Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat
Jurnal ini memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan pada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN oleh mahasiswa. Selanjutnya, cakupan jurnalnya bisa dari berbagai bidang keilmuan, yang dapat memberikan banyak manfaat buat masyarakat.
Articles
622 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROSES TRANSFER KETERAMPILAN PEMANFAATAN TEPUNG MOCAF UNTUK PENGEMBANGAN USAHA PANGAN MASYARAKAT BERUPA PRODUK OLAHAN KHAS DESA NGLEGI, PATUK, GUNUNGKIDUL
Rahmi Munfangati
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v1i1.345
Kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai penghasil ketela pohon. Ketela pohon memiliki stigma negatif–nilai jualnya rendah. Di Desa Nglegi, Kabupaten Patuk,meskipun sudah ada masyarakat yang menjual produk olahan ketela pohon dalam bentuk kripik, beberapa dari masyarakat petani penghasil ketela pohon masih memanfaatkan ketela pohon untukdijualsegar(panenlangsungjual), pakan ternak, gaplek, dan tiwul. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan ketela pohon, dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui proses transfer keterampilan pemanfaatan tepung mocaf untuk pengembangan usaha pangan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui workshopdalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan praktik, serta pendampingan secara intensif mulai dari pembuatan tepung mocaf sampai dengan dihasilkannya produk olahan tepung mocaf.Hasil yang telah dicapai pada kegiatan pemberdayaan masyarakat ini telah menunjukkan bahwa masyarakat dan mahasiswa KKN terampil memanfaatkan ketela pohon menjadi tepung mocaf dan kemudian menjadikannya produk olahan khas desa.Pemanfaatan ketela pohon menjadi tepung mocaf ini dapat menjadi alternatif sumber bahan baku pangan pengganti tepung terigu. Selain itu, olahan ketela pohon dapat mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NANAS (ananas comosus L. Merr) MENJADI SYRUP KAYA VITAMIN DI KECAMATAN PAYARAMAN, OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN
Rina Ratih;
Suhadi Maulana
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v1i2.346
Kecamatan Payaraman merupakan suatu daerah yang memiliki potensi yang besar dalam bidang perkebunan nanas dan dapat menjadi komoditas unggulan daerah. Penggunaan tanah Payaraman sebagian besar di peruntukan untuk pertanian, Padi, Nanas, dan Karet sedangkan sisanya untuk tanah kering yang merupakan bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya. Dengan luas perkebunan karet yang dimanfaatkan sebagai lahan tanam nanas. Banyaknya hasil perkebunan nanas yang dihasilkan membuat nanas menjadi komoditas unggulan dan mencukupi kebutuhan dan permintaan setempat hal ini mengakibatkan harga nanas dijual dengan harga rendah dikarenakan banyaknya tengkulak, serta kurangnya inovasi dalam pengolahan makanan dan minuman dari nanas serta menghasilkan banyak kulit nanas yang tidak termanfaatkan. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan ini mengadakan penyuluhan kewirausahaan dan pelatihan secara langsung dengan warga. Pembuatan sirup kulit nanas dengan cara memasak kulit nanas, belimbing, putih telur dan gula pasir untuk kemudian dikemas dengan botol yang sudah di sterilisasi dengan direndam air panas. Dengan pemberdayaan ini diharapkan warga dapat memanfaatkan kulit nanas sebagai meningkatkan asupan vitamin, nilai sehat, ekonomis serta dapat menjadi peluang usaha.
PELATIHAN PERANCANGAN IKLAN LAYANAN MASY ARAKA T
Gibran Pratishara;
Anang Masduki
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v1i2.347
Iklan adalah sebuah keistimewaan. Iklan sudah menjadi satu dengan kehidupan kita. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu dikelilingi dan diserang oleh iklan. Dimanapun, kita bertemu dengan iklan. Iklan terbagi dalam iklan cetak, iklan radio dan iklan televisi. Saat sekarang ini, iklan yang paling mudah menarik konsumen adalah iklan televisi. Tanpa mengesampingkan iklan cetak maupun iklan radio, iklan televisi lebih tepat sasaran dan efektif. Semua itu karena keunggulan audio visual yang dimiliki oleh televisi yang memberikan keterlibatan emosi bagi pemirsanya dengan menghadirkan komunikasi audio visual. Dengan semakin berkembangnya media yang melanda anak muda maka para pemuda sekiranya perlu dibekali keahlian membuat iklan yang bagus dan bermanfaat. Pengabdian ini ditujukan kepada anak-anak muda Muhammadiyah. Agar keahlian membuat iklan bisa digunakan untuk berdakwah. Pelatihan ini dilaksanakan dengan memberi pelatihan teknik dasar kamera, praktek mengambil gambar lalu diakhiri dengan materi editing video Kata kunci: iklan, pemuda, layanan masyarakatÂ
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PALGADING, TEMUIRENG DAN TRENGGULUN DI GIRIPANGGUNG, TEPUS, DALAM PROGRAM PEDULI KESEHATAN
Megawati Megawati;
Desti Tri Wahyuni
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v1i1.348
Salah satu permasalahan yang ada di Padukuhan Palgading, Temuireng, dan Trenggulun, Desa Giripanggung, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul adalah minimnya pengetahuan terhadap kesehatan. Oleh karena itu, program KKN UAD difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kepedulian terhadap kesehatan. Metode pelaksanaan program KKN meliputi: pendidikan masyarakat, difusi teknologi dan praktek langsung. Dampak dari kegiatan KKN ini adalah: 1) tercipta kesadaran masyarakat sasaran tentang pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), 2) peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit Demam Berdarah (DBD), 3) masyarakat terampil memanfaatkan potensi wilayah, 4) masyarakat terampil membuat karya kreatif.Â
PEMBERDAYAAN IBU-IBU RUMAH TANGGA DENGAN KETERAMPILAN MEMBUAT SERBUK JAHE INSTAN
Muhammad Aziz
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v1i2.349
KKN Reguler Pemberdayaan dan Pembelajaran untuk Negeri (PpuN) merupakan KKN yangdiharapkan mampu memberdayakan masyarakat untuk mampu mengatasi masalah-masalah yangada. Program – program yang disusun diracang sedemikian rupa untuk mampu menggerakkanmasyarakat itu sendiri. Memaksimalkan potensi lokal yang ada merupakan salah satu tujuan dariprogram-program yang dibuat. Salah satu dari program pemberdayaan masyarakat ialah pembuatanserbuk jahe instan. Serbuk jahe instan merupakan suatu produk olahan dari jahe yang dikristalkandengan cara direbus dengan air dan gula. Besarnya potensi kesehatan dan kimia/gizi yangterkandung dalam jahe dapat dimanfaatkan untuk membuat produk baru yaitu minuman kesehatanberbentuk serbuk/instan yang lebih praktis dan efisien. Setelah pelatihan ini diharapkan mampumenjadi peluang usaha bagi ibu rumah tangga sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkanperekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Kalirejo, Bojonegoro.
PELATIHAN PENGELOLAAN MASJID MUHAMMADIYAH DI BANGUNTAPAN BANTUL
Waharjani Waharjani;
Miftah Khilmi Hidayatullah
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v1i2.350
Menurut data yang dikumpulkan Dewan Masjid Indonesia, di Daerah IstimewaYogyakarta itu ada 7.331 masjid. Dari jumlah tersebut, masjid yang dikatakan makmur karenadikelola dengan baik, tidak lebih dari 50 masjid. Oleh karena itu tujuan pengabdian ini adalahpertama, menyusun buku Panduan Pengelolaan Masjid Muhammadiyah; kedua, melatihkanPanduan Masjid Muhammadiyah pada masjid Muhammadiyah di PCM Banguntapan Bantul pada 5Pebruari 2017. Kegiatan pertama, dimulai dengan mengumpulkan literatur sebagai bahan dasar,kemudian proses penyusunan dan editing serta penggandaan pada 2 Nopember 2016 - 10 Januari2017 sebagai materi induk pelatihan pengelolaan masjid. Kegiatan kedua sosialisasi dengan caramelatihkan panduan tersebut pada takmir-takmir masjid di PCM Banguntapan Bantul. Sekalipunkegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk pelatihan ini lancar, namun di antara kendalayang dirasakan pengabdi saat pelaksanaan pelatihan adalah kesibukan para pengurus takmir yangdiundang, sehingga yang hadir tidak maksimal ( dari 30 orang utusan yang hadir 18 orang utusan).
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DI BIDANG KEWIRAUSAHAAN, PEMASARAN DAN PUPUK ORGANIK DI KECAMATAN TANJUNG BATU
Rina Ratih;
Ahmad Tahir
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v1i2.351
Permasalahan yang ada di masyarakat Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan adalah 1) banyak terdapat tumpukan sampah dan limbah rumah tangga; dan 2) panjang nya rantai distribusi atas pemasaran produk kreatif masyarakat Tanjung Batu. Maka dilaksanakan program KKN yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan di bidang kewirausahaan, pemasaran dan pupuk organik. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan limbah rumah tangga dan memutus rantai distribusi produk kreatif masyarakat Tanjung Batu. Metode pelaksanaan program KKN meliputi: teori dan pelatihan kewirausahaan, pemasaran dan pupuk organik. Dampak dari kegiatan KKN ini adalah : 1) masyarakat menjadi lebih termotivasi untuk menjadi seorang wirausaha dan tidak memandang bahwa wirausaha adalah sebuah pekerjaan yang rendah; 2) peningkatan pengetahuan masyarakat dalam memasarkan produk kreatif nya dan dapat memutus rantai distribusi sehingga pendapatan atas penjualan produk menjadi lebih besar; 3) masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak membuah sampah sembarangan dan memanfaatkan serta mengolah sampah dan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik yang dapat tetap menjaga kesuburan tanah dan memangkas input atas pembelian pupuk kimia.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH GURU SMA/SMK MUHAMMADIYAH SEKABUPATEN GUNUNGKIDUL
Vita Istihapsari;
Aan Hendroanto
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v1i2.352
Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan adalahpenggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran yang baik akan membantu guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang baik pula serta membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu media pembelajaran yang cukup populer saat ini yaitu media pembelajaranFlash. Media pembelajaran ini dinilai sangat baik untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena penggunaannya yang effisien dan effektif. Oleh karena itu, pelatihan pengembangan media pembelajaran flash perlu dilakukan pada guru-guru matematika. Artikel ini membahas tentang pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengembangan media pembelajaran flash bagi guru SMA/SMK se Kabupaten Gunungkidul. Metode pengabdian yang digunakan yaitu pelatihan dan workshop. Adapun hasil dari pelatihan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa 1) pelatihan dan workshop berjalan dengan lancar dan baik, 2) respon perserta terhadap pelaksanaan pelatihan dan workshop termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 4,2, 3) terdapat kendala berupa keterbatasan waktu pembuatan media pembelajaran flash dan minat guru dalam pembuatan media yang kurang, serta 4) jarak yang terlalu jauh membuat peserta sulit dalam berkoordinasi dengan anggota kelompoknya.
LESSON STUDY: IMPROVING TEACHING SKILL FOR SENIOR HIGH SCHOOL TEACHER IN GUNUNGKIDUL
Fariz Setayawan;
Abdul Taram
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v1i2.353
Keterampilan mengajar adalah salah satu bagian penting dari pendidikan matematika. Hal ini membutuhkan guru untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Oleh karena itu, tujuan dari makalah ini adalah untuk mendeskripsikan sejauh mana guru SMA menerapkan pelajaran pelajaran dalam proses belajar mengajar. Hasil penelitian yang ditemukan oleh pengamat bahwa mayoritas guru belum melaksanakan lesson study. Sebagian besar guru berpikir bahwa sulit untuk menerapkan lesson study karena manajemen waktu dan perbedaan kurikulum. Ditemukan bahwa SMK 1 Patuk melaksanakan lesson study untuk pertama kalinya. Guru berpikir bahwa pelajaran membantu kedua guru dan siswa dalam melakukan pembelajaran yang lebih baik. Guru membuat inovasi dalam proses pembelajaran. Ada tiga manfaat menggunakan strategi lesson study. Pertama, ini membantu guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar mereka di kelas. Kedua, membangun Komunitas Pembelajaran Profesional dengan fokus pada Lesson Study. Ketiga, ia memberi lebih banyak informasi tentang proses belajar siswa di kelas. Kata
PEER COUNSELING COACHING TENTANG KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN (UNWANTED PREGNANCY) DI KALANGAN REMAJA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SE-KECAMATAN PLAYEN, GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA
Siti Muyana;
Ulfa Danni Rosada
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v1i2.354
Kehamilan tidak diinginkan (unwanted pregnancy) dikalangan remaja khususnya siswa harusnya tidak terjadi, oleh karena itu penting adanya upaya pencegahan melalui pemberian informasi dan pelatihan bagi siswa untuk dapat menyikapi dengan baik teman sebayanya yang ingin berbagi. Oleh sebab itu siswa perlu dilatih untuk dapat menjadi konselor sebaya yang terampil dan berwawasan luas tentang bahaya kehamilan tidak diinginkan (unwanted pregnancy). Konseling sebaya (peer counseling) merupakan suatu wahana belajar remaja untuk dapat saling memperhatikan dan saling bantu satu sama lain. Konseling sebaya secara kuat menempatkan keterampilan- keterampilan komunikasi untuk memfasilitasi eksplorasi diri dan pembuatan keputusan. Pengabdian masyarakat ini diberikan dengan menggunakan metode ceramah dan praktik atau demonstrasi. Subyek pengabdian merupakan siswa-siswi sekolah menengah kejuruan di kecamatan Playen Gunung Kidul yang berjumlah 70 peserta didik. Hasil pelaksanaan pengabdian pada masyarakat terlihat perubahan pemahaman peserta pelatihan terkait dengan pengetahuan kehamilan tidak diinginkan (unwanted pregnancy) baik penyebab dan dampak negatifnya dan keterampilan yang harus dimiliki peer counselor dalam melaksanakan layanan peer counseling. Tujuan akhir dari pelaksanaan pegabdian melalui pemberian pemahaman dan pelatihan ini agar remaja dapat meningkatkan pemahaman pengetahuan kehamilan tidak diinginkan (unwanted pregnancy) dan menguasai keterampilan konseling yang berguna untuk membantu teman sebaya yang sedang menghadapi permasalahan. Kata kunci: peer counseling, kehamilan tidak diinginkan.Â