cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG)
ISSN : 25483005     EISSN : 26556375     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 11 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah.Jurnal ini akan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar Kota Madiun .Terbit 4 (empat) bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Team Group Tournament Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Materi Menyusun Teks Deskriptif Pada Siswa Kelas VII A SMPN 4 Ponorogo Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 Purwiasri, S.Pd.
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 3 (2020): Vol 5 No.3 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis merupakan kegiatan kebahasaan yang memegang peran penting dalam dinamika peradaban manusia. Melalui kegiatan menulis pula orang dapat mengambil manfaat bagi perkembangan dirinya. Sayangnya dalam pelajaran Bahasa Inggris di SMPN 4 Ponorogo menunjukkan adanya indikasi penurunan. Salah satu hal yang bisa dianggap sebagai penyebab adalah kurangnya variasi mengajar yang baik. Oleh karena itu maka diadakanlah PTK ini. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil bekajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Team Group Tournament Pada Siswa Kelas VII A SMPN 4 Ponorogo Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 (2) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran model Team Group Tournament terhadap aktivitas belajar bahasa Inggris secara klasikal pada siswakelasVII A SMPN 4 Ponorogo Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini diadakan di SMP Negeri 4 Ponorogo semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berlangsung selama 2 bulan dengan 3 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran dengan model Team Group Tournament memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (61,76%), siklus II (76,47%), siklus III (94,12%). Demikian juga Penerapan model Team Group Tournament dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa yang ditunjukan dengan skor hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan prosentase keaktifan siswa yaitu siklus I (23,53%), siklus II (73,53%) dan siklus III (91,18). Dengan demikian siswa yang diajardenganmenggunakan model Pembelajaran Team Group Tournament,KBM menjadi lebih baik bila dibandingkan dengan teknik ceramah dan penugasan, dan persentase ketuntasan belajar pun lebih tinggi disbanding dengan yang tidak menggunakan model Pembelajaran Team Group Tournament.
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas VI Mata Pelajaran IPA Materi Gerhana Matahari Dan Bulan Melalui Metode Demonstrasi Di SDN Wonorejo 02 Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2016/2017 Nur Sulistyaningsih
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 3 (2020): Vol 5 No.3 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil tes dalam bidang studi IPA pada kompetensi dasar 9.3 menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari pada semester II menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran itu. Dari 31 siswa kelas VI SDN Wonorejo 02 Kecamatan Kedungjajang yang mencapai penguasaan materi pembelajaran hanya 16 siswa. Untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi ini, maka dilaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Dengan adanya permasalahan diatas, salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA adalah penggunaan metode demonstrasi. Penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh guru dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA. Penggunaan metode demonstrasi dianggap sesuai karena dalam pelajaran IPA banyak sekali materi yang pembahasannya membutuhkan peragaan dan terkait langsung dengan kehidupan sehari–hari, Tentu saja hal ini memerlukan peran aktif siswa, yang sebelumnya sudah diperagakan oleh guru melalui metode demonstrasi. Selain itu siswa akan melihat secara nyata pokok bahasan pembelajaran yang sedang diikutinya, tidak hanya berupa bayangan fiktif belaka (abstrak) tanpa tahu aslinya. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Wonorejo 02 Kecamatan Kedungjajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis ketuntasan hasil belajar pada siklus 1 mencapai 68% dengan nilai rata-rata 73; dan pada siklus 2 mencapai 94% dengan nilai rata-rata 83. Berdasarkan analisis ketuntasan belajar pada siklus 2, maka dapat dikatakan bahwa siswa kelas VI SDN Wonorejo 02 Kecamatan Kedungjajang telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Kelas dikatakan tuntas belajarnya apabila terdapat minimal 75% siswa yang telah mencapai nilai ≥ 70.
Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Materi Pemerintah Daerah Melalui Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI) Terhadap Siswa Kelas VI Semester I SDN Deyeng 2 Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017 Drs. Sulistiyono, M.Pd.
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 3 (2020): Vol 5 No.3 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI) berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan diterapkannya Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI)? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI) terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI). Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VI. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (53.57 %,), siklus II (67.86 %), siklus III (89.29 %). Simpulan dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI) dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas VI, serta pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Pendidikan Kewarganegaraan.
Penerapan Strategi Pembelajaran Action Learning Guna Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Materi Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada Siswa Kelas V Semester I SDN Tawang 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Drs. Sumardi
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 3 (2020): Vol 5 No.3 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran metode Action Learning berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan diterapkannya metode pembelajaran metode Action Learning? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran Metode Action Learning terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya pembelajaran metode Action Learning Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas V Semester I SDN Tawang 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I 57.69 %, siklus II 76.92 %, siklus III 96.15 %. Simpulan dari penelitian ini adalah metode metode Action Learning dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa Kelas V, serta Metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Mengajar Melalui Kegiatan Supervisi Akademik Dengan Teknik Individual Di SD Binaan Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2019/2020 Dra. Ninik Marismania, M.Pd
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 3 (2020): Vol 5 No.3 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi guru khususnya guru dalam mengajar di SD Binaan Kecamatan Situbondo masih rendah. Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar di SD Binaan Kecamatan Situbondo, maka diperlukan tindakan sebagai langkah perbaikan, dengan melaksanakan kegiatan penelitian tindakan sekolah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar. Subyek penelitian yaitu guru-guru di SD Binaan Kecamatan Situbondo pada Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 6 orang guru dengan latar belakang pendidikan 5 orang sarjana (S-1) dan 1 orang guru belum sarjana. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif, sedangkan penilaian terhadap kriteria kualitas pelaksanaan proses belajar mengajar dari guru yang diamati dan diobservasi dengan rentang skor antara 1 sampai dengan 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan komptensi guru dalam mengajar dinilai melalui 4 aspek penilaian yaitu perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengawasan proses pembelajaran menunjukkan peningkatan yang signifikan pada setiap siklusnya. Rata-rata hasil penilaian terhadap 4 aspek penilaian kompetensi guru dalam mengajar pada setiap siklusnya dapat dijelaskan bahwa pada kondisi awal sebesar 56,18 masuk dalam kriteria (C), pada siklus II menjadi 74,20 masuk dalam kriteria (C) dan pada siklus II sebesar 93,43 dan masuk dalam kriteria nilai (SB). Kesimpulannya adalah pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik individual ditunjang dengan pelaksanaan supervisi kunjungan kelas terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru di SD Binaan Kecamatan Situbondo Tahun Pelajaran 2019/2020.
Peningkatan Kemampuan Membuat Ringkasan Teks Yang Dibaca Dengan Pendekatan Pembelajaran Terpadu Siswa Kelas VI SD Ma’arif Ponorogo Tahun Pelajaran 2015/2016 Purjanto, S.Pd.
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 3 (2020): Vol 5 No.3 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran lompat jauh pada siswa kelas VI SD Ma’arif Ponorogo kurang memuaskan bagi guru Bahasa Indonesia, hasil yang didapatkan siswa pada tes evaluasi akhir pembelajaran masih banyak siswa yang nilainya belum memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Sedangkan tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengefektifitaskan pembelajaran dengan cara pendekatan Pembelajaran Terpadu atau memvariasikan berbagai macam permainan kedalam pembelajaran. Berdasarkan permasalahan diatas maka peneliti menyimpulkan rumusan permasalahan yang dihadapi oleh peneliti yaitu “Apakah melalui pendekatan Pembelajaran Terpadu dapat meningkatkan hasil belajar kemampuan membuat ringkasan teks pada siswa kelas VI SD Ma’arif Ponorogo tahun Pelajaran 2015/2016. Membuat ringkasan teks melalui pendekatan Pembelajaran Terpadu merupakan salah satu alternative pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Ma’arif Ponorogo. Namun kenyataannya dalam proses pembelajaran belum terlaksana secara optimal. Hasil penelitian yang menggunakan 3 siklus dan 9 pertemuan menunjukan di siklusI nilai rata-rata akhir kelas 66,9 dengan nilai persentase ketuntasan 66% nilainya masih kurang memuaskan. Maka dilanjutkan di siklus II nilai rata-rata akhir kelas 75,04 dengan nilai persentase 78,2% dan pada Siklus III Prosentasenya 93%. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data pengamatan dilapangan dan kuesioner yang diperoleh dari evaluasi. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan Pembelajaran Terpadu pada materi membuat ringkasan teks mengalami peningkatan dalam hasil belajar siswa kelas VI SD Ma’arif Ponorogo. Saran dari peneliti, guru dapat menvariasikan berbagai macam bentuk pendekatan kedalam pembelajaran.
Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Bimbingan Berkelanjutan Oleh Pengawas Sekolah Di SMP Negeri 1 Balen Kabupaten Bojonegoro Drs. Edy Dwi Susanto, M.M.
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 3 (2020): Vol 5 No.3 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran. Tanpa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, biasanya pembelajaran menjadi tidak terarah. Oleh karena itu, guru harus mampu menyusun RPP dengan lengkap berdasarkan silabus yang disusunnya. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sangat penting bagi seorang guru karena merupakan acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dengan keadaan demikian, peneliti sebagai pengawas sekolah berusaha untuk memberi bimbingan berkelanjutan pada guru dalam menyusun RPP secara lengkap sesuai dengan tuntutan pada standar proses dan standar penilaian yang merupakan bagian dari standar nasional pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang bertujuan untuk mendiskripsikan pembinaan berkelanjutan untuk dapat meningkatkan aktivitas serta kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SMP Negeri 1 Balen Kabupaten Bojonegoro. Rumusan masalah yang tersusun dalam penelitian ini adalah apakah melalui bimbingan berkenjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SMP Negeri 1 Balen Kabupaten Bojonegoro. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan selama 4 bulan, yaitu dimulai bulan September 2018 sampai bulan Desember 2018. Subjek dari penelitian ini adalah guru-guru SMP Negeri 1 Balen Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini dirancang dengan 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyusun RPP dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini ditunjukkan dari data yang diperoleh selama melaksanakan siklus I dan siklus II. Dimana hasil akhir yang diperoleh dari penelitian ini adalah 85 % atau sangat baik.
Penerapan Lesson Study (LS) Untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pembelajaran Guru Bahasa Indonesia Di SMP Negeri 3 Kota Madiun Irawadi Irawadi; Bambang Eko Hari Cahyono; Dwi Rohman Soleh
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 3 (2020): Vol 5 No.3 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesionalan pembelajaran guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Madiun. Keprofesionalan pembelajaran yang dimaksudadalahkeprosesionalan guru dalammelaksanakanpembelajaran yang meliputiaspekpersiapan, pelaksanaan, danpenlaianpembelajaran. Tindakan yang diterapkan pada penelitian ini adalah lesson study (LS) dengan melibatkan 4 (empat) guru Bahasa Indonesia sebagai subjek. Tindakan ini dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah dokumen dan pengamatan. Data pra-tindakan diperoleh dari dokumen hasil penilaian supervisi yang meliputi nilai perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada semester sebelumnya. Data setelah tindakan diperoleh dengan teknik observasi, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengadakan penilaian pelaksanaan pembelajaran di tempat guru mengajar sedangkan studi dokumen dilakukan dangn menilai dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan administrasi penilaian pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Lesson studyber hasil meningkatkan profesionalitas pembelajaran guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Madiun secaracukupsignifikanyaitu 15,60 poindariskalapenilaian 0 sampai 100. Nilai keprofesionalan pembelajaran rerata yang semula 71,96 dengan predikat Cukup pada waktu sebelum diadakan penelitian menjadi 87,56 dengan predikat Baik, dalam skala penilaian 0 sampai 100, setelah penelitian. (2) Peningkatan ini terjadi pada semua subjek guru Bahasa Indonesia dan seluruh aspek keprofesionalan pembelajaran baik aspek persiapan, pelaksanaan, maupun administrasi penilaian pembelajaran; (3) Aspek yang paling tinggi peningkatannya adalah aspek perencanaan pembelajaran yang mencapai 18,23 poin, disusul aspek administrasi penilaian yang mencapai 15,00 poin dan terakhir aspek pelaksanaan pembelajaran yang mencapai 13,56 poin.
Peningkatan Prestasi Belajar Pkn Indikator Kewajiban Setiap Anggota Keluarga Melalui Metode Kerja Kelompok Pada Siswa Kelas I Semester II SDN Duwet II Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2015/2016 Tutik Mistirahayu, S.Pd.
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 6 No 1 (2021): Vol 6 No.1 (2021)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memuat materi pengetahuan sosial dan kewarganegaraan. Melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, siswa diarahkan, dibimbing, dan dibantu untuk menjadi warga Negara Indonesia dan dan warga dunia yang efektif dan demokratis. Menjadi warga Negara Indonesia dan warga dunia yang efektif merupakan tantangan berat karena masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Untuk itulah, Pendidikan Kewarganegaraan dirancang agar dapat membangun dan merefleksikan kemampuan siswa dalam kehidupan bermasyarakat yang selalu berubah dan berkembang secara terus menerus. Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, dan ketrampilan siswa tentang masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia. Melalui pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan Indikator Kewajiban Setiap Anggota Keluarga dengan menggunakan metode Kerja kelompok, prestasi siswa pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil nilai siswa dalam siklus I yaitu nilai rata-rata siswa adalah 64.80 dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 80. Kemudian pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 64.80 dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 80. Nilai rata-rata siswa adalah 81.20 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 100.
Peningkatan Pembelajaran PKn Melalui Strategi Kooperatif Model Learning Together Indikator “Sistem Pemerintahan Pusat” Pada Siswa Kelas VI Semester I SDN Cerme 1 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017 Siryanto, S.Pd.
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 6 No 1 (2021): Vol 6 No.1 (2021)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelmpok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model Learning Together berpengaruh terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan sosial? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Learning Together? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model Learning Together terhadap hasil belajar PKn. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Learning Together. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VI Semester I SDN Cerme 1 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017 atau yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (58%), siklus II (72%), siklus III (96%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Learning Together dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas VI Semester I SDN Cerme 1 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Pendidikan Kewarganegaraan.

Page 11 of 16 | Total Record : 156