cover
Contact Name
Iis Wahyuningsih
Contact Email
iis.wahyuningsih@pharm.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.perberdayaan@uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25802569     EISSN : 26560542     DOI : 10.12928
Jurnal ini memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan pada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN oleh mahasiswa. Selanjutnya, cakupan jurnalnya bisa dari berbagai bidang keilmuan, yang dapat memberikan banyak manfaat buat masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2017)" : 57 Documents clear
PELATIHAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN UNTUK MENGHADAPAI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) MELALUI LESSON STUDI BASED LEARNING COMMUNITY DI SMP/MTS SE-KABUPATEN BANTUL Yahya Hanafi; Nani Aprilia
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.315

Abstract

Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Peningkatan kualitas, kapasitas, kompetensi pedagogik-profesional dan pembinaan profesi pendidik (dalam hal ini guru) khususnya di Amal Usaha Muhammadiyahn (AUM) Sekolah Kabupaten Bantul (SMP/MTs) dapat dilakukan melalui melalui kegiatan Lesson study. Lesson study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri, baik pada tataran individual maupun manajerial. Tahapan-tahapan dalam lesson study menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). Kegiatan pelatihan lesson study diselenggarakan pada tanggal 10, 14, dan 16 Agustus 2017 di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul, dengan peserta perwakilan guru SMP/MTs Muhammadiyah seKabupaten Bantul. Output kegiatan pelatihan yaitu terbentuknya komunitas lesson study di SMP/MTs Muhammadiyah se-Kabupaten Bantul. Tindak lanjut kegiatan yaitu penerapan lesson study di masing-masing sekolah, dengan cara pelaksanaan berbasis MGMP, berbasis sekolah, dan berbasis komunitas
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUSUN GUMAWANG MELALUI PENDAMPINGAN IJIN P-IRT Isana Arum Primasari
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.316

Abstract

Salah satu permasalahan yang ada di masyarakat Dusun Gumawang, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakrta adalah belum didapatkannya sertifikat P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Maka program KKN UAD difokuskan pada kebersihan lingkungan. Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat Dusun Gumawang melalui pendampingan ijin P-IRT. Metode pelaksanaan program KKN meliputi: pendidikan masyarakat, difusi teknologi dan praktek langsung. Dampak dari kegiatan KKN ini adalah pelaku usaha mendapatkan setifikat ijin P-IRT yaitu No. P-IRT yang dapat dicantumkan pada poduk sehingga konsumen merasa aman untuk mengkonsumsi produk tersebut dan para pelaku usaha dapat lebih mengembangkan produknya dengan meningkatkan produksi dan pemasaran produk mereka
HIDROPONIK SEBAGAI SARANA PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DI DUSUN RANDUBELANG, BANGUNHARJO, SEWON, BANTUL Anang Masduki
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.317

Abstract

Sayuran organik merupakan sebutan umum untuk bahan pangan. Terdapat beraneka macam sayuran organik, seperti selada, terong, dan cousin. Bahan pangan yang mengandung banyak antioksidan ini sangat diminati oleh masyarakat baik kalangan menengah ke bawah maupun menengah ke atas. Namun, keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala yang dialami masyarakat yang ingin menanam bahan pangan yang satu ini. Melihat masalah tersebut, kami sebagai mahasiswa KKN berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara memanfaatkan lahan sempit agar menjadi lebih bermanfaat. Salah satu program unggulan kami dalam mewujudkan hal tersebut adalah Hidroponik. Teknik yang kami gunakanpun sangat sederhana yaitu teknik aquaponik. Teknik ini sangat tepat digunakan untuk lingkungan rumah yang sempit.
KARYA TULIS ILMIAH KAWASAN EKOEDUWISATA KONSERVASI MANGROVE DI BAROS, TIRTOHARGO, KRETEK, BANTUL Dedi Wijayanti
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.319

Abstract

Hutan mangrove merupakan sumber daya alam daerah pantai payau yang sangat potensial dan memiliki fungsi perlindungan serta pelestarian alam, tetapi sangat rentan terhadap kerusakan apabila pengelolaan dan pelestariannya kurang memadai. Di Indonesia sendiri luas hutan mangrove terus mengalami penurunan, pada tahun 1986 dilaporkan luas hutan di indonesia 3,2 juta hektar dan pada tahun 2012 hanya tersisa 1,2 juta hektar. Adanya eko eduwisata mangrove di pantai Baros, Dusun Baros, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Tirtohargo diharapkan menjadi salah satu usaha untuk melestarikan mangrove dan meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar. Metode pengabdian ini dilakukan dengan menganalisis situasi masyarakat dusun Baros, kemudian mengidentifikasi permasalahan yang timbul di masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan konservasi mangrove dan melakukan pendekatan sosial. Pendekatan sosial pada kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh tim pengusung program saja tetapi dilakukan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti BAPPEDA Kabupaten Bantul, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata dan Pemuda Pemudi Dusun Baros (KP2B). Dengan adanya kolaborasi dari berbagai pihak diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian hutan mangrove semakin meningkat.
PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANJUT USIA (LANSIA) DI SLEMAN, YOGYAKARTA Rochana Rullyandari; Ratu Matahari; Firman Firman
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.320

Abstract

Provinsi DI Yogyakarta dan secara khusus Kabupaten Sleman adalah contoh ril daerah yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan polulasi lansia. Rata-rata Umur Harapan Hidup (UHH) di Kabupaten Sleman mencapai 75,1 tahun sekaligus tertinggi di Indonesia, sementara UHH di tingkat Provinsi DIY adalah 73,2 tahun. Keadaan ini mengindikasikan bahwa struktur penduduk yang menua tersebut adalah keberhasilan pencapaian pembangunan manusia secara nasional, baik yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah, dan juga dukungan masyarakat. Namun demikian, pada aspek kesehatan masyarakat, kelompok lansia merupakan kelompok yang sedang mengalami proses perubahan fisik, biologi, kejiwaan, dan kehidupan sosial secara bertahap dalam jangka tertentu. Sehingga perkembangan kesehatan lansia sejalan dengan proses penuaan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai topic kesehatan lansia, pelatihan ketrampilan membuat kerajinan tangan, pemberian games untuk melatih daya ingat lansia, serta pre-post mengenai pengetahuan terhadap materi yang disampaikan Peserta pelatihan antusias mengikuti kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan permainan. Penilaian deskriptif terhadap hasil pre dan post test pengetahuan lansia menunjukkan bahwa pengetahuan lansia terhadap topic kesehatan mengalami peningkatan yaitu 92 persen dan meningkat menjadi 95 persen setelah mengikuti pelatihan, begitu juga pada materi kesehatan reproduksi lansia yaitu 70 persen peserta pelatihan memahami materi kesehatan reproduksi sebelum pelatihan menjadi 95 persen setelah mengikuti pelatihan. Melihat hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan
PELATIHAN MENULIS CERITA DAN BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PAUD DI KABUPATEN BOYOLALI JAWA TENGAH Febritesna Nuraini; Dewi Eko Wati; Dwi Hastuti
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.321

Abstract

Salah satu permasalahan di Guru PAUD Kabupaten Boyolali Jawa Tengah adalah rendahnyaguru dalam menggunakan metode bercerita di dalam kelas. Metode bercerita merupakan salah satumetode yang digunakan guru untuk mengembangkan aspek-aspek yang ada di dalam anak, sepertikognitif, bahasa, fisik motoric, moral dan agama,dan seni. Oleh karena itu metode berceritamerupakan salah satu kegitan yang dapat membantu anak berkembang. Kenyataan di lapanganbelum semua guru mampu menggunakan metode berceita sebagai sarana dalam pembelajarandengan alasan terlalu susah. Berdasarkkan pemaparan tersebut pemberdayaan ini difokuskan padapelatihan menulis cerita dan bercerita untuk guru PAUD. Metode pelaksanaan programpemberdayaan Masyarakat meliputi: pendidikan masyarakat, difusi teknologi dan praktek langsung.Dampak dari kegiatan PPM ini adalah: 1) tercipta kesadaran masyarakat sasaran tentang pentingnyapendidikan anak usia dini, 2) peningkatan pengetahuan masyarakat dalam mengolah program anakusia dini, 3) masyarakat terampil membuat karya kreatif
PELATIHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES DI SMP MUHAMMADIYAH 2 DEPOK SLEMAN Widodo Widodo
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.322

Abstract

Keterampilan proses sains merupakan salah satu keterampilan yang menjadi panduan bagi siswa untuk belajar sains secara holistic. Pelaksanaan keterampilan proses sains dalam pembelajaran membutuhkan pemahaman terhadap karakteristik, langkah-langkah pelaksanaan, serta pembuatan perangkat pembelajaran. Banyak guru IPA SMP Muhammadiyah Kabupaten Sleman yang mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasiskan pada keterampilan proses sains. Pelatihan ini dilakukan untuk membekali guru IPA SMP Muhammadiyah Kabupaten Sleman bagian timur untuk dengan pemahaman tentang pengambangan perangkat pembelajaran berbasis keterampilan proses sains.  Pelatihan dilakukan selama dua hari, yaitu pada tgl. 28-29 Agustus 2017 di SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman. Pelatuhan dilakukan dalam dua sesi materi. Sesi materi pertama tentang materi keterampilan proses sains. Sesi materi kedua tentang penyusunan langkah kerja eksperimen menggunakan kit IPA rangkaian listrik. Peserta berasal dari 9 SMP Muhammadiyah. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan, bahwa peserta merasa perlu untuk dilakukan kegiatan serupa terutama untuk eksperimen terkait kit IPA lainnya.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) ANNABA’ DALAM DIVERSIFIKASI OLAHAN LIDAH BUAYA DI DESA AMBARKETAWANG KABUPATEN SLEMAN Oktira Roka Aji; Ambar Roka Pratiwi
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.325

Abstract

Lidah buaya terkenal akan beragam khasiat yang dimilikinya. Tanaman ini sangat cocok tumbuh pada iklim tropis Indonesia. KWT (Kelompok Wanita Tani) An-Naba’ sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan di Desa Ambarketawang, Sleman berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat melalui budidaya tanaman lokal. Salah satu tanaman yang saat ini digalakkan untuk dibudidayakan adalah lidah buaya. Lidah buaya dipilih karena sangat mudah untuk ditanam dan memiliki beragam manfaat. Saat ini kendala yang masih dihadapi KWT An-Naba’ Desa Ambarketawang adalah sulitnya memasarkan hasil tanaman mereka tersebut. Pelepah lidah buaya hanya dihargai dengan harga yang murah. Salah satu cara untuk membantu meningkatkan daya jual pelepah lidah buaya yaitu dengan mengolah lidah buaya tersebut menjadi berbagai macam olahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Lidah buaya dapat diolah menjadi berbagai macam olahan minuman dan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan anggota KWT An-Naba’ tentang manfaat, kandungan gizi serta potensi lidah buaya serta meningkatkan keterampilan anggota KWT An-Naba’ dalam mengolah lidah buaya menjadi berbagai produk makanan. Produk makanan tersebut diantaranya yaitu teh Aloe vera, nata de Aloe vera, selai Aloe vera dan manisan Aloe vera. Program pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2017 di Balai Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta. Program pengabdian dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan diawali dengan penyuluhan tentang manfaat dan khasiat tanaman lidah buaya kemudian dilanjutkan dengan pelatihan tentang cara pembuatan olahan lidah buaya. Peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pengolahan produk lidah buaya ini diharapkan mampu mendorong kemajuan perekonomian masyarakat dan tumbuhnya industri rumah tangga di Desa Ambarketawang.
PELATIHAN TEKNOLOGI KIMIA TERAPAN PEMBUATAN SABUN CAIR CUCI PIRING, SABUN MANDI HERBAL DAN TEPUNG AMPAS KELAPA IBU-IBU ‘AISYIYAH RANTING PERUMNAS CONDONG CATUR, DEPOK, SLEMAN Siti Salamah; Endah Sulistiawati; Agus Aktawan
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.326

Abstract

Usaha rumah makan skala menengah maupun sederhana berkembang sangat baik di area depok, sleman, yogyakarta dimana yogyakarta merupakan kota pelajar dan kota pariwisata. Banyaknya konsumen yang berasal dari mahasiswa dan wisatawan serta perlu terjaganya kebersihan terutama alat makan sehingga kebutuhan akan sabun cair semakin meningkat. Kebutuhan akan sabun mandi juga mengalami peningkatan terutama dari industri perhotelan dan losmen. Peningkatan kebutuhan akan sabun cair dan sabun mandi ini perlu dipahami oleh warga sekitar khususnya dan mengetahui cara membuatnya, dengan harapan dapat dikembangkan menjadi produksi skala rumah tangga (pemberdayaan ekonomi). Pengabdian masayarakat ini melatih kelompok ibu-ibu ‘Aisyiah perumnas condongcatur, depok. Ibu-ibu diberikan pemahaman tentang teknologi kimia terapan tentang pembuatan sabun cair cuci piring, sabun mandi herbal dan tepung ampas kelapa yang berkualitas. Sabun cair terbuat dari texapon, sodium sulfat, comperland, asam sitrat, EDTA, parfum, propilen glikol dan aquades yang dicampur, diaduk secara perlahan dan kontinyu. Sabun cair yang terbentuk dimasukkan dalam botol-botol. Sabun mandi herbal terdiri dari NaOH, aquades, castor oil, minyak kelapa dan minyak zaitun dimana bahan–bahan tersebut dicampur sesuai prosedurnya. Sabun dibentuk dalam cetakan dan ditunggu hingga 7 hari agar saponifikasi terjadi. Tepung ampas kelapa dibuat dari ampas parutan kelapa yang telah diambil santannya, ampas kelapa tersebut disangrai sampai betul-betul kering lalu diblender sampai halus seperti tepung. Ibu-ibu sangat antusias mengikuti pelatihan yang menghasilkan sabun cuci piring 6 botol (volume 150 ml) dari 1 resep. Sabun mandi herbal, 1 resep bahan menjadi 12 buah sabun dengan ukuran diameter 3 cm. 1 kg kelapa parut akan diperoleh 500 gram tepung ampas kelapa berkualitas. Keywords: Sabun Cair, Sabun Mandi Herbal, Tepung Ampas Kelapa. 
PEMBERDAYAAN PETERNAK SAPI DALAM UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT DI DUKUH PAMOTAN DAN KRETEK BANGUNTAPAN Musfirah Musfirah; Ahmad Faizal Rangkuti; Khoiriyah Isni
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.327

Abstract

Semakin berkembangnya usaha peternakan, limbah yang dihasilkan semakin meningkat. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat maka meningkat pula kebutuhan akan pangan daging sapi. Dukuh Pamotan merupakan salah satu dukuh di Desa Jambidan dengan jumlah peternak sapi yang cukup banyak. Satu kelompok peternak sapi terdiri dari 10 orang peternak sapi dengan jumlah sapi sekitar 25 ekor. Tentunya jumlah ini akan menghasilkan limbah yang berupa kotoran ternak yang cukup banyak. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah kotoran ternak sapi ini dapat menjadi sumber masalah kesehatan di lingkungan Dukuh Pamotan. Hal tersebut didukung oleh letak peternakan yang sangat berdekatan dengan pemukiman warga padat penduduk. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat adalah penyuluhan dan praktek. Hasilnya menunjukkan bahwa kehadiran peserta selama kegiatan 93%. Penilaian pre-post pengetahuan peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan. Peserta terampil menangani limbah ternak dengan cara mengolah limbah ternak menjadi 3 (tiga) produk yaitu pupuk bokashi cair dan padat, serta pakan lele. Kesimpulannya, secara umum berjalan dengan sukses dan baik terbukti dari hasil penilaian oleh peserta berada pada kategori “Sangat Baik”. Peserta memberikan apresiasi dan sambutan yang positif dengan adanya kegiatan pelatihan ini.