cover
Contact Name
Indra Rukmana
Contact Email
indra@iaiig.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalwarna@iaiig.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Warna
ISSN : 26151642     EISSN : 25500058     DOI : -
Jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan anak usia dini dengan pengajarannya melalui media seni dan budaya. Terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Memuat tulisan yang menyangkut gagasan atau pemikiran, hasil penelitian pendidikan anak usia dini, seni, budaya pariwisata berbasis edukasi dan pengajarannya.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
MUSIK PADA KOMUNITAS STREET PUNK KOTA MEDAN Sirait, Markus B. T.
Jurnal Warna Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.98 KB)

Abstract

Pemberontakan kaum proletar (kaum pekerja) terhadap kaum borjuis (kaum bangsawan) di Inggris menyebabkan lahirnya budaya baru di kalangan pemuda pemudi Inggris bernama street punk (punk jalanan). Street Punk menyebar ke berbagai penjuru dunia. Punk mulai memasuki Indonesia pada awal tahun 1990-an melalui media massa. Gerakan street punk di Indonesia berawal dari jalanan dengan etos kerja D.I.Y. (Do It Yourself) yang berarti bahwa semuanya dapat kita kerjakan sendiri tanpa meminta bantuan orang lain. Musik Punk memiliki keunikan dengan distorsi gitar yang tajam, beat drum dengan tempo cepat, pemakaian akord yang sederhana biasanya tiga buah akord, aksi panggung yang brutal dengan melakukan moshing (membentuk lingkaran di tengah hiruk pikuk konser musik). Penggunaan kombo band (gitar elektrik, bass elektrik dan drum) hanya digunakan pada saat melakukan event. Sementara itu, musik yang dipergunakan para punkers dalam kesehariannya dengan menggunakan barang-barang bekas (recycle) dan alat musik yang dapat didapatkan dengan mudah diantaranya adalah ukulele, gitar, ketipung (terbuat dari pipa paralon / PVC dan ban dalam bekas) dan shacker (dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapatkan). Aktivitas yang dilakukan street punk Medan ini adalah mengamen, menyebarkan ideologi punk dan berkumpul bersama pecinta punk. Stigma masyarakat terhadap para punkers ini sering dikonotasikan negatif sebagai sampah masyarakat karena musik dan gaya hidup serta ideologi yang dianut para punkers tersebut tidak sesuai dengan norma-norma sosial dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui musik dari komunitas street punk tersebut dan kaitan musik dengan tingkah laku para punkers. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yaitu Etnografi.
PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK USIA DINI PERSPEKTIF ISLAM Retnaningrum, Wulandari
Jurnal Warna Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.036 KB)

Abstract

Economis crisis problems affect the education system. Education in Indonesia emphasizes results more than processes and further develops intelligence. Parents will feel more happy and proud if their children are smart in the field of technology and science than having children who have good character. The demand to teach children to learn to read, write and count early will result in the implementation of the teaching and learning process of early childhood education. Learning emphasizes cognitive development and this is very contrary to the characteristics of early childhood.Learning about religious knowledge, reading and writing the Al-Qur’an and reading prayers with a memorization system. This learning process will make religion a separate subject. The learning process for early childhood is more useful when emphasizing ways of habituation and example. Character education is very important to be instilled early so children can behave well. The process of coaching and character education must be planned because the character cannot be formed easily and in a short time. The application of early childhood education is inseparable from the teaching of Islam in the Al-Qur’an and Al-Hadith as the main and fundamental provisions so that children can live life in the world based on the teachings of Islam and make the child of a scientist who is pious.
HIBRIDITAS MUSIKAL: STRATEGI BUDAYA? Oktadus, Henry Yuda
Jurnal Warna Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.719 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana musik tradisi ditempatkan dalam praktik hibrid musikal dalam konteks arus global saat ini, melalui studi kasus hibrid musikal oleh komponis muda di Yogyakarta. Analisis dilakukan berdasarkan pada data yang diperoleh dari pemahaman subjektif partisipan. Transkrip wawancara dan catatan lapangan kemudian diidentifikasi ke dalam unit-unit makna. Unit-unit makna dilabeli dan dikelompokan ke dalam kategori dan tema yang lebih besar untuk dilihat hubungan sebab akibat dan interelasinya. Hibrid musikal terjadi sebagai akibat dari lingkungan yang menyediakan referensi jenis tradisi musik yang variatif. Kondisi semacam inilah yang mendukung para partisipan-komponis untuk tidak puas hanya pada satu jenis musik saja. Dalam studi ini ditemui bahwa hibrid sebagai strategi budaya untuk bersaing dengan pihak yang dominan justru malah lebih mencerminkan hubungan yang tidak seimbang antara musik tradisi lokal dengan musik Pop dan musik tradisi Barat. Karena dari hibrid yang dilakukan partisipan, budaya lokal hanya berfungsi sebagai medium atau material artistik semata sedangkan musik Pop atau musik tradisi Barat berstatus lebih dari sekedar material, namun juga sebagai kerangka atau jalan yang mendikte realisasi musikal mereka. Dengan kata lain, hibrid budaya justru semakin menegaskan kekuatan pihak dominan. Dari studi ini dapat kita lihat bahwa hibrid musik tidak dilakukan dengan maksud pelestarian, namun sebagai cara untuk keluar dari bentuk yang d. Sehingga keliru jika kita melihat bahwa dengan praktik hibrid, pelsetarian budaya dapat berjalan.
TEKNIK PENILAIAN UNJUK KERJA DAN CATATAN ANEKDOT SEBAGAI UPAYA PEMANTAUAN PERKEMBANGAN ANAK DI PAUD AISYIYAH CABANG KARTASURA SUKOHARJO JAWA TENGAH Purwasih, wahyu
Jurnal Warna Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.348 KB)

Abstract

This study aims to find out how to assess the performance techniques and anecdotal records at PAUD Aisyiyah in Kartasura. The data sources in this study include the principal and class teacher. Data collection is done by observation, interviews, and documentation. Data analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of the study it can be concluded that the assessment of early childhood education in PAUD Aisyiyah Kartasura has been running in accordance with the 2013 curriculum, namely authentic assessment. This is evidenced by the complete assessment instruments ranging from daily, weekly, monthly, to semester assessments. The teacher is given a blank set of assessments, which will later be filled out by the class teacher and center teacher based on child development. Performance assessment is used to assess all things done by students. While the assessment of anecdotal records contains an assessment of positive children's incidental behavior. After that, the value included in the STPPA assessment recapitulation is a daily diary technique. Whereas compilation of values is a recapitulation of the techniques of anecdotal records, performance, and work.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DARI 0-6 TAHUN Khairi, Husnuzziadatul
Jurnal Warna Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.711 KB)

Abstract

Tulisan ini adalah suatu kajian teoritis dari beberapa refrensi mengenai karakteristik anak usia dini dari 0-6 tahun. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menambah wawasan dan pemahaman para guru maupun orang tua tentang bagaimana anak usia dini secara mutlak.  Untuk itu perlu memahami karakteristik perkembangan anak usia dini sesuai dengan tingkat usia mereka. Dengan memahami karakteristik perkembangan anak usia dini maka guru maupun orang tua bisa menempatkan diri dalam perkembangan anak tersebut dengan kata lain tidak memaksakan kehendak pribadi pada anak karena akan sangat berdampak terhadap perkembangan ke depannya.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA MELALUI METODE SOSIODRAMA PADA SISWA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Fathurohmah, Ani
Jurnal Warna Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.135 KB)

Abstract

Bercerita merupakan salah satu kebiasaan masyarakat sejak dahulu sampai sekarang. Hampir setiap siswa yang telah menikmati suatu cerita akan selalu siap untuk menceritakannya kembali, terutama jika cerita tersebut mengesankan bagi siswa. satu keterampilan berbicara yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang lain. Dikatakan demikian karena bercerita termasuk dalam situasi informatif yang ingin membuat pengertian-pengertian atau maknamakna menjadi jelas. Dengan bercerita, seseorang dapat menyampaikan berbagai macam cerita, ungkapan berbagai perasaan sesuai dengan apa yang dialami, dirasakan, dilihat, dibaca dan ungkapan kemauan dan keinginan membagikan pengalaman yang diperolehnya. Sosiodrama adalah metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial, permasalahan yang menyangkut hubungan antara manusia.
MELESTARIKAN TARI EBEG BANYUMASAN SEBAGAI UPAYA MEMELIHARA KESENIAN RAKYAT Ismah, Ismah
Jurnal Warna Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.041 KB)

Abstract

Kesenian ebeg banyumasan merupakan budaya yang lahir dari tardaisi dan potensi  masyarakat setempat, untuk itu perlu dipeliharan dan dilestarikan sebagai penghargaan terhadap  seni budaya yang telah diwariskan oleh leluhurnya, seni ebeg yang lahir dari masyarakat dan menjadi alat  komunikasi  tradisional sehingga  seni ebeg akan selalu hadir dengan latar desa, adat, dan tradisi. Seni yang lahir dari tradisi rakyat sesungguhnya dalam sisi lain sedang menunjukan sebuah makna, bahwa  rakyat  dalam posisi apapun dan kekukasaan manapun mereka dapat melakukan hal hal kreatif.Kesenian memiliki peran sebagai media komunikasi, sehingga suatu bentuk kesenian yang lahir, tumbuh dan berkembang berdasar situasi maupun kondisi masyarakat dimana kesenian tersebut menampakkan eksistensinya, serta mampu bertahan dalam perubahan jaman sekaligus menumbuhkan jiwa tertentu, serta dapat menjadi karakter masyarakat tertentu, maka memelihara dan melestarikan  adalah suatu keniscayaan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7