cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)
ISSN : 02169541     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Enerlink adalah jurnal yang diterbitkan 2 kali setahun oleh Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi dan Industri Kimia BPPT di bidang energi dan lingkungan. Enerlink is a scientific journal that publishes twice annually by Centre of Energy Technology and Chemical Industry of BPPT.
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
APLIKASI TEKNOLOGI PEMBRIKET AN UNTUK BA TUBARAPERINGKA T RENDAH SUMSEL HASIL UPGRADINGMELALUI SLURRYDEW A TERING Lambok Hilarius Silalahi; Septina Is Heriyanti; Soleh Soleh; Nani Aswati
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 8 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v8i2.4246

Abstract

Cadangan batubara Indonesia yang sangat melimpah, sekitar 60% didominasi oleh batubara peringkat rendah yang memiliki nilai ekonomi rendah karena kandungan airnya relatif tinggi dan memiliki nilai kalor rendah. Pengembangan teknologi upgrading batubara sangat diperlukan saat ini, salah satunya melalui teknik slurry dewatering, yaitu proses menurunkan kandungan air dalam batubara yang akan diiringi dengan peningkatan nilai kalori batubara tersebut. Selain itu teknologi pembriketan batubara juga diperlukan untuk mempertahankan kualitas produk slurry dewatering dan mempermudah sistem transportasinya. Dalam kegiatan riset ini akan dilakukan pembriketan batubara menggunakan mesin rol ganda bertekanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peluang pasar batubara peringkat rendah yang sudah di-upgrade dalam bentuk briket juga meningkat sehingga meningkatkan nilai ekonomi batubara tersebut.Kata kunci: teknologi upgrading, slurry dewatering, briket batubara, mesin rol ganda bertekanan,diversifikasi,batubara peringkat rendah.
PENGUJIAN STEAM TUBE DRYER PILOT PLANT UNTUK MENINGKA TKAN KALORI BA TUBARA Hartiniati Hartiniati; Helmi Najamuddin
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 8 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v8i2.4247

Abstract

Paper ini membahas hasil pengujian kehandalan pengoperasian pilot plant Steam Tube Dryer (STD) berkapasitas 100 kg/jam. Selama periode pengujian berlangsung telah diujicobakan tiga jenis sample batubara peringkat rendah yang diambil dari tambang di Kalimantan Selatan (S-SEC), Riau (S-SPR), dan Sumatera Selatan (S-SPD). Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui tingkat kinerja proses dan kestabilan pengoperasian unit Steam Tube Dryer (STD) ketika digunakan untuk menguji sampel batubara dengan tingkat kandungan air berbeda. Pengujian tersebut dilakukan juga untuk tujuan menginvestigasi maksimum tingkat pengurangan kadar air yang dapat dicapai dari setiap batubara sampel dan tingkat kualitas produk yang dapat dihasilkan ditinjau dari kadar air dan nilai kalor. Pengujian sampel masing-masing dilakukan secara kontinyu selama 107 -132 jam. Sampel batubara dari Kalimantan Selatan dengan kadar air sekitar 33%(ar) telah berhasil dikeringkan sampai dengan tingkat kadar air 12%. Sedangkan sampel batubara dari Riau dan Sumatera Selatan bertuturturut berhasil dikeringkan dari tingkat kadar air 50%(ar) menjadi 13 % dan dari tingkat kadar air 60%(ar) menjadi 1 1%. Pada saat yang sama juga terjadi peningkatan nilai kalor. Kenaikan nilai kalor yang tertinggi terjadi pada batubara S-SPD diikuti oleh batubara S-SPR dan S-SEC. Akan tetapi laju alir sampel (Coal Feeding Rate) batubara S-SEC adalah yang tertinggi, mencapai 120 kg/jam, sementara batubara S-SPR dan batubara S-SPD berturut-turut hanya 80 kg/jam and 60 kg/jam respectively . Dari aspek enjiniring dan teknis pengoperasian selama dilaksanakan pengujian tidak ditemukan kendala atau hambatan yang berarti. Kata kunci:steam tube dryer , pengeringan batubara, coal upgrading, batubara mutu, kestabilan operasi
KARAKTERISTIK DAN AKTIFIT AS LIMONIT SOROAKO SEBAGAI KA T ALIS DALAM PROSES PENCAIRAN BA TUBARA Muhammad Hanif; Bukin Daulay
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 8 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v8i2.4248

Abstract

Karakteristik dan aktifitas beberapa sampel bijih limonit dari Soroako, Sulawesi Selatan diuji sebagai katalis terdispersi dalam proses pencairan langsung batubara Banko T engah. Limonit Y andi Y ellow dari Australia dan katalis sintetis ã-FeOOH juga digunakan untuk tujuan perbandingan. Pengujian dilakukan dalam autoclave reactor bervolume 1 L pada kondisi standar tekanan awal hidrogen 12 oMPa, dan temperature reaksi 450 C selama 60 menit. Hasil analisis ICP mengindikasikan bahwa komposisi logam dalam sampel bervariasi secara signifikan dengan titik pengambilannya. Soroako limonit mengandung banyak mineral clay yang terdiri dari Al, Si, dan lainya, khususnya mengandung 1,2-1,5% berat Ni dan 2,0-3,6% berat Cr. Sedangkan, kandungan besi pada kisaran 41,8-49,9% berat lebih rendah dibandingkan dengan limonit Y andi Y ellow (55,6% berat). Hasil analisis TEM-EDX menunjukkan bahwa nikel berada berdampingan dengan besi dan sulfur pada katalis terpakai (usedcatalyst) dan diduga berada dekat dengan struktur fase aktif katalis (Fe S), sehingga menghasilkan 1-Xpengaruh promosi dalam meningkatkan aktifitas pencairan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa katalis limonit terpulverisasi menghasilkan aktifitas pencairan yang lebih tinggi dibandingkan katalis Y andi Y ellow dan katalis sintetis ã-FeOOH. Oleh karena itu, bijih limonite dari Soroako, Sulawesi Selatan, dengan cadangan yang melimpah dan berharga relatif murah, sangat menjanjikan sebagai katalis pada skala komersial.Kata kunci:batubara peringkat rendah; bijih limonit; pencairan batubara, katalis, Soroako
KARAKTERISASI STRUKTUR KOMUNIT AS SUMBERDA Y AMIKROBALIPID UNTUK ENERGI DAN LINGKUNGAN Muhammad Hanif
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 8 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v8i2.4249

Abstract

Mikroba lipid Indonesia memiliki potensi sebagai bahan baku untuk memproduksi biodiesel. Sedangkan, sidik jari dari profil asam lemak dari mikroba lipid dapat juga digunakan sebagai indikator pemantauan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, karakterisasi sumberdaya mikroba lipid di Indonesia memainkan peranan yang krusial untuk mengetahui jumlah dan keanekaragaman sumberdaya mikroba lipid di Indonesia. Dalam penelitian ini, ekstraksi fluida superkritis (EFS) telah diaplikasikan untuk mengkarakterisasi struktur komunitas mikroba lipid. Kromatographi gas-spektrometri massa (KG-SM) digunakan untuk mengkuantifikasi asam lemak phospolipid (ALP) tanpa preparasi sampel. EFS dioptimisasi menggunakan desain eksperimen metodologi respon permukaan. Pengaruh dari waktu dinamis, temperatur , tekanan dan jumlah bahan derivatisasi terhadap jumlah total ALP yang terekstraksi dipelajari menggunakan desain lima pengaturan yang dipilih untuk setiap variabel. Diperoleh bahwa kondisi optimum dari EFS adalah tekanan 20 MPa, temperatur 100 °C, waktu dinamis 15 menit dan jumlah TMP AH 124 µL. Pada kondisi tersebut, jumlah total ekstrak ALP secara experimen adalah 68.9±2.2 µg/g-dry berat lumpur . Nilai ini relatif tidak berbeda secara signifikan dengan nilai prediksi yaitu 69.4 µg/g-dry berat lumpur pada 95% interval kepercayaan. Hal ini menunjukkan bahwa metode ini dapat diaplikasikan sebagai metode rutin untuk mengidentifikasi ALPdalam monitoring struktur komunitas mikroba di lingkungan dan dalam menginvestigasi potensinya sebagai sumber energi.Kata kunci: ekstraksi fluida superkritis, mikroba lipid, struktur komunitas mikroba, asam lemak phospolid, biodiesel, pemantauan lingkungan
BIOETHANOLPRODUCTION FROM UNTREA TED P APER SLUDGE USING PS CELLULOSE ORIGIN AND THE SIMULA TION Joni Prasetyo; Enoch Y Park
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 8 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v8i2.4252

Abstract

AbstractProduksi etanol dari sludge kertas (PS), limbah industi pulp dan kertas, merupakan pendekatan yang terbaik untuk proses biorefinery karena tidak memerlukan tahapan delignifikasi. Pada penelitian ini, selulosa dihasilkan oleh Acremonium cellulolyticus C-1, yang memproduksi hypercellulose dengan sludge kertas sebagai sumber karbon. Selain itu juga dilakukan pengamatan terhadap selulose yang dipakai untuk proses sakarifikasi limbah dari sludge kertas yang sama dan produksi etanol hidrolisat. Proses sakharifikasi dan fermentasi yang terjadi secara simultan berlangsung dengan menggunakan selulosa yang dihasilkan dari sludge kertas (PS) oleh Acremonium cellulolyticus C-1 melalui sakharifikasi sludge kertas (PS), dan etanol thermolaterat dari sludge kertas menghasilkan Saccharomyces Cerevisae TJ14 untuk memproduksi etanol. Dengan menggunakan selulase dari sludge kertas yang murni akan terjadi pengurangan biaya produksi biofuel karena culture broth yang mengandung selulosa dapat langsung dipakai. Untuk setiap 50gram selulosa per liter yang digunakan pada metode SSF , dihasilkan etanol sebesar 0,23g per gram selulose sludge kertas (PS) yang dua kali lebih besar dibandingkan dengan metode pemisahan secara hidrolisis dan fermentasi (SHF). Aktifitas selulosa yang tersisa sepanjang proses SSF sekitar 50% lebih besar dibandingkan aktifitas awal. Produksi etanol dalam kisaran 50-150 selulosa sludge kertas per liter SSF adalah sebesar 0.22-0.24 g etanol per gram selulosa sludge kertas. Produksi etanol adalah 40g per liter pada kondisi 161 g/l selulosa sludge kertas menggunakan 15 (kertas penyaring unit/g selulosa sludge kertas) selama 80jam proses SSF . Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan sludge kertas (PS) sebagai bahan baku untuk produksi bioetanol menjanjikan prospek yang baik. Simulasi model produksi etanol dilaksanakan menggunakan MathCAD 15 dengan Persamaan Diferensial Asli (Ordinary DifferentialEquation) karena pertumbuhan sel, konsentrasi glukosa yang tersisa dan produksi etanol saling mempengaruhi satu samalain. Sebagai kesimpulan, grafik produksi untuk proses tipe batch dinilai representatif ataupun mewakili seperti dapat dilihat pada proses eksperimen.Kata kunci: sludge kertas, biorefinery, bioetanol, selulosa, sakharifikasi, simulasi pemrograman
STUDI KARAKTERISASI PENCAMPURAN BIODIESEL DENGAN MINY AK SOLAR SD Sumbogo Murti
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4254

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang mirip dengan solar dari minyak bumi. Biodiesel dapat diproduksi dari minyak nabati langsung, minyak hewani atau lemak dan minyak goreng bekas. Sifat fisik biodiesel mirip dengan minyak bumi, tapi biodiesel secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca dan polutan udara yang beracun. Namun, ada beberapa kekurangan biodiesel seperti rentan terhadap kontaminasi air, kandungan energi lebih rendah serta memiliki masalah pada suhu rendah. Biodiesel dapat dicampur dan digunakan dalam berbagai konsentrasi. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan kebijakan campuran biodiesel secara bertahap sampai 30% pada tahun 2020. Untuk memastikan pelaksanaan kebijakan tersebut, sebuah studi tentang pencampuran biodiesel dengan minyak bumi telah dilakukan. Biodiesel dibuat dari minyak kelapa sawit, minyak jarak pagar dan minyak canola. Pencampuran dilakukan dengan berbagai komposisi. Beberapa sifat termofisik dari campuran telah diteliti sesuai dengan standar ASTM. Hasil pengukuran campuran bahan bakar biodiesel bervariasi sesuai dengan komposisi campuran dan asal biodiesel. Umumnya, sifat biodiesel campuran dari minyak kelapa sawit dan minyak Canola dapat memenuhi standar yang berlaku di Indonesia. Di sisi lain biodiesel dari minyak jarak tidak dapat memenuhi standar kualitas stabilitas oksidasi.Kata kunci : sifat bahan bakar, campuran biodiesel, minyak sawit, minyak jarak, minyak canola
ANALISIS KEBIJAKAN ENERGI NASIONALSEBAGAI PRODUK KEBIJAKAN TRANSISI ENERGI INDONESIA La Ode Muhammad Abdul Wahid
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4255

Abstract

Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 T ahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN). KEN sebagai suatu produk kebijakan publik ditetapkan setelah melalui perdebatan “top-down” sejak tahun 2010. Sasaran KEN hanya fokus kepada penyediaan energi, padahal kebijakan energi sudah beralih ke sisi kebutuhan energi. KEN tidak menetapkan sasaran mitigasi gas rumah kaca. Untuk mendukung pencapaian sasaran KEN tentang bauran energi baru dan terbarukan (EBT), Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai regulasi tentang Feed-in T ariff harga jual listrik pembangkit EBT namun tidak berjalan maksimal karena harganya lebih mahal. Pemerintah juga menganggarkan subsidi kepada investor EBT tetapi ditolak karena bertentangan dengan amanat undang-undang. Berbagai kelemahan dalam KEN perlu dianalisis untuk perbaikan KEN di masa datang. Metode analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa sasaran KEN perlu di revisi dan diperluas sampai ke sasaran konservasi energi untuk pengguna energi akhir, termasuk potensi mitigasi gas rumah kaca. Debat KEN perlu lebih banyak dilakukan secara 'bottom-up' dan melibatkan kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Penetapan sasaran KEN perlu didukung dengan berbagai pemodelan yang akurat dan hasilnya dijadikan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana Umum Energi Nasional. KEN juga perlu mengantisipasi dampak kebijakan energi terhadap kebutuhan tenaga kerja dan investasi sektor energi dan sedapat mungkin ditetapkan dalam bentuk undang-undang.Kata kunci: kebijakan energi nasional
POTENSI PEMANF AA T AN BIOHIDROGEN DAN BIOMET ANADARI POME UNTUK KETENAGALISTRIKAN P ADA ANALISIS PROTOTIPE 3 BIOHYTHANE KAP ASIT AS 1 M /HARI Prima Zuldian
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4256

Abstract

Perkembangan energi terbarukan berbasis biomassa semakin dibutuhkan mengingat melimpahnya komoditas biomassa di Indonesia khususnya kelapa sawit serta makin menurunnya cadangan sumberdaya berbasis fosil. Komoditas sawit menjadi salah satu produk perkebunan utama nasional dan menjadi produksi terbesar didunia hingga saat ini yang dimanfaatkan sebagian besar untuk kebutuhan pangan serta sejumlah kecil energi (Biodiesel). Proses ekstraksi T andan Buah Segar (TBS) kelapa sawit tersebut menghasilkan Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan Chemical Oxygen Demand(COD) yang tinggi (35.000 ppm). Melalui fermentasi POME dua tahap dalam prototipe sistem 3biohytane berkapasitas 1 m berpotensi menghasilkan listrik dari biohidrogen dan biometana sebesar 5,691 kWe. Ditinjau dari sisi keekonomian, dengan investasi (CAPEX) sebesar US$ 27.559 dan biaya operasional (OPEX) sebesar US$ 1 1.263/tahun akan diperoleh Biaya Pokok Produksi (BPP) sebesar US$ 0,323/kWh, Power Purchase Agreement (PP A) sebesar US$ 0,503/kWh dan tarif penjualan listrik US$ 0,508/kWh. Perbandingan BPP dengan jenis pembangkit lain menunjukkan bahwa BPP yang dihasilkan dari prototipe sistem biohythane cukup kompetitif untuk mensubsitusi pemakaian minyak solar pada PL TD yang saat ini memiliki nilai BPP lebih tinggi. Kata kunci : kelapa sawit, POME, biohythane
KAJIAN PENINGKA T AN PRODUKSI BESI DENGAN TEKNOLOGI MINI BLAST FURNACE UNTUK EFISENSI ENERGI BAGI PENAMBANG KECIL DAN MENENGAH Rudi Surya Sitorus
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4257

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, diantaranya bijih besi yang tersebar dibeberapa kepulauan di Indonesia. Namun dengan kondisi seperti ini, belum dapat membuat Indonesia mampu menghasilkan bahan baku yang cukup untuk memenuhi kebutuhan industri baja nasionalnya. Kajian ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi mini blast furnace yang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap persoalan penambang bijih besi skala kecil dan menengah di Indonesia untuk mengolah lebih lanjut bijih besinya menjadi bahan baku industri baja. Mini blast furnace merupakan teknologi yang dapat dikembangkan dengan prinsip mini production sehingga diharapkan akan sesuai dengan kondisi penambang bijih besi skala kecil dan menengah di Indonesia. Hal ini terkait dengan penerapan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tentang minerba, yaitu larangan ekspor hasil tambang mineral dan batubara.Kata kunci : bijih besi, mini blast furnace, iron making
SINTESABIO-BENSIN MELALUI PERENGKAHAN KA T ALITIK MINY AK JELANT AH DENGAN KA T ALIS ZEOLITE ALAM BA Y AH SD Sumbogo Murti; Elfi N
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4258

Abstract

Peningkatan pemakaian Bahan bakar minyak yang Krisis energi terhadap BBM saat ini mendorong pencarian sumber energi alternatif yang terbarukan sebagai pengganti suplai energi berbasis minyak bumi. Salah satu sumber energi alternatif berasal dari minyak tumbuhan (nabati). Di Indonesia penelitian mengenai minyak tumbuhan (nabati) antara lain pemanfaatan minyak sawit untuk menghasilkan bio-bensin. Namun penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku pembuatan biobensin dapat menimbulkan masalah pangan. Untuk itu pembuatan bio-bensin beralih ke minyak jelantah yang juga mempunyai karakteristik hampir sama dengan karakteristik yang dimiliki oleh minyak bumi. Pada penelitian ini akan dilakukan perengkahan katalitik minyak jelantah untuk menghasilkan bahan bakar setara bensin dengan bantuan katalis zeolit alam bayah. Proses perengkahan katalitik minyak jelantah dengan katalis zeolit alam bayah dilakukan pada fasa cair dan tekanan awal 8 MPa secara batch dengan variasi suhu (380, 400 dan 420°C), variasi waktu reaksi (60 dan 90 menit) dan rasio katalis/minyak jelantah (1/100 dan 1/75). Dari penelitian ini diperoleh yield bio bensi dari produk cair perengkahan katalitik tertinggi mencapai 7,16% pada tekanan awal 8 Mpa, otemperatu reaksi 420 C dan rasio katalis 1/100.Kata kunci : minyak jelantah, perengkahan katalitik, zeolit alam bayah, bio-bensin