cover
Contact Name
Adnan Engelen
Contact Email
adnanengelen@poligon.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jasc@poligon.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Of Agritech Science (JASc)
Published by Politeknik Gorontalo
ISSN : 25492241     EISSN : 2614042x     DOI : -
Journal of Agritech Science (JASc) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang rekayasa dan teknologi pengolahan hasil pertanian, peternakan dan perikanan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
A Minuman Probiotik Air Kelapa Dengan Starter Lactobacillus casei dan Bifidobacterium bifidum Abdullah, Maryam
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Of AgritechScience (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v8i1.1306

Abstract

ABSTRAK Minuman probiotik mengandung bakteri asam laktat yang bermanfaat bagi sistem pencernaan karena berperan dalam keseimbangan flora usus dan mampu bertahan dari asam lambung sehingga mencapai usus dalam jumlah banyak. Penelitian ini menguji pengaruh bakteri asam laktat pada minuman probiotik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan, dengan konsentrasi starter Lactobacillus casei dan Bifidobacterium bifidum sebagai satu-satunya variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri asam laktat (BAL) tertinggi dicapai pada konsentrasi starter 10:20 ml yang menghasilkan jumlah 4,52×10 6 cfu/ml, total asam larut 1,8% dan total padatan terlarut 8,00ºBrix . Sedangkan konsentrasi starter 10:10 ml menghasilkan kadar gula total 71,6%, pH 4,30 dan nilai organoleptik sebanding dengan parameter aroma, warna, dan rasa kontrol. Kata Kunci : Minuman Probiotik, Air Kelapa, Bakteri. ABSTRAK Minuman probiotik terdiri dari bakteri asam laktat yang bermanfaat bagi sistem pencernaan karena berkontribusi pada keseimbangan flora usus dan mampu bertahan dari asam lambung, sehingga dapat mencapai usus dalam jumlah besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh bakteri pada produksi minuman probiotik. Rancangan Penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu konsentrasi starter Lactobacillus casei dan Bifidobacterium bifidum yang terdiri dari tiga perlakuan dengan tiga kali ulangan (P1 = 1:1, P2 = 1:2 dan P3 = 1:3 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan BAL tertinggi diperoleh pada konsentrasi starter 10 : 20 ml Lactobacillus casei dan Bifidobacterium bifidum yaitu 4,52×10 6 cfu/ml, nilai total asam terlarut 1,8% dan total padatan terlarut adalah 8.00ºBrix. Sedangkan pada konsentrasi 10:10 ml, menghasilkan kadar gula total 71,6%, pH 4,30 dan nilai organoleptik dari agak suka sampai suka untuk parameter aroma, warna dan rasa. Kata Kunci : Minuman Probiotik, Air Kelapa, Bakteri.
a Pengaruh Lama Fermentasi Dan Konsentrasi Saccharomyces cerevisiae Terhadap Karakteristik Kimia Dan Mikrobiologi Kopi Wine Robusta Di UMKM Oishi Fatima, Iqfina
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Of AgritechScience (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v8i1.1311

Abstract

Oishi UMKM has one of its superior products, namely wine coffee. The coffee is popular, however, due to the long making process, Oishi MSMEs often cannot fulfill its consumer demands. This study then aims to obtain the best yeast concentration and fermentation time in making Robusta ground wine coffee at Oishi MSMEs to produce a good quality of wine coffee in terms of its chemical, microbiological, and hedonic characteristics, and streamline fermentation time. Moreover, it is also to help Oishi MSMEs in fulfilling its market demand for fermented coffee according to the ground coffee standards. Furthermore, this study was conducted using a two-factor Completely Randomized Design (CRD). The first factor was the fermentation time (2 days, 4 days, and 6 days), while the second factor was the concentration of S.cerevisiae yeast (1%, 2%, and 3%). Each treatment was carried out 3 times. The data were then analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) statistical test, and there were significant differences between treatments, then, we continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT). Based on the results, the fermentation time and yeast concentration have a significant effect on caffeine content, total acid, and hedonic quality. Saccharomyces cerevisiae concentration of 3% and fermentation time of 4 days had the best results, with total plate number results: water content 3.40%, total acid 1.92%, ash content 4.71%, caffeine content 0.932%, total plate number 4.36 Log CFU/g, color taste value 2.67, taste 2.33, aroma 2.67, and overall 3.67.
MUTU ORGANOLEPTIK TEH HERBAL BERBAHAN DASAR DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix dc) DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK Aida, Yuannita; Lomo, Christine Phaskalyena
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Of AgritechScience (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v8i1.1327

Abstract

Teh merupakan salah satu jenis minuman yang sering dikonsumsi selain air, yang dapat memberikan efek menyegarkan dan memiliki khasiat bagi tubuh. Selain dibuat dari daun teh, minuman teh juga dapat dibuat dari tanaman lain salh satunya daun jeruk purut. Daun jeruk purut (citrus hystrix dc) mengandung beberapa senyawa fitokimia seperti tannin, polifenol, tokoferol, triterpenoid, flavonoid dan minyak atsiri yang memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. Daun jeruk purut memiliki aroma yang tajam dan khas yang berasal dari kandungan minyak atsiri di dalamnya. Karen aroma yang khas ini maka daun jeruk sering dimanfaatkan sebagai rempah untuk penyedap makanan juga sering diolah menjadi produk aromatherapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk teh herbal dari daun jeruk purut dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda- beda. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium teknologi pangan universitas prisma dengan selama dua bulan. Bahan yang digunakan adalah daun jeruk purut sebanyak 500gr, dengan perlakuan yaitu konsentrasi daun jeruk purut 5%(A1), 10%(A2), 15%(A3) yang diseduh pada air suhu 30°C selama 1 jam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap metode eksperimen laboratorium yang dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah uji organoleptik secara hedonic untuk rasa, aroma dan warna. Hasil yang diperoleh dari pengujian organoleptic teh herbal yaitu konsentrasi 5% memiliki skor tertinggi untuk rasa (2,92) sedangkan untuk aroma (3,76) dan warna(3,80) skor tertinggi diperoleh dari konsentrasi 10%. Artinya Tingkat kesukaan panelis terhadap teh herbal daun jeruk purut berada di skala netral sampai suka.
CL ANALISIS KIMIA KERUPUK IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) TINGGI PROTEIN DENGAN VARIASI JENIS TEPUNG BERBEDA Lomo, Christine Phaskalyena
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Of AgritechScience (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v8i1.1328

Abstract

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah jenis ikan laut yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan memiliki kandungan protein tinggi yang baik untuk tubuh manusia. Bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan kerupuk ikan cakalang adalah pati. Pati yang digunakan dalam pembuatan kerupuk ikan ini adalah tepung tapioka, tepung terigu dan tepung maizena. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk menganalisa protein dalam kerupuk ikan cakalang yang menggunakan jenis tepung berbeda. 2. Untuk mengetahui kandungan kadar air dari kerupuk ikan cakalang yang menggunakan jenis tepung berbeda. 3. Untuk menganalisa kandungan karbohidrat dari kerupuk ikan cakalang yang menggunakan jenis tepung berbeda. 4. Untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap kerupuk ikan cakalang yang menggunakan tepung berbeda. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Konsentrasi tepung yang digunakan dalam peneltian ini adalah 500gram. Dilakukan tiga kali pengulangan sampel. Data yang diperoleh dari pengujian kimia dan organoleptik menggunakan uji anova pada = 0,05. Jika terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji berbeda nyata terkecil (BNT) pada = 0,05. Karakteristik kimia yang meliputi protein, kadar air dan karbohidrat. Dari hasil analisis kimia protein dan karbohidrat mendapatkan hasil positif, kadar air 3,56%.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) Terhadap Uji Zona Hambat Bakteri Streptococcus mutans, Organoleptik, Dan Karakteristik Fisik Permen Lembaran Parumpa, Nuraidah Hi. Dg.; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Une, Suryani
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Of AgritechScience (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v8i1.1329

Abstract

Permen lembaran merupakan permen yang memiliki bentuk tipis menyerupai kertas ataupun plastik yang mudah larut. Pembuatan permen lembaran ini dimaksudkan memiliki kemampuan larut yang tinggi dan mudah dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak jahe merah pada pembuatan permen lembaran. Metode yang digunakan yakni Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yakni penambahan konsentrasi ekstrak jahe merah 0%, 1%, 2% dan 3% dan menggunakan analisis Anova dan uji Duncan. Adapun parameter uji yang dilakukan yakni zona hambat, organoleptik, kelarutan, ketebalan, dan elongasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yakni pada uji zona hambat memiliki nilai berkisar <5 – 11,5 mm. Nilai kelarutan berkisar 27% - 41%. Nilai ketebalan berkisar 0,12 – 0,20 mm. Pada nilai elongasi terjadi penurunan yaitu berkisar 2,24% - 2,01%. Tingkat kesukaan panelis terhadap aroma dan warna memiliki nilai tertinggi pada konsentrasi ekstrak jahe merah 3%. Pada kriteria tekstur untuk tiap perlakuan hasil yang didapatkan hampir sama. Sedangkan pada kriteria rasa panelis lebih menyukai permen lembaran dengan konsentrasi ekstrak jahe merah 2%.
MUTU FISIK DAN SENSORIS KERIPIK TETTE YANG DIKERINGKAN DENGAN PENGERING OVEN Mojiono, Mojiono; Najmi, Dzilalin; Faizah, Siti; Faizah, Rauhillah Ummu; Purnama, Putra Bagus Dwi Cahya
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Of AgritechScience (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v8i1.1346

Abstract

Keripik tette merupakan produk khas Madura berbahan baku singkong yang direbus, ditumbuk, dicetak dan dikeringkan hingga menjadi produk setengah jadi. Metode pengeringan keripik tette ini masih bergantung pada pengeringan tradisional yakni dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari. Teknik ini memiliki sejumlah kekurangan, diantaranya membutuhkan tempat yang luas, kemungkinan terjadinya kontaminasi, dan cuaca yang tidak dapat dikontrol. Pengeringan menggunakan oven dryer dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari pengeringan non-konvensional terhadap mutu fisik dan sensoris keripik tette. Keripik tette dikeringkan pada suhu 60˚C (OD 60 K) dan 80˚C (OD 80 K) selama 5 jam, kemudian mereka dianalisis kadar air, aktivitas air, warna, dan sensoris. Selain itu, perbedaan sampel setelah digoreng juga dianalisis (OD 60 G dan OD 80 G). Hasilnya, OD 80 K memiliki jumlah rata-rata kadar air dan aktivitas air yang paling rendah yakni sebesar 7,839% dan 0,771. Nilai aw tersebut sudah cukup aman dari mikroba pembusuk. Pada uji sensoris, 30 panelis tidak terlatih menyatakan suka untuk rasa, kerenyahan, dan kesukaan keseluruhan dari sampel keripik tette OD 60 G dan OD 80 G, sedangkan pada warna panelis lebih tertarik dengan keripik tette OD 80 G. Perbedaan suhu pengeringan menghasilkan warna keripik tette yang berbeda. Berdasarkan hasil pengujian, pengeringan menggunakan oven dryer memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, aktivitas air, warna, dan sensoris keripik tette.
ANALISIS USAHA BUDIDAYA IKAN BANDENG (Chanos—chanos) DI DESA LOMULI KECAMATAN LEMITO KABUPATEN POHUWATO. bulotio, nur fitriyanti
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Of AgritechScience (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v8i1.1349

Abstract

Ikan Bandeng merupakan salah satu jenis ikan budidaya air payau (tambak) yang sekaligus juga merupakan bahan konsumsi masyarakat luas, sehingga mempunyai prospek yang cukup cerah untuk dikembangkan di Indonesia. Salah satu sektor perikanan yang sangat potensial dan sangat penting bagi ekonomi Indonesia adalah perikanan. Kabupaten Pohuwato merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi perikanan budidaya cukup besar. Hasil produksi budidaya yang paling menonjol di Kabupaten Pohuwato yaitu ikan bandeng. Pengambilan data dilakukan di tambak milik warga Kecamatan Teluk Naga dengan panduan pengambilan data berupa kuesioner. Dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear berganda. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode cluster random sampling dengan panduan kuesioner, wawancara atau observasi. Penelitian ini menggunakan 4 metode yaitu Analisis regresi linear, Analisis uji F, Analisis uji t, Analisis keuntungan. Karakteristik petani tambak yang dilihat dari usia petani tambak dengan mayoritas usia 42-46 tahun, dan lama mayoritas usaha 11-25 tahun. Faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi produksi usaha budidaya tambak ikan bandeng yakni jumlah bibit, jumlah pakan dan jumlah luas lahan. Keuntungan yang dihasilkan pada tingkat rata-rata yaitu Rp.152.478.016 per siklus/musim. Kawasan budidaya ikan bandeng di Desa Tanjung Pasir cukup menguntungkan, Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata – rata analisis revenue cost ratio yang lebih besar dari 1 yaitu 2,5.
Pengaruh Lama Pemanasan terhadap Sari Buah Lemon Salfiana, Salfiana; Nurwidah, Andi; Zahilah, Riska Nur
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 8 No 2 (2024): Journal Of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v8i2.1355

Abstract

Pemanasan merupakan hal yang sangat penting di lakukan pada minuman kemasan. Lama suhu pemanasan dapat berpengaruh terhadap produk akhir yang di hasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lama pemanasan dapat berpengaruh terhadap sari lemon yang di hasilkan. Waktu pemanasan yang di gunakan bervariasi yaitu 0 menit,10,menit,20menit,30 menit. Berdasarkan hasil uji organoleptik yang di lakukan di dapatkan hasil bahwa panelis lebih menyukai sari lemon tanpa adanya proses pemanasan. Hasil uji organoleptik yang di dapatkan yaitu warna 3,5, rasa 3,3, dan aroma 3,5.
Analisis kandungan flavonoid pada sarabba instan dengan penambahan ketumbar Nurwidah, Andi; Muhanniah, Muhanniah; asnia, Andi
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 8 No 2 (2024): Journal Of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v8i2.1359

Abstract

Sarabbba merupakan salah satu minuman lokal yang dikenal dikalangan masyarakat Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Untuk mempopulerkan minuman tradisonal ini, maka perlu dikembangkan berbagai variasi salah satunya penambahan rempah-rempah yang juga dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan yaitu ketumbar. Biji ketumbar (Coriandrum sativum) mengandung berbagai macam mineral yang berperan sebagai mineral tulang, juga berperan menjaga tekanan darah agar tetap normal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan flavonoid pada sarabba instan dengan penambahan ketumbar. Penelitian ini dilakukan dengan tiga perlakuan, masing-masing perlakukan diulang sebanyak tiga kali, yakni penambahan ketumbar 5 gram, 10 gram dan 15 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan flavonoid pada sarabba instan meningkat dengan penambahan ketumbar yang lebih tinggi.
Sensory Product SENSORY PROPERTIES AND CONSUMER ACCEPTANCE OF THEM BANANA AMBON (Musa paradisiaca var. sapientum (L.) Kunt) USING FOOD DEHYDRATOR INFLUENCED BY DRYING TIME Lomo, Christine Phaskalyena
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 8 No 2 (2024): Journal Of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v8i2.1389

Abstract

Ambon bananas are a fruit that is widely consumed by people. Apart from being easy to obtain,Ambon bananas are rich in vitamin A, compared to other types of bananas. Ambon bananas alsocontain nutrients such as carbohydrates, vitamins, minerals and high levels of potassium. Ambonbananas are also widely liked by Indonesian people because they have a sweet taste and softtexture. Apart from being fresh fruit, Ambon bananas are often processed into various productssuch as chips, jam and other snacks. One processing method that can extend the shelf life ofbananas is drying which produces dried fruit. Using a dryer can speed up the drying process andalso ensure a better level of cleanliness compared to drying done in the sun. A food dehydratoris a drying tool that functions to dry food ingredients by removing the water content containedin the ingredients. Dried fruit is fruit that is processed by drying it under direct sunlight or usingtechnology, namely an artificial drying device (oven or dehydrator) but still retains its taste andaroma. Dried fruit can be preserved longer than fresh fruit and can be a practical snack, especiallyto satisfy hunger. This research aims to examine the effect of drying time with a food dehydratoron sensory properties or level of liking using the hedonic organoleptic test, determine the watercontent using the oven method, determine the total sugar using a refractometer, and determinethe ash content in dried Ambon banana fruit. Analysis results: Drying Ambon bananas using afood dehydrator with a drying time of 12 hours at a temperature of 60oC provides optimal resultsfor sensory properties (color, texture and taste). And produces quite good chemical content. Thewater content of dried Ambon banana fruit ranges from 5.003 to 1.512