cover
Contact Name
Saskiyanto Manggabarani
Contact Email
lppm@helvetia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
keshatanglobal@helvetia.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Global
ISSN : -     EISSN : 26147866     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Global merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Pascasarjana Program Studi Magister Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal ini memuat artikel penelitian (Research Article) di bidang kesehatan masyarakat yang terkait aspek Kesehatan Lingkungan, Epidemiologi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Biostatistik Kesehatan, Promosi Kesehatan dan Kesehatan Reproduksi yang akan tersedia secara online. Jurnal Kesehatan Global diterbitkan 3 (tiga) kali setahun, seperti pada bulan Januari, Mei dan September. Artikel yang diterima akan diterbitkan secara online.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Pengetahuan Infeksi Human Papilomavirus dan Skrining Kanker Serviks Pada Perempuan Usia Produktif Saputra, Panca Umar
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 3 (2024): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i3.6096

Abstract

Kanker serviks menjadi masalah kesehatan reproduksi pada perempuan dan kasus paling umum di seluruh dunia pada perempuan. Pertumbuhan sel prakanker dipicu oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) dikaitkan dengan perkembangan kanker serviks. Pengetahuan perempuan tentang infeksi HPV dan skrining kanker serviks perlu diterapkan untuk mengatasi keterlambatan diagnosis. Tujuan penelitian untuk menganalisa pengetahuan infeksi HPV dan skrining kanker serviks pada perempuan usia produktif. Penelitian cross-sectional yang dilakukan terhadap 186 responden di wilayah Puskesmas Piyungan Bantul. Analisis univariat untuk memberikan informasi deskriptif dari setiap variabel penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan infeksi HPV yang terdiri dari 5 item pertanyaan dengan nilai skor total 0-5. Kuesioner pengetahuan tentang skrining kanker serviks terdiri dari 14 item pertanyaan dengan nilai skor maksimal 0-14. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan perempuan usia produktif mengenai infeksi HPV terbanyak pada kategori pengetahuan kurang yaitu 115 responden (61,83%). Sedangkan pengetahuan perempuan usia produktif mengenai skrining kanker serviks terbanyak pada kategori pengetahuan yang rendah sejumlah 107 responden (57,53%). Disimpulkan bahwa perempuan usia produktif memiliki pengetahuan kurang tentang skrining kanker serviks dan pengetahuan kurang tentang infeksi HPV dengan p-value 0,029 sehingga dikatakan bermakna. Pendekatan upaya promotif dan preventif menjadi penting untuk pengendalian infeksi HPV dan keberhasilan skrining.
Pengaruh Edu Dbd Game Terhadap Pengetahuan Siswa SMP NU Sunan Kalijogo Kepanjen Kabupaten Malang Masluhiya AF, Swaidatul; Trishinta, Sirli Mardianna; Parnawati, Tantry Ajeng
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 3 (2024): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i3.6264

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular di Indonesia, yang jumlah kasus dan kematiannya meningkat setiap tahun, termasuk di Kabupaten Malang. Pencegahan DBD   penting diupayakan, termasuk   meningkatkan pengetahuan   masyarakat pada remaja siswa sekolah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan Edu DBD Game dengan bantuan media Quizizz dan e-booklet dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang DBD pada SMP NU Sunan Kalijogo Kepanjen. Metode penelitian yang digunakan preexperiment. Desain   rancangan one group pretest dan posttest. Sampel dipilih secara accidental sampling dari 41 populasi seluruh siswa yang tidak tanggal di pondok pesantren, terdiri dari seluruh 35siswa SMP NU Sunan Kalijogo yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen dalam penelitian ini antara lain Edu DBD Game dengan media dari quizizz dan e-booklet, dan kuesioner pengetahuan tentang DBD. Prosedur penelitian melibatkan pengukuran awal (pretest), pelaksanaan intervensi, dan pengukuran ulang (posttest). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan tentang DBD setelah menerima pendidikan melalui Edu DBD Game dengan media quizizz dan e-booklet. Berdasarkan temuan  ini, disarankan agar program edukasi serupa diterapkan pada sekolah-sekolah lain, untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran tentang DBD. Selain itu, evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari intervensi Edu DBD Game terhadap perubahan perilaku siswa dalam upaya pencegahan peningkatan penyakit DBD. Program ini memiliki potensi besar membantu mengurangi penyebaran penyakit DBD melalui pendidikan kesehatan yang efektif dan inovatif.
Studi Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Padat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau Amiruddin, Eky Endriana
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 3 (2024): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i3.6314

Abstract

Selain memberikan pelayanan medis, rumah sakit juga dianggap sebagai penyumbang limbah karena limbah medis dan non medis berbahaya yang dihasilkanya. Banyak bahaya dan penyakit yang mungkin disebabkan oleh penanganan  limbah medis yang tidak tepat. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap pelayanan medis jika perawatan tidak diberikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah medis padat di RSUD sesuai dengan PERMENKES RI No. 7 Tahun 2019, mencakup pemilahan, pewadahan, pengangkutan, dan tempat penampungan sementara (TPS). Dengan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun wadah telah memenuhi standar, proses pengangkutan sering kali tidak melibatkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten, yang meningkatkan risiko infeksi, cedera, dan resistensi bakteri. Selain itu, TPS belum dilengkapi dengan saluran pembuangan air yang memadai, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Meskipun petugas medis sebagian besar telah mematuhi regulasi, keterlibatan petugas non-medis yang lebih banyak serta kurangnya kesadaran akan pentingnya APD menjadi tantangan utama. Untuk mengatasi masalah  ini, disarankan perbaikan operasional, termasuk pelatihan dan penambahan tenaga kerja, peningkatan sistem pemilahan, penggunaan APD secara efektif, serta pembaruan infrastruktur TPS. Dengan upaya tersebut, pengelolaan limbah medis di RSUD Kota Baubau diharapkan dapat memenuhi standar kesehatan dan lingkungan yang lebih baik.
Gambaran Perubahan Kadar Hemoglobin Pre dan Pasca Spinal Anestesi Widyasmoro, Atika Putri
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 3 (2024): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i3.6252

Abstract

Hemoglobin adalah protein dalam eritrosit yang berperan membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Penurunan konsentrasi hemoglobin didalam darah pada pasien dapat mengakibatkan anemia. Menurut World Health Organization (WHO), dari sekitar 2 miliar penderita defisiensi besi, 50% di antaranya adalah ibu hamil. Di Indonesia, kejadian anemia dalam kehamilan mencapai 48,9%, meningkat dari 37,1% dalam 5 tahun. Adapun kejadian anemia dalam kehamilan di Jawa Tengah pada tahun 2021 mencapai 57,1%. Selanjutnya, di Kabupaten Kebumen berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Kebumen Tahun 2021 prevalensi ibu hamil yang menderita anemia sebesar 13,24%. Prevalensi di Kabupaten Kebumen lebih tinggi dibandingkan di Kabupaten lain seperti di Semarang 12,84% dan Magelang 6,4%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perubahan kadar hemoglobin pre dan pasca tindakan Spinal Anestesi di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 170 orang, dihitung menggunakan rumus slovin, sampel sebanyak 119 orang. Variabel pada penelitian ini merupakan variabel tunggal yaitu perubahan kadar hemoglobin. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi, serta alat pengecekan kadar hemoglobin atau Hemometer (GCHb Metered Easy Touch). Analisa data yang digunakan univariat dengan uji distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan kadar hemoglobin terbanyak dari responden perempuan sejumlah 72 responden (60,5%) daripada laki-laki dengan jumlah 47 responden (39,5%). Rata-rata kadar hemoglobin perempuan saat pre dan pasca spinal anestesi adalah 11 g/dL dan 10,5 g/dL dengan selisih 0,5 g/dL. Rata-rata kadar hemoglobin pada laki-laki saat pre dan pasca spinal anestesi 12,7 g/dL dan 12,4 g/dL dengan selisih 0,5 g/dL. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ditarik kesimpulan bahwa gambaran perubahan kadar hemoglobin pre dan pasca spinal anestesi cenderung turun.
Analisis Pemeriksaan Tuberkulosis Tes Cepat Molekuler (TCM) Pada Kontak Erat Penderita yang Diskrining Oleh Puskesmas Danzu, Liza Danzu; Kalalo, Lily Pertiwi; Farpina, Eka; Wahyutri, Endah
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 3 (2024): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i3.6325

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular di dunia termasuk Indonesia bersama kasusnya yang meningkat menjadi 397.377 tahun 2021. Samarinda merupakan kota dengan penderita TB terbanyak di Kalimantan Timur. Puskesmas Karang Asam dan Puskesmas Baqa memiliki data pemeriksaan TCM kontak erat penderita terbanyak. Pemeriksaan TCM terhadap kontak erat diperlukan untuk mencegah penularan tuberkulosis di Samarinda. Tujuannya untuk menganalisis pemeriksaan tuberkulosis TCM pada kontak erat penderita di wilayah kerja Puskesmas Karang Asam dan Puskesmas Baqa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan desain penelitian retrospektif. Sampel penelitian adalah kontak erat penderita yang melakukan pemeriksaan TCM sebanyak 45 sampel dengan teknik total sampling. Berdasarkan usia sebanyak (86,7%) sampel berusia 15-50 tahun termasuk 2 sampel positif. Jenis kelamin laki-laki (48,9%) 1 sampel positif dan Perempuan (51,1%) 1 sampel positif. Lama kontak 6 bulan (95,6%) semua negatif dan kontak ≥6 bulan (4,4%) 2 sampel positif. Kepadatan hunian cukup (75,6%) didapatkan 1 sampel positif sedangkan kepadatan hunian kurang didapatkan 1 sampel positif. Status gizi sampel normal (60%) dengan 1 sampel positif dan status gizi gemuk (20%) didapatkan 1 sampel positif. Pendidikan (71,1%) pada tingkat SMA-keatas dengan 1 sampel positif dan (28,9%) pada tingkat SMA-kebawah dengan 1 sampel positif. Status pekerjaan sampel yang bekerja (68,9%) 1 sampel positif dan yang tidak bekerja (31,1%) didapatkan 1 sampel positif. Serta resisten rifampisin (0%) sampel negatif. Diperoleh kesimpulan Hasil pemeriksaan Tuberkulosis TCM pada Kontak Erat Penderita terlihat signifikan pada karakteristik usia dan lama kontak.Kata kunci: Kontak Erat, TCM, TB
Self-Efficacy dan Motivasi Mahasiswa Ners Dalam Kesiapan Melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Lalu Lintas Damayanti, Zerlina Widyadhana; Ramdani, Meida Laely; Endiyono, Endiyono; Fitriana, Nurul Fatwati
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 3 (2024): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i3.6317

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi masalah kesehatan global dengan tingkat kematian yang tinggi. Mahasiswa profesi ners harus memiliki self-efficacy, motivasi dan kesiapan yang optimal untuk menghadapi tekanan kerja sebagai perawat, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama yang efektif dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan motivasi dengan kesiapan mahasiswa profesi ners dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 58 mahasiswa profesi ners di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Banyumas, yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji univariat dan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa self-efficacy (p=0,456) tidak memiliki hubungan signifikan dan motivasi (p=0,015) memiliki hubungan yang signifikan dengan kesiapan mahasiswa. Hal ini mengindikasikan bahwa motivasi memainkan peran penting dalam kesiapan mahasiswa profesi ners menghadapi situasi darurat. Kedepannya, mahasiswa profesi ners diharapkan untuk aktif mengembangkan motivasi dan self-efficacy melalui partisipasi dalam kegiatan pelatihan, simulasi, serta kegiatan relawan untuk mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi situasi darurat dijalan raya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Jenis Antihipertensi dan Tingkat Stress dengan Pengendalian Hipertensi Pada Pasien Geriatri Shinta, Herlina Eka; Setia, Bayu; Komara, Nisa Kartika
Jurnal Kesehatan Global Vol 8, No 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v8i1.6313

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit kardiovaskular yang dapat menyebabkan kematian, khususnya pada kelompok lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, jenis obat antihipertensi yang dikonsumsi, dan tingkat stres terhadap pengendalian hipertensi pada pasien geriatrik. Desain pada penelitian ini menggunakan cross-sectional dengan melibatkan 70 dari populasi sebanyak 76 pasien lanjut usia penderita hipertensi di RSUD Kota Mataram dengan purposive sampling. Kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, jenis antihipertensi, dan tingkat stres, sedangkan pengukuran tekanan darah dilakukan langsung terhadap responden dengan menggunakan sphygmomanometer. Data kemudian dianalisa dengan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan nilai p value sebesar 0,008, ketepatan jenis obat antihipertensi nilai p value sebesar 0,001, serta tingkat stres p value sebesar 0,025, dengan pengendalian hipertensi. Pasien dengan pengetahuan rendah, penggunaan obat tidak tepat, dan tingkat stres tinggi memiliki risiko lebih besar terhadap hipertensi yang tidak terkendali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan komprehensif yang meliputi edukasi, ketepatan pemilihan obat, dan manajemen stres diperlukan dalam pengelolaan hipertensi pada pasien lansia. Disarankan agar program edukasi dan manajemen stres terintegrasi dalam pelayanan kesehatan lanjut usia.
Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Dalam Fortikasi Pangan Lokal Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Wahyuni, Faradita
Jurnal Kesehatan Global Vol 8, No 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v8i1.6370

Abstract

Masalah kekurangan nutrisi adalah focus pemerintah dalam pembangunan internasional hal itu tertera pada tujuan kedua dokument Sustainable Development Goals (SDGs) yang isinya mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik dengan meniadakan kelaparan, dan meningkatkan hasil para tani berkesinambungan. Kesepakatan dunia pada tujuan tersebut yaitu menghapuskan segala bentuk kekurangan nutrisi pada tahun 2030. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental), yang dilaksanakan hanya pada satu kelompok tanpa adanya kelompok pembanding atau kelompok kontrol Sebanyak 30 ibu hamil dan 30 responden anak balita yang dipilih secara random selama 3 bulan berturut-turut. Desain penelitian one group pre test and post test design ini diukur dengan menggunakan pre test yang dilakukan sebelum diberi perlakuan yaitu minuman kacang hijau dan post test yang dilakukan setelah diberi perlakuan untuk setiap pemberinan minuman kacang hijau dimulai dari bulan September sampai November 2024. Uji statistic yang digunnakan adalah uji Paired Test (uji T) Maka diperoleh Nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (p 0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan secara statistik antara tinggi badan anak balita sebelum dan setelah diberikan minuman fortifikasi pangan lokal. H0 ditolak dan Ha diterima. Nilai Z sebesar -4.794 dengan p-value (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (p 0,05). Kesimpulanya bahwa intervensi minuman fortifikasi memiliki efek terhadap perubahan tinggi badan dan Berat badan balita begitu juga dengan ibu hamil terlihat bahwa ada perbedaan yang signifikan secara uji statistik dalam Tinggi Fundus Uteri (TFU) dan Lila ibu hamil sebelum dan setelah diberikan minuman fortifikasi pangan lokal
Determinan Imunisasi Human Papillomavirus Vaccine (HPV) Pada Murid Kelas 5 Sekolah Dasar Irmawati, Irmawati
Jurnal Kesehatan Global Vol 8, No 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v8i1.6306

Abstract

Strategi global dalam mempercepat penghapusan kanker serviks sebagai masalah kesehatan masyarakat, menetapkan target yang harus dicapai pada tahun 2030 salah satunya yaitu 90% anak perempuan menerima vaksinasi lengkap dengan vaksin HPV pada usia 15 tahun. Tahun 2023 cakupan Imunisasi HPV (Human Papillomavirus Vaccine) pada kelas 5 yaitu 90%, dimana capaian pada Provinsi X sebesar 53% dan di Kabupaten X sebesar 59%, serta UPT Puskesmas X sebesar 51,1%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan imunisasi HPV pada murid kelas 5 SD. Metode penelitian Kuantitatif dengan jenis Survei Analitik dengan desain cross sectional. Populasi orang tua murid kelas 5 di sembilan SD kelurahan X wilayah kerja UPT Puskesmas X berjumlah 257 dengan sampel yaitu orang tua murid yang berjumlah 217 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi-square, dan multivariat dengan regresi logistic ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan sikap (POR 2,909) dan peran guru/ sekolah (POR 2,962). Dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap imunisasi HPV pada murid kelas 5 SD yaitu peran guru/ sekolah. Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan informasi kepada guru/ sekolah baik menggunakan media internet dan cetak maupun seminar mengenai imunisasi HPV.
Faktor Risiko Dominan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Situngkir, Decy
Jurnal Kesehatan Global Vol 8, No 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v8i1.6290

Abstract

Setiap pekerja dapat mengalami kelelahan, yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan pekerja. Salah satu definisi kelelahan kerja adalah penurunan efisiensi dan penampilan kerja serta penurunan kekuatan atau ketahanan fisik tubuh yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko utama kelelahan kerja pada karyawan yang bekerja baik dari rumah maupun di kantor. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dengan besar sampel sebanyak 174 karyawan. Analisa data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Kualitas tidur adalah faktor risiko dominan kelelahan kerja pada pekerja yang bekerja dari rumah dengan AOR = 11,792 (2,213-62,866) dan pada pekerja yang bekerja dari kantor dengan AOR = 3,909 (1,287-11,876). Kualitas tidur merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja sehingga diharapkan manajemen tempat kerja melakukan edukasi mengenai manajemen kelelahan kerja. Pekerja sebaiknya mengurangi konsumsi makanan manis, kopi dan penggunaan gawai sebelum tidur agar meningkatkan kualitas tidur.