cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 476 Documents
Efektivitas Konsumsi Coklat Dan Pijat Endorphin Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Lestari, Restu Senja; M, Maryam Syarah; Jayatmi, Irma; Ariyanti, Novi; Lestari, Fitri Wahyu; Kustari, N Amelinda; Ernawati, Muji; Aryanti, Tanty
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.19997

Abstract

Dismenorea termasuk salah satu keluhan terkait menstruasi yang banyak dialami oleh wanita. Dismenorea merupakan gangguan menstruasi dengan angka kejadian tertinggi sebesar 89,5%, diikuti oleh ketidaknyamanan menstruasi sebesar 31,2% dan menstruasi berkepanjangan sebesar 5,3%. Pada beberapa penelitian, ditemukan prevalensi dismenorea bervariasi antara 15,8% dan 89,5%. Desain penelitian yang akan dipakai dalam penelitian ini merupakan pendekatan Study Case Literature Review (SCLR) menggunakan 6 sampel eksperimen yang dibagi kepada 2 pemberian intervensi di mana 1-3 responden remaja diberikan intervensi cokelat, 4-6 remaja putri lagi diberikan intervensi pijat endorphin, ekperimen dilakukan dengan memberikan intervensi selama 3 hari lalu kemudian dilakukan observasi intensitas penurunan nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil dari pemberian intervensi didapatkan Responden 1-3 sebelum diberikan intervensi cokelat memiliki Tingkat nyeri parah, dan setelah diberikan intervensi cokelat terdapat penurunan nyeri dengan hasil responden 1 memiliki Tingkat nyeri 0 atau tidak nyeri dan responden 2,3 memiliki Tingkat nyeri ringan. Responden 4-6 sebelum diberikan intervensi pijat endorphin memiliki Tingkat nyeri parah, dan setelah diberikan intervensi pijat endorphin terdapat penurunan nyeri dengan hasil Tingkat nyeri 0 atau tidak nyeri. Berdasarkan hasil Intervensi pijat endorphin lebih efektif dibandingkan dengan konsumsi cokelat. Maka disarankan klien atau masyarakat khususnya Remaja Putri dapat melakukan tindak lanjut yang tepat dan mampu memberikan intervensi non farmakologis berupa konsumsi cokelat dan pijat endorphin untuk menurunkan masalah dismenorea atau Kesehatan reproduksi Wanita.
Intervensi Transkateter Katup Aorta Menggunakan Edwards Sapien 3 Pada Perempuan 70 Tahun Dengan Stenosis Aorta Berat: Laporan Kasus Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.17536

Abstract

Implantasi transkateter katup aorta (TAVI) merupakan pilihan terapi selain bedah pada pasien stenosis aorta (AS) berat dengan risiko bedah yang sedang-tinggi. Tindakan TAVI ini efektif aman dikerjakan pada pasien usia tua dengan AS berat. Kasus perempuan 70 tahun dengan keluhan cepat lelah ketika berenang yang dirasakan sejak 3 bulan yang lalu, pasien ini dengan gangguan katup AS berat serta memiliki faktor risiko hipertensi dan diabetes melitus tipe 2. Dari hasil pemeriksaan echo dan CT aorta disarankan untuk tindakan penggantian katup baik secara bedah atau transkateter, pasien memilih untuk tindakan transkateter. Dilakukanlah pemasangan TAVI Edward Sapien 3 ukuran 20mm dengan hasil baik.  Seperti yang ditunjukkan oleh kasus klinis ini, TAVI telah terbukti menjadi pengobatan yang efektif pada pasien dengan stenosis aorta dan risiko bedah menengah.
Analisis Potensi Interaksi Obat Pasien Tuberkulosis Paru Di Poli Anak Rumah Sakit Imanuel Wayhalim Bandar Lampung Periode Oktober - Desember 2022 Oktavia, Maria Maya Eka; Peranginangin, Martinus; Primadiamanti, Annisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.20123

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M.TB). Pengobatan yang diberikan kepada pasien tuberkulosis biasanya terdiri dari Rifampisin, Pirazinamid, Etambutol, dan Streptomisin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat dalam pengobatan pasien anak tuberkulosis yang dirawat di Poli Anak RS Imanuel Wayhalim Bandar Lampung pada periode Oktober hingga Desember 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif non-eksperimental (observasional), dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan secara retrospektif diambil dari rekam medik pasien tuberkulosis di poli anak RS Imanuel Wayhalim Bandar Lampung periode Oktober – Desember 2022. Hasil penelitian didapatkan karakteristik pasien TB usia tertinggi adalah usia balita (0-5 tahun) sebanyak 35 pasien (83,3%), jenis kelamin tertinggi adalah laki- laki sebanyak 27 kasus (64%). Potensi interaksi obat dalam terapi pasien anak dengan TBC menunjukkan adanya interaksi farmakokinetik antara obat anti tuberkulosis (OAT) yang terjadi dalam dua kasus (50%) serta interaksi farmakodinamik OAT juga dalam dua kasus (50%). Selain itu, terdapat 10 kasus (45,5%) interaksi farmakokinetik antara OAT dan obat lain yang terjadi pada fase metabolism, serta 12 kasus (54,5%) interaksi farmakodinamik OAT dengan obat lain. Dari segi tingkat keparahan interaksi obat, interaksi antara OAT menunjukkan bahwa terdapat dua kasus (100%) dengan kategori major. Sementara itu, untuk interaksi obat OAT dengan obat lain, ditemukan enam kasus (43%) dengan tingkat keparahan major dan delapan kasus (57%) dengan kategori moderate. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa rifampisin berinteraksi secara signifikan dengan isoniazid dan triamcinolon. Farmakokinetika pada fase metabolisme sering terjadi pada interaksi obat, dan sebagian besar tingkat keparahan interaksi obat berada pada kategori moderat.
Hernia Nukleus Pulposus : Laporan Kasus Sina, M Ibnu; Mustopa, Vito; Mutiara, Nur Sam Heni; Nuria, Khofifah Sinta; Putri, Gina Adinda; Maulana, Kiki; Restu, Putu Nindia Ayuni; Zatalini, Nabila; Vionita, Vionita
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.19216

Abstract

Laporan ini membahas kasus Hernia Nukleus Pulposus (HNP) pada seorang pasien wanita berusia 39 tahun yang mengeluhkan nyeri menjalar dari pinggul ke kaki kanan. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik neurologi, dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis menderita HNP lumbalis yang melibatkan segmen L4-S1. Gejala utama termasuk nyeri punggung bawah dan ekstremitas bawah, dengan penekanan pada saraf yang menyebabkan rasa sakit dan gangguan mobilitas. Penatalaksanaan meliputi terapi medikamentosa, terapi fisik, dan modifikasi aktivitas sebagai langkah non-operatif. Untuk kondisi berat atau kegagalan terapi konservatif, tindakan operatif seperti diskektomi dipertimbangkan. Diagnosis yang akurat melalui MRI sebagai standar emas sangat penting untuk menentukan pengobatan yang optimal. Prognosis pasien bergantung pada tingkat keparahan dan respon terhadap terapi yang diberikan.
Uji Efektivitas Larvasida Ekstrak Limbah Biji Durian Terhadap Larva Aedes aegypti Putri, Melita Regina; Tutik, Tutik; Susanti, Dwi
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.20292

Abstract

Virus dengue merupakan penyebab demam berdarah (DBD) yang disebarluaskan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan menggunakan larvasida nabati yang minim risiko seperti limbah biji durian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak limbah biji durian dalam membasmi larva Aedes aegypti dan menemukan konsentrasi ekstrak yang paling optimal sebagai larvasida nabati untuk larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental murni dengan rancangan penelitian posstest only control group design. Ekstraksi penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji efektivitas larvasida dilakukan dengan 6 perlakuan yaitu kontrol negatif (akuades) kontrol positif (temephos) dan konsentrasi ekstrak 0,5%, 1%, 2%, dan 5% dengan waktu pengamatan selama 6 jam. Hasil ekstraksi dengan metode maserasi rendemen yang diperoleh sebanyak 8,05%. Hasil uji fitokimia ekstrak limbah biji durian positif mengandung senyawa alkaloid, fenolik, flavonoid dan triterpenoid. Hasil uji efektivitas larvasida ekstrak etanol limbah biji durian ditentukan oleh nilai LC50 yang diperoleh pada jam ke-6 dengan nilai LC50 2,954% yang masuk dalam kategori beracun. Hasil analisis data uji Kruskal Wallis diperoleh (<0,05) maka tidak ada perbedaan yang signifikansi pada kematian larva pada ekstrak limbah biji durian antar kelompok perlakuan. Kemudian dilanjutkan denga uji Mann Whitney, menunjukkan bahwa pada kontrol positif dan kontrol negatif memiliki nilai signifikansi (P<0,05) yang artinya terdapat perbedaan dalam membunuh larva.
Hubungan Kadar Hba1c Dengan Retinopati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 DI Rumah Sakit Bintang Amin Wilwatikta, Ni Ketut Puspa; Kriswiastiny, Rina; Silvia, Eka; Esfandiari, Firhat
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.20045

Abstract

Hiperglikemia yang berlangsung lama pada pasien diabetes melitus akan meningkatkan resiko timbulnya komplikasi mikrovaskular seperti retinopati diabetik. Retinopati diabetik merupakan komplikasi yang disebabkan oleh terhambat suplai nutrisi ke retina yang menyebabkan terbentuknya pembuluh darah baru yang abnormal, mudah bocor, sehingga terjadi gangguan penglihatan bahkan kebutaan permanen. Hiperglikemik tersebut dapat dievaluasi dengan pemeriksaan HbA1c dengan nilai 6,5% sebagai nilai untuk mendiagnosis dini retinopati diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA11c dengan retinopati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.  Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu diketahui karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 yang mengalami retinopati diabetik di Rumah Sakit Bintang Amin umumnya ditemukan pada rentang usia 46-65 tahun (76,7%), dengan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (63,3%). Selain itu, sebagian besar pasien tersebut mengalami PDR (70%) dan memiliki kadar HbA1c yang buruk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2024, terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c diagnostik dengan retinopati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Bintang Amin dengan P=0,048 (<0,05). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c target dengan retinopati diabetik karena nilai P=0,599 (>0,05).