cover
Contact Name
Ahmadi Riyanto
Contact Email
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Phone
+628111166998
Journal Mail Official
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Jl. Raya Jakarta-Bogor Km 46, Cibinong 16911
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology)
ISSN : 16930339     EISSN : 25798634     DOI : https://doi.org/10.32491
Aims and Scope Aims: Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) aims to publish original research results on fishes (pisces) in fresh, brackish and sea waters including biology, physiology, and ecology, and their application in the fields of fishing, aquaculture, fisheries management, and conservation. Scope: This journal publishes high-quality articles dedicated to all aspects Aquaculture, Fish biodiversity, Fisheries management, Fish diseases, Fishery biotecnology, Moleculer genetics, Fish health management, Fish biodiversity.
Articles 420 Documents
Pembekuan semen lele dumbo (Clarias gariepinus Burchell 1822) sebagai model kriopreservasi semen ikan [Freezing of african catfish semen (Clarias gariepinus Burchell 1822) as a model of cryopreservation fish semen] Lutfi Lutfi; R. I. Arifiantini; B. Purwantara
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 11 No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v11i2.140

Abstract

Effect of four types of diluents and four concentrations of dimethyl sulfoxide (DMSO) (5%, 10%, 15% and 20%) of African catfish spermatozoa motility were evaluated after storage at freezing temperatures. Efforts African catfish semen cryopreservation in 16-thinning treatment combinations consisting of several stages, namely: preparation of dilution, mixing with DMSO diluents, packing semen in 0.3 mL straw, equilibrasi semen at a temperature of the refrigerator at 4oC for 30 minutes, freezing semen in nitrogen vapor liquid with a height of 6.5 cm for 10 min and subsequent storage of semen in the container of liquid nitrogen (-196oC) for further analyzed post-thawing motility (PTM). Results of analysis PTM, seen the level of sperm motility was shown at PiD15 treatment (45.7 ± 4.3%) and the lowest in P2D20 treatment (14.5 ± 13.2%). The best diluent on this observation is a diluent containing NaCl, KCl, CaCl2 and NaHCO3. The best concentration of DMSO is 15% DMSO concentration. While the best interaction between the diluent with the concentration of DMSO is PiD15 treatments containing NaCl, KCl, CaCl2 and NaHCO3 with a combination of 15% DMSO concentration. Conclusion, making efforts to cryopreservation of African catfish semen can use a diluent containing NaCl, KCl, CaCl2 and NaHCO3 with a combination of 15% DMSO concentration. AbstrakEfek empat jenis pengencer dan empat konsentrasi dimetil sulfoksida (DMSO) (5%, 10%, 15% dan 20%) dari motilitas spermatozoa ikan lele dumbo dievaluasi setelah penyimpanan pada suhu beku. Upaya kriopreservasi semen lele dumbo terhadap 16 kombinasi perlakuan yang terdiri atas beberapa tahap, yaitu: persiapan pengenceran semen lele dumbo; pencampuran dengan bahan pengencer DMSO; pengepakan semen di dalam straw 0,3 ml; equilibrasi pada suhu lemari es pada suhu 4oC selama 30 menit; semen lele dumbo dibekukan di atas uap nitrogen cair dengan tinggi 6,5 cm selama 10 menit dan selanjutnya disimpan dalam wadah nitrogen cair (-196oC) untuk dianalisis lanjut guna melihat postthawing motility (PTM). Hasil analisis PTM, terhadap tingkat motilitas spermatozoa lele dumbo, terlihat bahwa nilai tertinggi pada perlakuan PiD15 (45,7±4,3%) dan terendah pada perlakuan P2D20 (14,5±13,2%). Pengencer terbaik ada-lah pengencer yang mengandung NaCl, KCl, CaCl2, dan NaHCO3. Konsentrasi terbaik DMSO adalah konsentrasi DMSO 15%. Sementara interaksi terbaik antara pengencer dengan konsentrasi DMSO adalah PiD15 perlakuan yang mengandung NaCl, KCl, CaCl2, dan NaHCO3 dengan kombinasi konsentrasi DMSO 15%. Kesimpulan, upaya kriopreservasi sperma lele dumbo dapat menggunakan pengencer yang mengandung NaCl, KCl, CaCl2, dan NaHCO3 dengan kombinasi konsentrasi DMSO 15%.
Suplementasi crude enzim cairan rumen domba pada pakan berbasis sumber protein nabati dalam memacu pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) [Liquid rumen crude enzyme supplementation in the plant protein based diet on growth performance of nile tilapia (Oreochromis niloticus)] M. Agus Suprayudi; Wastu Dimahesa; Dedi Jusadi; Mia Setiawati; Juli Ekasari
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 11 No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v11i2.141

Abstract

This research was conducted to evaluate the effect of supplementation of crude enzyme from rumen fluid in the natural protein-based diet for the growth performance of nile tilapia. The weight average of nile tilapia juvenile which used in this research was 6.10±0.49 g. The fish were reared in the aquarium with measuring 35 x 40 x 50 cm3 with a density of eight fish per aquarium for 54 days. Aquariums equipped with recirculation system. Fish were fed ad libitum three times a day. Four types of feed that used in this research have the similar protein content (28% and 4,050 kcal GE kg-1). All feed were supplemented with different level of crude enzyme namely 0 ml kg-1 (diet A), 200 ml kg-1 (diet B), 400 ml kg-1 (diet C) and 600 ml kg-1 (diet D). Food consumption, feed efficiency, protein retention rate, lipid retention, daily growth, and survival rate were used as parameters tested. Research design was complete randomized block design with four treatments and each of the treatment with three replications. Research results showed that supplementation of crude enzyme from rumen fluid have significant effect on feed efficiency, protein retention and lipid retention of nile tilapia (p<0.01). The effect of crude enzyme supplementation was not significant on survival rate, specific growth and feed consumption, but supplementation of 200 ml kg-1 crude enzyme showed the best effect on the growth performance of nile tilapia. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi crude enzim cairan rumen pada pakan berbasis protein nabati terhadap kinerja pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah juwana ikan nila yang berukuran 6,10±0,49 g. Ikan dipelihara dalam akuarium berukuran 35x40x50 cm3 de-ngan kepadatan delapan ekor per akuarium, yang dilengkapi dengan sistem resirkulasi selama 54 hari. Ikan diberi pakan sampai kenyang dengan frekuensi tiga kali sehari. Empat macam pakan yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kadar protein dan energi yang sama yakni 28% dan 4.050 kkal GE kg-1 dan berbeda pada jumlah penambahan crude enzim cairan rumen domba (crude enzyme) yakni 0 ml kg-1 (pakan A), 200 ml kg-1 (pakan B), 400 ml kg-1 (pakan C) dan 600 ml kg-1 (pakan D). Konsumsi pakan, efisiensi pakan, laju retensi protein, retensi lemak, pertumbuhan harian, dan kelangsungan hidup digunakan sebagai paramer yang diuji. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan setiap perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian ini memper-lihatkan bahwa penambahan crude enzim cairan domba memberi pengaruh yang nyata terhadap efisiensi pakan, retensi protein dan retensi lemak ikan nila (p<0,01). Adapun nilai kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik dan konsumsi pakan terlihat tidak berbeda akibat adanya penambahan crude enzim tersebut. Penambahan enzim sebanyak 200 ml kg-1 memberikan hasil yang terbaik terhadap kinerja pertumbuhan ikan nila.
Substitusi tepung ikan dengan tepung maggot terhadap retensi nutrisi, komposisi tubuh, dan efisiensi pakan ikan bandeng (Chanos chanos Forskal) [Substitution of fish meal with flour maggot on the nutrient retention, body composition, and feed efficiency in the milkfish (Chanos Chanos Forskal)] Haryati Haryati
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 11 No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v11i2.142

Abstract

The purpose of this study was to determine the substitution of fish meal with maggot flour that generates the best response to the retention of nutrient, carcass composition and feed efficiency in milkfish. The weight of individual fish used in the experiment ranged from 0.84 to 0.87 grams, with a density 1 fish per 3 liters of media. The experiment was carried out in the aquarium with length x width x height: 50 cm x 40 cm x 50 cm equipped with a recirculation pump. The expe-riments were conducted for 40 days. The feed was given as much as 10% of biomass per day with the feeding frequency of three times per day at 07:00, 12:00, and 17:00. Experimental design used was completely randomized design with five treatments and three times replication. Treatments who attempted were the substitution of fish meal with maggot meal at 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. Parameters of the study include the protein retention, fat retention, energy retention, carcass composition and feed efficiency. Feed quality was evaluated based on the results of proximate analysis, amino acid and fatty acids composition. The results showed that the rate of substitution of fish meal with maggot meal give the same response (p>0.05) on the protein, lipid and energy retention, protein, fiber, and NFE content of the carcasss and feed efficiency.The lipid content of the carcass increased with increasing dietary lipid level. In the maintenance of fish, the use of 100% maggots can replace fish meal as a protein source. AbstrakTujuan penelitian ini adalah menentukan substitusi tepung ikan dengan tepung maggot yang menghasilkan respon ter-baik terhadap retensi nutrisi, komposisi karkas dan efisiensi pakan ikan bandeng. Bobot individu ikan yang digunakan dalam percobaan berkisar antara 0,84-0,87 gram, dengan padat penebaran 1ekor per 3 liter media. Percobaan dilakukan di akuarium dengan ukuran panjang x lebar x tinggi: 50 cm x 40 cm x 50 cm yang dilengkapi dengan pompa resirkula-si.Percobaan dilakukan selama 40 hari. Pakan diberikan sebanyak 10% biomassa per hari dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali per hari pada pukul 07.00, 12.00, dan 17.00. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah substitusi tepung ikan dengan tepung maggot sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Parameter penelitian meliputi retensi protein, retensi le-mak, retensi energi, komposisi karkas dan efisiensi pakan. Kualitas pakan dievaluasi berdasarkan hasil analisis proksi-mat, komposisi asam amino dan asam lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung ikan dengan tepung maggot memberikan respon yang sama (p>0,05) terhadap retensi protein, retensi lemak dan retensi energi, kandungan protein, serat kasar dan BETN karkas serta efisiensi pakan. Kandungan lemak pada tubuh ikan bandeng semakin meningkat dengan semakin meningkatnya kandungan lemak pakan. Dalam pemeliharaan ikan bandeng, penggunaan 100% maggot dapat menggantikan tepung ikan sebagai sumber protein.
Perubahan morfo-anatomi dan penyimpanan energi pada fase perkembangan gonad ikan senggaringan, Mystus nigriceps (Valenciennes, 1840) di Sungai Klawing Purbalingga, Jawa Tengah [Morpho-anatomical changes and energy storage during gonadal development of twospots catfish, Mystus nigriceps (Valenciennes, 1840) in Klawing River, Purbalingga, Central Java] Ridwan Affandi; Benny Heltonika; Iman Supriatna
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 11 No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v11i2.143

Abstract

A research to explore morpho-anatomcal changes and energy storage on various organs during gonadal development of twospots catfish, Mystus nigriceps was carried out in Klawing River, Purbalingga, Central Java. Morpho-anatomical parameter e.g. condition factor, viscera somatic index, adipose fin index, hepato somatic index, gonado somatic index; and energy content of muscle of dorsal region, visceral organ, adipose fin, liver, and gonad tissue were measured based on gonad development stages. The results showed that morpho-anatomy and energy content in tissues have changed during the period of gonadal development. Moreover, there were a process of storage, transfer and transformation of energetic substances for gonad maturation and spawning activities. AbstrakSuatu penelitian dengan tujuan untuk mengkaji perubahan nilai indeks morfo-anatomi dan penyimpanan energi pada beberapa organ tubuh ikan senggaringan selama masa perkembangan gonad telah dilaksanakan di Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah. Parameter morfo-anatomi meliputi faktor kondisi (CF), indeks jaringan viseral (VSI), indeks sirip lemak (AFI), indeks jaringan hati (HSI), indeks jaringan gonad (GSI), dan kandungan energi pada organ/jaringan otot punggung, sirip lemak, organ viseral, hati, dan gonad telah diukur berdasarkan tingkat perkembangan gonadnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama masa perkembangan gonad terjadi perubahan nilai-nilai parameter morfo-anatomi dan kandungan energi pada organ yang diukur, terjadi proses penyimpanan, perpindahan dan perubahan materi berenergi baik untuk keperluan pematangan gonad maupun untuk aktivitas pemijahan.
Biodiversitas sumber daya ikan di hulu Sungai Opak [Biodiversity of fisheries resources in upstream of Opak River] Djumanto Djumanto; N. Probosunu
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v11i1.144

Abstract

Biological species diversity in natural habitats is a source of germplasm, which is invaluable. The purpose of this research was to determine the biotic diversity of fishes in upstream of Opak River. Fish sampling was done by using electrofishing. Each sampling was done for one hour along the river as far as about 1 km. All samples were preserved in 5% formaldehyde. Each sample was identified and measured their length and weight. Data were analyzed descriptively in the form of tables and figures. Biotic diversity was analyzed by biology index. The results showed that number of fish found at some 12 species, namely Channa striata, Clarias batrachus, Monopterus albus, Nemacheilus fasciatus, Nemacheilus sp., Oreochromis sp., Poecilia latipinna, Poecilia reticulata, Puntius binotatus, Barbonymus gonionotus, Oreo-chromis niloticus, and Xiphophorus helleri. The most dominant of catching was composed of barred loach (N. fas-ciatus), spotted barb (P. binotatus), and guppy (P. reticulata). Total catch of fish per hour ranged from 111.7 g and 701.7 g. There was inverse relationship between prey and predatory fish population. As the biomass of predatory fish was very low, the biomass of preyfish was very high, which was dominated by small fish of low value, vise verca.The diversity ranged from 1.44 to 1.93, homogeneity ranged from 0.60 to 0.82, the dominance ranged from 0.19 to 0.39. Relatively low diversity index showed the fishing intensity was very high.The fish diversity in environmental was in the category of being depressed. AbstrakKeanekaragaman hayati suatu spesies di habitatnya merupakan sumber plasma nutfah yang sangat berharga. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi keragaman biotik ikan yang habitatnya di hulu Sungai Opak. Pengambilan con-toh ikan dilakukan dengan kejutan (electrofishing). Setiap pengambilan contoh ikan dilakukan selama satu jam menyusuri sungai sejauh sekitar 1 km. Semua contoh ikan diawetkan dalam formalin 5%. Setiap contoh ikan diidentifikasi dan diukur panjang dan ditimbang bobotnya. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel dan gambar. Keanekaragaman biotik dianalisis dengan indeks biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ikan yang ditemukan di hulu Sungai Opak sebanyak 12 spesies, yaitu Channa striata, Clarias batrachus, Monopterus albus, Nemacheilus fas-ciatus, Nemacheilus sp., Oreochromis sp., Poecilia latipinna, Poecilia reticulata, Puntius binotatus, Barbonymus go-nionotus, Oreochromis niloticus, dan Xiphophorus helleri. Hasil tangkapan yang paling dominan terdiri atas uceng (N. fasciatus), wader cakul (P. binotatus), dan ikan seribu (P. reticulata). Hasil tangkapan ikan per jam berkisar dari 111,7 g dan 701,7 g. Ada hubungan terbalik antara mangsa dan populasi ikan predator. Ketika biomassa ikan predator sangat rendah, maka biomassa ikan mangsa sangat tinggi, yang didominasi oleh ikan kecil bernilai rendah, demikian sebaliknya. Keanekaragaman berkisar 1,44-1,93; homogenitas berkisar 0,60-0,82; dan dominansi berkisar 0,19-0,39. Indeks keanekaragaman ikan relatif rendah menunjukkan tekanan dan intensitas penangkapan ikan sangat tinggi.
Komposisi jenis dan ukuran ikan petek (Famili Leiognathidae) di Perairan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara [Species composition and size of pony fishes, Family Leiognathidae in Kendari Bay, Southeast Sulawesi] Asriyana Asriyana; M. F. Rahardjo; Djamartumpal F. Lumban Batu; Endi S. Kartamihardja
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v11i1.145

Abstract

Research on species composition and size of pony fish was carried out from August 2009 to June 2010 at three zone in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. Fish collection by experimental gillnets (with different mesh sizes %, 1, 1%, 1%, and 2 inch) and seser (0 1 metre and mesh size 0.04 inch). Ten species of Leiognathidae were collected during research. There was six genera of Leiognathidae namely Gazza (1 species), Leiognathus (4 species), Nuchequula (1 species), Photopectoralis (1 species), Eubleekeria (1 species), and Secutor (2 species). Based on number of fish, N. blochii (39.72%) and E. splendens (33.95%) were dominant species on zone I (39.72%), Secutor indicius on zone II (38.75%), and N. blochii (20.50%) and E. splendens (25.10%) on zone III (25.10%). Based on frequency of occurrence during study, E. splendens was resident species (100%), while Photopectoralis bindus and L. dussumieri were rarely (18.18%). Size range and frequency of fish occurrence indicated that Kendari Bay used as nursery ground for pony fish. AbstrakPenelitian tentang komposisi jenis dan ukuran ikan petek dilakukan sejak Agustus 2009 sampai Juni 2010 pada tiga zona di perairan Teluk Kendari. Koleksi ikan dilakukan dengan jaring insang percobaan (dengan ukuran mata jaring ber-beda %, 1, 1 %, 1 %, dan 2 inci) dan alat seser (0 1 meter dan ukuran mata jaring 0,04 inci). Pada penelitian ini berhasil diinventarisasi 10 jenis Famili Leiognathidae dari enam genera yaitu Gazza (1 jenis), Leiognathus (4 jenis), Nuchequula (1 jenis), Photopectoralis (1 jenis), Eubleekeria (1 jenis), dan Secutor (2 jenis). Berdasarkan jumlah individu ternyata Nuchequula blochii (39,72%) dan E. splendens (33,95%) merupakan jenis dominan pada Zona I, Secutor indicius pada Zona II (38,75%), dan N. blochii (20,50%) dan E. splendens (25,10%) pada Zona III. Frekuensi kehadiran famili Leiognathidae selama penelitian bervariasi, E. splendens merupakan penghuni tetap perairan Teluk Kendari (100%) sedang-kan Photopectoralis bindus dan L. dussumieri merupakan jenis yang jarang ditemukan (18,18%). Sebaran ukuran dan frekuensi kehadiran mengindikasikan bahwa ikan petek menggunakan perairan Teluk Kendari sebagai daerah asuhan dan pembesaran.
Pertumbuhan dan laju eksploitasi ikan endemik Rasbora tawarensis (Weber & de Beaufort, 1916) di Danau Laut Tawar, Aceh Tengah [Growth and exploitation rate of endemic fish Rasbora tawarensis (Weber and de Beaufort, 1916) at Laut Tawar Lake in Central Aceh] Iwan Hasri; M. Mukhlis Kamal; Zairion Zairion
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v11i1.146

Abstract

Rasbora tawarensis is an endemic fish in Lake Laut Tawar, Central Aceh. The study aims to determine growth, mortality, and exploitation rate of R. tawarensis. The research was conducted in March-May 2010 at five stations representing all zones of Laut Tawar Lake. The fish were caught by experimental gillnets with the mesh size from 3/8, 5/9, 5/8, and 3/4 inches (stations I, II, III and IV) and trap (didisen) (Station V). The analysis which is used the length-weight relationship, condition factor, growth, mortality, and exploitation rate. The result showed that the growth pattern of R. tawarensis for both male and female at station I,II, and V were allometric negative; while at station III and IV were isometric. The highest condition factors of male found at station III and female at station V. The von Bertalanffy growth functions Lt = 130.2 (1 - e('16 (t +04). The total mortality rate of R. tawarensis was 11.038 year-1 with exploitation rate was 0.8. AbstrakRasbora tawarensis merupakan ikan endemik yang ditemukan di Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi ikan R. tawarensis. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2010 di lima stasiun yang mewakili seluruh zona di Danau Laut Tawar. Ikan ditangkap menggunakan jaring insang percobaan (stasiun I, II, III, dan IV) dan perangkap (didisen) (stasiun V). Ukuran mata jaring yang digunakan 3/8, 5/9, 5/8 dan 3/4 inci. Analisis yang digunakan yaitu hubungan panjang bobot, faktor kondisi, pendugaan parameter pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan R. tawarensis gabungan jantan dan betina bersifat allometrik negatif di stasiun I, II dan V pola, bersifat isometrik dan di stasiun III dan IV. Faktor kondisi tertinggi ikan jantan pada stasiun III dan betina pada stasiun V. Persamaan pertumbuhan von Bertalanffy gabungan jantan dan betina Lt=130,2 (1 - e(-1,6 (t +0,4). Laju mortalitas total (Z) ikan sebesar 11,038 tahun-1 dengan laju eksploitasi sebesar 0,8.
Keragaman jenis dan struktur morfometrik Kryptopterus spp. di Sungai Batang Hari [Diversity and morphometric structure of Kryptopterus spp. on Batang Hari River] Abdul Rahman Singkam; Dedy Duryadi Solihin; Ridwan Affandi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v11i1.147

Abstract

The systematic of Kryptopterus has developed significantly. The latest research on Kryptopterus diversity in Batang Hari River was done on 2003. Environmental changes for the last seven years have a high possibility to change the variety composition. The aims of this research were to update the Kryptopterus data and to test the availability of specific way to identify a new Kryptopterus. Morphometric data was measured for 12 characters plus one character from calculation. Based on the 13 characters, the 13 morphometric indexes were calculated. The result shows that the variety of Kryptopterus, which still be found along Batanghari River, were K. limpok, K. micronema, K. kryptopterus, K. bicirrhis and K. apogon. The variety of Kryptopterus can be differentiated by morphometric index. K. limpok was identified by a higher body than other Kryptopterus and K. bicirrhis was identified by a thicker tail. AbstrakSistematika pada genus Kryptopterus berkembang sangat cepat. Penelitian terakhir tentang keragaman Kryptopterus di Sungai Batang Hari dilakukan tahun 2003. Perubahan kondisi lingkungan dalam rentang waktu tujuh tahun (2003-2010) diduga telah mengubah komposisi jenis-jenis Kryptopterus di daerah aliran Sungai Batang Hari. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data terbaru anggota dari jenis-jenis Kryptopterus yang masih ditemukan di Sungai Batang Hari dan untuk menguji ada atau tidaknya indeks khusus penciri spesies dalam genus Kryptopterus. Data morfometrik diukur untuk 12 karakter dan ditambahkan satu karakter hasil penghitungan. Berdasarkan 13 karakter tersebut dihitung 13 indeks morfometrik. Hasil penelitian menemukan jenis Kryptopterus yang masih ditemukan di daerah aliran Sungai Batang Hari adalah K. limpok, K. micronema, K. kryptopterus, K. bicirrhis, dan K. apogon. Jenis-jenis Kryptopterus dapat dipisahkan berdasarkan indeks morfometrik. K. limpok dicirikan dengan tubuh yang lebih tinggi dibanding anggota Kryptopterus lainnya. K. bicirrhis dicirikan dengan ekor yang lebih tebal (tinggi).
Ukuran ikan tuna matabesar (Thunnus obesus) yang ditangkap dengan menggunakan pancing ulur (hand line) di perairan Maluku [Size of bigeye tuna (Thunnus obesus) which are caught by hand lines in Maluku waters] Agustinus Anung Widodo; Ralph Thomas Mahulette
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v11i1.148

Abstract

In order to obtain data and information about the size of bigeye tuna ( Thunnus obesus) which caught by hand line in Malu-ku waters, a research was carried out in some coastal villages in Ambon region i.e. Hutumury, Nusalaut, Seri, Latuhalat, Ambalau and Kelang. Random sampling was done once a week in July to December 2009 by trained enumerators. Aspect observed was fish forked length (FL). The results showed that FL bigeye tunas which caught by tuna hand line in Maluku waters were varied during the study. Hand line was not suited to exploit bigeye tunas in August, September, October and November because many juvenile of bigeye tuna was caught in those months (Lc > Lm). Therefore, hand line was appro-priate for bigeye tunas on July and December. AbstrakDalam rangka memperoleh data dan informasi mengenai ukuran ikan tuna matabesar (Thunnus obesus) yang tertangkap dengan pancing ulur di perairan Laut Maluku, maka telah dilakukan penelitian di desa-desa pusat pendaratan tuna di wilayah Ambon yaitu Desa Hutumury, Nusalaut, Seri, Latuhalat, Ambalau, dan Kelang. Pengambilan contoh dilakukan secara acak satu kali setiap minggu pada bulan Juli-Desember 2009. Penelitian dilakukan dengan bantuan enumerator yang terlatih. Aspek yang diamati adalah ukuran panjang cagak (FL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FL ikan tuna matabesar yang tertangkap pancing ulur di perairan Maluku pada bulan Juli-Desember 2009 bervariasi. Pancing ulur tidak cocok untuk mengeksploitasi ikan tuna matabesar pada Agustus, September, Oktober, dan November karena pada bulan tersebut pancing ulur menangkap tuna matabesar yang masih muda (Lc>Lm). Alat tangkap pancing ulur efektif untuk menangkap ikan tuna mata besar pada bulan Juli dan Desember. 
FAUNA I KAN DI SUNGAI CIMANUK, JAWA BARAT [Fish Fauna of Cimanuk River, West Java] Djadja S. Sjafei; S. Wirjoatmodjo; M. F. Rahardjo; Setyo Budi Susilo
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 1 No 1 (2001): Juni 2001
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v1i1.149

Abstract

Fish fauna exploration al Cimanuk River was conducted from June 1999 up to January 2000. Two months interval of sampling were done at the three segments of the river (the upper stream = Garut area, the middle stream = Sumedang area and the down stream = Indramayu area). About 40 species of 20 families, were recorded. The fish fauna were dominated by species belongs to Cyprinidae, and Rasbora laterisiriata found in the three segments. Each segment has different number of species. The existing fish were potential to be developed as fish food and ornamental species for aquarium. ABSTRAKUpaya untuk mendapatkan informasi tentang kcragaman jenis ikan di Sungai Cimanuk dilakukan antara Bulan Juni 1999 dan Januari 2000 dengan pengambilan contoh selang dua bulan, Sungai Cimanuk dibagi menjadi tiga segmen sungai yaitu hulu (Garut). tengah (Sumedang). dan hilir (Indramayu). Selama penelitian ditemukan ikan sebanyak 40 jenis yang tercakup di dalam 20 famili. Famili Cyprinidae mempunyai spesies yang paling banyak ditemukan. Satu-satunya spesies/jenis ikan yang ditemukan di tiga segmen sungai ialah ikan paray (Rasbora laterisiriata). Jumlah jenis ikan pada masing-masing segmen sungai tidak merata. Ikan di sungai Cimanuk dapat dikembangkan sebagai ikan konsumsi dan ikan hias.

Filter by Year

2001 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 2 (2022): June 2022 Vol 22 No 1 (2022): February 2022 Vol 21 No 3 (2021): October 2021 Vol 21 No 2 (2021): June 2021 Vol 21 No 1 (2021): February 2021 Vol 20 No 3 (2020): October 2020 Vol 20 No 2 (2020): June 2020 Vol 20 No 1 (2020): February 2020 Vol 19 No 3 (2019): October 2019 Vol 19 No 2 (2019): June 2019 Vol 19 No 1 (2019): February 2019 Vol 18 No 3 (2018): October 2018 Vol 18 No 2 (2018): June 2018 Vol 18 No 1 (2018): February 2018 Vol 17 No 3 (2017): October 2017 Vol 17 No 2 (2017): June 2017 Vol 17 No 1 (2017): February 2017 Vol 16 No 3 (2016): October 2016 Vol 16 No 2 (2016): June 2016 Vol 16 No 1 (2016): February 2016 Vol 15 No 3 (2015): October 2015 Vol 15 No 2 (2015): June 2015 Vol 15 No 1 (2015): Februari 2015 Vol 14 No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 14 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 14 No 1 (2014): Februari 2014 Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013 Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013 Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012 Vol 11 No 2 (2011): Desember 2011 Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011 Vol 10 No 2 (2010): Desember 2010 Vol 10 No 1 (2010): Juni 2010 Vol 9 No 2 (2009): Desember 2009 Vol 9 No 1 (2009): Juni 2009 Vol 8 No 2 (2008): Desember 2008 Vol 8 No 1 (2008): Juni 2008 Vol 7 No 2 (2007): Desember 2007 Vol 7 No 1 (2007): Juni 2007 Vol 6 No 2 (2006): Desember 2006 Vol 6 No 1 (2006): Juni 2006 Vol 5 No 2 (2005): Desember 2005 Vol 5 No 1 (2005): Juni 2005 Vol 4 No 2 (2004): Desember 2004 Vol 4 No 1 (2004): Juni 2004 Vol 3 No 2 (2003): Desember 2003 Vol 3 No 1 (2003): Juni 2003 Vol 2 No 2 (2002): Desember 2002 Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002 Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001 Vol 1 No 1 (2001): Juni 2001 More Issue