cover
Contact Name
Ratih Siti Aminah
Contact Email
ratih.penari@gmail.com
Phone
+6285885785740
Journal Mail Official
wahana@unpak.ac.id
Editorial Address
Universitas Pakuan, Jalan Pakuan No.1 Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 08535876     EISSN : 26224356     DOI : https://doi.org/10.33751/wahana
Media Bahasa, Sastra dan Budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Sosial ilmu dan Budaya Universitas Pakuan dengan E-ISSN 2622-4356. Jurnal ini memuat makalah, pemikiran kritis, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian pada bidang bahasa, sastra, budaya, komunikasi dan seni dalam bentuk artikel ilmiah dari para peneliti, akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa dengan berbagai metode, baik kualitatif, kuantitatif, metode campuran, berbagai pendekatan dan teori bahasa, sastra,budaya, komunikasi dan seni. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun berbentuk digital. Jurnal ini menjalin kerja sama dengan editor berstatus guru besar dari beberapa universitas yang akan meninjau artikel sebelum dipublikasikan. Setiap artikel yang dikirmkan akan ditinjau dan ditelaah (review) dengan metode double blind oleh dua orang penelaah (reviewer). Media Bahasa Sastra dan Budaya Wahana telah terdaftar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Articles 165 Documents
DIGITAL SIGNAGE : MAKNA, STRATEGI PEMBUATAN PESAN, DAN IMPLEMENTASI OLEH DENTSU AGENCY Karina Pramita Ningrum
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 28, No 1 (2022): Volume 28, Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.052 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v28i1.5223

Abstract

AbstractThis article discusses the digital signage: meaning, message creating strategy and implementation by Dentsu Agency. The success of an advertising message in capturing the audience's attention and create awareness of one set of capabilities includes an advertising content in the audio and visual elements of the use of the media, this study aims to determine the stage of making understand the message of the use of digital signage medium that has limitations on audio elements that able to highlight the visual elements that still give th eaudience an understanding in accordance with the audio function. This study used a qualitative research method with descriptive explorative design, to explain the results of the interview and observation data analysis techniques used thematic analysis. The results showed limitations in representing by the agency of visual elements on the digital signage medium  in  capturing  the  attention  of  the  audience,  persuasive,  and  increase  awareness  of  the audience for a productor service through the medium. Production strategies under taken message includes three stages which includes the step of: 1) Pre-production, 2) production, and 3) Post- Production. Implementation of the medium is seen in the field of advertising (commercial) and some other fields related to the use of digital signage. Keywords:Digital Signage,Implementation of Digital Signage,Message Creating Strategy. AbstrakPenelitian ini membahas tentang digital signage: makna, strategi pembuatan pesan dan implementasi oleh Dentsu Agency. Keberhasilan sebuah pesan iklan dalam menangkap atensi dan menciptakan awareness audiens salah satunya ditentukan dari kemampuan sebuah konten iklan dalam menonjolkan unsur audio dan visual dari penggunaan media, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memahami tahapan pembuatan pesan dari penggunaan medium digital signage yang memiliki keterbatasan pada unsur audio agar mampu menonjolkan unsur visual yang tetap memberikan pemahaman pada audiens sesuai dengan fungsi audio.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain deskriptif ekploratif, untuk menjelaskan hasil wawancara dan observasi digunakan teknik analisis data dengan analisa tematik. Hasil penelitian menunjukkan keterbatasan agency dalam menunjukan unsur visual   pada   medium   digital   signage   dalam  menangkap   atensi   dari   audiens,   persuasif,   dan meningkatkan awareness audiens terhadap sebuah produk atau jasa melalui medium tersebut. Strategi produksi pesan yang dilakukan meliputi tiga tahapan  yang meliputi tahap : 1)  Pra produksi,  2) Produksi, dan 3) Pasca Produksi. Implementasi penggunaan medium ini dilihat dalam bidang periklanan  (komersial)  dan  beberapa  bidang  lainnya  yang  berkaitan  dengan  penggunaan  digital signage. Kata kunci : Digital Signage,Implementasi,Strategi Pembuatan Pesan. 
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DUA ARAH PADA BLENDED LEARNING BERORIENTASI FLIPPED CLASSROOM PADA MASA NEW NORMAL COVID 19 Rahmi Oktarina; Ambiyar Ambiyar; Fhadillah Fhadillah
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 26, No 2 (2020): Volume 26 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.158 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v26i2.2771

Abstract

abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas komunikasi dua arah guru dan siswa melalui penggunaan blended learning beroritasi Flipped Clasroom terhadap hasil belajar materi ajar sistem operasi pada siswa SMK kelas XI Teknik Komputer Jaringan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan SMKN 2 Payakumbuh, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu/ quasy eksperiment dengan pretest-posttest Control Group Design . Teknik Pengumpulan Data dengan menggunakan tes. Pre-test dilaksanakan diawal untuk melihat kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan, Post-test dilaksanakan untuk mengujikan efektifitas atau pengatuh dari penerapan perlakukan tersebut. Pada penelitian ini teknik analisis data menggunakan 3 uji statistik, (1) uji normalitas, (2) uji homogenitas dan  (3) uji hipotesis. Melalui penggunaan uji hipotesis untuk melihatkan hasil dari H0 ditolak dan H1 diterima dengan  taraf siginifkansi 5% sehingga nilai nya (P 0,05). Kesimpulannya penggunaan blended learning berorinetasi flipped Classroom pada mata pelajaran sistem operasi efektif dan meningkatkan hasil belajar siswa SMKN 2 Payakumbuh, Sumater Barat. Kata kunci: Blended Learning berorientasi Flipped Classroom,  Sistem Operasi,hasil belajar Abstract. This study aims to determine the effectiveness of the use of Flipped Clasroom-oriented blended learning on the learning outcomes of operating system teaching materials in class XI SMK students of Network Computer Engineering. The subjects in this study were students majoring in Computer Network Engineering at SMKN 2 Payakumbuh, West Sumatra. This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest Control Group Design. Data collection techniques using tests. The pre-test was carried out at the beginning to see the students' initial abilities before being given treatment, the post-test was carried out to test the effectiveness or compliance of the application of the treatment. In this study, the data analysis technique used 3 statistical tests, (1) normality test, (2) homogeneity test and (3) hypothesis testing. Through the use of hypothesis testing to show the results of H0 rejected and H1 accepted with a significance level of 5% so that the value is 0.000 0.05. In conclusion, the use of blended learning with flipped classroom orientation in operating system subjects is effective and improves student learning outcomes of SMKN 2 Payakumbuh, West Sumatra. Keywords: Blended Learning oriented Flipped Classroom, Learning Outcomes,Operating System.
WAYANG BEBER FABEL SEBAGAI MEDIA STORYTELLING UNTUK ANAK USIA DINI Jati Noegroho
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 28, No 1 (2022): Volume 28, Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.955 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v28i1.5226

Abstract

Abstract Wayang Beber is media education for kids. Before enter to Kindergarteen School. The kids are need instrument media for easly education process. Writer has give a solution , for creating Wayang Beber design . Wayang Beber design take a fabel story. Fabel story a duck was face to face  with the predator or eagle. The story have message morality about “feel regard for parents must to fertilize from beginning”. The goals is help teacher for description or folklore for PAUD Student. For help educator for suitable,   intereresting,   and easily in give education   with Wayang Beber Fabel. Keywords : Wayang Beber, teacher visuallitation, variaty in education Abstrak Wayang Beber sebagai media pembelajaran untuk anak-anak Anak Usia Dini (selanjutya disebut PAUD). Sebelum memasuki sekolah Taman kanak-kanak(selanjutnya disebut TK). Anak anak PAUD memerlukan alat atau media peraga untuk mempermudah dalam menyerap proses belajar. Penulis menawarkan sebuah solusi untuk membuat desain Wayang untuk anak-anak PAUD. Desain wayang PAUD mengambil cerita kisah Fabel atau cerita tentang binatang. Cerita tentang binatang unggas (bebek) berhadapan dengan pemangsa atau elang (Predator). Ada pesan moral di dalam ceritanya berupa “Rasa hormat kepada orangtua yang  harus dipupuk sedini mungkin” .Tujuan utamanya adalah membantu visualisai guru untuk menerangkan atau mendongeng untuk murid-murid PAUD . Membantu para pendidik untuk pelengkap dan sebagai media pembelajaran lain. Media pembelajaran yang   menarik dan atraktif dengan sebuah totonan Wayang Beber Fabel. Pertunjukan Wayang Beber Fabel dapat dijadikan alternatif untuk mengajar bagi guru pendidik di lingkungan PAUD. Agar lebih variatif dalam mengajar. Kata kunci : Wayang Beber, variatif dalam mengajar, visualisai guru 
IDEOLOGI SEBAGAI CARA BERPIKIR DALAM MEMUNCULKAN KRISIS MORAL MELALUI KONTESTASI KEPRIBADIAN DUA TOKOH SENTRAL DALAM FILM DORIAN GRAY (2009) Ni Made Widisanti Swetasurya
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 26, No 2 (2020): Volume 26 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.614 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v26i2.2767

Abstract

Abstrak : Film merupakan media visual yang dapat menciptakan ruang-ruang diskusi baik yang bersifat formal maupun informal. Dalam lingkup sastra, kajian film dapat dikaji secara ilmiah dengan meneliti persoalan yang diangkat dengan didukung oleh unsur instrinsik dan ekstrinsik sastra yang terkandung di dalamnya. Dalam tulisan ini, film yang dijadikan bahan  kajian adalah Film Dorian Gray (2009) dengan topik bahasan ideologi sebagai cara berpikir yang dapat memunculkan krisis moral melalui kontestasi kepribadian dua tokoh sentral. Film ini dipilih karena secara signifikan menggambarkan krisis moral sebagai wujud dari cara berpikir seseorang, sehingga tujuan dari kajian ini adalah untuk menunjukkan hal  tersebut. Berdasarkan kajian yang bersifat kualitatif yang ditunjang dengan studi literatur terkait ideologi sebagai cara berpikir dan produksi makna melalui bahasa, hasil kajian menunjukkan bahwa krisis moral dapat terjadi karena adanya pengaruh dari cara berpikir seseorang yang disampaikan melalui bahasa yang secara produktif memproduksi makna yang bersifat negatif, sehingga akhirnya memunculkan krisis moral tesebut. Kata kunci : ideologi sebagai cara berpikir, kepribadian, krisis moral, tokoh sentralAbstract: Films are visual media that can create discussion spaces, both formal and informal. In the scope of literature, film studies can be studied scientifically by examining the issues raised supported by the intrinsic and extrinsic elements of literature contained therein. The film used as study material in this paper is Dorian Gray (2009) with the topic of ideology as a way of thinking that can lead to a moral crisis through the contestation of the personalities of two central characters. This film was chosen because it significantly depicts the moral crisis as a manifestation of one's way of thinking, so the purpose of this study is to demonstrate this. Based on a qualitative study supported by literature studies related to ideology as a way of thinking and producing meaning through language, the results of the study show that  moral crisis can occur because of the influence of a person's thinking that is conveyed through language which productively produces negative meanings, so that finally gave rise to that moral crisis.Keyword: central figure, ideology as a way of thinking, moral crisis, , personality
PENGARUH TERPAAN FILM SEXY KILLERS TERHADAP KEPERCAYAAN MAHASISWA PADA PEMILIHAN PRESIDEN 2019 (STUDI KASUS PADA MAHASISWA INSTITUT PERTANIAN BOGOR) Muslim Muslim
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 26, No 2 (2020): Volume 26 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.628 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v26i2.2772

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana terpaan film “Sexy Killers” bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor, untuk mengidentifikasi tingkat kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor, untuk menganalisis pengaruh terpaan film “Sexy Killers” terhadap kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor pada pemerintah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan cara penelitian survei. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Institut Pertanian Bogor dengan responden sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Data kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Uji statistik dilakukan dengan  bantuan program SPSS versi 22.0. Berdasarkan  hasil penelitian menunjukan  bahwa 1) Berdasarkan hasil dari analisis terpaan film “Sexy Killers” bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor menunjukkan mayoritas responden menjawab memberikan tanggapan yang berbeda-beda. Ditinjau dari indikator frekuensi, responden menonton film Sexy Killers pada inti cerita film tersebut sehingga responden mempercepat dalam menontonnya. Hal ini agar pesan yang disampaikan film tersebut dapat dipahami secara mendalam. Pada indikator durasi mayoritas responden mengerti pesan dalam film Sexy Killers pada durasi pada 9 menit – 10 menit. Dengan diputarnya film Sexy Killers ini dapat memberikan pengetahuan bagi mahasiswa dalam dunia pertambangan di Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang diluangkan untuk menonton film Sexy Killers, semakin besar terpaan tayangan film, 2) Berdasarkan hasil dari analisis tingkat kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor menunjukkan mayoritas responden ragu-ragu dari setiap pernyataan yang diajukan dengan kebenaran isi pesan film tersebut sehingga mahasiswa perlu mengkonfirmasi kembali dengan mencari berbagai sumber informasi yang disampaikan terhadap pernyataan yang diajukan, 3) terdapat pengaruh terpaan film “Sexy Killers” terhadap kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor pada pemerintah. Hal ini dapat terlihat pada hasil uji-t diperoleh t-hitung sebesar 4,594 dengan tingkat probabilitas (sig) kurang dari 0,05 adalah 0,000. Kata Kunci: film sexy killers,kepercayaan mahasiswa, pengaruh terpaan media Abstract : This study aims to identify how the exposure of the film "Sexy Killers" for students of the Bogor Institute of Agriculture, to identify the level of trust of students of the Bogor Institute of Agriculture, to analyze the effect of the exposure of the film "Sexy Killers" on the confidence of students of the Bogor Institute of Agriculture in the presidential election.    The method used in this research is quantitative descriptive survey research. This research was conducted at Bogor Agricultural University Students with a total of 100 respondents. The sampling technique used in this study is a probability sampling technique with a simple random sampling method. Quantitative data is presented in the form of frequency tables. Statistical tests were performed with the help of the SPSS program version 22.0.Based on the results of the study showed that 1) Exposure to the film "Sexy Killers" for students of the Bogor Institute of Agriculture showed that the majority of respondents responded differently. In terms of frequency indicators, respondents watch the movie Sexy Killers at the core of the film's story so that respondents accelerate in watching it. On the duration indicator the majority of respondents understood the message in the film Sexy Killers at a duration of 9 minutes - 10 minutes. 2) The level of confidence of Bogor Agricultural University students showed that the majority of respondents were hesitant of each statement submitted with the truth of the message content of the film so that students needed to reconfirm by searching various sources of information submitted for the statement submitted, 3) there was an influence of exposure to the film "Sexy Killers "against the confidence of Bogor Agricultural University students in the presidential election. This can be seen in the t-test results obtained t-test of 4.594 with a probability level (sig) of less than 0.05 is 0.000.Keyword: exposure, sexy killers films, student trust, the influence of exposurePendahuluan
IMIGRASI JEPANG KE BRASIL SEBAGAI BAGIAN DARI EKSPANSI EKONOMI JEPANG SEBELUM PERANG DUNIA II Erni Puspitasari; Indun Roosiani
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 28, No 1 (2022): Volume 28, Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.566 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v28i1.5227

Abstract

Abstract In the Meiji era until the beginning of Showa, Japan was faced with problems of poverty, population growth and industrialization problems. In order to overcome this, Japan carried out immigration policies for its citizen and efforts to carry out economic expansion to Brazil as a consequence of new industrialized country. The purpose of this research was to analyze the background of the immigration of Japanese citizen to Brazil, as well as various policies implemented as a form of economic expansion efforts in Brazil. The method used in this research was descriptive qualitative. The results showed that although Japan turned into a new industrialized country, it was not accompanied by increasing of welfare, Japan was faced with the problem of urban and rural poverty. In addition, Japan was also faced with population growth, so that the level of competition in finding jobs was high, which results in increased unemployment.  Facing  this  kind  of  situation,  the private sector  with  the support  of  the government had implemented immigration policies for its citizens to Brazil. Through immigration, the Japanese private sector and government carried out economic expansion in order to fulfill raw materials, as well as the distribution of industrial products, through the establishment of colonies, purchase of land for settlements and plantations, economic missions, banking businesses and the establishment of various industries. Keywords: Economic expansion Immigration Japan-Brazil   Abstrak Pada era Meiji hingga awal Showa, Jepang dihadapkan pada masalah kemiskinan, pertambahan penduduk dan masalah industrialisasi. Guna mengatasi hal ini Jepang melakukan kebijakan imigrasi bagi penduduknya dan usaha untuk melakukan ekspansi ekonomi ke Brasil sebagai konsekwensi negara industri  baru.  Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk menganalisis  latar belakang terjadinya imigrasi penduduk Jepang ke Brasil, serta berbagai kebijakan yang dilakukan sebagai wujud dari upaya ekspansi ekonomi di Brasil.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitaif. Hasil penelitian menunjukan bahwa walaupun Jepang berubah menjadi negara industri baru, tetapi tidak disertai dengan peningkatan kesejahteraan, Jepang dihadapkan kepada masalah kemiskinan perkotaan, dan pedesaan. Selain itu Jepang juga dihadapkan kepada pertambahan penduduk, sehingga tingkat kompetisi dalam mencari pekerjaanmenjadi tinggi, yang berakibat meningkatnya  pengangguran. Menghadapi hal seperti ini, pihak swasta dengan dukungan pemerintah melakukan kebijakan imigrasi bagi penduduknya ke Brasil. Melalui imigrasi, pihak swasta dan pemerintah Jepang melakukan ekspansi ekonomi guna pemenuhan bahan baku, serta pendistribusian hasil industri, melalui pendirian koloni, pembelian lahan untuk pemukiman dan perkebunan, misi ekonomi, usaha perbankan dan pendirian berbagai industri. Kata kunci : Imigrasi, ekspansi ekonomi, Jepang, Brasil
GAYA KOMUNIKASI PEMIMPIN PEREMPUAN DALAM MENYAMPAIKAN PESAN PEMBANGUNAN Ratih Siti Aminah
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 26, No 2 (2020): Volume 26 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.8 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v26i2.2768

Abstract

Abstrak : Gaya Komunikasi perempuan dalam organisasi Pembinaan Kesejahteraan keluarga (PKK) berperan penting pada keberhasilan pelaksanaan program-program Pemerintah tentang kesehatan ibu dan anak,  kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan perempuan.Gaya komunikasi merupakan perpaduan antara bahasa dan tindakan yang dipergunakan seseorang untuk menyampaikan pesan. Ketua PKK di tingkat Rukun Warga (RW) menyampaikan pesan sepuluh program PKK dengan beberapa gaya komunikasi. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus. Lokasi penelitian di RW 07 dan RW 03 Kelurahan Katulampa, Bogor, pada April 2018. Hasil penelitian, Ketua PKK di RW 07 dan RW 13 Kelurahan Katulampa lima gaya komunikasi yaitu, Gaya dinamis, Gaya melepaskan, gaya penataan, gaya kesetaraan dan gaya penarikan. Controlling style cenderung tidak dilakukan karena tidak sesuai dengan budaya organisasi dan karakteristik anggota. Withdrawal style meskipun tak sesuai dengan budaya organisasi dilakukan oleh Ketua PKK di RW 07 dan RW 13. Fungsi gaya komunikasi informatif, regulatif, persuasif dan integratif dilakukan Ketua PKK TW 07 dan RW 13 Kelurahan Katulampa dengan tujuan untuk dapat melaksanakan program-program PKK secara maksimal dengan mengusung persahabatan, toleransi dan kekeluargaan.  Abstract :The Communication Style of women in the organization of Family Welfare Development (PKK) plays an important role in the successful implementation of Government programs on maternal and child health, family welfare and women's empowerment. Communication style is a combination of language and actions that a person uses to convey a message. Pkk leaders at the Community Rukun (RW) level delivered the message of ten PKK programs with several styles of communication. This research uses descriptive qualitative in the form of case studies. The research location in RW 07 and RW 03 of Katulampa Subdistrict, Bogor, in April 2018. As a result of the research, the Chairman of PKK in RW 07 and RW 13 of Katulampa Sub-District conducted five communication styles, namely Dynamic style, Relinquishing style, structuring style, equalitarian style and withdrawal style. Controlling style tends not to be done because it is not in accordance with the organizational culture and characteristics of members. Withdrawal style although not in accordance with the organizational culture is carried out by the Chairman of the PKK in RW 07 and RW 13. The function of informative, regulative, persuasive and integrative communication style was carried out by the Chairman of PKK TW 07 and RW 13 of Katulampa Village with the aim to be able to carry out PKK programs to the maximum by bringing friendship, tolerance and kinship. Keyword: Communion style, development message, female leader
REPRESENTASI BUDAYA TIMUR DAN BARAT DALAM NOVEL EAT PRAY LOVE Dyah Kristyowati
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 26, No 2 (2020): Volume 26 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.435 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v26i2.2773

Abstract

Abstrak: Novel Eat Pray Love karya Elizabeth Gilberth bercerita tentang perjalanan seorang wanita seorang wanita seorang diri di tiga negara selama satu tahun. Dia mengunjungi Italia, India dan Indonesia. Tujuan perjalanannya adalah untuk menemukan keseimbangan dalam hidupnya. Hal itu terlihat dari interaksi antara karakter dan konflik yang terkandung dalam novel ini. Perjalanannya ke Italia adalah untuk menjelajahi seni kesenangan. Dia mengeksplorasi seni meditasi dan pengabdian di negara India dan keseimbangan di Bali Indonesia. Representasi Budaya Barat dan Timur didefinisikan dengan baik dalam novel Eat Pray Love. Representasi Budaya Timur yang diwakili oleh India dan Indonesia dan Barat yang diwakili oleh budaya Italia akan dianalisis lebih dalam dalam penelitian ini. Hasil akhir dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Representasi Budaya Italia, India, dan Indonesia dalam novel Eat Pray Love karya Elizabeth Gilberth. Dalam penelitian ini penulis berfokus pada analisis Representasi Budaya menggunakan teori budaya melalui analisis elemen budaya seperti bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, sistem keagamaan, dan seni.Kata kunci : budaya, elemen budaya, representasi budaya  Abstract:Eat Pray Love's novel by Elizabeth Gilberth tells the story of a woman's journey by herself in three countries for one year. She visited Italy, India and Indonesia. Her purpose of journey is to find a balance in her life. It can be seen from the interaction between characters and conflicts contained in this novel. Her trip to Italy is to explore the art of fun. She explores the art of meditation and devotion in the country of India and the balance in Bali Indonesia. Representation of Western and Eastern Culture is well defined in the novel Eat Pray Love. Representation of Eastern Culture represented by India and Indonesia and the West represented by Italian culture will be analyzed more deeply in this study. The final result of this research is to find out about the Representation of Italian, Indian and Indonesian Culture in the novel Eat Pray Love by Elizabeth Gilberth. In this study the writer focuses on the analysis of Cultural Representation analysis uses cultural theory through the analysis of cultural elements such as language, knowledge systems, social organizations, living equipment systems and technology, livelihood systems, religious systems, and arts. Keywords: culture, cultural elements, cultural representation, Italy, India, Indonesia
PESAN KAMPANYE BBOB 2.0 #KERENTANPANYAMPAH THE BODY SHOP PADA SIKAP SIKAP PEDULI LINGKUNGAN (Survei Pada Followers Instagram @thebodyshopindo.impact) Lativa Ayu Nurcahyanti; Qoute Nuraini Cahyaningrum
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 28, No 1 (2022): Volume 28, Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.667 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v28i1.5228

Abstract

AbstractThis study discusses the effect of the “Bring Back my Bottle”campaign message from The Body Shop on the environmental care attitude from the followers of @thebodyshopindo.impact. the sample of this study applies a quantitative research method and uses a simple regression technique. The sampling technique uses simple random sampling. The result of this study indicate that the message campaign has the largest average score on clarity. Ob the environmental cara attitude variable n the cognitive section. The result of the statistical test of the coefficient of determination (R2) which resulted in a coefficient of independent variable (X) is the campaign message on the monitoring variable (Y), namelu the attitude of caring for the environmental 49%. Keywords: campaign message; garbage; environmental care attitudeAbstrakPenelitian ini membahas mengenani pengaruh pesan kampanye “Bring Back my Bottle” dari The Body Shop terhadap sikap peduli lingkungan pengikut alamat media social instagram @thebodyshopindo. impact. Sample penelitian ini berjumlah sebanyak 100 orang. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kuantitatif dan juga menggunakan teknik regrasi sederhana. teknik pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling . hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pesan kampanye skor rataan terbesar pada clarity. Pada variable sikap peduli lingkungan pada bagian kognitif sebanyak 3,75. Berdasarkan hasil uji statistik koefisien determinasi (R2) dihasilkan koefisien (R Square) sebesar 0,499 yang berarti pengaruh variabel bebas (X) yaitu pesan kampanye terhadap variabel terikat (Y) yaitu sikap peduli lingkungan adalah sebesar 49,9%.Kata Kunci: pesan kampanye; sampah; sikap peduli lingkungan; sampah
VIDEO TUTORIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI ERA NEW NORMAL COVID 19 Tyas Asih Surya Mentari; Giatman Giatman; Fadhilah Fadhilah
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 26, No 2 (2020): Volume 26 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.905 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v26i2.2769

Abstract

Abstrak:Di era baru masa pandemi covid-19 diwajibkan setiap mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan secara online atau daring. Teknologi Informasi dan Komunikasi sangat dibutuhkan dalam menunjang pembelajaran di masa era baru di masa pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan media pembelajaran berupa media e-learning berbasis video tutorial yang praktis untuk mata kuliah Tata Rias Foto/TV/Film pada materi rias karakter. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model IDI (Instructional Development Institute). Penelitian ini melihat apakah media e-learning berbasis video tutorial yang dirancang ini praktis, kemudian dilakukan uji coba kepada pengguna, yaitu dosen dan mahasiswa. Aspek yang diuji cobakan kepada dosen untuk melihat aspek akses e-learning, aspek materi, aspek penyajian, aspek media e-learning berbasis video tutorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media e-learning berbasis video tutorial oleh dosen sudah praktis, sedangkan kepada mahasiswa untuk melihat minat mahasiswa, proses penggunaannya, peningkatan keaktifan mahasiswa dan waktu mahasiswa dalam mempelajari Mata Kuliah Rias foto/TV/Film dan Karakter pada materi rias karakter di Jurusan Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP dengan menggunakan media E-Learning Berbasis Video tutorial. Hasil praktikalitas oleh mahasiswa sudah praktis. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa media e-learning berbasis video tutorial telah praktis dan dapat digunakan dalam pembelajaran di Jurusan Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP dan dapat dikembangkan serta digunakan pada mata kuliah yang berbeda.Kata Kunci: Media Pembelajaran, E-learning, Video Tutorial, Praktis. Abstract:In the new era of the Covid-19 pandemic, all students are required to do online or online lecture activities. Information and communication technology is urgently needed to support learning in the new era during the Covid-19 pandemic. This study aims to produce a learning media design in the form of e-learning media based on practical video tutorials for Photography / TV / Film Make-up subject on character make-up material. This type of research is development research using the IDI (Instructional Development Institute) model. This study examines whether the designed video tutorial-based e-learning medium is practical, then tests are performed on users, that is, teachers and students. The aspects that were tested in the teachers were to see aspects of access to e-learning, material aspects, presentation aspects, aspects of e-learning media based on video tutorials. The results showed that the e-learning medium based on tutorial videos by the teachers was practical, while for the students, seeing the interest of the students, the process of its use, increased the activity of the students and the time of students in the studio of the Department of Photography / TV / Film and Makeup Courses of Characters of Makeup and Beauty, FPP UNP using e-learning media based on video tutorials. The results of practicality by students are practical. Based on the above data, it can be concluded that e-learning media based on video tutorials are practical and can be used in learning in the Department of Makeup and Beauty, FPP UNP and can be developed and used in different subjects.Keywords: e-learning, Learning media, practical video tutorials.