cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DALAM MENENTUKAN PEMBOBOTAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KERENTANAN GEDUNG DI DKI JAKARTA TERHADAP ANCAMAN GEMPA Umbara, Raditya Panji
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6470.953 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i2.3687

Abstract

Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta berada pada zona ancaman gempa sedang, akan tetapi ada kemungkinan terjadi gempa skala besar. Gempa dapat memberikan ancaman terhadap gedung-gedung di DKI Jakarta. Di dalam tulisan ini akan dihitung nilai bobot dari faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan gedung di DKI Jakarta terhadap ancaman gempa menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria-kriteria yang dihitung dalam pembobotaan menggunakan AHP yaitu bentuk gedung, fungsi gedung, tahun desain, dan jumlah lantai. Dari hasil penghitungan pembobotan dapat digunakan untuk pembuatan peta kerentanan gedung di DKI Jakarta terhadap ancaman gempa.
CARBON EMISSION ESTIMATION DUE TO LAND COVER CHANGE IN THE TROPICAL FOREST LANDSCAPE IN JAMBI PROVINCE Melati, Dian Nuraini
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.979 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v14i1.3561

Abstract

Land use land cover change and forestry play an important role in the global environmental change. Anthropogenic activities in changing the land have caused earth surface change. This change has a role to increase the change of global greenhouse gases in the atmosphere which also causes the increase greenhouse gases emission. Land cover change and forestry are sectors which cause high carbon emission. Therefore, a study in land cover change and estimation of carbon emission becomes important. This study took place in Jambi Province where deforestation has been in a high pace. In 2009 and 2011, the dominant area is dryland agriculture mixed with bush followed by secondary forest, i.e. 25% and 18.6%, respectively (in 2009); and 37.1% and 18.9%, respectively (in 2011). For the secondary forest, the gain was caused by the conversion of dryland agriculture mixed with bush and shrub into secondary forest. The loss of secondary forest is the highest among other forest cover at around 87,765 Ha due to the conversion into bare land and dryland agriculture mixed with bush. Due to land cover change in Jambi Province, the estimation of nett emission in the period of 2009-2011 is 4.8 Mt CO2-eq/year.
SOIL CREEP IN BALEKAMBANG, CIRAWAMEKAR, CIPATAT DISTRICT, BANDUNG BARAT REGENCY, WEST JAVA Tejakusuma, Iwan Gunawan
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.345 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v13i2.3369

Abstract

Soil creep occurred in Balekambang, Cirawamekar, Cipatat, West Bandung Regency, West Java. This area is karst hill consist of limestone with interbedded sediment in the valley. The limestone is interfingered with clay, marl and quartz sandstones. The clay and marl acting as the slipping plane with a steep dip of around 50o to 69o to the northwest. The direction of the slope movement approximately follows the direction of the bedding plane therefore the bedding plane control the soil creep. This landslide was triggered by rainfall which saturated the soil layer and environmental changes in the surrounding area.
DISASTER RISK ANALYSIS OF FOREST AND LAND FIRES IN SERANG REGENCY Raharjo, Akhmadi Puguh
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.563 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v13i1.2913

Abstract

Forest and land fires (Karhutla) is one of the disasters that frequently hit Indonesia every year. Assessment for Karhutla's hazard, vulnerability and risk is an important early instrument for determining future disaster mitigation measures. The purpose of this study was to perform disaster risk assessment for Karhutla based on forest and land fires hazard and social vulnerability in the Regency of Serang. This particular hazard, vulnerability and risk analysis was based on the guidance outlined in the Head of BNPB Regulation No. 2 of 2012. The analysis results show that 46.87% of the total settlement area in the Regency of Serang falls into the low risk class of Karhutla. Meanwhile, medium and high risk class of Karhutla accounted for approximately 37.78% and 0.90% of the total settlement area in the Regency of Serang, respectively. Future detailing is needed to obtain more detailed results in the future.
PENGAMATAN KONDISI CUACA PENYEBAB BENCANA BANJIR KASUS KEJADIAN BANJIR DI TOL CIKAMPEK 14 FEBRUARI 2016 Renggono, Findy
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.286 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v12i1.3695

Abstract

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya padatanggal 14 Februari 2016 menimbulkan banyak genangan yang cukup tinggi di beberapa lokasi. Beberapa jalan utama, terutama jalan tol Cikampek,terendam banjir sehingga akses transportasi terputus dan beberapa wilayahpermukiman penduduk juga kebanjiran yang memaksa penghuninya untukmengungsi. Model prediksi cuaca numerik yg dijalankan pada pagi hari maupun pengamatan cuaca lainnya tidak dapat mendeteksi kejadian hujanderas pada siang hari yang merata di seluruh wilayah Jakarta. Hasil pengamatan dengan radar dan peralatan lain menunjukkan awan baru mulai tumbuh sekitar 1-2 jam sebelum hujan terjadi. Pengamatan intensif yangsedang dilakukan oleh BPPT dan BMKG berhasil menangkap kejadianhujan yang terjadi. Pertumbuhan dan pergerakan awan hujan, termasuksebaran hujan yang terjadi dapat diketahui dari radar. Sedangkan hasil pengamatan yang dilakukan di Bogor, yaitu peluncuran radiosonde,radiometer dan AWS dapat memantau perubahan cuaca secara detil. Hasilanalisis awal dari pengamatan ini dapat digunakan untuk meningkatkankualitas prediksi cuaca dalam sistem peringatan dini kebencanaan.
IDENTIFIKASI BANJIR DENGAN METODE INDEKS KEBASAHAN DI KABUPATEN BANGGAI LAUT Putra, Ahmad Pratama; Wisyanto, Wisyanto
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5382.283 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i1.3683

Abstract

Peta Indeks bahaya banjir yang dibuat oleh BNPB adalah berskala nasional. Ini merupakan tantangan bagi BPBD Kabupaten Banggai Laut  untuk mengidentifikasi lebih detil daerah banjir dengan skala kabupaten berdasarkan keterbatasan data pendukung yang biasanya terjadi di daerah kepulauan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah-daerah potensi banjir di Kabupaten Banggai Laut dengan metode indeks kebasahan dan melakukan validasi keakuratan metode dengan observasi lapangan. Hasilnya, Kabupaten Banggai Laut tidak memiliki potensi bahaya banjir kelas tinggi. Metode indeks kebasahan untuk identifikasi daerah banjir cukup akurat untuk diterapkan di daerah dengan karakteristik fisik wilayah yang banyak keseragaman dan data ketersediaan sangat terbatas.
THE ROLE OF ROOT PLANT ARCHITECTURE IN LANDSLIDE AND EROSION DISASTER MITIGATION Sittadewi, Euthalia Hanggari; Tejakusuma, Iwan Gunawan
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.289 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v14i1.3552

Abstract

Landslide and erosion disasters are become increasingly common in the last decade which resulted in financial losses and even human casualties. Therefore, disaster mitigation efforts of landslide and erosion are very important to be done immediately. A breakthrough of comprehensive and practical solution is highly expected for mitigation. Vegetation can improve slope stability, provide positive aspects for the environment, and provide mechanical and hydrological effects on slopes that are prone to landslide and erosion. The use of vegetation to mitigate landslide and erosion disasters is very potential to be developed because besides being effective, it is also economical and environmentally friendly. The mechanical aspects of plant roots is able to strengthen the soil. Plant root characteristics such as root architecture, root anchor index (IJA), root grip index (ICA) are important variables to determine the types of plants that will be used in mitigating landslide and erosion. 
“WATER FRONT CITY” MITIGASI BENCANA BANJIR DI KELURAHAN DENDENGAN LUAR, KOTA MANADO. Riyandari, Ritha
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.485 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v13i1.3361

Abstract

Kota manado dikenal sebagai kota yang memiliki resiko yang cukup tinggi terhadap bencana banjir, hal ini disebabkan kota manado di kelilingi oleh dua aliran sungai yaitu Sungai Tondano dan Sungai Tuminting dimana kondisi kedua sungai ini telah mengalami perubahan lahan akibat aktivitas manusia maka diperlukan peran serta masyarakat dalam mengurangi bencana banjir yang terjadi, seperti yang dilakukan oleh masyarakat kelurahan dendengan luar yang membuat water front city untuk mengurangi bencana banjir di kecamatan mereka.
INTERAKSI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LONGSOR JATI RADIO DI KECAMATAN CILILIN KABUPATEN BANDUNG BARAT G. Tejakusuma, Iwan
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.6 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v12i1.3700

Abstract

Longsor di Jati Radio, Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat merupakan longsor jenis sand flowslide. Longsor ini dipicu oleh curah hujan serta kemungkinan besar dikontrol oleh perubahan kondisi vegetasi akibat aktivitas manusia dan kondisi hidrogeologi setempat. Faktor penunjang lain adalah kemiringan lereng yang cukup curam dan jenis tanahnya yang didominasi oleh material berukuran pasir dengan permeabilitas agak tinggi. Hidrogeologi mencakup kondisi morfologi bawah permukaan yaitu variasi ketebalan antara tanah dan batuan dasar andesit sedikit terlapukkan yang menyerupai alur cekungan air.
KAJIAN KARAKTERISASI TUTUPAN LAHAN KAWASAN PENYANGGA SITU BOJONGSARI DAN SIMULASI OPTIMASI INFILTRASI UNTUK MENGURANGI RISIKO BANJIR Raharjo, Akhmadi Puguh
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6471.117 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i2.3688

Abstract

Situ di kawasan perkotaan memiliki fungsi penting dalam mengurangi dampak banjir dan menyediakan sumber air bersih di kawasan perkotaan. Laju pertumbuhan kawasan perkotaan mengancam keberlangsungan situ, khususnya di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkarakterisasi tutupan lahan pada kawasan penyangga Situ Bojongsari  dan melakukan simulasi optimasi tutupan lahan menggunakan biopori untuk  mengurangi risiko banjir. Data tutupan lahan didapatkan menggunakan aplikasi daring berbasis web (i-Tree Canopy) dengan enam tipe tutupan lahan yang berbeda. Estimasi tutupan lahan untuk kelas terbangun (atap dan jalan) dan untuk kelas alami (pohon, rumput atau tumbuhan bawah, badan air dan lahan terbuka) mencapai 34,70 ± 1,51% dan 65,30 ± 1,51% berturut-turut dari total 757,64 hektar luas wilayah studi. Aplikasi biopori diharapkan mampu mengurangi debit puncak sebesar 12%. Kombinasi dengan pendekatan bioteknologi lainnya diperlukan untuk lebih menurunkan debit puncak di masa yang akan datang.

Page 2 of 19 | Total Record : 187