cover
Contact Name
Ayu Fitri Amalia
Contact Email
ayufitriamalia@ustjogja.ac.id
Phone
+6285643191166
Journal Mail Official
jurnalcompton@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Jl. Batikan UH.III/1043, Yogyakarta 55167
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : 23560673     EISSN : 25795252     DOI : http://dx.doi.org/10.30738/cjipf.v7i2
Core Subject : Science, Education,
The journal reports significant new findings related to physics and education physics, including: learning media development, learning methods development, learning methods implementation and several application of physics.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 309 Documents
Keterampilan Proses Sains dalam Praktikum Fisika Artha Lumbantoruan; Didik Irawan; Harina Remalis Siregar; Dear Lumbantoruan
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6 No 2 (2019): COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v6i2.5839

Abstract

AbstractScience process skills are all the skills needed to solve science problems. Thus, science process skills have an important role for students of Physical Education to process science, for example in Thermodynamics experiments. The use of Thermodynamics practicum guidebooks in the laboratory has not been effective for students who are used to using technology in their daily lives. E-modules are nothing new for Physics Education students. The effectiveness of learning can also be achieved through the use of e-modules in the laboratory. This study aims to identify the mastery of science process skills in Physics Education students at Universitas Jambi, both students who use printed guidebooks and students who use e-modules as guides in practicum activities by reviewing 4 aspects of integrated skills (identifying variables, arranging graphs, obtaining and processing data, and analyzing investigations). This research uses a quantitative approach with experimental research methods, namely true experimental. In the research sample used were Physics Education students totaling 65 people, which were divided into two groups randomly so that 35 students were obtained for the experimental class and 30 students for the control class. The assessment instrument used was the science process skills observation sheet with the skill score used in the form of a Likert scale. Based on the results of the analysis of students' mastery scores of integrated science process skills, in the experimental class, the highest percentage identifying variables was 51.4% with the very good category, whereas in the control class, the analyzing investigations aspect had the highest percentage of 43.3% with the very good category. AbstrakKeterampilan proses sains adalah segala keterampilan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah-masalah sains. Dengan demikian, keterampilan proses sains memiliki peranan penting bagi mahasiswa Pendidikan Fisika untuk memproses sains, misalnya dalam percobaan Termodinamika. Penggunaan buku panduan praktikum Termodinamika di laboratorium belum efektif untuk mahasiswa yang telah biasa menggunakan teknologi dalam kedhidupan sehari-hari. E-modul bukanlah hal yang baru bagi mahasiswa Pendidikan Fisika. Keefektifan belajar juga dapat dicapai melalui penggunaan e-modul di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penguasaan keterampilan proses sains mahasiswa Pendidikan Fisika di Universitas Jambi, baik mahasiswa yang menggunakan modul yang di cetak maupun mahasiswa yang menggunakan e-module sebagai buku yang memandunya dalam praktikum dengan meninjau 4 aspek keterampilan terintegrasi (identifikasi variabel, membuat grafik, memperoleh dan memproses data, serta analisis investigasi). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen, yakni true experimental. Pada penelitian sampel yang digunakan adalah mahasiswa Pendidikan Fisika berjumlah 65 orang, yang dibagi menjadi dua kelompok secara random sehingga diperoleh 35 mahasiswa untuk kelas eksperimen dan 30 mahasiswa untuk kelas kontrol. Instrumen penilaian yang digunakan adalah lembar observasi keterampilan proses sains dengan skor keterampilan yang digunakan berupa skala likert. Berdasarkan hasil analisis skor penguasaan keterampilan proses sains terintegrasi mahasiswa, di kelas eksperimen, identifikasi variabel persentase tertinggi sebesar 51.4% dengan kategori sangat baik, sedangkan di kelas kontrol, aspek analisis investigasi memiliki persentase tertinggi sebesar 43.3% dengan kategori sangat baik.
PENGARUH STRSTEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE QUESTION STUDENT HAVE TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA Peni Dewi Rusmitasari; Yuli Prihatni; Hidayati Hidayati
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v2i1.637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan dan perbedaan prestasi belajar fisika yang embelajarannya menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe QSH dan konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Yogyakarta dan sampel diambil dengan cluster random sampling. Data kemampuan awal diperoleh dari nilai UTS dan prestasi hasil belajar fisika dengan tes pilihan ganda.Teknik analisis data dengan menggunakan uji t setelah dilakukan uji persyaratan, yaitu uji normalitas sebaran dan homogenitas varians. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan prestasi belajar fisika menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe QSH termasuk kategori tinggi dan pembelajaran konvensional sedang. Ada perbedaan yang sangat signifikan prestasi belajar fisika antara yang pembelajarannya menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe QSH dan konvensional. Sehingga ada pengaruh strategi pembelajaran aktif QSH terhadap prestasi belajar fisika
PENGARUH PEMBELAJARAN TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA Diana Fahmi; Hidayati Hidayati
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v3i1.668

Abstract

Penelitian ini secara deskriptif bertujuan untuk mengetahui kecenderungan prestasi belajar fisika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan model pembelajaran konvensional. Secara komparatif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar fisika antara pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian quasi experiment atau eksperimen semu Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa kecenderungan prestasi belajar fisika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dalam kategori sangat tinggi dan model pembelajaran  konvensional dalam kategori tinggi. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang sangat signifikan prestasi belajar fisika antara pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigationdengan dengan model pembelajaran konvensional. Rerata prestasi belajar fisika model pembelajaran Group Investigation lebih tinggi dari model pembelajaran konvensional, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation terhadap prestasi belajar fisika. 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY ( TSTS ) TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN PESAWAT SEDERHANA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Sigit Prayitno; Yuli Prihatni
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4 No 2 (2017): COMPTON: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v4i2.3004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan dan pengaruh prestasi belajar fisika yang diajar dengan metode eksperimen dan tanpa metode eksperimen. Jumlah populasi dalam penelitian ini 62 siswa. Sampel diambil secara random sampling, kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas control. Kemampuan awal berasal dari nilai tes prestasi belajar fisika sebelum diberi perlakuan khusus. Data prestasi belajar dengan soal tes pilihan ganda. Teknis analisis data dengan uji- t setelah dilakukan uji persyaratan analisis, yang meliputi uji normalitas sebaran dan uji homogenitas varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kecenderungan dan perbedaan yang sangat signifikan prestasi belajar fisika yang diajar dengan metode eksperimen dan tanpa metode eksperimen. Karena uji- t ( thitung= 2,712 > ttabel 5% = 2,000), hal ini berarti secara komparatif terdapat pengaruh yang sangat signifikan prestasi belajar fisika pokok bahasan pesawat sederhana antara yang diajar dengan metode eksperimen dan tanpa metode eksperimen.
IDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA MATERI FLUIDA STATIS DENGAN MENGGUNAKAN CRI (Certainty of Response Index) Nurul Hidayah Al Mubarokah
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6 No 1 (2019): COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v6i1.4684

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa sebelum pembelajaran materi fluida statis. Peneliti hanya mengidentifikasi siswa tahu konsep dengan menggunakanCRI(Certainty of Response Index). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa SMA kelas X. Jumlah sampel sebanyak 38 siswa kelas X MIA 5. Metode penelitiannya dengan memberi 15 soal disertai dengan skala keyakinan. Teknik analisis data berupa presentase siswa tahu konsep. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa siswa lebih paham konsep pada konsep soal 8 mengenai prinsip kerja pompa hidrolik dengan presentase 50%, sedangkan siswa kurang paham konsep pada konsep soal 11 mengenai kedudukan benda di dalam fluida dipengaruhi oleh massa jenis benda dengan presentase 5%. Perbedaan presentase di setiap konsep disebabkan oleh prakonsepsi masing-masing siswa dan tidak menutup kemungkinan prakonsepsi yang salah dapat menimbulkan miskonsepsi sehingga siswa kesulitan belajar.
PENGARUH STS (SCIENCE, TECHNOLOGY, SOCIETY) TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN GAYA Khairil Bayu Sajiwo; Veator Renyaan; Sumadi Sumadi
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v1i2.628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar fisika pada model pembelajaran STS (Science, Technology, Society) dengan konvensional siswa VIII. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, dan tes. Uji kemampuan awal menggunakan uji-t. Uji validitas dengan korelasi product moment pearson. Uji reliabilitas menggunakan rumus KR-20. Teknik analisis data menggunakan uji-t. Sebelum dianalisis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas menggunakan uji chi kuadrat dan uji homogenitas menggunakan uji F. Hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII antara yang diajar menggunakan model pembelajaran STS (Science, technology, Society) dengan model pembelajaran konvensional. 
SISTEM SATUAN DALAM MEKANIKA Kartoyo Kartoyo
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v4i1.1382

Abstract

Sekitar abad 15-16 terjadi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga komunikasi antar kelompok ( komunitas ) menjadi lebih maju dan meluas. Tetapi dirasa ada kesulitan komunikasi di dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Para ilmuwan berpendapat perlu adanya penyeragaman satuan-satuan dari berbagai kelompok agar komunikasi di dalam ilmu pengetahuan dan teknologi lancar. Sistem satuan berkembang cepat setelah para ilmuwan Prancis mengusulkan sistem metrik. Sistem ini berkembang pesat dan diikuti oleh negara-negara besar, Eropa Barat, Meksiko dan Amerika Latin. Sistem satuan terdiri dari sejumlah besaran dasar dan besaran turunan. Pemilihan besaran dasar bebas sesuai selera masing-masing kelompok. Para ilmuwan dalam bidang mekanika berpendapat bahwa besaran dasar mekanika cukup 3 (tiga), yakni panjang, massa dan waktu. Atau panjang, gaya dan waktu. Pemilihan ini menghasilkan 9 (sembilan) sistem satuan. Hal ini dirasa belum memperlancar komunikasi di dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan perdagangan. Pada tahun 1867 di Paris diadakan pameran internasional tentang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Orang dapat menyaksikan betapa pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Para cendikiawan berfikir , bahwa akan menguntungkan semua fihak jika semua negara menggunakan sistem metrik. Pemikiran ini ditanggapi pemerintah Prancis yang kemudian mengundang sejumlah negara untuk bersama-sama membentuk suatu Komisi Internasional tentang Meter dan Organisasi Internasional Timbangan dan Ukuran yang membawahi beberapa badan. Setelah melalui proses panjang akhirnya pada tahun 1960 disetujui suatu sistem satuan praktis dengan 7 (tujuh) besaran dasar dan 3 (tiga) kelas satuan. Sistem ini diberi nama Sistem Internasional untuk Satuan (SI). Dengan diterapkannya SI tidak berdampak negatif pada proses belajar mengajar mekanika
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN BUNYI SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP TAMAN DEWASA JETIS YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017 Ni Putu Sari Yani Darsani
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5 No 1 (2018): COMPTON
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v5i1.4142

Abstract

Penelitian ini secara deskriptif dan komparatif bertujuan untuk mengetahui kecenderungan dan perbedaan prestasi belajar fisika pokok bahasan bunyi siswa kelas VIII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 yang diajar dengan alat peraga dan tanpa alat peraga. Sampel diambil dengan teknik sample random sampling, yaitu mengambil 2 dari 5 kelas yang ada dengan cara diundi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan tes. Teknik validitas butir soal diuji dengan korelasi product moment, dari 30 soal tes prestasi belajar fisika yang disiapkan, diperoleh 26 butir soal yang valid dan 4 butir soal yang gugur. Uji reliabilitas  dengan rumus KR-20, diperoleh hasil rtt0,821 dan dinyatakan reliabel. Teknik analisis data dengan menggunakan uji-t . Hasil penelitian secara deskriptif menununjukkan bahwa kecenderungan prestasi belajar fisika pokok bahasan bunyi yang diajar menggunakan alat peraga termasuk kategori sangat tinggi dan yang diajar diajar tanpa menggunakan alat peraga termasuk kategori tinggi. Secara komparatif ada perbedaan yang sangat signifikan antara yang diajar menggunakan alat peraga dan yang diajar tanpa menggunakan alat peraga.
HUBUNGAN ANTARA KEAKTIFAN SISWA DI KELAS, LINGKUNGAN SOSIAL, DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MENGAJAR GURU FISIKA DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA Yohanes Sudari Jono; Hidayati Hidayati; Veator Renyaan
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v1i1.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori dan korelasi antara keaktifan siswa di kelas, lingkungan sosial, dan persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru fisika dengan prestasi belajar fisika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif yang bersifat Ex-Post-Facto. Sampel penelitian berjumlah 108 siswa kelas X semester gasal SMA Stella Duce 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa, lingkungan sosial, persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru fisika, dan prestasi belajar fisika siswa termasuk dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keaktifan siswa, lingkungan sosial, dan persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru fisika dengan prestasi belajar fisika siswa.
Profil LKS Discovery-Character Experiment untuk Mengasah Sikap Ilmiah dan Karakter Siswa Kelas X SMK Lieza Fadilah; Tantri Mayasari; Andista Candra Yusro
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7 No 2 (2020): COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v7i2.9089

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kelayakan, keterbacaan, dan format dari LKS Discovery-Character Experiment khususnya pada materi Suhu dan Kalor kelas X SMK untuk mengasah sikap ilmiah dan karakter siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D namun hanya sampai pada tahap penilaian ahli. Kelayakan LKS ini dinilai oleh lima validator dengan aspek kelayakan LKS yaitu aspek didaktik, aspek konstruksi, dan aspek teknis. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif presentase. Melalui hasil penelitian dapat diketahui bahwa kelayakan LKS sebesar 92,151% dalam kriteria sangat layak. Adapun keterbacaan LKS diujikan kepada lima siswa SMK dengan aspek keterbacaan meliputi kemudahan penggunaan, kesesuaian tampilan, dan kegunaan fitur LKS praktikum. Hasil analisis keterbacaan memperoleh rata-rata presentase sebesar 94,06% yang menunjukkan bahwa LKS telah memenuhi syarat keterbacaan dan mudah dipahami. 

Page 9 of 31 | Total Record : 309