cover
Contact Name
Kurnia Dwi Artika
Contact Email
kurnia.2a@politala.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
elemenjurnal@politala.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Elemen
ISSN : 24424471     EISSN : 25812661     DOI : -
Jurnal Elemen is a media for publishing scientific articles in the field of mechanical and automotive engineering which are published regularly in June and December each year. All articles presented are the results of research, conceptual ideas and reviews in the field of mechanical and automotive engineering that have never been published before. Jurnal Elemen managed by P3M in the Tanah Laut State Polytechnic has been ISSN, namely the printed version of ISSN 2442-4471 and online version of ISSN 2581-2661, and for now the Elementary journal has been indexed in ISJD (Indonesian Scientific Journal Database) in PDII-LIPI . then it can be indexed and accredited at SINTA, DOAJ and Scopus.
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
PENGARUH KONSUMSI CAMPURAN BAHAN BAKAR PREMIUM DAN NAPTHALENE PADA MOTOR BENSIN SHOGUN 110 CC Adhiela Noer Syaief; Reza Taufiqi Ivana; Thomas Danu Hermanto
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.831 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i1.4

Abstract

Dengan perkembangnya ilmu pengetahuan dunia otomotif di dunia saat ini sangat berpengaruh besar terutama di bidang otomotif. Sementara itu dengan semakin menipisnya cadangan bahan bakar minyak (BBM) yang merupakan bahan bakar fosil yang menurut sifatnya termasuk bahan bakar tak-terbaharukan. penggunaan bahan bakar alternatif menjadi sangat penting dan tidak dapat dihindarkan lagi jika tidak ingin menjadi krisis energi yang serius. Salah satu bahan bakar alternatif yang di maksudkan disini adalah penambahan napthalene pada bahan bakar premium. Hal ini diharapkan bisa mendapatkan konsumsi bahan bakar yang irit. Pada penelitian ini dilakukan berdasarkan penambahan napthalene yang bervariasi, pada saat pengujian menggunakan bahan bakar 20 ml yang dimasukan ketangki buatan setelah dicampur dengan 1,5 sampai 5,5 gram perliternya. Dari hasil konsumsi bahan bakar untuk mengetahui jarak tempuh bahan bakar 20 ml + 4,5 gram napthalene hasil 346 sekon dengan jarak tempuh 17,3 meter.
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PREMIUM DAN PERTALITE TERHADAP EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR EMPAT TAK SATU SILINDER 108 CC Kurnia Dwi Artika; Rudiansyah Rudiansyah
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.828 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.48

Abstract

Kontribusi emisi gas buang sepeda motor sebagai sumber polusi udara sebesar 60–70%, sangat memberipengaruh terhadap kehidupan. Seiring dengan meningkatnya volume kendaraan sepeda motor yang menambah parah permasalahan polusi dan kemacetan baik di desa maupun di ibukota. Salah satu langkah alternative untuk mengatasi permasalahan tingkat polusi udara yaitu dengan menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Meski dari segi harga relatif lebih mahal, namun dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh penggunaan bahan bakar premium dan pertalite terhadap karakteristik dari emisi gas buang yang terkandung (HC, CO, CO2 , λ) dengan menggunakan sepeda Motor Honda Beat 108 cc pada tiga variasi tahun pembuatan yaitu tahun 2010, 2011, dan 2012. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas emisi gas buang pertalite sebesar 18 % lebih baik dari pada penggunaan bahan bakar premium, dan hasil ini masih berada di bawah nilai ambang batas emisi gas buang kendaraan berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2006.
PERANCANGAN DAN OPTIMASI SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK MIKROHIDRO DENGAN DAYA 8.5 KW Rusuminto Rusuminto; Wibowo Paryatmo
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.423 KB) | DOI: 10.34128/je.v2i1.18

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai perancangan dan optimalisasi turbin air dengan memanfaatkan sumber energi air yang mempunyai ketinggian kotor 18 meter dengan beda ketinggian 12,1 meter, sungai tiwingan mempunyai debit 0,33 meter kubik perdetik dengan potensi daya listrik 8,5 Kw. Dari analisa yang didapat diperoleh jenis turbin yang sesuai adalah jenis turbin Crossflow, dipilihnya jenis turbin tersebut dikarenakan ketersedian teknologi secara lokal dan biaya pembuatan yang lebih murah metode yang dipakai adalah menganalisa segitiga kecepatan pada bagian runner turbin dengan memvariasikan sudut alfa, dari sudut alfa 7 derajat sampai dengan 16 derajat dengan mengambil sudut aliran alfa 14 derajat sebagai contoh rancangan. Hasil yang diperoleh dari pengambilan contoh sudut aliran 14 derajat adalah 89.457 Kw
STUDI EKSPERIMEN REDAMAN GETARAN TRANSLASI DAN ROTASI DENGAN PENAMBAHAN DDVA (DUAL DYNAMIC VIBRATION ABSORBER) PADA SISTEM UTAMA 2 DOF Abdul Rohman
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.433 KB) | DOI: 10.34128/je.v5i2.76

Abstract

Getaran yang berlebih pada system konstruksi dari nilai frekuensi alaminya maka system konstruksi tersebut dapat menuju kerusakan sehingga dibutuhkan pencegahan mekanisme yang mampu meredam atau menahan getaran tersebut. Salah satu cara peredaman getaran adalah penggunaan Dynamic Vibration Absorber (DVA). DVA merupakan sistem massa, damper, dan pegas yang ditambahkan pada sistem utama. Jenis peredam ini akan bergerak bersamaan dengan sistem utama sehingga getaran pada sistem utama dapat diredam. Dalam usaha dalam peredaman getaran, suatu modifikasi penggunaan DVA diperlukan. Salah satu modifikasi DVA adalah penggunaan Dual Dynamic Vibration Absorber (DDVA) pada sistem utama. DDVA merupakan dua buah DVA terpisah yang dipasang pada sistem utama dengan jarak tertentu. Pada eksperimen ini mengukur pengaruh penambahan dual DVA terhadap respon getaran translasi dan rotasi pada sistem utama 2-DOF. Dalam pemahaman mengenai fenomena tersebut dibuat model dinamis sistem tanpa penambahan DVA dan sistem dengan penambahan dual DVA. Model dinamis sistem tanpa penambahan DVA digunakan sebagai pembanding terhadap sistem dengan penambahan Dual DVA. Dalam persamaan model dinamis tersebut disimulasikan dengan software Simulink. Pada hasil penelitian eksperimen yang dihasilkan pada redaman arah translasi dan rotasi dapat mereduksi getaran dengan DDVA di rasio frekuensi rata-rata error 2,98 % dan 0,85 %. Pengurangan getaran translasi maksimum untuk rentang frekuensi 0,6219 Hz sampai dengan 1,6611 Hz untuk arah translasi dan 1,585 Hz s.d 4,440 Hz untuk arah rotasi.
RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT PAKAN KAMBING FERMENTASI (I-GITA) Anton Kuswoyo
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.998 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.63

Abstract

Peternakan kambing di Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi cukup besar. Jumlah peternaknya tersebar hampir di seluruh kecamatan. Namun umumnya masih dikelola secara tradisional. Peternak hanya mampu memelihara belasan ekor kambing saja. Hal ini karena kemampuan mencari pakan kambing (rumput) terbatas. Umumnya peternak mencari pakan kambing menggunakan sabit, atau istilahnya ngarit. Ada beberapa sebagian yang memelihara kambing dalam jumlah besar, namun pakannya juga dicari dengan cara ngarit. Kekurangan mencari pakan dengan cara ngarit adalah memerlukan tenaga manusia, dan harus setiap hari ngarit, kerna rumput tidak bisa disimpan berhari-hari. Guna mengatasi hal tersebut, maka perlu teknologi pembuat pakan kambing yang menghasilkan pakan kambing dalam jumlah banyak dan bisa disimpan dalam jangka waktu lama. I-GITA adalah mesin pembuat pakan kambing fermentasi otomatis. Mesin ini berfungsi untuk membuat pakan kambing melalui proses fermentasi, dilengkapi dengan pengatur putaran mixer yang dirancang otomatis. Pakan kambing fermentasi sangat cocok diberikan kepada ternak kambing skala besar. Disamping nilai gizinya tinggi, pakan kambing hasil fermentasi juga dapat disimpan dalam jumlah banyak selama berbulan-bulan. Sehingga peterkan kambing tidak perlu mencari rumput dengan sabit (ngarit) setiap hari. I-GITA menjadi solusi tepat bagi peternak kambing modern. Ternak kambing tanpa ngarit, dan bisa dilakukan secara besar-besaran. Keunggulan I-GITA adalah: Portabel, praktis, ekonomis, dan dapat diproduksi massal.
ANALISA SIX SIGMA PADA PROSES PEMBENGKOKAN (BENDING) MAIN WATER TUBE Adhiela Noer Syaief
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.877 KB) | DOI: 10.34128/je.v3i1.9

Abstract

Kemampuan menggunakan alat ukur untuk mengetahui gambaran proses produksi merupakan keunggulan bagi perusahaan-perusahaan. Apalagi dengan persaingan yang ketat menuntut perusahaan – perusahaan untuk bisa menentukan bahkan meningkatkan kualitas hasil produksinya. Salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengetahui kualitas hasil produksi adalah dengan melakukan analisa SIX SIGMA. Analisa ini dilakukan di PT. INDOMARINE, analisa diawali dengan menetapkan karakteristik kualitas (CTQ), pengukuran variabel (DPMO dan Sigma Level) dan tahapan terakhir adalah perhitungan kemampuan proses (Process Capability).Berdasarkan perhitungan, maka didapatkan nilai DPMO sebesar 37’494 dan sigma level sebesar 3,28 sehingga kemampuan proses dalam ukuran nilai sigma adalah sebesar 3,28 sigma.
PENGARUH POSISI VACUUM GATE TERHADAP MATERIAL TERBUANG PADA PROSES VACUUM ASSISTED TRANSFER MOLDING Rika Dwi Hidayatul; Ahmad Syuhri; Aris Zainul Mutaqqin; Lazuardi Rahmadhani
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.196 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.53

Abstract

Vacuum Assisted Resin Transfer Molding merupakan salah satu metode pembuatan produk dimana resin sebagai matriks dihisap dengan tekanan vacuum didalam cetakan dengan bagging trasparan. Produk dari hasil Vacuum Assisted Resin Transfer Molding lebih tipis, permukan rata, ketebalan sama dan padat dibandingkan dengan metode Hand Lay Up namun membutuhkan proses Infuse lebih lama. Tujuan dari penelitian dalam karya ilmiah ini adalah untuk mengamati pengaruh dari posisi Vacuum Gate terhadap banyaknya material terbuang dalam proses Infuse suatu produk. Variasi posisi Vacuum Gate diletakan dalam tiga posisi berbeda 60%, 80% dan 100% dari total panjang cetakan serta tekanan Vacuum sebesar -0.6 Bar, -0.8 Bar dan -1.0 Bar menghasilkan material terbuang yang terkumpul dalam Trap Pot seberat 11.3 Gram pada posisi Vacuum gate berada pada 80% dari panjang total cetakan dan tekanan Vacuum sebesar -0.8 Bar. Hasil penelitian menunjukan bahwa posisi Vacuum Gate terbaik untuk meminimaslisir material terbuang adalah pada posisi 80% dari total panjang cetakan, disebabkan karena pada posisi tersebut terbukti mengurangi terjadinya perbedaan aliran resin yang mengalami Infuse, serta dengan tekanan -0.8 Bar adalah tekanan optimal dalam penelitian ini, hal ini dikarenakan apabila dengan tekanan yang terlalu besar menyebabkan aliran resin tidak merata melainkan langsung menuju Vacuum Gate, bila dengan tekanan terlalu kecil berakibat pada waktu Infuse yang lebih lama sehingga terjadi Curing terlebih dahulu sebelum proses Infuse selesai. Dengan memvariasikan tekanan vacuum serta posisi Vacuum Gate menunjukan rekayasa berhasil dilakukan untuk meminimalisir material terbuang dalam pembuatan suatu produk.
MODIFIKASI SOLAR MENJADI BAHAN BAKAR SETARA PERTAMINA DEX Ika Kusuma Nugraheni
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.565 KB) | DOI: 10.34128/je.v1i1.23

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai modifikasi solar untuk dapat memiliki karakter menyerupai Pertamina DEX. Solar yang digunakan bersumber dari bahan bakar produk Pertamina yang dijual di pasaran. Uji karakter fisik menunjukkan kualitas Pertamina DEX lebih baik dibandingkan solar. Hasil analisis komponen bahan bakar menunjukkan bahwa kedua bahan bakar memiliki pola sebaran kromatogram yang serupa, hanya saja sebaran Pertamina DEX lebih sempit dibandingkan solar. Modifikasi dilakukan dengan menghilangkan fraksi ringan dan fraksi berat solar dengan cara distilasi. Hasil modifikasi dianalisis sebaran komponennya menggunakan kromatografi gas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  modifikasi solar menggunakan teknik distilasi menghasilkan 3 fraksi. Fraksi ini terpisahkan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Hasil modifikasi menunjukkan bahwa fraksi 2 dan 3 memiliki sebaran komponen yang serupa dengan Pertamina Dex.
KARAKTERISASI BATUAN BIJIH EMAS Siti Aminah
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.474 KB) | DOI: 10.34128/je.v5i2.81

Abstract

Emas merupakan komoditas utama yang selalu diincar oleh banyak bangsa. Di Indonesia, keberadaan pertambangan emas menyebar dan di setiap daerah yang mengandung deposit bijih emas memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda. Sifat dan karakter yang suatu bijih emas sangat menentukan proses ekstraksi emas selanjutnya, sehingga perlu dilakukan uji karakterisasi terlebih dahulu. Uji karakterisasi batuan bijih emas yang dilakukan terhadap contoh sampel meliputi analisis mineragrafi, X-Ray Fluorescences (XRF), X-Ray Diffraction (XRD), dan Fire Assay. Uji mineragrafi menunjukkan bahwa keberadaan emas berasosiasi dengan perak dalam bentuk elektrum dan tersebar secara acak sebagai inklusi dengan kuarsa, berwarna putih krem dan berukuran sangat halus hingga 5 µm. Mineral lain yang terkandung dalam bijih emas antara lain kalkopirti, spalerit, kovelit, pirit dan kuarsa yang merupakan komponen terbesar, yaitu 97-98%. Kandungan emas dalam bijih adalah 5,2 ppm.
PERANCANGAN SISTEM KERJA SIMULATOR AC (AIR CONDITIONER) MOBIL Rusuminto Syahyuniar; Yuliana Ningsih; Ridho Dwi Kurniawan
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.124 KB) | DOI: 10.34128/je.v5i1.71

Abstract

Sistem AC memiliki beberapa komponen yaitu kompresor, kondensor, receiver dryer, katup ekspansi dan evaporator, yang mana memiliki fungsinya tersendiri. Untuk itu perlu adanya suatu simulator untuk mensimulasikan sistem kerja dari simulator AC mobil. Pengujian untuk simulator ini adalah bagaimana pengaruh massa refrigerant terhadap rpm motor listrik, tekanan kerja refrigerant, suhu kondensor dan suhu evaporator.Simulator AC mobil ini digunakan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa mesin otomotif dibidang sistem refrigerasi mobil. Metode pengujianya adalah dengan memasukkan beberapa variasi massa refrigerant (100 gram, 200 gram, 300 gram) kedalam sistem simulator AC mobil kemudian mencatat hasil pengujian. Berdasarkan hasil pengujian massa refrigerant sangat berpengaruh terhadap sistem kerja simulator AC mobil(rpm motor listrik, tekanan kerja refrigerant, suhu kondensor dan suhu evaporator), Rpm motor listrik paling tinggi adalah pada massa refrigerant 100 gram yaitu 1446 rpm. Tekanan kerja refrigerant paling tinggi adalah pada massa refrigerant 300 gram yaitu 20 Psi / 195 Psi. Suhu kondensor paling tingi adalah pada massa refrigerant 300 gram yaitu mencapai 58,8oC. Dan suhu evaporator paling dingin adalah pada massa refrigerant 300 gram yaitu mencapai 11,4oC. Kecepatan blower evaporator juga berpengaruh terhadap sistem kerja dari simulatir AC mobil, namun tidak terlalu signifikan. Di setiap massa refrigerant rpm motor listrik paling tinggi adalah saat massa refrigerant 100 gram dan dengan kecepatan blower 1 yaitu 1446 rpm. Suhu kondensor paling tinggi adalah pada massa refrigerant 300 gram dan dengan kecepatan blower 3 yaitu mencapai 61,6oC. Dan suhu evaporator paling dingin adalah pada massa refrigerant 300 dan dengan kecepatan blower 3 gram yaitu mencapai 9,2oC.

Page 3 of 27 | Total Record : 267