cover
Contact Name
Iis Wahyuningsih
Contact Email
iis.wahyuningsih@pharm.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.perberdayaan@uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25802569     EISSN : 26560542     DOI : 10.12928
Jurnal ini memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan pada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN oleh mahasiswa. Selanjutnya, cakupan jurnalnya bisa dari berbagai bidang keilmuan, yang dapat memberikan banyak manfaat buat masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 622 Documents
PENGEMBANGAN DESA WISATA BANGUNCIPTO Mustofa Ahda
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i1.324

Abstract

Program KKN UAD melalui program regular tahun 2017 dibanguncipto ingin berusaha mengembangkan desa wisata yang sudah ada dengan melakukan beberapa program inisiasi sebagai awal pengembangan desa wisata. Beberapa hal dilakukan untuk mengoptimalkan desa wisata alam khususnya pertanian di banguncipto. Hasil pengamatan bahwa beberapa kegiatan dapat menunjangberkembangnya desa wisata di banguncipto seperti: wisata alam, wisata kuliner, wisata herbal dan juga pusat oleh-oleh. Program-program yang dikerjakan baru merupakan program inisiasi sehingga perlu dilakukan optimalisasi pada setiap aspek pendukung agar program desa wisata banguncipto menjadi obyek wisata yang diminati oleh wisatawan dalam negeri dan luar negeri/wisatawan asing. Program-program inisiasi yang telah dilakukan dibanguncipto yaitu Pelatihan Sumber Daya Manusia dalam English Practise, Pelatihan Interpreuner (pelatihan merajut, penanganan tanamanangrek), Pelatihan pembuatan masakan dan kuliner, Pelatihan penanaman tanaman obat. Hasil pelaksanaan program mendapat antusias warga dan hal ini merupakan awal yang positif sehinggaakan berkembangnya desa wisata di banguncipto
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) ANNABA’ DALAM DIVERSIFIKASI OLAHAN LIDAH BUAYA DI DESA AMBARKETAWANG KABUPATEN SLEMAN Oktira Roka Aji; Ambar Roka Pratiwi
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.325

Abstract

Lidah buaya terkenal akan beragam khasiat yang dimilikinya. Tanaman ini sangat cocok tumbuh pada iklim tropis Indonesia. KWT (Kelompok Wanita Tani) An-Naba’ sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan di Desa Ambarketawang, Sleman berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat melalui budidaya tanaman lokal. Salah satu tanaman yang saat ini digalakkan untuk dibudidayakan adalah lidah buaya. Lidah buaya dipilih karena sangat mudah untuk ditanam dan memiliki beragam manfaat. Saat ini kendala yang masih dihadapi KWT An-Naba’ Desa Ambarketawang adalah sulitnya memasarkan hasil tanaman mereka tersebut. Pelepah lidah buaya hanya dihargai dengan harga yang murah. Salah satu cara untuk membantu meningkatkan daya jual pelepah lidah buaya yaitu dengan mengolah lidah buaya tersebut menjadi berbagai macam olahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Lidah buaya dapat diolah menjadi berbagai macam olahan minuman dan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan anggota KWT An-Naba’ tentang manfaat, kandungan gizi serta potensi lidah buaya serta meningkatkan keterampilan anggota KWT An-Naba’ dalam mengolah lidah buaya menjadi berbagai produk makanan. Produk makanan tersebut diantaranya yaitu teh Aloe vera, nata de Aloe vera, selai Aloe vera dan manisan Aloe vera. Program pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2017 di Balai Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta. Program pengabdian dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan diawali dengan penyuluhan tentang manfaat dan khasiat tanaman lidah buaya kemudian dilanjutkan dengan pelatihan tentang cara pembuatan olahan lidah buaya. Peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pengolahan produk lidah buaya ini diharapkan mampu mendorong kemajuan perekonomian masyarakat dan tumbuhnya industri rumah tangga di Desa Ambarketawang.
PELATIHAN TEKNOLOGI KIMIA TERAPAN PEMBUATAN SABUN CAIR CUCI PIRING, SABUN MANDI HERBAL DAN TEPUNG AMPAS KELAPA IBU-IBU ‘AISYIYAH RANTING PERUMNAS CONDONG CATUR, DEPOK, SLEMAN Siti Salamah; Endah Sulistiawati; Agus Aktawan
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.326

Abstract

Usaha rumah makan skala menengah maupun sederhana berkembang sangat baik di area depok, sleman, yogyakarta dimana yogyakarta merupakan kota pelajar dan kota pariwisata. Banyaknya konsumen yang berasal dari mahasiswa dan wisatawan serta perlu terjaganya kebersihan terutama alat makan sehingga kebutuhan akan sabun cair semakin meningkat. Kebutuhan akan sabun mandi juga mengalami peningkatan terutama dari industri perhotelan dan losmen. Peningkatan kebutuhan akan sabun cair dan sabun mandi ini perlu dipahami oleh warga sekitar khususnya dan mengetahui cara membuatnya, dengan harapan dapat dikembangkan menjadi produksi skala rumah tangga (pemberdayaan ekonomi). Pengabdian masayarakat ini melatih kelompok ibu-ibu ‘Aisyiah perumnas condongcatur, depok. Ibu-ibu diberikan pemahaman tentang teknologi kimia terapan tentang pembuatan sabun cair cuci piring, sabun mandi herbal dan tepung ampas kelapa yang berkualitas. Sabun cair terbuat dari texapon, sodium sulfat, comperland, asam sitrat, EDTA, parfum, propilen glikol dan aquades yang dicampur, diaduk secara perlahan dan kontinyu. Sabun cair yang terbentuk dimasukkan dalam botol-botol. Sabun mandi herbal terdiri dari NaOH, aquades, castor oil, minyak kelapa dan minyak zaitun dimana bahan–bahan tersebut dicampur sesuai prosedurnya. Sabun dibentuk dalam cetakan dan ditunggu hingga 7 hari agar saponifikasi terjadi. Tepung ampas kelapa dibuat dari ampas parutan kelapa yang telah diambil santannya, ampas kelapa tersebut disangrai sampai betul-betul kering lalu diblender sampai halus seperti tepung. Ibu-ibu sangat antusias mengikuti pelatihan yang menghasilkan sabun cuci piring 6 botol (volume 150 ml) dari 1 resep. Sabun mandi herbal, 1 resep bahan menjadi 12 buah sabun dengan ukuran diameter 3 cm. 1 kg kelapa parut akan diperoleh 500 gram tepung ampas kelapa berkualitas. Keywords: Sabun Cair, Sabun Mandi Herbal, Tepung Ampas Kelapa. 
PEMBERDAYAAN PETERNAK SAPI DALAM UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT DI DUKUH PAMOTAN DAN KRETEK BANGUNTAPAN Musfirah Musfirah; Ahmad Faizal Rangkuti; Khoiriyah Isni
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.327

Abstract

Semakin berkembangnya usaha peternakan, limbah yang dihasilkan semakin meningkat. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat maka meningkat pula kebutuhan akan pangan daging sapi. Dukuh Pamotan merupakan salah satu dukuh di Desa Jambidan dengan jumlah peternak sapi yang cukup banyak. Satu kelompok peternak sapi terdiri dari 10 orang peternak sapi dengan jumlah sapi sekitar 25 ekor. Tentunya jumlah ini akan menghasilkan limbah yang berupa kotoran ternak yang cukup banyak. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah kotoran ternak sapi ini dapat menjadi sumber masalah kesehatan di lingkungan Dukuh Pamotan. Hal tersebut didukung oleh letak peternakan yang sangat berdekatan dengan pemukiman warga padat penduduk. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat adalah penyuluhan dan praktek. Hasilnya menunjukkan bahwa kehadiran peserta selama kegiatan 93%. Penilaian pre-post pengetahuan peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan. Peserta terampil menangani limbah ternak dengan cara mengolah limbah ternak menjadi 3 (tiga) produk yaitu pupuk bokashi cair dan padat, serta pakan lele. Kesimpulannya, secara umum berjalan dengan sukses dan baik terbukti dari hasil penilaian oleh peserta berada pada kategori “Sangat Baik”. Peserta memberikan apresiasi dan sambutan yang positif dengan adanya kegiatan pelatihan ini.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LUNGGUH, TEMUWUH, DLINGO DALAM PROGRAM KEWIRAUSAHAAN Nur Ismawati
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i1.328

Abstract

Salah satu permasalahan yang ada di masyarakat Dusun Lungguh, Desa Temuwuh,Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul Yogyakarta adalah kurangnya ilmu dan pengetahuan dalam berwirausaha, padahal wilayah Dusun Lungguh, Desa Temuwuh merupakan wilayah yang mayoritas masyarakatnya sudah home industry. Banyak masyarakat yang kurang mengetahui tentang bagaimana cara berwirausaha yang efektif, efisien dan menguntungkan, bagaimana pemasarannya serta bagaimana harga pemasaran bisa stabil.. Maka program KKN UAD Divisi 13.D.3 difokuskan pada program kewirausahaan. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Dusun Lungguh dalam Program Kewirausahaan. Metode pelaksanaan program KKN meliputi: pendidikan masyarakat, difusi teknologi dan praktek langsung. Dampak dari kegiatan KKN ini adalah: 1) peningkatan ilmu dan pengetahuan masyarakat dalam berwirausaha, 2) terciptanya kreasi dan inovasi baru masyarakat dalam berwirausaha, 3) masyarakat terampil dalam membuat hasil karya.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU-IBU PKK DI DUSUN GULON, NANGSRI DAN CANDI KECAMATAN PUNDONG, BANTUL MELALUI OLAHAN MAKANAN BERBAHAN DASAR MOCAF Isana Arum Primasari
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i1.329

Abstract

Pundong merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Bantul merupakan lokasi pelaksanaan PPM bekerjasama dengan mahasiswa KKN. Potensi wilayah Pundung sangat banyak dan beberapa sudah dimanfaatkan dengan baik oleh warga Pundong. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan melalui program penyuluhan, pelatihan hingga pendampingan kepada warga. Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan tersebut dalam rangka pemanfaatan potensi lokal yang cukup banyak dan belum dipergunakan dengan baik. Program ini juga mendampingi kegiatan keagamaan dalam rangka meningkatkan keimanan dan kenyamanan beribadah ummat. Fokus dari kegiatan ini adalah pada potensi lokal yaitu beras hitam yang diolah menjadi berbagai olahan pangan dan minuman serta masker wajah juga membawakanprogram MPM PP Muhammadiyah dalam hal sosialisasi serta praktek olahan pangan menggunakan tepung Mocaf. Metode pelaksanaan program PPM meliputi: pendidikan masyarakat, difusi teknologi dan praktek langsung. Dampak dari kegiatan program PPM di Dusun Gulon, Dusun Nangsri dan Dusun Candi  Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul dapat diperoleh manfaat: 1)tercipta kesadaran ummat tentang hidup bersih dan sehat , 2) peningkatan pengetahuan warga Pundong tentang pemanfaatan potensi wilayah, 3) masyarakat terampil dalam berbagai program pemanfaat bahan-bahan tidak terpakai, 4) tersedianya taman bacaan di masjid untuk mencerdaskanummat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PUNDUNG, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL PROGRAM INOVASI BARU TEH CELUP WEDANG UWUH Septian Emma
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.330

Abstract

Salah satu permasalahan yang ada di masyarakat Pundung, desa Wukirsari, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul, Yogyakarta yaitu banyaknya pengrajin wedang uwuh namun masih tedapat berbagai macam permasalahan yang harus ditangani, diantaranya belum terdapatnya kelompok usaha pengrajin wedang uwuh, belum memiliki ijin P-IRT, serta kemasan yang masih sangat sederhana sehingga program KKN UAD difokuskan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat Pundung dalam program inovasi baru teh celup wedang uwuh agar dapat meningkatkan harga jual produk wedang uwuh yang dapat meningkatkan taraf kehidupan pengrajin wedang uwuh. Metode pelaksanaan program KKN meliputi: pendidikan masyarakat, difusi teknologi dan praktek langsung. Dampak dari kegiatan KKN ini adalah: 1) Meningkatnya taraf kehidupan masyarakat Desa Wukirsari melalui pemberdayaan masyarakat untuk industri rumah tangga 2) Terciptanya rumah produksi dan kelompok produksi teh celup wedang uwuh yang berkompeten, 3) Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kelompok produksi teh celup wedang uwuh.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK (ANIMASI FLASH) DI SMP MUHAMMADIYAH SE-KOTA WONOSARI KAB. GUNUNGKIDUL Murein Miksa Mardhika; Dwi Normawati
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.331

Abstract

Guru-guru di sekolah menengah tingkat pertama dan atas telah mulai familiar dengan penggunaan media teknologi untuk pengajaran di kelas, seperti contohnya slide Powerpoint atau dokumen Word. Hanya saja, pemanfaatan media teknologi ini belum digali secara lebih mendalam, sehingga penggunaan satu metode yang terlalu lama membuat kegiatan pembelajaran menjadi monoton. Salah satu kemampuan yang belum banyak dikuasai yakni pengaplikasian animasi Flash untuk membantu mereka menciptakan media belajar yang interaktif untuk diajarkan kepada siswa di kelas. Kegiatan pelatihan ini menerapkan metode gabungan dari tiga komponen metode pelaksanaan yang ditawarkan, dimana pada kegiatan pelatihan yang diadakan, terjadi pengenalan teknologi baru melalui perangkat lunak untuk membuat media pembelajaran dengan animasi, dan diselenggarakan sebagai media guru untuk mendidik siswa saat kegiatan belajar mengajar di kelas. Di bagian akhir pelaksanaan, peserta diminta untuk mengumpulkan feedback mengenai kegiatan pelatihan yang telah diikuti. Lebih dari 50% peserta yang hadir menyatakan tingkat kepuasan yang baik terhadap materi, pelaksana, dan kemanfaatan karya yang telah mereka hasilkan. Kata kunci : Media Pembelajaran, TIK, Pendidikan, Animasi, Flash. 
PENGOLAHAN JAHE MENJADI SERBUK INSTAN DAN PEMBUATAN NUGGET BERBAHAN DASAR TEMPE SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN KAUM WANITA UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA KARANGGONDANG, PABELAN, SEMARANG Tri Budiyanto
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i1.332

Abstract

Permasalahan yang ditemukan terkait dengan perekonomian di Desa Karanggondang, Kecamatan Pabelan adalah kurang terciptanya ekonomi kreatif dengan memperhatikan potensi alam, tidak adanya program pelatihan dari pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif serta kurangnya pengetahuan kaum wanita dalam memanfaatkan keterampilan yang dimiliki, oleh karena itu KKN UAD menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan sebagai upaya pemberdayaan kaum wanita untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Dampak dari kegiatan KKN di lokasi ini adalah : 1) terwujudnya kesadaran akan pentingnya berwirausaha untuk meningkatkan perekonomian keluarga pada khususnya dan masyarakat pada umumnya 2) memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan salah satu potensi yang ada di Desa Karanggondang yaitu jahe 3) kaum wanita di Desa Karanggondang paham dan terampil dalam merintis usaha pembuatan serbuk jahe instan dan nugget tempe.
KAJIAN KESEHATAN REPRODUKSI BENCANA DAN IDENTIFIKASI ANCAMAN, KAPASITAS, SERTA KERENTANAN BENCANA GEMPA BUMI DI DESA POTORONO, KECAMATAN BANGUNTAPAN, KABUPATEN BANTUL, DIY Fitriana Putri Utami; Oktomi Putri Wijaya
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.334

Abstract

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kerentanan terhadap ancaman bencana alam. Ancaman terbesar adalah gempa bumi dan letusan gunung berapi. Semua orang yang hidup dalam situasi darurat bencana berhak atas kesehatan termasuk kesehatan reproduksi. Pencegahan terjadinya risiko kerugian yang tinggi akibat bencana baik dalam sektor kesehatan maupun sektor lainnya dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi risiko bencana. Identifikasi risiko bencana ini terdiri dari identifikasi ancaman bencana, kerentanan bencana, dan kapasitas bencana di tingkat desa. Kajian kesehatan reproduksi bencana disampaikan dengan metode penyuluhan disertai diskusi interaktif. Identifikasi ancaman, kapasitas, dan kerentanan bencana menggunakan metode partisipatory. Peserta dipilih secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif.  Peserta menyebutkan bahwa permasalahan kesehatan reproduksi yang dapat terjadi meliputi perasalahan kesehatan ibu dan anak, pelecehan seksual, dan penularan penyakit seksual yang diakibatkan oleh keadaan sarana prasarana pengungsian yang minim. Berdasarkan hasil identifikasi diketahui bahwa ancaman bencana gempa dapat menimbulkan kerentanan pada manusia khususnya bayi, anak-anak, lansia, dan penyandang cacat berupa luka sedang hingga kematian. Kerentanan pada infrastruktur berupa robohnya bangunan akibat struktur yang tidak kuat. Kapasitas bencana yang dimiliki desa berupa adanya forum kebencanaan dan pelatihan serta simulasi bencana yang mendukung adanya infrastruktur siaga bencana. Ancaman gempa bumi dapat menimbulkan kerugian pada asset berisiko desa yang berupa manusia dan infrastruktur, namun pihak desa telah memiliki kapasitas / kekuatan pada seluruh aspek berisiko tersebut untuk meminimalisir kerugian yang muncul. Diharapkan aparat desa dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan melakukan pemetaan risiko bencana desa secara berkesinabungan.