Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat
Jurnal ini memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan pada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN oleh mahasiswa. Selanjutnya, cakupan jurnalnya bisa dari berbagai bidang keilmuan, yang dapat memberikan banyak manfaat buat masyarakat.
Articles
622 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN BAHAYA PEMBAKARAN SAMPAH DI DUSUN JERUK LEGI KATONGAN NGLIPAR GUNUNGKIDUL
Muchsin Maulana;
Dina Desian;
Rina Oktafia;
Violita Apriliyani Dintasari;
Jihan Nur Rahayuningsih;
Mustika Rahayu;
Ifdahlia Ifdahlia;
Ilza Khairani;
Jefri Oktaviano Rofa
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1415
Masih rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah yang salah. Oleh karena itu kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan terhadap pengelolaan sampah sangatlah penting agar masyarakat memiliki pengetahuan terhadap pengelolaan sampah. Setiap jenis sampah memiliki cara pengelolaan yang berbeda-beda yang disebabkan bedanya unsur yang terdapat pada sampah tersebut. Permasalahan di dusun Jeruk Legi Katongan Nglipar Gunung Kidul masih banyaknya masyarakat melakukan pengelolaan terhadap sampah dengan cara dibakar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang baik dan benar agar tidak mencemari lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan pengisian kuesioner untuk mengetahui permasalahan di dusun Jeruk Legi Katongan Nglipar Gunung Kidul setelahnya dilakukan diskusi bersama masyrakat setempat untuk menyampaikan permasalahan yang didapat. Setelah diskusi disetujui bahwa masalah terkait pengelolaan sampah yang menjadi masalah utama setelahnya dilakukan penyuluhuan terkait bahaya pembakaran sampah yang dilanjutkan dengan tanya jawab dengan masyarakat terkait masalah yang ada.
PENINGKATAN PERAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULER DENGAN JAKARTA KARDIOVASKULER SKOR
Martiningsih Martiningsih;
Ade Wulandari
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1431
Penyakit kardiovaskular (PKV) adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah yang dapat dicegah terutama pada kelompok berisiko. Pencegahan perilaku berisiko dan merubahnya menjadi perilaku yang menunjang kesehatan melalui edukasi menjadi penting dalam upaya preventif jangka panjang yang terus berkelanjutan dan bersinergi dengan program yang menunjang kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi deteksi dini risiko PKV bagi kader kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Penapali Kecamatan Woha Kabupaten Bima-NTB pada 19 kader kesehatan, pada hari Sabtu-Minggu, tanggal 26-27 Oktober 2019 berupa penyuluhan kesehatan tentang deteksi dini risiko penyakit kardiovaskuler menggunakan Jakarta kardiovaskuler skor (JKS) melalui media leaflet dilanjutkan demonstrasi pengukuran tekanan darah,tinggi badan, berat badan dan menghitung indeks massa tubuh serta diskusi penggunaan JKS untuk mengetahui besarnya risiko PKV. Karakteristik kader kesehatan yang mengikuti kegiatan penyuluhan semuanya adalah perempuan, pada kelompok usia 21 – 45 tahun. Penilaian risiko pada kader kesehatan menunjukkan hasil semua peserta dapat melakukan pengukuran dan hasil penilaian dengan JKS pada kelompok kader menunjukkan 100%  kader pada kelompok risiko rendah PKV namun temuan lain mengindikasikan bahwa faktor risiko terbanyak adalah pada indeks massa tubuh melebihi normal (overweigh dan obesitas 55,6%). Kedepannya peran kader perlu ditingkatkan melalui kelas edukasi dan program edukasi  berkelanjutan.
EDUKASI KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT DUSUN GENTUNGAN, DESA KEDUNGPOH, KECAMATAN NGLIPAR, KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Ratu Matahari;
Sari Andini;
Della Septyani
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1469
Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Penyakit Menular (PM) masih menjadi permasalahan kesehatan baik di level nasional maupun regional. Beberapa penyakit tidak menular diantaranya adalah stroke, hipertensi, dan kanker. Sedangkan penyakit menular yang banyak terjadi adalah TB, diare, demam berdarah dengue, leptospirosis, dan juga penyakit menular seksual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kelompok mitra terkait cara pencegahan penyakit tidak menular dan penyakit menular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 24-25 Februari 2019. Metode edukasi yang dilakukan pada kegiatan ini berupa penyuluhan terhadap kelompok mitra yaitu kelompok PKK. Hasil proses edukasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengetahuan kelompok mitra terkait penyakit tidak menular dan menular meningkat pasca diberikan intervensi teoritis.
UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KECAMATAN JETIS, YOGYAKARTA
Khoiriyah Isni;
Fairuz Fantika;
Novia Anggrahini Saputri;
Eva Lestari
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1520
Permasalahan kesehatan reproduksi remaja masih menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, tidak terkecuali pada remaja di Kelurahan Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta. Tingginya aktivitas dan mobilitas remaja di daerah perkotaan membuat remaja kurang mendapatkan informasi kesehatan reproduksi remaja dengan tepat. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja terkait masalah kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi kesehatan reproduksi remaja, bermain peran (role play), dan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan selama dua bulan dengan melibatkan 56 remaja di Kelurahan Cokrodiningratan. Partisipasi aktif para remaja sangat jelas terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Harapannya kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga dapat berkontribusi dalam menekan angka kasus permasalahan kesehatan reproduksi remaja.
EDUKASI MENOPAUSE DAN ANDROPAUSE GUNA MEWUJUDKAN LANSIA SEHAT DAN PRODUKTIF DI KELURAHAN COKRODININGRATAN KECAMATAN JETIS YOGYAKARTA
Fitriana Putri Utami;
Rizaldy Udin;
Risqi Fitriyadi Rizal Pratama;
Aditya Nugroho
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1526
Peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) diproyeksikan akan terus berlangsung, sehingga mengakibatkan peningkatan jumlah orang lanjut usia (lansia) pada masa mendatang. Masa lanjut usia ditandai dengan adanya menopause pada seorang wanita dan andropause pada pria. Masa ini sering disertai dengan adanya keluhan atau gangguan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan-keluhan tersebut dapat diatasi dengan adanya persiapan fisik dan psikis menjelang lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai menopause dan andropause bagi lansia dan pra-lansia di RW 03, 04, dan 05 di Kelurahan Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta yang dilaksanakan selama tiga hari pada bulan November 2019, menggunakan metode penyuluhan dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan edukasi ini terlihat peserta kegiatan antusias dalam bertanya tentang materi yang disampaikan dan aktif menceritakan kisah mereka saat awal memasuki masa menopause dan andropause. Reaksi seseorang berupa suka atau tidak suka pada materi yang diterima merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam pembentukan sikap akibat adanya kegiatan pendidikan dan pelatihan.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERPADU DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS MASJID DI KOTA YOGYAKARTA
Akrom Akrom;
Malya Veda Rosenna;
Irawan Sukma;
Ahmad Turmudzi;
Muhammad Irza Ghifary;
Bimo Eka Yudha Saputra;
Veniati Veniati;
Nur Rizky Amalia;
Dini Novi Endah Sari;
Ade Permatasari
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1536
Telah dilakukan usaha pemberdayaan masyarakat dalam bentuk edukasi kesehatan reproduksi (KR) padakelompok dewasa dan lansia oleh Tim Pelaksana di RW 6, Cokrodiningratan, Yogyakarta. Tujuan dari programpemberdayaan adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan ketrampilan berperilaku sesuai KR yang baikpada masyarakat kelompok sasaran. Pelaksanaan program pemberdayaan dilakukan selama 2 bulan. Sebagaipusat aktivitas program pemberdayaan berlokasi di Masjid Nurul Iman Jetisharjo. Aktivitas pemberdayaanmenggunakan beberapa pendekatan sesuai target. Tim Pelaksana pemberdayaan adalah dosen bersamamahasiswa yang telah mendapatkan pelatihan dan modul materi pemberdayaan. Tahapan pelaksanaan programpemberdayaan adalah persiapan, perencanaan dan pelaksanaan. Telah dilakukan 6 kegiatan edukasi KR.Ceramah umum dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW berisi tentang pola asuh anak berdasar jeniskelamin dan peran keluarga sebagai sarana pencegahan penyimpangan perilaku seksual. Kegiatan sapa anakkost telah digunakan untuk melakukan penyuluhan kelompok tentangKR bagi para warga kost. Kegiatanpelatihan berbasis kasus, role play serta cerdas cermat sebagai upaya meningkatkan pengetahuan danketrampilan pencegahan kekerasan seksual. Penyuluhan pada kegiatan senam lansia tentang pencegahanosteoporosis. Berdasarkan serangkaian program edukasi KR ini telah menumbuhkan kesadaran tentangpentingnya edukasi KR secara benar, pentingnya agama dan masjid sebagai basis pencegahan perilaku seksualmenyimpang.
Pelatihan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3), Service Excellent, Serta Pengelolaan Sanitasi Lingkungan Tempat Wisata Desa Caturharjo, Pandak, Kabupaten Bantul
Surahma asti mulasari;
Annisa Nurul Izza;
Masruddin Masruddin;
Farisa Hidayatullah;
Franciscus De P.B.M.A;
Astry Axmalia
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1674
The purpose of empowerment program is to make community ready to as a tourist destinations nature and culture while maintaining the value health , the community be able to apply occupational health and safety ( K3 ) And visitors to theofficers and The community can provide the best services in fulfilling the needs and expectations of tourists. The society such as the target counseling consisting of cadres, youth and Pokdarwis. Counseling and training done by using the method Lectures , the screening of video , follow up of the discussion as well as filling out of the questionnaires pre-post test About public knowledge that deals with tourism activities to be built by caturharjo village. The impact of this activity is to the local community and the village administration who want to embodying a tourist village this is Having knowledge of occupational health and safety In the tourism, So that the community or the management tours can give first aid and education to visitors when the accident on a visitor or a disaster happened.
REINFORCEMENT PENDIDIKAN KARAKTER PADA MODUL BAHASA INDONESIA BERBASIS BUDAYA LOKAL TANA LUWU
Mahadin Shaleh;
mirnawati mirnawati
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1697
Pada proses pembelajaran bahasa Indonesia, guru terkadang hanya memanfaatkan bahan ajar dari  penerbit. Materi dalam bahan ajar yang disajikan dalam bahan ajar tersebut biasanya sudah dianggap jenuh oleh siswa. Berkaitan dengan pendidikan karakter, aspek sosiologis dan budaya lokal merupakan variabel yang turut menentukan. Oleh karena itu, diperlukan upaya berupa reinforcement (penguatan) pendidikan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Palopo dengan menggunakan dua metode yaitu pelatihan dan pendampingan. Produk hasil kegiatan berupa modul pembelajaran mulai dari kelas X hingga kelas XII. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara bertahap dari bulan Juli dan berakhir bulan pada bulan Nopember 2019. Simpulan dari hasil kegiatan ini adalah (a) Guru- guru peserta pelatihan dan pendampingan memiliki tambahan pengetahuan dan wawasan terkait dengan pendidikan karakter berbasis budaya lokal dan mendapatkan pengetahuan tentang penelitian pengembangan (R&D) khususnya model Four D yang digunakan dalam mengembangkan modul pembelajaran; (b) Guru-guru peserta pelatihan dan pendampingan telah mampu menghasilkan produk bahan ajar berupa modul bahasa Indonesia di setiap kelas. Modul tersebut telah melewati proses validasi hingga uji kefektifan dan kepraktisan. Salah satu nilai tambah dalam kegiatan penguatan pendidikan karakter ini adalah integrasi budaya lokal Tana Luwu. Jadi karakter luhur dari budaya leluhur Tana Luwu ini dijadikan muatan materi dalam pembelajaran. Di satu sisi, pendidikan karakter sebagaimana menjadi program pemerintah telah berjalan, di sisi lain peserta didik juga mempelajari budayanya sendiri sehingga jati diri sebagai ‘Wija to Luwu’ tetap melekat dalam jiwa dan karakternya.
PELATIHAN VERTICAL GARDEN DALAM OPTIMALISASI LORONG SAYUR DI LAHAN SEMPIT KECAMATAN NGAMPILAN YOGYAKARTA
Inggita Utami;
Yeni Elisthatiana;
Zulfa Mustaghfiroh;
Vera Yunita
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1764
Pembangunan di perkotaan berdampak pada semakin sempitnya lahan pertahan maupun lahan pekarangan, sehingga diperlukan inovasi urban farming untuk bercocok tanam di lahan yang sempit. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pembuatan vertical garden kepada warga Kelurahan Notoprajan Kecamatan Ngampilan Yogyakarta untuk mengoptimalkan lorong sayur di lahan sempit. Kegiatan ini diawali dengan pemberian edukasi dan pelatihan kepada ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) dan perwakilan RW (Rukun Warga) dan diakhiri dengan perlombaan kreasi vertical garden di tingkat kecamatan. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan kader-kader lorong sayur dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) yang berada di wilayah Kecamatan Ngampilan. Hasil dari pelatihan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan, keahlian dan partisipasi warga dalam mengolah bahan bekas, seperti botol bekas, helm bekas, pelek sepeda bekas, spanduk bekas menjadi wadah pot yang tersusun vertikal, tertatanya kembali lorong sayur disetiap lahan sempit RT 1 hingga RT 20, serta terpilihnya perwakilan lorong sayur di RW 2 sebagai pemenang juara 1 ditingkat kecamatan. Â
PEMBERDAYAAN KADER DALAM EMERGENCY FIRST AID PENANGANAN HENTI JANTUNG KORBAN TENGGELAM PADA WILAYAH PERSISIR TARAKAN
Maria Imaculata Ose;
Hendy Lesmana;
Dewy Haryanti Parman;
Ramdya Akbar Tukan
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1818
Penduduk yang berdomisili di daerah pesisir mayoritas bepekerjaan sebagai nelayan yang memiliki resiko tenggelam. Selain itu pantai menjadi tujuan wisata lokal yang cukup sering dikunjungi. Melihat dari situasi resiko tinggi kegawatdaruratan terjadinya tenggelam dan henti jantung. Keterlambatan penanganan dalam 10 menit menyebabkan kondisi iskemia pada jaringan otak menyebabkan kegagalan sirkulasi jantung yang dapat menyebabkan kematian. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan pertama pada korban henti jantung maupun tenggelam. Pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan kader kesehatan dalam penanganan henti jantung dan korban tenggelam dalam lingkungan wilayah persisir Kota Tarakan menjadi sangat penting. Emergency First Aid Course merupakan kegiatan pelatihan dalam penanganan bantuan hidup dasar. Tujuan dilakukan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan penanganan pertama pada penangganan tenggelam maupun korban henti jantung. Kegiatan ini meliputi pemberian materi dan pelatihan penangan bantuan hidup pada pasien henti jantung maupun tenggelam dan dalam kegiatan ini akan disusun sebuah modul yang dapat menjadi sumber informasi bagi kader dan masyarakat sekitar persisir Kota Tarakan.