cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
Cover Belakang JPBKP Vol. 15 No. 1 Tahun 2020 Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi KP
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.257 KB) | DOI: 10.15578/jpbkp.v15i1.685

Abstract

Pengaruh Praperlakuan Alkali dan Asam terhadap Karakteristik Mutu Bakto Agar dari Rumput Laut Gelidium sp Muhamad Darmawan; Joko Santoso; Dina Fransiska; Marsella Marsella
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.704 KB) | DOI: 10.15578/jpbkp.v15i1.645

Abstract

Ekstraksi bakto agar dari rumput laut merah Gelidium sp. asal Pameungpeuk, Jawa Barat dengan praperlakuan alkali dan asam telah diteliti. Pada praperlakuan alkali digunakan NaOH dengan variasi konsentrasi 4, 5, dan 6%. Asam yang digunakan yaitu CH3COOH dengan variasi konsentrasi 0,5% dan 1,0%. Parameter mutu yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar abu tak larut asam, kadar sulfat, gugus fungsi, rendemen agar, kekuatan gel, viskositas, titik leleh dan titik jendal, sineresis, dan angka lempeng total. Bakto agar terbaik diperoleh dari praperlakuan dengan konsentrasi NaOH 4% dan CH3COOH 0,5% yang telah memenuhi beberapa persyaratan mutu bakto agar komersial untuk parameter kekuatan gel, kadar air, kadar abu, dan kadar abu tak larut asam. Karakteristik mutu dari praperlakuan tersebut adalah kadar air 13,69±1,02%, kadar abu 4,24±1,28%, kadar abu tak larut asam 0,54±0,25%,  kadar sulfat 1,55±0,36%, rendemen 9,19±2,21%, kekuatan gel 1464,98±109,09 g/cm2, viskositas 42,75±24,40%, sineresis 2,76±0,12%, titik jendal 20,50±2,12  °C, dan titik leleh 95,25±1,06 °C. Praperlakuan dengan konsentrasi tersebut juga memiliki nilai Angka Lempeng Total  (ALT) yang sama dengan bakto agar komersial. AbstractBacto agar extraction from red seaweed Gelidium sp. from Pameungpeuk, West Java with alkali and acid pretreatment had been conducted. NaOH with concentration of 4, 5, and 6% was used for alkali pretreatment while CH3COOH at concentrations of 0.5% and 1.0% (v/v) was used for acid pretreatment. The quality parameters investigated were moisture content, ash content, acid insoluble ash, sulphate content, functional groups, yield, gel strength, viscosity, melting point, gelling point, syneresis, and total plate count. The best quality of bacto agar was obtained by using 4% alkali pretreatment and 0.5% CH3COOH. This pretreatment has fulfilled the specification of commercial bacto agar for moisture, ash, acid inslouble ash content, and gel strength parameter. The properties of bacto agar from this pretreatment were moisture content 13.69±1.02%, ash content 4.24±1.28%, acid insoluble ash content 0.54±0.25%, sulphate content 1.55±0.36%, yield 9.19±2.21%, gel strength 1464.98±109.09 g/cm2, syneresis 2.76±0.12%, gelling point 20.50±2.12 °C, and melting point 95.25±1.06 °C. This pretreatment also gave the same result as the commercial bacto agar for the total plate count. 
Kontaminasi Logam Berat (HG, PB, dan CD) dan Batas Aman Konsumsi Kerang Hijau (Perna virdis) dari Perairan Teluk Jakarta di Musim Penghujan Giri Rohmad Barokah; Dwiyitno Dwiyitno; Indrianto Nugroho
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.907 KB) | DOI: 10.15578/jpbkp.v14i2.611

Abstract

Cemaran logam berat dapat terakumulasi pada air laut, sedimen dan biota laut yang hidup di dalamnya. Biota laut seperti kerang hijau (Perna viridis) yang tercemar logam berat melebihi ambang batas yang diijinkan akan membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat pada air, sedimen dan kerang hijau (P. viridis) di Teluk Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga sentra lokasi budidaya kerang hijau di Teluk Jakarta yaitu Cilincing, Kalibaru dan Kamal Muara pada musim penghujan bulan Oktober 2016. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat pada air laut di lokasi Cilincing, yaitu Pb 0,368 mg/L; Cd 0,007 mg/L; dan Hg 0,072 mg/L dan di lokasi Kalibaru, yaitu Pb 0,422 mg/L; Cd 0,005 mg/L; dan Hg 0,045 mg/L, sudah melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh Kepmen LH No.51/2004. Kandungan Hg pada sedimen perairan di lokasi Cilincing (0,85 mg/kg), Kalibaru (0,77 mg/kg) dan Kamal Muara (0,86 mg/kg) sudah melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh WAC 173-204-320. Namun demikian, kandungan Hg, Cd dan Pb pada kerang hijau budidaya di semua lokasi pengambilan sampel masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Peraturan Kepala BPOM No 8 Tahun 2018. Analisis batas aman konsumsi kerang hijau yang tercemar logam berat yang dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kerang hijau baik di lokasi Cilincing, Kalibaru dan Kamal Muara masih aman dikonsumsi hingga 1 kg/minggu pada orang dewasa dengan berat badan rata-rata 60 kg. Heavy Metals Contamination (Hg, Pb and Cd) and Safety Level for Consumption of Green Mussels (Perna viridis) at Jakarta Bay in Rainy SeasonAbstractContamination of heavy metals can be accumulated in marine water, sediment and organisms. Marine organisms such as green mussels (Perna viridis) that were contaminated by heavy metals could be harmful to human health. This research aimed to determine heavy metals concentration in marine water, sediment and green mussels (P. viridis) at Jakarta Bay. Sampling was conducted at three aquaculture stations i.e. Cilincing, Kalibaru and Kamal Muara in rainy season in October 2016. The study showed that concentrations of Pb, Cd and Hg in marine water from Cilincing (0.368 mg/L of Pb; 0.007 mg/L of Cd; and 0.072 mg/L of Hg) and Kalibaru (0.422 mg/L of Pb; 0.005 mg/L of Cd; and 0.045 mg/L of Hg) were exceeded the standard quality criteria as regulated by Decree of the Minister of Environment No. 51/2004. The concentration of Hg in marine sediment from all of the sampling stations, i.e. Cilincing (0.85 mg/kg), Kalibaru (0.77 mg/kg) and Kamal Muara (0.86 mg/kg) have exceeded the safety limit as regulated by WAC 173-204-320. However, the concentration of Hg, Cd and Pb in green mussels (P. viridis) from all of the sampling stations were still below the safety level set by the Regulation of Director Indonesia National Agency of Drug and Food Control No. 5, 2018. The tolerable weekly intake consumption that was calculated in this study showed that green mussels from Cilincing, Kalibaru and Kamal Muara aquaculture areas can be consumed up to 1 kg/week for adult with an average body weight of 60 kg.
Pengaruh Pemberian Nannochloropsis oculata terhadap Kadar Total Kolesterol dan Berat Badan Tikus Sprague Dawley yang Mengalami Hypercholesterolemia Diini Fithriani; Etyn Yunita; Ajeng Kurniasari; Fauzan Martha
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.419 KB) | DOI: 10.15578/jpbkp.v14i2.357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Nannochloropsis oculata dengan dosis bertingkat terhadap kadar kolesterol total tikus yang dibuat hypercholesterolemia dan pengaruhnya terhadap perubahan berat tikus. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan hewan percobaan tikus Wistar (Sprague Dawley) jantan.  Sampel terdiri dari 25 ekor tikus  Sprague Dawley yang secara acak dibagi menjadi menjadi 5 kelompok. Kelompok A adalah kelompok kontrol negatif yang diberi pakan standar, kelompok B adalah kontrol positif yang diberi pakan hiperkolesterol, dan  kelompok  C, D dan  E sebagai kelompok perlakuan yang diberikan pakan hiperkolesterol dan pemberian N. oculata dengan dosis 150 mg/ kg bb (kelompok C), 300 mg/ kg bb (kelompok D), dan 600 mg/ kg bb (kelompok E).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa N. oculata memberikan pengaruh positif terhadap penurunan total kolesterol. Semakin tinggi dosis mikroalga yang diberikan maka semakin tinggi penurunan total kolesterol dalam darah. Total penurunan kolesterol pada dosis 150 mg/kg bb adalah 21%, sedangkan pada dosis 300 mg/kg bb adalah 34% dan pada dosis 600 mg/kg bb adalah 42%. Pada kontrol positif mengalami  penurunan 12%, sedangkan kontrol negatif meningkat 3%.  Selain itu, diperoleh hasil bahwa terdapat interaksi periode waktu dan perlakuan terhadap kadar kolesterol. Hasil uji in vivo ini menunjukkan bahwa mikroalga N. oculata berpotensi untuk dikembangkan sebagai suplemen penurun kolesterol dengan dosis efektif 600 mg/kg bb. Pemberian N.oculata  pada dosis 150 mg-600 mg/kg bb selama 28 hari dapat menurunkan jumlah pakan yang dikonsumsi namun jumlahnya belum secara signifikan mempengaruhi berat badan tikus. The Effect of Nannochloropsis oculata on the Decrease in Total Cholesterol Levels and Body Weight  of Sprague Dawley Rats with Hypercholesterolimia AbstractThe aim of this research was to study the effect of Nannochloropsis oculata on the total cholesterol level of hypercholesterolemia rat and the changes of rat weight. This experimental study was conducted using male Wistar (Sprague Dawley) rat. The samples consisted of 25 Sprague Dawley rats that were randomly divided into 5 groups. Group A was a negative control group (standard fed), group B was a positive control (fed with hypercholesterolemia) and the C, D and E groups were the treatment groups given with hypercholesterol feed and N. oculata which was administered orally at a dose of 150 mg/kg bw (group C), 300 mg/kg wb (group D), and 600 mg/kg bw (group E). The results showed that microalgae N. oculata gave a positive effect on the total reduction of cholesterol. The higher the dose of the given microalgae the lower total cholesterol in the rat blood. The total decreased of cholesterol at dose of 150 mg/kg bw was 21%, while at dose of 300 mg/kg bw was 34%, at dose of 600 mg/kg bw was 42%, and in positive control was 12%. However, the negative control increased the cholesterol level at 3%. Statistically, the results showed that there was an interaction between the treatment and the day periode of treatment on the cholesterol blood level. This in vivo test showed that N. oculata is potential as a functional food for reducing cholesterol level with an effective dose of 600 mg/kg bw. Giving N. oculata at a dose of 150 mg-600 mg/kg bw for 28 days can reduce the amount of feed consumed but the amount has not significantly affected the body weight of rat.
Preface JPBKP Vol. 15 No. 1 Tahun 2020 Pascapanen dan Bioteknologi KP, Jurnal
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.817 KB) | DOI: 10.15578/jpbkp.v15i1.686

Abstract

Ekstrak Lemak Gracilaria verrucosa sebagai Antibakteri Shigella dysentriae dan Escherichia coli Panjaitan, Riong Seulina; Simanjuntak, Yulia Verawati; Sumantri, Sumantri
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2751.288 KB) | DOI: 10.15578/jpbkp.v15i1.622

Abstract

Makroalga merupakan salah satu sumber daya hayati yang melimpah di perairan Indonesia. Genus Gracilaria merupakan salah satu makroalga merah yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang bersifat sebagai antibakteri. Genus ini memiliki ciri thallus agak padat dan keras untuk melekat pada substrat.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri lipid/lemak dari Gracilaria verrucosa. Ekstraksi lipid/lemak dilakukan dengan metode Folch yang dimodifikasi menggunakan teknik Soxhlet dengan perbandingan pelarut metanol : kloroform 1:2 (v/v). Identifikasi profil asam lemak menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Uji aktivitas antibakteri berdasarkan metode disc-diffusion dan penentuan konsentrasi hambat minimum (KHM) menggunakan 5 konsentrasi berbeda yaitu, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% (v/v). Bakteri uji yang digunakan adalah Shigella dysentriae dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan kandungan lipid keseluruhan yang diperoleh sebesar 3,45% (v/v) dengan komposisi fasa kloroform sebesar 1,15% (v/v) dan fasa metanol sebesar 2,30% (v/v). Hasil identifikasi GC-MS menunjukkan bahwa lipid fasa metanol mengandung asam palmitat dan asam oleat. Sedangkan lipid fasa kloroform mengandung asam miristat, asam palmitoleat, asam stearat, asam arakidonat, asam palmitat dan asam oleat. Kedua fasa lipid menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysentriae dan Escherichia coli. AbstractMacroalga (seaweed) is one of the abundant marine biological resources from Indonesian Waters. Gracilaria is a type of red macroalgae that has secondary metabolites as an antibacterial agent. Gracilaria has thallus that rather dense and hard to attach to the substrate. The objective of this research was to investigate the antibacterial activity of lipids from Gracilaria verrucosa. Lipids were extracted according to Folch method using Soxhlet technique in which the ratio of methanol : chloroform was 1:2 (v/v). Fatty acid profile was identified using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). The antibacterial activity was evaluated by disc-diffusion method using five different concentrations to determinate the minimum inhibitory concentration (20%, 40%, 60%, 80%, and 100% (v/v)). Shigella dysentriae and Escherichia coli were used as test bacteria. The results showed that total lipid amount was 3.45% with 1.15% (v/v) consisted in chloroform phase and 2.30% (v/v) consisted in methanol phase. GC-MS identification results showed that methanol lipid phase contained palmitic acid and oleic acid, while the chloroform lipid phase had myristic acid, palmitoleic acid, stearic acid, arachidonic acid, palmitic acid and oleic acid. Both of lipid phases showed activities against Shigella dysentriae and Escherichia coli.
Karakteristik Kemasan Aktif dari Film Gelatin Ikan dengan Penambahan Ekstrak Daun Jeruju (Acanthus ilicifolius) Rahmi Nurdiani; Abdul Aziz Jaziri; Fitri Septa Puspita
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.829 KB) | DOI: 10.15578/jpbkp.v15i1.628

Abstract

Kemasan aktif memiliki fungsi yang lebih luas dalam menjaga kualitas suatu produk. Salah satu bahan baku kemasan aktif adalah gelatin dengan penambahan senyawa aktif. Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari karakteristik dan bioaktivitas kemasan aktif dari gelatin ikan ayam-ayam (Abalistes stellaris) dengan penambahan ekstrak daun jeruju (Acanthus ilicifolius) sebesar 0%, 1%, 3%, 5% dan 7%. Kemasan aktif yang dihasilkan diamati karakteristik dan bioaktifitasnya yang meliputi ketebalan, kuat tarik, elongasi, transmisi uap air, kadar air, pH, aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri. Hasil analisa sidik ragam menunjukkan penambahan ekstrak daun jeruju berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap ketebalan, aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri dari kemasan aktif berbahan gelatin yang dihasilkan, namun tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kuat tarik, elongasi dan transmisi uap air. Kemasan aktif dari gelatin ikan ayam-ayam dengan penambahan ekstrak daun jeruju 7% memiliki ketebalan 143,01 µm, mampu menghambat 65,45% radikal bebas DPPH dan menghasilkan zona hambat bakteri berkisar antara 2,18-2,61 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan gelatin yang terbuat dari kulit dan sisik ikan ayam-ayam dengan penambahan ekstrak daun jeruju memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kemasan aktif.  AbstractPackaging has an important function in maintaining the quality of product. Active packaging can be made from gelatin as basic material with addition of bioactive substances. The purpose of this research was to study the characteristics and bioactivity of active packaging made from staryy triggerfish (Abalistes stellaris) gelatin incorporated with 0, 1, 3, 5, and 7% of Acanthus ilicifolius leaf extract. The active pakaging was observed for its charateristics and bioactivity including thickness,  elongation, tensile strength, water vapor transmission, moisture content, pH, antioxidant activity, and antibacterial activity of active packaging. The statistical analyses showed that the addition of A. ilicifolius leaf extracts significantly affected (p<0.05) the thickness, antioxidant activity, and antibacterial activity of active packaging. Active packaging from fish gelatin containing 7% of A. ilicifolius extract with 143.01 µm thickness, was able to inhibit 65.45% DPPH free radical and resulted in 2.18-2.61 mm inhibition zone. It was suggested that starry triggerfish gelatin and A. ilicifolius leaf extract have a potential to be developed as active packaging.
Perancangan dan Pengujian Kinerja Mesin Pencacah Tulang Ikan Wahyu Tri Handoyo; Luthfi Assadad; Bakti Berlyanto Sedayu
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.465 KB) | DOI: 10.15578/jpbkp.v15i1.618

Abstract

Tepung ikan merupakan salah satu komoditas penting akuakultur yang permintaannya di Indonesia meningkat setiap tahun seiring pesatnya perkembangan akuakultur. Sebagian besar kebutuhan tepung ikan tersebut dipenuhi dari impor. Salah satu upaya untuk mengurangi kebutuhan impor adalah  memanfaatkan berbagai jenis ikan rucah dan sisa olahan ikan berupa tulang dan kepala ikan sebagai bahan baku tepung ikan. Permasalahan yang dihadapi pada pengolahan tulang ikan adalah proses pencacahan menjadi ukuran yang lebih kecil. Oleh karena itu diperlukan mesin yang mampu mencacah tulang ikan yang memiliki tekstur keras. Telah dilakukan perancangan, pembuatan dan pengujian kinerja mesin pencacah tulang ikan. Mesin dirancang berdasarkan mekanisme kerja poros berputar untuk menggerakkan sepasang mata pisau yang saling berhimpitan dan berputar berlawanan arah. Uji kinerja dilakukan dengan beban tulang ikan tuna dengan variasi perlakuan frekuensi inverter 25; 37,5; dan 50 Hz. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kecepatan putaran poros, waktu pencacahan, dan kapasitas pencacahan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa semakin tinggi frekuensi inverter, kecepatan putaran poros semakin tinggi, sehingga kapasitas pencacahan semakin meningkat. Berdasarkan parameter yang diamati, mesin bekerja optimal pada frekuensi inverter 50,0 Hz.  AbstractFish meal is one of the essential inputs for aquaculture, and the demand in Indonesia is growing every year parallel with the rapid development of aquaculture. Most of the fish meal was imported. An effort to reduce imports is to utilize various types of trash fish and fish processing waste, including bones and head as raw material for fish meal. The problem that occurs in the processing of fish bone is the process of chopping them into smaller sizes. Therefore, a machine capable of chopping hard texture of fish bones is needed. The design and performance tests of the fish bone chopping machine have been conducted. The device was designed based on the working mechanism of the rotating shaft to drive the paired blades that coincide and rotate in the opposite direction. The performance test was carried out for tuna bone with varied inverter frequencies of 25; 37,5; and 50 Hz. The parameters observed were yield, shaft speed, chopping time, and capacity. The results showed that increasing inverter frequency increased the shaft speed; therefore, it increased the capacity. Based on the observed parameters, the machine worked optimally at an inverter frequency of 50,0 Hz.
Prevalensi Vibrio parahaemolyticus pada Udang Vaname di Unit Pengolahan Ikan Jawa Tengah dan Jawa Timur Arifah Kusmarwati; Fairdiana Andayani; Yusma Yennie
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1359.443 KB) | DOI: 10.15578/jpbkp.v15i1.570

Abstract

Vibrio parahaemolyticus patogen selain membahayakan kesehatan manusia juga menjadi alasan penolakan ekspor udang di beberapa negara. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan mengkuantifikasi keberadaan V. parahaemolyticus patogen pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Unit Pengolahan Ikan (UPI) Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pengambilan sampel udang vaname dilakukan secara tertelusur di sepanjang rantai pasok pengolahan udang menggunakan metode acak purposif. Sampel udang yang diambil berukuran 20-48 g/ekor (size 21-51). Sebanyak 10 unit sampel dengan berat masing-masing 400-500 g diambil dari setiap tambak udang intensif. Dengan berat yang sama, sebanyak 10-30 sampel diambil dari setiap tahapan pengolahan udang di UPI secara tertelusur. Identifikasi V. parahaemolyticus merujuk pada metode SNI 01-2332.5-2006 dan PCR dengan gen penyandi spesifik toxR, tdh dan trh. Prevalensi V. parahaemolyticus dari total sampel udang yang berasal dari tambak dan UPI Jawa Tengah adalah 17 dari 50 (34%) sampel, di mana empat (4) sampel positif mengandung gen tdh dan tiga (3)  sampel positif mengandung gen trh. Sedangkan prevalensi V. parahaemolyticus dari sampel yang berasal dari Jawa Timur sebesar 29 dari 60 (48,33%) sampel positif PCR, dan tidak terdeteksi V. parahaemolyticus patogen. Oleh karena itu sangat penting dilakukan upaya perbaikan penanganan udang paska panen, khususnya di UPI Jawa Tengah terutama pada titik kritis proses pengolahannya.    AbstractApart from being a major cause of foodborne disease in human, pathogenic Vibrio parahaemolyticus also becomes the main reason for shrimp export rejection in several countries. This study was carried out to isolate, identify and quantify the prevalence of pathogenic V. parahaemolyticus in whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei). Shrimp with size of 21-51 (20-48 g/shrimp) from ponds and fish processing units in Central and East Java were used in this study. Ten sample units of 400-500 g shrimp were collected from each intensive pond, while 10-30 sample units (400-500 g) were collected from each processing step in the fish processing units. Pathogenic V. parahaemolyticus was identified using PCR with specific coding gen (toxR, tdh and trh) and method recommended by SNI 01-2332.5-2006. The prevalence of V. parahaemolyticus in shrimp from Central Java was 17 out of 50 (34%) samples. Amongst these, four (4) were positive tdh and three (3) were positive trh. For sample from East Java, V. parahaemolyticus was found 29 out of 60 (48.33%) and no pathogenic V. parahaemolyticus was detected. To avoid future contamination of V. parahaemolyticus, post-harvest handling of shrimp especially in the processing units in Central Java should be improved.
Aktivitas Oligosakarida Alginat Sebagai Antioksidan dan Inhibitor Alfa glukosidase Addina, Syahira; Subaryono, Subaryono; Sukarno, Sukarno
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.765 KB) | DOI: 10.15578/jpbkp.v15i1.646

Abstract

Oligosakarida alginat (OSA) adalah produk hasil depolimerisasi polimer alginat yang biasanya terdiri dari 2-25 monomer. Produksi OSA dapat dilakukan melalui proses enzimatis, fisik maupun kimiawi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan bioaktivitas OSA sebagai antioksidan dan inhibitor α-glukosidase. Proses produksi OSA dilakukan secara enzimatis dengan 3 cara penambahan alginat liase yaitu ditambahkan satu kali di awal reaksi (E1), ditambahkan 4 kali dengan interval  2 jam (E2) dan 2 kali interval 4 jam (E3) dengan total volume sama, yaitu 0,15 mL dan aktivitas enzim (1 unit/mL). Total waktu inkubasi adalah 8 jam. Karakterisasi OSA yang dilakukan adalah perhitungan rendemen, analisis profil TLC dan FTIR serta kadar gula pereduksi. Metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan OSA, sedangkan pengamatan terhadap aktivitas inhibitor α-glukosidase dilakukan dengan melihat aktivitas α-glukosidase dalam mengubah substrat yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen OSA dan kadar gula pereduksi tidak berbeda nyata antar perlakuan dengan rendemen OSA berkisar antara 77,29±1,97% hingga 85,46±9,15% dan kadar gula pereduksi OSA berkisar antara 290,32±20,42 µg/mL hingga 312,76±4,74 µg/mL. Aktivitas antioksidan tertinggi diperlihatkan oleh OSA E1 dengan penghambatan terhadap DPPH sebagai radikal bebas sebesar 41,22±2,03% pada konsentrasi 1,2 mg/mL. Aktivitas inhibitor α-glukosidase OSA E1 lebih kecil dibandingkan dengan alginat dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 11,23±4,17 ppm dan 5,27±0,29 ppm. Proses depolimerisasi alginat meningkatkan aktivitas alginat sebagai antioksidan namun tidak meningkatkan aktivitasnya sebagai inhibitor α-glukosidase. AbstractAlginate oligosaccharides (AOS) is depolymerization of alginate polymer product that consist of 2-25 monomers. Alginate oligosaccharides can be produced by enzymatic, physical and chemical processes. This research was conducted to find out the characteristics and bioactivity of AOS as an antioxidant and α-glucosidase inhibitor. AOS was produced by enzymatic process with 3 procedures of the addition of the alginate lyase that was added once at the beginning reaction (E1), 4 times every 2 hours (E2) and 2 times every 4 hours (E3) with the same addition of enzyme volume (0.15 mL) and enzyme activity (1 unit/mL). Total incubation times was 8 hours. Alginate oligosaccharides was then characterized their  yield, TLC, FTIR profiles and reducing sugar content.  DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method was used to determine antioxidant activity of AOS while observation of α-glucosidase  activity in changing the substrate was used to determine inhibitor α-glucosidase activity of AOS. The results showed that yields and reducing sugar level of AOS were not significantly different between treatments. The AOS yields ranged from 77.29±1.97% to 85.46±9.15% and the reducing sugar levels ranged from 290.32±20.42 µg/mL to 312.76±4.74 µg/mL. The highest antioxidant activity was shown by AOS E1 with free radical (DPPH) inhibition of 41.22±2.03%. AOS E1 α-glucosidase inhibitor activity was lower than that of alginate, with the IC50 values of 5.27±0.29 ppm for alginate and 11.23±4.17 ppm for AOS. Depolymerization process of alginates increased antioxidant activity but did not enhance its activity as α-glucosidase inhibitor.  

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue