Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat
Jurnal ini memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan pada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN oleh mahasiswa. Selanjutnya, cakupan jurnalnya bisa dari berbagai bidang keilmuan, yang dapat memberikan banyak manfaat buat masyarakat.
Articles
622 Documents
Improving accountability of village funds through village financial management based on government accounting standards
Ida Rosnidah;
Arinal Muna;
Ayatulloh Michael Musyaffi;
Nelia Fariani
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v5i1.1957
The government organizes the village fund within the framework of fulfilling the ideals of the Indonesian people, namely the existence of equal distribution in each region. The amount of village funds requires the village government to make transparent financial reporting. However, not all village governments are able to manage village funds properly. So, this dedication is to help the village government make and request financial reports according to the standards. This activity is carried out within a period of 2 months with several meetings. Each participant will be guided to be able to manage finances so that they can be requested. The object of this research is the village head, village secretary, finance department, and treasurer in Battembat village, Tengah Tani sub-district, Cirebon. The results of this study it is known that the finance department has been able to make financial records both manually and in systems. Financial information in the financial process into financial reports is sufficient for decision-making material. According to information, this finance section has also been adapted to the Siskeudes application which is also supported by the program section.
PENINGKATAN PENGETAHUAN RUMAH SEHAT DENGAN METODE CERAMAH DAN LEAFLET DI DUSUN MODALAN
Tri Wahyuni Sukesi;
Isna Rahma Maurizka;
Ratih Dian Pratiwi;
Mir Vindahati Kahar;
Dyah Ayu Puspita Sari;
Nur Safani Indriani;
Santi Santi
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1961
Rumah merupakan lingkungan yang paling dekat masyarakat. Rumah yang tidak sehat dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan kesehatan bagi penghuninya. Dusun Modalan Desa Banguntapan RT 8 dan RT 9 masih terdapat rumah yang belum memenuhi kriteria rumah sehat. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai rumah sehat untuk meningkatkan kesehatan rumah sehingga penyakit berbasis lingkungan rumah dapat dikurangi. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan pada pengabdian masyarakat ini yaitu dengan ceramah dan leaflet. Materi yang disajikan berkaitan dengan rumah sehat seperti indikator rumah sehat dan penyakit yang ditimbulkan bila rumah tidak sehat. Pembagian leaflet kepada peserta yang hadir pada saat intervensi terdiri dari tiga tema yaitu rumah sehat, sumber air bersih dan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah warga masyarakat di  Dusun Modalan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar, masyarakat memberikan respon yang positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Masyarakat berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
PENINGKATAN KEPEMILIKAN RUMAH SEHAT DI RT 01 DAN 03 DUSUN MODALAN KECAMATAN BANGUNTAPAN BANTUL
Dyah suryani;
Shebilla Meiky Putri;
Fita Nahdiyani;
Encik Suci Dwi Ramadini;
Nadya Trisna Gumelar Rizki;
Ermila Nur Fadila;
Dewi Mustika Khoirun Nisa
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1963
A healthy home is a place of shelter, rest, and as a media for family coaching so that all family members can work productively. The condition of a healthy home is important, because an unhealthy home can have an impact on the health of its inhabitants. Indirectly an unhealthy house can increase the risk of occupants experiencing various diseases. The purpose of this activity is to describe healthy house ownership and appropriate intervention methods in RT 01 and 03 of Modalan Hamlet in Bantuntapan, Bantul. The intervention method used was education using leaflet media counseling about healthy homes. Observation results illustrate that the low level of healthy home ownership in RT 01 and 03 Modalan Hamlet. There were only 30 healthy houses out of 108 houses that were observed. The provision of interventions by counseling and giving leaflets about healthy homes cannot be measured simultaneously to see an increase in the number of healthy home ownership. Interventions must be carried out on an ongoing basis with the help of related sector approaches such as the village government, the Puskesmas and the local Health Office.
EDUKASI TENTANG AKTIVITAS FISIK DAN MAKAN BERANEKA RAGAM UNTUK HIDUP LEBIH SEHAT
Lina Handayani;
Andi Jefry Meirandika;
Hajijah Apriyanti;
Annisa Qurrotul Aeni;
Risti Evi Yuniastuti;
Anne Dian Nugrahani;
Fajar Adjie Prasetyo
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i3.1964
Aktivitas fisik merupakan suatu kegiatan menggerakkan anggota tubuh supaya lebih sehat. Aktivitas fisik sangat perlu dilakukan oleh mayarakat, karena dengan melakukan aktivitas fisik dapat meminimalisir terjadinya penyakit. Akan tetapi, saat ini masih banyak masyarakat yang belum sadar mengenai pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan. Melihat pentingnya aktivitas fisik untuk kesehatan tersebut sangatlah perlu dilakukan oleh masyarakat. Rendahnya kegiatan aktivitas fisik apabila terus dibiarkan, akan menjadi masalah yang harus segera ditanggulangi. Makan beraneka ragam merupakan pemenuhan zat gizi untuk bisa terpenuhinya sumber zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur. Makanan yang beragam menggunakan berbagai jenis bahan makanan yang dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan. Oleh karena itu, masih perlu adanya edukasi kepada masyarakat untuk menanggulangi permasalahan tentang aktivitas fisik dan makan beraneka ragam. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi program kesehatan kepada masyarakat tentang aktivitas fisik dan makan beraneka ragam supaya hidup menjadi lebih sehat. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah berupa kegiatan penyuluhan (diskusi dan tanya jawab), kegiatan senam, serta kegiatan pemasangan spanduk. Hasil dari pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan berjalan dengan lancar dan baik. Ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan tersebut mempunyai antusias yang tinggi serta sangat aktif dalam mengikuti program yang telah dilakukan. Dengan adanya program pengabdian masyarakat masyarakat menjadi lebih mengetahui akan pentingnya aktivitas fisik dan makan beraneka ragam.
PEMICUAN STBM PILAR CTPS PADA MASYARAKAT DI DUSUN PRINGGOLAYAN
Musfirah Musfirah;
Gita Rosa Damayanti;
Nia Octa Wardani;
Miftahul Zannah Cahyani Putri;
Sheila Savitri;
Afifah Nur Salsabila;
Aulia Puspa Arini Basyaroh
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1965
Pembangunan kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Saat ini pemerintah dengan gencar mensosialisasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat pada pilar II di RT 03 dan RT 11 Dusun Pringgolayan belum tercapai dengan baik. Pelaksaaan pilar II sebanyak 114 KK dari 139 KK (82%). Kurangnya pengetahuan tentang cara cuci tangan dengan benar adalah faktor utama tidak terlaksananya pilar II yaitu Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Tanpa disadari perilaku tersebut bisa menyebabkan timbulnya penyakit berbasis kesehatan lingkungan seperti diare. Kasus diare terdapat di RT 03 maupun RT 11. Untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan yang lebih luas maka dilakukan kegiatan PPM ini. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi mengenai cara cuci tangan dengan benar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan berupa pemasangan media promosi kesehatan berupa banner. Hasil dari kegiatan tersebut adalah adanya perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan dan dampaknya yaitu warga menjadi lebih paham mengenai pilar II STBM yaitu mengetahui cara cuci tangan dengan benar dan mengetahui penyakit berbasis kesehatan lingkungan yang mudah terjadi akibat dari higiene dan sanitasi yang buruk. Bahkan CTPS sebagai langkah mitigasi sederhana dalam mencegah penularan Virus Covid-19 atau dikenal korona yang merebak di Indonesia saat ini.
EDUKASI ALAT KONTRASEPSI GUNA MENINGKATKAN KEIKUTSERTAAN KELUARGA BERENCANA DI DUSUN MODALAN KECAMATAN BANGUNTAPAN BANTUL D.I YOGYAKARTA
Fitriana Putri Utami;
Lukyana Dinar Puspita;
Ninda Mira Dania;
Wulida Andri Astuti;
Najwa Hasna Nida;
Sitti Nuhra
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1968
Keluarga Berencana merupakan upaya pelayanan preventif yang paling mendasar untuk mencegah morbiditas dan mortalitas ibu. Banyak PUS mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaktahuan mereka untuk menentukan pilihan yang tepat sesuai dengan usia, jumlah anak, dan juga efek samping yang ditimbulkan. Pendataan yang telah dilakukan pada 247 Pasangan Usia Subur (PUS) di Dusun Modalan tepatnya RT 1-4 diketahui bahwa permasalahan terkait kesehatan reproduksi terbesar yaitu ketidakikutsertaan PUS pada program KB yang disebabkan oleh rendahnya pengetahuan mengenai KB. Metode pelatihan yang dilaksanakan adalah pemberian materi edukasi mengenai metode kontrasepsi tradisonal, modern jangka pendek, dan modern jangka panjang. Metode yang digunakan berupa presentasi disertai diskusi tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 22-23 Februari 2020 total selama 150 menit. Kegiatan melibatkan peserta wanita usia subur dari PKK Apsari Dusun Modalan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, D.I Yogyakarta. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta terkait alat kontrasepsi. Terlihat dari kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan fasilitator pada setiap sesi. Dalam kegiatan ini terlihat para peserta antusias dalam bertanya tentang materi yang disampaikan serta menceritakan pengalaman mereka dalam menggunakan alat kontrasepsi.
UPAYA PEMBERDAYAAN PENINGKATAN RUMAH SEHAT DI DUSUN PRINGGOLAYAN KECAMATAN BANGUNTAPAN TAHUN 2020
Muchsin Maulana;
Deta Yuliana;
Irma Listari;
Nurul Fadhila;
Ranissa Aulia;
Syfa Alifah Rahma;
Teti Hestiyani
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1970
The house is a basic human need to live and as a means of interaction between fellow residents and even the environment. Community life of RT 04 and 07 Pringgolayan village are still very simple. So that it affects the awareness of environmental health, especially in managing and maintaining the hygiene of each resident's home. There are still many houses that do not open windows every day and there are wigglers in the bathtub. Therefore, further education is needed at the family level on how to keep the house healthy. The purpose of this activity is to provide education about the efforts that can be made to improve healthy homes. The method used is through counseling about efforts to improve healthy homes and by distributing leaflets to each resident's home. The target are PKK women RT 04 and 07 Pringgolayan village. When the activity is carried out, mothers can actively participate and capture the education that has been delivered. The impact obtained is that PKK women can increase knowledge and increase awareness to make their homes healthy.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM AKTIVITAS FISIK DAN KELUARGA SADAR GIZI GUNA MEWUJUDKAN GERAKAN MAYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)
Khoiriyah Isni;
Zahrotul Aini;
Andrei Phamuji;
Ukhtika Zulfa Nafila;
Desty Pratiwi;
Nunky Eltanin Mala Mala;
Alfi Syahri Ramadhan;
Ferry Nandito Dela Vega
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1971
Di daerah dusun Pelemwulung banyak masyarakat yang belum melakukan aktivitas fisik dan masih banyak masyarakatnya yang belum mengonsumsi suplemen gizi karena masyarakat kurang tahu fungsi dari aktivitas fisik dan mengonsumsi suplemen gizi bagi keluarga.Tujuan kegiatan ini untuk pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk menginisiasi dan  memberdayakan  masyarakat dalam mewujudkan PHBS dan kadarzi melalui kegiatan aktivitas fisik. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat ini dengan adanya MMD dan dilanjutkan dengan melakukan intervensi berupa senam pagi. Pada hasil intervensi didapatkan hasil yaitu: masyarakat yang masih belum sadar pentingnya melakukan aktifitas fisik. Hasil yang didapat dari aktivitas fisik bahwa tidak terdapat korelasi atau nilai p-value 0,52 (p > 0,05) yang bermakna antara pengetahuan dan perilaku artinya semakin tinggi pengetahuan maka perilaku dalam melakukan aktifitas fisik rendah. Sedangkan untuk KADARZI bahwa terdapat korelasi dengan nilai p-value 0,032 (p < 0,05) yang bermakna antara pengetahuan dan perilaku tentang KADARZI artinya semakin tinggi pengetahuan tentang KADARZI maka semakin tinggi pula perilaku KADARZI. Kesimpulan kegiatan yang dilakukan di Dusun Pelemwulung yaitu terkait dengan melakukan aktivitas fisik, dengan mengadakan kegiatan senam sehat bagi seluruh masyarakat di Dusun Pelemwulung guna tercapainya penerapan PHBS dan KADARZI dan sarannya yaitu menanamkan tingkat kesadaran dalam melakukan aktifitas fisik dan KADARZI.
PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN DENGAN PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH DI DESA SUMBERMULYO KECAMATAN BAMBANGLIPURO
Surahma Asti Mulasari;
Mohammad Bayu;
Aulya Inaz
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1972
Bambanglipuro sub-district is a sub-district in the lowlands. The Capital District is 22 meters above sea level. Distance of the Capital District to the Government Center (Capital) of Bantul Regency is 10 Km. Bambanglipuro sub-district has a climate like a low-lying area in the tropics with hot weather as its trademark. The highest temperature recorded in Bambanglipuro sub-district is 31ºC with the lowest temperature of 23ºC. The area stretch in Bambanglipuro sub-district is 99.5% in the form of flat to choppy areas and 0.5% in the form of choppy to hilly areas. The purpose of this service was to create a community of Sumbermulyo Village, Bambanglipuro sub-district who is independent, especially in terms of waste management and to improve the economy of Sumbermulyo Village, Bambanglipuro sub-district through the results of waste management in the environment. The method used in this service is through counseling and training on waste management located in Sumbermulyo Village, Bambanglipuro sub-district in February 2020 with a predetermined date. Community service has been carried out well and smoothly. Sumbermulyo Village Community Bambanglipuro sub-district shows a positive response and plays an active role in all the activities carried out. The community wants that there is further guidance, especially in the field of waste management so that community empowerment can run optimally Â
EDUKASI PHBS DAN GERMAS SEBAGAI UPAYA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT LEPTOSPIROSIS
Khoiriyah Isni;
Melati Kusuma Wardhani;
Febri Ernia;
Shabrina Amalia Dianty
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1973
International Leptospirosis Society menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara yang memiliki insiden leptospirosis tertinggi. Kasus leptospirosis terjadi di daerah Gunungkidul selama lima tahun berturut-turut. Pada awal tahun 2019 terdapat 2 kasus leptospirosis, terdapat satu orang yang mengalami keterlambatan dalam memperoleh tindakan medis yang pada akhirnya meninggal dunia. Penyakit leptospirosis sudah sering terjadi namun masih banyak warga yang kurang memperhatikan gejala dan faktor-faktor resiko terjadinya penyakit ini. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahua dan kesadaran masyarakat terkait dengan upaya pencegahan penyakit leptospirosis, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pemberian edukasi terkait dengan penyakit leptospirosis dan GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat), tanya jawab, dan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan dengan melibatkan warga dari tiga dusun di Kelurahan Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta. Secara umum, dalam kegiatan ini warga sangat berpartisipasi aktif melalui tanya jawab dan studi kasus. Harapannya dari kegiatan ini pengetahuan dan kesadaran masyarakat semakin meningkat mengenai penyakit leptospirosis dan dapat menerapkan PHBS serta GERMAS di kehidupan sehari-hari, sehingga dapat berkontribusi dalam menekan angka penyakit leptospirosis dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.