cover
Contact Name
Saskiyanto Manggabarani
Contact Email
lppm@helvetia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
keshatanglobal@helvetia.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Global
ISSN : -     EISSN : 26147866     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Global merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Pascasarjana Program Studi Magister Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal ini memuat artikel penelitian (Research Article) di bidang kesehatan masyarakat yang terkait aspek Kesehatan Lingkungan, Epidemiologi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Biostatistik Kesehatan, Promosi Kesehatan dan Kesehatan Reproduksi yang akan tersedia secara online. Jurnal Kesehatan Global diterbitkan 3 (tiga) kali setahun, seperti pada bulan Januari, Mei dan September. Artikel yang diterima akan diterbitkan secara online.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Akibat Kerja Pada Pemulung di TPST Rdf Kabupaten Cilacap Nita Sofia Rakhmawati; Poppi Nastasia Yunita Dewi; Estri Kartika; Frengky Manolito
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 2 (2023): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i2.5671

Abstract

Pemulung mempunyai kemungkian tinggi terserang penyakit akibat dari pekerjaannya. Lingkungan kerja yang tidak beraturan, membuat pemulung mudah terjangkit penyakit seperti batuk, flu, gatal-gatal dan diare. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit akibat pekerjaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko terjadinya penyakit akibat kerja pada pemulung di lingkungan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Refused Derived Fuel (RDF) Kabupaten Cilacap. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu semua pemulung di TPST RDF Kabupaten Cilacap berjumlah 135 pemulung.  Sampel penelitian 57 sampel berdasarkan rumus slovin dengn teknik purposive sampling. Pengambilan data dengan instrumen kuesioner. Analisa data dengan univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 68.4% pemulung menderita penyakit akibat kerja, kasus terbanyak penyakit kulit/ gatal-gatal. Massa kerja 95% C.I=1.335-2.217, p-value 0,003, PR= 1.720, lama bekerja/hari 95% C.I= 1.042-3.071, p-value 0,008, PR= 1.788 dan personal hygiene 95% C.I= 1.120-4.113, p-value 0,002, RP= 2.146 merupakan faktor risiko terjadinya penyakit akibat kerja, sedangkan pemakaian APD 95% C.I= 0.261-0.861, p-value 0.001, PR= 0.474 merupakan faktor protektif untuk mencegah penyakit akibat kerja atau meminimalisir menderita penyakit akibat kerja pada pemulung di TPST RDF Kabupaten Cilacap, maka disarankan agar pemulung mengurangi lama kerja harian, meningkatkan penggunaan alat pelindung diri dan personal hygiene saar bekerja.
Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi di PT. XYZ Fatmawati Fatmawati; Budi Aswin; Muhammad Syukri
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 2 (2023): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i2.5714

Abstract

Kelelahan merupakan permasalahan serius yang dapat menurunkan produktivitas kerja, kualitas kerja, motivasi kerja, dan kecelakaan akibat kerja. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja di PT. XYZ. Metode penelitian ini yaitu observational analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian yaitu semua pekerja di bagian produksi PT. XYZ sebanyak 68 orang. Sampel penelitian yakni sebanyak 50 orang yang memakai teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Hasil penelitian memperlihatkan prevalensi kejadian kelelahan di PT. XYZ dengan tingkat kelelahan berat sebesar 76% dan tingkat kelelahan sedang sebesar 24%. Uji statistik menunjukkan ada hubungan antara usia (p = 0,014), lama kerja (p = 0,027), postur kerja (p = 0,004), dan persepsi suhu lingkungan kerja (p = 0,025) dengan tingkat kelelahan kerja. Tidak terdapat hubungan status gizi (p = 1,000) dan beban kerja (p = 1,000) dengan tingkat kelelahan kerja. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia, lama kerja, postur kerja, dan persepsi suhu lingkungan kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi di PT. XYZ tahun 2023. Disarankan pekerja agar memperhatikan kondisi tubuh ketika melakukan aktivitas kerja sehari-hari, membiasakan diri melakukan peregangan otot di sela-sela pekerjaan atau saat beristirahat agar peredaran darah stabil, serta dapat menyesuaikan pembagian tugas atau beban kerja dengan kemampuan fisik dan kapasitas kerja. Dan untuk perusahaan disarankan agar dapat menyesuaikan pembagian tugas atau beban kerja dengan kemampuan fisik dan kapasitas kerja serta dapat menambah jumlah karyawan guna mengurangi jam kerja berlebih untuk menghindari kejadian kelelahan kerja. 
Hubungan Kualitas Tidur dengan Sistem Imunitas pada Mahasiswa S1 Keperawatan Permatasari, Rinda Lailia; Sukaesih, Nunung Siti; Sejati, Amanda Puspanditaning
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i1.6050

Abstract

Tidur termasuk kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Secara global, prevalensi gangguan kualitas tidur di dunia bervariasi mulai dari 37% - 59%. Data di Indonesia menunjukan prevalensi sebanyak 63% kualitas tidur kurang terpenuhi yang berakibat pada terjadinya penurunan sistem imunitas. Mahasiswa yang memasuki kuliah bersamaan dengan gaya hidup maka rentan mengalami kualitas tidur yang buruk sehingga potensial berhubungan pada sistem imunitas. Tujuan penelitian, untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan sistem imunitas pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional, serta pendekatan cross-sectional dengan populasi sebanyak 464 mahasiswa dan jumlah sampel 361 mahasiswa. Teknik sampling non random, jenis total populasi atau sampling jenuh sesuai dengan kriteria inklusi merupakan mahasiswa keperawatan, berusia antara 18 sampai 25 tahun, dan bersedia menjadi responden penelitian. Dari uji hipotesis korelasi Kendall’s Tau didapatkan hasil signifikansi 0,001 sehingga lebih kecil dari 0,05, dan correlation coefficient yang bernilai -0,150. Kesimpulannya terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan sistem imunitas pada Mahasiswa S1 Keperawatan UPI Kampus Daerah Sumedang. Diharapkan sebagai mahasiswa yang rentan mengalami kualitas tidur buruk akibat gaya hidup, maka dianjurkan mulai menghindari aktivitas bergadang, tidur larut malam akibat mengerjakan tugas dan bermain handphone atau sosial media. Selama proses menempuh pendidikan, mahasiswa potensial melakukan aktivitas fisik yang lebih padat dan berat, sehingga mahasiswa dituntut memiliki sistem imunitas yang baik dengan cara menjaga kualitas tidurnya
Analisis Faktor Demografi yang Berhubungan dengan Hasil Pengobatan Pasien Tuberculosis Paru Indrawati, Rini
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 3 (2023): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i3.5713

Abstract

Penderita tuberkulosis paru yang tidak menjalani pengobatan atau tidak rutin minum obat beresiko mengalami gagal pengobatan dan mengakibatkan resiko lebih tinggi terjadi penularan kepada orang lain. Tingkat kepatuhan obat yang rendah merupakan salah satu hambatan terhadap pengendalian tuberculosis paru. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor demografi terhadap hasil pengobatan pasien tuberculosis paru. Desain penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah Indonesia pada bulan Februari 2021-Juli 2022. Populasi penelitian adalah semua pasien tuberculosis yang melakukan pengobatan. Sampel penelitian adalah pasien tuberculosis yang melakukan pengobatan sejumlah 850 responden. Tekhnik pengumpulan data yaitu observasional dan menggunakan data sekunder. Variabel bebas penelitian adalah usia, jenis kelamin dan pekerjaan, sedangkan variable terikat adalah hasil pengobatan. Data dianalisis dengan uji chi square menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan faktor usia (p=0,000) dan faktor pekerjaan (p=0,000) terhadap hasil pengobatan pasien tuberculosis paru. Namun, tidak terdapat perbedaan jenis kelamin (p=0,564) terhadap hasil pengobatan pasien tuberculosis paru. Simpulan adalah untuk mendukung program keberhasilan pengobatan tuberkulosis, maka perlu dilakukan upaya baik secara pribadi maupun kelompok untuk meningkatkan kepatuhan pasien tuberculosis. Penting pembentukan pemberdayaan keluarga, kader kesehatan, petugas pengelola tuberculosis dan tokoh masyarakat dalam upaya peningkatan dan dukungan terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberculosis.Penderita tuberkulosis paru yang tidak qmenjalani qpengobatan qatau qtidak qrutin qminum qobat qberisiko qmengalami qgagal qpengobatan qdan qmengakibatkan qrisiko qlebih qtinggi qterjadi qpenularan qkepada qorang qlain. qTingkat qkepatuhan qobat qyang qrendah qmerupakan qsalah qsatu qhambatan qterhadap qpengendalian qtuberculosis qparu. qTujuan qpenelitian qadalah qmenganalisis qfaktor qdemografi qterhadap qhasil qpengobatan qpasien qtuberculosis qparu. qDesain qpenelitian qmenggunakan qanalisis qkuantitatif qdengan qpendekatan qcross qsectional. qPenelitian qmenggunakan qdata qsekunder qdari qDinas qKesehatan qKabupaten qJepara. qPenelitian qdilaksanakan qdi qKabupaten qJepara qProvinsi qJawa qTengah qIndonesia qpada qbulan qFebruari q2021-Juli q2022. qPopulasi qpenelitian qadalah qsemua qpasien qtuberculosis. qSeluruh qpopulasi qdijadikan qsampel qpenelitian qyaitu qpasien qtuberculosis qyang qberjumlah q850 qresponden. qTekhnik qpengumpulan qdata qyaitu qmenggunakan qdata qsekunder. qVariabel qbebas qpenelitian qadalah qusia, qjenis qkelamin qdan qpekerjaan, qsedangkan qvariable qterikat qadalah qhasil qpengobatan. qData qdianalisis qdengan quji qpearson qproduct qmoment. qHasil qpenelitian qmenunjukkan qada qhubungan qfaktor qusia q(p0,001) qdan qfaktor qpekerjaan q(p0,001) qdengan qhasil qpengobatan qpasien qtuberculosis qparu. qNamun, qtidak qterdapat qperbedaan qjenis qkelamin q(p=0,564) qdengan qhasil qpengobatan qpasien qtuberculosis qparu. qSimpulan qadalah qterdapat qhubungan qusia qdan qfaktor qpekerjaan qdengan qhasil qpengobatan qpasien qtuberculosis qparu. qSaran qpenelitian qyaitu qpembentukan qpemberdayaan qkeluarga, qkader qkesehatan, qpetugas qpengelola qtuberculosis qdan qtokoh qmasyarakat qdalam qupaya qpeningkatan qdan qdukungan qterhadap qkepatuhan qpengobatan qpasien qtuberculosis.
Hubungan Kebutuhan Dasar Maslow dengan Tingkat Burnout Perawat Meylanie, Mitha; Ningrum, Dedah; Sopiah, Popi
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 2 (2024): Edisi Mei
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i2.6102

Abstract

Kebutuhan dasar perawat yang tidak terpenuhi dapat berakibat pada burnout, sehingga memicu defisit jangka panjang dalam angkatan kerja dan menjadikan pergantian karyawan perawat dengan tingkat keluar masuk yang tinggi. Keadaan ini berdampak pada penurunan kepuasan pasien. World Health Organization mengungkapkan burnout pada perawat mencapai rentang 25-70%, dengan angka tertinggi di Asia Tenggara berkisar antara 45,2% hingga 67,8%. Indonesia, burnout perawat mencapai 52%, dan Kabupaten Sumedang mencapai 61%. Data tersebut menunjukkan prevalensi burnout yang mengkhawatirkan di kalangan perawat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara kebutuhan dasar Maslow dengan tingkat burnout perawat di Rumah Sakit Umum Pakuwon Sumedang. Metode penelitian menggunakan kuantitatif  korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh perawat di RSU Pakuwon Sumedang, dengan sampel 87 perawat yang diambil menggunakan cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin terpenuhi tingkat kebutuhan dasar Maslow, semakin rendah tingkat burnout yang dialami perawat (r -0.8) (p 0.001). Kebutuhan sosial memiliki korelasi terbesar dengan burnout (r= -0,971), diikuti oleh kebutuhan keamanan (r= -0,969), kebutuhan fisiologis (r= -0,968), kebutuhan penghargaan (r= -0,951) dan kebutuhan aktualisasi diri memiliki korelasi terendah dengan burnout (r= -0,878). Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar Maslow merupakan faktor penting dalam mencegah burnout perawat. Rumah sakit diharapkan dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pemenuhan kebutuhan dasar perawat, seperti kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri.
Pengaruh Penyuluhan Media Video Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Pertumbuhan Balita Sitorus, Samsider
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 3 (2023): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i3.5839

Abstract

Pertumbuhan anak balita sangat penting. Secara umum, ibu bertindak sebagai pengasuh anak-anak dalam keluarga. Pertumbuhan dan perkembangan balita baik jika perhatian orang tua cukup, maka tumbuh kembang balita optimal. Minimnya tingkat pengetahuan dan keterampilan orang tua tentang tumbuh kembang balita dapat mengakibatkan gangguan pada tumbuh kembang. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konseling menggunakan video animasi terhadap pengetahuan serta sikap ibu mengenai tumbuh kembang anak balita pada Posyandu Design penelitian ini: Quasi Experiment with One Group Pretest Posttest Design without Control. Sampel penelitian adalah 35 ibu balita di Posyandu dengan menggunakan teknik purposive sampling. Media yang digunakan adalah kuesioner dan analisis dengan Dependent Paired T-Test. Hasil penelitian adalah pengetahuan ibu balita mengenai tumbuh kembang sebelum diberikan konseling rata-rata 56,00 dan setelah konseling 80,43. Adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah konseling dengan video animasi dengan nilai p 0,0001 atau (p 0,05) berarti terdapat pengaruh konseling dengan animasi terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita sebelum memberi dengan nilai rata-rata 18,51 dan setelah pemberian 37,29. Perbedaan sikap sebelum dan sesudah konseling p-value, p-value p 0,0001 atau (p0,05) berarti terdapat perubahan sikap sebelum dan sesudah konseling kepada ibu balita. Kesimpulan Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah konseling menggunakan media video animasi tentang tumbuh kembang balita di Posyandu Tuntungan II.
Pengaruh Video Antenatal Care (ANC) Standar 10T Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Sitorus, Samsidar; Sianipar, Tania Panata; Hutabarat, Julietta; Pardosi, Maida
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i1.6020

Abstract

      World Health Organization (WHO) tahun 2020 cakupan data kunjungan ante natal care (ANC)  di dunia sebanyak 64% melakukan kunjungan ANC. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2021 di Sumatera Utara cakupan kunjungan ANC meningkat sebanyak 85%. Permasalahan yang terjadi pada saat ANC adalah penargetan, ibu hamil, tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, sarana dan prasarana yang tidak mendukung, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya ANC. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh video antenatal care (ANC) standar 10T terhadap pengetahuan ibu hamil di Desa Delitua Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan desain one group pretest dan posttest. Pengambilan sample dilakukan secara accidental sampling dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 Ibu hamil. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dengan jumlah soal 20 butir kemudian dianalisis menggunakan Paired Sampple T-Test. Hasil penelitian rerata pengetahuan kelompok intervensi sebelum diberikan video 59,33 sedangkan setelah diberikan video 69,5000 serta selisih rerata sebesar 10,1667 dengan p-value=0,0000,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan melalui promosi kesehatan dengan menggunakan media video efektif memberikan dampak positif terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan ANC standar 10T.
Perawatan Diri Pada Lansia Hipertensi di Pedesaan Jayanti, Eni Dwi; Rayanti, Rosiana Eva; Puspita, Dhanang
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 3 (2023): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i3.5821

Abstract

Riskesdas 2018 melaporkan sebanyak 55,2% hipertensi terjadi pada lanjut usia (lansia) di Indonesia. Kejadian hipertensi pun tinggi di Desa Ngrawan Kabupaten Semarang. Lansia memiliki kepercayaan tentang pengobatan lokal guna menurunkan hipertensi. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan praktik perawatan diri lansia terhadap hipertensi di pedesaan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jumlah 25 partisipan. Kriteria partisipan adalah lansia yang berusia di atas 60 tahun dengan hipertensi minimal satu tahun berdasarkan data bidan desa, tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg saat dilakukan pemeriksaan, penduduk asli Desa Ngrawan, dan lansia menggunakan pengobatan tradisional. Intrument penelitian menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumen. Hasil penelitian pun dianalisa menggunakan analisa tematik. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 76% lansia perempuan, 60% lansia tamatan SD, 50% petani, 40% lansia dirawat oleh lebih tiga orang di keluarga. Semua partisipan memiliki riwayat hipertensi. Mayoritas memiliki tekanan darah pada stage 1 (32%), memperoleh informasi hipertensi dari bidan (72%) dan terakhir diperiksa pada dua minggu lalu (68%). Selanjutnya 52% orang mengkonsumsi obat medis hipertensi. Ditemukan tema penelitian yakni pengetahuan, sumber informasi hipertensi dan perawatan diri. Pengetahuan tentang hipertensi diperoleh dari bidan desa, tetangga dan mahasiswa keperawatan yang praktek di Desa. Perawatan diri yang dilakukan berupa cek kesehatan di pusbindu lalu diberikan obat medis. Selain itu, lansia menggunakan pengobatan lokal seperti konsumsi mentimun, air rebusan seledri dan air rebusan daun alpukat. Lansia pedesaan melakukan perawatan diri sesuai kepercayaan masyarakat setempat dan berobat ke layanan kesehatan
Hubungan Pengetahuan, Lama Terapi dan Akses Layanan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada ODHIV Ramdani, Meida Laely
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 2 (2024): Edisi Mei
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i2.6100

Abstract

Human Immunodeficiency Virus terus  menjadi masalah kesehatan masyarakat  global. Jumlah kumulatif kasus HIV di RSUD Banyumas sampai akhir juni 2022  sebanyak 986 orang, yang masih menjalani terapi sebanyak 256 orang dan loss 12 followup 175 orang. Tingkat kepatuhan pengobatan antiretroviral (ARV) di Indonesia sangat rendah (40-70%). Hasil studi pendahuluan di RSUD bayumas menunjukkan didapatkan angka kepatuhan tinggi 50%, kepatuhan sedang 20%, kepatuhan rendah 30%. Ketidakpatuhan terhadap terapiHRV berisiko memunculkan HIVresisten terhadap obat. Kepatuhan minum obat diantaranya dipengaruhi oleh pengetahuan, lama terapi, motivasi, dukungan keluarga, efek samping terapi, akses layanan ARV, stigma masyrakat. Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang ARV, lama terapi dan akses layanan terhadap kepatuhan minum obat dengan jumlah sampel 74 responden, instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji product moment pearson dan regresi berganda. Diperoleh hasil sebagian koresponden berjenis kelamin laki-laki (58,1%), pendidikan SMA (#9,2%), bekerja (62,2%), menikah (48,6%), usia rata-rata 39 tahun, rata-rata lama terapi 5,3 tahun, skor pengetahuan 75,68, skor akses layanan 55,74, skor kepatuhan 6,50. HAsil analisis regresi akses layanan yang berhubungan terhadap kepatuhan obat (p=0,04) B=0,16, β=0,317). Dapat disimpulkan dari variabel pengetahuan, lama terapi dan akses layananyang berhubungan dengan kepatuhan minum obat. Diharapkan pemerintah bisa membuka akses layanan ARV di Puskesmas dengan didukung fasilitas jalan dan transportasi yang memadai.
Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Munsir, Noviani
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i1.5983

Abstract

Rumah sakit memainkan peran krusial dalam menyediakan layanan kesehatan berkualitas, dan kinerja karyawan memiliki dampak signifikan terhadap pencapaian tujuan tersebut. Komitmen organisasi, sebagai indikator keterikatan karyawan pada nilai dan tujuan organisasi, menjadi faktor kunci yang memengaruhi kinerja. Penelitian ini berfokus pada Rumah Sakit Umum Dewi Sartika, mengeksplorasi Pengaruh komitmen organisasi, terutama affective commitmentcontinuance commitment, dan normative commitments terhadap kinerja karyawan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 99 pegawai dalam periode Oktober–November 2023. Instrumen utama yang digunakan adalah kuesioner, dengan analisis data melibatkan analisis univariat, uji korelasi, dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan di RSU Dewi Sartika pada tahun 2023. Analisis menunjukkan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi secara negatif oleh affective commitment dengan nilai p=0,001. Tidak terdapat pengaruh signifikan dari continuance commitment terhadap kinerja karyawan, dengan nilai p=0,225. Temuan lain menunjukkan bahwa Normative commitments memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepegawaian di RSU Dewi Sartika, dengan nilai p=0,050. Penelitian ini menyoroti pentingnya affective commitment dan normative commitments dalam konteks kinerja karyawan di rumah sakit tersebut, memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan strategi manajemen yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kepuasan pasien di RSU Dewi Sartika.

Page 11 of 14 | Total Record : 132