cover
Contact Name
nuryani
Contact Email
nuryanigz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
gjph.ug@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Gorontalo Journal of Public Health
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26145057     EISSN : 26145065     DOI : https://doi.org/10.32662/gjph.v6i1.3035
Core Subject : Health,
Gorontalo Journal of Public Health (GJPH) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo. GJPH terbit dua kali dalam setahun yakni pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian dengan fokus dan Scope meliputi: 1. Epidemiologi; 2. Biostatistik; 3. Pendidikan dan Promosi Kesehatan; 4. Kesehatan Lingkungan; 5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja; 6. Administrasi Kebijakan Kesehatan; 7. Manajemen Rumah Sakit; 8. Gizi Kesehatan Masyarakat; 9. Kesehatan Reproduksi
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024" : 5 Documents clear
Karakteristik dan Usia Menarche pada Remaja Putri Rahmawati, Rahmawati; Hanapi, Sunarti; Lahasan, Finati
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3419

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun ditengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi. Usia menarche dapat dikatakan normal apabila terjadi pada usia 12-14 tahun. Menarche dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor eksternal seperti cuaca, penyakit kronis, sinar matahari, selain itu faktor pola makan yang tidak sehat, stres atau faktor psikologis juga berperan. Secara khusus, usia menarche diperoleh lebih awal pada anak yang mengalami obesitas. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik dan usia menarche remaja putri dengan metode deskriptif kuantitatif. Responden pada penelitian ini berjumlah 100 orang siswi putri di SMPN 1 Limboto pada tahun 2023. Distribusi responden berdasarkan IMT paling banyak dengan IMT normal sebanyak 80 responden (80%) dan terendah terdapat pada IMT kategori kurus sebanyak 5 responden (5,0%). Sedangkan berdasarkan lingkar lengan atas (LILA) paling banyak terdapat pada LILA ≥23,5 sebanyak 63 responden (63,0%), selanjutnya distribusi berdasarkan pola makan paling banyak pada pola makan baik sebanyak 75 responden (75,0%). Selain itu, responden umumnya mengalami menarche usia ≥12 tahun  sebanyak 45 responden (45%), dan terendah usia 9 tahun sebanyak 3 responden (3,0%), berdasarkan status gizi masih ada kateori gizi kurang/overweight sebanyak 20% dan kategori KEK sebanyak 37%. Kemudian distribusi berdasarkan kebiasaan olahraga/aktivitas fisik paling banyak remaja putri yang tidak melakukan olahraga sebanyak 80 responden (80,0%), sedangkan distribusi berdasarkan istirahat tidur remaja putri yang paling banyak terdapat pada remaja putri dengan istirahat tidur yang baik sebanyak 80 responden (80,0%). Sehingga direkomendasikan pada remaja putri untuk menjaga keseimbangan pola makan dan aktifitas fisik/olahraga
Hubungan Siklus Kemoterapi dengan Fatigue pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi Fazlylawati, Ellyza; Amna, Nurul; Rizki, Muhammad Reza; Pratama, Urip; Syukriadi, Syukriadi
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3881

Abstract

Kanker payudara yang menjalani kemoterapi dapat memberikan dampak bagi pasien yaitu fatigue, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya fatigue diantaranya adalah Siklus Kemoterapi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Siklus Kemoterapi dengan fatigue pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan populasi 341 tahun 2022 dan sampel 153 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dengan menggunakan rumus slovin dan dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner dan Cancer Fatigue Scale (CFS). Data dianalisa menggunakan statistik deskriptif dan Pearson Correlation. Hasil analisis  menunjukkan bahwa Siklus Kemoterapi (P=0,000) berhubungan dengan fatigue pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Fatigue pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi salah satunya disebabkan oleh Siklus Kemoterapi.
Faktor yang berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Tambang Akbar, Hairil; Kaseger, Henny; Fauzan, Moh. Rizki; Mokoginta, Jasira Silvia; Dimkatni, Ni Wayan; Novitasari, Dalia
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3792

Abstract

Gangguan muskuloskeletal berada pada peringkat kedua penyakit penyebab disabilitas di dunia yang diukur berdasarkan tahun produktif yang hilang akibat disabilitas. Provinsi Sulawesi Utara memiliki angka prevalensi penyakit musculoskeletal sebesar 8,35%. Pekerja di tambang emas tradisional sering merasakan keluhan nyeri punggung, bahu, pinggang, karena pekerjaan mereka mengangkat dan mengangkut batu serta aktivitas pekerjaan lain yang mungkin tidak memenuhi standar ergonomis. Menganalisis faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja tambang. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Waktu penelitian dimulai bulan Agustus sampai dengan November 2023. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pekerja tambang emas di Desa Tobongon. Jumlah sampel yang diambil untuk melakukan penelitian ini sebanyak 96 orang pekerja tambang. Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin. Teknik/metode pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel umur dengan keluhan Musculoskeletal Disorders MSDs (p value = 0,000), variabel durasi lama kerja (p value = 0,000), dan variabel masa kerja (p value = 0,000) pada pekerja tambang. Terdapat hubungan antara umur, durasi lama kerja dan masa kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja tambang di Desa Tobongon Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Diharapkan Bagi pihak pemerintah setempat dapat mengadakan sosialiasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada pekerja tambang agar dapat mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Penularan HIV-AIDS pada Populasi Berisiko (Gay, Waria dan LSL) di Kota Gorontalo Hafid, Wahyuni; Paramata, Yeni; H. Mahmud, Sri Ananda Putri
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3790

Abstract

Dalam laporan The United Nations Program on HIV and AIDS salah satu organisasi HIV-AIDS PBB jumlah HIV dari tahun 1950an – 2021 yaitu 84,2 juta orang. Kasus HIV-AIDS  di Provinsi Gorontalo tahun 2023 pada laki-laki mencapai 629 orang. Berdasarkan kelompok cara penularan HIV-AIDS tahun 2023 kasus tertinggi terdapat pada kelompok  cara penularan GWL (Gay, Waria, dan LSL) dengan total 354 orang. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor determinan penularan HIV-AIDS pada populasi berisiko (GWL) di Kota Gorontalo Tahun 2023. Jenis penelitian obsevasional analitik dengan  pendekatan cross-sectional, sampel penelitian yaitu kelompok berisiko (GWL) gay, waria dan LSL  dengan jumlah 211 responden menggunakan teknik total sampling yang dilakukan di  Kota Gorontalo dari bulan Januari – Maret tahun 2024, instrument penelitian yang  digunakan yaitu lembar kuesioner dan datanya dianalisis menggunakan uji chi-square. Pada penelitian ini didapatkan proporsi positif HIV sebanyak 110 (52,1%) responden. Hasil analisis didapatkan bahwa variabel perilaku seksual berisiko (p=0,000) dan penggunaan kondom (p=0,000) merupakan faktor penularan HIV-AIDS pada populasi berisiko (GWL) di Kota Gorontalo. Sedangkan Penggunaan narkoba suntik  tidak memiliki hubungan dengan penularan HIV-AIDS pada populasi berisiko (GWL) di  Kota Gorontalo. Diharapkan bagi kelompok berisiko (GWL) dapat menghindari perilaku seksual berisiko dan  meningkatkan konsistensi penggunaan kondom baik untuk diri sendiri maupun   pasangan atau pelanggan serta rutin melakukan pemeriksaan HIV dengan tidak malas   atau malu untuk pergi ke pelayanan Kesehatan
Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Produksi ASI di Puskesmas Telaga Susianti, Mike; Harismayanti, Harimayanti; Mahmud, Cici Apriliani
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3831

Abstract

Ibu menyusui memerlukan alat kontrasepsi yang aman digunakan selama proses laktasi, namun metode kontrasepsi hormonal terutama yang mengandung estrogen dapat mengakibatkan laktasi menjadi terhambat karena terdapat prolaktin yang dapat berpengaruh terhadap produksi ASI. Penelitian ini bertujuan melihat penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap produksi ASI. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitiatif korelasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi sebanyak 602 responden dengan pengambilan sampel penelitian menggunakan rumus slovin yang berjumlah sebanyak 85 responden, serta pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi hormonal suntik (84,7%), sedangkan pengguna pil hanya 15,3%. Selain itu, mayoritas responden memiliki produksi ASI yang baik (91,8%), sementara 8,2% mengalami produksi ASI yang kurang. Hubungan kontrasepsi hormonal terhadap produksi ASI menunjukkan hasil uji Chi-Square yaitu pvalue = 0,001 atau 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan produksi ASI. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal, terutama pil kombinasi estrogen dan progesteron, berhubungan negatif dengan produksi ASI. Ibu yang menggunakan pil lebih cenderung mengalami masalah dalam produksi ASI, sementara pengguna kontrasepsi suntik yang mengandung progesteron memiliki produksi ASI yang lebih baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5