cover
Contact Name
Saskiyanto Manggabarani
Contact Email
lppm@helvetia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
keshatanglobal@helvetia.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Global
ISSN : -     EISSN : 26147866     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Global merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Pascasarjana Program Studi Magister Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal ini memuat artikel penelitian (Research Article) di bidang kesehatan masyarakat yang terkait aspek Kesehatan Lingkungan, Epidemiologi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Biostatistik Kesehatan, Promosi Kesehatan dan Kesehatan Reproduksi yang akan tersedia secara online. Jurnal Kesehatan Global diterbitkan 3 (tiga) kali setahun, seperti pada bulan Januari, Mei dan September. Artikel yang diterima akan diterbitkan secara online.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Faktor Determinan Perilaku Merokok pada Remaja Kota Batam Trisna Yuni Handayani; Norma Jeepi Margiyanti; Andi Wilda Arianggara
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i1.5477

Abstract

Perilaku merokok dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan seseorang maupun orang lain. Pada remaja yang merokok perkembangan paru-parunya akan terganggu, serta dapat menimbulkan kesehatan. Selain berdampak bagi kesehatan merokok juga menimbulkan dampak bagi prestasi belajar yaitu menurunnya nilai pelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk faktor determinan perilaku merokok remaja di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional untuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik.Penelitian ini telah dilaksanakan di Kota Batam pada  bulan Oktober 2021. Jumlah sampel sebanyak 80 orang dengan teknik sampling  purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner. Data di analisis menggunakan Chi-Square dan regresi logistic. Dengan p-value 0,000 dan nilai OR 17,55, penelitian ini menemukan bahwa sikap berhubungan pada perilaku merokok remaja. Akibatnya, remaja yang memiliki sikap positif terhadap kebiasaan merokok 17.549 kali lebih mungkin untuk merokok. Alasan psikologis adalah faktor signifikan berikutnya, dengan p-value 0,004 dan nilai OR 6,07, menunjukkan bahwa remaja yang merokok 6.07 kali lebih mungkin memiliki alasan psikologis untuk melakukannya. Adapun variabel  yang tidak berpengaruh pada perilaku merokok remaja Kota Batam adalah Pengetahuan, Uang saku, dan Faktor Lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa sikap dan kondisi psikologis dapat membentuk perilaku. Dukungan dari sekolah dan orang tua sangat diperlukan sehingga remaja dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan yang positif.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Durasi Tidur dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Kartika Pibriyanti
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i1.5523

Abstract

Anemia di kalangan remaja putri masih menjadi masalah gizi yang perlu penanganan secara serius karena dampak yang ditimbulkan dapat diturunkan pada generasi selanjutnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku makan serta kebiasaan dan kualitas tidur berkaitan dengan masalah anemia. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, tindakan, dan durasi tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di pondok pesantren. Rancangan penelitian menggunakan studi case control dengan pengambilan sampel secara purposive dan melibatkan 47 subjek anemia dan 45 subjek non anemia. Variabel pengetahuan, sikap, tindakan, dan durasi tidur dinilai dengan instrumen kuesioner sedangkan kadar Hb diukur dengan hemoglobinometer. Analisis statistik menggunakan uji komparatif Chi-Square dan Mann Whitney. Diperoleh hasil subjek anemia maupun non anemia memiliki pengetahuan gizi, sikap, dan perilaku yang masuk dalam kategori sedang (60%-80%). Durasi tidur pada kelompok anemia adalah 6 jam sementara non anemia 7 jam. Pengetahuan, sikap, dan perilaku subjek tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Terdapat perbedaan yang signifikan pada durasi tidur antarat kelompok anemia dan non anemia. Durasi tidur memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian anemia pada remaja putri.
Perbandingan Senam Kaki dengan Variasi SPA Kaki dalam Menurunkan Resiko Ulkus Diabetik di RSU Bandung Fitriani Nasution
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i1.5474

Abstract

Ulkus diabetik adalah permasalahan jangka panjang yang paling ditakuti oleh penderita DM karena dapat menyebabkan amputasi kaki, sehingga kualitas hidup penderita DM semakin menurun. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisis perbandingan efektivitas senam kaki, variasi spa kaki dengan VCO (Virgin Coconout Oil) dan minyak karo dalam menurunkan resiko ulkus diabetik pada pasien DM tipe 2 di RSU Bandung. Penelitian ini adalah Experimen Semu pretest-postest dengan kontrol, yang dilaksanakan di RSU Bandung. Perbandingan sampe yang digunakan pada tiap-tiap kelompok adalah 1:1:1, masing-masing kelompok sebanyak 12 orang dan total sampel dalam penelitian ini adalah 36 orang. Indikator resiko ulkus diabeteik diukur dengan melakukan pengukuran ABI (Ankle Brachial Index). Analisis data menggunakan uji annova. Analisis uji Annova didapatkan nilai p=0,0000,05 yang berarti ada perbedaan pada ketiga kelompok perlakuan. Penelitian menyimpulkan bahwa metode spa kaki yang menggunakan VCO dan minyak karo lebih efektif menurunkan resiko ulkus diabetik pada penderita DM tipe 2 di RSU Bandung dibandingkan dengan metode senam. Sedangkan metode spa kaki dengan VCO memiliki keefektifan yang sama dengan metode spa yang menggunakan minyak karo dalam menurunkan resiko ulkus diabetik. Diharapkan Pasien DM dapat secara rutin melakukan spa kaki dengan menggunakan minyak VCO maupun minyak tradisional karo untuk menurunkan resiko resiko ulkus diabetik.  
Pendidikan Kesehatan Tentang Akupresur Sebagai Upaya Pemeliharaan dan Peningkatan Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 Nonik Ayu Wantini; Lenna Maydianasari; Silvia Dewi Styaningrum
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i1.5469

Abstract

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat Pandemi Covid-19 berdampak terhadap pelaksanaan layanan kesehatan di masyarakat termasuk Posyandu. Sementara, upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan anggota masyarakat menjadi prioritas pada masa ini. Oleh karena itu masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan akupresur di dalam mengatasi masalah kesehatan ringan ataupun meningkatkan imunitas tubuh secara mandiri. Hasil studi pendahuluan di Dusun Setan, mayoritas (61,9%) masyarakat belum pernah mendengar tentang akupresur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan tentang akupresur. Metode penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan one group pre test-post test. Adapun sampel berjumlah 21 orang anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dipilih dengan quota sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan nilai median sebelum pendidikan kesehatan (25), sesudah pendidikan kesehatan (80), 100% responden mengalami peningkatan pengetahuan setelah penkes, p-value = 0,000 (H0 ditolak, Ha diterima). Kesimpulannya adalah ada perbedaan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan tentang akupresur pada masa pandemi Covid-19 di Dusun Setan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Niat Remaja untuk Berdiskusi Kesehatan Reproduksi dengan Orang Tua Aulia Putri Handriyani; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i1.5427

Abstract

Salah satu masalah kesehatan reproduksi bagi remaja yakni masalah seks pranikah yang mengakibatkan remaja rentan terkena infeksi menular seksual (IMS) serta kehamilan tidak diinginkan, maupun aborsi. Salah satu sumber yang tepat bagi remaja untuk berbicara seputar kehidupan remaja termasuk tentang seksualitasnya adalah orang tua karena dianggap kredibel oleh remaja sehingga dapat memengaruhi niat remaja untuk berkomunikasi dengan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan niat remaja untuk berdiskusi kesehatan reproduksi dengan orang tua. Jenis penelitian observasional analitik menggunakan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada pertengahan tahun 2022 di Kecamatan Grogol, Sukoharjo dengan populasi remaja usia 15-19 tahun sebanyak 9.167 jiwa. Sampel penelitian berjumlah 377 remaja berusia 15-19 tahun dengan teknik pengambilan sampel yaitu convenience sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang diisi secara offline oleh responden dengan mematuhi protokol kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara variabel pengetahuan (p 0,05 0,138), sikap (p 0,05 0,831), norma subyektif (p 0,05 0,947), perceived behavioral control (p 0,05 0,057) dan kedekatan remaja dengan orang tua (p 0,05 1,0) dengan niat remaja untuk berdiskusi kesehatan reproduksi dengan orang tua. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara variabel pengetahuan, sikap, norma subyektif, perceived behavioral control dan kedekatan remaja dengan orang tua dengan niat remaja untuk berdiskusi kesehatan reproduksi dengan orang tua. Disarankan remaja perlu aktif membuka diri kepada orang tua untuk berkomunikasi terkait kesehatan reproduksi dan orang tua juga perlu memiliki waktu dan terbuka untuk diajak berdiskusi oleh remaja sehingga orang tua bisa lebih memahami pendapat remaja mengenai kesehatan reproduksinya.
Efektivitas Rebusan Daun Alpukat dalam Menurunkan Tensi Pasien Hipertensi Novita Aryani
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i1.5647

Abstract

Berdasarkan data riset kesehatan dasar  prevalensi kejadian hipertensi di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 34,1%. Angka ini semakin meningkat cukup tinggi dibandingkan riset di tahun 2013, bahkan lebih parah lagi sebesar 8,24% kejadian hipertensi terjadi pada usia dewasa lebih muda. Hal ini bisa terjadi karena faktor gen dan pola  hidup yang kurang sehat  Karenanya perlu dilakukan pencegahan dan pengobatan melalui obat-obatan  maupun secara alamiah. Daun alpukat dapat digunakan sebagai pengobatan non medis, karena mengandung banyak kandungan yang bermanfaat seperti antiinflamasi, antidiabetes, analgesik, dan antihipertensi. Penelitian bertujuan untuk mengetehui efektivitas  kemampuan dari daun alpukat dalam mengurangi tekanan darah penderita hipertensi. Sebanyak 42 responden dijadikan sampel  dari 74 pasien yang menderita tekanan darah tinggi di Puskesmas Maryke tahun 2021. Pengambilan sampel menggunakan ukuran sampel minimum. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen pada satu kelompok sampel tanpa ada kelompok kontrol  yaitu memberikan  rebusan daun alpukat selama 5 hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan yang kemudian  kenormalan data diuji dengan Shapiro Wik lalu dilakukan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaannya. Didapatkan tekanan darah seluruh responden mengalami pengurangan rata-rata 34,5238 dan 5.4762 milimeter air raksa, sistolik dan diastolik dengan nilai probabilitas  0,000.  Kesimpulan  dari penelitian ini adalah secara signifikan rebusan daun alpukat mampu mengurangi tekanan darah pasien hipertensi.
Hubungan Pemberian Reward, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Peningkatan Kinerja Pada Pekerja PT. Socfindo Perkebunan Tanah Gambus Kabupaten Batu Bara Minati Eka Wardani
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 2 (2023): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i2.5676

Abstract

Pemberian Reward, Keselamatan dan Kesehatan Kerja  berhubungan erat dengan tingkat kinerja karyawan . Pemberian reward dapat memicu motivasi bekerja serta dengan penerapan K3 yang sehat dan aman meningkatkan kualitas dan tingkat kinerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pemberian reward, serta K3 terhadap peningkatan kinerja pada PT. Socfindo Perkebunan Tanah Gambus Kabupaten Batu Bara. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan  cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pekerja pabrik yang ada di PT.Socfindo  berjumlah 100 pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 50  pekerja. Data yang diperoleh di uji menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan sentral sedangkan analisis bivariat memakai pengujian simultan menggunakan uji annova. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan yang siginifikan dengan nilai F hitung (9,184) F tabel (3,19) dan niali p (0,000) α (0,05) dengan demikian Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya akan tergantung pada seberapa baik sumber daya manusianya dikembangkan. Disarankan perusahaan untuk  lebih fokus pada kesehatan dan keselamatan pekerja baik internal (pengetahuan)  maupun eksternal (pengawasan) tempat kerja, serta bagaimana mengembangkan budaya keselamatan kerja. Perusahaan juga perlu memperhatikan reward yang diberikan kepada karyawan, baik berwujud maupun tidak berwujud, dengan harapan mampu meningkatkan motivasi kerja karyawan dan membantu perusahaan untuk meraih  tujuan akhirnya
Faktor Pengetahuan dan Sikap yang Berhubungan Pemakaian Masker Pada Supir Angkot di Terminal Kota Medan Dinda Dwi Oktaviani
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 2 (2023): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i2.5554

Abstract

Masalah COVID-19 di tengah masyarakat masih cukup banyakcontohnya dalam memakai masker, kerap diabaikan masyarakat sehingga mengakibatkan meningkatnya virus COVID-19 di Indonesia dengan sangat cepat. Supir Angkutan kota (angkot) merupakanpekerjaan yang mudah terserang COVID-19 karena pekerjaannya berada diluar ruangan dan bertemu dengan penumpang baru setiap bekerja.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor pengetahuan dan sikap yang berhubungan pemakaian masker pada supir angkutan kota (angkot) di Terminal Kota Medan. Metode penelitian ini betsifat kuantitatif dengan desain crossectional.Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner.Sampel penelitian adalah 100 supir angkutan kota (angkot) dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  adanya hubungan  pengetahuan dan sikapdengan pemakaian masker pada supir angkot di Terminal Kota Medan, dengan hasil variabel pengetahuan p-value = 0,002 dan pada variabel sikap dengan p-value = 0,001.Supir angkutan kota diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap maupun tindakan dalam pemakaian masker guna mencegah penularan virus COVID-19 dimasa pendemi saat ini
Hubungan Penggunaan Alat Pelindung Diri dengan Gejala Penyakit Kulit Pada Nelayan di Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara Yusril Iza Mahendra; Tri Niswati Utami
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 2 (2023): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i2.5692

Abstract

Nelayan sangat mudah untuk tekena penyakit kulit dikarenakan air laut yang banyak bakteri, serta kulit menjadi basah akibat cipratan air laut, dan kulit menjadi kering akibat konsentrasi garam, mengakibatkan kulit gatal dan bersisik. Air laut terutama bertanggung jawab atas dermatitis iritan. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui bagaimana hubungan dari penggunaan APD dengan gejala penyakit kulit pada Nelayan. Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini ialah masyarakat yang bekerja sebagai nelayan di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Jumlah populasi 9927 orang, dengan sampel 101 orang menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji statistic bivariat dengan chi square menunjukkan bahwa rata-rata p-value 0,000 (0,05), hal ini berarti adanya hubungan antara penggunaan Alat Pelindung Diri  dengan penyakit kulit pada nelayan di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Saran sebaiknya menggunakan APD yang sesuai, sehingga bisa lebih menjaga keselamatan dan kesehatan para Nelayan. Terutama untuk menghindari penyakit kulit atau penyakit dermatitis.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Vaksinasi Covid-19 Pada Lansia Yelita Sherin Simamora
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 2 (2023): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v6i2.5616

Abstract

Kelompok lanjut usia (lansia) merupakan kelompok yang rentan tertular virus Covid-19,  karena lemahnya kekebalan tubuh lansia. Keikutsertaan lansia dalam  pelaksanaan vaksinasi Covid-19 masih tergolong rendah berdasarkan data dari Puskesmas Gunung Tinggi menunjukkan bahwa sebanyak 333 lansia telah di vaksin. Hal tersebut menunjukkan bahwa keikutsertaan lansia dalam pelaksanaan vaksinasi masih rendah.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan  keikutsertaan vaksinasi Covid-19 pada lansia di Puskesmas Gunung Tinggi Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian diambil dengan teknik Proportional Random Sampling. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin, dari total 525 populasi maka didapatkan besar sampel minimum penelitian ini adalah 84 sampel. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, dukungan keluarga, dan risiko penyakit berhubungan signifikan dengan keikusertaan vaksinasi Covid-19 pada lansia. Adapun faktor ketersediaan informasi dan ketersediaan vaksin tidak berhubungan dengan keikutsertaan vaksinasi Covid-19 pada lansia. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa faktor yang dominan berhubungan dengan  keikutsertaan vaksinasi Covid-19 pada lansia yaitu faktor pengetahuan dan dukungan keluarga.  Disarankan adanya peran penting keluarga untuk memberikan dukungan dan pengetahuan tentang Covid-19 kepada lansia.

Page 10 of 14 | Total Record : 132