cover
Contact Name
Saskiyanto Manggabarani
Contact Email
lppm@helvetia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
keshatanglobal@helvetia.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Global
ISSN : -     EISSN : 26147866     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Global merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Pascasarjana Program Studi Magister Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal ini memuat artikel penelitian (Research Article) di bidang kesehatan masyarakat yang terkait aspek Kesehatan Lingkungan, Epidemiologi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Biostatistik Kesehatan, Promosi Kesehatan dan Kesehatan Reproduksi yang akan tersedia secara online. Jurnal Kesehatan Global diterbitkan 3 (tiga) kali setahun, seperti pada bulan Januari, Mei dan September. Artikel yang diterima akan diterbitkan secara online.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Variasi Diabetes Self Management Education terhadap Ankle Brachial Index pada Pasien DM di RSUD Tengku Chik Ditiro Kartika, Kartika
Jurnal Kesehatan Global Vol 4, No 3 (2021): Edisi September
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v4i3.4948

Abstract

Diabetes Tipe 2 merupakan salah satu yang disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat. seperti terlau banyak konsumsi gula dan kurang beraktivitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas variasi Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien DM Tipe 2 RSUD Tengku Chik Ditiro. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Experimen Semu pretest-postest dengan kontrol. Penelitian dilaksanakan di  RSUD Tengku Chik Ditiro. Sampel dalama penelitian ini sebanyak 45 orang dengan ketentuan pada setiap kelompok 1:1:1 dimana masing-masing kelompok terdapat 15 orang. Penelitian ini melakukan pengukuran ABI sebelum dan sesudah diberikan DSME. Analisis data menggunakan lain uji paired-test dan uji annova. Hasil bivariat didapatkan pada kelompok kontrol p=0,461 0,05 artinya pada kelompok kontrol tidak didapaykan perbedaan nilai ABI, sedangkan pada kelompok DSME p=0,000 dan pada kelompok variasi DSME p=0,000 0,05 yang artinya terdapat perbedaan nilai ABI sebelum dan sesudah dilakukkannya DSME dan variasi DSME pada pasien DM. Penelitian menyimpulkan bahwa DSME dan variasi DSME memiliki keefektivan yang sama dalam meningkatkan nilai ABI pada Pasien DM Tipe 2 RSUD Tengku Chik Ditiro. Diharapkan kepada para pasien DM tipe 2 untuk konsisten dalam melakukan perawatan kaki karena terbukti dapat memperlancar aliran darah kaki
Analisis Kualitas Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis di Kota Padang Sejati, Sejati; Awaluddin, Awaluddin; Muslim, Burhan; Gusti, Awalia; Hidayanti, Rahmi
Jurnal Kesehatan Global Vol 4, No 3 (2021): Edisi September
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v4i3.4902

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan tantangan global, hingga saat ini belum ada negara yang bebas TBC. Penemuan kasus TB di Puskesmas Andalas meningkat dari tahun sebelumnya, CDR 75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas lingkungan rumah dengan kejadian TB di wilayah kerja Puskesmas Andalas. Desain penelitian adalah case control,  populasi adalah seluruh penderita yang diduga TB Paru dan melakukan pemeriksaan laboratorium sputum/dahak di Puskesmas bulan Juni s/d Desember 2019 dan jumlah sampel 70 terdiri dari 35 kasus dan 35 kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Data diperoleh melalui wawancara, pengukuran dan observasi. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil analisis data bivariat ada hubungan pencahayaan (p=0,002), kelembaban (p=0,016), ventilasi (p=0,013) dan kepadatan hunian (p=0,000) dengan kejadian tuberkulosis sedangkan lantai (p=1,000) tidak mempunyai hubungan dengan tuberkulosis. Kesimpulan pencahayaan, kelembaban, ventilasi yang tidak memenuhi syarat serta kepadatan hunian yang padat dapat meningkatkan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Andalas. Saran kepada masyarakat untuk memperhatikan kualitas lingkungan rumah dan berperilaku hidup bersih sehat.
Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita tentang ASI Ekslusif dan MP-ASI Sebelum dan Sesudah Pemberian Edukasi Gizi Berbasis Media Sosial Helmizar Helmizar; Putri Aulia Arza
Jurnal Kesehatan Global Vol 4, No 3 (2021): Edisi September
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v4i3.4981

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 saat ini akan semakin memperburuk kondisi anak stunting jika ibu atau pengasuh anak tidak memperhatikan pengasuhan anak yang layak. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap ibu tentang ASI Ekslusif dan MP ASI setelah diberikan.edukasi gizi berbasis media sosial. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain adalah quasy experimental pre-post test with control group design. Sampel sebanyak 30 ibu dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-September 2020. Analisis data dilakukan dengan uji paired sample T-test karena data terdistribusi nornal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,036) dengan sikap dalam pemberian MP ASI (p = 0,013). Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan MPASI sebelum dan sesudah pendidikan masing-masing (p = 0,78) dan Sikap ibu tentang ASI ekslusif  (p = 0,86). Edukasi gizi melalui WhatsApp group efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam memberikan ASI eksklusif dan sikap ibu dalam memberikan MP ASI.
Faktor yang Memengaruhi Utilitas Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) di Puskesmas Mompang Kecamatan Panyabungan Fitriani, Evi
Jurnal Kesehatan Global Vol 4, No 3 (2021): Edisi September
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v4i3.4968

Abstract

Empat dari lima penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini adalah penyakit tidak menular. Adapun rinciannya adalah stroke (21,1%), jantung koroner (12,9%), diabetes mellitus (DM) dengan komplikasi (6,7%), tuberkulosis (5,7%), dan hipertensi dengan komplikasi (5,3%), dimana penyakit-penyakit ini menjadi pembiayaan BPJS terbesar pada 2018 yaitu sekitar Rp 20 triliun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang memengaruhi utilitas atau pemanfaatan posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) pada Puskesmas Mompang Kec. Panyabungan Kab. Mandailing Natal. Penelitian ini menggunakan designe cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 480. Jumlah sampel diperoleh 90 orang menggunakan rumus slovin, dengan teknik simple random sampling. Pengolahan data dengan univariat, kemudian dilanjut bivariat dengan uji chi square, serta uji multivariat dengan regresi logistik. Hasil pada penelitian menunjukkan dominan responden memiliki pengetahuan tidak baik yaitu sebesar 63,3%, sikap tidak baik 55,6%, jarak dekat 71,1%, transportasi lancar 52,2%, dukungan keluarga baik 72,2%, sikap petugas baik 77,8%, dan utilitas posbindu PTM 53,3%. Kesimpulan penelitian ini adalah keenam variabel memengaruhi utilitas posbindu PTM dengan nilai p value 0,006 untuk pengetahuan dan sikap, jarak memiliki P Value 0,021, transportasi 0,016, dukungan keluarga 0,014, dan sikap petugas 0,024. Berdasarkan hasil analisis multivariat dengan regresi logistik, pengetahuan adalah faktor yang paling memengaruhi posbindu PTM di Puskesmas Mompang Kecamatan Panyabungan dengan nilai prevalence ratio 3.502. Disarankan kepada kader posbindu PTM untuk terus melaksanakan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat tentang program posbindu PTM guna menambah wawasan responden mengenai bahaya PTM.
Pengaruh Faktor Sosial dan Faktor Psikologis terhadap Pemanfaatan Jasa Pelayanan Kesehatan di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Haji Surabaya Aliya Zahro Fuadah
Jurnal Kesehatan Global Vol 5, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v5i1.5013

Abstract

Jumlah rumah sakit yang meningkat menjadikan masyarakat memiliki banyak pilihan saat memutuskan rumah sakit mana yang akan dipilihnya.  Sehingga rumah sakit perlu mewujudkan suatu manajemen yang efektif. Desain penelitian ini yaitu kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebagai pasien di Instalasi Rawat Jalan pada bulan Agustus 2021 dengan sampel sebesar 97 responden dan pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Analisis yang digunakan yaitu Uji Regresi Logistik Biner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar penilaian responden terhadap faktor sosial dari 3 kategori menunjukkan sangat baik (42,3%) sedangkan sebagian besar penilaian responden terhadap faktor psikologis dari 3 kategori menunjukkan sangat baik (46,4%). Hasil analisis data menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara faktor sosial terhadap pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan yang dinyatakan dalam nilai signifikansi 0,016 dan ada pengaruh yang signifikan antara faktor psikologis terhadap pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan yang dinyatakan dalam nilai signifikansi 0,037. Simpulan penelitian ini ada pengaruh yang signifikan antara faktor sosial dan faktor psikologis terhadap pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan. Rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan strategi pemasaran dengan memahami faktor sosial dan faktor psikologis untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Analisis Masalah Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Agustinus Sanga Hurint
Jurnal Kesehatan Global Vol 4, No 2 (2021): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v4i2.4832

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi oleh virus dengue yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah kesehatan pada program DBD di Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Tahun 2013 – 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observational yang dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan pada bulan Januari 2019. Prioritas masalah dengan menggunakan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG). Prioritas masalah yang ditemukan diidentifikasi penyebab masalah  dengan diagram analisis masalah. Akar penyebab masalah yang ditemukan di prioritas dengan metode CARL (Capability, Accessability, Readiness, and Leverage) dan dibuat alternatif pemecahan masalah. CFR DBD sebesar 2,42%  masih diatas target nasional dengan skor USG 405.004 menjadi masalah kesehatan prioritas utama di Kabupaten Magetan dikarenakan penanganan penderita masih belum optimal,  angka kematian akibat DBD masih diatas target Nasional 1%, kondisi lingkungan masih sangat mendukung penyebaran DBD, kurangnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pemberantasan DBD. CFR DBD di Kabupaten Magetan masih diatas target merupakan masalah kesehatan prioritas utama. Diperlukan upaya Advokasi lintas sektor terkait pencegahan dan pengendalian DBD, sosialisasi tentang pentingnya pemberantasan sarang nyamuk di Kabupaten Magetan untuk pencegahan DBD, pengobatan dan juga tentang pentingnya melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Hubungan Pengetahuan dan Pekerjaan Ibu dengan Tingkat Perkembangan Anak Usia Toddler di Desa Alue Kuyun Kabupaten Nagan Raya Anita Tiara; Zakiyah Zakiyah
Jurnal Kesehatan Global Vol 4, No 1 (2021): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v4i1.4782

Abstract

Perkembangan merupakan indikator penilaian kualitas anak sehingga hambatan perkembangan pada anak mempengaruhi perkembangan selanjutnya. Ibu yang tidak mengetahui tahap perkembangan anak toddler tidak dapat melakukan stimulasi sesuai usia anak sehingga menyebabkan keterlambatan perkembangan anak. Ibu yang bekerja juga berdampak pada perkembangan anak, baik yang berdampak positif maupun negatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan tingkat perkembangan anak usia Toddler di Desa Alue Kuyun Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia toddler sebanyak 73 orang dengan menggunakan metode total sampling. Metode Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu (p = 0,006), pekerjaan ibu (p = 0,001) berhubungan dengan tingkat perkembangan anak usia toddler di Desa Alue Kuyun. Diperoleh kesimpulan ada hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan tingkat perkembangan anak usia toddler. Diharapkan kader posyandu dan puskesmas bekerjasama dalam meningkatkan pengetahuan ibu dengan penyuluhan kesehatan di desa Alue Kuyun tentang tumbuh kembang anak
Determinan Kejadian Stroke pada Pasien Hipertensi (Analisis Data Sekunder IFLS 5) Annisa Hidayati; Santi Martini; Lucia Yovita Hendrati
Jurnal Kesehatan Global Vol 4, No 2 (2021): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v4i2.4794

Abstract

Angka prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis pada penduduk umur ≥ 15 tahun pada tahun 2007-2018 menunjukkan adanya peningkatan, serta sebanyak 51% kematian karena stroke disebabkan oleh hipertensi. Hal tersebut menjadi alasan pentingnya dilakukan upaya pencegahan stroke pada penderita hipertensi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan umur, jenis kelamin, klasifikasi tekanan darah, lama menderita hipertensi, kepatuhan minum obat antihipertensi, penyakit diabetes, penyakit jantung dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan jenis studi observasional analitik dengan rancang bangun cross sectional, serta menggunakan data IFLS 5. Pengambilan sampel dilakukan secara bertahap dengan melakukan cleaning data pada populasi penelitian dan seluruh variabel penelitian, kemudian dilakukan penggabungan data hingga diperoleh sampel sebanyak 2.408 orang. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara variabel  umur (p=0,000; OR=2,28; 95%CI=1,490-3,495); jenis kelamin (p=0,002; OR=1,73; 95%CI=1,225-2,451); klasifikasi tekanan darah (p=0,043; OR=1,44; 95%CI=1,012-2,065); kepatuhan minum obat anti-hipertensi (p=0,000; OR=0,41; 95%CI=0,286-0,586); penyakit diabetes (p=0,030; OR=1,66; 95%CI=1,050-2,639); penyakit jantung (p=0,035; OR=1,72; 95%CI=1,039-2,878) dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi. Variabel lama menderita hipertensi tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi (p=0,072; OR=1,01; 95%CI=0,998-1,039). Kesimpulan penelitian yakni ada hubungan umur, jenis kelamin, klasifikasi tekanan darah, kepatuhan minum obat anti-hipertensi, penyakit diabetes, penyakit jantung dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi, namun tidak ada hubungan antara lama seseorang menderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi. Saran yang dapat diberikan adalah perlu memiliki pola hidup sehat bagi penderita hipertensi agar terhindar dari penyakit stroke, khususnya pada laki-laki, memiliki diabetes dan penyakit jantung.
Hubungan Kebiasaan Bermain Game Online pada Anak Usia Sekolah dengan Kebutuhan Istirahat dan Tidur di SD Negeri 010083 Kisaran Kabupaten Asahan Nila Hayati
Jurnal Kesehatan Global Vol 3, No 3 (2020): Edisi September
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v3i3.4710

Abstract

Istirahat dan tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, kedua hal tersebut sama pentingnya dengan kebutuhan makan, aktivitas, maupun kebutuhan dasar lain. Namun dewasa ini kebiasaan bermain gadget khususnya bermain game online menjadi kebutuhan dasar tambahan terutama dikalangan anak usia sekolah. Dengan adanya kegiatan tambahan tersebut menyebabkan berkurangnya waktu istirahat pada anak  yang berdampak pada kualitas tidurnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan bermain game online pada anak usia sekolah dengan kebutuhan istirahat dan tidur di SD Negeri 010083 Kisaran Kabupaten Asahan. Jenis penelitian ini bersifat survey analitik dengan desain penelitian cross sectional, adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi yang berada di kelas 4 dan 5 di SD Negeri  010083 Kisaran Kabupaten Asahan Tahun 2020 dengan jumlah populasi 57 siswa dan siswi dan sampel penelitian  menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling dimana sampel penelitian berjumlah 57 siswa dan siswi. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan kebiasaan bermain game online pada anak usia sekolah dengan kebutuhan istirahat dan tidur (0,000 0,05). Saran dari peneliti adalah diharapkan agar menjadi pertimbangan bagi sekolah yang bersangkutan agar memperbanyak kegiatan disekolah dan diluar jam belajar siswa agar tidak menggunakan waktu luang untuk hal yang tidak bermanfaat
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Anak Balita Kartika Pibriyanti
Jurnal Kesehatan Global Vol 5, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v5i1.4903

Abstract

Penderita gizi kurang didominasi oleh balita yang memberikan dampak buruk terhadap kualitas sumber daya manusia. Anak usia balita termasuk kelompok rawan terhadap gangguan kesehatan dan gizi karena kebutuhan meningkat, tidak bisa meminta dan mencari makan sendiri. Seringkali pada usia ini tidak mendapat perhatian lebih dan pengurusannya diserahkan kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kejadian gizi kurang pada balita. Jenis penelitian ini adalah studi analitik observasional dengan desain case control. Sampel dipilih secara cluster random sampling, dengan jumlah sampel pada kelompok kasus dan kontrol masing-masing 33 responden. Hasil penelitian diperoleh dari uji statistik chi square didapatkan ada hubungan bermakna antara pengetahuan ibu terhadap kejadian gizi kurang (p-value 0,000 dan OR 22,6). Tidak ada hubungan bermakna antara pola asuh makan (p-value 0,731 dan OR 1,61), berat badan lahir (p-value 0,688 dan OR 1,29), dan status ekonomi (p-value 1,00 dan OR 1,00) terhadap kejadian gizi kurang. Faktor risiko kejadian gizi kurang pada anak balita adalah pengetahuan ibu, sedangkan faktor lain seperti pola asuh makan, berat badan lahir, serta status ekonomi bukan merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang.

Page 6 of 14 | Total Record : 132