan kejadian tuberkulosis di Puskesmas Muara Wahau 1. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan pendidikan, perilaku merokok dan kejadian tuberkulosis di Puskesmas Muara Wahau 1. Oleh karena itu, pihak puskesmas diharapkan lebih fokus dalam meningkatkan upaya pencegahan penularan penyakit TB paru melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat terutama terkait perilaku merokok.