cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 476 Documents
PERBEDAAN PROFIL HEMATOLOGI ANTARA SEROTIPE DENGUE PADA PASIEN YANG TERINFEKSI DENGUE DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Hidayat Hidayat; Tusy Triwahyuni; Tony Prasetia; Rizka Rahmawati
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.688 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.4198

Abstract

Infeksi dengue merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi di Indonesia. Terdapat 4 serotipe dengue, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Empat serotipe tersebut mirip secara antigenetik. Penelitian yang telah ada menunjukkan hasil yang berbeda-beda terhadap faktor penjangkitan infeksi dengue, salah satunya karena faktor populasi serotipe tiap daerah yang bermacam-macam, oleh karenanya perlu dilakukan penelitian di Bandar Lampung untuk melihat keragaman serotipe virus Dengue dan perbandingannya terhadap profil hematologi pasien yang terinfeksi Dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbandingan profil hematologi antara serotipe virus dengue pada pasien yang terinfeksi dengue. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien terdiagnosis infeksi dengue di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang berjumlah 37 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini pada pemeriksaan profil hematologi dilakukan dengan menggunakan alat hematology analyzer dan serotipe dengue dilakukan dengan RT-PCR di laboratorium. Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan dominasi jumlah leukosit diantara 4000-15000 (sel/µl), nilai hematokrit diaantara 37-52% dan kadar hemoglobin diantara 11,5-18 g/dL. Hasil uji Independent T-test terhadap nilai hematokrit dan kadar hemoglobin pada masing-masing serotipe dengue menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai p>0,05. Hasil uji Mann Whitney yang membandingkan masing-masing serotipe terhadap jumlah leukosit juga menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai p>0,05. Tidak ada perbandingan yang signifikan pada masing masing serotipe virus dengue terhadap jumlah leukosit, nilai hematokrit maupun kadar hemoglobin.
PERBANDINGAN DAYA HAMBAT AIR BELERANG DARI SUMBER AIR PANAS NATAR DENGAN SUMBER AIR PANAS WAY BELERANG KALIANDA TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Trichophyton mentagrophytes Ayu Trimutia; Marhamah Marhamah; Eka Sulistianingsih
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.035 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.5112

Abstract

Infeksi jamur Trichophyton mentagrophytes dapat ditemukan hampir di wilayah Indonesia, karena merupakan wilayah yang baik untuk pertumbuhan jamur. Insidensi penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tahun 2009-2011 berkisar 2,93-27,6% Indonesia. Salah satunya jamur Trichophyton mentagrophytes.pengobatan jamur kulit ada 2 cara menggunakan obat kimia dan air yang mengandung belerang. Tujuan penelitian ini mengetahui kadar air belerang dari sumber air panas Natar dengan sumber air panas Way Belerang Kalianda, dan mengetahui perbandingan daya hambat air belerang air panas Natar dengan air panas Way Belerang Kalianda terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton mentagrophytes. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analisis laboratorium.Analisis data uji T Independent.  Hasil penelitian menunjukkan kadar air belerang pemandian air panas  Natar  0,001 mg/L dan kadar Way Belerang Kalianda  1,736 mg/L zona hambat terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton mentagrophytes, pemandian air panas Natar rata-rata 16,8 mm katagori kuat sedangkan air Way Belerang Kalianda 22,24 mm kategori sangat kuat.
HUBUNGAN ANTARA USIA, JENIS KELAMIN, DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS DI KLINIK MARDI WALUYO LAMPUNG TENGAH Resti Arania; Tusy Triwahyuni; Firhat Esfandiari; Fidel Rama Nugraha
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.999 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.4200

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengontrol gula darah atau glukosa) karena gangguan pankreas, atau tubuh tidak dapat secara efisien memanfaatkan insulin yang diproduksi. Diabetes mellitus adalah masalah kesehatan penduduk yang serius, dan salah satu dari empat penyakit tidak menular yang perlu ditindak lanjuti. Perlu diketahui bahwa dalam sepuluh tahun terakhir jumlah dan prevalensi diabetes mellitus terus meningkat. Diabetes mellitus adalah penyebab kematian kedelapan dari kedua jenis kelamin dan penyebab kematian kelima pada wanita. Tujuan Penelitian ini adalah Hubungan antara Usia, Jenis Kelamin, dan Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Diabetes  Melitusdi Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah Tahun 2020. Metode penelitian ini adalah Penelitian ini bersifat observasional analitik, data yang diperoleh berupa data sekunder pasien suspect diabetes mellitus. Pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow dengan populasi tidak diketahui sehingga mendapatkan 126 sampel. Analisis yang akan digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Korelasi Spearman. Hasil yang didapat adalah Diketahui responden yang mengalami diabetes mellitus sebanyak 93 orang (73.8%), berusia dewasa tengah sebanyak 47 orang (87.0%), sebanyak 72 orang (79.1%) berjenis kelamin perempuan dan sebanyak 51 orang (85.0%) berpendidikan dasar Kesimpulan pada penelitian ini adalah Terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, dan tingkat Pendidikan dengan kejadian diabetes mellitus di klinik mardi waluyo lampung tengah tahun 2020.
HUBUNGAN ANTARA PEKERJAAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS DI KLINIK MARDI WALUYO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Resti Arania; Tusy Triwahyuni; Toni Prasetya; Sekar Dwi Cahyani
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.541 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.4110

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang dapat terjadi disaat tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup yaitu hormon tubuh yang dapat mengatur gula dalam darah yang disebabkan karena adanya gangguan pada pankreas, atau kondisi dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi oleh tubuh. Diabetes mellitus adalah salah satu dari 4 penyakit tidak menular yang perlu ditindak lanjuti. Faktor resiko penyakit tidak menular khususnya diabetes ini seringkali  berkaitan dengan gaya hidup, angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular seperti  diabetes mellitus ini lebih sering terjadi di negara yang berkembang dibanding negara yang maju. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui adanya hubungan antara pekerjaan dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes  mellitus di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah tahun 2020. Metode Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross  sectional, data yang diperoleh berupa data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien  diabetes mellitus dan data primer berupa kuesioner Aktivitas Fisik. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021. Pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow dengan populasi tidak diketahui sehingga mendapatkan 126 sampel.Analisis  yang akan digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Korelasi Spearman.  Hasil yang didapat Dari 126 responden suspect diabetes mellitus, sebanyak 93 orang responden mengalami diabetes mellitus (73,8%). Dari 93 orang responden yang mengalami diabetes mellitus, sebanyak 47 orang responden beraktivitas fisik rendah (94,0%) dengan nilai (p=0000) dan sebanyak 42 orang responden (89,4%) tidak memiliki pekerjaan dengan nilai (p=0.002). Kesimpulan pada penelitian ini adalah Terdapat hubungan antara pekerjaan dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah tahun 2020.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN POLA MAKAN (DIET DASH) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA DI PUSKESMAS SIMBARWARINGIN KECAMATAN TRIMURJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROVINSI LAMPUNG Shelly Novitri; Toni Prasetya; Ika Artini
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.812 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.4208

Abstract

Hipertensi menyebabkan sekitar 8 juta kematian setiap tahun, di mana 1,5 juta meninggal di Asia Tenggara, di mana sepertiga penduduknya menderita hipertensi, yang dapat menambah beban biaya pengobatan. Pola makan sangat berkaitan dengan frekuensi dan jenis makanan yang kita konsumsi dan ternyata perubahan pola makan seseorang sangat tidak lepas dari salah satu masalah hipertensi. Redline juga mengatakan, ahli jantung harus lebih memperhatikan pasien dengan kesulitan tidur atau kesulitan istirahat, karena gangguan tidur merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah pada orang dewasa, anak-anak dan remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan pola makan (diet dash) dengan kejadian penyakit hipertensi pada usia dewasa muda di Puskesmas Simbarwaringin kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional. Metode sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik pengambilan sampel pada penelitian menggunakan accidental sampling pada responden di Puskesmas Simbarwaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Terdapat 58 orang responden dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian yang dilakukan di Puskesmas Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung menunjukan ada korelasi yang signifikan antara kualitas pola tidur dengan kejadian hipertensi (p value=0.518) dan ada korelasi searah yang signifikan antara faktor pola makan (diet dash) dengan kejadian hipertensi (nilai korelasi data yaitu 0.601). Pola tidur yang buruk dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan pola makan (diet dash) apabila tidak rutin menjalaninya maka resiko hipertensi masih ada.
SURVIVAL LIFE PENDERITA KANKER PAYUDARA WANITA BERDASARKAN PROFIL IMUNOHISTOKIMIA DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Muhamad Ifan Fadhil; Wien Wiratmoko; Esteria Marhayuni; Yuniastini Yuniastini
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.432 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.4166

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Tahun 2018, diperkirakan 627.000 wanita meninggal karena kanker payudara (15% dari semua kematian akibat kanker di kalangan wanita). Prevalensi penyakit ini, di Indonesia tahun 2018 sebanyak 137.514 kasus dengan jumlah kematian 18.279 kasus tiap tahunnya. Parameter dalam menentukan prognosis kanker payudara dapat diketahui melalui survival life kanker payudara yang merupakan perkiraan persentase pasien yang akan bertahan hidup dari kanker mereka untuk jangka waktu tertentu setelah didiagnosis. Untuk menganalisis survival life penderita kanker payudara ditentukan dari profil imunohistokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase survival life penderita kanker payudara wanita berdasarkan profil imunohistokimia di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian retrospektif. Populasi adalah seluruh penderita kanker payudara yang terdiagnosa tahun 2015. Setelah diikuti selama lima tahun (2019), didapat 35 sampel yang memenuhi kriteria. Analisis data menggunakan analisis survival metode Kaplan-Meier. Survival life 5 tahun dengan profil imunohistokimia luminal A: 80%; luminal B: 50%. Survival life 4 tahun HER2-enriched: 37,5%. Untuk triple negative/basal like, survival life 3 tahun sebesar 44%. Survival life tertinggi adalah penderita dengan luminal A, diikuti penderita dengan luminal B, HER2-enriched, triple negative/basal like.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PEMBUDIDAYA TANAMAN HIAS TERHADAP KONTAMINASI TANAH OLEH SOIL TRANSMITTED HELMINTHS DI DESA KOTAGAJAH Ade Tia Ningrum; Eka Sulistianingsih; Marhamah Marhamah
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.47 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.4800

Abstract

World Health Organization menyebutkan lebih dari 1,5 miliar orang atau 24% penduduk dunia terinfeksi cacing yang ditularkan melalui tanah atau soil transmitted helminths. Tanah dapat terkontaminasi telur cacing yang dikeluarkan bersama tinja oleh orang yang terinfeksi. Pengetahuan dan perilaku merupakan faktor yang berperan dalam penyebaran infeksi soil transmitted helminths. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui persentase tanah yang terkontaminasi telur soil transmitted helminths, mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku pembudidaya tanaman hias (kebiasaan buang air besar, cara pengelolaan sampah, dan cara pengelolaan limbah cair), mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku pembudidaya tanaman hias dengan kontaminasi tanah oleh soil transmitted helminths. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Hasil penelitian didapatkan persentase tanah yang terkontaminasi telur soil transmitted helminths sebanyak 8 (26,7%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kontaminasi tanah oleh soil transmitted helminths (p value 0,009). Terdapat hubungan kebiasaan buang air besar dengan kontaminasi tanah oleh soil transmitted helminths (p value 0,002), tidak ada hubungan antara cara pengelolaan sampah dengan kontaminasi tanah oleh soil transmitted helminths (p value 0,284), dan tidak ada hubungan cara pengelolaan limbah cair dengan kontaminasi tanah oleh soil transmitted helminths (p value 0,060).
HUBUNGAN ANTARA LAMA HARI KATETER TERPASANG DENGAN KEJADIAN ISK PADA PASIEN YANG TERPASANG KATETER DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Indra Kumala; Nia Triswanti; Hidayat Hidayat; Gilang Raka Pratama
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 4 (2021): Volume 5 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.02 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i4.6185

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan reaksi inflamasi sel urotelium yang melapisi saluran kemih ditandai dengan keluhan nyeri atau keadaan klinis yang berat. Penggunaan kateter merupakan sumber penyebab tersering infeksi nosokomial traktus urinarius. Risiko terjadinya bakteriuria berhubungan dengan lamanya kateterisasi. Risiko bakteriuria meningkat 5-10% per hari setelah pemasangan kateter dan bakteriuria dapat terjadi 90-100% pada penggunaan kateter jangka Panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui angka kejadian infeksi saluran kemih berdasarkan usia dan jenis kelamin, distribusi frekuensi angka kejadian infeksi saluran kemih berdasarkan lama hari kateter terpasang, dan mengetahui hubungan antara lama hari kateter terpasang dengan kejadian infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien yang terpasang kateter. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2021 di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian case control menggunakan total sampling dengan populasi sebesar 100 responden dan analisis bivariat menggunakan ­chi square dengan program SPSS ver.26. Hasil penelitian menunjukkan dominan usia 56-65 tahun (40%) pada kelompok kasus dan usia 36-45 tahun (30%) di kelompok kontrol, sedangkan perempuan merupakan yang paling banyak pada kedua kelompok. Responden dengan lama hari kateter terpasang paling banyak pada kelompok kasus adalah >3 hari, sedangkan kelompok kontrol adalah <3 hari, dan p value = 0,000 pada analisis bivariat. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lama hari kateter terpasang dengan kejadian ISK.
HUBUNGAN ANTARA PERAWATAN INDWELLING KATETER DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) PADA PASIEN YANG TERPASANG KATETER DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Hernandi Ashari Jaya; Indra Kumala; Nia Triswanti; Hidayat Hidayat
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 4 (2021): Volume 5 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.705 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i4.6186

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan adanya mikroorganisme dalam saluran kemih dan ditemukannya bakteri yang berkolonisasi. Besar infeksi pada ISK disebabkan prosedur invasive atau instrumentasi saluran kemih yang biasanya berupa katerisasi perawatan dan pengurangan lama pemakaian kateter dapat menurukan terjadinya ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara perawatan indwelling kateter dengan kejadian isk pada pasien yang terpasang kateter di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian dilaksanakan  pada Oktober-November 2021 dengan teknik pengambilan yaitu total sampling. Hubungan antara perawatan indwelling kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien yang terpasang kateter menunjukkan terdapat hubungan antara kedua variabel. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value = 0,006 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara perawatan indwelling kateter dengan kejadian ISK. Dan dari analisis diperoleh pula nilai OR = 7,875 artinya pasien dengan perawatan indwelling kateter kurang baik memiliki kecendrungan untuk terjadinya ISK sebesar 7,875 atau hampir 8 kali besar mengalami terjadinya ISK dibandingkan pasien dengan perawatan indwelling kateter yang baik. Dan diperoleh juga interval kepercayaan (1,964-31,574) dimana pada interval kepercayaan tidak mengandung nilai odds ratio 1 sehingga menunjukkan adanya hubungan antara perawatan indwelling kateter dengan kejadian ISK pada taraf signifikansi 5%.
KARAKTERISTIK PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH YANG TERPASANG KATETER DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Risa Rismaya Risdinar; Indra Kumala; Nia Triswanti; Toni Prasetia
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 4 (2021): Volume 5 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.555 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i4.6188

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan reaksi inflamasi sel urotelium yang melapisi saluran kemih yang terdiri dari ginjal, ureter, buli-buli dan uretra. Ditandai dengan nyeri atau gejala klinis yang berat dan hasil pemeriksaan sedimen urin didapatkan positif 2 (5-9 sel/LPB). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien infeksi saluran kemih yang terpasang kateter di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2019-2021 berdasarkan usia, jenis kelamin, hasil pemeriksaan Pemeriksaan urinalisis sedimen urin, prosedur pemasangan kateter, perawatan indwelling kateter, dan lama hari kateter terpasang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif dan dilakukan pada bulan Oktober-November 2021 di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 102 responden dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel didapatkan 50 responden. Hasil penelitian tertinggi pada kelompok usia lansia akhir (56-65 tahun) sebanyak 20 orang dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 44 orang (89,9 %). Pemeriksaan urinalisis sedimen urin jumlah leukosit di dapatkan hasil paling banyak dengan jumlah leukosit 5-9 sel/LPB (positif 1) sebanyak 17 orang (34,0%), jumlah eritrosit paling banyak yaitu 1-4 sel/LPB (positif 1) sebanyak 19 orang (38,0%), jumlah epitel paling banyak yaitu 1-4 sel/LPB (positif 1) sebanyak 35 orang (70,0%). Perawatan indwelling kateter pada responden paling banyak yaitu perawatan indwelling kateter yang kurang baik sebanyak 14 orang. Lama hari kateter terpasang pada pasien infeksi saluran kemih paling banyak yaitu >3 hari sebanyak 41 orang.