cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
KALPATARU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
Appendix Kalpataru Volume 22, nomor 2, tahun 2013 KALPATARU Majalah Arkeologi
KALPATARU Vol. 22 No. 2 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Artistik Lidah Api Kemerdekaan di Tugu Nasional atau Monumen Nasional. Yuke Ardhiati
KALPATARU Vol. 21 No. 2 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v21i2.140

Abstract

Lidah Api Kemerdekaan sebagai simbol dinamis ’api’ adalah ekspresi Kebesaran Bangsa Indonesia gagasan Presiden Soekarno menjadi mahkota Tugu Nasional atau Monumen Nasional. Kehadirannya bukan saja sebagai simbol estetis semata, agar tampak indah dari semua sudut pandang, tetapi juga berperan sebagai pelindung ruang lift di Puncak Tugu. Kedudukannya di atas ketinggian 115 m dari permukaan tanah menyebabkan kesulitan dalam cara penggambaran serta pemugaran. Berdasar penelitian, diketahui kondisi Api Kemerdekaan yang telah mengalami degradasi/kerusakan pada lapisan goldleaf di permukaan dasar Lidah Api. Dengan demikian diperlukan pemikiran-pemikiran ke depan untuk menemukan strategi konservasi bagi kelestarian Lidah Api Kemerdekaan tersebut. Selain itu ditemukan kesulitan cara pendokumentasian artefak karena lokasi tapak berdirinya Lidah Api tidak memungkinkan Lidah Api disaksikan secara frontal. Di dalam dokumen pribadi Arsitek Soedarsono (alm.) ditemukan sejumlah gambar arsitektur LidahApi Kemerdekaan sebagai pemandu penggambaran ulang Lidah Api Kemerdekaan untuk menjadi basis konservasi lanjut. Abstract. Lidah Api Kemerdekaan (The Flame of Independence) as a dynamic symbol of ‘fire’ is the expression of the Greatness of Indonesian Nation, and was the idea of President Soekarno, who wanted it to be the ‘crown’ of Tugu Nasional/Monumen Nasional (National Monument) or Monas. It is not solely meant as an aesthetical symbol to make the monument attractive from every view, but also functions as the cover of the lift room on top of the monument. Its position, which is 115 above the ground, has caused some difficulties in the drawings and restoration efforts. Grounded Theory research through the point of view of Phenomenology on top of the National Monument has revealed degradation/damage on the gold-leaf layer on the surface of the Flame of Independence. Hence thoughts/discussions to find conservation strategies in the future are essentially needed for the preservation of the Flame of Independence. There is also difficulty to document the artifact because the location of the flame makes it impossible to be viewed frontally. Fortunately among the personal documents of the late architect, Soedarsono, we found a number of architectural drawings of the Flame of Independence that can be used as our guidance to redraw the Flame of Independence as the basis of further conservation.
Appendix Kalpataru Volume 21, nomor 2, tahun 2012 Redaksi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
KALPATARU Vol. 21 No. 2 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preface Kalpataru Volume 20, nomor 1, tahun 2011 Kalpataru Majalah Arkeologi
KALPATARU Vol. 20 No. 1 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preface Kalpataru Volume 19, nomor 1, tahun 2009 Kalpataru Jurnal Arkeologi
KALPATARU Vol. 19 No. 1 (2009)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan Vegetasi Situs Pesisir Samudera Pasai: Perlindungan dan Pelestarian. Dra Vita
KALPATARU Vol. 24 No. 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v24i2.173

Abstract

Abstract. The site of Samudera Pasai was the first Islamic kingdom in Indonesia and is located at the coastal area of Aceh Utara (North Aceh) Regency. Due to various natural disasters, the remains of this kingdom are only ruins and only very few physical evidences left. The building remains at this area were perished because the vegetation that protected this coastal area had been damaged by waves, wind, and erosion. Thus far research on environment has not given enough attention, particularly about vegetation in an environment as an effort to protect the Samudera Pasai site. Thus the purpose of writing this article is to know about the condition of the vegetation environment that is one of biotic elements that support the protection and preservation of Samudera Pasai site. This can be known by conducting a vegetation environment survey on the site. Survey results show that the types plants at this area are so diverse, among others mangrove, Casuarina equisetifolia, and a variety of coastal plants. Tree vegetation is also found at the interior part of the site, which is useful to protect the site from physical damage due to the sun and also keep the humidity of the buildings.Abstrak. Situs Samudera Pasai merupakan bekas kerajaan Islam pertama di Indonesia berada di kawasan pesisir pantai Kabupaten Aceh Utara. Akibat dari berbagai bencana yang menimpa situs ini, maka bekas-bekas kerajaan ini hanya tinggal puing dan sangat sedikit bukti fisik yang tersisa. Hilangnya bekas-bekas bangunan di wilayah ini disebabkan oleh punahnya lingkungan vegetasi yang melindungi kawasan pantai dari berbagai bencana seperti deburan ombak, angin, dan erosi pantai. Penelitian tentang lingkungan kurang mendapat perhatian, terutama lingkungan vegetasi sebagai salah satu upaya pendukung perlindungan Situs Samudera Pasai. Oleh karena itu tujuan penulisan naskah ini adalah untuk mengetahui lingkungan vegetasi yang merupakan salah satu unsur biotik pendukung Situs Samudera Pasai untuk melindungi dan melestarikan situs. Hal ini dapat diketahui dengan cara melakukan survei lingkungan vegetasi di situs ini. Hasil survei menunjukkan bahwa berbagai jenis vegetasi tumbuh di sepanjang pantai, antara lain vegetasi bakau (mangrove), vegetasi tanaman cemara (Casuarina equisetifolia), serta vegetasi tanaman pantai dari jenis tumbuhan yang beraneka ragam. Jenis vegetasi pohon ditemukan pula di bagian pedalaman situs, yang bermanfaat untuk melindungi situs dari kehancuran faktor fisik seperti sengatan matahari dan menjaga kelembaban bangunan situs.
Sepotong Cerita Satwa Badak dari Jawa. Fadhila Arifin Aziz
KALPATARU Vol. 16 No. 1 (2002)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v16i1.183

Abstract

.
Geologi Situs Kosala, Kabupaten Lebak, Provinsi Jawa Barat. M Fadlan S. Intan
KALPATARU Vol. 16 No. 1 (2002)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v16i1.184

Abstract

.
Bangka dalam Kontelasi Perkembangan Tasawuf di Nusantara Mujib Mujib
KALPATARU Vol. 16 No. 1 (2002)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v16i1.185

Abstract

.
Relief Batu Bercorak Budaya Cina dari Situs di Sulawesi Selatan Sarjiyanto Sarjiyanto
KALPATARU Vol. 16 No. 1 (2002)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v16i1.186

Abstract

.