Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

REFORMULASI ETIKA DAKWAH BERBASIS KOMUNIKASI PROFETIK DALAM AL-QUR’AN Ridho, Abdul Rasyid; Hariyadi, Muhammad
KOMUNIKE Vol 13 No 1 (2021): Komunikasi Profetik
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.414 KB) | DOI: 10.20414/jurkom.v13i1.3351

Abstract

Prophetic communication is communication that refers to the prophetic communication pattern of Muhammad Saw. loaded with values ​​and ethics. This paradigm is a development of the concept of social prophetic science (ISP) which was initiated by contemporary Islamic scientist, namely Kuntowijoyo. Da'wah as a means of disseminating information through the media in modern times does not always have a positive impact on the purpose of da'wah. In the new era, the media actually gave birth to many provocative da’wah, which caused divisions and contradictions. It is very sad if the da'is and activists do not integrate ethics and prophetic values. So that the impact can cause a lot of hate speech (hatespeech) and lies (hoaxs) to preach. This phenomenon is very inversely proportional to the teachings of peaceful Islam as practiced by the Prophet Muhammad. Therefore, reformulation of prophetic-based da'wah is very urgent in modern times.
Model Masyarakat Madani dalam Al-Qur’an sebagai Cerminan Masyarakat New Normal Pandemi Covid-19 Ridho, Abdul Rasyid; Nuruddin, Nuruddin; Hariyadi, Muhammad
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 2 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic
Publisher : Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v4i2.3611

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang terbaik dalam penanganan Covid-19. Per 3 Oktober 2021, Kasus Aktif di Indonesia berhasil turun 94,59% dari puncak kasus di 24 Juli 2021, dan turun sebesar 53,81% dalam dua minggu terakhir ini. Hal ini dapat terjadi berkat strategi penanganan pandemi pada sisi hulu, yaitu dilakukannya pencegahan melalui PPKM, peningkatan testing dan tracing, dan akselerasi vaksinasi. Oleh karenanya pemerintah melontarkan istilah new normal dalam rangka membangun kembali semangat dan cita-cita masyarakat untuk mempertahankan kesejahteraannya. kondisi new normal akan menyebabkan perubahan sosial, termasuk pola prilaku dan proses interaksi sosial masyarakat. Oleh karenanya dalam penelitian ini berusaha memberikan suatu tawaran arah baru untuk menyambut sekaligus mengisi kondisi new normal. Tawaran tersebut berupa model masyarakat madani yang pernah dibentuk oleh Nabi Muhammad Saw. Masyarakat Madani terwujud dari nilai-nilai Qur’ani yang terealisasi oleh masyarakat Madinah. Dalam penelitian ini menggunakan metode maudhu’i (tematik) dalam mencari dan mengumpulkan ayat yang berkaitan dengan nilai-nilai al-Qur’an dalam pembentukan masyarakat madani.
Kajian Ayat Makkiyah dan Madaniyah Menurut Pemikiran Orientalis dan Oksidentalis Sarnoto, Ahmad Zain; Hariyadi, Muhammad; Adhariani, Dwi Eka
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2529

Abstract

This article discusses the study of makkiyah and madaniyah verses in the Qur'an through the perspective of orientalist and occidentalist thought. The makqiyah verse, which was revealed in Mecca before the hijrah, emphasizes more on the theme of faith and morality, while the madaniyah verse, which was revealed after the hijrah in Medina, focuses more on social and legal aspects. Using a descriptive qualitative approach, this study collected data from a variety of literature, including books, journal articles, and research reports. Data analysis is carried out qualitatively consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the analysis show that the difference between the two lies not only in the themes raised, but also in the much more complex way of understanding the text, reflecting the social and political context in which the verses are revealed. This article concludes that a deeper understanding of the Qur'an needs to be established through dialogue between these two perspectives in order to achieve a more comprehensive and relevant understanding in the present day.
REKONSTRUKSI TAFSIR MUQÂRAN Hariyadi, Muhammad; Muhammad, Achmad
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 6, No 1 (2022): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36671/mumtaz.v6i01.273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi tafsir muqâran yang telah ada, namun masih terserak dalam berbagai kajian tafsir tahlili. Rekonstruksi dilakukan dengan mengintegrasikan lima tahap, yaitu; menentukan diksi (kata kunci, tema, atau ayat, yang hendak ditafsirkan); menyeleksi dan menyaring ayat dan hadits yang memiliki redekasi serupa maupun yang memiliki tema pokok sama; mengomparasi ayat dengan ayat, ayat dengan hadits, dan pendapat para mufasir dalam semua dimensinya; memilah dan memilih (ekleksasi) bagian dari pendapat mufasir yang dipandang penting sebagai rumuskan kesimpulan akhir; dan terakhir menyimpulkan keseluruhannya sebagai produk akhir dari tafsir komparatif dalam bingkai penafsiran yang kontekstual, argumentatif, dan solutif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis komparatif, dengan pendekatan yang menggunakan pendekatan kualitatif
CORAK PENAFSIRAN ACARA SERAMBI ISLAMI TVRI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN DIVERSITAS SOSIO- KULTURAL SELAMA MASA PANDEMI Darwis, Yuliandre; Hude, Darwis; Hariyadi, Muhammad
Jurnal Ranah Komunikasi Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ranah Komunikasi (JRK)
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/rk.8.2.136-150.2024

Abstract

This study examines the interpretation patterns in the Serambi Islami TVRI program during the 2020-2021 pandemic, focusing on social interpretation patterns (al-Adabī wa al-Ijtima’ī). The themes addressed in these interpretations include values such as mutual cooperation, media ethics, family roles, radicalism, rahmatan lil 'Alamin, the importance of dhikr, manners in religious gatherings, and the roles of husbands and wives in the family. The aim of this research is to explore the interpretations conveyed by the speakers and their relevance to informal education in Indonesia, particularly in the socio- cultural education context. The method used is descriptive analysis, with contextual and textual approaches in delivering the interpretations. The results show that most speakers used the ijmali interpretation method with a more contextual approach, although there was variation in the delivery methods. This dissertation also found similarities with Albert Bandura's social learning theory, where new behavior is learned through observation and imitation. On the other hand, this theory differs from nativism, which considers that education does not influence human development. The Serambi Islami TVRI program is considered relevant to socio-cultural diversity education in Indonesia, as it teaches values that align with the characteristics of Indonesian society, such as brotherhood, equality, tolerance, deliberation, mutual assistance, and justice. This research concludes that the program contributes to informal education accessible to the broader public without requiring formal education.
Best Practice Sehat Paripurna Berbasis Al-Qur’an Nasution, Susi Sofiani; Hude, Darwis; Hariyadi, Muhammad
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 4 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i4.3112

Abstract

Penelitian ini membuktikan bahwa Al-Qur’an memiliki Protokol Kesehatan sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan Republik Indonesia No. 36 tahun 2009 yang telah diperbaharui menjadi Undang-Undang Kesehatan No. 17 tahun 2023, tentang Sehat Paripurna, yaitu keadaan Sehat Fisik, Sehat mental, Sehat Spiritual, dan Sehat Sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesimpulan ini didasarkan atas temuan, pertama isyarat Al-Qur’an tentang kesehatan (QS. As-Syu'ara: 80), obat (QS. Al-Isra: 82), dan kesembuhan (QS. Yunus: 57). Kedua, isyarat Al-Qur’an tentang Protokol kesehatan fisik (QS. Al-A’raf: 31), protokol kesehatan emosi (QS. Al-Baqarah: 153), protokol kesehatan spiritual (QS. Al-Mu’minun: 9-11), protokol kesehatan sosial (QS. Ar-Rum: 21), dan protokol kesehatan ekonomi (QS. At-Taubah: 105). Ketiga, Al-Qur’an memiliki upaya kesehatan perilaku preventif (QS. Al-Ma'idah: 90), perilaku promotif (QS. Al-A'raf: 31), perilaku kuratif (QS. An-Nahl: 99), dan perilaku rehabilitatif (QS. As-Syu'ara: 80), dengan penerapan protokol kesehatan ini akan terjadi reorientasi penguatan perilaku kesehatan menuju sehat paripurna. Implementasi dari hasil temuan disertasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu protokol kesehatan untuk membantu pemerintah dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang merupakan pilar ke enam peningkatan sistem kesehatan Nasional. Disertasi ini sejalan dengan pandangan M. Quraish Shihab tentang indikator kesehatan dalam Islam yang mencakup aspek kesehatan fisik, jiwa, dan sosial, serta Mariyana (2021) yang mengemukakan bahwa promosi kesehatan berpengaruh pada pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup bersih serta sehat. Pandangan ini juga diperkuat oleh Febri Endra Budi Setyawan (2010) tentang pentingnya paradigma sehat yang holistik, proaktif, dan antisipatif dalam pembangunan kesehatan. Dalam konteks kesehatan masyarakat, disertasi ini memperhatikan pandangan Umar Fahmi Achmadi (2013) tentang perlunya upaya pencegahan penyakit yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, sektor, serta partisipasi aktif masyarakat dan manajemen yang tepat sasaran. Disertasi ini juga sejalan dengan disertasi Agus Rahmadi (2023) yang menemukan lingkungan sekitar orang yang membaca Al-Qur'an memiliki konsentrasi bakteri yang lebih rendah dibandingkan dengan lingkungan yang tidak terpapar aktivitas membaca Al-Qur'an dan Dedi Nur Wachid Achadiono (2017) tentang pengaruh latihan pasrah diri (dzikir) untuk memperbaiki kondisi kesehatan penderita lupus. Di sisi lain, disertasi ini tidak sepakat dengan Ahmad Habibi (2021) yang mengutamakan penanganan penyakit secara fisik saja, dan juga berbeda dengan pandangan I Putu Sudasaya (2021) yang hanya menekankan aspek kampanye dalam pencegahan penularan penyakit. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang dilakukan sejak bulan Januari 2022 sampai dengan bulan Maret 2024. Sumber data primer diperoleh melalui Al-Qur’an dan Al-Hadis dengan menjadikan kitab al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir Ibn Katsir karya Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al-Azhar karya Abdul Malik Karim Amrullah, Tafsir al-Thabari karya Imam Muhammad ibn Jarir al-Thabari dan beberapa tafsir lainnya. Sumber data sekunder yang digunakan mencakup buku-buku, jurnal, undang-undang, dan website yang terkait dengan tema penelitian. Analisa data melalui tafsir maudhu’i dengan mengumpulkan data, membaca, mempelajari, mengkaji, dan menganalisis serta menyimpulkan dari data yang ada sesuai dengan tema penelitian.
Pendekatan Trilogi Mutu dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pondok Pesantren Modern Perspektif Al-Qur'an Falahudin, Iwan; Saihu, Made; Hariyadi, Muhammad
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 4 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i4.3118

Abstract

Riset ini mengkaji penerapan pendekatan Trilogi Mutu dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren modern melalui tinjauan Al-Qur’an. Trilogi Mutu yang mencakup aspek perencanaan, pengendalian, dan perbaikan mutu diposisikan sebagai strategi utama dalam manajemen pendidikan guna mencapai standar yang lebih tinggi. Dengan menerapkan metode kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip mutu pendidikan dapat disinergikan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan ini berkontribusi positif terhadap peningkatan efektivitas dalam hal manajemen, kurikulum, dan proses pembelajaran di lingkungan pesantren modern. Dampaknya, lulusan yang dihasilkan memiliki keunggulan dalam dimensi keislaman, akademik, serta keterampilan hidup. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi para pengelola pesantren dalam merancang sistem pendidikan yang unggul dan kompetitif.
REFORMULASI ETIKA DAKWAH BERBASIS KOMUNIKASI PROFETIK DALAM AL-QUR’AN Ridho, Abdul Rasyid; Hariyadi, Muhammad
KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 13 No. 1 (2021): Komunikasi Profetik
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jurkom.v13i1.3351

Abstract

Prophetic communication is communication that refers to the prophetic communication pattern of Muhammad Saw. loaded with values ??and ethics. This paradigm is a development of the concept of social prophetic science (ISP) which was initiated by contemporary Islamic scientist, namely Kuntowijoyo. Da'wah as a means of disseminating information through the media in modern times does not always have a positive impact on the purpose of da'wah. In the new era, the media actually gave birth to many provocative da’wah, which caused divisions and contradictions. It is very sad if the da'is and activists do not integrate ethics and prophetic values. So that the impact can cause a lot of hate speech (hatespeech) and lies (hoaxs) to preach. This phenomenon is very inversely proportional to the teachings of peaceful Islam as practiced by the Prophet Muhammad. Therefore, reformulation of prophetic-based da'wah is very urgent in modern times.
Model Masyarakat Madani dalam Al-Qur’an sebagai Cerminan Masyarakat New Normal Pandemi Covid-19 Ridho, Abdul Rasyid; Nuruddin, Nuruddin; Hariyadi, Muhammad
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 2 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v4i2.3611

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang terbaik dalam penanganan Covid-19. Per 3 Oktober 2021, Kasus Aktif di Indonesia berhasil turun 94,59% dari puncak kasus di 24 Juli 2021, dan turun sebesar 53,81% dalam dua minggu terakhir ini. Hal ini dapat terjadi berkat strategi penanganan pandemi pada sisi hulu, yaitu dilakukannya pencegahan melalui PPKM, peningkatan testing dan tracing, dan akselerasi vaksinasi. Oleh karenanya pemerintah melontarkan istilah new normal dalam rangka membangun kembali semangat dan cita-cita masyarakat untuk mempertahankan kesejahteraannya. kondisi new normal akan menyebabkan perubahan sosial, termasuk pola prilaku dan proses interaksi sosial masyarakat. Oleh karenanya dalam penelitian ini berusaha memberikan suatu tawaran arah baru untuk menyambut sekaligus mengisi kondisi new normal. Tawaran tersebut berupa model masyarakat madani yang pernah dibentuk oleh Nabi Muhammad Saw. Masyarakat Madani terwujud dari nilai-nilai Qur’ani yang terealisasi oleh masyarakat Madinah. Dalam penelitian ini menggunakan metode maudhu’i (tematik) dalam mencari dan mengumpulkan ayat yang berkaitan dengan nilai-nilai al-Qur’an dalam pembentukan masyarakat madani.
Conceptualization of Marine Vocational Education from the Perspective of the Quran: A Thematic-Philosophical Analysis Hakim, Bay Amri; Arief, Armai; Hariyadi, Muhammad
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v6i1.154

Abstract

This article aims to examine and formulate the concept of maritime vocational education from a thematic-philosophical Qur’anic perspective. It responds to the lack of comprehensive approaches that integrate Qur’anic values with the needs of maritime vocational education. Using a qualitative method through library research, this study applies thematic exegesis and a normative-philosophical approach. The findings reveal that the Qur’an contains numerous references to the sea and its management, reflecting educational principles such as ecological responsibility, productive work, and fair, sustainable resource use. The study also formulates core philosophical values underlying maritime vocational education, including tawhid, justice, sustainability, integration of knowledge and action, and religious humanism. This conceptualization is proposed as a relevant educational model to develop maritime generations who are both technically competent and morally transformative. The findings offer a strategic alternative for developing vocational education rooted in divine revelation while being responsive to contemporary socio-ecological challenges.