cover
Contact Name
Suparman Jayadi
Contact Email
suparmanjayadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sangkep@uinmataram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SANGKEP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan
ISSN : 26546612     EISSN : 26560798     DOI : https://doi.org/10.20414/sangkep
Core Subject : Social,
Sangkép: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan terdaftar pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ISSN 2654-6612. Sangkep adalah jurnal ilmiah yang dikelola dan diterbitkan per-semester pada bulan Maret dan September oleh Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Universitas Islam Negeri Mataram. Sangkép: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan mempublikasikan original artikel, review artikel, dan telaah teori atau diskursus tentang isu-isu masalah sosial-kontemporer keagamaan di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
Character Education Socialization Pattern Among Young Generations in Perang Topat Tradition Zaki, M
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v4i1.3551

Abstract

Character education is an action of educating the young generation to keep perfecting the individual self and practicing self competency toward the better life. This research aims to analyze the character education socialization pattern in young generation in perang topat (Topat War) tradition in Lingsar Village of Lombok Barat as the unit of analysis. This research employed qualitative method with case study approach, and then processed quantitative data collected from the result of field study through observation, in-depth interview, and documentation. The result of research shows that the character education socialization pattern in young generation in perang topat tradition in Lingsar Village of West Lombok consists of three patterns: socializing the symbolic meaning in perang topat tradition to the Young Generations, performing perang topat traditional practice annually, and preserving and then bequeathing this tradition to the Young Generations.
Aspek Religiusitas dalam Pengembangan Resiliensi diri di Masa Pandemi Covid-19 Umam, Rois Nafi'ul
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 2 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v4i2.3558

Abstract

Pandemi covid-19 telah menimbulkan dampak negatif terhadap berbagai bidang dalam kehidupan manusia, termasuk diantaranya dalam hal kesehatan. Kesehatan yang dimaksud yakni secara fisik maupun psikis. Secara fisik, pandemi telah menyebabkan banyak orang yang dinyatakan positif covid-19 hingga dinyatakan meninggal dunia. Secara psikis, pandemi menimbulkan kecemasan yang berlebihan di kalangan masyarakat yang berdampak pada kesehatan mental yang kurang baik. Kecemasan tersebut dapat berasal dari penularan virus yang begitu masif dan menyebabkan ketakutan serta berbagai macam informasi lain yang dipandang memberikan rasa khawatir berlebihan di kalangan masyarakat akibat pandemi covid-19 ini. Oleh karena itu, setiap individu perlu untuk mengembangkan resiliensi diri dalam mengatasi atau mencegah kecemasan berlebih di masa pandemi ini. Resiliensi diri sebagai kemampuan dalam beradaptasi, mengendalikan situasi dan memiliki sikap optimis dalam menghadapi sebuah masalah. Dalam pengembangan resiliensi diri tersebut, salah satu aspek yang menjadi pendukung hal itu yakni religiusitas. Religiusitas diwujudkan dalam bentuk pendalaman ajaran agama dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Aspek religiusitas tersebut diharapkan dapat membantu individu dalam pengembangan resiliensi diri.
Radikalisme dan Stabilitas Daerah Provinsi Gorontalo, Selamatkan Generasi Muda dari Ancaman Radikalisme Lukum, Roni; Sunge, Maisara
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 2 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v4i2.3594

Abstract

Radikalisme masih sangat urgen dibicarakan dibelahan dunia manapun. Karena ancaman paham radikalisme dapat membuat warga dunia Internasional merasa takut akan akibat yang ditimbulkan oleh gerakan radikalisme. Beberapa kekhawatiran dunia saat ini terhadap gerakan radikalisme adalah gerakan Terorisme, ISIS (IslamicStaats Irak Surya) termasuk ideologi komunisme. Hal ini terlihat negara Super Power USA Amerika Serikat mengecam dengan keras aksi-aksi yang dilakukan sekelompok orang yang mengatas namakan Teroris dan ISIS ketika aksi dilakukan dibelahan dunia manapun. Puluhan ribu jiwa korban akibat dari gerakan teroris dan ISIS yang terjadi saat ini. Hal ini mengundang keprihatinan masyarakat Internasional untuk mencegah masuknya aliran radikalisme masuk ke negara mereka. Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti ingin mengetahui keberadaan paham radikalisme apakah sudah mengkontaminasi minset generasi muda yang ada di Provinsi Gorontalo melalui riset tentang Fenomena Radikalisme dikalangan Generasi Mudah dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah di Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil riset menunjukan pengetahuan generasi muda di daerah Gorontalo masih ada yang belum mengetahui tujuan dari paham radikalisme yang dapat mengancam Negara kesatuan Republik Indonesia. Rekomendasi kepada Pemerintah Daerah, harus berupaya melakukan tindakan preventif dalam mencegah masuknya paham radikalisme di daerah Provinsi Gorontalo khususnya bagi kalangan generasi muda.
Model Masyarakat Madani dalam Al-Qur’an sebagai Cerminan Masyarakat New Normal Pandemi Covid-19 Ridho, Abdul Rasyid; Nuruddin, Nuruddin; Hariyadi, Muhammad
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 2 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v4i2.3611

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang terbaik dalam penanganan Covid-19. Per 3 Oktober 2021, Kasus Aktif di Indonesia berhasil turun 94,59% dari puncak kasus di 24 Juli 2021, dan turun sebesar 53,81% dalam dua minggu terakhir ini. Hal ini dapat terjadi berkat strategi penanganan pandemi pada sisi hulu, yaitu dilakukannya pencegahan melalui PPKM, peningkatan testing dan tracing, dan akselerasi vaksinasi. Oleh karenanya pemerintah melontarkan istilah new normal dalam rangka membangun kembali semangat dan cita-cita masyarakat untuk mempertahankan kesejahteraannya. kondisi new normal akan menyebabkan perubahan sosial, termasuk pola prilaku dan proses interaksi sosial masyarakat. Oleh karenanya dalam penelitian ini berusaha memberikan suatu tawaran arah baru untuk menyambut sekaligus mengisi kondisi new normal. Tawaran tersebut berupa model masyarakat madani yang pernah dibentuk oleh Nabi Muhammad Saw. Masyarakat Madani terwujud dari nilai-nilai Qur’ani yang terealisasi oleh masyarakat Madinah. Dalam penelitian ini menggunakan metode maudhu’i (tematik) dalam mencari dan mengumpulkan ayat yang berkaitan dengan nilai-nilai al-Qur’an dalam pembentukan masyarakat madani.
Dampak Pandemi Covid-19 Bagi Ibadah Shalat Jumat di Masjid dalam Perspektif Sosial Keagamaan Studi Kasus pada Masyarakat Perkotaan di Jombang dan Sidoarjo Arifin, Imamul; Damayanti, Devina; Sujatmiko, Miranda Reswara
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 2 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v4i2.4252

Abstract

Covid-19 merupakan virus menular yang membahayakan manusia, beberapa aktivitas sosial dan keagamaan yang memerlukan kehadiran banyak orang untuk berkumpul menjadi terganggu. Salah satu kegiatan keagamaan yang mengalami perubahan adalah shalat jumat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi covid-19 bagi ibadah shalat jumat di masjid dan akan mengambil studi kasus pada masyarakat perkotaan di Jombang dan Sidoarjo. Metode yang akan digunakan untuk meneliti masalah ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data warga perkotaan di Kabupaten Sidoarjo dan Jombang. Sampel diambil dari alumni SMAN 2 (Jombang tahun 2021) dan SMA Hangtuah 2 (Sidoarjo tahun 2021). Pemerolehan data didapatkan dari hasil survey berupa kuesioner yang diberikan kepada masing - masing sampel. Berdasarkan hasil pengisian kuesioner dan analisis yang diambil dari sampel tersebut, pelaksanaan shalat jumat di kawasan perkotaan Sidoarjo dan Jombang tetap dilaksanakan di masjid secara berjamaah dan pelaksanaan shalatnya menggunakan protokol kesehatan. Meskipun sebagian besar warga melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran covid-19 namun masih ada sebagian kecil yang masih belum melaksanakannya. Perubahan yang diakibatkan covid-19 juga memiliki pengaruh dalam perspektif sosial dimana sebelum covid-19 biasanya masyarakat berangkat menuju masjid bersama teman, saudara, orang tua atau yang lainnya harus berubah untuk meminimalisir penularan dengan mengurangi kontak fisik.
Sistem Dalian Na Tolu sebagai Pendekatan Moderasi Beragama Umat Muslim-Kristen di Huta Padang Mandailing Natal Rohman, Rohman; Kasman, Kasman; Mukhlis, Mukhlis
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 2 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v4i2.4339

Abstract

Moderasi beragama menjadi agenda penting pemerintah beberapa tahun belakangan. Rentetan tindakan terorisme, ekstremisme dan intoleran yang menyeruak di Indonesia menjadi sebab pentingnya upaya moderasi beragama digalakkan di tengah masyarakat. Penguatan moderasi beragama berupaya untuk mengharmonisasikan hubungan antar agama yang rentan terhadap konflik kekerasan. Moderasi beragama dengan pendekatan budaya menjadi alternatif dalam menghadirkan rasa damai di masyarakat, dalam konteks ini sistem dalian na tolu sebagai sistem kekerabatan masyarakat Mandailing menjadi menarik diungkap secara jauh. Penelitian ini mengumpulkan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka serta focus group discussion. Analisis data dengan rumusan Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan pertama, moderasi beragama dilakukan masyarakat Muslim-Kristen Huta Padang dengan pendekatan dalian na tolu sebagai sistem kekerabatan dalam adat Batak-Mandailing yang memiliki tiga unsur yaitu mora, kahanggi dan anakboru. Unsur mora, kahanggi dan anakboru masing-masing diperankan oleh umat Muslim-Kristen. Kedua, hubungan harmonis Muslim-Kristen tumbuh berdasarkan sejarah yang dilihat pada dua faktor yaitu masuknya Islam ke Mandailing dengan dakwah bi al-hal, dan masuknya Kristen dengan pendekatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hadirnya moderasi beragama dengan pendekatan adat ini perlu diperkuat dengan simbol-simbol kebersamaan sehingga memberikan warna dan alternatif terhadap model moderasi beragama di tempat lain.
Reaktualisasi Peran Dakwah dan Ketokohan Tuan Guru dalam Upaya Pencegahan Covid-19 Udin, Udin
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 2 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v4i2.4658

Abstract

Pandemi Covid-19 sedang mewabah di seluruh dunia, terutama di Indonesia, salah satu dampak dari pandemi covid-19 ini adalah banyak tatanan ibadah yang berubah teknisnya misalnya shalat berjamaah yang dalam aturannya harus merapatkan dan meluruskan shaf (barisan), terpaksa saat wabah Covid-19 harus menjaga jarak agar tidak bersentuhan fisik secara langsung, sholat jumat yang seharusnya di lakukan di masjid menjadi sholat di rumah masing-masing, banyaknya korban akibat serangan virus covid 19 ini, rumah sakit menjadi ramai oleh pasien yang yang di rawat karena serangan virus covid 19 ini sehingga umat beragama harus mengikuti protokol kesehatan, tidak semua aturan protokol kesehatan diterima seluruhnya oleh masyarakat, banyak yang menentang dan tidak mengindahkan dan banyak pula yang menerima, Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode kwalitatif, Upaya pemerintah mengganteng tuan guru dan tokoh agama menampakkan keberhasilan. Peran dakwah dan metode dakwah tuan guru bisa memberikan penjelsan kepada masyarakat tentang betapa bahayanya virus corona yang mematikan ini.
THE MARKETING OF RELIGIOUS PRODUCT TERAS DAKWAH: YOUTH PEOPLE AND THE POPULAR DAKWAH MOVEMENT Romadi, Pipir; Irham, Muhammad; Saputra, Eko
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 5 No. 1 (2022): Religious Changing Pathway Post Pandemic and Welcoming Society Era 5.0
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v5i1.5222

Abstract

The da'wah movement in the contemporary era undergoes dynamic and development according to its social context. In this matter, the da'wah movement carried out by the certain community, has several strategies in developing efforts to attract followers and the mass to come in their community. This study endovour to highlight the popular da'wah movement framed by the marketing activities of religious product as its da'wah strategy. Specifically, this study explores the Yogyakarta  Teras Da’wah, which initiates the expansion of da'wah through several product marketing strategies, from various merchandise and marketed products. This research is important to see how youth people develop the da'wah movement through the marketing of religious product. This research used ethnographic study and field observations, to see and follow the da'wah activities of Da'wah Teras directly, and is strengthened by several interview with the administrators and congregations of Teras Da'wah. The result of this study indicated that Teras Da'wah uses the da'wah model as well as doing business as the da'wah movement. They market and sell religious products through recitation and non-recitation, such as traveling, camping, adventure, workshop, training, and futsal in collaborated with youth culture. Da'wah activities through the marketing of religious product include piety, community, lifestyle, identity and enjoyment.
THE PRACTICE OF KEJAWEN RITUALS THROUGH NGEBLENG FASTING Solikhah, Amirotun; Saputro , Dedy Riyadin
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 5 No. 1 (2022): Religious Changing Pathway Post Pandemic and Welcoming Society Era 5.0
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v5i1.5401

Abstract

Using a phenomenological approach, this study aims to reveal the psychological and social impact on three Ngebleng fasting performers in Kutasari village, Cipari district, and Cilacap district. Documentation and in-depth interviews are the main instruments for extracting as much information as possible and then interpreting it based on the phenomena obtained. The results showed that the psychological impact felt by fasting performers included inner peace, less emotional stress, and healthier physical conditions. Meanwhile, the social effects felt by the ritual actors varied. One perpetrator admitted that after undergoing Ngebleng fasting, he felt the smoothness of rizki and the establishment of good social relations; his fortune was smoother and social relations were not disturbed. Still, two people admitted that when fasting, they became less enthusiastic about interacting with the surrounding community because, apart from feeling weak physically, there were also considerations of maintaining so that the fast does not fail.
COVID-19 HEALING METHOD OF COVID-19 TRADITIONAL MEDICINE IN THE VIEW OF SCIENTIST-SANTRI MEDICINE PRACTITIONERS Rizal, Derry Ahmad; Mufida, Siti; Sulistya, Heru; Resmiyanto, Rachmad; Al Hamid, Rizal
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 5 No. 1 (2022): Religious Changing Pathway Post Pandemic and Welcoming Society Era 5.0
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v5i1.5492

Abstract

This paper aims to understand and analyze the handling and treatment and treatment of Covid-19 in Indonesia according to traditional healing practitioners in Java. The spread of the Covid-19 virus has hit Indonesia since March 2020. The spread of the Covid-19 virus is very troubling, and even inhibits and totally paralyzes all community activities, ranging from the economy, education to work, and others. This study uses qualitative methods and field observations in the form of conducting in-person interviews with several healing practitioners in Java, especially in Yogyakarta related to their views or perspectives on the virus and Covid-19 drugs. The results showed that traditional healing practitioners in Java used several herbs that they thought were able to overcome or be used as Covid-19 drugs. The herb is in the form of spices, plants, and some folk remedies from the ancestors. They are trying to offer a cure for Covid-19 by returning to back to nature. In addition, they also try to rationalize the pain that occurs when the human body's immunity decreases or energy is unbalanced, is the result of violations of natural laws by humans themselves.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2025): Religion and Society in the Digital Age: Communication, Moderation, and Social Vol. 8 No. 1 (2025): Tolerance and Cultural Dynamics in Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Religious Moderation, Cultural Traditions, and Digital Transformation in Contem Vol. 7 No. 3 (2024): Building Tolerance and Inclusivity in Indonesian Society Vol. 7 No. 3 (2024): Social Interaction, Education, and Tradition in Community Life Vol. 7 No. 2 (2024): The Social and Cultural Impact of Technological Change, Education, and Traditio Vol. 7 No. 2 (2024): Social Change and Educational Dynamics in Contemporary Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Promoting Peace and Cultural Integration in Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): The Interplay of Religion, Culture, and Community Engagement in Promoting Socia Vol. 6 No. 2 (2023): Religious Moderation and Harmony within the Indonesian Community Vol. 6 No. 2 (2023): Religious Moderation and Cultural Dynamics in Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Addressing Radicalism and Cultural Dynamics in Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Religion, Indigenous Community, Customary Law and Anti-terrorism in Eastern Ind Vol. 5 No. 1 (2022): Religious Changing Pathway Post Pandemic and Welcoming Society Era 5.0 Vol. 5 No. 2 (2022): Sufism, Muslim Community, and Religious Moderation Concept in Indonesia Vol. 4 No. 2 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic Vol. 4 No. 1 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic Vol. 3 No. 2 (2020): Politik, Dakwah Islam dan Pendidikan Multikultural di Indonesia Vol. 3 No. 1 (2020): Islam Raja Ampat, Kultivasi Budaya dan Dakwah Virtual di Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019): Radikalisme, Kritik Teori Sosiologi dan Wacana Politik di Indonesia Vol. 2 No. 1 (2019): Filantropi Islam, Resolusi Konflik, civil society dan Kearifan Lokal di Indones Vol. 1 No. 2 (2018): Sosiologi Agama, Kepemimpinan, Pemberdayaan dan Pendidikan Pesantren di Indones Vol. 1 No. 1 (2018): Konflik Sosial Keagamaan, Kearifan Lokal dan Pendidikan Agama di Indonesia More Issue