cover
Contact Name
Ratih Siti Aminah
Contact Email
ratih.penari@gmail.com
Phone
+6285885785740
Journal Mail Official
wahana@unpak.ac.id
Editorial Address
Universitas Pakuan, Jalan Pakuan No.1 Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 08535876     EISSN : 26224356     DOI : https://doi.org/10.33751/wahana
Media Bahasa, Sastra dan Budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Sosial ilmu dan Budaya Universitas Pakuan dengan E-ISSN 2622-4356. Jurnal ini memuat makalah, pemikiran kritis, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian pada bidang bahasa, sastra, budaya, komunikasi dan seni dalam bentuk artikel ilmiah dari para peneliti, akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa dengan berbagai metode, baik kualitatif, kuantitatif, metode campuran, berbagai pendekatan dan teori bahasa, sastra,budaya, komunikasi dan seni. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun berbentuk digital. Jurnal ini menjalin kerja sama dengan editor berstatus guru besar dari beberapa universitas yang akan meninjau artikel sebelum dipublikasikan. Setiap artikel yang dikirmkan akan ditinjau dan ditelaah (review) dengan metode double blind oleh dua orang penelaah (reviewer). Media Bahasa Sastra dan Budaya Wahana telah terdaftar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Articles 165 Documents
ANALISIS KONSEP DAN LOGIKA KEBAHASAAN FIKSI ANAK Dadan Suwarna; Dedi Yusar
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 26, No 1 (2020): Volume 26 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.055 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v26i1.2101

Abstract

      AbstractKid’s fiction is written in a various way. It is not only how to make, but to whom it tells. The difficult thing to create is how to see deeply in meaning. Writer has to feel involved in the case, it means that meaningful is part of the creation to write. It is not easy to combine to mix the structure and also the content, but there is the reason why a writer has to see them.Key Words: kid’s fiction, meaning and content.AbstrakFiksi anak ditulis dalam aneka bentuk, dari dongeng hingga novel. Pilihan tulisan ditentukan berdasarkan sasaran, yaitu anak sebagai objek. Akan tetapi, pencerita yang pada mulanya adalah anonim  karena tidak menyertakan unsur nama pengarang, kemudan dalam perkembangannya menjadi fiksi yang subjektif karena ditulis oleh perseorangan yang bahkan memiliki royalti kepemilikan suatu karya.Kemasan, termasuk persoalan ihwal sastra anak yang menyangkut kepantasan  dan kelayakan. Akar masalah dalam melihat mereka sebagai objek tidak dengan sendirinya ditempatkan dalam proporsi ideal dan penuh harapan, setidaknya dari sisi moral. Kata Kunci: bahasa, fiksi anak, bahasa, dan penceritaan
DAYA TARIK DESTINASI PARIWISATA BUDAYA STUDI KASUS MUSEUM BAHARI JAKARTA Priyanto Priyanto
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 1 (2021): Volume 27 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.258 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i1.4124

Abstract

Abstract This study aims to examine the use of the Jakarta Maritime Museum's resources as an attraction for cultural tourism destinations. This study uses a qualitative research approach with descriptive analysis. The stages in this research are observation, description and interpretation through the approach of the concept of cultural tourism and the concept of museology. Through this research, it is hoped that optimal results will be obtained on how to use Jakarta's maritime museum resources as an attraction for cultural tourism destinations. The results of this research are also expected to be able to present the role and function of the Jakarta Maritime Museum through its various presentations that can be useful for the community. Keywords: Cultural Tourism, Jakarta Maritime Museum AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pemanfaatan Sumber Daya Museum Bahari Jakarta Sebagai Daya Tarik Destinasi Wisata Budaya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Tahapan dalam penelitian ini adalah observasi, deskripsi dan interpretasi melalui pendekatan konsep pariwisata budaya dan konsep museologi. Melalui penelitian ini diharapkan akan memperoleh hasil yang optimal bagaimana pemanfaatan sumber daya museum bahari Jakarta sebagai daya tarik destinasi wisata budaya. Hasil penelitian ini juga diharapkan akan dapat menyajikan peran dan fungsi Museum Bahari Jakarta melalui berbagai penyajiannya dapat bermanfaat untuk masyarakat. Kata Kunci : Pariwisata Budaya, Museum Bahari Jakarta
KESETARAAN PERAN ANTARA LAKI LAKI DAN PEREMPUAN DALAM IKLAN TELEVISI Qoute Nuraini
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 1 (2021): Volume 27 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.267 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i1.4129

Abstract

AbstractThis research is about the equality of roles between women and men in television advertisements in Indonesia. The research method uses descriptive content analysis. In this study used thematic recording units and context. The thematic recording unit in the form of equality of roles between women and men in television commercials. Recording units are formulated with operational access, participation, control, and benefits. As well as verbal and non verbal messages in the advertisementsThe population in this study is television advertisements during period December 2020 - January 2021 which amounted 102 advertisements. The sample units in this study obtained 3 advertisements that have the value of equality of roles between women and men. Sampling techniques using purposive sampling techniques The validity used in this study is the the face validity that checks and ensures that the size used matches what you want to measure. Researchers checked e-books Gender Equality parameters in the formation of legislation issued by the Ministry of Women Empowerment and Child Protection of the Republic of Indonesia, the Ministry of Home Affairs of the Republic of Indonesia and the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia. The reliability used in this study is its reproductionability. Reliability findings as much as 0.94%, this result is said reliable.The results found that in the verbal and non verbal advertising messages the three advertisement  could be found the value of equality of women's and men's roles. The element of access is the most found in verbal and nonverbal messages that is as much as 31%, the element of participation is found as much as 25% (in verbal and nonverbal messages), the control element as much as 21.5% in verbal messages and non verbal advertising, the last element is the benefit as much as 21% (verbal and non verbal messages).Keywords: Equality of women and men's roles, verbal and non verbal messages, advertising
MANAJEMEN KRISIS HUMAS PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR (STUDI KASUS PASCA TERTUNDANYA PENGOPERASIAN SISTEM PENGALIRAN AIR MINUM (SPAM) KATULAMPA) Intan Trikususmaningtias
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 1 (2021): Volume 27 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.7 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i1.4125

Abstract

AbstractThis research aims to find out the Public Relations Crisis Management of PDAM Tirta Pakuan Bogor City (Case Study After Delayed Operation of Katulampa Drinking Water Flow System (SPAM). The study used four stages of the public relations strategy process (Rosady Ruslan, 2010: 148-149) and crisis management strategies (Firsan Nova, 2009:136-137). This study uses a qualitative approach, because this study requires detailed observation and in this study also conducted in-depth interviews with related sources. This research researcher wants to describe and describe how PDAM public relations Tirta Pakuan Bogor applies public relations strategies and conducts crisis management in cases after the delayed operation of the Drinking Water Flow System (SPAM) in Katulampa. The results of this research, the public relations of PDAM Bogor City only utilizes its internal employees in the face of the crisis and also appointed one of the employees from the technical section as a spokesman for the To explain about the crisis that occurred. PDAM public relations Tirta Pakuan uses Press Release as a form of rapid response action so that the public or customers of PDAM Bogor City can find out the actual information that occurs about the crisis that is being experienced. Socialization is one of the ways of PDAM Tirta Pakuan public relations to overcome the crisis. PDAM publicist Tirta Pakuan Bogor implemented an early warning system that creates a zone three customer forum to inform about interference and receive complaints through WhatsApp social media.Keywords: Crisis Management, PDAM Tirta Pakuan Bogor, Public RelationsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Krisis Humas PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor (Studi Kasus Pasca Tertundanya Pengoperasian Sistem Pengaliran Air Minum (SPAM) Katulampa). Penelitian ini menggunakan empat tahap proses strategi public relations (Rosady Ruslan, 2010 : 148-149) dan strategi manajemen krisis (Firsan Nova, 2009:136-137). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena penelitian ini membutuhkan observasi secara detail dan pada penelitian ini juga dilakukan wawancara mendalam terhadap para narasumber yang terkait. Penelitian ini peneliti ingin menjabarkan dan menggambarkan bagaimana humas PDAM Tirta Pakuan Bogor mengaplikasikan strategi humas dan melakukan manajemen krisis pada kasus pasca tertundanya pengoperasian Sistem Pengaliran Air Minum (SPAM) di Katulampa. Hasil dari penelitian ini humas PDAM Kota Bogor hanya memanfaatkan pegawai internalnya saja dalam menghadapi krisis dan juga menunjuk salah satu pegawai dari bagian teknis sebagai juru bicara untuk menjelaskan tentang krisis yang terjadi. Humas PDAM Tirta Pakuan menggunakan Press Release sebagai bentuk aksi cepat tanggap agar masyarakat atau pelanggan PDAM Kota Bogor dapat mengetahui informasi yang sebenarnya terjadi tentang krisis yang sedang dialami. Sosialisasi menjadi salah satu cara humas PDAM Tirta Pakuan untuk mengatasi krisis. Humas PDAM Tirta Pakuan Bogor menerapkan early warning system yaitu membuat forum pelanggan zona tiga untuk memberi informasi mengenai gangguan dan menerima keluhan melalui media sosial WhatsApp.Kata Kunci : Humas, Manajemen Krisis, PDAM Tirta Pakuan Bogor
REPRESENTASI POLIGAMI DALAM FILM BERBAGI SUAMI KAJIAN TERHADAP TIGA TOKOH SENTRAL PEREMPUAN Ni Made Widisanti Swetasurya
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 1 (2021): Volume 27 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.228 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i1.4130

Abstract

AbstractPolygamy is considered a very sensitive issue but always interesting to be discussed and even to be debated because the results frequently lead to pro and contra attitudes. Based on this, the representation of polygamy in the film Berbagi Suami (Love for Share) (2006) was  raised as a topic in this article with a focus on the problem of how polygamy  is represented and what kind of polygamy discourse is built in this film based on the review on three female central characters. The aim is to demonstrate the form and discourse of polygamy through Hall's theory of representation and Foucault's discourse concept using descriptive analysis methods and Gillian Rose's visual methodology. The results of the analysis show that in the film Berbagi Suami (Love for Share) (2006), polygamy is represented as a marriage system that can be practiced by anyone from any group, but still with all kinds of consequences that go with it because polygamous marriage is not an easy marriage to live with, especially for women who are still represented as victims, both physiologically, psychologically and sociologically, which is shown by the impacts obtained from polygamous marriages such as economic hardship, not getting justice, tiring physiological conditions for women in particular and their families in general due to the large number of children that they must bear and financially support if they do not have an established economic condition, including social labeling. Therefore, it can be said that the discourse on polygamy in this film is that polygamy is still seen as a concept of marriage which is complex and tends to harm women.Key words : Polygamy, central characters, women, representationAbstrakPoligami merupakan salah satu isu yang sangat sensitif namun selalu menarik untuk diperbincangkan bahkan diperdebatkan karena hasilnya yang sering kali berujung pada sikap pro dan kontra. Dilandasi oleh hal ini pula representasi poligami dalam film Berbagi Suami (2006) akhirnya diangkat menjadi topik dalam penulisan artikel ini dengan fokus permasalahan pada bagaimana poligami dalam film ini direpresentasikan dan wacana poligami seperti apa yang ingin dibangun berdasarkan kajian terhadap tiga tokoh sentral perempuan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bentuk dan wacana poligami tersebut melalui teori representasi Hall dan konsep wacana Foucault dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan metodologi visual Gillian Rose. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam film Berbagi Suami (2006), poligami direpresentasikan sebagai suatu sistem perkawinan yang bisa dipraktekkan oleh siapa saja dan dari golongan mana saja, namun tetap dengan segala macam bentuk konsekuensinya karena perkawinan poligami bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, khususnya bagi perempuan yang tetap direpresentasikan sebagai korban,  baik secara fisiologis, psikologis dan sosiologis, yang ditunjukkan dengan dampak-dampak yang diperoleh dari perkawinan poligami tersebut seperti kesulitan ekonomi, tidak memperoleh keadilan, kondisi fisiologis yang melelahkan bagi perempuan khususnya dan keluarga pada umumnya akibat banyaknya jumlah anak yang harus dinafkahi apabila tidak memiliki kondisi ekonomi yang mapan, termasuk labelisasi sosial.. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa wacana poligami yang ingin dibangun oleh film ini adalah  poligami tetap dilihat sebagai suatu konsep perkawinan yang bersifat kompleks dan cenderung merugikan kaum perempuan.Kata kunci : Poligami, tokoh sentral, perempuan, representasi 
Korelasi Penguasaan Kosakata (Goi) dengan Kemampuan Menyimak(CHOUKAI) Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan Helen Susanti; Mugiyanti Mugiyanti
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 1 (2021): Volume 27 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.383 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i1.4126

Abstract

Abstract This study is a continuation of a previous study entitled "Correlation of Vocabulary Mastery (goi) with The Ability to Speak (kaiwa) Japanese Literature Students." This study looked at the correlation between vocabulary mastery and students' listening ability. In language learning, there are 4 skills that are expected to be mastered by learners, namely the ability to write, read, listen and speak. The purpose of the study was to see if vocabulary mastery had a correlation with listening ability in students. The population used in this study is students of semester 2 undergraduate level academic year 2019/2020 Japanese Literature Study Program Faculty of Social and Cultural Sciences Pakuan University who took Chokai 1 courses as compulsory courses. The sample used was a total of 20 students. The method used in the study is the quantitative method, which is closely related to hypothesis testing.The external target to be achieved from this research is the unity of methods and thinking in teaching, especially to improve vocabulary mastery of students of the Fisib Japanese Literature Study Program of Pakuan University. To realize this, we will provide training on the importance of teaching vocabulary in Japanese to japanese literature lecturers, especially lecturers who teach 4 basic language skills. This is intended to create unity of mind so that it can teach in an integrated manner with other courses, such as Nihongo (Japanese), Chokai (listening), and Dokkai (reading comprehension). After that, there will be training to high school and vocational school teachers in Bogor and surrounding areas who teach Japanese. Furthermore, it will present the results of research in international seminars and ASPBJI (Indonesian Japanese Pedidikan Study Association). Next, plan to create a textbook for teaching vocabulary that can be used in universities.  Keywords: Assesment, Chokai,  listening ability, vocabulary mastery AbstrakPenelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya yang berjudul ”Korelasi Penguasaan Kosakata (goi) dengan Kemampuan Bercakap (kaiwa)  Mahasiswa Sastra Jepang.” Penelitian kali ini melihat korelasi antara penguasaan kosakata dengan kemampuan menyimak mahasiswa. Dalam pembelajaran bahasa, terdapat 4 kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh pemelajar yaitu kemampuan menulis, membaca, menyimak dan berbicara. Tujuan penelitian adalah untuk melihat apakah penguasaan kosakata  memiliki korelasi dengan kemampuan menyimak pada mahasiswa. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 jenjang S1 tahun akademik 2019/2020 Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan yang mengambil mata kuliah Chokai 1 sebagai mata kuliah wajib. Sampel yang digunakan adalah sejumlah 20 orang mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif, yang sangat erat kaitannya dengan pengujian hipotesa.Target luaran yang ingin dicapai dari penelitian kali ini adalah adanya kesatuan metode dan pemikiran dalam pengajaran khususnya untuk peningkatan penguasaan kosakata mahasiswa Program Studi Sastra Jepang FISIB Universitas Pakuan. Untuk mewujudkan hal tersebut, kami akan memberikan pelatihan mengenai pentingnya pengajaran kosakata dalam Bahasa Jepang kepada dosen Sastra Jepang terutama dosen yang mengampu mata kuliah yang mengajarkan 4 kemampuan dasar berbahasa. Ini dimaksudkan agar tercipta kesatuan pikiran sehingga dapat mengajarkan secara terintegrasi dengan mata kuliah lainnya, seperti Nihongo (Bahasa Jepang), Chokai (menyimak), dan Dokkai (pemahaman bacaan). Setelah itu, akan diadakan pelatihan kepada guru  SMA dan SMK di Bogor dan sekitarnya  yang  di sekolahnya mengajarkan bahasa Jepang. Lebih lanjut, akan mempresentasikan hasil penelitian dalam kegiatan seminar internasional dan ASPBJI (Asosiasi Studi Pedidikan Bahasa Jepang Indonesia). Selanjutnya, berencana membuat buku ajar untuk pengajaran kosakata yang bisa dipakai di universitas. Kata kunci: Chokai, kosakata, kemampuan menyimak, penilaian
PENGARUH TAYANGAN KULTUM DI RCTI TERHADAP MINAT MENONTON MASYARAKAT Prasetyo Adinugroho
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 1 (2021): Volume 27 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.692 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i1.4127

Abstract

AbstractTelevision is a place for people to get entertainment and information that is new and fast. With television, people can also communicate directly and get interesting entertainment. Program shows on private TV stations of various kinds, there are news programs, documentaries, features, soap operas, music. The variety of the program, aims to make the public interested to watch the program that aired. Not only that, all programs aired by TV stations aim to provide information and entertainment to the public. This study aims to find out how much Influence of Impressions "KULTUM" in RCTI tehadap Interest Watching Society. In this study, the authors used quantitative research methods. According to Hasan (2002:21), "research methods are ways or paths taken in connection with research conducted, which has systematic steps". Based on the results of research and processing, it can be taken several conclusions as follows: From the results of regression analysis there is a value of t of 7,191 and t table of 1,992. then t calculate t table (7,191 1,992) with a significance level of 0.000 0.05. So Ho was rejected and Ha accepted, meaning that there is a significant relationship between the show "KULTUM" on RCTI to the interest of watching the public. From the results of the regression analysis, there is a value of R square of 0.718 this means that the influence of impressions "KULTUM" in RCTI tehadap interest Watching Society is 71.8 %. While 28.2% of people's interest in watching was influenced by other factors that were not studied by the authors.Keyword : Kultum, Interests Watching, RCTI AbstrakTelevisi merupakan suatu tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan hiburan dan informasi yang baru dan secara cepat. Dengan adanya televisi masyarakat juga dapat berkomunikasi secara langsung dan mendapat hiburan yang menarik. Program acara di stasiun TV swasta beraneka ragam macamnya, ada program berita, dokumenter, feature, sinetron, musik. Keaneka ragaman program acara tersebut, bertujuan untuk membuat masyarakat tertarik untuk menyaksikan program acara yang ditayangkan. Tidak hanya itu, semua program acara yang ditayangkan oleh stasiun TV bertujuan untuk memberikan informasi dan hiburan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Tayangan “KULTUM” di RCTI tehadap Minat Menonton Masyarakat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif. Menurut Hasan (2002:21), “metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, yang memiliki langkah – langkah yang sistematis”. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Dari hasil analisis regresi terdapat nilai t sebesar 7.191 dan tabel t sebesar 1.992. kemudian menghitung t (7.191 1.992) dengan tingkat signifikansi 0,000 0,05. Jadi Ho ditolak dan Ha menerima, artinya ada hubungan yang signifikan antara acara "KULTUM" di RCTI dengan kepentingan menonton publik. Dari hasil analisis regresi, terdapat nilai R square sebesar 0,718 ini berarti pengaruh tayangan "KULTUM" di RCTI tehadap minat Menonton Masyarakat adalah 71,8 %. Sementara 28,2% minat orang untuk menonton dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dipelajari oleh penulis. Kata kunci: Kultum, RCTI, dan Minat Menonton
ANALISIS POSKOLONIAL PADA NOVEL TAK ADA ESOK KARYA MOCHTAR LUBIS Lupi Saepul Nudin; Sasongko S. Putro; Dedi Yusar
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 1 (2021): Volume 27 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.656 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i1.4128

Abstract

Abstract This research is a postcolonial study describing the resistance that occurred in the novel No Tomorrow by Mochtar Lubis. In this study using descriptive and deconstructive analysis methods. In order to be easy in conducting postcolonial study research, an intrinsic elemental approach is also used. The focus on this study is related to radical and passive resistance and mimicry that occurs in the novel No Tomorrow, to describe and describe the resistance and mimicry, first examined the orientalist behavior contained in the novel No Tomorrow. The results of this study showed: (1) the behavior of orientalism contained in the novel Tak Ada Esok is a domination carried out by the Dutch in order to exploit the Indonesian state, and orientalism behavior is also carried out by Johan along with guerrillas. (2) The resistance that occurs in the novel Tak Ada Esok is the fight of johan and hassan with Sudiarto with gerilyaw troops ... This study is a postcolonial study describing the resistance that occurred in the novel No Tomorrow by Mochtar Lubis. In this study using descriptive and deconstructive analysis methods. In order to be easy in conducting postcolonial study research, an intrinsic elemental approach is also used. The focus on this study is related to radical and passive resistance and mimicry that occurs in the novel No Tomorrow, to describe and describe the resistance and mimicry, first examined the orientalist behavior contained in the novel No Tomorrow. The results of this study showed: (1) the behavior of orientalism contained in the novel Tak Ada Esok is a domination carried out by the Dutch in order to exploit the Indonesian state, and orientalism behavior is also carried out by Johan along with guerrillas. (2) The resistance that occurs in the novel Tak Ada Esok is the fight of johan and hassan with Sudiarto with gerilyaw troops who performed mimicry to undermine the power of Japan and the Netherlands, it was in the postlonial study called radical resistance and mimicry conducted by the figures Johan and Hassan together sudiarto, is a mimicry to survive in order to undermine dutch power, with guerrilla forces, Johan did resistance directly or physical contact, it was in the postlonial study called radical resistance. who performed mimicry to undermine the power of Japan and the Netherlands, it was in the postlonial study called radical resistance and mimicry conducted by the figures Johan and Hassan together sudiarto, is a mimicry to survive in order to undermine dutch power, with guerrilla forces, Johan did resistance directly or physical contact, it was in the postlonial study called radical resistance. Keywords: Orientalism, Postcolonial, Resistance AbstrakKajian ini adalah sebuah kajian poskolonial yang mendeskripsikan resistenis yang terjadi dalam novel Tak Ada Esok karya Mochtar Lubis. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan dekonstruksi. Agar mudah dalam melakukan penelitian kajian poskolonial, digunakan juga pendekatan unsur intrinsik. Fokus pada penelitian ini terkait dengan perlawanan radikal maupun pasif dan mimikri yang terjadi pada novel Tak Ada Esok, untuk menggambarkan dan mendeskripsikan perlawanan dan mimikri tersebut, terlebih dahulu dikaji perilaku orientalis yang terdapat dalam novel Tak Ada Esok. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) perilaku orientalisme yang terdapat di dalam novel Tak Ada Esok merupakan dominasi yang dilakukan oleh Belanda agar dapat mengeksploitasi negera Indonesia, serta perilaku orientalisme juga dilakukan oleh Johan bersama pasukan gerilyawan. (2) Resistensi yang terjadi dalam novel Tak Ada Esok adalah perlawan tokoh Johan dan Hassan bersama Sudiarto dengan pasukan gerilyawan yang melakukan mimikri untuk meruntuhkan kekuasaan Jepang dan Belanda, hal itu di dalam kajian poskolonial disebut resistensi radikal dan mimikri yang dilakukan oleh tokoh Johan dan Hassan bersama Sudiarto, merupakan mimikri untuk bertahan hidup agar dapat meruntuhkan kekuasaan Belanda, dengan pasukan gerilyawan, Johan melakukan perlawanan secara langsung atau kontak fisik, hal itu di dalam kajian poskolonial disebut resistensi radikal. Kata kunci: Orientalisme, Poskolonial, Resistensi.
SENI FOLKLOR WAYANG KULIT SEBAGAI ATRAKSI PARIWISATA BUDAYA Priyanto Priyanto
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 2 (2021): Volume 27 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.804 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i2.4546

Abstract

Abstract The art of wayang kulit is an example of a form of folklore. Puppets are images made of leather, wood, and other materials as a means of attraction. It is estimated that there are hundreds of puppets in Indonesia, but at this time more than half of them are no longer played and some are even extinct. The focus of this article is to understand wayang kulit as a part of oral folklore and art in Indonesia, to its development and potential as a tourist attraction. The research method is carried out through literature studies of journals and other sources. At first wayang functioned as a means of ritual (religion) and had a close relationship with traditional values, but nowadays wayang has changed its function into purely entertainment or spectacle attractions and tourist attractions for the community. This change in the function of wayang is an opportunity for the tourism sector to develop its diversity of attractions. Keywords: cultural tourism, folklore, wayang AbstrakSeni wayang kulit merupakan salah satu contoh dari bentuk folklor. Wayang merupakan gambar yang terbuat dari kulit, kayu, dan bahan lainnya sebagai sarana atraksi. Diperkirakan wayang yang terdapat di Indonesia jumlahnya mencapai ratusan, namun pada saat ini lebih dari setengahnya sudah tidak dimainkan lagi bahkan ada yang sudah punah. Fokus dari artikel ini adalah memahami wayang  kulit  sebagai  salah  satu folklor  sebagian  lisan  dan  kesenian  di  Indonesia,  hingga perkembangan dan potensinya sebagai salah satu daya tarik atraksi pariwisata. Metode penelitian yang dilakukan melalui studi pustaka  jurnal-jurnal  dan  sumber  lainnya.  Pada  awalnya  wayang berfungsi sebagai sarana ritual (religi) dan memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai tradisi, namun saat kini wayang telah berubah fungsi menjadi murni atraksi hiburan atau tontonan dan atraksi wisata bagi masyarakat. Perubahan fungsi dari wayang inilah yang menjadi peluang bagi sektor pariwisata mengembangkan keberagaman atraksinya. Kata kunci: folklor, pariwisata budaya, wayang
LITERASI DIGITAL PERAN TAMPING LAPAS KELAS II A BOGOR MELALUI VIDEO DI ERA PANDEMI COVID-19 Dipo Krishyudi Ono
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 2 (2021): Volume 27 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.541 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i2.4547

Abstract

Abstract There are many information are present through mass media or social media. Positive and accurate information will be beneficial for the community. People's ability to understand any information is still considered low. One of them is information about the activities of built citizens in Penitentiary (LAPAS) during COVID-19 pandemic. Many residents in penitentiary have skills in various fields, one of which is cooking skills. Built residents with good skills are entrusted to help penitentiary officers do daily activities. One of them is to help in the kitchen, especially during the Covid-19 pandemic. To provide information to the community about the activities of the residents who help in the kitchen, Penitentiary Class II A Bogor made a video of the activity uploaded on social media. The purpose of making this video is to provide information to the public about the lives and activities of the built citizens, especially the tamping who help in the kitchen. The video showed the activities of the tamping kitchen. The tamping kitchen activities began with raw materials of cuisine arrived in the penitentiary, processing the materials, cooked and consumed by the members of penitentiary occupants. Research methods use a descriptive qualitative approach, data collection is done through observation, interviews and document tracing. The study was conducted from November 2020 to February 2021. Key word : Digital Literacy, inmates, tamping kitchen  Abstrak: Di era digital literasi saat ini, beragam informasi hadir melalui media massa ataupun media sosial. Informasi positif dan akurat akan bermanfaat bagi masayarakat. Kemampuan masyarakat  memahami setiap informasi masih  dianggap  rendah.  Salah  satunya  informasi tentang kegiatan warga binaan di dalam Lembaga pemasyarakatan (LAPAS) selama pandemi COVID-19. Warga binaan di Lapas banyak yang memiliki keterampilan di beragam bidang, salah satunya keterampilan memasak. Warga binaan dengan keterampilan baik dipercayakan membantu petugas Lapas mengerjakan kegiatan sehari-hari. Salah satunya adalah membantu di  dapur,  khususnya  di  masa  pandemi  Covid-19.  Untuk  memberikan  informasi  pada masyarakat tentang kegiatan para warga binaan (tamping) yang membantu di dapur, pihak Lapas Kelas II A Bogor membuat video kegiatan yang diunggah di media sosial. Tujuan dari pembuatan video ini adalah untuk memberikan informasi pada masyarakat tentang kehidupan dan kegiatan warga binaan, khususnya para tamping yang membantu di dapur. Dalam video ditayangkan aktivitas para tamping dapur dalam melaksanakan pekerjaannya, dimulai dari awal bahan baku masakan tiba di lapas, pengolahan dan dikonsumsi para warga binaan. Metode   penelitian   menggunakan   pendekatan   kualitatif   deskriptif,   Pengumpulan   data dilakukan melalui observasi, wawancara dan penelusuran dokumen. Penelitian dilakukan pada November 2020 sampai Februari 2021. Kata kunci : Literasi digital, tamping dapur, warga binaan

Page 10 of 17 | Total Record : 165