cover
Contact Name
Ahmadi Riyanto
Contact Email
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Phone
+628111166998
Journal Mail Official
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Jl. Raya Jakarta-Bogor Km 46, Cibinong 16911
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology)
ISSN : 16930339     EISSN : 25798634     DOI : https://doi.org/10.32491
Aims and Scope Aims: Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) aims to publish original research results on fishes (pisces) in fresh, brackish and sea waters including biology, physiology, and ecology, and their application in the fields of fishing, aquaculture, fisheries management, and conservation. Scope: This journal publishes high-quality articles dedicated to all aspects Aquaculture, Fish biodiversity, Fisheries management, Fish diseases, Fishery biotecnology, Moleculer genetics, Fish health management, Fish biodiversity.
Articles 420 Documents
Fish diversity at Cileumeuh River in District of Majenang, Cilacap Regency, Central Java [Diversitas ikan di Sungai Cileumeuh Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah] Agus Nuryanto; Dian Bhagawati; M. Nadjmi Abulias; Indarmawan Indarmawan
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i2.120

Abstract

Cileumeuh River is one of the large rivers in Western Cilacap Regency, Central Java. This river, from its upper reaches to its mouth runs through forest, farming, and housing areas. This condition leads to the prediction that the Cileumeuh River has altered its physic-chemical characteristics which led to be its being inhabited by diverse fish species. This study aims to collect data about fish species that inhabit Cileumeuh River. The survey method used was to cluster random sampling according to upper, middle, and lower parts of the river. The observed variables were number of species and abundance. During the survey a total number of 288 fish individuals were collected. Identification placed the samples into 22 species and 10 families. The obtained families were Clariidae, Loricariidae, Bagridae, Cichlidae, Synbranch-idae, Channidae, Belontiidae, Anabantidae, Cyprinidae, and Poeciliidae. Among ten families, Cyprinidae had the highest number of species (ten species) and followed by Bagridae with five species. The other eight families each have one species. High number of species and families has confirms that the Cileumeuh River has high fish diversity. Abstrak Sungai Cileumeuh merupakan salah satu sungai yang cukup besar di Kabupaten Cilacap bagian Barat. Sungai tersebut mengalir melalui areal hutan, pertanian, dan perumahan. Kondisi tersebut diduga menyebabkan perubahan fisik-kimiawi perairan yang berdampak pada beragamnya ikan yang hidup di Sungai Cileumeuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengoleksi data mengenai spesies ikan penghuni Sungai Cileumeuh. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak kelompok. Sungai dibagi menjadi tiga daerah yaitu hulu, tengah dan hilir. Variabel yang diamati adalah jumlah spesies dan jumlah individu tiap spesies. Sebanyak 288 individu ikan berhasil dikoleksi selama penelitian. Hasil identifikasi menempatkan sampel ke dalam 22 spesies dan 10 famili. Di antara kesepuluh famili yang didapatkan, famili Cyprinidae merupakan kelompok dengan jumlah spesies terbanyak yaitu 10 spesies dan diikuti oleh famili Bagridae dengan lima spesies, sedangkan delapan famili sisanya hanya memiliki satu spesies. Tingginya jumlah spesies dan famili yang diperoleh mengindikasikan bahwa Sungai Cileumeuh memiliki keragaman ikan yang tinggi.
Keragaman dan struktur kumpulan ikan di anak sungai-anak sungai Sopokomil, Dairi, Sumatera Utara [Fish diversity and assemblage structure in tributaries of Sopokomil River, Dairi, North Sumatra] Charles P.H. Simanjuntak
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i2.121

Abstract

Diversity and fish assemblage structure of Sopokomil tributaries was investigated on August and November 2010 with aims to describe spatial and temporal variation of the fish assemblage and evaluate environmental influence on fish distribution in Sopokomil tributaries. Seventeen sites were sampled using backpack electrofishing with single-pass depletion method. Throughout the study, sixteen fish species belonging to 10 genera and 8 families were collected. Species richness and diversity significantly increased from upstream, middle stream and downstream. Based on analysis of similarities (two-way ANOSIM), fish assemblages were significantly different in spatial variation but not in temporal variation. Canonical correspondence analysis (CCA) highlighted four environmental variables (altitude, total suspended solid, dissolved oxygen, and temperature) significantly structuring fish assemblages in the tributaries of Sopokomil River. Total suspended solids in streams increases by anthropogenic activities along the tributaries. The status of protected forest which is cover upstream and part of middle stream of Sopokomil River needs to maintain for ichythyofauna preservation. Abstrak Penelitian tentang keragaman dan struktur kumpulan ikan yang dilakukan pada bulan Agustus dan November 2010 di anak sungai-anak sungai Sopokomil bertujuan mendeskripsikan komposisi dan keragaman kumpulan ikan secara spasial dan temporal serta mengevaluasi faktor lingkungan utama yang memengaruhi distribusi ikan di lokasi tersebut. Penangkapan ikan menggunakan alat backpack electrofishing dengan metode single-pass depletion di tujuh belas stasiun pengamatan. Ikan yang ditemukan selama penelitian berjumlah 16 spesies dari 10 genera dan 8 famili. Kekayaan spesies dan keragaman ikan meningkat secara signifikan mulai dari zona hulu, tengah, dan hilir. Hasil uji two-way ANOSM tanpa replikasi menunjukkan bahwa kumpulan ikan secara spasial berbeda secara signifikan, namun tidak berbeda secara temporal. Canonical correspondence analysis (CCA) menggarisbawahi bahwa ada empat parameter lingkungan uta-ma yang signifikan memengaruhi struktur kumpulan ikan di anak sungai-anak sungai Sopokomil, yakni ketinggian, pa-datan tersuspensi total, oksigen terlarut, dan suhu. Beberapa aktifitas antropogenik ditengarai ikut mengambil peran da-lam meningkatkan kandungan total padatan tersuspensi di badan sungai. Status hutan lindung yang melingkupi daerah hulu dan sebagian bagian tengah Sungai Sopokomil perlu untuk tetap dipertahankan demi kelestarian iktiofauna sungai ini.
Pertumbuhan dan daya tahan tubuh juwana kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang mendapatkan tambahan selenium dan terpapar cekaman lingkungan Muhaimin Hamzah; M. Agus Suprayudi; Nur Bambang Priyo Utomo; Wasmen Manalu
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i2.122

Abstract

This study was conducted to determine the level of sodium selenite (inorganic selenium) supplementation on growth and vitality of juvenile humpback grouper (Cromileptes altivelis) exposed to environmental stress. The experiment was designed as a completely randomized design with six treatments and three replications. The treatment was Se (sodium selenite) supplementation at various levels i.e. 0, 0.025, 0.05, 0.1, 0.2, and 0.4 mg Se kg-1. The experimental juveniles humpback grouper having average initial length of 5,83+0,28 cm and body weight of 3,47+0,43 g were reared in 90 x 40 x 35 cm3 aquaria and fed artificial diet (pellet) two times daily (08.00 and 16.00) at satiation. The humpback grouper were reared for 42 days at the stocking density of 15 fishes per 100 L on sea water with salinity of 30-31 ppt and temperature of 28-29oC. At the end of the experiment, the experimental fishes were submerged in fresh water for 10 minutes to evaluate their responses to osmolarity stress. Result of this study showed that the survival rate, daily growth rate, feed intake, feed efficiency, protein retention, liver glycogen, muscle glycogen, and all parameters of blood profile were not affected by the Se supplementation. On the contrary, Se supplementation improved lipid retention, plasma GPx enzyme activity, RNA-DNA ratio, and T3-T4 ratio. The addition of sodium selenite at dose of 0,05 mg Se kg-1 increased growth performance and vitality of juvenile humpback grouper. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah penambahan sodium selenite (selenium anorganik) dalam pakan yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh juwana kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang terpapar pada cekaman akibat perubahan kondisi lingkungan. Percobaan didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah penambahan selenium (Se) dalam bentuk sodium selenite (Se anorganik) pada berbagai dosis (0; 0,025; 0,05; 0,1; 0,2; dan 0,4 mg Se kg-1). Juwana kerapu bebek yang di-gunakan berukuran panjang awal rata-rata 5,83+0,28 cm dan bobot tubuh rata-rata 3,47+0,43 g dipelihara dalam akuarium berukuran 90 x 40 x 35 cm3 dan diberi pakan buatan berbentuk pellet frekuensi dua kali sehari (pukul 08.00 dan 16.00) at satiation. Ikan dipelihara selama 42 hari dengan padat penebaran 15 ekor per 100 liter air laut bersalinitas 30-31 ppt dan suhu 28-29 oC. Pada akhir pemeliharaan, ikan direndam di dalam air tawar selama 10 menit untuk mengetahui respons stres akibat perubahan osmolaritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian, konsumsi pakan, efisiensi pakan, retensi protein, glikogen hati, glikogen otot, dan semua parameter gambaran darah tidak dipengaruhi oleh penambahan Se. Sebaliknya, penambahan Se meningkatkan retensi lemak, aktivitas enzim GPx plasma, rasio RNA-DNA, dan rasio T3-T4. Penambahan sodium selenite dosis 0,05 mg Se kg-1 mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan dan daya tahan tubuh juwana kerapu bebek.
Kondisi fisiologis ikan bandeng (Chanos chanos Forskal) yang dipelihara pada media yang terpapar merkuri dengan tingkat salinitas berbeda Ridwan Affandi; Riri Ezraneti; Kukuh Nirmala
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i2.123

Abstract

Mercury is a dangerous heavy metal to fish and human who consumed that contaminated fish. The objective of the research was to analysis the effect of mercury to physiological condition of milkfish which reared in various level of salinity. Experiment was divided into four treatments: A (0% + 0 mg Hg L-1); B (0%o + 0.012 mg Hg L-1); C (10%o + 0.012 mg Hg L-1); and D (20%o + 0.012 mg Hg L-1), each with three replications. Milkfish of 7-8 cm in length was reared in aquarium of 60 x 40 x 40 cm3 in size, filled with 40 L of water. Twenty milkfish were added into each aquarium, fed by artificial food up to 5% biomass, 3 times per day during 30 day of experiment. Physiological parameters were observed by measuring osmotic gradient, oxygen consumption and blood glucose. Within freshwater conditions, the results showed that osmotic gradient and blood glucose increased, while oxygen consumption decreased in response to the present of mercury. Milkfish that reared in 10%o salinity showed better physiological conditions than other treatment, i.e. osmotic gradient 0.237±0.088 Osm kg-1 H2O, oxygen consumption 0.257±0.037 mgO2 g-1 hour-1, and blood glucose 11.77±1.30 mg mL-1. It was shown that the toxicity level of mercury were the lowest at 10%o salinity. Abstrak Merkuri merupakan logam berat yang sangat berbahaya bagi kehidupan ikan, bahkan dapat membahayakan kesehatan bagi yang mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi logam berat tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh merkuri terhadap kondisi fisiologis ikan bandeng yang dipelihara pada berbagai tingkat salintas. Percobaan terdiri atas empat perlakuan yakni: A (0% + 0 mg Hg L-1), B (0%o + 0,012 mg Hg L-1), C (10%o + 0,012 mg Hg L-1), dan D (20%o + 0,012 mg Hg L-1).Masing-masing perlakuan memiliki tiga ulangan. Ikan bandeng yang berukuran 7-8 cm dipelihara dalam akuarium berukuran 60 x 40 x 40 cm3 dengan volume air 40 L. Masing-masing akuarium diisi dengan 20 ekor ikan bandeng dan dipelihara selama 30 hari. Pakan buatan berbentuk pellet diberikan tiga kali per hari sebanyak 5% dari bobot biomassa. Parameter yang diukur meliputi beban osmotik, tingkat konsumsi oksigen, dan kadar glukosa darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ikan bandeng yang dipelihara di media air tawar, keberadaan merkuri menyebabkan naiknya beban osmotik dan kadar glukosa darah serta menurunkan tingkat konsumsi oksigen. Kondisi fisiologis ikan bandeng yang dipelihara pada salinitas 10%o lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai beban osmotik 0,237±0,088 Osm kg-1 H2O, tingkat konsumsi oksigen 0,257±0,037 mgO2 g-1 jam-1 dan kadar glukosa darah 11,7±1,30 mg.mL-1. Dampak toksisitas merkuri terhadap kondisi fisiologis ikan bandeng berkurang ketika dipelihara pada media dengan salinitas 10%o.
Pertumbuhan ikan oskar (Amphilophus citrinellus, Gunther 1864) di Waduk Ir H. Djuanda, Jawa Barat [Growth of Midas Cichlid (Amphilophus citrinellus, Gunther 1864) in Ir. H. Djuanda Reservoir, West Java] Prawira Atmaja R.P. Tampubolon; M. F. Rahardjo; Krismono Krismono
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i2.124

Abstract

This research was held on October 2011 until January 2012 in Ir. H. Djuanda Reservoir, West Java, in order to describe some aspects of Midas cichlid (Amphilophus citrinellus) growth, such as length-weight relationship, condition factor, and growth constant (K). The samples were captured from six stations using 1, 1.5, 2, 2.5, 3, and 3.5 inches mesh sized of gill nets. The captured samples were separated in accordance to the stations, then the fish size and weight were measured. The total of fish captured were 460 individuals from six sampling stations. Total length of the captured fishes ranged from 62-210 mm and body weight is 4.81-187.18 gram. Midas cichlids are positive allometric. The condition factor varied depending on periods and stations. The growth formula for Midas cichlid was Lt= 215.78 (1-e'039 (t+025)). Abstrak Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2011-Januari 2012 di Waduk Ir. H. Djuanda, Jawa Barat, dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa aspek yang bertalian dengan pertumbuhan ikan oskar (Amphilophus citrinellus) di waduk tersebut, seperti hubungan panjang-bobot, faktor kondisi, dan koefisien pertumbuhan. Contoh ikan diambil di enam stasiun yang menggunakan alat tangkap jaring insang berukuran mata jaring 1; 1,5; 2; 2,5; 3; dan 3,5 inci. Contoh ikan yang tertangkap dipisahkan berdasarkan stasiun, kemudian diukur panjang dan ditimbang bobotnya. Total ikan contoh yang tertangkap selama penelitian berjumlah 460 ekor yang berasal dari enam stasiun pengamatan. Panjang total dan bobot tubuh ikan berkisar antara 62-210 mm dan 4,81-187,18 gram. Pola pertumbuhan ikan oskar ada-lah alometrik positif. Faktor kondisi ikan oskar bervariasi berdasarkan waktu dan stasiun pengamatan. Persamaan pertumbuhan panjang ikan oskar mengikuti formula Lt= 215,78 (1-e-0,39 (t+0,25)).
Pertumbuhan ikan oskar (Amphilophus citrinellus, Gunther 1864) di Waduk Ir H. Djuanda, Jawa Barat [Growth of Midas Cichlid (Amphilophus citrinellus, Gunther 1864) in Ir. H. Djuanda Reservoir, West Java] Prawira Atmaja R.P. Tampubolon; M. F. Rahardjo; Krismono Krismono
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i1.125

Abstract

This research was held on October 2011 until January 2012 in Ir. H. Djuanda Reservoir, West Java, in order to describe some aspects of Midas cichlid (Amphilophus citrinellus) growth, such as length-weight relationship, condition factor, and growth constant (K). The samples were captured from six stations using 1, 1.5, 2, 2.5, 3, and 3.5 inches mesh sized of gill nets. The captured samples were separated in accordance to the stations, then the fish size and weight were measured. The total of fish captured were 460 individuals from six sampling stations. Total length of the captured fishes ranged from 62-210 mm and body weight is 4.81-187.18 gram. Midas cichlids are positive allometric. The condition factor varied depending on periods and stations. The growth formula for Midas cichlid was Lt= 215.78 (1-e'039 (t+025)). AbstrakPenelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2011-Januari 2012 di Waduk Ir. H. Djuanda, Jawa Barat, dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa aspek yang bertalian dengan pertumbuhan ikan oskar (Amphilophus citrinellus) di waduk tersebut, seperti hubungan panjang-bobot, faktor kondisi, dan koefisien pertumbuhan. Contoh ikan diambil di enam stasiun yang menggunakan alat tangkap jaring insang berukuran mata jaring 1; 1,5; 2; 2,5; 3; dan 3,5 inci. Contoh ikan yang tertangkap dipisahkan berdasarkan stasiun, kemudian diukur panjang dan ditimbang bobotnya. Total ikan contoh yang tertangkap selama penelitian berjumlah 460 ekor yang berasal dari enam stasiun pengamatan. Pan-jang total dan bobot tubuh ikan berkisar antara 62-210 mm dan 4,81-187,18 gram. Pola pertumbuhan ikan oskar ada-lah alometrik positif. Faktor kondisi ikan oskar bervariasi berdasarkan waktu dan stasiun pengamatan. Persamaan pertumbuhan panjang ikan oskar mengikuti formula Lt= 215,78 (1-e-0,39 (t+0,25)).
Peningkatan laju pertumbuhan benih ikan gurame (Osphronemus goramy Lac.) yang direndam dalam air yang mengandung hormon pertumbuhan ikan mas [Growth enhancement of Osphronemus goramy Lac.juvenile immersed in water containing recombinant Cyprinus carpio growth hormone] Irmawati Irmawati; Alimuddin Alimuddin; Muhammad Zairin Jr; Muhammad Agus Suprayudi; Aris Tri Wahyudi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i1.126

Abstract

This study was aimed toenhance the growth of the giant gourami juve-nile by immersion with recombinant Cyprinus carpio growth hormone (rCcGH). Recombinant growth hormone was expressed by plasmid pCold-I/CcGHin E. coli BL21 (DE3). The inclusion bodies were isolated from E. coli using lyso-zyme and centrifugation method. Immersion with water containing 0.9% NaCl and 0.01% bovine serum albumin and inclusion bodies with different doses of rCcGH, 5 mgL-1 (C1), 15 mgL-1 (C3), and 30 mg L-1 (C6) was performed for 1 hour on weekly basis for the first four weeks of experimental period. Fish were subjected to salinity shock of 30 ppt NaCl for 2 minutes before it was transferred into the water containing rCcGH. Controls fish were without immersion and salinity shock (control), immersed in 30 ppt NaCl for 2 minutes (SS), immersed in 0.01% BSA (BSA), and immersed in medium containing BSA and 30 mg L-1 inclusion bodies of pCold without rCcGH (pCold).The giant gourami ju-venile treated with 30 mg L-1 rCcGH were 72.90% heavier and 21.04% longer (p<0.05) than the control, and 43.07% heavier and 14.64% longer (p<0.05) than the pCold. No significant difference in survival rate was obtained between treatments and controls. Biomass of fish treated 30 mgL-1 rCcGH was the highest among others. The rCcGH was able to promote soluble protein synthesis and lipid utilization as energy sources to spare protein (protein sparing effect). Thus, immersion with rCcGH could be applied to enhance the growth of giant gourami juvenile. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan benih ikan gurame melalui perendaman dengan hormon pertumbuhan rekombinan ikan mas (rCcGH). Hormon pertumbuhan rekombinan diekspresikan oleh plasmid pCold-I/CcGH di dalam Escherichia coli BL21(DE3). Badan inklusi diisolasi dari E. coli menggunakan lisozim dan metode sentrifugasi. Perendaman dilakukan selama 1 jam di dalam air yang mengandung 0,9% NaCl, 0,01% albumin serum sapi (BSA), dan badan inklusi rCcGH pada dosis5 mg L-1 (C1),15 mg L-1 (C3), dan 30mg L-1 (C6),sekali seminggu pada 4 minggu pertama. Ikan diberi kejutan salinitas 30 ppt NaCl selama dua menit sebelum ikan dipindahkan ke dalam air yang mengandung rCcGH.Sebagai kontrol ialah: benih ikan gurame tanpa perendaman (kontrol), benih ikan gurame yang diberi kejutan salinitas (SS), benih ikan gurame yang direndam di dalam air media yang mengandung BSA (BSA), dan benih ikan gurame yang direndam di dalam air yang mengandung BSA dan protein pCold-I tanpa rCcGH (pCold). Setelah tujuh minggu pemeliharaan, kelompok ikan yang direndam dalam air yang mengandung 30 mg L"1 rCcGH,72,90% bobot lebih berat dan 21,04% badan lebih panjang di-bandingkan dengan kontrol serta 43,07% bobot lebih berat dan 14,64% badan lebih panjang dibandingkan dengan pCold (p>0,05). Kelangsungan hidup antar perlakuan dan kontrol tidak berbeda nyata. Biomassa kelompok ikan yang direndam dengan 30 mg L-1 adalah yang tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. GH rekombinan ikan mas meningkatkan sintesis protein terlarut dan pemanfaatan lipid sebagai sumber energi sehingga mengoptimalkan pemanfaatan protein untuk pertumbuhan (protein sparing effect). Dengan demikian, perendaman dengan rCcGH dapat diaplikasikan untuk memacu pertumbuhan benih ikan gurame.
Perubahan plasma darah dan kematangan gonad pada ikan betina Tor soro di kolam pemeliharaan [Changes of blood plasma and gonadal maturity on female Tor soro in pond] Hesti Wahyuningsih; Muhammad Zairin Jr; Agus Oman Sudrajat; Ligaya ITA Tumbelaka; Wasmen Manalu
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i1.127

Abstract

Tor soro is an endemic species of freshwater fish in North Sumatera. Year by year the population of Tor soro tend to decrease. Currently,Torsorohashadtechnologyofdomestication. In order to support the success of breeding of Tor soro, information on the gonad development is urgently needed. Oocyte diameter and biochemistry of blood plasma of eight young females was carried out every month during a year (April 2009-March 2010). The estradiol-17p concentration was high received in July (0.9±0.8 ng ml'1), then decreased drastically in August (0.20±0.16 ng ml'1) and again increased until achieving the highest concentration in March.The highest of the estradiol-17p concentration correspond the peak of vitellogenesis towards the maturation. Biochemistry of blood plasma low in June as follow protein total 3.9±0.359 g dl-1; cholesterol 0.13±0.014 g dl-1; triglyceride 0.1±0.021 g dl-1 occurred at the time of the maximum size oocyte development. Concentration of low glucose existed in September (0.04±0.019 g dl-1) when the fish ovulated, this condition increased gradually up to optimal in February (0.12±0.003 g dl-1).Meanwhile optimal ovarian maturity occurred in June and September. AbstrakTor soro merupakan ikan endemik di Sumatera Utara dengan populasinya yang kian menurun. Saat ini, Tor soro telah mengalami teknologi domestikasi dan mampu dilakukan perbanyakan ikan pada kolam budidaya sejak tahun 2000. Informasi tentang reproduksi ikan ini masih sangat sedikit sehingga perlu adanya kajian tentang perkembangan gonad sebagai data awal pengembangan budi daya. Dalam studi ini digunakan delapan ekor betina muda. Pengukuran diameter oosit dan parameter biokimia plasma darah dilakukan sebulan sekali selama setahun (April 2009-Maret 2010). Konsen-trasi estradiol-17p yang tinggi diperoleh pada bulan Juli 2009 (0,9±0,8 ng ml-1), kemudian menurun drastis pada bulan Agustus 2009 (0,20±0,16 ng ml-1) dan kembali meningkat hingga mencapai konsentrasi tertinggi pada bulan Maret 2010. Tingginya konsentrasi estradiol-17p ini menunjukkan puncak vitelogenesis menuju maturasi. Hasil pengukuran biokimia plasma (total protein, kolesterol dan trigliserida, kecuali glukosa) yang rendah diperoleh pada bulan Juni 2009 (total protein 3,9±0,359 g dl-1; kolesterol 0,13±0,014 g dl-1; trigliserida 0,1±0,021 g dl-1) yang terjadi pada saat ukuran oosit mencapai maksimum. Konsentrasi glukosa terendah pada bulan September 2009 (0,04±0,019 g dl-1) saat ikan mengalami ovulasi, dan selanjutnya meningkat secara bertahap hingga mencapai optimal pada bulan Februari 2010 (0,12±0,003 g dl-1). Perkembangan kematangan gonad mencapai optimum pada bulan Juni dan September 2009.
Beberapa aspek pemijahan ikan brek Puntius orphoides (Valenciennes, 1842) di Sungai Klawing Purbalingga, Jawa Tengah [Spawning aspects of javaen barb Puntius orphoides (Valenciennes, 1842) in Klawing River, Purbalingga, Central Java] Suhestri Suryaningsih; Mammed Sagi; Kamiso Handoyo Nitimulyo; Suwarno Hadisusanto
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i1.128

Abstract

The aim of this study is to analyze the spawning pattern and fecundity of the javaen barb (Puntius orphoides). Samples were collected during one year, from June 2009 until May 2010. Fish caught by gillnet with long-stemmed and fish trap in Klawing River, Purbalingga, Central Java. Analysis was done to estimate gonado somatic indices, gonad maturity, fecundity, and frequency of oocyte diameter distribution. The javaen barb caught were 431 fishes, consisted of 200 male and 231 female, with varied total length in the range of 95-294 mm, and weight 12.0-276.4 grams. First maturity gonad of male fish was 109 mm TL, while female fish was 118 mm TL. According to analysis of gonado somatic indices and gonad maturity stages, fish was estimated to spawn in the long time with its peak in September-October. Fecundity was 7,379-39,794 oocytes, and oocyte diameter was 25-900 ^m. Based on the development of oocyte stages, the javaen barb have an asynchronous spawning pattern, and based on the distribution of oocyte diameter suggested that this species could be grouped as partial spawner. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis beberapa aspek pemijahan dan fekunditas ikan brek (Puntius orphoides). Peng-ambilan contoh dilakukan selama satu tahun, dari Juni 2009 sampai Mei 2010. Ikan ditangkap menggunakan seser ber-tangkai panjang dan bubu, di Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah. Analisis dilakukan terhadap indeks gonado somatik, tingkat kematangan gonad, fekunditas, dan sebaran diameter oosit. Ikan brek yang diperoleh selama penelitian berjumlah 431 ekor, terdiri atas 200 ikan jantan dan 231 ikan betina, dengan kisaran panjang total 95-294 mm, dan bo-bot 12,0-276,4 gram. Pada ikan brek betina, gonad mulai berkembang pada panjang total 118 mm, dan ikan jantan 109 mm. Atas dasar analisis nilai indeks gonado somatik dan fase perkembangan oosit pada tingkat kematangan gonad, di-duga musim pemijahan ikan brek berlangsung lama tetapi puncak reproduksi terjadi pada bulan September-Oktober. Fekunditas ikan brek berkisar 7.379-39.794 butir dan diameter oosit 25-900 ^m. Atas dasar analisis fase perkembangan oosit pada tingkat kematangan gonad ikan brek memiliki pola pemijahan asynchronous spawner dan atas dasar sebaran diameter oosit memberikan gambaran bahwa spesies ini termasuk tipe pemijah bertahap.
Perubahan ontogenetik makanan ikan kurisi, Nemipterus hexodon (Famili: Nemipteridae) di Teluk Kendari [Ontogenic shift in the diet of ornate threadfin bream, Nemipterus hexodon (Family Nemipteridae) in Kendari Bay] Asriyana Asriyana; Lenny S. Syafei
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v12i1.129

Abstract

The present study aimed to analyze ontogenetic shift in the diet of ornate threadfin bream related to body size and season in Kendari Bay. Monthly sampling was conducted from August 2009 to July 2010. Fish were caught using experimental gillnets with mesh sizes of %,1, 1%, 1% inch) and push nets (1 m diameter, 0.04 inch mesh). Stomach content analysis was determined using index of preponderance. A total of 67 individual fish were caught with range from 46-230 mm in length and 2.2-185.5 in weight. The fish were grouped into three groups that is small size (46-110 mm), middle (110.1-170 mm); and big (170.1-230 mm). The gut contents showed an ontogenetic shift in diet with an increase in length, small size feeds phytoplankton Thallasiothrix; whereas, middle and big sizes tend to consume Stolephorus commersonii. Moreover, ornate threadfin bream also showed the seasonal diet shift. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan perubahan makanan ikan kurisi berdasarkan ukuran dan musim. Pengambilan contoh dilakukan sekali sebulan dari bulan Agustus 2009 sampai Juli 2010, dengan jaring insang percobaan berukuran mata jaring %, 1, 1%, 1% inci dan alat seser (garis tengah 1 m dan ukuran mata jaring 0,04 inci). Analisis makanan menggunakan metode indeks bagian terbesar. Jumlah ikan yang terkumpul sebanyak 67 ekor dengan kisaran panjang total antara 46-230 mm dan kisaran bobot antara 2,2-185,5 g. Ikan dikelompokkan ke dalam tiga ukuran yaitu ukuran kecil (46-110 mm), sedang (110,1-170 mm), dan besar (170,1-230 mm). Hasil analisis menunjukkan bahwa menu makanan ikan kurisi berganti seiring dengan perubahan ukuran tubuh. Ikan kurisi berukuran kecil menyukai fitoplankton, Thallasiothrix; kemudian ketika tumbuh membesar (kelompok sedang dan besar), cenderung mengkonsumsi ikan teri (Stolephorus commersonii). Lebih lanjut ditemukan bahwa terjadi perubahan jenis makanan ikan kurisi berdasarkan musim.

Filter by Year

2001 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 2 (2022): June 2022 Vol 22 No 1 (2022): February 2022 Vol 21 No 3 (2021): October 2021 Vol 21 No 2 (2021): June 2021 Vol 21 No 1 (2021): February 2021 Vol 20 No 3 (2020): October 2020 Vol 20 No 2 (2020): June 2020 Vol 20 No 1 (2020): February 2020 Vol 19 No 3 (2019): October 2019 Vol 19 No 2 (2019): June 2019 Vol 19 No 1 (2019): February 2019 Vol 18 No 3 (2018): October 2018 Vol 18 No 2 (2018): June 2018 Vol 18 No 1 (2018): February 2018 Vol 17 No 3 (2017): October 2017 Vol 17 No 2 (2017): June 2017 Vol 17 No 1 (2017): February 2017 Vol 16 No 3 (2016): October 2016 Vol 16 No 2 (2016): June 2016 Vol 16 No 1 (2016): February 2016 Vol 15 No 3 (2015): October 2015 Vol 15 No 2 (2015): June 2015 Vol 15 No 1 (2015): Februari 2015 Vol 14 No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 14 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 14 No 1 (2014): Februari 2014 Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013 Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013 Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012 Vol 11 No 2 (2011): Desember 2011 Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011 Vol 10 No 2 (2010): Desember 2010 Vol 10 No 1 (2010): Juni 2010 Vol 9 No 2 (2009): Desember 2009 Vol 9 No 1 (2009): Juni 2009 Vol 8 No 2 (2008): Desember 2008 Vol 8 No 1 (2008): Juni 2008 Vol 7 No 2 (2007): Desember 2007 Vol 7 No 1 (2007): Juni 2007 Vol 6 No 2 (2006): Desember 2006 Vol 6 No 1 (2006): Juni 2006 Vol 5 No 2 (2005): Desember 2005 Vol 5 No 1 (2005): Juni 2005 Vol 4 No 2 (2004): Desember 2004 Vol 4 No 1 (2004): Juni 2004 Vol 3 No 2 (2003): Desember 2003 Vol 3 No 1 (2003): Juni 2003 Vol 2 No 2 (2002): Desember 2002 Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002 Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001 Vol 1 No 1 (2001): Juni 2001 More Issue